Bersamamu sedikit lebih lama
A little longer
()
Pair : Naruto x single pair (Sona,Rias,Hinata,Naruko)
()
Story cerate by : hikarinoyami13
()
NO INCEST, NO HAREM
()
Genre : romance, hurt/comfort, drama
()
Rating for story : rating M (untuk beberapa alasan)
"Naruto" bicara biasa
"Naruto" flashback
'Naruto' membathin
(Naruto) penjelasan/arti dari kata disebelahnya
I'm not own the character of naruto shippuden or high school dxd
I'm not own the another anime character in my story
"Besok… aku akan pergi" ujarnya sambil melihat awan yang tak berbentuk, bergerak dengan perlahan beriringan dengan angin bertiup lembut membawa awan itu pergi hingga akhirnya turun kedaratan.
Tapi entah kenapa… Aku merasa seketika dunia ini kehilangan suaranya, perasaan aneh berputar-putar di dalam diri, ingin keluar dari lisan ini. Namun tak terungkap.
Aku tidak tau apa yang sudah terjadi di panti barusan, tetapi yang aku tau hanyalah Gabriel yang sangat bahagia saat orang itu datang dan berbicara dengan kepala panti asuhan.
Aku sadar bahwa kami pasti akan berpisah, namun aku tidak menyangka kalau kami akan berpisah secepat ini. Semuanya terasa begitu singkat, padahal kami baru saja dekat.
"Orang itu datang mengangkat diriku menjadi anak mereka…" ucap Gabriel dengan senyuman indah di wajahnya yang hanya bisa aku pandang dalam diam. Dapat aku tebak bahwa ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Gabriel lalu berdiri dari tempat duduk nya memandang kearah sungai seraya memejamkan matanya.
Aku tersenyum gentir mendengar berita ini, semua anak lainnya satu persatu mulai meninggalkan panti karena di adopsi dan ada juga yang pergi untuk mengejar cita-citanya. Tentu aku akan merasa kesepian setelah kepergiannya nanti.
Gabriel berjalan kedepan dan masuk kedalam sungai dangkal yang hanya sebatas mata kaki itu, dia lalu membalikkan badannya menatap lurus tepat dimataku dengan senyuman lebar.
Dan…
Mata yang berlinang air mata.
'Ah dia menangis' batin ku sedih.
Saat itu diriku tidak menyadari bahwa air mata tersebut menyampaikan seribu kata yang ada di dalam hatinya.
"…Jadi ini salam perpisahan, Naruto-kun"
Tiada kata yang dapat keluar dari mulutku. Ingin rasanya mengeluarkan semua perasaan ini, semuanya, semua yang ada, semua yangku rasa ingin aku sampaikan kepadanya.
Namun… entah kenapa saat itu dengan spontan aku berpikir bahwa senyumanlah yang harusku berikan kepadanya waktu itu.
Flashback dan Naruto POV End
Chapter 9: ARC V (Am I deserve to be happy?)
Suara gemuruh menghiasi langit yang gelap dengan tetesan airpun mulai berguguran satu persatu membasahi semua permukaan yang ada dibawahnya. Membasahi Naruto yang masih duduk terdiam menatapi kuburan didepannya, sedangkan Naruko dan Ravel sudah di tutupi oleh payung yang dipegang oleh miad yang mengawali mereka berdua.
"Setelah itu, banyak hal yang terjadi dipinti asuhan itu dan akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian yang menyelamatkanku waktu itu… Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kalian, tapi aku rasa hal itu bisa ditunggu saat kita bertemu lagi nanti" ucap Naruto lalu berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari kuburan itu. Naruto menatap dadanya sambil memejamkan mata menahan sedikit sakit yang dia rasakan. Saat merasakan sakit itu dia hanya tersenyum kecil lalu berkata
"Karena _". Naruko dan Ravel berusaha mendengarkan kalimat terakhir Naruto barusan tetapi suaranya tidak terdengar jelas karena gemuruh yang bersuara menutupi suara Naruto.
