The Black Pheonix

Chapter 1

Disclaimer : Aku tidak memiliki Naruto atau Highschool DxD


Underworld

Neraka adalah tempat bagi para iblis, pasti banyak yang mengira bahwa neraka atau dunia bawah adalah tempat yang sangat mengerikan atau sebagainya. Tapi itu semua salah, saat ini kita bisa melihat dunia bawah terlihat seperti dunia manusia pada umumnya. Di dunia bawah memiliki langit yang berwarna ungu, dan memiliki beberapa kota yang indah dan di megahi dengan gedung-gedung yang tinggi.

Sebagian tanah di dunia bawah ini dimiliki oleh keluarga iblis. Yang paling terlihat ada keluarga iblis berdarah murni dari 72 pilar.

Iblis juga memiliki musuh besar seperti, malaikat dan malaikat jatuh. Malaikat yang jatuh adalah malaikat yang telah menyerah kedalam dosa dan telah di jatuhkan dari surga oleh sang maha pencipta. Malaikat jatuh mendapatkan tempat di wilayah dunia bawah, berdampingan dengan iblis.

Tiga faksi,Iblis dan malaikat serta malaikat jatuh. Mereka mengalami perang besar. Di sisi Iblis di pimpin oleh Iblis Licifer, lalu di pihak Malaikat, di bawah kepemimpinan Sang maha pencipta, Tuhan dalam Alkitab. Serta di pihak Malaikat jatuh, di bawah pimpinan, Azazel. Dari perang itu, menewaskan Tuhan dalam alkitab dan satan Lucifer.

Beberapa dekade kemudian setelah perang besar berakhir. Di dunia bawa terjadi perang antar saudara. Perang antara klan pengikut satan, yang dikenal fraksi satan lama dan Fraksi anti satan. Perang telah memakan korban, banyak dari keluarga 72 pilar meninggal dan hanya menyisahkan 34 pilar.

Perang telah berlangsung hampir satu dekade, yang dimenangkan oleh fraksi anti satan. Kemenangan itu di menangi berkat lima iblis muda yaitu, Naruto Phenex, Sirzech Gremory, Ajuka Astaroth, Falbium Glasya-Labolas, dan Serafall Sitri. Mereka adalah iblis muda berbakat, dengan kekuatan dan kepintaran mereka, fraksi anti satan memenangi perang saudara. Dan yang paing menonjol di antar mereka adalah Naruto Phenex dan Sirzech Gremory.

Naruto dengan kekuatan keabadian dan api hitam yang beda dari keluarga phenex lainnya. Api milik Naruto di katakan sangat kuat karena bisa membakar segala jenis barang dan api pada umumnya, dan Sirzech dengan kekuatan pengahncur. Naruto dan Sirzech adalah sahabat dan saingan,Mereka telah berteman saat mereka masih muda sekali. Mereka berdua telah mengalahkan pemimpin fraksi old satan yaitu Rizevim Lucifer.

Setelah perang, beberapa minggu kemudian, para tetua iblis ingin Naruto dan yang lainnya mengambil gelar maou fraksi lama, yang terdiri dari Lucifer, Beelzebub, Leviathan, dan Asmodeus. Untuk Naruto dan Sirzech mereka berdua harus bertarung untuk memperebutkan gelar maou Licifer.

Naruto dan Sirzech bertarung, pertarungan itu memakan hampir lima hari. Mereka berdua bertarung hingga tetes darah terakhir. Pertarungan itu sangat sengit, namun setelah beberapa hari akhirnya Sirzech Gremory keluar sebagai pemenang. Naruto pingsan karena kekuatan dan energinya terkuras habis.

Saat ini di rumah sakit dunia bawah, di ruangan vip rumah sakit. Di dalam ruangan ada tempat tidur untuk pasien yang cukup besar, dan ada seseorang pemuda yang sedang tertidur pulas. Pemuda itu terlihat berambut pirang acak-acakan, dia mengenakan pakaian khas rumah sakit. Dia adalah Naruto Phenex, dan disebelah Naruto ada seorang perempuan yang sedang duduk dan memegangi tangannya. Perempuan yang sedang duduk memiliki paras yang cantik dan dengan mata pink dan berambut hitam yang di ikat twin-tail. Dia adalah Serafall Sitri. Naruto dan Serafall selama perang saudara, mereka telah manjalib hubungan sangat dekat. Hingga perang berakhir, Naruto dan Serafall memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.

Serafall kini setia menuggu sang kekasih bangun dari tidurnya. Dia sudah berada di rumah sakit sejak Naruto di bawa ke sini. Lady Phenex menyarankan dia untuk pulang dan beristirahat namun dia menolak. Lady Phenex tidak bisa membantah dan membiarkan Serafall menjaga Naruto.

Naruto mulai membuka matanya, terlihat mata biru safir yang indah. Naruto melihat ke samping dan mendapati orang yang sangat dia cintai, lalu dia melihat sekitar, dan ternyata dia berada di rumah sakit. Serafall melihat ke arah Naruto.

