Bagi Evil Dragon—Tama, mengenal Naruto adalah sebuah kesalahan.
Bagi Tama, mendekati Naruto adalah adalah kegagalan dalam hidup.
Bagi Tama, menjadi akrab dengan Naruto adalah sebuah kesialan.
Dan bagi Tama, mengincar Naruto adalah sebuah kenyataan pahit yang menyedihkan namun sangat menggembirakan pada saat yang sama—.
Sebagai Evil Dragon, menjadi sedikit gila merupakan suatu hal yang wajar dan dapat dimengerti bahkan oleh bangsa non-naga.
Sebagai Naga yang sudah ada sejak dulu sekali, selain mengejar kekuatan, hal-hal lain akan cepat berubah jadi membosankan.
Kehidupan naga itu syuliiit.
Hidup tanpa menundukkan kepala hanya akan berakhir dalam kemalangan, tanpa menjadi 'patuh' hanya akan dijauhi, apalagi ketika seekor naga sudah dicap sebagai [Evil Dragon] dapat dipastikan keberadaanmu akan dianggap sebagai ancaman dan menjadi incaran 'orang-orang benar' di luar sana.
Tanpa kekuatan, keberadaanmu akan dijadikan samsak tinju.
Mengejar kekuatan, menjadi kuat adalah solusi terbaik untuk seekor Evil Dragon. Tetapi Tama tidak berpikir sesimpel itu.
Baginya "kekuatan" saja tidak cukup.
Karena sebuah 'kebetulan' dimana dia adalah seekor naga 'Berkepala Delapan' otomatis dia punya lebih dari 'satu otak' belaka.
Tama mengakui sendiri kalau dirinya adalah jenis naga yang hebat dalam merangkai pikiran. Karena punya lebih dari satu otak, Tama hebat merangkai pikiran dalam banyak hal secara terpisah atau sekaligus.
Yah, Aku jenius.
Tapi, sejak dia bersama makhluk yang memiliki nama Naruto itu, punya lebih dari satu otak jadi tidak terlalu berarti.
Makhluk bernama Naruto itu terlalu aneh, gila juga, dan agak diluar nalar.
"Sayangku Tama. Bagaimana penampilanku?"
Misalnya seperti sekarang ini—.
Di salah satu sisi dunia di Celah Dimensi. Di dalam sebuah bangunan tua tidak terpakai, lebih jauh, di dalam salah satu ruangannya.
Laki-laki berambut perak gelap, memiliki mata biru, dan dua belas sayap kelelawar tumbuh di balik punggungnya, wajah yang super tampan itu mendekati cantik, sambil merentangkan kedua tangannya dia berdiri membelakangi jendela. Senyum kegilaan terpatri di wajahnya.
Pria itu, pria yang mempunyai aura Iblis dan berpenampilan seperti Iblis legendaris yang memiliki enam pasang sayap—, adalah orang yang sangat dia kenal.
Pria itu tidak lain makhluk aneh bernama Naruto.
"Kamu sebenarnya lebih cocok jadi Iblis. Dasar orang aneh."
"Hm, hm. Aku artikan kata-katamu sebagai 'kamu sangat keren dan tampan, kyaa!' kalau begitu."
("_"メ)!
Sejak Naruto mengajukan permintaan kemarin, Tama sudah merasa tidak nyaman, dan setelah mendengar permintaannya yang absurd, Tama seketika langsung mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Aku berencana untuk mati—, atau itulah yang Naruto katakan.
Tentu saja Tama tahu kalau bukan itu maksud Naruto, dia tahu Naruto adalah orang aneh di atas orang aneh, tapi setelah mendengar hal itu tetap saja dia merasa keberatan!
Dia tidak ingin orang aneh itu menghilang.
Sial baginya, Naruto merubah permintaannya saat itu juga. Ternyata, dia masuk kedalam jebakan pria itu untuk yang kesekian kalinya.
Naruto memintanya untuk mencocokkan satu dan lain hal sebagai gantinya. Tapi Tama juga tahu, bukan itu tujuan atau permintaan awal Naruto. Orang aneh itu pasti merubah tujuan awalnya sejak mendapatkan [Sayap Ferī] dari Shirin.
Dan saat Naruto menunjukkan dua buah bidak catur [Bishop] berwarna merah, katanya, dia mendapatkan benda itu dari seekor Iblis yang tidak sengaja dia temui di jalan, akhirnya Tama sadar kalau perkiraannya salah sejak awal.
Atau mungkin tidak?
Menurutnya membicarakan sebuah 'tujuan' dengan Naruto adalah kesalahan fatal. Makhluk aneh satu itu seperti memiliki pemikiran yang bercabang dan tidak menentu. Ketika orang aneh itu menetapkan sebuah tujuan, tujuan itu bisa berubah di tengah-tengah jalan ke lain tujuan.
Kalau dirangkai, menurut Tama, mungkin seperti ini: Naruto mendapatkan bidak catur berwarna merah itu, lalu menetapkan tujuan. Saat di tengah jalan Naruto pun menemukan 'sesuatu', dia menganti tujuannya. Kemudian ketika dia telah mendapatkan [Sayap Ferī] dari Shirin, Naruto mengganti tujuannya sekali lagi.
Naruto itu orang aneh yang punya 'hobi sesat' kalau sudah menemukan sesuatu yang menarik baginya.
Sejak awal orang itu sudah 'dirusak'!
Ketertarikannya akan hal-hal baru bisa dilihat seperti saat ini, —memintanya mencocokkan penampilannya dengan "Maou Lucifer" seperti yang ada dalam ingatan Tama.
Tama hanya pernah bertemu Maou Lucifer asli satu atau dua kali di masa lalu. Jadi ingatannya terlalu samar. Naruto bilang kalau itu tidak masalah.
Tidak hanya sampai disitu, selain penampilan yang berbeda, aura yang berasal dari Naruto juga berubah total. Itu benar-benar aura Iblis Lucifer.
Tama tidak tahu darimana Naruto mendapatkan 'contoh' auranya. Yang dia tahu, Naruto sudah menjelma menjadi orang yang berbeda. Orang aneh itu seorang master Shapeshifter[1] yang mengerikan! Itu menjadi titik awal dimana yang lain sampai terpengaruh, ikut-ikutan mengganti penampilan mereka yang mereka sebut adaptasi atau apalah itu. Tentu Tama tidak ikut merayakannya karena itu terdengar sedikit konyol baginya.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan gaya itu dan——"
Tama sengaja menghentikan ucapannya hanya untuk melirik ke seonggok daging—, seorang gadis berambut pirang yang terbaring di sofa dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dia tahu kalau Naruto bukan orang cabul yang akan melakukan tindakan tak senonoh kepada seorang gadis tak berdaya—. Tapi masalahnya bukanlah itu.
Kalau gadis itu bukan gadis tak berdaya biasa, ada kemungkinan kalau Naruto akan bertindak cabul kepada gadis itu. —Tama melepaskan aura membunuhnya tanpa sadar, dan mata buasnya memicing tajam—. Tapi dia percaya! Naruto tidak akan pernah melakukan itu.
…..…Mungkin?
"Bersenang-senang, tentu saja. Tama—"
"Aku tidak mau ikut-ikutan. Aku ingin main [Game]."
Melihat Naruto yang menyeringai misterius, Tama segera menolak bahkan sebelum diajak. Karena dia tahu Naruto sedang merencanakan sesuatu yang tidak sehat. Baru hampir sepuluh hari sejak dia mendapatkan sisa-sisa esensi Dewa Hinokagutsuchi, untuk sementara dia masih harus melakukan sesuatu tentang itu.
"Padahal aku hanya ingin sedikit meramaikan suasana di luar menggunakan gaya baruku ini. Sudah lama aku tidak bersenang-senang."
Oke, sekarang dia mengerti kegilaan apa yang ingin dilakukan Naruto.
Saat itu juga Tama langsung membuka teknik teleportasi hendak pergi. Namun sebelum dia pergi, untuk terakhir kalinya Tama melirik ke sudut lain ruangan dimana dia melihat ada beberapa siluet tersembunyi di kegelapan. Dia sedikit merinding dibuatnya.
"Cepatlah kembali, Naruto."
Tama kemudian menghilang ditelan cahaya sihir—. Sungguh dia tidak mau terlibat terlalu jauh kedalam rencana orang aneh itu.
Tawa dingin pun bergema di ruangan dengan kesan sunyi dan pencahayaan temaram itu——.
.
.
.
.
.
[Disclaimer]
Naruto x High School DxD/ハイスクールDD
Xover
Masashi Kishimoto x Ichiei Ishibumi
Specter of Death : DxD-Verse!
@Mizkevna
Warning: Absurd, bahasa ancur, EYD busuk, OC and OOC, humor garing, typo bisa dipastikan bertebaran, cerita seadanya, yang jelas cuma ngarang.
Don't like don't read
.
—Vs Slash Dog Team (1): Master of Acting!
.
.
.
