.
.
.
I'm In Trouble
Disclaimer :
Naruto by Masashi Kishimoto
5-toubun no Hanayome by Negi Haruba
Pair : ?
Rate : T
Mark :
"Naruto." : Berbicara
Naruto : PoV Start / Flashback Start / Letter or Announcement Content
Naruto : Efek suara (Sfx) / Skip Time / Previous Chapter
'Naruto.' : Pikiran atau Batin
["Naruto."] : Berbicara melalui pesan atau panggilan telepon
Genre : School, Drama, Family, Hurt/Comfort, Romance, Tragedy
Warning : Semi-Canon, Alternate Universe, Alternate Fact & Reality, Original & Other Character, dan Out of Character.
.
.
Skip Time : Next Day, Classroom
Di kelas 3-1, suasana terlihat ramai. Mayoritas dari siswa-siswi di kelas itu membahas tentang wisata sekolah yang akan datang. Naruto dan Yotsuba sudah berada di depan kelas bersama dengan wali kelas mereka.
"Diam kalian!"
BRAK!
Dengan sebuah gebrakan meja dari wali kelas 3-1, suasana langsung berubah total. Dari yang ramai, menjadi sepi.
"Uzumaki-san, Nakano-san. Jelaskan kepada mereka semua."
"Baiklah, Sensei!" balas Yotsuba dengan ceria. Ia kemudian berkata, "Berhubung kita sudah menyelesaikan try-out. Sekarang kita akan membahas lebih lanjut tentang wisata sekolah yang akan diadakan beberapa hari lagi."
Naruto menambahkan "Dalam wisata sekolah ini, kalian wajib memiliki kelompok. Satu kelompok berisi lima orang. Maka dari itu, carilah dari sekarang. Sampai sini, kalian sudah paham?"
"Ya!"
Di sisi lain, Miku terdiam. Ini adalah hal yang ia takutkan. Ia takut jika Naruto memiliki kelompok terlebih dahulu ataupun dirinya yang tidak berada di dalam kelompok Naruto. Ia kemudian menatap Yotsuba yang ada di depannya.
Yotsuba yang menyadari itu kemudian mengangguk. Ia membatin, 'Aku akan membantumu, Miku.'
.
[0 _0]
.
Skip Time : After School
"Uzumaki-san pergi kemana?"
Di jam istirahat kedua ini, ia berniat untuk meminta Naruto agar berkelompok dengan Miku. Akan tetapi, sesuatu menghentikan dirinya.
"Yotsuba!"
Menoleh ke asal suara di belakangnya, ia mendapati Ichika yang tidak jauh dari dirinya. Ichika melambaikan tangan.
"Kemarilah …."
Yotsuba pun menurut saja. Ichika kemudian membawa Yotsuba ke salah satu ruang kelas yang kosong. Hal itu membuat Yotsuba sedikit bingung.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Ichika?"
"Soal kelompok. Kita semua sudah cukup, kan? Dengan jumlah lima orang, itu sudah sangat sempurna untuk kita."
Yotsuba membalas, "I-itu benar, sih. Beruntung kita ini adalah kembar lima …."
"Tapi, bagaimana dengan Naruto-kun? Ia tidak memiliki banyak teman, aku mengkhawatirkannya …."
Perkataan Ichika membuat Yotsuba terdiam dalam kebingungan yang ia rasakan. Itu seperti sesuatu hal yang ia pikir terlalu mendadak untuk dirinya pikirkan,
"Umm, soal itu …."
Ichika kemudian memotong perkataan Yotsuba, "Kita harus membantunya, kan? Sebagai teman, kita harus mengulurkan tangan untuk dirinya."
"Tunggu, apa maksudmu?"
"Daripada berbelit-belit, aku akan langsung ke intinya saja. Bisakah kamu membuat kelompok yang beranggotakan aku dan Naruto-kun?"
Permintaan yang datang dari Ichika itu bagaikan petir tanpa hujan untuk Yotsuba. Ia tidak memiliki berekspektasi apapun bahwa Ichika meminta hal yang sama seperti Miku. Hal itu membuat dirinya semakin bingung.
"Tunggu dulu!"
"Maaf, ada telepon," balas Ichika. Ia kemudian dengan cepat keluar dari kelas itu. Sebelum benar-benar meninggalkan Yotsuba, ia berkata, "Mohon bantuannya, ya!"
