Bersamamu sedikit lebih lama
()
Pair : naruto x single pair (Sona,Rias,Hinata,Naruko)
()
Story cerate by : hikarinoyami13
()
NO INCEST, NO HAREM
()
Genre : romance, hurt/comfort, drama
()
Rating for story : rating M (untuk beberapa alasan)
"Naruto" bicara biasa
"Naruto" flashback
'Naruto' membathin
(Naruto) penjelasan/arti dari kata disebelahnya
I'm not own the character of naruto shippuden or high school dxd
I'm not own the another anime character in my story
Chapter sebelumnya
Yakushi berjalan mendekati Naruto lalu berdiri di belakang Naruto menggenggam pundaknya.
"ayo Naruto-kun, perkenalkan dirimu pada semuanya"
"hai. Watashi wa namae, Uzumaki Naruto desu, kore kara (mulai sekarang dan kedepan) yoroshiku onegaishimasu" ucap Naruto memperkenalkan dirinya.
"Selamat datang dalam keluarga besar kami gaki" ucap shiro pada Naruto lalu mengulurkan sebelah tangannya pada Naruto.
Yang lainnya saling bertukar pandangan lalu mengangguk serempak.
"selamat datang Naruto" ucap yang lainnya serempak dan juga mengulurkan sebelah tangannya padaku.
Mata Naruto menjadi agak berkaca-kaca melihat cara mereka menyambut Naruto. Padahal dia sudah dari tadi disini, kenapa baru sekarang mereka mengucapkannya.
'ya sudahlah, yang terpenting mereka sekarang sudah menjadi keluarga baruku, dan aku menjadi bagian dari mereka' batin Naruto senang.
Yakushi sedikit mendorong punggung Naruto supaya dia melangkah maju dan menerima uluran tangan mereka.
Dan dari detik ini, kehidupannya bersama teman-teman barunya, di tempat baru ini dia akan menjalani kehidupan yang baru.
Dia tidak akan tau apa yang akan terjadi kedepannya, namun Naruto yakin bahwa dia bisa menjalani semuanya dengan semangat dan kuat seperti yang diinginkan oleh ibunya.
Chapter 8
Sudah hampir satu tahun Naruto berada disana, dan dia sudah sangat dekat dengan semua penghuni yang ada disana kecuali dengan sasuke. Setiap kali mereka bertemu ataupun berdekatan mereka selalu saja tidak bisa akur, bahkan yakushi tidak tau bagaimana lagi membuat mereka berdua akrab.
Saat ini semua anak panti asuhan pergi keluar berpencar menjalankan kegiatan mereka.
Ada yang memancing ikan, bekerja di ladang, belanja bahan makanan, dan juga ada yang mencari kayu api.
Kita focus ke tokoh utama yang sekarang tengah memanjat pohon yang lumayan tinggi dengan sesuatu yang dia letakkan pada kantong bajunya. Dia lalu berdiri di cabang pohon yang besar melihat kekiri, kanan dan keatas mencari sesuatu.
Naruto lalu terhenti saat melihat ada tumpukan ranting-ranting kering yang berbentuk setengah lingkaran di ujung pohonanak burung kecil di tangannya yang jatuh kebawah tak berdaya dengan sedikit bulu di badan burung kecil itu.
Sesampainya Naruto didekat sarang dia lalu meletakkan burung itu di dalamnya.
Anak burung itu berkicau kencang seakan ketakutan dan mencari orang tuanya yang entah kemana.
"dimana ibumu?" Tanya Naruto pada anak burung itu.
Entah apa yang ada dipikiran Naruto, dia hanya ingin bertanya seperti pada burung kecil itu. Namun bukannya jawaban yang di dapat, malah kicauan burung itu semakin kencang dan terkesan kasar.
"apa kamu kesepian?" sekali Naruto bertanya kepada burung itu.
Naruto mengelus kepala anak burung itu dengan ujung jari telunjuknya, membuat kicauan anak burung itu tidak lagi sekasar yang barusan, dan anak burung itu tampaknya sedikit lebih tenang dari yang barusan.