Naruto tidak bisa berhenti tersenyum. Dia sudah mempersiapkan semuanya dengan cermat dan hati-hati, melakukan sesuatu dan lain hal.
Dia sedang menyamarkan diri—
Mengambil hadiah [Sayap Ferī] yang diberikan Shirin dengan senang hati. Melakukan sedikit pertukaran dengan Tama. Memecah [Hukum] di dalam dua bidak catur [Bishop] berwarna merah gelap, [Evil Piece] yang diam-diam dia ambil dari Iblis Kucing, Kuroka. Mengamati 'karakteristik' Lucifer milik Vali Lucifer yang dijadikan sebagai dasarnya—. Dengan semua 'bahan' itu dan dengan kemampuan miliknya sendiri, akhirnya dia menyamarkan diri—membentuk diri menjadi sosok Iblis 'Lucifer'.
—Dia adalah Naruto "Lucifer"!!!!!!!!!!!
.
Maaf itu hanya lelucon.
Sungguh.
Yah, setidaknya dia tahu informasi di luar sana.
Maou Lucifer terdahulu jelas-jelas sudah mati dalam perang, sedangkan Maou 'Lucifer' saat ini hanya memegang 'Lucifer' sebagai gelar, dan saat ini sedang berusaha membangun hubungan kesana-kemari antara bangsa Iblis dengan berbagai macam golongan lain.
Bagaimana jadinya kalau 'Lucifer' tidak dikenal tiba-tiba menunjukkan wajahnya di depan orang-orang yang terafiliasi dengan golongan yang beraliansi dengan bangsa Iblis saat ini?
'Hahaha, ini akan menyenangkan!'
Mungkin dia juga harus berterima kasih kepada murid tercintanya—Édith. Berkat gadis itu dia bisa bertemu dua komponen penting, Kuroka yang memiliki [Evil Piece] dan Vali yang memiliki garis keturunan Lucifer.
Sambil tiduran miring dan menumpu sikunya di atas sandaran sofa, menyangga kepalanya yang kini diubah berambut perak gelap, mata birunya menatap blank ke arah seorang gadis pirang yang baru terbangun di sofa lainnya—.
"Kau sudah bangun, Putri Tidur?"
Dia sudah menunggu momen ini selama berjam-jam hanya untuk itu.
"...Va..Vah-kun!? Bukan…!"
"Vah-kun?" Naruto tersenyum, sedikit tertarik ketika mendengar nama yang agak familiar itu disebutkan. Tapi dia lupa kapan atau dimana pernah mendengarnya.
"Si-Siapa kamu!?"
Gadis itu sontak berdiri, memasang kuda-kuda ringan seraya memposisikan kedua tangannya seakan-akan siap untuk melakukan Uke-Tori[2].
Naruto terkekeh lucu melihat tingkah gadis yang tampak gugup namun berusaha tegar dan bersikap tenang. Juga, ada perasaan samar dimana dia melihat tubuh gadis tersebut diselimuti aura berwarna keemasan.
"Kau menguasai Shugendo[3]?"
"….…!"
Walaupun gadis itu tidak menjawab tapi dari ekspresi terkejutnya sudah cukup untuk dijadikan sebagai jawaban.
Shugendo adalah suatu bentuk pelatihan dan praktik yang cukup berat dimana praktisioner Shugendo harus mendaki, bertapa dan berlatih di gunung untuk mencapai pencerahan serta mencari ketenangan batin.
Praktisioner Shugendo disebut Shugenja atau Yamabushi[4].
Di masa lalu praktik Shugendo cukup populer.
Tentu saja Naruto tahu Shugendo karena dulu dia juga sempat mempraktikkannya, walau tidak berakhir baik sih—.
Suasana diantaranya dan gadis pirang sedikit canggung. Pertanyaan dibalas pertanyaan. Itu tidak sehat.
Yah, sebenarnya Naruto juga tidak ingin terlalu banyak bicara. Dialog tanpa deskripsi menjadi sesuatu yang kurang etis.
Tapi,
"Apa yang kamu inginkan?"
Atas pertanyaan gadis itu, seulas senyum tipis pun terukir di wajah Naruto. 'Seharusnya sejak tadi kamu tanyakan itu.'
"Ada seseorang yang bilang padaku, dengan menjagamu, walaupun sebentar, akan dapat membantuku untuk bersenang-senang."
"A..Apa maksudmu!?" gadis pirang itu tampak khawatir, dia mulai memahami rencana pria itu.
Naruto merubah posisinya menjadi duduk, lalu sesaat kemudian mengangguk dan tersenyum penuh arti. Mengangkat tangan, menunjukkan sebuah ponsel seluler.
Mata heterokromatik sang gadis terbelalak—.
"Aku sudah mengirimkan kordinasi tempat ini melalui ponselmu. Siapa tahu akan ada yang datang untuk menyelamatkanmu atau tidak sama sekali?"
Melihat ekspresi kagetnya, Naruto tersenyum puas. Dengan sedikit 'penyelidikan', dia sudah tahu sedikit tentang latar yang membelakangi gadis itu.
Dan nama gadis pirang itu adalah—
#—#—#—#—#—#
.
—Shigune Nanadaru atau Nanadaru Shigune, adalah seorang wanita muda yang bertugas sebagai Agen Rahasia dari institut [Nephilim] yang bernaung di bawah [Grigori]—salah satu sisi Underworld yang menjadi fasilitas hunian Malaikat Jatuh.
Dia kenal banyak petinggi Grigori.
Dia sudah melakukan banyak misi berbahaya dibalik bayang-bayang.
Iblis, Roh Jahat, Pemberontak, bahkan Dewa—, dia sudah pernah menghadapi semua itu. Terdengar tidak biasa memang tapi bukan berarti dia melakukannya seorang diri. Dia mempunyai rekan-rekan yang hebat dalam banyak hal dan dapat diandalkan!
Namun, sekarang dia sedang dalam keadaan bingung dan tidak beruntung. Sadar-sadar sudah begini.
Dia ingat sebelumnya. Ketika dirinya sedang tidak bertugas sebagai Agen Rahasia, sesuatu melintas di depan matanya—.
Di hari cutinya, dia berkeliling ke banyak lokasi yang berhubungan dengan—makanan. Dia sangat suka makan. 'Poh-kun' juga suka makan. Makan apa saja kalau dia mah! Lalu—, di lokasi ke-lima yang dia kunjungi dalam ritualnya mencari berbagai macam jenis makanan, dia melihat sosok 'Last Boss' yang sedang gempar dibicarakan dan sangat amat diwaspadai!
Infinite Dragon-God, Ophis.
Pemimpin tertinggi organisasi teroris Khaos Brigade sedang mengantri di depan toko kue!?
Awalnya sulit dipercaya tapi itu nyata terjadi di depan matanya.
Dragon-God itu tidak sendirian, dia ditemani seseorang, seorang pria misterius yang tidak bisa dilihat wajahnya yang membelikan semua kue yang Ophis mau.
Itu membuatnya sedikit iri!
Dan, hal terakhir yang dia ingat adalah———
Apa? Apa yang dia ingat?
"Kamu sudah bangun, Putri Tidur?"
Orang itu memiliki beberapa kemiripan dengan Vah-kun. Matanya, rambutnya, wajahnya juga sedikit memiliki kemiripan. Tapi yang paling mengejutkan adalah aura orang itu tidak kalah mirip dengan aura Vah-kun, dalam versi yang jauh lebih menakutkan!
Iblis?
Tapi—
Shigune dan Iblis itu bertukar kata tidak jelas. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan Iblis itu, dan dia tidak tahu dimana dirinya sekarang berada, dia juga tidak tahu kenapa dirinya bisa bersama pria yang mirip Vah-kun itu sekarang. Padahal dia sebelumnya sedang menyelidiki gerak-gerik Ophis yang muncul di dunia manusia, lebih tepatnya Bumi, di Jepang.
Dia memasang kuda-kuda.
Aura keemasan pun menyelimuti sekujur tubuhnya.
Dan, Shigune terkejut saat melihat ponselnya berada di genggaman Iblis tersebut—
"Aku sudah mengirimkan kordinasi tempat ini melalui ponselmu. Siapa tahu akan ada yang datang untuk menyelamatkanmu atau tidak sama sekali?"
Dia terkejut!
Mendengar kata-katanya, Shigune sadar kalau pria mirip Vah-kun itu sebenarnya sedang menggunakan dia sebagai umpan, untuk memancing teman-temannya.
Dia tidak akan membiarkan teman-temannya yang berharga jatuh dalam bahaya!
Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya, Shigune akan menghadapi pria misterius yang sekalipun dia mirip Vah-kun!
Raut Shigune tegas, matanya berkilat tajam! Dia adalah pemilik Sacred Gear tipe Avatar Independen dari [Four Friends]. Yang menjadi miliknya adalah yang terkuat di antara yang lain.
[Taotie]!
Pemakan Segalanya! Dan dia memanggilnya,
"Poh-kun! Pooh-kun! Pon-kun!"
Sedetik berlalu.
