"Hentikan, Gaara! Kau tidak seharusnya melakukan itu!"

Temari tidak bisa tinggal diam ketika ia melihat kedua saudaranya bertengkar. Saat ini Temari seperti melihat sosok Gaara yang dulu. Adik bungsunya itu kembali hilang kendali setiap kali dikuasai oleh amarah.

Temari hendak melerai Gaara dan Kankurou, tetapi adik bungsunya itu lebih dulu menoleh dan melemparkan tatapan tajam ke arahnya. Gaara benar-benar kembali seperti dulu ketika laki-laki itu tenggelam dalam kegelapan. Sorot matanya seperti dipenuhi oleh kebencian dan kekecewaan. Sejujurnya Temari tidak tahu alasan apa yang membuat Gaara marah kepada Kankurou. Namun, saat ia melihat Gaara, gadis itu seperti melihat sosok monster yang ditakuti oleh penduduk Sunagakure kala itu. Sepertinya Kankurou benar-benar telah melakukan kesalahan yang fatal.

"Biarkan saja, Temari. Aku ingin tahu apa alasan yang membuatnya marah seperti ini," tahan Kankurou.

Gaara kembali memusatkan perhatiannya ke arah kakak laki-lakinya itu. Ia masih marah, tetapi pemuda itu memilih untuk melepaskan cengkeraman tangannya pada kerah Kankurou.

"Kau beruntung. Karena kau adalah kakakku, aku tidak akan membunuhmu," balas Gaara tak kalah tenangnya seperti saat Kankurou berbicara.

PLAK! –satu tamparan keras berhasil mengenai pipi kanan Gaara.

Tanpa berpikir panjang, saat Temari mendengar balasan Gaara yang dinilai kurang ajar dan melewati batas itu, ia menjadi murka. Gadis itu menampar adik bungsunya dengan kuat. Ini pertama kalinya Temari menampar Gaara.

"Kau sudah kelewatan, Gaara! Dia adalah kakakmu! Sebenarnya apa yang membuatmu marah besar seperti ini?!" tanya Temari dengan nada tinggi. Saat ini Si Sulung Kazekage itu sedang memarahi adik bungsunya.

Bagi Gaara, Temari bukanlah ancaman. Di dalam tubuh mereka, mengalir darah yang sama, jadi pasir Gaara tidak bereaksi saat Temari melayangkan tamparan ke arahnya. Setelah mendapatkan tamparan yang cukup keras sampai membuat pipinya terasa panas, Gaara kembali menoleh ke arah Temari. Pemuda itu tidak menunjukkan ekspresi marah, tetapi wajahnya saat ini tidak berekspresi sama sekali.

"Aku tidak akan seperti ini jika dia tidak berani mengusik keluarga Houki. Dia telah melanggar kesepakatan yang telah kami buat," jelas Gaara.

'Dia' yang dimaksud adalah Kankurou. Ketika Gaara sedang menjelaskan kepada Temari, pemuda itu sama sekali tidak melihat ke arah saudara laki-lakinya. Bahkan sejak Gaara mendapatkan tamparan, pemuda itu telah memutar sedikit tubuhnya hingga menghadap ke arah Temari.

"Setelah kejadian itu, hanya kau dan pemuda clan Nara yang tahu," lanjut Gaara.

Temari langsung tahu ke mana arah pembicaraan Gaara, bahkan sejak nama Houki disebut oleh adik bungsunya itu. Kejadian yang dimaksud adalah penculikan yang dilakukan oleh seorang pemuda dari clan Houki. Insiden itu melibatkan Gaara dan orang yang ia cintai kala itu.

"Oh, jadi ini semua karena Hakuto?" tanya Temari tak percaya.

Temari menganggap selama ini Gaara telah melupakan sekaligus mengikhlaskannya. Ternyata ia salah. Pemuda bertato 'Ai' itu masih saja terbayang-bayang dengan masa lalu. Meskipun Gaara tidak menyadarinya karena ia tidak cukup paham dengan perasaan itu, Temari tahu sebab ia adalah seorang perempuan yang mengerti soal perasaan. Sekalipun pemuda itu mengaku tidak, Temari tak akan percaya.

"Gaara, kita berdua telah sama-sama sepakat. Kau sendiri yang menyetujui ide Shikamaru. Lalu, kenapa Hakuto masih menjadi alasanmu untuk berubah menjadi seperti ini?" tanya Temari lagi.