"daijobu (jangan khawatir)… ibumu pasti akan kembali" ucap Naruto seraya tersenyum kecil melihat anak burung itu yang nampaknya menyukai apa yang dia lakukan sekarang.
Naruto lalu turun dari pohon itu melanjutkan tujuannya datang kehutan ini.
Tapi sebelum dia terlalu jauh dari pohon itu, ada seekor burung dewasa lewat di atas kepalanya membuat Naruto melihat kearah burung itu yang berhenti di sangkar burung yang ada di atas pohon tadi.
Ibu dari burung itu baru saja datang kesarangnya dan memberikan makanan yang dia bawa dari mulutnya kepada anaknya yang Naruto tolong.
Dari jauh walau kurang jelas namun dapat Naruto lihat kalau anak burung itu meloncat-loncat senang dan gembira mencoba mengambil makanan dari mulut ibunya.
Hal itu membuat senyuman Naruto lebih lebar dari sebelumnya
"yokatta (syukurlah)" gumam Naruto lalu pergi dari sana.
Beberapa menit kemudian setelah Naruto mendapat beberapa kayu dia tiba-tiba mendengar suara teriakan keras.
GGHHRROOOOAAAARRRRR
"KYAAAAAA" Naruto melihat kesamping kiri saat terdengar suara teriakan seorang perempuan.
Naruto langsung saja menuju kesana melihat ada apa yang terjadi.
Agak sedikit jauh Naruto dari sumber suara, alangkah terkejutnya dia saat melihat di sana ada beruang besar yang sedang memojokkan wanita yang seumuran dengannya di pohon.
Kaki Naruto bergetar hebat karena ketakutan. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan beruang secara langsung dalam hidupnya.
Dan sekarang dia sangat ketakutan.
"hiks, hiks dareka… tasukete (siapapun, tolong aku)" ucap wanita itu di sela tangis dan takutnya.
"G-gabriel" gumam Naruto dengan mulut yang bergetar.
Naruto lalu agak sedikit melihat kesamping saat ujung mata Naruto menangkap sesorang dalam penglihatannya.
'sasuke, apa yang dia lakukan disini? Apakah dia juga mendengar teriakan barusan?' batin Naruto.
GGHHRROOOOAAAARRRRR
Raungan beruang yang besar dan lantang membuat burung-burung sekitar terbang ketakutan menjauhi sumber suara, dengan raungan yang keras dan mengerikan itu membuat sasuke dan Naruto mengambil beberapa langkah kebelakang tanpa mereka sadari karena syaraf tubuh mereka merespon ketakutan tingkat tinggi menyebabkan mereka mundur kebelakang.
Dalam pikiran mereka ingin sekali lari dari sana, namun entah kenapa kaki mereka tidak bisa digerakkan seperti keinginan mereka untuk lari dari sana.
Slow motion on
Tanpa menunggu lama beruang itu langsung saja mengangkat sebelah tangannya kebelakang bersiap untuk mencakar Gabriel yang sekarang ketakutan setengah mati.
Gabriel menutup matanya rapat-rapat dan pasrah akan hidupnya sekarang ini.
Namun di dalam lubuk hatinya dia masih ingin hidup bersama teman-temannya di panti asuhan.
Sasuke membelalakkan matanya saat beruang itu ingin menyerang Gabriel dengan mulut yang menganga ingin berteriak dan sedikit air mata di ujung matanya.
Sedangkan Naruto sekarang sudah bersipuh di atas tanah dengan mata yang bergetar dan tangannya yang bergetar juga ketakutan.
Satu persatu pertanyaan berputar di kepala Naruto.
'apa… apa aku akan kehilangan orang yang berharga dalam hidupku lagi?'
'apa aku tidak bisa melakukan apa-apa?'
Dia merasa tidak berdaya, dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan temannya itu.
Apa dia hanya bisa melihat kematian temannya?
Walau tangannya bergetar Naruto menggepalkan tangannya dengan kencang.