Dua detik, lima detik, sepuluh detik telah berlalu.
Dan seterusnya.
Namun tidak terjadi apa-apa.
"Poh-kun!"
Shigune berseru sekali lagi memanggil 'dirinya' yang lain. Mata heterokromatik melirik kiri-kanan. Mencari keberadaan Poh-kun.
Bingung!
'….….. mereka tidak muncul!?'
Itu benar-benar mencengangkan! Dia tak tahu apa yang terjadi. Kenapa Poh-kun, dirinya yang lain, tidak merespon panggilannya dan tak kunjung muncul jua.
Dia tidak menemukan Poh-kun dimana-mana, sampai akhirnya mata heterokromatik bertemu dengan pria pemilik mata biru, yang menatap Shigune dengan wajah tampak bermasalah—.
"Kau…. menyukai serial Teletubbies?"
(ʘ言ʘ)! Shigune syok!
Dibanding kejutan-kejutan sebelumnya, yang satu ini benar-benar membuat dirinya terkejut setengah mati.
"Kau hanya menyebutkan yang Merah. 'Ungu, Hijau dan Kuning'–nya kemana? Ketiganya itu teman si merah, mereka empat sahabat tidak terpisahkan."
"Ba-Bagaimana kamu tahu!? Siapa sebenarnya kamu!?"
Shigune, saat masih anak-anak menyukai tayangan televisi Teletubbies; dari keempat karakter Teletubbies; Ungu-[Tinky Winky] Hijau-[Dipsy] Kuning-[Lala] Merah-[Po]—, dia menamai 'dirinya' yang lain, [Taotie] dengan nama '[Po]h-kun' karena favoritism.
Teman-temannya saja baru mengetahui hal itu setelah mereka bersama cukup lama, dan itu sangat memalukan saat itu, tetapi pria mirip Vah-kun langsung mengetahuinya begitu saja!
Apa ada yang membocorkan 'rahasianya'!?
"Maaf. Aku tidak bermaksud…."
"Ti-Tidak! Tidak masalah!"
Situasi di antara mereka mendadak canggung!
Melihat ekspresi pria mirip Vah-kun tampak bermasalah melihat wajah terkejutnya, Shigune sadar, pria itu pasti menganggapnya aneh. Dia melenceng dari perilakunya yang seharusnya waspada pada pria mirip Vah-kun itu. Dia malah jadi terbawa suasana gara-gara membicarakan Teletubbies!
Pria berambut perak gelap tiba-tiba terkekeh dingin. Shigune pun merasa was-was melihat pria itu merogoh ke dalam jubah kebesarannya lalu menunjukkan sesuatu di tangannya.
Itu adalah—.
Makhluk bulat memiliki dua tangan dan dua kaki, dia tidak memiliki tubuh dan tubuhnya hanya kepala berwajah seram layaknya topeng iblis, mulutnya memiliki sepasang taring yang tajam mencuat keluar. Itu adalah Sacred Gear tipe Avatar Independen milik Shigune.
"Poh-kun!?" Shigune berteriak kaget. Dia tidak tahu kenapa Poh-kun ada di tangan pria itu. Tapi, jadi, itulah alasan kenapa Poh-kun tidak merespon panggilannya. —Matanya terpejam. Dia tidur!?
"Apa yang kamu lakukan kepada Poh-kun!?"
"Kau bisa melihatnya sendiri. —Hmm? Jadi akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu datang juga, ya?"
Tiba-tiba wajah pria itu tampak bersemangat. Shigune khawatir mendengar kata-katanya. Kalau yang dikatakannya itu benar, maka——
Ini—!
Seperti yang pria mirip Vah-kun katakan. Ada 'tamu' yang datang. Dapat dirasakan ada sekitar lima tanda kehadiran yang mana terasa sangat familiar bagi Shigune.
Dan, dua menit pun berlalu.
Tapi tidak kunjung ada yang masuk ke dalam ruangan ini. Satupun.
Pria perak yang sabar dan Shigune yang khawatir, dalam diamnya mereka menunggu kehadiran orang ketiga, keempat dan seterusnya.
"Kalian terlalu berhati-hati. Aku tidak pasang jebakan atau apapun, loh?" pria itu mengernyit, dia merasakan bangunan tua ini sudah dikepung dari berbagai sisi.
Tapi,
"Maaf membuatmu menunggu lama."
Dia tersenyum dingin, sementara Shigune terbelalak melihat siluet seseorang berdiri di belakang pria mirip Vah-kun.
Itu adalah seorang pria muda berpakaian serba hitam, berambut hitam, bermata abu-abu yang bersinar dingin di kegelapan. Di tangannya dia memegang sebuah sabit besar dimana pada bilah sabitnya tersebut terdapat aksara kuno bercahaya kemerahan. Itu tampak berbahaya dan berbau kutukan kematian.
"Dan, selamat tinggal!"
Dengan suara dingin dan datar, dalam sekali ayunan besar, sabit hitam menebas laki-laki berambut perak.
Slash!
Tebasan yang begitu tipis, terlalu tajam, dan juga terlalu menakutkan!
Sofa terbelah dua! Dinding dan atap ruangan itu, tidak, seluruh bangunan terpotong miring kemudian potongannya meledak dan musnah!
Langit kelam pun nampak.
Seseorang melesat keluar lewat atap bangunan yang hilang terpotong, menjatuhkan sesuatu berupa topeng wajah yang tampak menyeramkan.
"Poh-kun!"
.
#—#—#—#
.
Pria perak yang berhasil menghindari tebasan mengerikan itu kini berada di udara, dengan wajah cerah tersenyum bahagia dia menatap bangunan tua seluas ratusan meter persegi benar-benar telah terpotong.
"Kiiiieeeekkkk!"
Tiba-tiba ada seekor burung raksasa terbang dengan kecepatan tinggi, menjerit kencang, terdengar mengerikan, menyerbu ke arahnya! Paruh tajam burung itu terbuka, bersiap menerkam dan menelan mangsanya bulat-bulat.
Namun, dia memfokuskan aura di tangan kirinya. Aura hitam keperakan yang memancarkan sinar berbahaya. Dengan sedikit menggeser tubuhnya, dia menghindari paruh tajam itu, kemudian 'Bammm!!' meninju 'pelan' wajah burung besar tersebut.
Burung yang menerima pukulan keras pun oleng, tubuhnya berputar-putar ke kiri.
"Sialan! Kena kau bajingann!!"
Pria itu tersenyum, matanya melebar senang melihat seorang pria yang melompat dari balik punggung burung. Di tangan pria itu terdapat tombak petir yang berkicau tajam.
Tombak petir siap menusuk targetnya.
Dia—sang target siap menghindarinya, tapi, ada sesuatu yang melilit di kedua kakinya. Itu terlihat seperti tentakel berwarna hitam yang berasal dari seorang pemuda di bawah sana.
"Takkan kubiarkan kau lari!" pria 'bertentakel' itu berteriak lantang!
Blitz!!
Senyumannya kian menjadi saat menatap tombak petir yang terlihat tajam dan ganas itu akan menghantam dadanya—!
Suara kicau petir berderu, teredam dalam suara ledakan yang menggebu-gebu. Tombak petir melesat cepat dan mendorong kuat-kuat targetnya hingga jatuh ke tanah.
Tanah terbelah, menciptakan parit yang cukup dalam sepanjang puluhan meter, dan diakhiri ledakan, menerbangkan kerikil. Kepulan asap tebal dan debu pun berkumpul menjadi satu.
Bammm!!
Tidak hanya sampai disitu—
Dari langit, terlihat banyak benda runcing dan tajam yang tampak bersinar kebiruan dan terasa dingin. —Ada ratusan, hingga ribuan tombak yang terbuat dari es berjatuhan ke arah kepulan asap.
Seperti hujan, hujan tombak es!
Don! Don! Don! Don! Don! Don! Don! Don! Don!
Hujan ribuan tombak terbuat dari es yang jatuh bertubi-tubi ke satu tempat pun meledak, pecahan-pecahan es pun terpental menyebar kemana-mana, menyebabkan tanah disekitarnya seketika berubah menjadi daratan es beku. Area seluas satu hektar persegi telah berubah menjadi dunia es dalam sekejap!
"Tetaplah waspada, semuanya!"
Suara yang terdengar lembut namun dingin di saat yang sama, terdengar memperingatkan. Itu adalah suara milik seorang gadis berambut pirang keemasan yang memakai jubah putih dan tudung tinggi nan runcing khas topi seorang penyihir.
Mata birunya berkilat dingin.
"Sialan! Dia terlihat baik-baik saja!?"
Seorang gadis muda cantik berambut kecoklatan yang berdiri di atas burung besar sebelumnya berteriak kesal.
Dua laki-laki muda, dan dua gadis muda telah berkumpul di satu tempat!
Tatapan mereka tertuju pada seseorang yang berdiri di atas ujung runcing sebuah bongkahan es yang sedang memegang sebuah tombak terbuat dari petir yang dipadatkan.