Naruko dan Ravel yang melihat Naruto melangkah menjauh dari sana langsung bersembunyi berharap Naruto tidak melihat mereka. Namun hal itu percuma karena saat dipintu keluar Naruto melihat mobil dan pelayan Ravel sedang berdiri disamping mobil. Mereka yang juga melihat Naruto baru keluar dari makam tuan mereka hanya tersenyum dan mengaggukkan kepala mereka kepada Naruto.
Naruto sangat mengenal mereka, orang yang selalu menjaga dan merawat Naruto selama dia dikediaman Phenex. Orang yang telah Naruto anggap keluarganya sendiri, orang yang sudah dia anggap kakaknya sendiri. Ingin sekali dia berbicara dan bergurau dengan mereka lagi, tapi sekarang dia hanya bisa tersenyum, menundukkan badannya 40o dan pergi dari sana.
Kembali kepada Naruko dan Ravel yang ada didalam yang Tengah berdiri disana melihat makam orang tua mereka. Ravel meletakkan sehelai bunga lili dimakam orang tuannya seraya berkata
"…"
Hening diantara Naruko dan Ravel, tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua setelah mengetahui sedikit masa lalu Naruto. Bahkan maid yang sedang memegang payung untuk Naruko dan Ravel juga tidak bisa berkata apa-apa.
Hingga akhirnya Claude pelayan setia Ravel datang dan menggenggam pundah Ravel dan Naruko.
"Ojou-sama, ayo kita pulang"
Time Skip
Hari sudah malam, Naruko menghabiskan waktunya di kediaman Phenex setelah dari makam bersama Ravel mencoba mengingat semua masa lalunya yang hilang.
Sekarang dia Tengah berdiri didepan apartemen tempat dimana dia dan Naruto tinggal bersama selama mereka di Kuoh. Dia tidak pernah menyangka bahwa Naruto sebenarnya bukanlah kakak kandungnya, mereka hanya kebetulan memiliki warna rambut dan mata yang sama saja. Yang membedakan dia dan Naruto hanyalah jenis keleminnya dan juga tanda lahir di pipi Naruto.
"T-Tadaima" ucap Naruko membuka pintu apartemen mereka dengan nada ragu.
"Okaeri Naruko" jawab orang yang sekarang Tengah berada diruang Tengah sedang menonton televisi. Naruko yang mendengar jawaban dari dalam tentunya agak sedikit ada keraguan didalam hatinya, dia benar-benar tidak tau harus bagaimana sekarang disekitar Naruto setelah mengetahui mereka tidaklah sedarah daging.
Naruto yang merasa Naruko tidak masuk-masuk kedalam apartemen berdiri melihat kearah pintu keluar. Dia melihat Naruko yang masih berdiri didepan pintu dan mengalihkan pandangannya saat Naruto melihat Naruko yang masih berdiri didepan.
"Ada apa Naruko? Kenapa tidak masuk?"
"…"
Naruko tidak menjawab lalu masuk dan melepaskan sepatunya.
"Apa kamu sudah makan? Aku membuatkan ramen untuk makan malam ini"
"A-Aku tidak lapar, aku mau mandi dulu" ucap Naruko canggung. Naruto yang melihat tingkah Naruko sudah bisa menebak bahwa Naruko mungkin sudah bertemu dengan Ravel dan yang lain-lainnya.
Didalam kamar mandi Naruko benar-benar tidak tau harus merasa bagaimana sekarang. Senang karena perasaannya selama ini kepada Naruto mungkin tidak hanya sebatas khayalan Naruko yang berpikir bahwa Naruto adalah kakak kandungnya.
Bingung karena sekarang dia tidak punya alasan atau Batasan untuk dirinya menahan perasaan kepada Naruto, dia semakin salah tingkah bersama Naruto sekarang. Dia bahkan tidak berani memandang Naruto langsung kematanya seperti biasa.
Beberapa menit kemudian setelah Naruko mandi dan memakai baju tidurnya dia langsung ingin pergi kekamarnya, namun dicegat oleh Naruto yang memanggilnya.
"Naruko, apa boleh duduk disini sebentar? Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu. Tentunya dirimu juga punya banyak pertanyaan untukku bukan?" ucap Naruto serius.
