Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,LEMON etc
.
..
...
My Future Woman
...
..
.
Shion yang melihat dari kejauhan sebenarnya ingin menemui naruto tetapi karena hinata dan naruto sudah kepalang masuk kedalam theater shion pun mengurungkan niatnya tersebut.
"hei shion-chan kenapa melamun" shion pun terhentak karena ino menyadarkan dia dari lamunanya.
"anu, tidak aku hanya memkirkan pelajaran dikampus saja kok hehe" shion pun mengeluarkan senyum semringah.
"sudahlah jangan banyak pikiran kalau tidak segera masuk filmnya akan dimulai loh" ucap ino
Dan akhirnya Shion pun masuk kedalam theater yang satunya lagi karena film yang ditonton mereka berdua berbeda dengan film yang ditonton oleh naruto dan hinata
"padahal aku ingin menemui naruto dan menanyakan sesuatu" ujar shion didalam hatinya.
….
..
.
Di Theater tempat Naruto dan hinata.
Kedua pasangan itu sudah duduk untuk menonton film yang lagi booming saat itu sebut saja judulnya "Pengabdi Mantan" (btw ini film horror ceritanya).
"naruto-kun" hinata menyebut nama naruto tiba-tiba.
"ya kenapa hinata?" saut naruto.
"akhirnya kita bisa jalan berdua seperti ini, aku senang sekali, tapi…
"tapi kenapa hinata?" Naruto keheranan.
"aku takut menonton film horror" tiba-tiba hinata menyandarkan kepalanya kepundak naruto dan memeluk lengan pacarnya tersebut.
"sudah-sudah kalau kau takut kau bisa mengandalkanku hinata" naruto mencoba menenangkan hinata dengan bergaya bagai lelaki yang tak takut akan apapun.
"sebenarnya aku juga takut buat nonton beginian, lagian kenapa juga hinata malah minta nonton film horror kalau dia benar-benar takut" ucap naruto dalam hatinya.
…
..
.
Kembali ke theaternya Shion dan Ino.
Shion dan Ino pun telah duduk dikursi yang telah mereka pesan sambil melihat disekeliling mereka bahwa didapati banyak sekali pasangan sejoli yang menonton film ini dan sepertinya hanya mereka saja yang berbeda.
"kenapa kau malah mengajakku nonton film drama sih, mending kita nonton film horror aja tadi, aku merasa aneh sendiri" ujar ino sambil menyilangkan tangannya.
"kau tau kan bahwa aku takut nonton begituan " kata shion sambil menghel napasnya.
…
..
.
Kembali ke theaternya naruto dan hinata.
"ahh.. aku takut, naruto-kun" teriak hinata disela-sela adegan film yang tiba-tiba memunculkan adegan jumpscare sehingga membuat dia sangat-amat ketakutan sembari mengarahkan kepalanya kepundak naruto.
"film ini seram sekali tetapi aku tidak boleh teriak", sebenarnya dari tadi naruto menahan diri untuk berteriak namun dia lebih memilih untuk memejamkan kedua matanya disaat ada adegan jumpscare tersebut.
…
..
.
Dan akhirnya film itu selesai
"hei naruto-kun, bagaimana menurutmu film tadi sangat seram bukan?" hinata bertanya pada naruto sembari berjalan kepintu keluar bioskop tersebut dengan ekspresi yang gemeteran dicampur ketakutan.
"hm, menurutku film tadi biasa saja tidak menakutkan sama sekali" jawab naruto dengan ekpresi tegang dan berkeringat.
"hei, kau juga ketakutan ternyata naruto-kun" hinata pun tertawa melihat kelakuan naruto tersebut.
"tapi hinata kau tau apa yang lebih seram dari hantu difilm horror tadi, itu adalah disaat hianta sedang PMS" naruto pun mencoba melawak.
Karena perkataan naruto tersebut langsung saja naruto mendapat cubitan dipipinya dari hinata.
"adu-duh sakit, aku hanya bercanda hinata walaupun kau memang seram saat PMS" naruto malah membaut cubitan hinata semakin menjadi-jadi.
"dasar, menyebalkan aku tidak seram tau" ucap hianta dengan wajah cemberut.
"hei hinata kau tau disaat kau marah itu malah membuat jadi semakin cantik kok" naruto pun mulai mengeluarkan kata-kata gombalannya.
