Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit lime etc
.
..
...
My Future Woman
...
..
.
"naruto , kenapa?" sara hanya bisa menangis ditinggalkan sendirian dikamar itu.
.
...
"Bodoh,kenapa aku meninggalkannya?" naruto merasa bersalah karena telah melakukan hal itu pada sara yang malah membuat perasaan sara menjadi terluka.
...
"ahhhh... sial, " setelah berpikir kembali akhirnya naruto pun berbalik arah dan kembali menemui sara.
...
"naruto-kun , kenapa kau pergi, padahal aku sangat menyukaimu" ujar sara sembari berbaring dikamar tidurnya. Terlihat sedikit air mata yang masih membekas dipipinya itu.
"SARA... " terdengar suara teriakan dari luar. Sara yang familiar dengan suara tersebut langsung saja beranjak dari tempat tidurnya dan melihat dibalik jendela.
Sara pun terkejut ternyata itu suara naruto yang sedang berdiri diluar pekarangannya,
"Naruto-kun masuklah kedalam nanti kau sakit!" ujar sara spontan dengan suara keras agar terdengar oleh naruto.
"SARA ADA YANG HARUS AKU KATAKAN, AKU MENCINTAI SARA NAMUN AKU RASA AKU INI TIDAK PANTAS ,JADI KUHARAP KAU MENEMUKAN ORANG YANG LEBIH BAIK DARIKU SARA.. KAU DENGARKAN ..." ujar naruto dengan sekuat tenaga.
Sara pun menutupi mulutnya sambil menahan air matanya.
"JANGAN BERKATA BEGITU NARUTO-KUN...AKU..." balas sara namun naruto langsung pergi kembali.
"aku tetap mencintamu naruto-kun" ujar sara pelan. Dan pada akhirnya sara terbujur kaku.
"kenapa kau pergi disaat aku sedang sangat menyukaimu naruto-kun" ujar sara sembari menangis kembali.
...
Keesokan harinya.
TOK..TOK..
Terdengar suara ketukan dibalik pintu apartemen milik naruto uzumaki itu.
"ah... siapa sih sepagi ini mengetuk pintu, padahal hari libur , menganggu tidur ku saja " ujar naruto sambil berjalan menuju pintu apartemennya.
"HOAM..." ternyata yang mengetuk pintu tersebut adalah orang pacarnya yang lain.
"Shi...shion" tunjuk naruto seperti habis melihat hantu.
"naruto-kun, langsung saja shion memeluk naruto.
"ke-kenapa shion, ada perlu apa?" tanya naruto bingung.
"BAKA ,kemana saja kau selama 2 hari ini ,menghilang tanpa kabar, tadi malam aku kesini juga kau tidak ada" shion pun mulai cemberut.
"eh, anu... aku..." Naruto mulai bingung harus menjawab apa.
"anu... apa bicara yang jelas donk" shion pun mulai memberikan death glare yang membuat naruto jadi merinding dibuatnya.
"shion" tiba-tiba naruto memegang kedua pundak shion, karena perlakuan naruto tersebut shion jadi malu.
"na..naruto-kun, kalau kau mau aku tidak keberatan" sepertinya shion memberikan kode untuk minta segera dicium.
"dia ini kenapa sih , jangan-jangan..." naruto paham dengan yang dimaksud shion.
"shion , dengarkan aku, ini hal yang sangat penting" ujar naruto dengan suara tegas.
"baiklah aku dengarkan, katakanlah naruto-kun" balas shion dengan kalem.
"maafkan aku shion" tiba-tiba saja naruto berlutut dan meminta maaf kepada shion.
"na-naruto-kun, apa yang kau lakukan, tidak perlu sampai seperti itu" shion pun turut duduk dan langsung segera memeluk naruto.
"tidak, aku ini memang bodoh, orang sepertiku ini tidak pantas berada disampingmu jadi kuharap kau dapat melupaknku.." ujar naruto sembari melepas pelukan shion.
"naruto-kun, aku juga minta maaf karena sikapmu yang membuatmu tidak nyaman, aku juga akan berusaha mengerti dirimu ,jadi jangan bicara seperti itu" ujar shion dengan seluruh tenaganya.
"sudah kubilang kan , lebih baik kau lupakan aku dan semoga ada lelaki yang lebih baik dan lebih perhatian padamu shion ,tidak sepertiku... sekarang,sebaiknya kau pergi saja dan tidak usah perdulikan aku lagi" ujar naruto datar..