"Naru-tann! Kau sudah Bangun." Serafall berkata lalu segera memeluk Naruto dengan erat.

"Ya, aku sudah bangun Sera-chan." Naruto berkata dengan tersenyum, lalu membalas peukan Serafall.

"Sudah berapa lama aku di rumah sakit, Sera?" Tanya Naruto. Serafall segera melepaskan pelukannya.

"Kau sudah di sini, selama dua hari." Ujar Serafall.

"Jadi, begitu ya." Naruto berkata lalu melihat langit-langit kamar.

"Besok adalah hari penobatan kami Naru-tan." Ujar Serafall dengan menatap Naruto. Pria pirang itu menatap Serafall dan tersenyum.

"Aku pasti akan datang, Sera-chan." Ujar Naruto, Sera yang mendengar itu, tiba-tiba memeluknya.

Naruto dan Serafall menghabiskan waktu bersama hari itu di kamar rumah sakit. Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda lalu Serafall mulai menyuapi Naruto.

"Buka mulutmu Naru-tan." Sera berkata dan mulai menyuapi Naruto. Pria pirang itu dengan lahap memakan makanan yang di suapi Serafall.

Setelah menghabiskan waktu bersama Serafall kembali ke kediaman sitri untuk menyiapkan diri untuk hari penobatan.

Keesokan harinya, hari dimana Sirzech, Ajuka, Serafall, dan Falbium menyandang gelar maou sebagai. Sirzech Licifer, Ajuka Beelzebub, Serafall Leviathan, dan Falbium Asmodeus. Naruto hanya melihat mereka dari kerumunan para iblis untuk sesaat lalu pergi dari tempat itu.

Besoknya, Kediaman Phenex dikejutkan dengan kepergian Naruto yang tib-tiba. Saat Lady Phenex memasuki kamar Naruto di meje sebelah tempat tidur terdapat kertas yang di tinggalkan Naruto.

Dear, Mom

Maaf aku pergi tiba-tiba begini ibu. Aku tidak ingin kamu khawatir jadi aku meninggalkan surat ini. Aku akan pergi untuk sementara waktu, jadi jangan perlu khawatir. Aku rasa aku belum cukup kuat untuk saat ini, jadi aku akan pergi berlatih di dunia manusia. Dan titipkan salam ku juga untuk otou-sama dan ruval dan kepada Serafall.

Salam, Anakmu terkasih Naruto Phenex.

Lady Phenex, membaca surat Naruto sambil mengeluarkan air mata. Setelah membaca itu dia segera memberitahukan kepada suaminya. Dan seluruh kediaman di keluarga Phenex mulai heboh tentang keperigan sang pewaris, Naruto Phenex.

Serafall yang mendengar perkataan Lady Phenex, tentang kepergian sang kekasih, dia menangis dengan sangat keras. Bahkan Lady Phenex dan Lady Sitri bingung untuk menenangkannya bagaimana. Setelah kepergian Lady Phenex dari kediaman Sitri, Serafall mulai berhenti untuk menangis. Orang tuanya tau betapa Serafall sangat mencintai Naruto, mereka ikut sedih dengan kepergian Naruto.

Sirzech, Ajuka dan Falbium yang mendengar Naruto pergi juga merasa sedih namun tidak berlangsung lama seperti Serafall. Mereka hanya berharap agar Naruto segera kembali. Setelah Naruto meninggalkan Underworld, Serafall mulai tidak seceria saat masih bersama Naruto. Beberapa hari kemudian di Underworld Nama Naruto mulai di kenang sebagai Pahlawan bersama empat Maou. Naruto The Black Pheonix, itulah julukan Naruto di Underworld, karen apinya yang berwarna hitam, beda dari anggota Phenex lainnya.

Dua ratus tahun kemudian, Dunia Manusia

"Haha, ikanku lebih banyak darimu kali ini Naruto." Ujar seorang pria yang lagi memancing.

"Ya,ya kau menanh kali ini Azazel." Ujar Naruto.

Ya, itu adalah Naruto Phenex. Dia saat ini sedang memancing di kota kuoh bersama sahabatnya, yaitu pria berambut hitam dan emas di depannya, dan dia mengenakan jaket merah maroon yang menampilkan dadanya saja dan mengenakan celana panjang abu-abu serta sepatu kulit coklat. Dia adalah Azazel, pemimpin atau Gubernur Grigori, dan dia adalah Malaikat jatuh.

"ternyata memancing bisa sesenang ini, melakukan hal seperti ini dan melupakan masalah-masalah yang ada." Ujar Azazel.

"Ya, kau benar." Naruto membalas dengan tersenyum.

Mereka berdua telah bersahabat saat Naruto pertama kali datang ke dunia Manusia. Mereka bertemu du sebuah Bar, di kota tokyo. Naruto dan Azazel memiliki sedikit spar lalu mereka menjadi sahabat sampai sekarang.