Setelah itu, Yotsuba kemudian kembali ke kelas untuk mengambil tas miliknya. Tapi, dirinya tidak bisa berhenti memikirkan permintaan Ichika kepadanya. Hal itu dikarenakan dirinya sendiri yang sudah berjanji untuk membantu Miku.
'Apa yang harus kulakukan sekarang?'
.
[0_0]
.
Skip Time : Sunday, Naruto House.
"Hoi, Nii-chan!"
"Ada apa, Naruko?"
Naruko kemudian menunjuk Naruto yang sedang menulis catatan di buku tulisnya. Ia kemudian berkata, "Kau ini. Hari ini adalah hari libur, kau masih saja belajar!"
"Memangnya itu tidak boleh?" balas Naruto dengan mengeluarkan ekspresi malas. Hal itu membuat Naruko kesal.
"Tidak boleh! Lebih baik kau jalan-jalan di luar saja!"
Naruko kemudian mengingat sesuatu. Setelah itu, ia menambahkan, "Atau kau bisa ajak Yotsuba-san pergi hari ini."
Mendengar itu membuat Naruto bingung, "Huh? Untuk apa?"
Naruko kemudian menepuk dahinya sendiri dan berkata, "Apa kau sudah lupa? Saat wisata sekolah waktu itu, dia membantumu dalam kegiatan uji nyali atas kemauannya sendiri. Aku kan sudah menyuruhmu untuk memberikan sesuatu untuk dirinya!"
"Kau masih mengingatnya dengan baik ternyata. Baiklah, baiklah. Akan kulakukan."
Setelah mengatakan itu, Naruto kemudian mengeluarkan handphone miliknya dan langsung menghubungi Yotsuba. Setelah terhubung, ia tersenyum.
"Yotsuba. Apa hari ini kau memiliki waktu luang? Jika kau memilikinya, temui aku di taman yang dekat dengan rumah kalian. Aku akan datang kesana."
.
[0_0]
.
Skip Time : Park
Naruto terlihat baru saja sampai. Di sana, ia melihat Yotsuba yang berada tidak jauh dari dirinya. Ia kemudian menghampiri gadis itu.
"Yo!"
"Uzumaki-san!"
"Apa kau sudah menunggu lama?"
"Tidak juga. Aku sudah berada di sini untuk beberapa menit yang lalu," balas Yotsuba. Ia kemudian menambahkan, "Ngomong-ngomong, ada hal apa sampai Uzumaki-san memintaku untuk datang ke sini sendirian?"
"Aku berniat untuk memberikan hadiah untukmu."
Mendengar itu membuat Yotsuba menjadi bingung, "Hadiah? Untukku? Apa alasanmu untuk memberikan itu, Uzumaki-san?"
"Kau kan sudah banyak membantuku. Setidaknya, aku ingin memberikan sesuatu untukmu. Kau tidak boleh menolak untuk kali ini, Yotsuba."
"Baiklah, baiklah. Aku ikut saja, Uzumaki-san."
"Sebutkan saja apa yang kau mau. Nanti akan kubelikan." ujar Naruto. Karena pada dasarnya, dirinya memang tidak mengetahui apa yang Yotsuba inginkan. Maka dari itu, ia membiarkan Yotsuba yang memilih untuk saat ini.
Yotsuba kemudian terdiam dan memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian, ia berkata, "Aku ingin kita pergi jalan-jalan dulu."
"Baiklah jika itu maumu. Lalu, apa kau tahu tempat-tempat yang menarik untuk kita kunjungi sekarang?"
"Tentu saja!"
.
"Lihat ini, Uzumaki-san! Ini adalah restoran kesukaan Itsuki, loh!"
Mereka saat ini berada di depan sebuah restoran Perancis. Hal itu membuat Naruto terdiam. Ia terdiam bukan karena harga, melainkan karena Yotsuba yang tidak menunjukkan apa yang ia inginkan.
'Sepertinya, aku harus memakai caraku sendiri jika ia masih terus seperti ini.'
.
Naruto dan Yotsuba sekarang berada di spa yang cukup terkenal di Asahiyama. Hal itu pun membuat Naruto bingung.
"Mengapa kita ke sini, Yotsuba?"
Yotsuba menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, kok. Ini hanya karena kita kebetulan lewat saja. Ngomong-ngomong, ini adalah tempat spa langganan Miku!"