"apaan sih dasar gombal" ucap yang hinata ngambek dengan wajah yang memerah sambil memukul kecil dada naruto.
Sementara itu ditempatnya shion dan Ino
"film ini sangat mengharukan, seharusnya aku nonton film ini bersama Sai" ucap ino yang sedang memegang tisu sambil mengusap air matanya.
"aduh ino kau itu terlalu berlebihan, menurutku film ini biasa saja kok" kata shion sambil memegang pundak ino.
"kau tidak akan paham karena kau itu tidak jomblo tau" Balas ino.
"memang benar aku jumblo tapi aku dulu sempat punya pacar kok" mengingat hal tersebut membuat Shion murung.
"ah masa sih, kenapa selama ini kau tidak pernah menceritakannya padaku sih?" Tanya ino pada sahabatnya tersebut.
"aku juga maunya begitu tapi hubungan kami cukup singkat jadi aku tidak sempat menceritakannya padamu, pokoknya tidak usah membahasnya ayo kita pulang saja" Shion pun menarik tangan Ino untuk mengajaknya keluar theater tersebut.
….
..
.
Diluar theater.
Tanpa disengaja disaat mereka berjalan menuju pintu keluar shion dan Ino berpapasan dengan naruto dan hinata.
"Shion…" ucap naruto.
"temanmu?" Tanya hinata.
"ya"
Tiba-tiba Shion menarik tangan Ino tanpa memperdulikan naruto dan pergi begitu saja dengan wajah menunduk.
"Kenapa dia langsung pergi, apa dia tidak ingat denganmu" Tanya hinata yang penasaran kembali.
"ya mungkin saja dia lupa denganku" ujar naruto yang juga mulai sedih bila menginat masa lalunya dengan Sara.
…
..
.
"kenapa buru-buru sih shion-chan dan lagian lelaki tadi siapa, apa jangan-jangan dia mantan yang kau ceritakan itu" Ino mencoba menebak.
"ya begitulah dan aku sangat membencinya sekarang" padahal dalam hati shion masih ada perasaan kepada naruto, ternyata dia berbohong pada dirinya sendiri.
"oh begitu ya sudahlah tapi sebaiknya kau sapa saja tidak usah kabur, lagian kalian bisa berteman" ucap ino yang mencoba menenagkan Shion.
"Ino , ayo kita segera pulang" ucap Shion dengan ekspresi datar.
"ya. Baiklah" Ino pun kaget tidak biasanya ekpresi sahabatnya tersebut semurung itu.
…
..
.
Disisi lain naruto dan hinata sedang dalam perjalanan pulang kerumah.
"naruto-kun, apa kau ada kesibukan setelah ini?" Tanya hinata yang tengah memeluk naruto dari belakang , karena posisi mereka sekarang sedang diatas motor.
"aku tidak ada kesibukan hinata, memangnya kenapa? Jawab naruto.
"boleh aku mampir ke apartemenmu?" Tanya hinata.
"mam..mampir?" naruto terkejut dengan ucapa hinata tadi.
"anoo hinata aku itu hanya tinggal sendirian disana hehe" ucap naruto dengan cengira diwajahnya.
"malah bagus kan jadi aku bisa berduaan denganmu" jawab hinata dengan nada malu-malu.
"ber…ber.. berduaan" naruto langsung saja memikirkan hal-hal yang tidak senonoh.
"tapi ini kan sudah sore apa tidak apa-apa?, nanti ayahmu bisa khawatir" naruto mencoba memperingatkan hinata walaupun sebenarnya dia sangat ingin berduaan dengan hinata.
"tenang saja aku sudah izin kok, kau tidak usah khawatir lagian aku bersamamu naruto-kun, kau pasti akan melindungiku kan" ucap gadis itu polos.
"yah baiklah kalau begitu" langsung saja naruto bergegas menuju apartemennya.
….
Dan pada akhirnya mereka sampai diapartemen milik uzumaki naruto tersebut. Sesampai didepan pintu apartemen tersebut naruto kepikiran sesuatu.
"anoo, hinata kau tunggu disini sebentar aku akan membereskan apartemenku yang dulu ya soalnya sangat kotor dan berantakan,jadi tunggu ya" naruto mencoba menahan hinata agar tidak masuk dulu ke apartemennya tersebut.