"Kau mengenal Kankurou, dia tidak akan mengambil keputusan tanpa memikirkannya. Apalagi ini menyangkut kehidupanmu, Gaara. Atau... sekalipun Kankurou telah mengusik keluarga Houki, seharusnya itu tidak akan mengganggumu," tutur Temari mencoba menyadarkan Gaara dari rasa bencinya kepada Kankurou.

Meskipun Temari terlihat keberatan dengan sikap Gaara, gadis itu sedikit paham mengapa adik bungsunya bisa se-marah itu. Ini semua disebabkan karena kejadian yang melibatkan Gaara dan Hakuto secara langsung. Kejadian yang terjadi beberapa bulan yang lalu bukan sekedar penculikan biasa yang dilakukan oleh pemuda asing yang tidak menyukai seorang kazekage. Aksi kejahatan itu dilakukan dengan tujuan menculik calon istri Gaara yang berasal dari clan yang sama juga, yaitu clan Houki.

Sebelum Ino, ada gadis lain yang ingin dinikahi oleh Gaara. Gadis itu bernama Hakuto. Hakuto adalah gadis cantik yang anggun, mungkin sedikit mirip seperti Hinata. Salah satu kemiripannya adalah warna rambut Hakuto yang gelap. Hakuto memiliki rambut berwarna hitam. Ia senang menggunakan yukata di keseharian dan jarang mengenakan riasan wajah, bahkan saat bertemu dengan Gaara sekali pun. Hakuto adalah gadis lembut yang mampu membuat Gaara merasakan yang namanya jatuh cinta.

Pertemuan pertama Gaara dan Hakuto berjalan dengan baik. Gaara tersipu malu saat melihat sosok Hakuto. Dan untuk pertama kalinya Gaara menyadari jika dirinya menyukai Hakuto. Namun, rencana pernikahan itu gagal karena sebenarnya Hakuto telah memiliki laki-laki lain. Gadis itu tidak mengatakan yang sejujurnya jika ia memiliki seorang kekasih dan mereka sudah sangat serius. Bahkan dengan Gaara sekalipun, Hakuto memilih untuk bungkam. Gadis itu mengiakan perintah dari para petinggi negara dan ayahnya sendiri untuk menikah dengan Kazekage.

Sebab fakta itu tidak terungkap, para petinggi desa tetap memaksa Hakuto untuk menerima perjodohan itu dan ayah gadis itu pun berambisi untuk menikahkan putrinya dengan seorang kazekage. Ketika pernikahan hampir terlaksana, ternyata kekasih Hakuto tidak tinggal diam begitu saja. Ia melakukan penyerangan dengan bantuan Shijima atau pengawal Hakuto kala itu. Fakta mengejutkan lainnya adalah aksi itu sudah direncanakan jauh hari sebelumnya dan Shijima bertugas sebagai mata-mata. Pengawal itu akan melaporkan semua informasi yang mendukung rencana penculikan serta menghalangi tindakan Gaara yang akan melukai si penculik.

Shigezane atau penculik itu membawa lari Hakuto ke wilayah Negara Api. Saat itu juga, Shigezane memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Hakuto dan mengaku jika hubungan keduanya akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan. Pemuda dari clan Houki itu tidak akan melepaskan Hakuto kepada Gaara. Selain itu, Gaara seperti mendapatkan tamparan yang cukup menyakitkan ketika Hakuto mengaku jika dirinya sangat mencintai Shigezane dan ia hanya terpaksa mengiakan rencana pernikahan itu. Semua itu semata-mata dilakukan kerena paksaan dari para petinggi desa dan ayahnya. Saat itulah Gaara merasakan yang namanya patah hati.

Meskipun awalnya terdapat perasaan tak mau melepaskan Hakuto, Gaara akhirnya sadar jika ia tidak mungkin melanjutkan pernikahan itu. Gaara mulai berpikir jika semua hal tentang Hakuto tidak mungkin bisa diketahui hanya dengan pertemuan singkat. Baik gadis itu ataupun dirinya, mereka sama-sama menyimpan rahasia.

Ketika Gaara tidak tahu harus mengambil langkah apa, tiba-tiba Shikamaru datang. Rupanya pemuda itu pergi ke Suna untuk memenuhi permintaan Temari. Pemuda dari clan Nara itu mencari jalan keluar yang tepat agar semua orang bisa bahagia. Bagi Gaara yang terpenting adalah kebahagiaan Hakuto meskipun gadis itu tidak dapat ia miliki. Ingat, 'kan, jika cinta tidak harus memiliki? Bahkan tingkatan tertinggi dari mencintai seseorang adalah melepaskan orang itu demi kebahagiaannya? Itulah yang dilakukan Gaara.