"…U-Un (I-Iya)" jawab singkat Naruko lalu duduk diseberang meja mereka berhadapan dengan Naruto.
"Naruko, aku tau banyak sekali hal yang aku sembunyikan darimu, dan dirimu juga mungkin sudah bertemu dengan Ravel dan lain-lainnya. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, diriku akan menjawab pertanyaanmu dengan jujur" ucap Naruto yang sedari tadi tidak menggunakan kalimat Onii (kakak laki-laki) sejak sesampainya dia diapartemen, dan dirinya juga tidak tau apakah harus memanggil Naruto seperti itu lagi atau tidak.
Naruko menarik nafas perlahan lalu memulai dari pertanyaan yang sedari dulu ingin dia tanyakan dan konfirmasikan pada Naruto.
"Apa dirimu benar-benar kakak kandungku?" tanya Naruko serius. Naruto yang sudah mengira pertanyaan itu akan keluar terlebih dahulu hanya menggeleng pelan-pelan.
"Kenapa!? Kenapa selama ini dirimu tidak pernah mengatakan hal ini kepadaku!? Kenapa kamu harus diam!? Apa tujuanmu!? Apa maksud dirimu menyembunyikan hal ini!?" pertanyaan beruntun penuh dengan emosi keluar dari mulut Naruko karena baginya hal ini benar-benar tidak masuk akal.
Kenapa dia harus disembunyikan dari keluarga Phenex? Dari keluarganya sendiri. Dari informasi yang diberikan Ravel kepada Naruko, bahwa mereka mendapatkan Alamat Naruko dan Naruto karena teman satu sekolahnya memberikan informasi tersebut. Kalau mereka tidak menemukan Naruko, mungkin dia tidak pernah akan mengetahui keluarga sebenarnya. Jadi dia ingin melihat sebenarnya apa yang menjadi alasan Naruto untuk menyembunyikan dirinya.
"Aku melakukan ini karena janjiku kepada ayah dan ibumu Naruko, mungkin Ravel sudah menceritakan mengapa ayah dan ibumu meninggal?" tanya Naruto dijawab anggukan dari Naruko.
"sebenarnya cerita itu tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar"
"Apa maksudmu?"
"Singkat cerita, kejadian meninggalnya orang tuamu bukanlah karena kecelakaan mobil biasa. Tapi ada pihak yang sengaja mengseting kejadian tersebut, Oz otou-sama mengetahui hal itu karena dia telah mencurigai gerak gerik yang mencurigakan dari beberapa pelayan dikeluarga Phenex beberapa hari sebelum kejadian…" Naruto lalu menarik nafas Panjang lalu melanjutkan ceritanya.
"… tentunya dirimu tidak mengingat kejadian ini, karena yang ada didalam mobil saat itu adalah Claude-san, Oz Vessalius Phenex-sama, Leone Phenex-sama, Uzumaki Naruto, dan… Naruko Phenex" Naruko yang mendengar Namanya yang juga ada didalam insiden itu hanya bisa syok dan tidak dapat berkata apa-apa.
"Oz-sama dan Leone-sama melindungimu didalam pelukan mereka, sedangkan diriku sendiri terlempar keluar jendela saat mobil jatuh. Diriku yang masih terbangun langsung saja menghampiri mobil dan didalam sana Claude-san masih sadarkan diri dan aku membantunya keluar terlebih dahulu. Diriku mengambil telpon untuk menghubungi kepolisian dan rumah sakit, setelah itu kami berdua berusaha untuk mengeluarkan kalian dari dalam mobil"
Naruto hanya bisa menggepalkan tinjunya saat mengingat kejadian itu, sedangkan Naruko hanya diam dan menerima semua cerita dari Naruto.
"Claude-san mengalami benturan kuat dikepalanya, setelah semuanya keluar dari dalam mobil tidak berapa lama Claude-san jatuh pingsan karena banyak keluar darah dari kepalanya. Saat menunggu pertolongan Oz-sama terbangun dan berkata bahwa ada pengkhianat didalam keluarganya, dan meminta diriku melindungimu dan Ravel dari pengkhianat itu… tentunya mereka punya alasan tersendiri untuk menargetkan dirimu didalam insiden tersebut. Maka dari itu aku menyembunyikan dirimu dan identitasmu sebagai keluarga Phenex"
"Lalu bagaimana dengan Ravel? Dia bahkan tidak tau apa-apa" tanya Naruko yang merasa tidak masuk akal.
