Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit lime etc
.
..
...
My Future Woman
...
..
.
"me-menantu...!" naruto bingung harus bereaksi seperti apa.
...
"iya benar naruto-kun, sudah kuputuskan kalau kau akan jadi suami dari putri tercintaku ini" ujar hiashi tersenyum.
"anoo.. paman ano.. itu ano..aku masih belum..." jawab naruto dengan terbatah-batah.
"ada apa , ayo bicara yang jelas, calon menantuku itu harus tegas" ujar hiashi dengan suara yang membentak hingga membuat bulu kuduk naruto merinding.
Melihat reaksi naruto yang kebingungan hinata langsung menyela pembicaraan.
"ayah jangan menekan naruto seperti itu, masalah pernikahan itu terlalu dini untuk dibicarakan lagipula naruto saat ini masih menempuh pendidikan jadi ini bukan saat yang tepat, untuk saat ini aku hanya ingin menjalani hubungan dengan naruto-kun sebagai kekasih, bagiku untuk sekarang itu sudah cukup" ucap hinata dengan nada kalem sambil memegangi tangan naruto.
"terima kasih hinata kau menyelamatkanku" ujar naruto dalam hatinya.
"oh jadi begitu, baiklah tapi jangan lama-lama ya, naruto-kun!" tanya hiashi pada naruto.
"ya akan kuusahkan paman" jawab naruto.
"ya bagus kalau begitu, nah...silahkan makan kembali tidak usah malu-malu" ujar hiashi yang kembali tenang.
...
..
Setelah selesai menyantap makan malam naruto mencoba mengambil inisiatif untuk pergi dari kediaman hyuuga tersebut.
"eh.. terima kasih atas hidangannya hinata, paman.. ano.. sepertinya karena malam sudah semakin larut sebaiknya aku pulang dulu" ujar naruto sembari bangkit dari tempat duduknya.
"baiklah naruto-kun hati-hati dijalan dan ingat baik-baik kalau kau sampai membuat hinata menangis kau akan menerima akibatnya" ujar hiashi dengan wajah menakutkan yang kembali membuat naruto merinding.
"ayah hentikan jangan membuat naruto takut" ucap hinata yang membela naruto.
Hiashi hanya diam saja sambil memalingkan mukanya.
...
"eh, kalau begitu aku pamit dulu paman, selamat malam" pamit naruto kepada hiashi.
"aku akan mengantar naruto ayah" paksa hinata sambil memegangi jaket naruto.
"ya baiklah" kali ini hiashi memberikan izin.
...
Sesempai digerbang depan.
"ngomong-ngomong luas juga ya kediamanmu ini hinata,sama sekali tidak sebanding dengan milikku bisa dibilang kau mendapatkan segalanya" ucap naruto minder.
"memang terlihat seperti itu naruto-kun tapi..." ucap hinata dengan nada murung.
"eh.. ada apa hinata apa kau tidak enak badan?" tanya naruto penasaran.
"ngomogn apa sih aku ini" pikir naruto.
...
"ano, bagaimana kalau kita duduk dulu hinata" ajak naruto sambil mengajak hinata duduk dikursi taman dalam pekarangan hianta tersebut.
Setelah duduk hinata mencoba menceritakan pengalamannya pada naruto.
"mungkin terlihat dari luar aku seperti mendapat segalanya namun gara-gara semua itu teman-temanku jadinya hanya memanfaatkanku saja,dan memang awalnya kupikir mereka benar-benar ingin berteman denganku namun ternyata dibalik itu semua mereka semua juga menjelek-jelekkanku dibelakang ,sampai aku tahu sifat asli mereka aku tidak percaya lagi dengan yang namanya *teman* naruto-kun. Tapi itu semua berubah naruto-kun, setelah kau datang mengatakan perasaanmu itu padaku, aku merasa sangat bahagia,aku bisa meraskan ketulusan dari tindakanmu itu dan bagiku kau itu sangat istimewa naruto-kun , kau itu sudah seperti teman,kakak , dan tentu saja kekasih dalama hidupku, jadi kumohon jangan berpaling dariku naruto-kun" ucap hinata dengan nada yang lembut dan semakin lama wajah hinata mendekatiki wajah naruto.