'aku…' batin Naruto lalu menggigit bibirnya sampai berdarah.
'…TIDAK INGIN'
Naruto menguatkan otot kakinya sekuat tenaga bersiap untuk berlari kedepan.
'…KEHILANGAN ORANG'
Dia berlari dengan cepat secepat yang dia bisa menuju beruang itu, dan langsung mengambil kayu yang berukuran medium di depan jalannya.
'…YANG BERHAGA BAGIKU'
Dengan mengacungkan kayu yang lumayan tajam itu keatas Naruto meloncat kearah punggung beruang itu.
'LAGI!'
Slow motion off
"HAAAAAAAAAA!"
Kali ini Naruto mengumpulkan semua tenaganya pada lengannya untuk mengayunkan kayu yang dia pegang sekarang sekuat yang dia bisa.
Gabriel yang mendengar suara teriakan membuka matanya dan melihat siapa yang berteriak barusan berharap bahwa orang dewasa akan datang menyelamatkannya dari beruang ini. Namun alangkah terkejutnya dia saat yang diharapkannya berbeda dari kenyataan yang lihat.
"Naruto…-kun" gumam Gabriel saat melihat Naruto dengan berani menyerang beruang yang ada di depannya ini.
Sedangkan sasuke memandang Naruto tidak percaya apa yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, Uzumaki Naruto dengan bodohnya berlari menyerang beruang besar. Dia merasa tidak berguna dalam situasi seperti ini, membuat rasa kesal tersendiri di dalam hati Sasuke saat hanya bisa melihat kebodohan Naruto.
GGHHHRRROOOOOAAAAAAAAARRRRRRR
Teriak beruang itu kesakitan saat Naruto menancapkan kayu itu dalam menusuk kulit beruang tersebut.
Beruang itu berdiri lalu berusaha menyerang Naruto dengan sebelah tangannya, namun karena tangannya tidak sampai menjangkau Naruto dengan sebisa mungkin beruang itu menjangkau Naruto yang di punggungnya dengan cara beruputar.
Membuat Naruto terlempar dan berguling di tanah karena tidak kuat berpegangan pada kayu itu dan punggungnya mendarat dengan kasar menabrak kayu. Burung-burung yang ada di pohon itu pergi meninggalkan pohon yang Naruto tabrak.
"AGH!" Naruto meringis kesakitan saat punggungnya menabrak kayu dengan cukup keras. Naruto menggenggam pinggangnya yang berdarah, karena terkena cakar beruang itu saat dia berusaha menjangkau Naruto barusan.
"Sasuke… cepat bawa Gabriel lari dari sini" ucap Naruto lemah membuat Beruang itu mengalihkan pandangannya pada Naruto dan berjalan mendekatinya.
Sasuke dan Gabriel yang tidak terlalu jauh tentunya mendengar ucapan Naruto barusan. Garbiel menggeleng kepalanya lemah dengan pandangan tidak percaya apa yang dia lihat, takut, khawatir, cemas akan keadaan Naruto sekarang yang sudah menyelamatkan hidupnya.
Tidak mungkin dia pergi meninggalkan Naruto di sana sendirian. Dan dengan luka seperti itu, Naruto tidak mungkin bisa lari dari beruang tersebut. Dia tidak ingin pergi meninggalkan Naruto dari sana. Gabriel melihat ada batu kecil di samping nya lalu menggenggam batu tersebut, Gabriel berniat melempar batu tersebut agar beruangnya kembali kearahnya dan lari bersama Sasuke.
Namun apa yang bisa di harapkan? Tangannya sekarang malah bergetar saat ingin melempar batu tersebut, rasa takut akan di kejar untuk kedua kalinya oleh beruang membuat dia tidak berani untuk melempar batu tersebut.
Di sisi lain sasuke merasa kesal karena di perintah Naruto, namun hanya itu satu-satunya jalan untuk selamat. Sasuke yang melihat Gabriel yang akan melempar batu kearah beruang itu berlari mencegah Gabriel dan menarik tangan Gabriel lari dari sana.