"B-begitu, ya …."
.
Saat ini, Naruto dan Yotsuba berada di depan cinema. Mereka kemudian melihat sebuah spanduk film yang mereka sangat kenali siapa pemeran utamanya.
"Itu adalah film yang Ichika perankan!"
"Aku tahu, kok. Apa kau mau menontonnya, Yotsuba?"
"Tidak perlu, Uzumaki-san …," balas Yotsuba. Ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Setelah itu, ia berkata, "Karena aku sudah memiliki tiketnya dari Ichika!"
Melihat sebuah tiket film yang ditunjukkan gadis itu dengan bangga membuat Naruto sweatdrop di tempat. Ia merasa kalau niatnya benar-benar terhalang oleh gadis itu sendiri.
'Kalau begini terus, aku tidak bisa memberikan apapun ….'
.
"Lihat ini, Uzumaki-san!"
Naruto yang melihat Yotsuba memegang sebuah baju di tangannya. Ia kemudian berkata, "Apa kau menginginkannya?"
Yotsuba menjawab dengan senang, "Ya, aku sangat menginginkan ini!"
"Kalau begitu, kita beli saja. Aku tidak masalah jika itu akan mahal atau tidak. Selama kau akan memakainya, itu tidak akan menjadi masalah."
Perkataan Naruto membuat Yotsuba terdiam untuk sesaat. Naruto yang menyadari itu menjadi bingung. Ia kemudian menatap Yotsuba dengan serius.
"Ada apa, Yotsuba?"
"Umm, sebenarnya ini adalah pakaian yang diinginkan oleh Nino …."
Ucapan yang terdengar jujur dari Yotsuba bagaikan hal merepotkan di mata Naruto. Berkat gadis itu, ia sampai menepuk dahinya sendiri. Itu dikarenakan dirinya terheran-heran dengan apa yang gadis itu pikirkan.
"Tunggu sebentar …."
"Ada apa, Uzumaki-san?"
"Aku hanya mengatakannya sekali dan tidak akan mengulanginya lagi. Sebenarnya, apa yang benar-benar kau inginkan?"
Yotsuba yang mendengar itu pun terkejut, "Eh?!"
"Semua yang kau jelaskan dari awal sampai saat ini. Itu bukanlah apa yang kau inginkan dari dalam hatimu. Kau masih saja memikirkan orang lain, padahal aku yakin kau sendiri memiliki sesuatu untuk dimiliki," jelas Naruto.
"T-tunggu, biarkan aku memikirkannya …."
Berkat penjelasan Naruto, suasana pun menjadi canggung untuk sesaat. Naruto terlihat santai, ia memberikan Yotsuba beberapa waktu untuk gadis itu memikirkan kembali mengenai apa yang ia inginkan.
"Aku tidak tahu, Uzumaki-san. Sebenarnya apa yang aku inginkan, ya?"
Mendengar itu membuat Naruto menghela nafas dan berpikir, 'Sepertinya aku harus memakai caraku sendiri untuk memberikan hadiah kepada Yotsuba.'
GREP!
Merasakan tangannya ditarik oleh Naruto membuat Yotsuba terkejut, "Tunggu dulu, Uzumaki-san. Kita mau pergi kemana?"
"Kau tidak perlu memikirkannya. Ikuti saja aku."
.
[0_0]
.
Skip Time : Ichiraku Ramen Stall
"Kedai ramen?"
"Aku ingin makan dulu, karena aku sudah merasa lapar. Setidaknya perutku harus diisi dengan amunisi sebelum berperang."
Mendengar itu membuat Yotsuba tertawa kecil. Mereka kemudian pergi untuk memesan makanan dan langsung di sambut oleh Ayame.
"Yo, Naruto-kun! Tumben sekali kau datang dan membawa gadis imut ke sini …."
Naruto membalas sembari tersenyum, "Aku sedang jalan-jalan sekaligus mencari waktu bebas setelah try-out yang diadakan belum lama ini. Ya, aku sedang ada urusan dengan dirinya. Maka dari itu, aku membawanya ke sini, Ayame-nee."
Ayame tersenyum menggoda dan berkata, "Urusan yang hanya berdua saja? Apa dia pacarmu yang lain? Tapi entah mengapa aku merasa familiar, karena wajahnya sama seperti gadis berambut merah yang kau perlakukan secara romantis di sini."