Seperti yang dikatakan gadis berambut coklat itu.
Setelah dihantam serangan combo mematikan dan bertubi-tubi, pria berambut perak itu tidak terlihat seperti terluka sama sekali. Jangankan kulitnya, pakaian pria itu bahkan tampak tidak tergores sedikitpun!
Senyum lebarnya sangat menjengkelkan untuk disaksikan!
Itu benar-benar sialan!
Dan lebih sialan lagi karena pria berambut perak itu tampak memiliki kemiripan dengan seseorang yang mereka kenal. Itu membuat mereka marah dan merasa tidak nyaman pada saat yang sama….….
.
#—#—#—#
.
Naruto—dia dalam kondisi baik-baik saja dan seperti sebelumnya! Tidak ada yang berubah sama sekali darinya!
Dia full gwenchana!
Dari yang tadinya berdiri, Naruto berjongkok di atas ujung tajam bongkahan es. Tatapannya berkilat kesenangan melihat sekumpulan anak muda yang berdiri puluhan meter di depannya.
Ketertarikannya sedikit lebih tinggi ketika dia melihat gadis penyihir berambut pirang.
"Jadi 'orang itu' tidak berbohong, ya. Menarik! Ini pasti akan sangat menyenangkan!"
Itu semua hanya omong kosong.
Setelah mengatakan semua omong kosong itu dia kemudian tertawa kesenangan bagai monyet! yang mendapatkan makanan.
"Oouuuu!"
Dan dia harus melompat ke bawah ketika tempatnya berpijak mendadak bergerak cepat seakan-akan ingin mencula tubuhnya. Namun, belum juga sempat dirinya mendarat, lantai es di bawahnya 'zuut!' mengambil bentuk tombak!
"Gyaaoo!"
Dia hanya menyentuh ujung tombak es itu sekilas sebelum kemudian melompat lagi ke lain arah.
Sambil meneriakkan "Yiihaa!" Naruto sekali melakukan teknik akrobatik dan gerakan aerobik berulang kali. Sesekali dia akan meneriakkan hal-hal absurd lainnya ketika menghindari tombak tombak es yang datang menerjang.
Dia berhasil menghindari lusinan tombak es yang tumbuh bertubi-tubi dengan gerakan kecil.
Lalu, lusinan tombak es tumbuh sekaligus! Setiap ujung tajamnya mengarah kepada pria berambut perak yang masih melayang di udara karena tidak mempunyai tempat untuk diinjaknya.
Naruto yang melihat hal itu tersenyum lebar. Tombak petir yang dia ambil dari salah satu pemuda yang menyerangnya berkicau tajam. Dengan 'sedikit' melapisi auranya ke tombak, lalu dia pun melakukan gerakan menusuk ke arah lusinan tombak es yang datang dari arah bawah.
Dengan sebuah teriakan,
"Syaaaahh!!"
Lusinan tombak es yang bertabrakan dengan sebuah tombak petir pun 'Bamm!!' meledak lalu hancur berkeping-keping!
Akhirnya, dia berhasil mendaratkan kakinya di atas permukaan es.
Namun Naruto yang baru saja menginjakkan kakinya di permukaan es terpaksa harus melakukan gerakan kayang, menghindari sebuah sihir berbasis cahaya seukuran peluru bazoka yang tiba-tiba menerjang ke arahnya dengan kecepatan tinggi.
"Squackk!"
Dan, tak ketinggalan meneriakkan kata absurd!
"Berhentilah menghindar! Teriakanmu sangat sangat menjengkelkan!"
Dengan tangan kanan memegang tombak petir, tangan kirinya berkacak pinggang. Tidak lupa memasang senyum lebarnya mendengar keluhan gadis berambut cokelat yang berdiri di atas burung besar, yang baru saja menembakkan peluru sihir cahaya melalui perangkat seperti pistol.
"Bajingan in sangat licin!"
"Dia membuatku ingat hal-hal menyebalkan!"
"Aku harus memukul wajah sialannya itu! Beraninya dia menculik Nanadaru-chan!"
Mereka berempat terlihat benar-benar marah bercampur kesal karena perilakunya.
"Hey! Heey! Aku berterimakasih kepada kalian karena sudah membantuku melakukan sedikit stretch!" (peregangan).
Naruto tertawa dingin meski wajahnya terlihat sangat sialan di mata mereka. Dia sedikit merasa segar setelah meneriakkan kata-kata 'mematikan' yang dia dengar dari "Pahlawan Penyelamat Bumi" yang disiarkan di televisi..
'Aku belum sempat melakukan Syiaat!'
Alis Naruto terangkat melihat munculnya pria berambut hitam yang memegang sabit hitam ditemani seekor 'Anjing' hitam besar. Orang itu orang yang ingin memotong kepalanya sebelum ini. Di sebelahnya ada seorang gadis berambut pirang yang sebelumnya dia 'jaga' sedang mendekap Taotie yang 'tertidur' di pelukannya.
"Maaf membuat semua orang report."
"Tobi—. Akhirnya kalian datang."
"Shigune-chan! Apa kamu baik-baik saja!?"
"Nanadaru-chan! Syukurlah kamu——."
Dan, sebuah adegan reuni mengharukan pun menjadi pemandangan yang ditonton oleh Naruto dalam diam selama beberapa menit ke depan.
Mereka tampak khawatir kepada gadis pirang yang Naruto 'jaga' sebelumnya, —Shigune Nanadaru. Mereka menanyakan kondisinya, atau sesuatu semacamnya dan banyak hal lagi yang terdengar sangat luar biasa.
'Sial, dikacangin.'
Tombak petir di tangannya menguap setelah kehabisan daya. Bagaimanapun itu hanyalah sesuatu yang bersifat sementara yang telah dia ambil alih.
"Se-Semuanya. Aku baik-baik saja. Hanya saja Poh-kun sepertinya tidak mau bangun karena terlalu banyak makan? Aku tidak tahu apa yang pria mirip Vah-kun itu lakukan."
Mendengar semua itu, atensi enam pasang mata kini tertuju kepada pria berambut perak, menatapnya tajam.
Mereka memiliki kecurigaan yang sama.
Orang itu, Iblis berambut perak itu memiliki beberapa kemiripan dengan seseorang yang mereka kenal. Aura Iblis yang terpancar dari Iblis itu juga tak kalah mirip.
Jika kecurigaan mereka benar, maka—
"Apa kau berkerabat dengan Lucifer?" sambil menenteng sabitnya, pria berambut hitam itu bertanya. Mata merah darah 'Anjing' hitam di sisinya pun tampak bersinar berbahaya.
Iblis yang dimaksud—Naruto tersenyum lebar sekali lagi. Matanya menatap ke 'Anjing' dan kepada pemiliknya bergantian.
"Inugami[5] Ikuse Tobio, huh. Kudengar kau sangat suka bermain detektif. Bagaimana kalau kau tebak saja?"
Ikuse Tobio adalah salah satu pemilik Sacred Gear dari Tiga Belas Longinus yang terdaftar, [Canis Lycaon]. Dia adalah Agen Rahasia penting yang bekerja di bawah nama Grigori. Dia anak muda yang hebat dan diwaspadai oleh setiap golongan. Dan 'Anjing' hitam di sisinya itu tidak lain avatar independen dari Longinus [Canis Lycaon].
Naruto tahu itu dengan baik. Dia juga tahu siapa saja pemilik Sacred Gear 'Four Fiends' saat ini berkat hubungannya dengan seorang bedebah di tahun-tahun sebelumnya.
….….….tekanan dingin tiba-tiba dilepaskan. Itu berasal dari gadis penyihir bermata biru di sebelah Ikuse Tobio.
"Apa Kau, bukan Kakek Va-kun, Rizevim Livan Lucifer?" Itu pertanyaan singkat namun nada bicaranya sangat dingin dan suaranya pun terdengar sangat berat.
Naruto masih tersenyum, lebarnya sedikit berkurang. Sial. Vah-kun dan sekarang Va-kun. Dia merasa familiar tapi tidak bisa ingat. Selain itu, mendengar sang gadis penyihir menyebutkan nama 'terlarang' bagi bangsa iblis, itu membuatnya menyadari satu hal.
'Penyamaranku berhasil!'
"Aku tidak tahu pak tua yang belum pernah kulihat dan siapa Vah-kun atau Va-kun itu. Salam kenal. Demise Girl, dan Slash-Dog, lalu kawan-kawan tercintanya."
—Itu semua juga omong kosong.
"Namaku Naéruth Lucifer."
Dia baru saja memikirkan nama samarannya itu secara asal-asalan. Tapi terdengar lumayan keren, bukan? Bodo amat. Itulah yang disebut dengan berimprovisasi!
Dan, wajah-wajah terkejut pun bermunculan begitu mereka mendengar nama Naéruth Lucifer disebut.
Tidak. Akan lebih tepat kalau mereka terkejut karena mendengar pria perak itu benar-benar memiliki nama 'Lucifer' di belakangnya. Dari yang mereka tahu….….