Gabriel yang di Tarik lari dari sana tentu saja kaget.
"tunggu kita tidak bisa lari sasuke, Naruto-kun masih disana" ucap Gabriel yang tengah di Tarik oleh Sasuke, namun Sasuke tidak mengubris ucapan Gabriel dan tetap berlari.
Gabriel tidak ingin lari! Dia ingin menyelamatkan Naruto seperti Naruto menyelamatkannya!
TAPI KENAPA!?
Kakinya tidak bisa menolak untuk lari dari sana
KENAPA!?
Tubuhnya tidak bisa menolak untuk pergi dari sana
KENAPA!
Padahal dia ingin menyelamatkan Naruto, dia ingin menolong Naruto. Tapi tubuhnya berkata lain, dia merasa kesal dengan dirinya sendiri dan mulai menyalahkan dirinya sendiri di setiap langkahnya.
"NARUTO-KUN!" teriak Gabriel.
Naruto sekarang tidak bisa apa-apa, tubuhnya terasa sakit dan tidak mungkin untuk di gerakkan.
Naruto melihat kepergian Gabriel dan Sasuke merasa sedikit tenang, sekarang tidak ada penyesalan lagi dalam hidupnya. Naruto lalu merebahkan badannya baring di atas tanah dibawah pohon melihat kearah langit yang biru karena tidak berani menatap beruang yang sekarang tengah berjalan kearahnya.
'Setidaknya, mereka selamat' batin Naruto yang Kesadarannya perlahan mulai memudar.
Namun sebelum Naruto kehilangan seluruh kesadarannya dia mendengar sesuatu yang membuatnya tersenyum.
"Maaf aku terlambat gaki (bocah)…" ucap seseorang dari jauh.
Lalu
DOR!
'Kau lama sekali… kuso jiji (dasar kakek)' batin Naruto saat mendengar suara tembakan dan raungan beruang sebelum dia sudah tidak sadarkan diri.
GGHHHRRROOOOOAAAAAAAAARRRRRRR
Untuk kedua kalinya beruang itu berteriak kesakitan, namun kali ini lebih sakit dari sebelumnya karena serang kali ini menggunakan senjata api dan tembakan itu tepat mengenai punggung sebelah kirinya.
Dengan rasa sakit itu membuat beruang itu lari ketakutan akan tembakan selanjutnya yang akan dia terima jika dia masih berada di sana.
Orang yang menembakkan senjata api itu berlari kearah Naruto yang sudah pingsan, dia melihat keadaan Naruto yang bisa di bilang sedih untuk ukuran anak-anak kecil seukuran Naruto sekarang yang seharusnya tidak mendapatkan pengalaman seperti itu. shiro mengakat tubuh Naruto dengan gaya bridestyle.
"…kau telah berjuang keras" lanjutnya lalu berlari pulang kepanti untuk mengobati luka di tubuh Naruto.
SKIP TIME
Malam harinya semua anak-anak yang ada di panti asuhan tengah duduk berkumpul mengelilingi tempat tidur Naruto yang masih belum sadar sejak dia pingsan tadi.
Semuanya merasa cemas akan keadaan Naruto, terutama Gabriel yang di selamatkan oleh Naruto, dia benar-benar cemas akan keadaan Naruto sekarang yang masih belum membuka matanya sejak dia di bawa pulang oleh shiro.
"Naruto-kun!" ucap Gabriel saat melihat Naruto menunjukkan tanda-tanda akan bangun.
Semua yang ada di sana langsung mendekati Kasur Naruto kecuali Sasuke yang sekarang tengah melihat semua orang yang berkumpul di sekitar Kasur Naruto dari Kasur miliknya yang besebrangan dengan Kasur Naruto. Dia merasa seperti pecundang saat mengingat kejadian siang tadi yang hanya bisa lari dari beruang tersebut, sedangkan Naruto dengan beraninya menyerang beruang itu dari belakang.
"cih" Sasuke lalu pergi keluar dari sana sendirian tanpa di sadari oleh yang lainnya yang sedang berkumpul mengelilingi Kasur Naruto.