"Hingga sekarang aku masih belum mengetahui kenapa harus dirimu yang ditargetkan, tapi saat beberapa tahun berlalu aku meminta sahabatku yang ada di kediaman Phenex sebagai pelayan memantau Ravel, tidak ada tanda-tanda bahwa pengkhianat itu menargetkan Ravel"
"Kenapa kamu bisa berkata kalau aku target mereka? Bisa saja aku kebetulan ikut pergi bersama Otou-san dan Okaa-san pergi?" tanya Naruko kembali dan dibalas gelengan dari Naruto.
"beberapa hari selama kamu dirawat dirumah sakit, Claude pelayan pribadi Ravel menangkap seorang suster yang ketahuan berusaha mencekikmu saat dirimu dirawat. Saat dia tertanggkap dan dibawa kekepolisian, dia membunuh dirinya sendiri menggunakan pill yang ditanam didalam giginya, dan informasi ini hanya diketahui oleh beberapa orang yang berada di TKP dan sahabatku tentunya yang menjadi mata-mataku sekarang dalam kediaman Phenex"
Terlalu banyak informasi yang harus diterima oleh Naruko, jadi selama ini dia diincar oleh seorang pembunuh? Tapi kenapa? Masih ada hal yang belum terjawab bahkan untuk Naruto sendiri. Naruto melihat Naruko yang Tengah bergelut dengan pikirannya melanjutkan ceritanya.
"Saat kamu bangun, kamu tidak mengingat apa-apa, bahkan diriku dan yang lainya. Claude-san yang melihat kamu mengalami amesia meminta kepadaku untuk menuntaskan janjiku pada ayahmu. Calude-san percaya kalau aku bisa melindungimu dan dia sendiri akan melindungi Ravel menggantikan sebagai pelayan pribadi Ravel, lalu beberapa hari setelah dirimu keluar dari rumah sakit ditengah malam tanpa ada yang melihat Claude-san mengantar kita jauh ke Sunagakure dan tinggal disana, dan kita hidup berdua dengan dirimu yang tidak mengingat masa lalumu. Begitulah cerita kejadian sebenarnya bahkan Ravel, Kaiser, Ruvalpun tidak tau"
Naruto yang melihat Naruko hanya diam mendegarkan ceritanya hanya bisa tersenyum gentir saat menceritakan kebenaran kepada Naruko.
"Apa ada pertanyaan lagi?" tanya Naruto menarik perhatian Naruko kembali.
"Aku menemukan beberapa botol obat-obatan yang kamu sembunyikan, sebenarnya obat apa itu?"
"Itu adalah obat Pereda sakit, Naruko"
"Memangnya dirimu sakit apa?"
"…" Naruto terdiam sejenak mencoba memikirkan kalimat penyampaian yang sebaiknya dia gunakan untuk menjelaskan kepada Naruko kondisinya yang sekarang, tapi dia tidak bisa memikirkan apa-apa dan spontan dia hanya berkata.
"…Kanker paru-paru"
"Huh?" Apa dia tidak salah dengar? Naruko benar-benar tidak percaya kalimat singkat yang keluar dari mulut Naruto sekarang.
"Kapan? Sejak kapan dirimu menderita penyakit ini?" tanya Naruko cemas. Naruto hanya bisa menundukkan kepalanya tidak dapat melihat wajah cemas Naruko yang berada didepannya. Dia tau hari ini akan tiba, hari dimana Naruko akan mengetahui semua kebohongan dan rahasia Naruto. Walaupun Naruto sudah memantapkan dirinya untuk menjawab dan menceritakan semuanya kepada Naruko, tapi tetap saja melihat wajahnya sekarang terasa sangat berat baginya.
"Sejak kita memasuki SMP, aku baru menyadarinya"
Naruko tidak tau harus bagaimana lagi sekarang, dia ingin mengetahui kebenaran. Tapi dia sekarang sangat kesusahan menerima semua informasi yang dia dapat dari orang yang dia anggap sebagai saudara kandung ini.