Naruto juga, telah menjelajahi beberapa tempat seperti, wilayah shinto. Dia bertarung dengan dewa Susanoo dan bertemu dengan dewi Amaterasu dan Tsukuyomi. Mereka menjalin hubungan baik, serta wilayah para dewa olimpus. Dia bertemu dengan Zeus dan memiliki spar yang adil, meskipun dia kalah. Dia juga berteman baik dengan Hermes. Lalu ada Aphrodite yang mencoba untuk menggodanya, namun dia bisa menahan godaan dewi tersebut, membuat dewi sang sedih. Lalu dia belajar strategi perang dengan dewi Athena. Dewi itu memberikan Naruto pembelajaran selama beberapa minggu. Naruto berteman baik dengan para dewa, lalu dia mulai meninggalkan para dewa. Dia juga sempat bertarung dengan malaikat agung yang memiliki api suci, Uriel. Mereka bertarung dan mengetes Apkah Api hitam Naruto bisa mengalahkan Api suci milik Uriel, lalu Naruto keiar sebagai pemenang, namun Uriel memberikan bekas luka bakar di badannya. Naruto juga berteman dengan Michael dan Gabriel.

Setelah puas berkeliling dunia diapun memutuskan untuk menetap di kota kuoh dan bergaul bersama Azazel, lalu disinilah mereka.

"Jadi, apakah kau pernah berpikir untuk balik ke dunia bawah?" Azazel bertanya.

"Aku tidak tahu." Naruto hanya menjawab dengan tenang.

"Mungkin kau harus memikirkan untuk kembali ke rumahmu, Naruto." Azazel menyarankan. Lalu menatap Naruto.

"Hmm, mungkin kau benar. Sudah lama sekali aku belum pulang." Ujar sang iblis.

"Azazel, kokabiel bertindak lagi." Datang suara dari belakang, milik pria muda berambut silver. Dia adalah Vali, murid Azazel.

"Naruto, sebelum kamu pulang bisakah kamu melakukan sesuatu untukku?" Azazel bertanya.

"Mungkin aku bisa meregangkan badanku, sudah lama tidak bersenang-senang." Naruto mulai berdiri dan meregangkan badan. Azazel yang melihat itu hanya tersenyum.

"Terima kasih bung." Ujar Azazel, Namu Naruto sudah pergi.

Akademi Kuoh

Terlihat ada seseorang dengan Lima pasang sayap hitam yang sedang terbang. Dia memiliki rambut hitam yang cukup panjang, dan memiliki telinga seperti elf, dan dia memiliki mata merah. Dia adalah Kokabiel, Malaikat jatuh dan salah satu malaikat jatuh terkuat di Grigori.

"Mulai, sekarang aku akan memulai perang lagi! Dengan kepala dari pewaris gremory, yang sangat cantik, aku akan memberikan hadiah yang bagus bagi Sirzech!" Ucap Kokabiel dengan wajah psikopat.

Kokabiel segera melesat terbang ke arah gadis berambut merah panjang dengan pedang cahaya. Gadis berambut hitam merek bob berteriak ke arah teman berambut merahnya.

"Rias awas!!"

"Buchou!"

Sebelum Kokabiel sampai ke arah gadis merah atau Bernama Rias, sosok dengan sayap api hitam mendekat dengan cepat dan segera menebas sayap kokabiel dengan pedang seperti katana yang di tuupi api hitam pekat.

"Argh!" Kokabiel berteriak setelah di tebas oleh katana berapi. Kokabiel menatap pelaku itu, mulai menganalisa dia.

"Tidak kusangka, salah satu pahlawan perang datang." Kokabiel berkata dengan tersenyum psikopat.

Pria itu adalah Naruto yang menebas sayap Kokabiel. Naruto menatap kokabiel dengan datar sambil terbang di depannya. Para iblis di bawah terkejut karena pria yang baru datang dengan mudah bisa menebas sayap milik Kokabiel. Mereka saja yang sudah bertarung dari tadi belum bisa menyentuh Kokabiel. Mereka menatap pria itu dari belakang, dia memiliki sayap api hitam dan berambut pirang dan dia membawa katana yang di tuupi oleh api hitam. Gadis dengan rambut hitam mode bob atau bernama Sona, dia dengan kepintarannya tidak bisa mengenal pria dengan sayap api hitam.'Aku harus bertanya pada nee-sama tentang pria ini.' Ujar sona dalam hati.

"Cukup basa-basinya, Azazel menyuruhku untuk membereskanmu." Naruto berkata dan bersiap untuk menebasnya lagi.

"Datanglah kemari Phen-" sebelum dia selesai berkata, dia telah di tebas dengan katana yang di lapisi oleh api hitam. Lau tubuhnya mulai dilahap oleh api hitam sampai habis. Naruto yang menatap itu turtun kebawah, dan melihat para iblis muda.

"Kalian sudah aman sekarang." Ujar Naruto lalu berbalik untuk pergi.

