Naruto Fanfiction
Title : Believe It
Directed By : Masashi Kishimoto
Rated : M
Pairing : Mungkin sesuai canon
Warning : Mainstream, Typos, Bahasa tidak baku, Banyak kesalahan yang terlewat, Newbie, swearing words
Summary : Melihat masa depan adalah sesuatu yang mustahil, tapi bagaimana jika melihat video opening? (Naruto Characters Watching Naruto Shippuden Opening)
Story Start!
.
.
.
Suasana hening setelah Tsunade dan Jiraiya menjelaskan rahasia Naruto, bahwa Naruto adalah tumbal yang dipilih oleh Hokage keempat untuk menyegel Kyuubi 13 tahun lalu.
"Jadi… Hokage keempat mengubah Kyuubi menjadi Naruto?" Tanya Sakura memastikan.
"Bodoh. Konsepnya seperti teknik yang kugunakan, aku menyimpan kunai dan shuriken di dalam gulungan. Ibarat Kyuubi adalah kunai maka Naruto adalah gulungannya" Jelas Tenten sedikit kesal kurangnya pemahaman Sakura tentang fuinjutsu.
"Ah, begitu. Berarti kau adalah pahlawan, Naruto" Ucap Kiba merangkul Naruto.
"Eh?"
"Masa mudamu sangat membara, Naruto-kun! Kau menjaga Kyuubi agar tidak merusak desa!"
"Teman-teman"
Naruto tidak bisa menyembunyikan air mata yang sedikit menggenang di ujung matanya.
"Hmm, ninja Konoha benar-benar menarik" Ucap Terumi yang disetujui Kage lain.
Di desa mereka, jinchuriki justru dianggap sebagai wabah yang harus dimusnahkan, karena mereka mengira dengan membunuh jinchuriki maka Bijuu di dalam tubuh mereka akan ikut mati.
"Semuanya, maafkan aku. Aku merahasiakan tentang Naruto karena aku mengira kalian belum siap menerima kenyataan itu. Akan tetapi, setelah melihat reaksi kalian, aku menyesal aku tidak memberitahu kalian lebih cepat" Ucap Tsunade meminta maaf sedikit membungkukkan kepalanya.
"Ah, Tsunade-sama! Anda tidak perlu minta maaf, aku tahu tidak semua orang terutama para penduduk desa bisa mengerti tentang masalah Naruto, anda tentu saja berhak merahasiakan hal itu" Ucap Tenten melihat idolanya menundukkan kepala padanya.
"Apa itu berarti kalian sudah siap menonton video selanjutnya?" Tanya Amaterasu tersenyum.
"Tunggu, masih ada hal yang mengganjal" Ucap Shikamaru.
Semuanya melihat ke arah Shikamaru, sementara Shikaku seolah tahu apa yang ada dipikiran anaknya.
"Kenapa dari semua orang, Hokage keempat memilih Naruto untuk menjadi jinchuriki?" Tanya Shikamaru pada semua orang.
"Kyuubi adalah bijuu yang terkuat dari semuanya. Tidak semua orang memiliki tubuh yang kuat untuk bisa menjadi jinchuriki, terlebih Kyuubi" Jelas Terumi sembari berpikir.
"Legenda mengatakan hanya klan Uzumaki yang bisa menampung chakra Kyuubi, seperti istri Hokage pertama, Uzumaki Mito" Sambung Oonoki.
"Uzumaki!?"
"Naruto benar-benar memiliki hubungan dengan klan Uzumaki!? Kukira panti asuhan hanya asal memilih nama"
"Oi! Mulut siapa itu!"
"Tunggu. Jadi Naruto adalah keturunan Uzumaki Mito?" Tanya Ino sedikit kaget.
"Keturunan Uzumaki Mito hanyalah Tsunade-hime" Jawab Jiraiya masih belum sadar dengan apa yang dia ucapkan.
'Jiraiya, you idiot!' Batin Tsunade sudah bisa menembak ke mana arah pembicaraan ini.
"Ah, aku ingat!"