Dia bahkan tidak tau harus memanggil Naruto apa, Onii-chan? Apa hanya Naruto? Apakah mulai sekarang mereka akan berpisah? Dan Naruko akan kembali ke kediaman Phenex? Atau dia akan tetap bersama Naruto?
Naruko yang terlamun dalam pikirannya sedari tadi membuat Naruto melanjutkan sesi tanya jawab mereka.
"Jadi… apa hanya itu yang ingin kamu ketahui? Ojou-sama" Naruko yang dipanggil seperti itu wajahnya langsung emosi dan marah
"Hentikan itu, ini bukan saatnya untuk bermain-main!" ucap Naruko marah. Dan Naruto hanya tersenyum kecil melihat itu.
"Tapi diriku seharunya memanggilmu seperti itu, sebagai pelayan keluarga Phenex, diriku harus menghormati dirimu sebagai majikanku" ucap Naruto yang membuat posisi dogeza (sujud) dihadapan Naruko.
Naruko yang melihat Naruto dogeza langsung menghampiri Naruto dan menarik kerah baju Naruto hingga membuat Naruto menatap mata Naruko secara langsung.
"Kalau begitu! aku Naruko Phenex memerintamu untuk berhenti menjadi pelayan keluarga Phenex dan menjadi seseorang yang selalu ada untukku, yang selalu menemaniku sampai akhir, bukan sebagai pelayan, tapi sebagai Uzumaki Naruto" ucap Naruko spontan tanpa berpikir Panjang mengucapkan hal tersebut membuat Naruto membelalakkan matanya.
Naruko yang sedang terhengah dikarenakan mengatakan satu kalimat Panjang dalam satu tarikan nafas mencoba mencerna kembali kalimatnya berusan
"…"
Hening terjadi diantar mereka saat Naruko menyadari kalau kalimatnya barusan seperti pernyataan cintanya kepada Naruto.
"N-Naruk-"
"I-Intinya aku ingin kita seperti biasanya, walaupun kita tidak terhubung oleh darah, tapi bagiku Naruto adalah orang memiliki tempat special dihatiku. Masih banyak pertanyaanku yang belum terjawab, jadi bersiaplah menjawab semua pertanyaanku" ucap Naruko dengan wajah memerah.
"H-hai (B-baiklah)"
Naruko melepaskan genggamannya pada baju Naruto lalu duduk kembali dan mempertanyakan semua yang menurutnya Naruto simpan darinya.
Hal ini terus berlanjut hingga Naruko merasa puas dengan semua jawaban-jawaban yang diberi oleh Naruto. Tapi ada satu hal yang tidak ingin Naruto ceritakan kepadanya, yaitu kenapa Naruto membutuhkan banyak sekali pekerjaan? Saat dia bertanya pada Naruto, jawaban yang dia dapat hanyalah "Himitsu (Rahasia)". Naruko tetap tidak terima dengan jawaban dari Naruto, sebagai gantinya dia meminta Naruto untuk membiarkan Naruko berkerja paruh waktu jika Naruto benar-benar membutuhkan uang.
Tentunya Naruto ingin menolak hal tersebut, namun daripada masalah bertambah rumit, akhirnya Naruto mengiyakan kemauan Naruko itu dan mencarikan pekerjaan untuk Naruko nantinya.
"Yaaa aku rasa sampai disini pertanyaanku, jangan lupa kalau aku juga akan bekerja membantumu untuk mencari uang" ucap Naruko yang merasakan kalau segala curiga dan rahasia antara dia dan Naruto sudah selesai.
"Iya, iya nanti aku carikan pekerjaan untukmu…" Naruto melihat kearah jam sudah hampir Tengah malam, begitu juga dengan Naruko.
"…Baiklah waktunya tidur"
Naruko yang teringat kembali kalau dia dan Naruto bukan saudara kandung wajahnya langsung memerah memikirkan mereka akan tidur sekamar lagi.
'B-B-Bukannya aku tidak mau, tapi sekarang setelah mengetahui semua ini aku jadi canggung jika tidur sekamar dengannya' batin Naruko panik.