"Tunggu, apa kau adalah Iblis?" Tanya Sona kepada Naruto.

"Kau terlihat mirip dengan Sera-chan" bukannya menjawab Naruto malah berkata lain. Lalu dia langsung terbang melesat ke langit malam, tanpa menunggu tanggapan Sona.

Mereka kebingungan untuk sesaat, sampai wajah mereka menunjukkan keterkejutan, pria itu mengenal Leviathan-sama. Itulah yang ada di pikiran oleh mereka. Sementara Sona, dia mulai menunjukkan wajah penasaran. Dia akan pergi menginterogasi kakaknya setelah membereskan tempat ini.

Naruto saat ini berada di apartementnya, dia baru selesai mandi dan sedang memakai baju untuk pergi tidur. Naruto melihat jendelanya dan melihat bulan yang bersinar terang. Dia tersenyum.'Rumah ya." Dia berkata dalam hati.

Naruto berpikir untuk pulang ke rumahnya, sudah sangat lama dia tidak pulang kerumah. Selama dia di dunia manusia, dia telah mendengar banyak hal dari keluarganya. Dia mendengar bahwa Ruval adiknya sekarang sudah menikah dan memiliki anak, padahal saat di pergi dari rumah, dia masih anak yang sangat polos tapi sekarang dia sudah memiliki anak. Dan dia telah mendengar tentang evil pieces, dan rating game. Lalu dia mendengar Ruval telah menempati sepuluh peringkat teratas rating game dan dia juga akan di promosikan sebagai ultimate-class devil. Lalu dia mempunyai adik laki-laki lain, yang bernama Raiser. Dia mendengar bahwa Raiser punya sifat arogan. Dia agak membenci orang yang arogan jadi dia akan memberikan adiknya itu beberapa pelajaran saat dia pulang. Lalu adik perempuannya, dia adalah Ravel. Lalu dia mengingat wajah Serafall yang tersenyum padanya. 'Sera, aku akan segera pulang. Tunggu aku.' Naruto berkata dalam hati. Dia segera tidur setelah mengingat-ingat rumahnya.

Underworld, Phenex Mansion

Di sebuah Mansion yang sangat besar, kita bisa melihat ada seseorang yang sedang duduk di balkon. Dia adalah Lady Phenex, dan dia adalah ibu dari Naruto, Ruval, Raiser, Dan Ravel. Dua saat ini sedang duduk sambil di temani oleh seorang maid yang sedang berdiri di sebelahnya. Lalu pintu besar di belakangnya terbuka, dan dia melihat ada gadis kecil yang datang mendekat. Dia adalah tiruan sempurna dari dirinya, namu ini lebih muda. Itu adalah Ravel Phenex.

"Mama." Panggil Ravel sambil berjalan mendekat ke ibunya.

"Ya Ravel ada apa?" Lady Phenex menjawab dan menatap maid di sebelahnya." Tololng, tinggalkan kami sebentar." Dia berkata dengan lembut, maid yang mendengar itu segera berjalan keluar ruangan.

"Kami sedang apa mama?" Ravel bertanya lalu duduk di kursi sebelah ibunya.

"Aku hanya bersantai dan menenangkan diriku, anakku." Lady Pheneex berkata dengan lembut.

"Mama, aku ingin bertanya sesuatu padamu." Tanya Ravel dengan bersemangat.

"Apa yang ingin kau tanyakan." Lady Phenex berkata dengan mengangkat alisnya.

"Ruval nii-sama, pernah bilang kalau kita memiliki seorang kakak. Jadi aku penasaran, seperti apa dia." Tanya Ravel.

Lady Phenex yang mendengar itu wajahnya menjadi sedih namun kembali normal dalam sesaat. Dia sedih karena mengingat Anak sulungnya. Anaknya itu sudah sekitar dua abad pergi meninggalkan rumahnya. Lalu dia mulai tersenyum dan menceritakan Ke Ravel tentang bagaimana sosok Naruto Phenex.

"Apakah, dia akan menyukaiku saat dia pulang nanti?" Ravel bertanya, setelah dia mendengar cerita ibunya.

"Aku yakin dia akan menyayangimu anakku, karena kakakmu itu sangat penyayang terhadap keluarganya." Lady phenex menjeda."Tapi aku tidak yakin kalau terhadap Raiser." Lady Phenex berkata dengan tertawa pelan.

"Aku yakin, Naruto nii-sama pasti akan menendang pantatnya kalau dia tau bahwa, Raiser nii-sama adalah orang yang arogan." Ravel berkata dengan tertawa pelan.

Lady Phenex yang melihat itu hanya tersenyum, lalu memikirkan tentang Naruto. Kapan dia akan pulang kerumah dan bertemu dengannya lagi. Dia pernah mendengar rumor bahwa seorang pria menggunakan api hitam berada di wilayah dewa olimpus. Dia khawatir saat mendengar rumor itu. Dia tau Naruto adalah iblis dengan api hitam, jadi bisa saja itu anak sulungnya. Dia hanya bisa berharap anaknya baik-baik saja.