Gai menepuk tangannya sendiri seolah mengingat sesuatu.
'Stop, Gai!' Batin Kakashi.
"Satu-satunya wanita dengan nama Uzumaki di Konoha selain Mito-sama adalah Kushina-san, Akai-chishio no Habanero!"
"Uzumaki… Kushina" Naruto mencoba memanggil nama itu.
Entah kenapa, begitu dia mengatakan nama itu dia merasakan kehangatan dalam hatinya.
'Uzumaki Kushina di buku bingo memiliki rambut merah, jika bocah ini adalah anak Kushina maka rambut pirangnya merupakan gen dari ayahnya' Pikir Oonoki akhirnya sadar.
"Hahahaha"
Suara tawa Oonoki mengalihkan perhatian semua orang.
"Apa yang lucu Tsuchikage-dono?" Tanya Terumi penasaran.
"Tentu saja, kenapa aku tidak sadar kau adalah keturunan pria itu" Jawab Oonoki.
"Siapa yang kau maksudkan, pria tua!?" Tanya Raikage kesal karena dia juga ingin tahu siapa bocah yang mirip dengan musuhnya ini.
"Ahahaha, entahlah Raikage-dono. Mungkin karena aku sudah tua, nama pria itu langsung saja menghilang dari otakku, secepat kilat" Jawab Oonoki memberikan penekanan pada bagian akhir.
"!"
"!"
Para ninja desa lain langsung mengerti dengan apa yang dimaksudkan sang Tsuchikage. Berbeda dengan para genin Konoha yang masih tidak mengerti.
Tentu saja para genin Konoha tidak mengerti, karena mereka tidak pernah mendengar legenda si kilat kuning dari Konoha.
"Apa kau mengenal orangtuaku, Kakek?" Tanya Naruto penuh harap.
"Aku punya firasat kita akan mengetahuinya cepat atau lambat" Jawab Oonoki melihat ke arah Amaterasu yang masih tersenyum.
"Tentu. Aku anggap kalian sudah siap melihat video selanjutnya" Ucap Amaterasu.
Mereka kembali memfokuskan perhatian mereka ke layar, meskipun beberapa dari mereka masih ada yang penasaran dengan siapa Uzumaki Kushina dan siapa ayah Naruto.
'Sebentar lagi, aku akan tahu siapa orangtuaku!'
Habataitara modorenai to itte
Mezashita no wa aoi aoi ano sora
Layar menampilkan siluet burung berwarna biru yang dilanjutkan dengan potongan-potongan gambar. Potongan pertama adalah bagian wajah Sasuke remaja dan Naruto remaja. Potongan berikutnya adalah sebuah bilah pedang yang mereka tahu milik Sasuke, kemudian menampilkan kunai yang mereka tahu dipegang oleh Naruto. Gambar berganti menjadi setengah wajah Naruto, disusul oleh mata sharingan Sasuke dan mata Naruto. Gambar terakhir adalah Naruto yang tengah tersungkur di tanah dengan Sasuke yang berdiri di ketinggian sebelum akhirnya berganti menjadi langit biru.
"Oke, si Uchiha muda menjadi ninja pelarian dengan dan ikut bersama Sannin Orochimaru, dan si Uzumaki ini mencoba membawa kembali bocah Uchiha" Jelas Oonoki.
"Sepertinya memang itu yang terjadi. Terima kasih penjelasannya Kakek Tsuchikage" Ujar Naruto.
Para shinobi Konoha menggelengkan kepala mereka. Hanya Naruto yang mereka tahu bisa berbicara seperti itu kepada seorang Kage terlebih dari desa lain.
Kanashimi wa mada oboerarezu
Setsunasa wa ima tsukami hajimeta
Anata e to idaku kono kanjou mo
Ima kotoba ni kawatteku
Layar menampilkan Naruto remaja yang terjun bebas dari langit yang kemudian menampilkan Sasuke di satu sisi. Gambar berganti menampilkan Sakura yang tengah dalam posisi seolah mengharapkan sesuatu.