"tidak apa-apa naruto-kun aku akan membantumu" saut hinata yang mencoba ingin masuk namun lagi-lagi naruto menahannya.
"tidak usah biar aku saja kamu tidak akan kuat (author : lu kira dilan )" langsung saja naruto masuk dan membersihkan semua barang yang ada di kamarnya tersebut.
"aku tidak mempermasalahkan barang-barang yang berantakan ini tapi bisa gawat kalau hinata sampai melihat koleksi video,manga,game dan majalah dewasa ku ini" pikir naruto.
…
..
.
Setelah beberapa menit akhirnya naruto selesai membereskan kamar apartemennya tersebut.
"baiklah hinata kau boleh masuk sekarang"
Hinata pun masuk kedalam apartemennya naruto.
"jadi ini kamarnya laki-laki ya, hm dimana kau menyembunyikannya barang-barangmu itu naruto-kun" tiba-tiba hinata bertanya sesuatu.
"maksudmu menyembunyikan apa hinata, bisa kau perjelasan hehe" naruto pun mulai panik sambil menggaruk-garuk rambut kuningnya tersebut.
"tidak usah berpura-pura naruto-kun , aku tau kau menyembunyikan koleksimu itu ,semua lelaki seumuran pasti menyimpan hal-hal seperti itu" tiba-tiba hinata mendekatin naruto dengan wajah yang seram.
"aku tidak menyembunyikan hal seperti itu kok , hehe" Naruto pun semakin panik.
"tidak mungkin, kalau begitu biarkan aku mencarinya" hianta pun mulai serius mencari.
"silahkan saja" ujar naruto sambil bersiul.
tiba-tiba pandangan hinata tertuju pada sebuah lemari pakaian milik naruto.
"tunggu hinata distu tidak ada…." Naruto mencoba menghentikan hinata membuka lemari miliknya namun hinata tidak menghiraukan dan yang benar saja disana tempat naruto menyimpan semua koleksi-koleksi miliknya.
"naruto-kun , sudah kuduga kau itu mesum" ucap hinata dengan wajah datar sekaligus marah.
"hi..hinata aku bisa jelaskan sebenarnya itu milik shikamaru" naruto pun mencoba untuk ngeles.
"jangan banyak alasan, ya sudahlah tidak apa-apa" ucap hinata, hinata berpikir hal itu biasa bagi seorang lelaki menyimpan hal-hal yang berbau pornografi, apalagi seusia naruto.
Naruto tidak percaya dengan reaksi hinata yang biasa saja dia pikir hinata akan membunuhnya sekarang juga.
"hm, kau sedang apa hinata, sebaiknya jangan melihat hal seperti itu" naruto terkejut melihat hinata yang mengambil salah satu koleksi manga naruto dan membacanya.
"aku penasaran , jadi aku mau lihat-lihat koleksimu sebentar naruto-kun, ini buat riset" ucap hinata sambil tersenyum. Naruto cuman bisa diam keherenan melihat reaksi kekasihnya tersebut.
Setelah beberapa saat.
….
"jadi kesukaan naruto-kun adalah hal-hal yang beginian" tanpa sadar setelah membaca beberapa koleksi manga dewasa milik naruto wajah hinata menjadi memerah dan sepertinya dia sudah mulai terangsang akibat membaca manga milik naruto tersebut.
…
Naruto yang duduk disamping hinata pun terkejut karena hinata posisi hinata yang semakin mendekat padanya.
"kau sudah selesai membaca manga itu hinata".tanya naruto.
"ya,ehmp.. naruto-kun daripada kau membaca hal seperti itu kenapa kau tidak langsung praktekkan saja" entah apa yang ada dipikiran hinata sambil mengeluarkan stetemen seperti itu, tiba-tiba hinata pun melepas satu persatu kancing baju yang ia kenakan dan naruto pun hampir bisa melihat sepenuhnya buah dada yang indah milik kekasihnya tersebut.
"hi..hinata apa yang …." Naruto mencoba memalingkan wajah dari kekasihnya tersebut.
"jangan berpaling naruto-kun" hinata mencoba memalingkan wajah naruto untuk menatapnya kembali.
"tidak apa-apa liat saja" akhirnya atasan hinata sudah terekspos tanpa ada satu pun helai benang yang menutupi.
