.
.
.
I'm In Trouble
Disclaimer :
Naruto by Masashi Kishimoto
5-toubun no Hanayome by Negi Haruba
Pair : ?
Rate : T
Mark :
"Naruto." : Berbicara
Naruto : PoV Start / Flashback Start / Letter or Announcement Content
Naruto : Efek suara (Sfx) / Skip Time / Previous Chapter
'Naruto.' : Pikiran atau Batin
["Naruto."] : Berbicara melalui pesan atau panggilan telepon
Genre : School, Drama, Family, Hurt/Comfort, Romance, Tragedy
Warning : Semi-Canon, Alternate Universe, Alternate Fact & Reality, Original & Other Character, dan Out of Character.
.
.
Skip Time : One Week Later, Supermarket
Naruto saat ini tengah berbelanja untuk mengisi persediaan bahan makanan di rumah. Akan tetapi, ia melihat seseorang yang ia kenal. Ya, ia melihat Miku yang berada dalam supermarket yang sama. Tanpa ragu, ia menghampiri gadis itu.
"Yo, Miku."
Miku membalas, "N-Naruto …."
"Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini …."
Kemudian Naruto membuat pose berpikir dan melanjutkan perkataannya, "Tapi, bukankah supermarket ini terlalu jauh dari rumah kalian? Setahuku, di dekat rumah kalian ada tempat berbelanja yang lebih dekat. Mengapa kau bisa datang sejauh ini?"
Mendengar itu membuat Miku terkejut dengan wajah yang memerah, ia dengan cepat membalas tanpa menatap Naruto yang ada di depannya, "Itu bukan karena aku mendapat kesempatan untuk bertemu denganmu. Kebetulan, aku sedang jalan-jalan dan melihatmu. Jadi, aku datang ke sini juga sekalian berbelanja."
Naruto kemudian tertawa kecil dan berkata, "Wow, jarang-jarang aku mendengarmu berbicara panjang lebar seperti itu. Ini sih sudah seperti sejarah baru dari dirimu, Miku."
"Berhenti menggodaku, Naruto …," ucap Miku yang wajahnya semakin memerah. Kemudian, ia mendapatkan ide untuk mengalihkan pembicaraan ini. Ia kemudian menunjuk ke suatu arah dan berkata, "A-aku datang ke sini untuk mencari ini."
Naruto kemudian melihat apa yang ditunjuk oleh Miku. Rupanya, itu adalah suatu brosur undian yang disediakan oleh supermarket.
"Wah, ternyata ada undian di sini."
Miku membalas, "Ya, itu hanya ada di supermarket ini. Dan lokasi hadiah utamanya ada di penginapan milik kakekku …."
"Hadiah utamanya lumayan juga dan sangat bagus untuk dijadikan tujuan berlibur. Kebetulan Naruko juga sedang libur sekolah, sepertinya ini akan menarik jika kita bisa mendapatkan hadiah utamanya," ucap Naruto dengan santai.
"Apakah kita bisa mendapatkan hadiah utamanya?" tanya Miku dengan ragu-ragu, Naruto yang mendengar itu kemudian tersenyum kecil.
"Ya, namanya juga undian. Walaupun probabilitas keberhasilannya kecil, setidaknya kita harus mencobanya daripada tidak sama sekali. Kalau begitu, ayo kita ke kasir untuk mengambil formulir pengisian undiannya …."
Naruto yang bersemangat mulai berjalan ke kasir. Miku yang melihat itu pun berkata, "Tunggu sebentar, Naruto. Nino menitipkan sesuatu …."
Mendengar itu membuat Naruto menghentikan langkahnya. Tanpa berbalik, ia berkata, "Begitu, ya? Ngomong-ngomong, apa Nino mengatakan sesuatu?"
"Apa maksudmu?"
"T-tidak, bukan apa-apa …," ucap Naruto dengan cepat. Mereka kemudian mencari apa yang Nino pesan dan mulai pergi ke kasir untuk membayar segala yang mereka beli. Setelah itu, mereka mulai mengisi formulir undian yang sudah di sediakan.