Baik Naruto ataupun Yotsuba yang mendengar godaan dari Ayame pun menjadi merona pada wajah mereka masing-masing.
"D-dia bukan pacarku dan dia itu adalah saudari kembar dengan gadis yang kau lihat waktu itu. Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa mengetahui apa yang kulakukan saat itu, Ayame-nee?"
"Itu sih sangat mudah …."
.
Flashback on
Ayame PoV
Saat itu, aku tengah bekerja dan fokus dalam memasak ramen pesanan untuk para pelanggan. Kemudian, aku mendengar suara ramai dari tempat pelanggan. Hal itu membuatku penasaran.
Aku kemudian mengecilkan kompor yang digunakan dan langsung saja meninggalkan dapur. Tidak lama, aku terkejut ketika melihat Naruto-kun yang tengah membersihkan mulut seorang gadis cantik yang terlihat seperti Kushina-san.
'Indahnya masa muda ….'
Flashback off
.
"S-sudahlah jangan dibahas lagi. Aku sudah lapar!"
Naruto mengatakannya sembari mengeluarkan rona merah pada wajahnya. Ia merasa sangat malu karena tindakannya waktu itu benar-benar bisa diingat banyak orang. Ayame yang melihat itu pun tertawa kecil.
"Baiklah. Apa yang ingin kalian pesan?"
"Seperti biasa, porsi besar yang spesial. Tiga porsi untukku," jawab Naruto. Ia kemudian menatap Yotsuba yang berada di sebelahnya dan berkata, "Kau ingin pesan apa, Yotsuba?"
"Samakan saja dengan Uzumaki-san. Tapi cukup seporsi saja, ya …."
Ayame dengan cepat langsung mencatat pesanan mereka dan berkata, "Silahkan kalian cari meja untuk kalian terlebih dahulu. Pesanan kalian nanti akan kami antarkan."
"Arigatou …," balas Naruto dan Yotsuba secara bersamaan.
Mereka kemudian mencari meja yang kosong untuk mereka tempati. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendapatkannya. Setelah itu, mereka berbincang sembari menunggu pesanan mereka datang. Beberapa saat kemudian, pesanan mereka datang.
Setelah menerima pesanan masing-masing, Naruto dan Yotsuba kemudian menangkupkan kedua tangan masing-masing dan berkata, "Itadakimasu!"
Naruto tidak membutuhkan banyak waktu. Dalam waktu satu setengah menit, ia sudah menghabiskan tiga mangkuk ramen yang ia pesan. Melihat itu membuat Yotsuba sweatdrop di tempat dan terheran-heran akan hal itu.
"Kau ini benar-benar maniak ramen, Uzumaki-san."
"Tentu saja! Karena ramen adalah makanan para dewa! Jika Naruko ada di sini, dia pasti juga akan mengatakan hal yang sama …."
Mendengar itu pun membuat Yotsuba tertawa kecil. Ia kemudian tersenyum ketika menyadari sesuatu yang membuat sosok yang ia sukai ini senang. Ia juga terlihat sangat menikmati waktu ketika bersama dengan sang Uzumaki muda.
Naruto kemudian bertanya, "Ngomong-ngomong, bagaimana rasa ramennya? Enak, kan?"
Yotsuba menganggukan kepalanya dan berkata, "Harus aku akui, ramen ini adalah ramen paling enak yang pernah aku makan."
"Aku senang kau menyukainya …."
Setelah selesai, Naruto kemudian membayar pesanan yang mereka pesan sebelumnya. Kemudian, mereka langsung pergi dari sana. Yotsuba yang penasaran dengan apa yang Naruto rencanakan kemudian berinisiatif untuk bertanya, "Sekarang kita ingin pergi ke mana, Uzumaki-san?"
"Kita akan pergi ke game center …."
.
[0_0]
.
Skip Time : Game Center
"Apa alasanmu untuk membawaku ke sini, Uzumaki-san?"
Naruto menjawab dengan santai, "Apa lagi kalau bukan bermain? Itu semua dikarenakan aku tidak tahu sama sekali apa yang kau inginkan. Maka dari itu, aku ingin mencari hadiah untukmu dengan caraku sendiri."
Mendengar itu membuat Yotsuba tersentak. Ia kemudian tersenyum dan berkata, "Baiklah kalau begitu. Ayo kita bermain!"