"Ayo kita lanjutkan acara yang tadi!"
Naéruth Lucifer—Naruto dengan bodo amat memecahkan kesunyian di balik keterkejutan mereka. Dia disini bukan untuk melihat wajah terkejut mereka. Yang dia inginkan sekarang adalah bersenang-senang!
"Atau, kalian mau pergi begitu saja setelah berhasil menyelamatkan Po?"
Click click!
Naruto melihat ke bawah dimana keduanya kakinya telah dibekukan terselimuti es tanpa dirinya sadari. Dia tersenyum puas! Sementara es terus merambat naik mencapai setengah pahanya. Itu bukan es kebiru-biruan seperti sebelumnya, itu es yang memancarkan cahaya keperakan.
Dinginnya es ini telah mencapai titik beku yang luar biasa. Akan gawat seandainya manusia terkenanya, mereka akan mati seketika karena tidak mampu menahan rasa dingin.
"Begitu, ya. Kalau aku tidak melapisi tubuhku dengan aura, es ini pasti akan meremukkan kedua kakiku. Kau luar biasa, Demise Girl."
—Eternal Ice!
Dikatakan bahwa es abadi sangat keras jauh melebihi berlian. Tapi apakah hal itu berlaku juga di dunia supernatural? Tentu saja. Lagian, benda yang membekukan kakinya adalah salah satu fenomena yang diciptakan oleh Sacred Gear, dan tipe yang dikatakan dapat membunuh bahkan Dewa dan Buddha.
—Longinus : [Absolute Demise]!
Salah satu dari Tiga Belas Longinus terdaftar lainnya. Dan pemilik Longinus tersebut adalah seorang penyihir muda yang dikenal "Terkuat" di antara banyaknya penyihir muda lain.
[Ice Princess]—Lavinia Reni.
Orang-orang memanggilnya [Ice Princess] bukan tanpa alasan. Dikatakan bahwa dulu pernah terjadi suatu "insiden" dimana ada sebuah pulau di Eropa dan sebagian lautan di dekat pulau itu membeku, Itu semua karena ulahnya.
Sungguh, Longinus memang sesuatu.
Namun meski begitu, kekuatan yang tidak pada tingkatan 'dapat membunuh Dewa' tidak berarti apa-apa baginya. Dengan sekali "Hmph!" es yang membekukan kedua kaki sampai pahanya langsung pecah berkeping-keping.
Keenam anak muda itu tidak terlihat terkejut, mereka berpikir kalau hal itu sepertinya wajar. Tidak, lebih tepatnya mereka memprediksi kalau hal itu akan terjadi.
Pria mirip orang yang mereka kenal itu tidak salah lagi sosok yang kuat!
Seorang gadis melompat turun, dia berbicara saat burung yang terlihat mirip Griffin yang ditungganginya terbang berputar-putar di langit dengan mata memicing tajam seakan tengah mengincar mangsanya.
"Meskipun kamu membawa nama yang sama seperti Vali-kun, kamu terlalu menjengkelkan! Kami pasti akan menghajarmu!"
Alis Naruto terangkat….….
"Yeah. Bajingan sepertimu sama sekali tidak sebanding dengan 'Lucidra'!"
Itu kata-kata yang diucapkan oleh pemuda bertubuh tinggi dengan tampilan sedikit nakal seperti Yankee. Ada seekor kucing berbulu putih duduk di bahunya, dimana ekor kucing tersebut melilit di tangan kanan pemuda itu dan ujung ekornya yang panjang meruncing tajam seperti tombak. Sesekali terlihat arus listrik terlihat mengalir di sekujur tubuhnya.
….….Naruto tertawa. Dia akhirnya ingat orang yang beberapa hari lalu berpapasan dengannya. Jadi, Va-kun atau Vah-kun yang mereka maksud adalah—.
"Begitu, ya. Jadi yang kalian bicarakan sejak tadi sebenarnya Hakuryuukou Vali Lucifer yang dirumorkan?"
"Aku tidak peduli kau kerabat Satan atau apa! Aku hanya ingin menghajarmu!"
Pemuda berambut hitam agak panjang dan berkilauan keemasan yang melangkah maju. Matanya tajam penuh semangat juang tinggi, rambut hitamnya tampak bergerak sesekali seolah memiliki kesadaran.
"Kamu harus mengembalikan Poh-kun!"
Giliran si 'Merah Po' —Shigune Nanadaru yang bicara sambil memeluk makhluk yang hanya memiliki wajah layaknya topeng seram, Taotie.
Naruto tersenyum senang.
Jadi, 'Four Fiends' sudah memutuskan akan menghajarnya saat ini. Matanya sedikit bergeser ke kedua pemilik Longinus, Ikuse Tobio dan Lavinia Reni. Kedua orang itu juga terlihat tersenyum seolah-olah dalam satu pemahaman dengan yang lain. Meski wajah mereka terlihat tersenyum, tetapi aura kemarahan mereka terpancar bahkan sampai terasa di jarak puluhan meter ini.
"Sepertinya akan sulit untuk membuatnya berbicara tanpa menjatuhkannya."
Bayangan Ikuse Tobio bergerak naik, pemuda itu menariknya, lalu sebuah sabit besar lain pun dia pegang. 'Anjing' di sisinya menggeram, bulu-bulu berwarna kegelapannya berdiri—dia terlihat marah.
"Umm. Dengan begitu, mungkin Va-kun akan kembali kepada kita!"
Sebuah lingkaran sihir tercipta di belakang Lavinia Reni. Lalu sesuatu muncul dari sana. Sesuatu setinggi tiga meter berwujud boneka es berbentuk wanita yang memakai sebuah gaun, memiliki empat lengan ramping. Tidak ada hidung di wajahnya, sementara memiliki empat mata di wajah bagian kanannya, wajah kirinya dipenuhi sesuatu tampak seperti duri mawar. Di kepalanya ditumbuhi duri seperti rambut namun terlihat seperti mahkota pada saat yang sama.
Itulah wujud Avatar Independen milik Sacred Gear [Absolute Demise].
[Eternal Ice Princess]!
Senyuman Naruto sekali melebar dari ujung ke ujung. Perasaan senangnya membuncah.
"Menjadikan Dua Longinus dan 'Empat Iblis' sebagai lawanku pada saat yang sama! Tidak ada yang lebih baik dari ini! Ha-ha-ha! Akan jauh lebih baik lagi kalau Hakuryuukou yang kalian bicarakan juga hadir disini!"
"Kau terlalu memandang tinggi dirimu!"
"Kami saja sudah cukup untuk mengalahkan orang sepertimu!"
Naruto pun tertawa keras mendengarnya, lalu, sedetik kemudian tatapan matanya berubah menjadi jadi serius. Dengan intonasi berat dia pun berkata,
"Kalau begitu, jangan menahan diri, lho. Kalau tidak kalian akan terluka—hmphh!"
Dengan sekali hentakan kaki, permukaan es seluas satu hektar persegi pun hancur remuk, pecahan-pecahan es pun melayang melawan gravitasi.
Dan, siluet nya blur lalu hilang seketika.
#—#—#—#
Ikuse Tobio dan kawan-kawan tercengang untuk sesaat melihat kepingan-kepingan es yang terbang berserakan, kemudian mereka dikejutkan dengan hilangnya Naruto dari pandangan mereka.
Tidak, hawa keberadaan Naruto hilang untuk sesaat sebelum kemudian mereka merasakan lagi dari atas.
Minagawa Natsume——, adalah Agen Rahasia dari Grigori seperti Ikuse Tobio dan yang lainnya. Dia adalah seorang gadis cantik di usia awal 20-an berambut kecoklatan. Dia salah satu pemilik Sacred Gear tipe avatar independen dari 'Four Fiends' sama seperti Shigune Nanadaru.
Sacred Gear-nya adalah [Qiongqi] atau [Kyuuki] dalam bahasa Jepangnya. Dan wujud sementara Avatar Independen-nya adalah burung besar yang saat ini terbang berputar-putar di langit yang dia sendiri menamainya—
"Griffon-kun!"
Dia berseru keras, marah dan khawatir.
Melihat seseorang yang menyebut dirinya Naéruth Lucifer—, Naruto tiba-tiba muncul di atas 'Griffon' sambil mengarahkan telapak tangan kanannya yang dilapisi aura padat putih keperakan ke arah punggung 'Griffon'.
BAAANNGG!!!
Aura terkompresi tinggi ditembakkan. 'Griffon' yang punggungnya di hantam tenggelam dalam cahaya keperakan! Aura keperakan tidak berhenti sampai disitu dan terus jatuh hingga meledak di permukaan tanah yang ditutupi kepingan-kepingan es yang masih mengambang.
Sesaat setelah cahaya keperakan menghilang, di sana ada 'Griffon' yang terbaring tidak berdaya di pusat kawah seluas puluhan meter yang baru saja tercipta akibat ledakan.
'Griffon' tak lama kemudian menghilang menjadi partikel cahaya.