...
"ummh..." ya sudah ketebak hal yang terjadi kedua bibir mereka bertemu satu sama lain. Cukup lama hingga hinata melepaskannya.
"maaf, naruto-kun" ucap hinata langsung melepas ciumannya.
"tidak apa-apa hinata aku juga senang kok" ujar naruto dengan wajah memerah.
Dan disisi lain wajah hinata lebih memerah lagi. Walaupun sebelumnya mereka pernah berciuman namun kali ini hinata merasa dia menjadi wanita yang mesum.
"aduh bagaimana , pasti dia berpikir aku wanita yang tidak-tidak" pikir hinata yang aneh-aneh.
...
"ano.. hinata kau tidak apa-apa? " tanya naruto sambil menyentuh pundak hinata.
"hyaa... aku baik-baik saja, oh.. ya benar karena hari sudah sangat malam bagaimana kalau kau pulang naruto-kun" ucap dengan panik sambil mendorong punggung naruto keluar gerbang.
"ya...ya... baiklah" naruto menurut saja dengan tindakan hinata.
"aku pulang dulu hinata" ucap naruto sambil melambaikan tangannya.
"hati-hati dijalan naruto-kun" ucap hinata sambil membalas lambaian tangan naruto.
...
"aduh malu sekali rasanya" ucap hinata sambil menutup kedua mukanya dengan tangan. Maklum saja hinata merasa demikian karena biasanya sifat hinata didepan semua orang itu sangat dingin dan tegas, tapi hanya pada naruto dia bisa mengeluarkan sifat aslinya.
...
Diperjalanan pulang.
"memangnya hinata pernah seperti ini ya?, aku kira dia itu gadis yang kaku dan serius, ternyata dia itu lucu juga" pikir naruto sambil tersenyum.
...
Dikediaman Shion.
"aku yakin naruto itu tidak serius memutuskanku, kenapa sih teleponnya mati terus...!" shion pun mulai sebal dan mencak-mencak ditempat tidurnya.
Lain cerita dengan sara yang sampai tidak mau keluar kamar.. sampai-sampai orang tuanya khawatir.
...
"sara ini sudah malam waktunya makan, nanti kau sakit?" tanya ibunya.
"iya ma.. nanti aku makan kalau lapar" ucap sara dengan suara pelan.
"baiklah, jangan sampai kemalaman nanti kau bisa sakit" ujar ibu shion.
"baik.. ma" ucap sara tidak mood.
...
"naruto, aku cuman ingin bersamamu" ucap sara sambil memeluk bantal gulingnya.
...
...
Keesokan harinya dikantin kampus.
Naruto yang bertujuan ingin makan siang melihat shikamaru yang sedang makan sendirian.
"hm.. itukan shika kenapa dia sendirian?" naruto yang penasaran langsung menghampiri sahabatnya tersebut.
"hei shika kenapa kau sendiri saja, dimana temari?" tanya naruto yang kepo.
"dia sedang tidak enak badan katanya, dan dia seenaknya memintaku untuk membeli takoyaki, menyusahkan saja" ujar shika dengan gaya malasnya.
"oh begitu, itu memang seperti dirimu shika , sukurlah kau baik-baik saja hahahah" ujar naruto sedikit tertawa.
"apa maskudmu naruto?" shika belum nyambung juga dengan sindiran dari naruto.
"sudahlah shika ,kali ini aku ada sedikit cerita dari perjalanan ku semalam.
Naruto pun mulai bercerita.
"APA...? " karena suara shikamaru yang terlalu keras jadi menarik perhatian banyak orang.
"gomen-gomen , hei jangan keras-keras donk" ucap naruto meminta maaf dengan orang disekitar.