Setelah itu, mereka memainkan banyak permainan. Mereka menghabiskan dua jam di sana untuk mencoba hampir seluruh permainan yang ada di sana. Sampai mereka berakhir pada crane game yang benar-benar sangat menghabiskan waktu dan membuat Naruto frustasi.
'Kalau seperti ini caranya, mau tidak mau harus diambil satu per satu.'
Mengapa ia berpikir seperti itu? Itu dikarenakan boneka yang ia cari hanya tersisa satu saja. Tidak hanya itu, boneka itu berada di bagian paling bawah crane game tersebut. Itu membuatnya harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan boneka yang ia targetkan sebagai hadiah untuk Yotsuba.
Satu jam kemudian, Naruto terlihat senang karena berhasil mendapatkan boneka yang ia cari. Ia kemudian memberikannya kepada Yotsuba dan berkata, "Ini untukmu …."
"Arigatou, Uzumaki-san!"
Yotsuba menerima dan memeluk boneka yang diberikan oleh Naruto dengan senang. Ternyata, itu adalah boneka kelinci. Melihat itu membuat Naruto tersenyum dan membalas, "Douitashimashite, Yotsuba."
"Ngomong-ngomong, mengapa kau memilih boneka kelinci ini sebagai hadiah untukku? Padahal banyak boneka lain yang bisa Uzumaki-san berikan kepadaku."
"Alasannya adalah ini," ucap Naruto sembari memegang pita yang Yotsuba kenakan. Ia kemudian melanjutkan, "Telinga boneka itu sudah seperti pita yang kau gunakan. Dengan kata lain, boneka itu mengingatkanku soal dirimu …."
"U-uh …."
Respon dari Yotsuba dibarengi dengan semburat merah yang muncul dari wajahnya. Gadis itu tidak berkutik sama sekali. Naruto yang menyadari itu pun ikut merona.
"M-maaf jika aku mengatakan yang tidak-tidak."
"Tidak apa-apa, Uzumaki-san," ucap Yotsuba sembari menggelengkan kepalanya. Ia kemudian menyadari sesuatu dan berkata, "Uzumaki-san, apa yang akan kita lakukan dengan semua boneka yang sudah kau dapatkan? Kita tidak mungkin membiarkan ataupun mengembalikan ini semua, kan?"
Naruto tersenyum dan berkata, "Tenang saja. Untuk itu, aku sudah memiliki solusi yang tepat."
.
.
.
To Be Continued
.
.
Notes : Fic ini terinspirasi oleh beberapa fanfic tertentu dengan crossover Naruto x Quintessential Quintuplets. Hmm, ini project kedua gua dengan tipe fic yang multichapter. Gua bikin alurnya semi-canon tapi dengan banyak perubahan. Chapter 46 Up, jadi tolong buat reader gausah banyak protes dan Stay tune aja ye. Cukup doain gua biar banyak ide + sehat, secara perlahan nanti gua coba sebisa mungkin buat tamatin fic ini. Soalnya gua tim begadang buat ngelarin ini fic.
Next, gue gak bisa ngejawab review kalian satu per satu karena terlalu malas. Gua minimal baca review dari kalian, dan maksimal berakhir dengan baca PM dari reader or whoever else. Next. Jika fic ini diplagiat oleh oknum sampah yang nggak bertanggung jawab + tidak mendapat perizinan dari gua, bahkan gak naruh nama gua di tempat di mana dia ngepost cerita ini. Tolong bantu report / PM ke gua. Biar gua tinggal ikutan jadi tim report. Sebagai catatan, gua hanya memiliki akun FFN. Tidak ada yang di luar platform yang gua sebutkan.
Lagi dan lagi, gue ingin mempromosikan sesuatu di sini. Gue telah bergabung dengan sebuah Group Chat WhatsApp yang bernama Fanfic Community Indonesia, yang berisikan banyak author dan reader fanfiksi, bahkan platform lain. Di grup tersebut terdapat cukup banyak author senior, ataupun author baru seperti gue. Kepada siapapun yang berminat untuk bergabung, silahkan PM gue baik melalui web, ataupun aplikasi. Join with us! Feel like home! Let's move together!
Sepertinya hanya itu saja pesan gue kepada kalian. Sampai jumpa lagi. Jaa na!
FCI. Cursed-Eternal Out