"——Ugh! A-ku baik-baik saja."
Minagawa Natsume batuk, dadanya merasa sakit dan panas, kepalanya agak sedikit pusing. Yang lain memanggilnya karena khawatir.
Bagaimanapun, avatar independen adalah tipe yang memanifestasikan 'diri lain' pemilik Sacred Gear. Memang itu bisa diwujudkan kembali, tetapi kalau avatar dari Sacred Gear mereka dihancurkan, maka reaksi balik akan diterima langsung oleh pemiliknya.
Mereka yang hadir disini pemilik Sacred Gear tipe avatar independen semua.
Tatapan kemarahan pun melayang ke arah Naruto. Mereka tidak menduga pria itu tiba-tiba saja muncul lalu mengincar 'Griffon' pada langkah pertamanya daripada menyerang pemiliknya langsung.
Hanya saja ada yang aneh——.
Naruto perlahan-lahan mulai turun, dirinya kembali menginjakkan kakinya ke tanah. Dia tertawa mengejek.
"Ha-ha-ha! Pasti kalian sedang berpikir 'Kenapa serangan lemah selevel itu bisa melenyapkan avatar Sacred Gear yang berevolusi' kan? Ah ah! Tapi aku tidak mau menjawabnya! Ayooo! Detektif sekalian, pikirkanlah sendiri jawabannya!"
Naruto mengarahkan tangan kanannya ke depan, membuat lingkaran sihir 'Lucifer' berdiameter satu meter yang mana darinya mulai memancarkan aura iblis putih keperakan dengan intensitas yang luar biasa!
Itu rasanya sedikit gawat walaupun terlihat biasa saja, karena itu memberikan perasaan yang sama seperti sebelumnya pria itu menjatuhkan 'Griffon'.
"Aku akan maju.—Jin. Ayo."
Ikuse Tobio memutuskan. 'Anjing' hitam, [Jin] di sisinya menggeram menanggapi kemudian melesat dan bergerak dengan kecepatan luar biasa sampai-sampai bayangannya sendiri pun tertinggal.
Ikuse Tobio pun ikut menghilang.
Sesaat kemudian Jin dan Ikuse Tobio muncul dari dua sisi berlawanan dimana tempat pria perak itu berdiri. Bersiap menebasnya!
Tapi,
—Apa ini?
Itu seperti Dejavu.
Ikuse Tobio dan Jin hanya menebas kehampaan karena target mereka—Naéruth Lucifer sudah tidak ada di sana. Sementara lingkaran sihirnya masih aktif, dan tak berselang lama kemudian sinar keperakan pun ditembak!
"Tidak akan kubiarkan!"
Melihat aura iblis keperakan meluncur ke arah mereka, Lavinia mengangkat tangannya ke depan lalu menciptakan sihir pertahanan untuk melindungi dirinya dan yang lain.
Bamm!!
Aura iblis keperakan dan lingkaran sihir pertahanan pun bertabrakan kemudian meledak.
'Itu terlihat simpel tapi rasanya berat!' Lavinia berpikir begitu, itu karena tangannya sedikit bergetar dibuatnya. Tapi selama mereka baik-baik saja, setidaknya itu bukan masalah baginya, dia sudah pernah merasakan yang jauh-jauh lebih kuat dari ini.
Atau, itulah yang dia pikirkan—.
"Halo?"
Mata birunya terbuka lambat, saat dia menoleh ke kiri, pria mirip Va-kun, Naéruth Lucifer tiba-tiba saja sudah ada di tengah-tengah mereka tanpa terdeteksi. Pria itu tersenyum bengis. Kedua tangannya yang dilapisi aura keperakan yang terkompresi diarahkan ke masing-masing rusuk dua rekan laki-laki Lavinia.
"Shark! Koga———!"
BAAANNGG!
Terlambat.
Kedua laki-laki itu terpental menyebar ke dua arah dan ditelan ledakan. Tanah terbelah, dan dua tubuh manusia itu terpental jauh lalu berguling-guling sebelum mereka berhasil berdiri setelah menyeimbangkan diri—. Darah segar pun mengalir di sudut mulut keduanya.
Kedua laki-laki itu juga pengguna Sacred Gear 'Four Fiends' seperti Minagawa Natsume dan Shigune Nanadaru. Si laki-laki tampan berambut hitam agak panjang dengan kemilau keemasan adalah Hyousuke Koga. Laki-laki bertubuh tinggi berpenampilan mirip yankee dan gagah itu adalah Samejima Kouki, salah satu agen Grigori juga—Lavinia Reni memanggilnya "Shark".
Keduanya telah melatih tubuhnya hingga batas maksimal melalui pelatihan ekstrim. Tapi baru saja mereka dilukai oleh gelombang aura iblis yang sebenarnya bagi mereka terlihat biasa-biasa saja itu. Tubuh mereka pun dibuat goyah untuk sesaat.
Teknik orang itu tidak biasa.
Naruto mengangkat sudut mulutnya.
"Hoo? Meskipun aku sedikit menahan, tetapi tubuh manusia biasa biasanya akan langsung hilang tanpa jejak. Kalian—"
Sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya dia dipaksa memiringkan kepalanya ke kanan ketika sebuah tinju lurus dan berbalut aura keemasan sedikit lagi saja akan menghantam wajahnya. Dia harus menghindari pukulan lain, pukulan demi pukulan dan tendangan yang mengarah ke tulang rusuknya berhasil dia hindari dengan gerakan kecil.
Shigune Nanadaru menyerang dengan teknik beladiri yang dia kuasai dengan tubuh yang dilapisi aura keemasan, tapi sayang, tidak ada satupun serangannya yang mengenai pria itu.
"Aah! Sialan!" Minagawa Natsume berteriak kesal, dia membidikkan Light Gun ke arah pria itu. Dia masih kesal karena masalah 'Griffon' sebelumnya lalu menembakinya berkali-kali.
Biu! Biu! Biu! Biu!
Naruto pun melompat mundur menghindari peluru sihir berbasis cahaya pertama, lalu melakukan gerakan seminimal mungkin untuk menghindari sisa-sisa peluru cahaya lainnya. Kiri, kanan, sesekali dia akan sedikit menggeser kakinya.
Kedip!
Dia melihat sebuah bunga salju tiba-tiba saja muncul beberapa sentimeter di depan mukanya. Pada detik itu pula Naruto langsung melompat menjauh dari bunga es tersebut.
Beku!
Apa yang terjadi selanjutnya adalah, tempat dimana bunga salju itu muncul segera membeku. Sebuah bongkahan kristalisasi es bersinar keperakan dengan duri-duri runcing dan tajam tiba-tiba muncul di sana.
Absolute Zero atau Nol Mutlak.
Konsep yang membekukan hingga titik molekul pun tidak bergerak. Naruto sedikit kagum tetapi dia tidak bisa tetap mengaguminya karena harus menghindari bongkahan-bongkahan es berduri terus menerus muncul dimana pun dia bergerak.
Meski dia terkena teknik sederhana namun agak berbahaya itu, dia akan baik-baik. Tapi demikian, dia tidak memiliki keinginan ingin untuk dibekukan barang sedetik pun.
—Naruto sedikit menoleh ke kanan, melirik ke belakang mendengar suara berdecit.
Samejima Kouki melesat, tombak ekor kucing yang dibalut arus listrik bertegangan tinggi dimaksudkan untuk menusuk lawannya. Dia sudah melupakan rasa sakit yang diterimanya beberapa detik lalu.
Naruto menarik kaki kirinya, lalu memiringkan tubuhnya sedikit ke belakang, serangan diam Samejima Kouki pun lewat di depan mukanya begitu saja. Namun, pada detik itu, tegangan listrik pada tombak itu tiba-tiba meningkat, arusnya yang kacau menyabet kemana-mana.
Tak ayal melihat hal itu Naruto tersenyum miring.
Sebelum arus listrik hendak menyengat ke wajah Naruto, pria berambut perak tiba-tiba hilang.
Samejima Kouki mendecih, namun sesaat kemudian menyeringai—.
Naruto muncul lagi tidak jauh dari mereka. Tapi, tanpa sempat mengekspresikan wajah, sudah ada Ikuse Tobio yang berwajah dingin telah mengayunkan sabit hitam di dekatnya. Jarak diantara bilah hitam berbahaya itu dan lehernya hanya terpaut beberapa milimeter.
Naruto berkedip—
Slash!
—sesuatu bergejolak di dalam tubuhnya untuk sesaat.
Slash!
Matanya melirik ke bawah—, baru saja seekor 'Anjing' hitam yang menggigit pedang dengan rahangnya melewatinya—.
Ikuse Tobio dan si 'Anjing' hitam, Jin, telah 'menebas' leher dan kaki pria berambut perak. Melihat ekspresi bingung pria itu, Ikuse Tobio tak membuang kesempatan dan melakukan beberapa 'tebasan' lagi.
Slash! Slash! Slash!