Sembari mengisi formulir undian itu, Naruto terpikirkan satu hal yang membuatnya penasaran. Ia kemudian bertanya, "Ne, Miku. Apakah ada orang yang pernah kau suka?"
Mendengar itu sempat membuat Miku terdiam untuk beberapa detik sampai dirinya berakhir dengan keterkejutan, "HEEE?!"
Hal itu tentu saja membuat Naruto sweatdrop di tempat. Ia kemudian berkata, "Oi, jangan terlalu heboh. Ini masih di tempat umum, tahu …."
"M-maaf, habisnya pertanyaanmu sangat tidak terduga."
"Lupakan soal itu. Bisakah kau jawab pertanyaanku?"
"I-itu …," jawab Miku yang bingung dengan wajah yang memerah. Bukan tanpa alasan, itu dikarenakan orang yang ia sukai itu tepat berada di depannya saat ini. Ia tidak memiliki keberanian penuh untuk menjawab secara jujur.
Melihat Miku yang sepertinya tertekan membuat Naruto mengurungkan niatnya, "Jika kau tidak bisa menjawab. Itu tidak menjadi masalah, Miku. Aku hanya butuh tempat untuk bercerita, karena aku terlalu bingung soal percintaan."
"Memangnya apa yang membuatmu kebingungan seperti itu?"
Mendengar pertanyaan itu membuat Naruto berpikir, 'Sepertinya aku perlu berbohong untuk saat ini. Tidak mungkin jika aku memberitahu tentang pengakuan Nino seminggu yang lalu. Lagi-lagi, aku harus mengelabui Miku ...'
"Ini cerita soal sepupuku. Dia mendapatkan pengakuan cinta dari salah satu teman sekolahnya. Tapi, orang yang menyatakan cintanya itu tidak menuntut jawaban secara cepat. Hal itu membuat dirinya bingung untuk melakukan apa."
Melihat wajah Naruto yang bercerita dengan ekspresi kebingungan membuat Miku tertawa kecil. Mendengar itu membuat Naruto menoleh ke arah gadis itu.
"Mengapa kau tertawa?"
"Aku hanya tidak percaya kalau dirimu bisa sebingung ini hanya karena masalah percintaan."
"Y-ya, setidaknya itu bukan cerita tentang diriku …," kilah Naruto. 'Walaupun sudah berbohong seperti ini, rasanya tetap memalukan,' lanjutnya dalam pikirannya.
"Ya, aku percaya. Jika itu memang cerita tentang dirimu, aku pun senang. Karena dirimu yang seperti itu tidak langsung menolak perasaan orang lain."
"Begitukah? Kalau begitu, akan kupertimbangkan sebagai cara untuk merespon seorang gadis yang memiliki perasaan kepadaku …."
"Bisa saja kau, Naruto. Ngomong-ngomong, aku juga ingin bercerita tentang kisah percintaan temanku."
Miku melanjutkan, "Temanku itu sangat tidak percaya diri. Meskipun begitu, ia sangat ingin menyatakan perasaannya kepada orang yang ia sukai. Ia merasa takut soal hubungan mereka yang berubah hanya karena dia melakukannya. Hal itu sangat membutuhkan keberanian, kan?"
"Ya, kau sangat benar. Pastinya itu akan memerlukan keberanian yang besar untuk mengungkapkannya …," jawab Naruto. 'Tapi, aku pun tidak pernah merasakan hal yang seperti itu. Jika aku ada di posisi itu, kira-kira apa yang harus kulakukan?' lanjutnya dalam batin.
Miku pun berpikir mengenai cerita Naruto, 'Dipikir-pikir, ada juga orang yang seberani itu dalam menyatakan perasaannya. Sementara diriku sangat pengecut untuk saat ini. Kapan diriku bisa seberani itu, ya?'
Naruto yang merasakan suasananya hening kemudian memecahkan suasananya, "Sudah tidak perlu dipikirkan lagi. Lebih baik kita kumpulkan formulir undian yang sudah kita isi, setelah itu kita kembali."
"Kau benar, Naruto …."