Shikamaru memberikan sebuah ide dan Gaara langsung menyepakatinya. Tak butuh waktu lama untuk berpikir karena ia menginginkan kebahagiaan bagi Hakuto. Gaara memalsukan kematian Hakuto dengan mengarang cerita tentang Hakuto yang dibunuh oleh Shigezane. Dan sebagai balasannya, Gaara membunuh pemuda itu karena tindakannya. Agar Hakuto bisa bahagia dengan kekasihnya, Shikamaru menerima pasangan itu masuk ke keluarga Nara, dengan nama dan identitas baru. Itulah akhir kisah percintaan Gaara yang berujung kegagalan.

"Menurutmu aku masih belum menerima semua ini, Temari?" Gaara malah balik bertanya.

Yang Gaara yakini, pemuda itu sudah sepenuhnya mengikhlaskan Hakuto. Namun, di mata Temari, pemuda itu masih belum bisa melepaskan Hakuto sepenuhnya.

"Ya. Kau masih terjebak di masa lalumu, Gaara. Sadarlah jika Hakuto sudah bahagia dengan pemuda itu!" bentak Temari.

"Kau ingin tahu, aku baru saja menerima kabar jika keluarga kecil itu sebentar lagi akan menyambut kelahiran buah hati mereka. Mereka sudah menikah dan bahagia. Dan kau? Masih terjebak dengan masa lalumu itu."

Temari tidak bermaksud untuk menyakiti hati Gaara. Namun, ia tidak bisa membiarkan Gaara terus-menerus terbayang-bayang masa lalunya sendiri.

"Mengapa aku merasa dipojokkan sekarang? Aku marah karena dia telah mengingkari janjinya. Dia berjanji padaku untuk tidak mengusik keluarga Houki," ucap Gaara membela dirinya sendiri.

"Sekalipun dia berani mengusik hidupmu?" Kini giliran Kankurou yang berbicara.

"Cepat atau lambat, Ayah Hakuto akan menjadi ancaman bagimu. Lagipula, bagaimana jika para petinggi tahu tentang kebenaran ini? Memang sudah seharusnya pria itu mati, Gaara. Dia telah menghinamu dan mulai berani mendekati Ino. Apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana jadinya jika Ino tahu soal rencana ini?" desak Kankurou.

"Sejak awal aku tidak setuju dengan rencana ini, tetapi kalian memaksaku. Bukan aku yang banyak dirugikan, tetapi gadis Yamanaka itu! Apa kalian tidak sadar? Apa yang harus aku katakan kepada Shikamaru jika suatu saat nanti dia tahu rahasia ini?!" bentak Gaara.

-to be continued-

Yo yo! Jumpa lagi, ya. Maaf ya, kali ini kemalaman. Aku harap kalian tidak keberatan. Sekalian aku juga mau minta maaf karena chapter ini banyak narasi flashback-nya, tapi satu per satu bakalan terbongkar rahasia Gaara. Karena aku pikir chapter ini monoton, sebagai gantinya aku bakalan update chapter lagi besok Kamis, ya. Terima kasih. Kayaknya aku enggak perlu banyak ngomong terus deh ahahah~

~Sesi ngobrol~

BngJy: Gimana? Sekarang udah bisa tidur belum? xD. Makasih, ya. Semoga enggak bosen nungguin momen GaaIno-nya, karena masih di chapter depan xD.

Azzura yamanaka: Makasih sekali lagi ya, Azzura-san!

Pembaca setia: Gomenasai~ Aku enggak bisa memenuhi permintaan kamu.

Inzaghi: Syukur deh aku seneng jadinya. Eh, souka? Karena menurutku Gaara itu tipikal orang yang suka observe ketika berinteraksi sama orang, jadi tanpa sadar dia itu bisa menilai meskipun kalau diminta buat berpendapat soal perasaan, dia enggak bakalan bisa. Makasih ya, seneng banget bisa baca curcolan Kak Inzaghi xD. Loh, aku pikir username 'Inzaghi' itu emang terinspirasi dari Naruto, lho. Jadi kupikir emang kayak sengaja gitu pakai nama ini. Kalau aku sih lebih mikirnya ke arti yang suami Izanami sih, soalnya masih kayak berhubungan sama Izanagi-nya Naruto gitu ahahaha~ sekali lagi makasih, ya!

See you next chapter~