Naruto bergetar———. Beberapa bunga salju muncul di dekatnya, sesaat kemudian seluruh tubuhnya, kecuali kepalanya, dibekukan oleh es abadi. Ada Rune sihir di lapisan luar es abadi yang bersinar keputihan.
Pergerakannya dihentikan.
Lavinia berjalan mendekat, matanya menyipit dingin dan tajam, wajahnya datar tanpa ekspresi. [Ice Princess] mengikuti di belakangnya.
"Hanya segitu saja, kemampuanmu?"
Itu kata-kata provokatif yang terdengar tidak puas.
Bibir Naruto bergetar, rasanya menyebalkan saat dia mendengar hal itu. Tapi——
"Begitu, huh." Naruto mengangguk-angguk, matanya menatap ke Ikuse Tobio penasaran. Dia mulai mengerti apa yang baru saja terjadi padanya.
"Anjing-Tebas / Slash-Dog. Pantas saja 'orang itu' sangat berisik untuk berhati-hati saat menghadapi dirimu. —Bilah yang mampu menebas 'keganjilan'. Heh, menarik sek———"
Sekali lagi, itu hanya omong kosong.
"Berisik!"
Bamm! Bamm!
Hyousuke Koga 'akhirnya' berhasil menggapai keinginannya untuk memukul wajah pria itu—. Naruto tersenyum lebar dan tertawa kecil walaupun wajahnya baru saja dihantam dua bogeman mentah.
"Sekarang giliranku, kan?"
Naruto tertawa mengejek ke arah Samejima Kouki yang bersiap-siap memukul wajahnya dengan keras.
Bammm!!
"Ini untuk Griffon-kun!"
Bam! Bam! Bam!
"Hey, jangan merusak wajahku."
Senyumnya tak kunjung pudar bahkan saat mereka mulai menghadiahi wajahnya dengan bogem mentah secara bergiliran.
Untuk beberapa waktu ke depan, adegan kekerasan terjadi dimana anak-anak muda memukuli wajah tampan seorang laki-laki berambut perak gelap yang terkekang tak bisa bergerak tanpa bisa mengelak dan tidak bisa melawan balik———.
.
.
.
#—#—#—#—#—#
.
.
.
Di sisi lain—
.
"Barakiel-sensei!"
Barakiel adalah salah satu Kader Malaikat Jatuh, namanya mewarisi "Kilat" dari Tuhan—.
Dia saat ini menatap ke arah gadis berambut coklat di depannya. —Sehari sebelumnya dia mendapat informasi kalau salah satu mantan lulusan murid di kelasnya telah diculik.
Mendengar hal itu dia tanpa ba-bi-bu segera meninggalkan pekerjaannya, tugas seorang kader. Bagaimanapun muridnya yang diculik, gadis Nanadaru itu adalah aset yang berharga bagi Grigori.
Tidak, bahkan tanpa kemampuan yang gadis itu miliki, Barakiel sangat menghargai ikatan diantara mereka sebagai Guru dan Murid.
Sejauh itu juga lah dia menggambarkan perasaan pedulinya kepada murid-muridnya yang lain. Salah satunya adalah gadis di depannya saat ini.
Sae Toujou.
Jadi, disinilah dia sekarang, suatu tempat yang terbengkalai di Celah Dimensi.
"Bagaimana situasinya?"
Dia bisa melihat jejak-jejak kekhawatiran pada wajah gadis itu. —Sepertinya dia ditugaskan sebagai peran pendukung, pikir Barakiel.
"Syukurlah, Sensei. Situasinya terkendali dan orang itu berhasil mereka amankan."
Nah, bagaimanapun Barakiel memiliki tingkat rasa kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuan yang dimiliki murid-muridnya. Jadi, setelah melihat senyum cerah di wajah gadis itu, seolah beban berat telah terangkat dari dalam diri Barakiel.
Tapi dia masih merasa gugup.
"Sensei…. Apa kamu tahu Naéruth Lucifer?"
Masalahnya ada pada orang yang menculik gadis Nanadaru itu. Dalam perjalanannya ke tempat ini, dia membawa salah satu bawahan yang cukup bisa diandalkan. Dia sudah dengar informasi ini saat di perjalanannya menuju kemari, seperti yang disebutkan oleh Sae Toujou.
Seorang "Lucifer" muncul.
Itu membuatnya gugup. Penculik itu memiliki nama Lucifer. Awalnya dia pikir kalau Lucifer yang disebut, mungkin saja, adalah bajingan sialan si brengsek tak berguna itu!
Oh, Naéruth Lucifer, ya.
Ternyata bukan bajingan sialan si berengsek tak berguna itu. Nah, dia merasa lega.
Tidak sama sekali sialan!
Dia menyuruh bawahnya kembali sembari membawa informasi kecil itu untuk sesegera mungkin disampaikan kepada Azazel atau siapapun lah yang ada aja! Shemhazai juga tidak masalah—tidak, orang itu lebih dapat diandalkan daripada Azazel!
"Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Masalah ini bisa berkembang menjadi lebih rumit. Kuta akan cari tahu saat sudah kembali ke Grigori."
"Umm… soal itu. Sensei…."
"Ada apa?"
"Tobio memiliki kecurigaan kalau Naéruth Lucifer mempunyai berhubungan dengan organisasi misterius yang sedang dia selidiki akhir-akhir ini."
Mata Barakiel menyipit tajam. Dia juga mulai memikirkan kemungkinan itu.
"Kita akan melihatnya nanti. Bagaimana sisi Ikuse Tobio? Seharusnya mereka bisa segera kembali dan membawa orang bernama Naéruth Lucifer itu."
Sae Toujou tersenyum canggung dan malu.
"Umm, m-mereka sangat kesal sebelumnya. Jadi. Begitulah."
Wajah yang sangar dan tampak serius sejak awal kedatangannya, pada saat ini tersenyum kecil. Yah, Barakiel paham. Mereka sedang di puncak masa muda. Dia pikir, setidaknya akan jadi hal yang bagus bagi anak-anak itu untuk melepaskan stress mereka setelah bekerja terlalu banyak.
.
Dok-un!
.
Barakiel tersentak. Medan ruang sekitar mereka terlihat bersinar dan bergetar untuk sesaat. Dia pun buru-buru memasang posisi di depan Sae Toujou.
'Ruang sekitar diblokir!?'
Lalu,
"Kau seharusnya tidak berbohong, gadis kecil. Kalau tidak, Paman Malaikat Jatuh akan sedikit kesulitan."
Barakiel terbelalak——
Lingkaran sihir itu, rambut perak itu, tekanan dingin tidak menyenangkan yang membawa kembali teror kenangan di masa lampau, dan enam pasang sayap 'Iblis' itu—. Wanita cantik berambut perak gelap dengan braids panjang dan memakai gaun gotik muncul. Matanya yang berwarna biru jernih terlihat mengantuk dan tak bergairah.
"A-pa, apa-apaan….…"
Dia tidak bisa mempercayai matanya saat ini. Apa yang sebenarnya dia lihat sekarang!? dengan semua tanda yang dia rasakan, meski dia sulit untuk menyangkalnya, tidak salah lagi kalau….….….
"Halo? Aku 'Naveru Neva Lucifer'. Salam kenal. Naéruth Ani[6] sedang bersenang-senang saat ini. Jadi. Silakan menunggu disini bersamaku."
….….….Satu "Lucifer" lagi telah muncul!
.
.
.
#—#—#—#—#—#
.
.
.
Dengan senyuman mengejek, dia menatap si gadis penyihir pirang.
"Sudah puas? Kau terlihat paling emosional daripada yang lain." pria itu bertanya, sedikit bercanda. Wajahnya masih baik-baik saja tanpa luka atau lebam sekalipun.
"Masih belum!"
Bamm!
Dibanding yang lain dia menerima pukulan paling banyak dari Lavinia Reni. Nafas gadis itu sampai memburu saking semangat memukul wajahnya. Pukulan-pukulannya pun berisi energi sihir.
Ikuse Tobio bahkan tidak memukulnya sama sekali, pemuda itu hanya menatapnya dalam diam.
"Hah, hah, hah."
"Staminamu agak menyedihkan, Demise Girl."
"D-Diam!"
Dia bahkan masih bisa tersenyum mengejek, matanya melirik keenam anak muda itu satu persatu.
"Lavinia. Ayo berhenti."
Ada sesuatu yang membuat Tobio khawatir—. Iblis bernama Naéruth Lucifer itu jelas-jelas dia kuat, bisa dibilang sangat kuat dengan cara yang berbeda.
Semua tentangnya bisa dibilang, aneh.
Sejak awal mereka bertemu, iblis itu bilang kalau dia hanya ingin bersenang-senang, dan dia melakukannya. Dia itu selalu mampu untuk menghindari setiap serangan mereka pada detik-detik paling kritis.
Namun anehnya, sesaat Tobio dan Jin akan 'menebas' Naéruth Lucifer, iblis itu mendadak tidak bergerak. —Seolah dia mengharapkan hal itu terjadi.