"kenapa? Cih...ternyata kau memang benar-benar bodoh" dengan tersedu-sedu sambil mengeluarkan air mata shion pergi meninggalkan apartemen naruto tersebut.
"Dengan begini tinggal satu orang lagi" pikir naruto.
Malam harinya.
..
...
...
TOK..TOK..TOK...
"sebentar" naruto segera membuka pintu apartemennya.
"oh , kau shika kau tidak pergi dengan temari malam ini?" tanya naruto dengan sedikit menyeringai.
"ah, padahal sudah kuajak ,tapi sepertinya dia tidak mood, mungkin dia lagi PMS " jawab shikamaru tertawa kecil
"kata orang cewek yang lagi PMS itu berbahaya loh" ujar naruto mencoba melawak.
"iya aku tau itu, kenapa kita membahas ini sih" shikamaru menggaruk kepalanya.
...
"jadi bagaimana kabarmu dan para pacarmu yang kawaii-kawaii itu?" shikamaru langsung saja menanyai hal yang paling tidak ingin naruto bahas.
"aku sudah memutuskan mereka" jawab naruto pundung.
"APA? . " ujar shikamaru dengan suara yang sangat keras sampai terdengar oleh kamar sebelah.
"ahh, biasa saja kenapa kau histeris begitu" ujar naruto mencoba menenangkan shikamaru.
"dasar bodoh, kenapa kau lakukan itu , kan sudah kubilang jalani saja dulu, tidak usah terburu-buru." Ujar shikamaru sambil marah-marah.
"aku tidak mau merasa bersalah telah melakukan ini semua lagipula ini semua salahmu shika" naruto pun balas memarahi shikamaru.
"APA... SALAHKU? Bukankah itu salahmu yang bertindak sebelum berpikir" Balas shikamaru kembali.
"Aku kan tidak tau akhirnya bakal jadi begini" jawab naruto dengan suara rendah.
"ya sudahlah kalau ebgitu, jadi kau sudah memutuskan mereka semua? " tanya shikamaru.
"tidak, masih ada satu orang" jawab naruto
"siapa?"
"Hinata"
"jadi kau berniat memutuskannya juga?" tanya shikamaru.
"tidak sih" jawab naruto.
"kenapa tidak?" tanya shikamaru lagi.
"soalnya kalau aku lakukan, aku bakal jadi jomblo lagi, lagipula hinata itu adalah gadis yang aku suka" jawab naruto cemberut.
"jadi diantara mereka semua yang paling kau sukai itu hinata begitu? " tanya shikamaru kembali.
"bukan begitu , aku menyukai mereka bertiga namun hinata adalah orang yang pertama kali aku sukai, tapi jika memungkinkan sebenarnya aku ingin bersama mereka sekaligus dan membahagiakan mereka bertiga , namun sepertinya hal itu mustahil , tidak ada wanita yang ingin cintanya terbagi" ujar naruto kalem.
"aku tidak menyangka kau bisa bicara begitu" shikamaru pun tersentuh dengan kata-kata naruto terebut.
"Hei, naruto , jika mereka menerima pemikiranmu tersebut , apa kau ingin kembali bersama mereka" tanya shikamaru.
"ya aku sih mau saja, tapi mana mungkin ada hal seperti itu, hal seperti itu hanya ada dicerita anime-anime harem yang kutonton dan kemungkinan terbaiknya mereka pasti tidak akan akur satu sama lain." Jelas naruto.
"kalau kau berpikir begitu apa boleh buat, hoam..." tanpa disadari shikamaru sudah membajak tempat tidur naruto dan langsung saja tertidur.
"hei, shika... sialan dia langsung tidur dan juga membajak kasurku" naruto pun dibuat jengkel oleh tingkah shikamaru.
" kalau begitu aku pergi saja" kata naruto.
"kau mau pergi ya?" saut shikamaru.
"SUDAH TIDUR SAJA SANA" ujar naruto kesal.
...
naruto berjalan keluar dengan motornya dan tanpa disadari telah sampai di kediaman keluarga hyuuga.
"dilihat berapa kalipun tempat ini memang sangat megah dan sangat luas, eh.. seberapa luas ya?" naruto bertanya-tanya.
...