Naruto yang mengerti dengan sikap Naruko langsung membereskan meja mereka dan meletakkan mejanya dipinggir. Masuk kedalam kamar dan mengeluarkan futon miliknya.
"Aku akan tidur diluar malam ini, kamu pergilah tidur didalam"
Naruko tidak berkomentar apa-apa dan mengikuti kata-kata Naruto dan masuk kedalam kamarnya.
Skip time
Sudah beberapa minggu berlalu sejak Naruko mendapatkan semua jawaban dari Naruto, dan dari sejak itu Naruko tidak pernah lagi memanggil Naruto "Onii-chan" (kakak laki-laki). Naruto tidak berkomentar apa-apa, itu adalah pilihan Naruko sendiri karena dia juga sedari awal tidak ada hubungan darah.
Dan sudah seminggu Naruko mulai bekerja membantu Naruto mencari uang dikedai ramen paman Teuchi. Karena hanya disanalah yang mau menerima Naruko bekerja, kenapa? Pertama Naruko masih dibawah umur tujuhbelas tahun. Tentunya kalian ingat kalau Naruto menigggalkan sekolahnya selama dua tahun, maka secara peraturan resmi Naruto sudah berumur tujuhbelas tahun memasuki delapanbelas.
"Naruto apa kamu mau ikut makan dikantin?" ucap seseorang Perempuan berambut pirang yang berada didepan pintu kelas E bersama teman-temannya.
"Ah ya tunggu sebentar Naruko"
Didepan kelas E sedang berdiri Naruko bersama Hinata, Ino, dan Temari. Sebenarnya Hinata, Ino dan Temari bertanya-tanya didalam kepala mereka "kenapa Naruko tidak pernah lagi memanggil Naruto Onii-Chan". Karena tidak ada yang berani diantara mereka bertiga yang bertanya akhirnya mereka memilih lebih baik diam dan tidak ikut campur.
Selama perjalanan kekantin tidak ada yang memulai percakapan antara mereka, hingga akhirnya ada yang menyapa mereka yang sekarang Tengah mengantri mengambil makanan.
"Konichiwa Uzumaki-san"
"Moouuuu~ Sona-chan hanya menyapa Naruto saja?"
"Bukannya tadi pagi dikelas aku juga menyapamu dan yang lainnya?"
"Ahahaha Naruko hanya bercanda Sona-chan, jangan ditanggapi serius" ucap Naruto memanggil Sona dengan nama depannya lagi dengan suffix -chan membuat Tsubaki yang ada disamping Sona menatap Naruto tajam. Sona yang sedikit merona pipinya memperbaiki letak kacamatanya dan memasang ekpresi seriusnya kembali.
Beberapa lama kemudian setelah mengantri cukup lama, mereka semua duduk bersama dimeja yang cukup besar dan muat untuk orang bertujuh.
"Aku ingin menanyakan ini dari dulu, kepada kalian berdua jika kalian tidak keberatan menjawab. Kenapa Naruko tidak memanggil Uzumaki-san kakak lagi?" tanya Sona yang memecahkan keheningan. Hinata, Ino dan Temari yang mendegarkan pertanyaan itu serempak pandangan mereka teralihkan kearah Naruto dan Naruko yang menghentikan makan mereka.
Naruko yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja agak sedikit terkejut. Dia melihat kearah Naruto yang memberikan anggukan kecil kepadanya menandakan kalau dia boleh menceritakan hal ini kepada teman-temannya.
"Aku baru mengetahui beberapa minggu yang lalu, bahwa kalau diriku bukanlah adik kandungnya Naruto. Kami mungkin mirip dari rambut dan juga warna mata kami, tapi darah yang mengalir didalam tubuh kami berbeda"
Disana Hinata, Ino, Temari dan Tsubaki yang mendengarkan pengakuan dari Naruko hanya bisa terdiam, namun berbeda dengan Sona yang sebenarnya dari awal mengetahui hal ini. Dari mana Sona bisa tau? Tentunya ayahnya dan keluarga Phenex memiliki kerja sama dalam bisnis, dan ayahnya juga pernah bercerita kepadanya kalau Naruto menjadi pelayan dikeluarga Phenex. Naruto adalah teman masa kecilnya Sona, dan tidak mungkin dia lupa akan masa-masa saat dia dan Naruto sering bermain bersama waktu itu dan janji yang mereka buat diantara mereka.