Tobio yakin dia dan Jin berhasil 'menebas' pria itu, hanya saja dia merasa sedikit hampa. Ada yang salah, pikirnya curiga.
Tapi apa?
Kemampuannya yang unik dalam menangani Sacred Gear juga cukup mengganggu. Tobio pernah dengar dari Azazel kalau Kakeknya Vali si anak nakal itu mempunyai kekuatan yang bisa membatalkan kemampuan Sacred Gear.
Kemampuan Naéruth Lucifer memang tidak sampai ke 'bisa membatalkan kemampuan Sacred Gear'. Meski begitu kemampuannya sendiri yang bisa 'mengganggu' Sacred Gear dan penggunanya sangatlah berbahaya.
Atau mungkin saja itu versi yang lebih rendah dari 'pembatalan'. Dengan kata lain, Naéruth Lucifer memang memiliki hubungan dengan Rizevim Livan Lucifer, seperti yang telah disinggung Lavinia sebelumnya. Tidak. Karena sejak awal dia memiliki nama Lucifer, sudah tentu dia terkait dengan 'Putra Maou Lucifer' yang asli.
Nah, mereka akan membawa Naéruth Lucifer ke institut Grigori untuk tindak lanjut. Saat ini mereka akan menunggu tim pengangkutan. Namun sebelum itu ada satu hal lagi yang ingin Tobio tanyakan—
"Ini sangat menyedihkan. Kupikir kalian akan habis-habisan melawanku."
Tapi belum sempat dia menanyakan, Iblis di depannya berbicara duluan. —Naéruth Lucifer mengeluh seraya mendesah kecewa, ekspresi congkak di wajahnya hilang digantikan wajah dingin yang sama sekali berbeda. Sensasi dingin tiba-tiba merayap ke tulang punggung mereka.
"Kau terlalu banyak bicara!"
Bamm!
Lavinia Reni sekali lagi memukul wajah pria itu, bukan karena kesal, dia sedang berusaha menutupi sensasi tidak menyenangkan yang mereka rasakan.
Meski dipukul ekspresinya masih tetap tidak berubah, wajahnya masih tak terluka. Naéruth Lucifer bergeming. Di tengah-tengah situasi itu, sebuah lingkaran sihir tipe komunikasi di dekat telinga Iblis tersebut.
Ikuse Tobio dan yang lainnya terkejut.
Khususnya Ikuse Tobio, Slash-Dog, dia yakin sudah 'menebas' pria itu, menyegel kekuatan Iblisnya. Tapi yang terjadi di depan matanya— dia bertanya-tanya bagaimana Naéruth Lucifer masih bisa menggunakan sihir komunikasi?!
"Hehe, menarik." Naéruth Lucifer menyeringai.
Semua orang yang melihat hal itu merasakan firasat buruk. Dan, yang selanjutnya diucapkan Naéruth Lucifer membuat mereka menggigil kedinginan.
"Rekanmu yang berada di sisi luar sepertinya akan segera dijatuhkan."
"Brengsek——!!"
Mereka tahu apa artinya itu, mereka sadar apa yang diucapkan….… mereka mengerti maksudnya. 'Rekan' mereka yang berstatus sebagai pendukung di luar sana. Kalau yang dikatakan Naéruth Lucifer benar maka….
Mereka tentu saja khawatir, apalagi Ikuse Tobio, dia sangat mengkhawatirkan 'rekan' itu.
Namun, kekhawatiran mereka berubah jadi dilema ketika melihat Iblis yang mereka tangkap, tubuh Naéruth Lucifer tampak memudar. Bagaikan asap tertiup angin sosok Naéruth Lucifer di depan mereka terhapus.
Melihat kejadian 'absurd' itu, satu-satunya hal yang terpikirkan adalah—
"Tu-Tubuh ilusi….?!"
Mereka terguncang!
Seperti yang dikatakan Minagawa Natsume. Tidak salah lagi kalau yang mereka tangkap tadi bukanlah tubuh utamanya Naéruth Lucifer melainkan hanya tubuh yang dibuat dari Ilusi!
Clap! Clap!
Clap! Clap!
Mendengar suara tepuk tangan di belakang mereka, ekspresi mereka pun terlihat dingin. Ketika mereka berbalik, mereka menatap pria berambut perak dengan tatapan geram dan marah.
Mata mereka berkilat berbahaya.
Naéruth Lucifer, dalam kondisi baik-baik saja, dia duduk di sebuah bongkahan es bagaikan pahatan sebuah tahta untuk seorang raja.
—Dia tidak berpindah sejak awal memulai serangan.
Jadi sampai sekarang mereka telah dipermainkan olehnya?! Sementara mereka melawan tubuh ilusi Naéruth Lucifer, pria itu menonton mereka dengan santainya di tempat semula.
Begitukah?
Sialan!
Naéruth Lucifer yang duduk dengan gagah di atas 'tahta' tersenyum miring. Senyuman yang mulai terlihat memuakkan di mata mereka.
"Seperti yang sudah kubilang kalau kalian harus bertarung dengan serius. Jadi sebenarnya, kalian yang terlalu memandang tinggi dirimu sendiri kan? Kalau tidak, mana mungkin kalian akan terganggu oleh sesuatu semacam ilusi."
Itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar.
Mereka tak bermaksud merendahkan pria itu tetapi perilaku mereka tanpa disadari justru meremehkan seorang Lucifer.
"Apa kalian pernah melawan lawan sekelas Maou? Kalau belum pernah, maka kalian harus memanfaatkan kesempatan ini. Karena….…."
—Naéruth Lucifer adalah sosok yang berbahaya!
"….….Aku selalu menghajar habis orang-orang yang telah meremehkanku."
Dok-un! Dok-un! Dok-un!
Tanah remuk. Es mencair. Ruang di sekitarnya pun terlihat bengkok ketika Naéruth berdiri dan akhirnya menunjukkan keenam pasang sayap Iblis yang terbentang dengan gagahnya tumbuh di balik punggungnya.
Aura kekuatan Iblisnya begitu dahsyat.
Tekanannya sudah melampaui kekuatan milik Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh yang mereka kenal dan memiliki kekuatan menyamai Satan!
Dok-un! Dok-un! Dok-un!
Namun meski jantung mereka berdegup kencang, walaupun lawannya adalah Iblis yang mempunyai kekuatan melampaui Satan, mereka tidak gentar! Mereka ada Tim beranggotakan pemilik Dua Longinus dan 'Empat Makhluk Jahat' yang telah melalui pertempuran hidup dan mati yang tidak terhitung jumlahnya.
"Teknik 'Bunga Salju'-ku sudah tidak mempan lagi padanya. Itu diremukkan bahkan sebelum mekar oleh auranya."
"….…begitu, ya."
Karena Lavinia sudah mengatakan itu dengan nada serius, dapat dipastikan bahwa trik-trik kecil sudah menjadi kurang efektif melawan Naéruth Lucifer. Dengan kata lain mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama dua kali.
Tidak ada pilihan.
"Sepertinya kita harus serius."
Lalu—. Bayangan, kabut hitam, dan kegelapan berkumpul di sekitar Ikuse Tobio. Berbagai macam kegelapan berkumpul di sekitarnya, dan bilah tajam menjulur dari sekelilingnya. Secara diam-diam dan dalam, kata-kata seperti mantra kutukan terucap sedemikian sehingga menjadi rapalan kematian—
«—Dapat membunuh seribu makhluk hidup»
Tobio dan Jin diselimuti kegelapan. Kabut hitam pekat menyebar, serta menutupi semuanya di daerah sekitarnya.
«—Menyanyikan pembunuhan sepuluh ribu evil spirit»
Anggota tubuhnya perlahan-lahan larut ke dalam kegelapan, dan berubah menjadi sesuatu dengan bentuk tidak beraturan.
«—Namaku, tenggelam dalam kegelapan terdalam, Dewa Imitasi melintasi Malam Kutub»
Tubuh Tobio membaur dengan kegelapan, lalu dia berkata—.
«—Engkau, binasalah oleh bilah hitamku»
Ini adalah ritual yang mengubah sesuatu dengan bentuk manusia menjadi sesuatu yang berbeda dari manusia.
«—Dikelabui tipu muslihatmu, wahai Dewa Pencipta cacat!»
Setelah Ikuse Tobio membacakan bait terakhir, anjing hitam Jin mengeluarkan lolongan jernih,
AAAOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
.
.
.
TBC
.
#Footnotes:
[1]. Shapeshifter: Perubahan Bentuk, Pertukaran Wujud Diri
[2]. Uke ToriUke (Thrower) Tori (Grabber): Jutsu Beladiri dari, aikido, judo kata, bujinkan ninjutsu
[3]. Shugendo: the way [of] Trial [and] Practice, or Way of Shugen, or Gen-Practice. Sebuah seni pelatihan diri dengan cara bertapa di dan mendaki gunung
[4]. Yamabushi: Mountain Prostrator
[5]. Inugami: Dewa-Anjing
[6]. Ani: panggilan formal untuk kakak laki-laki