Sitri Mansion

Sementara itu, di sebuah ruangan besar terlihat seorang gadis berambut hitam mode bob, sedang berbincang dengan wanita berambut hitam panjang dan memiliki waja yang mirip dengannya.

"Kaa-sama, apakah Nee-sama ada di rumah?" Sona bertanya pada ibunya yaitu Lady Sitri.

"Sera sedang bersama ayahmu, mereka sedang berada di perpustakaan keluarga." Lady Sitri menjelaskan.

"Baik, terima kasih Kaa-sama." Soa berujar lalu pergi. Sona bergegas ke perpustakaan milik keluarganya. Saat di sampai di sana dia melihat kakaknya dan ayahnya berada di dalam. Sebelum dia berkata dia di kejutkan dengan pelukan yang tiba-tiba.

"So-tan! Aku merindukanmu." Serafall sang kaka memeluk Sona dmdengan erat.

"Nee-sama aku tidak bisa bernafas." Sona berteriak, saat wajahnya terjepit di antara dua bola besar milik Serafall.

Sona segera melepaskan pelukannya dan menatap sona dengan sedih."Mou, So-tan Nee-samamu ini merindukanmu jadi wajar Nee-sama memelukmu seperti itu." Serafall berkata, lalu segera tersenyum.

"Aku tau nee-sama, tapi ini penting aku punya pertanyaan untukmu." Sona berkata. Ayaha mereka yang melihat kejadian itu tertawa pean lalu mendengar Sona ingin bertanya kepada kakaknya adalah suatu keajaiban. Dia memanggil mereka untuk duduk bersama di dalam perpustakaan.

"Apa itu so-tan?" Serafall bertanya setelah duduk di sebelah Sona.

"Aku ingin bertanya tentang, pria yang menggunakan api hitam dan sayap api hitam." Sona bertanya.

Serafall yang mendengar itu langsung memikirkan wajah Kekasihnya yang sudah lama tidak dia liat. Dia menatap Sona lagi.

"Memangnya kenapa dengan pria itu." Serafal mulai penasaran dengan pertanyaan Sona.

"Kemarin Aku dan Rias Di serang oleh malaikat jatuh bernama Kokabiel." Sona berkata.

Serafall dan Lord Sitri mendengar langsung menjadi marah. Serafal segera memeluk Sona lagi.

"Apakah kau baik-baik saja? Dasar Azazel, dia tidak bisa mengatur anak buahnya." Serafall berkata setelah melepaskan pelukannya dari sona.

"Aku baik-baik saja, Pria yang menggunakan api hitam membantu kami dengan membunuh Kokabiel dengan sangat mudah." Ujar Sona."Jadi aku ingin bertanya padamu soal pria yang menggunakan api hitam dia juga memiliki rambut pirang, dan sepertinya dia mengenalmu Nee-sama." Setelah menjelaskan panjang lebar, Sona melihat kakaknya yang tiba-tiba menangis. Dia berpaling dan melihat ayahnya dengan penasaran.

"Jadi begini Sona du-" Lord Sitri belum sempat menjelaskan, dia sudah dihentikan oleh Serafall.

"Biar aku yang menjeaskan Otou-sama." Serafall menjeda. Serafall mulai menceritakan perang saudara yang terjadi, dan menceritakan saat dia bersama Naruto yang berperang bersama. "Lalu dia bertarung dengan Sir-tan, namun Sir-tanlah yang menjadi pemenang. Setelah itu dia pergi meninggalkan dunia bawah, dan sampai sekarang dia belum kembali sampai kau memberitahukan aku tentang ini. Aku bahagia mendengar bahwa dia baik-baik saja." Serafall menjelaskan dan mulai berkaca-kaca.

Sona melihat kakaknya mulai akan menangis lagi Bingung tentang hubungan mereka.

"Jadi, Sona. Pria yang kau maksud ini, dia adalah kekasih dari kakakmu yang pergi meninggalkan dunia bawah selama dua ratus tahun yang lalu." Lord Sitri menjelaskan.

Sona jelas kaget dengan berita terbaru ini. Ternyata kakaknya memiliki seorang kekasih yang telah pergi meninggalkan dia selama dua ratus tahun. Dia msih tidak menyangka. Setelah itu Sona segera balik ke dunia manusia sambil mencerna semua perkataan mereka. Pria dengan api hitam dan iblis yang menjadi pahlawan bersama empat maou. Dia makin penasaran dengan pria itu.

Gremory Mansion

"Jadi, apa kau tahu pria itu Onii-sama?" Terlihat rias bertanya kepada Sirzech.

"Jadi, dia sudah kembali ya." Sirzech setelah mendengar penjelasan Rias, di menatap keluar jendela lalu tersenyum.

