Proud Immortal Demon Way adalah novel YY dengan Protagonis OP yang mengalami penderitaan semasa remaja akibat penyiksaan sizun dan pembulian para shixiongnya. Dia bahkan didorong jatuh ke jurang tanpa dasar.

Kemudian bangkit dengan mengaktifkan jari emas hingga berakhir menjadi penguasa tiga alam (manusia, dewa, dan iblis). Lika-liku perjalanan dibumbui dengan pengaturan karakter protagonis sebagai magnet berjalan. Dia tanpa sadar akan menarik banyak pengikut dan 1000 wanita ke dalam harem pada setiap arc yang dilalui.

Di depan layar komputer, Shen Yuan sedang membaca novel tersebut sambil menguyah mantao. Dia telah mencapai paragraf terakhir. Apa yang di dapat bukanlah perasaan normal. Bukan perasaan baru keluar dari dunia misterius ke dunia nyata. Bukan perasaan takut tidak bisa move on dari protagonis atau para haremnya. Bukan pula perasaan seperti pantatnya terbakar, ingin segera membuka website AO3 atau cerita fanfic dari situs lainnya. Bahkan keinginan untuk menelusuri fanart di pinterest, instagram atau twitter benar-benar tidak ada.

Hatinya justru sedang kebingungan. Novel ini memiliki banyak lubang plot dengan puluhan arc misteri yang belum terpecahkan bahkan hingga akhir. Shen Yuan marah, dia mengetik menggunakan kemampuan sepuluh jari dengan sangat cepat.

"Penulis anjing ! Mati saja !"

Tiba-tiba komputer memunculkan pop up sepenuh layar,

Mengonfirmasi kata sandi - Berhasil login - Selamat menikmati kehidupan baru.

Shen Yuan terkejut dan tersedak mantao, akhirnya menutup mata untuk selamanya.

Ketika membuka matanya kembali, Shen Yuan mendapati dirinya telah bertransmigrasi menjadi sizun penjahat yaitu Shen Qingqiu. Penyiksaan demi penghinaan telah banyak dilakukan tubuh asli terhadap protagonis Luo Binghe. Meskipun telah menderita, saat ini protagonis masih berada dalam era suci perawan Mary Sue. Shen Yuan aka Shen Qingqiu memutuskan untuk mengambil jalan berbeda dari penjahat. Dia tidak berani memiliki pertentangan dengan protagonis dan berakhir menjadi tongkat manusia (tangan kaki dipotong-tubuh masih hidup-dimasukkan ke dalam sebuah guci).

Shen Qingqiu berteriak dalam kepalanya berusaha memanggil hal misterius yang selalu dimiliki oleh seorang transmigran. Sayangnya, setelah berjam-jam mengantisipasi Shen Qingqiu belum mendengar suara apapun. Mungkin hal seperti sistem hanyalan fantasi bualan para penulis novel. FUCK !

Meskipun begitu Shen Qingqiu tidak terlalu khawatir karena masa depan sudah diketahui. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk bersujud menebus kesalahan dan segera memeluk paha protagonis. Dia akan berhati-hati agar tidak menginjak ranjau darat dalam setiap plot yang menunggu di masa depan.

Yang tidak diketahui adalah novel yang dia masuki bukan novel original. Melainkan sebuah fanfiction yang ditulis di wattpad. Sebagai protagonis yang ditetapkan oleh penulis ini, Shen Qingqiu diberi pengaturan istimewa agar tidak dikekang oleh sebuah sistem.

Namun penulis juga sangat menyukai protagonis Luo Binghe. Sehingga dia membuat pengaturan khusus demi berjaga-jaga dari kejahatan yang mungkin bisa dilakukan seorang transmigran yang datang ke dunia novel. Penulis memberi Luo Binghe sebuah ilham dalam mimpi.

Mengatakan bahwa di masa depan, sizunnya Shen Qingqiu akan mendorong dirinya jatuh ke jurang tanpa dasar. Harap segera ambil keputusan bijak demi kebaikan kedua belah pihak.

Luo Binghe yang berumur 14 tahun memiliki janji terhadap ibu angkatnya untuk hidup dengan baik setelah kematian wanita itu. Dia memutuskan untuk menuruti naluri bertahan hidup dan memutar otak untuk melaksanakan rencana berpindah sizun.

Diantara kedua belas puncak, Puncak Baizan adalah sekelompok pejuang brutal yang tidak memikirkan apapun kecuali kekuatan. Liu Qingge sebagai Tuan Puncak tidak terlalu memusingkan masalah kehidupan sehari-hari. Asalkan seseorang mampu mengalahkannya dalam pertandingan satu lawan satu maka akan dijadikan Tuan Puncak berikutnya.

Siapapun yang memiliki keberanian, datanglah ke Puncak Baizan dengan harapan apapun di hati mereka. Liu Qingge tidak terlalu peduli. Luo Binghe merasa basis kultivasinya tidak buruk, tapi dia masih belum cukup percaya diri untuk bergabung dengan kebrutalan puncak itu. Akan tetapi rasa rendah rendah diri tidak bisa menyelamatkan nyawa kecilnya. Akhirnya dia menguatkan hati untuk melarikan diri ke Puncak Baizan.

Mengetahui pelariannya, Shen Qinggu tersedak ludah sendiri. Jangan kira dia bersedia berpasrah dan menunggu mati. Jangankan sekedar menguntit ke Puncak Baizan, bahkan jika Luo Binghe melarikan diri turun gunung, Shen Qingqiu bertekad untuk mengikuti.

Siapa yang peduli dengan harga diri atau OOC? Penghinaan ini harus ditahan paling tidak hingga titik plot mencapai adegan mendorong protagonis ke jurang tanpa dasar. Tidak ada penjamin ketika waktunya tiba, apakah Shen Qingqiu terpaksa harus mengikuti plot meskipun dia tidak bersedia.

Jadi untuk berjaga-jaga selama hari itu belum tiba, dia harus melakukan pengejaran untuk misi memeluk paha. Shen Qingqiu belum mengetahui bahwa dia pasti akan menabrak Liu Qingge, Penguasa Puncak Baizan dalam prosesnya.