Setelah itu, mereka berdua memasukkan formulir yang mereka isi sebelumnya ke dalam kotak undian. Kemudian, mereka pun pergi dari sana.
.
[0_0]
.
Skip Time : One Week Later, Nagano Prefecture.
Naruto duduk di sebuah kursi. Sementara di depannya ada Naruko dan Kakashi yang sedang melihat-lihat keindahan alam dari pagar yang ada di pinggir-pinggir tebing.
"Sangat jarang kita bisa pergi jalan-jalan bersama. Beruntung aku dapat cuti selama seminggu penuh …."
"Itu benar, Kakashi-nii. Tapi, ini semua bisa terjadi karena Nii-chan …," ucap Naruko yang menimpali perkataan Kakashi. Naruko kemudian berbalik menatap Naruto dan berkata, "Nii-chan, arigatou …,"
Naruto pun hanya mengangguk saja dari tempatnya sebagai respon. Ia kemudian berpikir, 'Aku tidak menyangka kalau diriku akan menang hadiah utama dari undian itu. Ya, setidaknya liburan ini akan bisa kumanfaatkan untuk menjernihkan pikiranku.'
Naruko yang melihat sebuah lonceng besar yang digantung pun bertanya, "Hmm, apa ini?"
"Menurut buku panduan yang ada, ini adalah objek wisata utama di daerah ini. Namanya adalah oath of bell atau lonceng sumpah. Konon, jika ada pasangan yang membunyikan lonceng ini bersama-sama. Maka mereka akan terikat untuk selamanya …."
Mendengar penjelasan Kakashi membuat Naruko menjadi senang. Ia kemudian memanggil Naruto, "Nii-chan, ayo foto bersama!"
Naruto yang mendengar itu kemudian menghampiri mereka sembari mengeluarkan handphone miliknya. Kemudian, ia berkata, "Err, handphoneku kehabisan baterai karena aku lupa untuk charging. Foto pakai handphonemu dulu, Naruko."
"Baiklah. Ini, Nii-chan …."
Setelah mengambil beberapa foto secara bergantian. Naruko dan Kakashi pergi duluan untuk mengelilingi tempat lain di daerah itu. Meninggalkan Naruto sendirian di sana. Naruto kemudian berjalan mendekati oath of bell dan memandanginya dengan serius.
"Ya, kurasa aku perlu menghibur diriku sendiri. Ditambah lagi, aku juga harus memikirkan banyak hal yang sudah terjadi. Setidaknya sekarang aku memiliki banyak waktu untuk memikirkannya …,' pikir Naruto.
"Permisi, apa ini adalah tempat untuk melihat oath of bell?"
Mendengar ada suara dari belakangnya membuat Naruto menoleh ke asal suara. Akan tetapi, ia seketika terkejut ketika melihat siapa yang berbicara. Karena saat ini ia melihat sang kembar Nakano yang kelima, yaitu Itsuki.
"I-Itsuki?!"
"U-Uzumaki-kun? Mengapa kau ada di sini?"
"Aku mendapatkan hadiah utama untuk berlibur di sini. Aku belum menjawab pertanyaan awalmu, ya? Ini adalah oath of bell jika kau ingin melihatnya …."
Naruto kemudian melanjutkan sembari menyeringai, "Kau mencari objek wisata sendirian? Aku jadi kepikiran kalau kau akan tersesat lagi, Itsuki."
Mendengar itu membuat Itsuki menjadi cemberut. Walaupun sedikit kesal, ia tidak bisa membantah ucapan Naruto karena memang lelaki itu tepat sasaran. Dirinya yang mudah untuk tersesat menjadi bukti utama sebagai fakta yang tidak bisa dibantah olehnya.
"U-urusai, Uzumaki-kun …."
"Itsuki, kau terlalu cepat …."
Mendengar suara lain membuat Naruto menoleh ke asal suara, di sana ia melihat Yotsuba bersama dengan kembar Nakano lain yang ada di belakangnya. Yotsuba pun seketika terkejut ketika melihat keberadaan Naruto.