"Ya, aku tau siapa pria yang kau maksud." Sirzech mulai menceritakan pria yang dimaksud oleh Rias. Gadis berambut merah itu mencoba untuk mencerna cerita tentang pria itu. The Black Pheonix. Itulah julukan yang di katakan oleh kakaknya tentang pria yang membantu dan menyelamatkan hidup mereka.

Phenex Mansion

Naruto terlihat berdiri di depan gerbang besar milik keluarga Phenex, ada logo Pheonix besar di depan gerbang. Dia menarik nafas dan mulai menghembuskannya. Dia merasa gugup, bagaimana tanggapan ayahnya kepdanya, atau ibunya? Pasti ibunya akan membunuhnya karen lergi seama dua ratus tahun. Dia mulai berjalan masuk, saat dia di dalam dia bisa melihat ada sedikit perubahan. Dia mulai pergi mencari keberadaan ayah dan ibunya.

"Oi, siapa kau? Dan kenapa kau di sini." Kata suara dari belakang Naruto. Dia berbalik dan melihat, suara itu milik pria berambut pirang dan mengenakan kemeja berwarna putih yang menampakkan dadanya serta setelan jas merah maroon. Dia adalah Raiser Phenex.

"Aku?"Naruto membalsnya.

"Ya, kamu dasar idiot." Raiser marah dan mulai menembakkan apinya. Dia melemparkan api kepada Naruto sebesar bola basket.

Naruto melihat serangan yang datang hanya menatap itu dengan tenang. Saat api akan mengenainya, dia menjentikkan jarinya dan tiba-tiba api milik raiser di tutupi oleh api hitam dan api hitam mulai melahap api raiser sampi hilang.

"A-apa? Apa yang kau lakukan?" Raiser bertanya dengan kebingungan. Kenapa apinya bisa di lahap oleh Api hitam.

"Oh? Aku hanya melahap Apimu menggunakan Api milikku." Naruto menjawab sambil tertawa pelan.

Raiser melihat Naruto tertawa mulai menjadi lebih marah. Dia muali akan menembakkan api yang lebih besar sampai suara datang.

"Raiser, hentikan itu sekarang juga." Suara itu milik Lady Phene. Ibunda mereka berdua datang berjalan bersama Ravel.

Naruto yang mengenal suara itu berbalik dan menatap ibunya dengan senyuman. Sebelum dia berkata, tiba-tiba ibunya memeluknya dengan erat.

"Anak bodoh! Kenapa kau baru datang, hiks hiks hiks." Lady Phenex memeluk Naruto lalu mulai menangis di peukkannya.

"Maafkan aku Okaa-sama." Naruto membalas pelukkan itu dan tersenyum pada ibunya.

Mereka berpelukkan selama hampir satu menit, setelah itu Lady Phenex melepaskan pelukkannya dan menampar Naruto tapi tidak terlalu kuat.

Plakk!

Naruto yang menerima tamparan itu hanya tersenyum karena dia tau dia pantas mendapatkan itu. Dia memgang pipinya yang di tampar dengan menatap ibunya.

"Selamat datang dirumah, Naruto." Lady Phenex berkata dengan Lembut.

"Aku pulang Okaa-sama." Naruto membalas dengan lembut.

xxxxx

Beberapa jam kemudian, Lady Phenex segera mengadakan pesta kembalinya Naruto ke rumah mereka. Ruval yang melihat kakaknya hanya tersenyum bahagia dan memeluknya, dia segera memperkenalkan istrinya dan anaknya yang masih bayi. Lalu Lord ohenex yang melihat Naruto hanya merasa bangga dengannya, karena mendengar rumor yang beredar tentangnya yang berada di wilayah dewa olimpus.

Kini mereka sedang berada di meja makan keluarga. Naruto merasa bahagia lagi ketika duduk di sini setelah sekian lamanya. Dia bisa melihat ada adik kecilnya Ravel phenex, dan ternyata pria arogan yang menyerangnya adalah adiknya yang bernama Raiser Phenex. Dia mulai melihat Ibunya.

"Jadi, Naruto apa yang kau lakikan selama ini." Lady Phenex bertanya. Lord Phenex dan Ruval serta Ravel penasaran dengan perjalanan Naruto.

Naruto mulai menceritakan perjalanannya selama dua ratus tahun. Saat dia bertemu dengan Azazel dan lergi ke wilayah Shinto, dan wilayah Olimpus serta melawan Uriel. Semua di situ mendengarkan dengan saksama, selain Raiser yang tidak tertarik dengan kakaknya yang pergi dan baru saja kembali. Dia merasa benci terhadap kakaknya, karena dia telah mencuri perhatian dari semua keluarganya kepadanya.

Ruval Menatap kakaknya dengan kagum. Terakhir kai di melihat kakaknya, waktu dia masih kecil. Naruto yang melihat ke arah Ravel yang malu-malu, tersenyum .

"Jadi, Ravel-chan kan? bagaimana harimu Imoto-chan." Ravel terkejut saat Naruto mulai bertanya pada dirinya. Dia masih merasa gugup di sekitar Naruto, tapi dia takjub dengan perjalanan kakaknya.