"karena sudah sampai disini sebaiknya aku..." dengan segera naruto mencoba menghubungi hinata.
...
Setelah beberapa menit.
"ya, naruto-kun , kau sedang apa?" tanya hinata yang keliatannya sangat senang sekali karena pacarnya tersebut akhirnya menghubunginya juga setelah lama menunggu.
"hinata ,kau sedang apa?" tanya naruto.
"ano..., sebentar lagi kami mau makan malam naruto-kun, kau sudah makan belum?" tanya hinata.
"sebenarnya belum hehe,begini. hianta... apa aku bisa menemuimu sekarang aku sedang ada diluar rumah...mu.." ujar naruto namun telepon tersebut tiba-tiba mati.
"heh, kenapa mati ya, apa aku kehabisan pulsa" naruto jadi bingung.
...
"hinata kau mau kemana?" tanya hiashi.
"aku ingin menemui naruto, otou-san, permisi" langsung saja setelah pamit dengan ayahnya dia langsung keluar.
"eh, naruto yang waktu... itu..eh.." belum selesai hiashi ngomong hinata sudah menghilang begitu saja.
"ah.. dasar anak muda jaman now" hiashi pun kembali menyantap teh sambil tersenyum.
...
Naruto masih menunggu diluar kediaman hyuga tersebut dan mencoba menghubungi hinata kembali.
"Naruto-kun! " dari kejauhan suara hinata mulai mendekati naruto.
"hinata!" naruto terkejut ternyata hinata memutus teleponnya karena segera terburu-buru menghubungi naruto.
"naruto-kun aku rindu sekali" tanpa basa-basi hinata langsung memeluk naruto dengan sangat erat.
" wangi sekali ,sepertinya dia baru habis selesai mandi dan ini terlalu erat.." naruto berpikir demikian karena dia merasakan rambut hinata yang lembab.
"aku harus fokus" pikir naruto.
...
"anoo... hinata apa kabarmu?" tanya naruto sembari melepas pelukan hinata.
"tidak baik" jawab hianta datar.
"eh... kenapa tidak baik?" tanya naruto bingung karena sikap hianta tiba-tiba berubah.
"kenapa kau tidak menghubungi selama 3 hari ini?" tanya hinata dengan tatapan dinginnya.
"eh, begini aku ada urusan kuliah yang harus kuselesaikan jadi, gomen hinata, sebagai gantinya aku siap menerima hukuman darimu" naruto mencoba meminta maaf kepada hinata dengan menunduk.
"benarkah kau ingin dihukum" tanya hinata dengan suara seram.
"kalau begitu makam malamlah bersamaku?" ujar hinata malu-malu.
"Apa?, makan?, heh..." narutopun kebingungan.
...
...
..
Dikediaman keluarga hyuuga.
Mimpi apa naruto semalam saat ini dia sedang duduk makan malam bersama hinata dan juga ayahnya. Karena dilanda gugup yang luar biasa naruto hanya bisa menunduk.
"naruto-kun , kau tidak makan katanya belum makan, ayo jangan sungkan anggap saja rumah sendiri" paksa hinata dengan lembut.
...
"iya baiklah" jawab naruto, namun hal yang sebenarnya membuat naruto sangat gugup adalah karena hiashi saat ini terus saja menatapnya dengan tajam.
"seram sekali" pikir naruto sampai-sampai bulu kuduknya merinding.
"kenapa tidak makan, apa kau tidak suka dengan masakan ini" tanya hiashi dengan lantang.
"ti...ti..dak kok, paman aku sangat suka dengan semua hidangan ini kok hehe" jawab naruto terbata-bata
"apa paman? Jangan panggil aku seperti itu panggil aku otou-san" ujar hiashi.
"heh... o-otou-san" ujar naruto bingung.
Naruto pun melihat hinata dan terlihat sekilas wajah hinata mulai memerah.
"iya karena sebentar lagi kau akan jadi menantuku" ucap hiashi dengan santai.
"me-menantu...!" naruto bingung harus bereaksi seperti apa.
...
TO BE CONTINUED
A/N : yosh akhirnya ceritanya hampir mendekati klimaks, terima kasih buat para reader udah setia menunggu fict gaje dari oe , dan selanjutnya mungkin bakal jadi chapter terakhir, jadi tunggu aja ya. Sankyuu.. see you next time =).