"Eh? Uzumaki-san ada di sini juga?"
Nino hanya tersenyum kecil. Sementara Ichika berkata, "Tidak mungkin …."
"Ternyata Naruto yang memenangkan hadiah utamanya," ucap Miku.
"Kalian juga sedang melakukan wisata keluarga ternyata," ujar Naruto yang menepuk dahinya sendiri. Ia pun melanjutkan dalam pikirannya, 'Kalau sudah begini, kurasa liburanku tidak akan tenang.'
"Ini memang wisata keluarga."
Mendengar suara yang lain membuat Naruto menatap ke asal suara, ia dapat melihat Maruo yang berada di sana. Maruo kemudian menambahkan, "Tapi, kita harus selalu berhati-hati. Karena setiap perjalanan selalu diiringi masalah."
Naruto pun menggeram kesal dan berpikir, 'Hahaha, sialan. Rasanya aku jadi ingin menghajarnya lagi ….'
.
"Nah, ayo kita makan di sini. Semuanya, kita mulai persiapannya," ucap Maruo yang berkumpul bersama empat kembar Nakano beserta dengan Ebata. Naruto yang melihat itu pun sedikit bingung.
'Kalau begini, mereka seperti terlihat akur dengan ayah mereka sendiri. Tapi, aku tidak perlu memikirkannya. Toh, ini bukan wilayahku ….'
"Ada apa?"
Naruto yang mendengar suara Nino dari belakangnya seketika terkejut, "N-Nino?!"
Hal itu tentu saja mengundang perhatian Ichika dan Miku. Nino kemudian berkata, "Kau terlihat memikirkan sesuatu. Jika ada yang ingin kau sampaikan. Katakan saja, Naruto …."
Mendengar itu seketika membuat Miku terkejut dengan bola mata yang membulat. Ia kemudian menghampiri mereka berdua dan berkata, "T-tunggu dulu. Tadi kau memanggil Naruto langsung dengan namanya. Ada apa, Nino?"
Bukan karena suatu alasan sepele yang membuat Miku menjadi sangat curiga. Itu semua dikarenakan selama pertemuan awal mereka berdua, mereka selalu berselisih setiap saat.
Wajar jika itu mengundang perhatiannya karena ia merasa kalau panggilan Nino ke Naruto yang berubah secara tiba-tiba sangat membuat dirinya curiga. Karena sejak awal Nino selalu memanggil Naruto dengan marga, bukan dengan namanya.
Nino kemudian menjawab dengan santai, "Ini kan sudah setengah tahun sejak kita pertama kali bertemu. Seharusnya saat ini kita harus lebih mengakrabkan diri, kan?"
Mendengar itu membuat Naruto menepuk dahinya sendiri untuk kedua kalinya. Miku kemudian merespon perkataan Nino dengan ragu, "K-kurasa kau ada benarnya."
"Ngomong-ngomong, bagaimana kalau kita membuat sebutan baru untuk diriku memanggil Naruto? Miku, cepat pikirkan sesuatu …."
"A-aku?!" jawab Miku dengan wajah yang memerah. Ia melanjutkan, "Uz. Na. Naru. Naru-kun, aku bingung …."
"Yang terakhir itu sangat bagus," balas Nino sembari tersenyum.
Miku kemudian menyeret Nino untuk kembali berkumpul bersama yang lain, "Daripada membahas itu, ayo kita kembali dan bersiap-siap …."
"Iya, iya. Baiklah …."
Naruto yang melihat itu seketika sweatdrop di tempat. Ia kemudian melihat Yotsuba yang berjalan di belakangnya.
"Aku merasa sangat gugup. Apakah semuanya dapat berjalan dengan lancar?"
Naruto yang mendengar ucapan Yotsuba seketika menjadi bingung. Ia kemudian menghampiri Ichika yang tidak jauh dari dirinya, "Ichika, bisakah kau menjelaskan sesuatu tentang ini semua?"
"Maaf, aku sedang sibuk sekarang. Nanti saja ya, Naruto-kun …."