"aku jadi tidak habis pikir hidupmu bisa seberuntung itu naruto, kau memiliki kesempatan untuk menikahi wanita kaya seperti hinata, apalagi dia cantik dan sexy ,hmm.. sepertinya tidak bisa dipungkiri lagi" ucap shikamaru serius.
"apanya yang tidak bisa dipungkiri lagi?" tanya naruto penasaran pada shikamaru.
"bahwa kau ini memiliki DNA karakter utama anime-anime harem hihihihi" shikamaru pun tertawa sambil menutup mulutnya.
"dasar aku kira apa?" naruto pun cemberut.
"aduh ini semakin mnarik dan aku yakin sekali shion dan sara masih menyimpan perasaan padamu walaupun kau sudah memutuskan mereka berdua" ujar shikamaru yang antusias dengan kisah temannya tersebut..
"dari mana kau tahu itu shika?" tanya naruto kembali.
"coba kau cek handphonemu, pasti ada banyak pesan dan missed call dari mereka berdua, aku benar bukan?" tegas shika sambil mempelototi naruto.
"hehehe.. sial, iya kau memang benar sekali " naruto pun mengakuinya.
"ini berbahaya naruto" tegas shikamaru kembali dan kali ini suasananya makin serius.
"he... apa maksudmu shika?" tanya naruto lagi.
"aku sudah sering melihat hal ini di film-film dan game-game visual novel thriller yang aku mainkan" ujar shika serius sembari mengeluarkan aura-aura negatif.
"jangan menakutiku shika, memangnya apa yang bahaya? " tanya naruto lagi yang mulai terbawa suasana.
"saranku naruto sebaiknya kau harus menemui mereka kembali dan melanjutkan hubungan kalian atau kau akan kehilangan salah satu dari mereka untuk selamanya, asal kau tahu naruto bahwa seorang wanita yang sedang jatuh cinta apalagi sudah cinta mati seperti mereka itu, bisa saja melakukan hal-hal diluar nalar, seperti bunuh diri karena tidak kuat berpisah dengan orang yang dicintainya." ucap shika dengan nada serius.
"ti..tidak mungkin shika,itu... apa saat ini aku sudah melakukan kesalahan" naruto mulai kepikiran dengan apa yang telah dia lakukan.
"ARGHHHH... " dengan segera naruto langsung pergi.
"hei naruto tung...yah dia langsung pergi", kali ini shikamaru jadi merasa bersalah berkata demikian.
...
Dengan segera naruto pergi menuju kediaman sara dan shion.
"Siapa yang harus aku datangi terlebih dahulu?
Shion atau sara.
Ah.. baiklah sara dulu karena paling dekat." Ujar naruto dengan tergesa-gesa menggunakan sepeda motornya.
...
Setelah sampai dikediaman sara naruto pun langsung saja mengetuk pintu.
Tok..tok..tok...
"ya sebentar" ujar ibu sara dari dalam.
"ya siapa ya?" tanyanya kepada naruto.
"anoo bi..bi.. eh tante apakah ada sara ada dirumah?" tanya naruto.
"sara ada didalam kamarnya, ehm.. kau ini pacarnya ya?" ceplos ibu sara tanpa pikir-pikir lagi.
"eh.. bagaimana bilangnya, ya bisa dibilang seperti itu?" naruto pun mengiyakan ucapan ibu sara tersebut sambil menggaruk pipinya.
...
"naruto-kun?" sara pun keluar kamar karena mendengar suara yang tidak asing dan benar saja perasaanya tersebut.
Dan mereka pun bertemu kembali.
TO BE CONTINUED
A/N : hm.. update lagi setelah sekian lama, dan iznkan author buaat minta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah super lama buat update ini fn (maklum kesibukan RL) , dan untuk chapter kedepan author masih belum kepikiran buat tamatin ini fn padahal niatnya mau tamain tadi, tapi kayaknya masih bisa dipanjangin lagi haha, jadi terima kasih banyak buat readers yang masih setia nungguin dan jangan lupa reviewnya bila berkenan ya, sankyuu.