"a-a, aku baik-baik saja Naruto Nii-sama." Ujar Ravel dengan gugup.

"Hehe, baguslah." Naruto berkata dan tertawa pean melihat tingakh Ravel yang malu-malu, sangat lucu. Naruto, menghabiskan beberapa waktu dengan keluarganya. Setelah makan, saat ini dia bersama ibu dan ayahnya di ruang kerja ayahnya.

"Jadi, Naruto. Apakah kau akan tinggal lama atau akan segera kembali?" Tanya Lady Phenex kepada Naruto dengan agak sedih.

"Aku mungkin akan segera kembali ke dunia manusia Okaa-sama." Naruto menejda."Tapi jangan khawatir, aku akan sering berkunjung kemari." Naruto berkata dengan tersenyum. Ibunya yang mendengar itu hanya menganggukan kepala.

"Naruto, aku senang bertemu denganmu anakku." Lord Phenex berkata dengan tersenyum bangga dengan Naruto.

"Aku juga senang bertemu kalian semua lagi." Naruto berkata dengan tenang.

"Aku rasa, aku akan pergi sekarang Otou-sama, Okaa-sama." Naruto tersenyum, lalu memeluk ibunya dengan erat. Lord Phenex yang melihat itu, meninggalkan mereka berdua.

"Naruto, ibu senang kamu baik-baik saja. Aku sangat khawatir waktu mendengar ada pria menggunakan api hitam beraada di wilayah Dewa olimpus. Aku sudah mengira itu adalah kamu." Lady ohenex menjeda."Aku-aku." Lady Phenex mulai berkata dengan gelisah.

"Ibu, ibu. Tenanglah, aku baik-baik saja saat berada di sana." Naruto menenangkan ibunya.

"Aku tau, tapi sebagai seorang ibu. Aku sangat khawatir tentang keadaanmu kau tau." Lady Phenex berkata dengan kekhawatiran.

"Maafkan aku yang sudah membuatmu khawatir." Ujar Narto, ibunya mengangguk.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang." Tanya Lady Phenex kepada anak sulungnya.

"Aku akan mengunjungi Serafall sebelum berangkat ke dunia manusia." Ujar Naruto.

"begitu ya. Dan Naruto, apakah kau sudah memikirkan untuk menikah?" Tanya Lady Phenex dengan lembut.

"A-apa? Aku belum memikirkan tentang sesuatu seperti itu." Kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum.

"Kau harus mulai mempertimbangkan untuk menikah anakku. Aku ingin memeluk cucu kecil lagi." Ujar Lady Phenex sambil memikirkan untuk memeluk bayi kecil lagi.

"Ya, akan ku usahakan Okaa-sama." Ujar Naruto

"Baguslah." Balas Lady Phenex.

"Baiklah, aku akan segera pergi." Naruto berkata, lau segera berdiri dan bersiap untuk pergi. Lady Phenex melakukan hal yang sama. Dia memeluk Naruto lagi dengan hangat untuk beberapa menit.

"Jaga dirimu, Naruto. Aku menyayangimu." Ujar Lady Phenex saat melihat Naruto akan pergi.

"Aku juga Ibu." Setelah berkata, muncul lingkaran sihir dibawah Narutrto dengan di kelilingi api hitam besar. Setelah itu Naruto menghilang dari hadapan Lady Phenex. Sang Ibunda, melihat itu tersenyum hangat lalu melihat keluar jendela.

Sitri Mansion

Naruto sekarang berada di depan gerbang besar dengan logo Sitri di depannya. Naruto berjalan Masuk, dia mulai mulai berjalan menyusuri Mansion yang sangat besar. Dia melihat seorang maid yang berjelan mendekat.

"Ah, ano. Apakah Leviathan-sama ada di rumah?" Yanya Naruto kepada Maid.

"Y-ya, Leviathan-Sama sedang bersama Lady Sitri di ruang perpustakaan Sitri." Ujar Maid dengan gugup karen pria di depannya sangat tampan dan keren.

"Bisakah anda mengantar saya? Aku adalah teman dari Leviathan-sama, dari Klan Phenex." Ujar Naruto.

"Ah, baiklah." Sang Maid berkata lalu mulai mengantar Naruto ke perpustakaan.

Sesampainya di depan pintu perpustakaan, Maid yang mengantar Naruto pergi untuk meninggalkan dia. Naruto melihat pintu di depannya mulai mengetukkan pintu.

Knock! Knock! Knock!

Datang suara dari dalam, untuk menyuruh orang yang mengetuk pintu masuk. Naruto mendengar itu, membuka pintu dan melangkah masuk.

Serafall Pov

Aku dan ibu saat ini sedang membahas tentang masalah dunia bawah. Hanya seorang ibu yang bisa mengerti anak perempuannya lebih dari apapun. Kami berdua sedang duduk di perpustakaan keluarga, lalu kami mendengar suara ketukan pintu. Kami berdua peasaran siapa itu. Apakah itu So-tan lagi, atau Ayahku. Aku melihat ibu menyuruh orang yang mengetuk untuk masuk ke dalam. Aku melihat pintu terbuka dan seorang pria mulai masuk ke dalam.