Hal itu membuat Naruto tambah bingung, ia merasa ada yang tidak benar dengan situasi ini. Ia kemudian melihat Itsuki di belakangnya, "Itsuki …."
"Apa yang kau lakukan di sini, Itsuki-kun? Cepat ambil bekalmu dari Ebata," perintah Maruo secara tiba-tiba dan memotong perkataan Naruto. Itsuki tidak membalas, ia justru pergi meninggalkan mereka berdua.
"Saatnya untuk bersiap-siap karena semua anggota keluarga sudah berkumpul. Ini adalah acara keluarga yang tidak boleh diganggu," ucap Maruo yang menatap tajam Naruto. Setelah itu, ia berjalan meninggalkan Naruto sendirian.
Naruto pun menjadi kesal dan berpikir, 'Sialan, sekarang ia mencoba menjauhkanku dari mereka.'
"Uzumaki-kun, nanti aku ingin bicara denganmu …."
Itsuki mengatakan itu tepat ketika ia melewati Naruto, ia berjalan menjauhi Naruto dengan membawa bekal yang ia miliki. Sementara Naruto yang mendengar itu justru terdiam di tempat.
'Ya, setidaknya masih ada salah satu dari mereka yang bisa memberikan penjelasan.'
.
[0_0]
.
Skip Time : Inn
"Penginapan ini lumayan besar tapi terlihat sangat sepi."
"Itu benar. Terkesan seperti rumah hantu," ucap Naruko menambahkan ucapan Kakashi. Mereka saat ini sedang melakukan reservasi. Tidak jauh dari sana, Naruto sedang melihat-lihat penginapan itu.
Akan tetapi, Naruto melihat Itsuki yang berjalan di halaman utama penginapan. Mengingat ada hal yang ingin Itsuki sampaikan membuat Naruto mengikuti Itsuki. Ketika ia sampai di halaman penginapan itu, dirinya justru kehilangan jejak.
"Rasanya sangat merepotkan," ujar Naruto yang melihat-lihat ke beberapa arah. Dirinya kemudian dikejutkan ketika melihat Itsuki yang sudah berada di lantai dua penginapan yang berlawanan dengan arah Itsuki yang ia lihat.
"Huh? Secepat itu sampai dia berada di sana? Bagaimana bisa?"
Naruto kemudian pergi ke lantai dua dimana ia melihat Itsuki. Sesampainya di sana, ia terengah-engah dan kehilangan jejak untuk kedua kalinya.
"Dimana dia?" ujar Naruto yang melihat beberapa lorong penginapan dan arah lainnya. Akan tetapi, ia dikejutkan ketika melihat Itsuki berada di halaman yang ia sempat datangi beberapa saat yang lalu. Hal itu membuat dirinya bingung.
"Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa kalau sudah begini …."
.
[0_0]
.
Skip Time : Night
Naruto yang baru saja menikmati pemandian air panas dikejutkan dengan sebuah secarik kertas yang ia temukan di tempat ia menaruh pakaian ganti. Di pesan itu tertulis kalimat 'tengah malam, di taman'.
"Seharusnya ini dari Itsuki …."
Naruto yang kebingungan karena tidak tahu lokasi taman penginapan kemudian pergi ke lobi penginapan. Ia berniat untuk bertanya kepada sang kakek penjaga penginapan. Tidak butuh waktu lama untuk dirinya sampai di sana, ia pun langsung menghampiri sang kakek.
"Permisi. Apa Oji-san tahu dimana letak taman penginapan di sini?"
Setelah beberapa saat tak kunjung mendapatkan jawaban membuat Naruto berpikir, 'Mengapa ia tidak menjawab pertanyaanku?'
Kemudian, terlihatlah Itsuki yang baru turun dari tangga yang berada di sebelah lobi penginapan. Naruto yang melihat itu kemudian menghampiri gadis itu.
"Kebetulan sekali bisa bertemu di sini, Itsuki. Aku baru saja ingin pergi ke taman. Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"
"I-itu, lebih baik kita ke taman dulu …."