"bagaimana naruto-kun , kau menyukai punyaku ini kan, sama besarnya dengan yang ada dikoleksimu kan?" hinata pun menggoda naruto dengan nada-nada yang erotis.
"tunggu sebentar ini mimpi kan, tidak mungkin hinata berprilaku seagresif ini" naruto mencoba berpikir sejenak.
"ah benar sebaiknya aku tidur saja karean ini mimpi" naruto pun langsung saja mencoba berbaring dan menutup matanya. Hinata yang keheranan melihat tingkah laku kekasihnya tersebut.
"kenapa malah tidur sih, hinata pun langsung mencubit pipi naruto"
"aduduh, sakit"
"tidak mungkin ini nyata, naruto pun memandangi hinata tanpa pikir panjang menggunakan insting lelakinya langsung saja naruto meremas kedua buah dada milik hinata tersebut.
"nghhhh… naruto-kun " hinata mulai mengeluarkan suara-suara sexy nan erotis yang semakin membuat naruto bergairah. Sembari meremas buah dada milik hinata tersebut naruto juga mencium bibir gadis tersebut.
"mmm.. ahh.. naruto-kun ,aku mencintaimu, tolong buat aku nikmat" setelah mendengar kode tersebut naruto langsung saja membuka celananya dan keluar lah penis naruto yang lumayan besar dan tentunya sudah ereksi.
Hinata pun mendongakkan matanya tidak menyangka kalau penis naruto bisa sebesar itu saat disaat sedang ereksi.
"hinata aku buka ya" naruto meminta izin kepada hinata untuk melepas rok yang dikenakan gadis tersebut sekaligus g-string yang menutupinya dan akhirnya hinata pun telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.
"hinata, apa aku boleh?" sekali lagi naruto meminta izin pada kekasihnya tersebut dan dibalas dengan anggukan oleh hinata, karena hinata sudah paham naruto akan berbuat apa.
"lakukan dengan perlahan" ucap hinata yang sudah terangsang tersebut.
Sedikit demi sedikit penis naruto masuk kedalam daerah intim gadis tersebut dan setelah beberapa saat penis naruto sudah sepenuhnya memasuki vagina milik hinata dan karena ini pertama kalinya bagi hinata selaput darahnya pun pecah akibat ada benda asing yang masuk lalu diiringi darah yang mengalir.
"hinata kau benar-benar masih perawan"
Tanpa babibu lagi naruto langsung menggerakkan pinggulnya dengan perlahan dengan posisi naruto yang sedang berada diatas hinata.
"ouhh, ouhh, terus naruto-kun" ucap gadis tersebut yang terlihat sudah mulai horny akibat ulah naruto.
"ahh..ouhh, lebih cepat naruto-kun" sesuai permintaan hinata naruto pun mempercepat gerakannya dan sesekali mencium bibir gadis tersebut, tidak sampai disitu saja naruto tidak menyia-nyiakan kedua budah dada hinata yang makin mengeras tersebut.
Naruto langsung saja mengarahkan kepalanya menuju kedua gunung kembar nan indah tersebut dan menghisapnya bak anak bayi yang kehausan.
"ini tidak bisa mengeluarkan susu ya" ucap naruto yang mencoba menggoda hinata.
"ouhh, ouhh…. Hghhh,…" desaha hinata makin menjadi jadi.
"hinata aku akan keluar sepertinya"
"hah… tolong kelurkan diluar naruto-kun" hinata memperingatkan naruto agar dia tidak teledor bisa gawat kalau sampai dikeluarkan didalam nanti.
Tiba-tiba naruto mencabut penisnya dari milik hinata dan mengangkat gadis itu untuk duduk.
"hinata buka mulutmu" ternyata naruto berniat mengeluarkan cairan miliknya didalam mulut hinata.
"apa .. uhmmm" hinata terkejut dengan perlakuan naruto.
"jangan dibuang hinata, telan saja tidak apa kok" perintah naruto.
"…mmmphh… ternyata begini rasanya sperma lelaki" hinata pun menelan semua sperma milik naruto tanpa tersisa.
"kau semakin manis hinata" naruto pun mengelus rambut hinata.
"berikan aku lebih banyak naruto-kun" hinata pun mendorong tubuh naruto, sepertinya hinata masih belum puas berhubungan dengan naruto.