"Desa Konoha sepertinya sangat menjunjung tinggi ikatan antar shinobi mereka. Jika ada shinobi desa Kiri yang menjadi pelarian, maka aku pasti akan langsung mengecap nama mereka ke buku bingo" Ujar Mei.
Beberapa shinobi dari Kiri menganggukkan kepala mereka.
Michi naru sekai no yume kara mezamete
Kono hane wo hiroge tobi tatsu
Gambar kembali berubah, menampilkan tim 10, lalu berganti menjadi anggota baru dari tim 7, disusul menjadi guru dari tiap tim, Kakashi, Asuma, dan Kurenai.
"Hei! Kenapa hanya tim 10!?" Tanya Kiba entah pada siapa.
"Merepotkan. Kemungkinan itu berarti sesuatu, tim 10 mungkin ada peran dalam momen tersebut" Jelas Shikamaru.
"Kita bisa beranggapan bahwa tiap video ini berurutan dan sesuai dengan alur di masa depan" Tambah Shikaku.
"Owhhh"
Habataitara modorenai to itte
Mezashita no wa aoi aoi ano sora
Tsuki nuketara mitsukaru to shitte
Gambar beralir menampilkan gadis berambut merah yang tampak memberikan ciuman jarak jauh, disusul pria berambut hitam yang memberikan tinjunya. Gambar berganti menampilkan wanita yang terlihat menggerakkan tangannya dan pasir ikut bergerak sesuai gerakan tangannya.
"Kau kenal dia Gaara?" Tanya Naruto
Gaara yang dari tadi diam hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya.
"Teknik pasir bukanlah sesuatu yang unik, aku yakin tidak hanya aku yang bisa mengendalikan pasir" Ucap Gaara.
Kiba menyikut Lee.
"Apa kau yakin dia orang yang sama yang menghancurkan tangan dan kakimu?" Bisik Kiba.
"Hahaha, siapapun yang bertarung dengan Naruto-kun akan menjadi daun baru! Sungguh kekuatan masa muda yang luar biasa!"
"Lee! Selama kau percaya dengan kilauan masa mudamu, maka kau bisa mengikuti jejak Naruto!" Balas Gai.
"Gai-sensei!"
"Lee!"
"Sepertinya Konoha dipenuhi oleh idiot" Ujar gadis di samping Oonoki, Kurotsuchi.
"Jangan anggap remeh mereka, Kurotsuchi. Kau lihat pria bermasker di sana?"
Kurotsuchi mengikuti arah pandangan kakeknya dan melihat pria jangkung yang terlihat seperti orang-orangan sawah yang sedang membaca buku, dia tahu buku itu!
"Si mesum itu?"
"Dia adalah Hatake Kakashi" Jawab Oonoki.
"Eh! Kakashi si Sharingan!?"
Oonoki hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan menonton.
Layar kemudian menampilkan pemuda yang berpakaian layaknya biarawan dengan perban menutupi tangannya. Di belakang pemuda itu terdapat Naruto sebagai latar belakang, dan di belakang mereka berdua masih ada sosok bayangan yang kebanyakan dari mereka tidak tahu siapa. Tapi tentu saja beberapa mengenal dengan jelas sosok bayangan tersebut, seperti Kakashi, Jiraiya, dan lainnya.
"Siapa itu Naruto?" Tanya Ino.
"Bagaimana aku bisa tahu?"
"Dia adalah Sora, biarawan dari kuil di negara api"
Pertanyaan Ino dijawab oleh Asuma, yang berusaha menghilangkan ingatan buruknya.
Gambar kali ini menampilkan pria dewasa yang berpakaian serupa dengan biarawan dan membawa tongkat sebagai senjata untuk melawan sosok yang mereka tahu adalah Asuma.
"K-Kazuma?"
Asuma tidak bisa menahan kekagetannya saat melihat sosok tersebut.
"Maksudmu Kazuma salah satu dari 12 ninja pelindung?" Tanya Kurenai begitu melihat Asuma.
Asuma hanya menganggukkan kepalanya.