Seketika Naruto mengalami perasaan de javu dengan apa yang ia lihat pagi ini. Ia pun menolak, "Tidak bisakah kau memberitahuku sekarang?"
Mendengar itu membuat Itsuki sedikit ragu. Setelah ia meyakinkan diri, ia pun berkata, "Menurutmu, seperti apa hubungan di antara kita?"
"Mengapa tiba-tiba pertanyaannya seperti ini? Sudah jelas kalau kita adalah rekan, kan?"
"Tidak, kita bukanlah rekan lagi untuk saat ini …," ucap Itsuki yang menunduk, sehingga Naruto tidak dapat melihat ekspresinya.
"Tunggu, apa maksudnya itu?"
Itsuki kemudian mendongakkan kepalanya. Memperlihatkan ekspresinya yang serius sembari tersenyum kecil dan berkata, "Mari kita akhiri hubungan di antara kita. Berhentilah menjadi guru les kami, Uzumaki-kun."
"Hahaha, omong kosong macam apa lagi yang kudengar saat ini …."
Naruto kemudian mencengkram bahu Itsuki dan mendorongnya ke dinding penginapan. Membuat Itsuki terbentur dan memekik kesakitan, "I-ittai …."
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu. Aku bahkan tidak tahu apa yang membuatmu mengatakan itu secara sepihak kepadaku. Mengapa harus seperti ini, Itsuki?!"
Menyadari ada bahaya dari belakangnya membuat Naruto seketika menghindar. Rupanya, kakek penjaga penginapan itu mencoba untuk membanting dirinya ketika dirinya lengah. Naruto pun menjadi kesal karena itu.
"Oi, Oji-san! Setidaknya jangan asal menyerang jika kau tidak tahu apa-apa. Aku tidak melakukan hal aneh kepada cucumu, kok!"
"Itu benar, Oji-chan …."
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku. Banyak hal aneh yang kutemui hari ini ditambah dengan permintaan tidak jelas dari dirimu. Membuatku memiliki banyak pikiran untuk saat ini."
Tepat setelah mengatakan itu, Naruto mulai pergi menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya. Itsuki yang melihat itu kemudian membuat ekspresi yang sedih.
'Aku harap ini adalah pilihan yang terbaik ….'
.
.
.
To Be Continued
.
.
Notes : Fic ini terinspirasi oleh beberapa fanfic tertentu dengan crossover Naruto x Quintessential Quintuplets. Hmm, ini project kedua gua dengan tipe fic yang multichapter. Gua bikin alurnya semi-canon tapi dengan banyak perubahan. Chapter 37 Up, jadi tolong buat reader gausah banyak protes dan Stay tune aja ye. Cukup doain gua biar banyak ide + sehat, secara perlahan nanti gua coba sebisa mungkin buat tamatin fic ini. Soalnya gua tim begadang buat ngelarin ini fic.
Next, gue gak bisa ngejawab review kalian satu per satu karena terlalu malas. Gua minimal baca review dari kalian, dan maksimal berakhir dengan baca PM dari reader or whoever else. Next. Jika fic ini diplagiat oleh oknum sampah yang nggak bertanggung jawab + tidak mendapat perizinan dari gua, bahkan gak naruh nama gua di tempat di mana dia ngepost cerita ini. Tolong bantu report / PM ke gua. Biar gua tinggal ikutan jadi tim report. Sebagai catatan, gua hanya memiliki akun FFN. Tidak ada yang di luar platform yang gua sebutkan.
Lagi dan lagi, gue ingin mempromosikan sesuatu di sini. Gue telah bergabung dengan sebuah Group Chat WhatsApp yang bernama Fanfic Community Indonesia, yang berisikan banyak author dan reader fanfiksi, bahkan platform lain. Di grup tersebut terdapat cukup banyak author senior, ataupun author baru seperti gue. Kepada siapapun yang berminat untuk bergabung, silahkan PM gue baik melalui web, ataupun aplikasi. Join with us! Feel like home! Let's move together!
Sepertinya hanya itu saja pesan gue kepada kalian. Sampai jumpa lagi. Jaa na!
FCI. Cursed-Eternal Out