"hi..hinata tunggu…"
"punyamu sudah mulai mengeras kembali naruto-kun" ucap hinata dengan ekspresi yang erotis sembari mengocok penis milik naruto dengan tangannya.
"hi..hinata kau lihai sekali, nikmat" naruto pun dibuat keenakan oleh tingkah laku hinata karena hinata pun mulai melakukan blowjob pada naruto.
"setelah membaca manga milikku kau langsung lihai hinata" naruto tidak percaya wanita yang dihadapannya sekarang adalah kekasihnya yang selama ini pendiam dan bersikap dingin bisa menjadi seagresif ini. Hinata pun mempercepat gerakan kepalanya.
"hinata aku akan keluar lagi".
"hah, tu..tungu dulu…" karena tidak bisa menahannya lagi langsung saja sperma tersebut muncrat kearah wajah dan sebagian dada hinata.
Tidak sampai disitu hinata memaksa naruto untuk ereksi kembali , dan setelah penis milik naruto ereksi kembali hinata segera memasukkan mengarah vagina miliknnya agar penis naruto bisa memasukinya.
"naruto-kun waktunya ronde kedua" ucap hinata dengan ekspresi yang menggairahkan.
"hinata kau sudah buat aku orgasme dua kali.." ucap naruto dengan nada lemas.
Akhirnya kini milik mereka berdua bersatu kembali kali ini dengan posisi hinata yang berada diatas naruto.
…
Kring…kring….!
Tiba-tiba suara handphone milik naruto berbunyi.
Karena jarak Handphone tersebut tidak jauh dari tempat tidurnya naruto pun langsung mengangkatnya.
"hei shika ada apa?" ternyata panggila tersebut dari sahabatnya sendiri.
Sambil menelepon pun hinata mulai menggerakkan pinggulnya keatas dan kebawah.
"ouch..ouchh..ahhh.." hinata pun mengeluarkan suara-suara nan erotis kembali.
"ssst" naruto memberi isarat agar hinata tidak terlalu berisik.
"hei aku dengar suara wanita" ujar shikamaru.
"haha, mungkin kau salah dengar jadi ada ada perlu apa shika?" naruto bertanya kembali.
"begini aku saat ini sedang bosan , aku mau mampir keapartemenmu sekalian aku akan membeli cemilan jadi kita bisa seru-seruan naruto bisa tidak" ujar shikamaru dengan ekpresi yang antusias.
"a…apa malam ini?" naruto bertanya.
"iya sekalian aku mau menginap saja, dirumahku tidak ada orang soalnya ayah dan ibu pergi keluar kota jadi aku sendirian bagaimana ide bagus tidak?" ujar shika kembali.
"hei shika sebaiknya kau jangan keapartemenku" perintah naruto.
"kenapa naruto?, tidak biasanya kau menolak ajakanku" ujar shikamaru yang penasaran.
"sebenarnya aku sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah ku jadi aku tidak bisa bermain denganmu shika" ucap naruto sambil memandangin tubuh hinata.
"apa ? paling kau hanya sedang bermain game bukan" shika pun sebal dengan kelakuan naruto.
"maaf shika , besok deadline jadi aku harus berbegas" naruto langsung saja naruto menutup teleponnya tersebut.
"dari temanmu naruto-kun?" Tanya hinata yang masih saja menggerakkan pinggulnya.
"iya dia bilang mau menginap kesini makanya aku tolak"
"oh. Begitu… hmmm…ouhhh…!"
Semakin lama gerakan hinata semakin cepat dan akhirnya mereka hampir orgasme berjamaah lagi.
Tiba-tiba.
TOK…TOK…TOK
"HEI NARUTO AKU TAU KAU DIDALAM, JANGAN MENYEMBUNYUKAN SESUATU DARIKU YA! " dengan nada yang tinggi ternyata shikamaru sudah berada didepan pintu apartemen naruto.
"si bodoh itu" naruto pun terkejut karena sahabatnya itu datang tiba-tiba begitu saja.
TO BE CONTINUED
A/N : sudah cukup panjang belum hehe, terima kasih buat reader-san yang sudah membaca fanfic gaje ini dan jangan lupa tinggalkan reviewnya ya, sankyu… XD.