"Jadi apa kalian berdua masih satu apartemen?" giliran Hinata yang bertanya kepada Naruko.
"Yaaaaa, masih satu apartemen karena kami tidak punya uang untuk menyewa apartemen satu lagi. Ah tapi aku dan Naruto tidurnya terpisah kok, ehehe" jawab Naruko canggung karena mengerti maksud dari pertanyaan Hinata.
"heeee mengejutkan ya, jadi Naruko tidak satu keluarga dengan Naruto? Jadi Naruko nama keluargamu yang sebenarnya siapa?" tanya Ino penasaran.
"Um, Aku dari keluarga Phenex"
"S-Serius? Maksudmu Phenex, keluarga Phenex yang memiliki Perusahaan terbesar setelah keluarga Gremory?"
"I-Iya, Aha-ahahaha, tapi bisakah kalian rahasiakan ini? Karena hanya kalian saja yang tau"
"Hmm?" mereka semua bingung dengan permintaan Naruko barusan
"Ada sesuatu yang membuat diriku dan Naruto harus menyimpan rahasia ini, J-jadi karena aku percaya dengan kalian dan Naruto juga percaya. Jangan kalian ceritakan hal ini keorang lain ya"
Hinata, Ino, Temari, dan Tsubaki hanya mengagguk ragu karena masih merasa heran dan penasaran alasan Naruko meminta mereka untuk tidak menceritakan kepada siapa-siapa.
Berbeda dengan Sona yang melirik Naruto yang sekarang Tengah terlarut dalam pikirannya, banyak hal yang ingin dia tanyakan secara langsung dengan Naruto saja tentang masalah ini. Tapi dia tidak tau karena sekarang dia dan Naruto tidak sedekat seperti dulu lagi.
'Naruto-kun, Dari dulu dirimu tidak pernah berubah, selalu memikul beban itu sendirian' batin Sona sedih.
Chapter 09 end
…( To )…
…()…
…( Be )…
…()…
…( Continue )…
NB:
Sebelumnya saya memohon maaf kepada reader saya, yang sudah dari 2018 hingga 2024 saya tidak pernah update lagi. Dikarenakan pekerjaan dan kehidupan dunia lainnya, hahaha.
Ini adalah ARC ke V dimana di ARC akan ada 2 atau 3 chapter lagi sebelum memasuki ARC dari setiap Pair untuk Naruto.
Hasil voting kemarin didapatkan bahwa urutan cerita cinta untuk Naruto dimulai dari
ARC Naruko Phenex love story
ARC Rias Gremory love story
ARC Sona Sitri love story
ARC Hinata Hyuuga love story
+ 1 ARC character tambahan
Opsi ARC bonus untuk sekarang adalah
Miroku Shion (Naruto Movie),
Akeno Himejima (DxD),
Gabriel (DxD)
Bisa bertambah jika ada saran dari para reader. Jika nanti characternya diluar DxD atau Naruto juga boleh, nanti saya perhitungkan bagaimana cara mereka masuk kedalam cerita.
Sejauh ini character diluar DxD dan Naruto Shippuden didalam cerita ini adalah
Fueguchi Hinami (pegawai Sera café) anime Tokyo Ghoul
Fujimoto Shiro (kepala panti asuhan) anime Ao no Exorcist
Kihara Tsumugu (dokter langganan Naruto) anime Nagi no Asukara
Hiradaira Chisaki (asissten dokter Tsumugu) anime Nagi no Asukara
Fujibayashi Ryou (Ketua kelas E) anime Clannad
Oz Vessalius (kepala keluarga Phenex) anime Pandora Hearts
Leone (istri Kepala keluarga Phenex) anime Akame ga kill
Sekian terimakasih
Jangan lupa untuk tinggalkan review fav dan fol ceritanya.
HikariNoYami logout