"Naruto-kun, yokatta(syukurlah) kamu sudah bangun" ucap yakushi khawatir.
Naruto berusaha untuk bangkit dari tidurnya, tapi dia terhenti saat merasakan tubuhnya terasa sangat sakit, terutama di bagian pinggang dan punggungnya.
Semuanya menghela nafas lega saat Naruto sudah sadar. Walau Naruto pendatang baru, tapi dia sangat bersahabat dengan semua yang ada di panti asuhan. Kecuali dengan Sasuke yang menjadi teman bertengkarnya hampir setiap hari.
Sasuke yang rupanya masih berdiri di depan pintu panti asuhan merasa sangat kesal, dia merasa kalah dari pecundang tersebut. Bahkan hanya mengingat raungan beruang tadi siang masih membuat tangannya bergetar ketakutan, dia tidak terima akan kekalahannya ini. Suatu saat dia pasti akan lebih hebat dari Naruto itu sendiri. Dia mencekam katangannya kuat-kuat dan menahan bahunya dengan tangan kirinya agar tidak bergetar lagi.
'KUSO!(sial!)' batin sauske kesal.
SKIP TIME
Naruto POV ON
Sejak kejadian itu, hubunganku dengan Gabriel mulai akrab. Bahkan kami selalu saja kemana-mana bersama layaknya seorang saudara.
Dan Sasuke selalu memandangku dengan tatapan marah dan kesal, semuanya berharap kami berdua bisa akur. Namun apa daya, entah kenapa aku dan Sasuke tidak bisa sejalan dan selalu saja bertengkar saat bekerja di saat yang bersamaan.
Suatu hari ada tamu dari luar datang ke panti asuhan berbicara kepada shiro, yakushi dan pengasuh panti lainnya di dapur.
Kami di larang oleh shiro untuk menguping/mengintip dan lain-lain sebagainya. Saat kami bertanya kenapa dia hanya bilang "akan datang giliran kalian nantinya"
Dan saat itu Gabriel di panggil oleh yakushi bertemu dengan tamu tersebut. Kami semua anak-anak dari panti asuhan mengintip apa yang terjadi dari jendela dapur, penasaran akan apa yang terjadi kami semua tidak bisa menahan diri untuk tidak mengintip.
Yakushi mengetahui kalau kami mengintip melalui jendela hanya diam saja tidak mencengah atau marah dengan kami.
Aku yang sedang mengintip melihat Gabriel yang kelihatannya sangat senang sekali, dia bahkan sampai menangis.
Semua pengurus panti asuhan terlihat sangat senang dengan apa yang mereka bicarakan di dalam, dan membuat kami yang diluar penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Namun bagi mereka yang sudah dewasa mengerti akan hal tersebut jadi mereka tidak bingung lagi apa yang terjadi di dalam sana.
Semuanya mulai pergi dari sana dan menyisakan diriku sendiri yang masih melihat Gabriel yang sekarang sedang duduk di pangkuan seorang perempuan dewasa dengan wajah penuh kebahagiaan.
Aku lalu pergi dari sana melanjutkan kegiatan yang harus di lakukan siang ini.
Pindah scene
Aku sekarang sedang merebahkan badanku di tepi sungai dengan sebuah pancing yang aku tancapkan ke tanah dengan batu-batu pengganjalnya agar tetap berdiri kokoh, menanti umpan di makan oleh ikan-ikan besar. Aku melihat kearah ember yang ada di sebelah kiriku yang masih kosong sedari tadi.
Menghembuskan nafas lelah lalu memejamkan mata ini karena bosan menanti ikan yang tidak dapat-dapat. Baru saja beberapa menit aku memejamkan mataku, aku mendengar langkah kaki dan berhenti di sampingku.
"Nee Naruto-kun"
"Hmm?"
"Sudah berapa ikan yang didapat?" Tanya Gabriel padaku.
Aku lalu membuka mataku dan duduk memeriksa umpan pancingku. Dan yang benar saja, cacing yang aku pakai menjadi umpannya sudah tidak ada lagi.
