Akibat tidak melaksanakan perintah dari Yang Mulia Konan Yahiko dan Sasori disuruh kayang setengah hari dan tidak mendapat jatah cemilan kue. Saat ini juga Sasori dan Yahiko masih kayang setiap kali mau berpindah tempat sampai ditatap aneh sama penghuni lainnya.
Tatapan mereka setiap kali melihat Yahiko dan Sasori kayang seperti melihat kecoa segede gaban yang kalaupun disemprot pake baigong satu kaleng pun engga berefek. Serem puoll apalagi kadang Yahiko suka berteriak karena tangannya tidak kuat.
"Serem banget ni rumah, un," gumam Deidara sambil menuangkan air hangat ke gelas, wajahnya pucat dan diselimuti ketakutan, melihat Sasori dan Yahiko merayap di lantai bagai cicak tapi kebalik, untungnya ga pake wig panjang.
"Udah mirip rumah hantu ye gak?" celetuk Zetsu, dia juga sama seperti Deidara tapi masih di taraf normal.
Deidara tertawa renyah, terus lari ke lantai dua sambil bawa gelas plastik bergambar bebek kecil.
"Sas, kasian banget si Dei sampe ketakutan gitu liat lo jalan sambil kayang."
"Diem lu Tsu," sambar Sasori.
"Hahaha, makanya kalo ada tugas dari Konan tuh dilakuin bukannya malah ditinggal nonton sinetron."
Sasori bangkit berdiri, mengambil gelas keramik warna merah metalik miliknya, menuangkan air dari teko dengan wajah masam, kedua tangannya berdenyut nyeri, sesakit itu tangannya karena hukuman kayang dari Konan.
"AAAAARRRGHHHH!"
Itu adalah jeritan kesakitan saat Yahiko dari lantai atas, sepertinya terjadi sesuatu.
"Bentar lagi puasa ..."
Tiba-tiba muncul Itachi yang sedang menggunakan masker wajah, kemunculan Itachi yang tiba-tiba bikin Zetsu dan Sasori terkejut sampai loncat.
"Gua kira mbak kunti dari goa uler namu ke sini."
"Itachi, lu ngagetin aja."
"Ya maap, kalian udah siap puasa?"
"Siap ga siap harus siaplah!"
Zetsu berbisik, "Sutradara yang gak siap, dia harus nahan napsunya untuk ga bikin shounen-ai sebulan."
Sasori dan Itachi kompak mengangguk.
"Si Kuju mana gais?"
Datanglah dukun sesat kesayangan kita semua.
"Udah pergi ke kantor dari pagi," jawab Zetsu.
Hidan cemberut, persis kaya cewe ditinggal pergi pacarnya. "Padahal aku mau minta uang jajan."
"Mending minta uang belanja sana ke Konan terus belanja buat makan malem sama Kisame," kata Itachi."
Hidan memonyongkan bibirnya, padahal dia sudah lupa kalau hari ini dia piket dan ingin jajan ke kedai mochi. "Si Kisame mana?"
"Kayaknya lagi beres-beres kamarnya, samperin aja."
"Semangat belanjanya," kata Sasori dengan nada menyindir.
"Kalau kakinya udah cape, telepon si Kuju aja biar dianter pake mobil," saran Zetsu.
Tak lama setelah Hidan jalan menuju tangga, mereka melihat penampakan Yahiko sedang berjalan kayang ke arah mereka.
"Kabur gais, ada hantu kayang mendekat," bisik Itachi.
"Gua klo mau lari harus kayang anjir."
"Itu mah masalah lo bukan masalah kite berdua," sahut Zetsu.
"TOLONG AMBILIN MINYAK TAWON DONG!"
"HANTU KAYANGNYA NGEDEKET GESS SEREMMM! LARIIII!"
Itachi, Sasori dan Zetsu kompak lari ke taman, meninggalkan Yahiko sendirian yang baru sampe di dekat meja makan.
"JAHAT BANGET KALIAN! AKU BUKAN HANTU!"