Furikiru hodo
Aoi aoi ano sora
Aoi aoi ano sora
Aoi aoi ano sora
Gambar menampilkan Sora dan beberapa orang yang muncul sebelumnya tengah menghadap desa Konoha yang terbakar.
"Apa!?"
"Konoha!?"
"Tunggu! Bukannya Asuma-sensei bilang mereka adalah pelindung? Kukira mereka pelindung Konoha" Tanya Naruto memastikan.
"Aku ralat, Kazuma adalah mantan 12 ninja pelindung. Sepertinya dia mengajak timnya untuk menyerang Konoha sebagai bentuk balas dendam kepadaku" Jawab Asuma.
"Apa yang kau lakukan sampai dia ingin membalasmu, Asuma-sensei?" Tanya Ino.
"Mari kita simpan itu untuk lain waktu" Jawab Asuma.
Mereka kembali melanjutkan menonton layar. Gambar beralih menjadi seluruh anggota Akatsuki. Dengan latar langit yang cerah, mereka bisa melihat dengan jelas hampir keseluruhan anggota mereka. Paling depan, mereka dengan jelas melihat Itachi dan salah satu 7 pendekar pedang, Hoshigaki Kisame. Di bagian belakang lagi, mereka melihat sosok dengan kepala layaknya tanaman venus dan pria berambut pirang yang para shinobi Konoha tahu adalah pria yang punya mulut di telapak tangannya.
"Deidara"
Oonoki melihat muridnya yang telah menjadi ninja buronan.
Di samping sosok Deidara adalah seseorang dengan topeng spiral yang hanya menampakkan satu lubang sebagai penglihatannya. Jauh di belakang mereka tidak bisa melihat 4 sosok terakhir, yang mereka tahu salah satunya membawa sabit merah dengan 3 bilah
"Oke, apa salah satu syarat masuk Akatsuki adalah orang aneh? Maksudku lihat mereka! Pria dengan mulut di tangan? Manusia venus? Apa berikutnya, wanita dengan sayap?" Tanya Naruto kesal. Siapa yang tidak kesal jika diri kalian dikejar oleh sekelompok orang aneh.
"Dunia luas, bocah. Kau belum melihat apapun" Jawab Oonoki santai disetujui para Kage.
Mereka kembali melihat layar berganti menampilkan Sasuke bersama Orochimaru dan Kabuto, yang kemudian layar berganti menjadi Naruto yang berada di danau dan mengambil sehelai bulu biru.
"Damn. Aku masih tidak percaya Sasuke akan belajar dengan Orochimaru" Ujar Kiba begitu melihat video selesai.
"Hn"
"Kita akan mengubah masa depan, Teme!"
"Hn"
"Ngomong-ngomong Hokage-dono, sudah berapa banyak video yang kalian tonton sebelum kami datang? Sepertinya kami ketinggalan beberapa video" Tanya Mei.
"Sebelum kalian datang, kami hanya menonton satu video, dan tidak ada informasi yang penting yang bisa diambil dari video pertama" Jawab Tsunade menggelengkan kepalanya.
"Setidaknya kita bisa melihat kecantikan para bunga baru Konoha" Celetuk Jiraiya melihat para genin perempuan.
"Oi, Ero-sennin!"
"Tolong jangan mengatakan itu, Jiraiya-sama"
"Merepotkan, bahkan video kali ini tidak ada informasi yang signifikan. Kukira kita bisa melihat jutsu yang akan kita pakai di masa depan, dengan begitu setidaknya kita bisa menyempurnakannya lebih cepat dari yang seharusnya" Ujar Shikamaru.
Choji menangguk.
"Dari 3 video, informasi yang kita dapatkan hanya Sasuke menjadi murid Orochimaru dan Naruto adalah jinchuriki Kyuubi, itu bahkan bukan informasi masa depan"
"Apa kalian mau melewati beberapa video?" Tanya Amaterasu yang dari tadi diam.
.
.
.
TBC
Disinilah momen beberapa opening akan ku skip, dan tenang aja, aku tahu ada beberapa opening yang benar-benar tidak boleh diskip
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