Gabriel melihat tidak ada umpan tertawa kecil
"Eheheh, Mou~ Naruto-kun. pantas saja tidak mendapat ikan sedari tadi, umpannya saja tidak ada"
"Tadi sudah aku pasang kok umpannya" ucapku tidak terima di tertawakan dengan pipiku yang mungkin merona karena malu.
Gabriel tidak membalas ucapanku lalu melihat kearah sungai yang tenang itu. Aku yang sudah memasang umpan pada pancingnya kembali menancapkan pancingnya ke tanah.
Sunyi terjadi di antara kami, namun suara-suara burung pada siang hari dan jangkring pohon menjadi nada kesunyian ini.
Inginku bertanya apa yang terjadi di dapur tadi, namun sebelum aku bertanya Gabriel sudah membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Besok… aku akan pergi" ujarnya sambil melihat awan yang tak berbentuk, bergerak dengan perlahan beriringan dengan angin bertiup lembut membawa awan itu pergi hingga akhirnya turun kedaratan.
Tapi entah kenapa… Aku merasa seketika dunia ini kehilangan suaranya, perasaan aneh berputar-putar di dalam diri, ingin keluar dari lisan ini. Namun tak terungkap.
Aku tidak tau apa yang sudah terjadi di panti barusan, tetapi yang aku tau hanyalah Gabriel yang sangat bahagia saat orang itu datang dan berbicara dengan kepala panti asuhan.
Aku sadar bahwa kami pasti akan berpisah, namun aku tidak menyangka kalau kami akan berpisah secepat ini. Semuanya terasa begitu singkat, padahal kami baru saja dekat.
"Orang itu datang mengangkat diriku menjadi anak mereka…" ucap Gabriel dengan senyuman indah di wajahnya yang hanya bisa aku pandang dalam diam. Dapat aku tebak bahwa ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Gabriel lalu berdiri dari tempat duduk nya memandang kearah sungai seraya memejamkan matanya.
Aku tersenyum gentir mendengar berita ini, semua anak lainnya satu persatu mulai meninggalkan panti karena di adopsi dan ada juga yang pergi untuk mengejar cita-citanya. Tentu aku akan merasa kesepian setelah kepergiannya nanti.
Gabriel berjalan kedepan dan masuk kedalam sungai dangkal yang hanya sebatas mata kaki itu, dia lalu membalikkan badannya menatap lurus tepat dimataku dengan senyuman lebar.
Dan…
Mata yang berlinang air mata.
'Ah dia menangis' batin ku sedih.
Saat itu diriku tidak menyadari bahwa air mata tersebut menyampaikan seribu kata yang ada di dalam hatinya.
"…Jadi ini salam perpisahan, Naruto-kun"
Tiada kata yang dapat keluar dari mulutku. Ingin rasanya mengeluarkan semua perasaan ini, semuanya, semua yang ada, semua yangku rasa ingin aku sampaikan kepadanya.
Namun… entah kenapa saat itu dengan spontan aku berpikir bahwa senyumanlah yang harusku berikan kepadanya waktu itu.
Flashback End
V…( T )…V
V
V…(To)…V
V
V…( B )…V
V
V…(Be)…V
V
V…( C )…V
V…(Continue)…V
Chapter 8 end
A/N : Maafkan diriku semuanya karena baru update, saya baru saja beberapa minggu libur dari kuliah saya. Dan sekarang baru ada waktu untuk mengetik chapter baru
Dan satu hal penting saya akan membaca ulang cerita saya sendiri dan mengubah bagian-bagian yang kurang nyambung atau terasa janggal jika di baca.
-Pengenalan character baru
Fujimoto shiro = tokoh anime yang ada di ao no exorcist (blue exorcist)
Tokoh-tokoh lainnya kalian pasti sudah tau :D
Arigato gozaimashita
Ending dari flashback Naruto adalah chapter 9
Nantikan kelanjutannya ;D
hikari no yami log out