Pria itu memiliki rambut pirang berantakan, dan menggunakan kemeja putih lengan pendek, dan celana panjang hitam serta sepatu hitam sebagai alas kakinya. Dia mulai masuk lebih dalam, dan terlihat dia memiliki mata biru sarir yang sangat indah. Pria itu menatap ku, tepat di mataku.

"Sera-chan, lama tidak berjumpa." Aku yang mendengar dia berkata, terkejut.

"NARU-TAN!" Aku berkata dengan kaget saat tau, kalau pria di depanku adalah pria yang sama, yang meninggalkan dunia bawah dua ratus tahun yang lalu.

Serafall Pov End

Naruto masuk ke daam dan melihat Serafall yang menatapnya. Di menatap Serafall balik. Lalu tersenyum ke arahnya.

"Sera-chan, lama tidak berjumpa." Naruto berkata dengan tersenyum.

"NARU-TAN!" Serafall membalas dengan wajah yang terkejut.

Lady Sitri melihat anak dai sahabatnya hanya tersenyum hangan ke arah. "Naruto-kun, sudah lama sekali:" kata Lady sitri.

"Lady Sitri, senang bertemu denganmu juga." Naruti membalas, membiarkan Serafall yang masih terkejut.

"Aku akan meninggalkan kalian berdua sebentar." Lady Sitri tertawa lembut, dan segera pergi untuk meninggalkan dua kekasih yang sudah lama tidak bertemu.

Setelah Lady Sitri pergi meninggalkan ruangan, Naruto menutup pintu ruangan. Dia segera duduk di sebelah Serafall. Dia memgang pipi Serafall dan tersenyum lembut.

"Ya, ini aku Sera-chan." Ujar Naruto, tiba-tiba wanita di depannya memeluknya dengan erat.

"hiks hiks hiks, Naru-tan. Aku merindukanmu." Ujar Sera dengan memeluk Naruto dan mulai menangis.

"Aku juga merindukanmu Sera." Naruto membalas pelukan Serafall dengan hangat. Dia membiarkan Serafall menangis di pelukkannya untuk beberapa menit.

Serafal dan Naruto, berpelukkan beberapa menit. Naruto membiarkan Serafall memeluknya denga sepuas yang wanita itu mau. Beberapa menit kemudian Serafall melepas pelukkannya dan menatap Naruto. Pria pirang itu melihat wajah Serafall dengan lembut dan menghapus air mata yang masih bercucuran.

"Sera, aku sangat senang bisa bertenu denganmu lagi setelah sekian lama." Naruto berkata dengan lembut.

"N-Naru-tan, jahat. Meninggalkan Sera, tanpa berpamitan." Sera berkata, yang masih nengeluarkan air mata.

"Maafkan aku Sera. Kalau aku berpamitan, Sera pasti tidak akan mengijinkanku untuk pergi." Naruto tersenyum hangat.

"Sera, pasti tidak akan mengijinkan Naru-Tan pergi." Serfall berkata dan mulai tersenyum. Naruto yang mendengar itu hanya tertawa lembut. Lalu dia maju dan mencium dahi Serafall. Wanita berdada besar itu menutup mata dan merasaka ciuman lembut Naruto.

"Naru-tan baik-baik saja saat berada di atas sana?" Serafall bertanya dengan penasaran. Setelah Naruto melepaskan ciumannya.

"Ya, Aku baik-baik saja di atas sana Sera-chan." Ujar Naruto yang masih tersenyum.

"Syukurlah." Sera membalas dengan senyuman lebar.

Lalu Naruto mulai menceritakan perjalanannya selama berada di dunia Manusia. Serafall mendengarkan dengan saksama, ada rasa khawatir saat tau Naruto bertarung melawan dewa shinto, Susanoo dan dewa terkuat, Zeus. Tapi dai dengan takjub bahwa Naruti sudah sekuat itu. Mungkin Naruto lebih kuat dari Sirzech sekarang.

"Jadi, begitulah Sera-chan. Lalu aku baru saja bertemu dengan Adik perempuan aku rasa, soalnya kalian berdua terlihat mirip." Naruto berkata dan tersenyum.

"Ya, adikku sudah menceritakan kejadian itu. Saat kau menyelamatkan mereka dari Kokabiel." Sera berkata dengan sedikit marah saat mengatakan Kokabiel.

"Yah, kokabiel ada malaikat jatuh yang paling susah di atur oleh Azazel. Jadi Azazel menyuruhku untuk memusnahkannya." Naruto menjawab untuk membela sahabatnya dari kemarahan pacarnya.

"Aku senangng kalau begitu Naru-tan." Ujar Serafall.

Naruto melihat Serafall Bahagia, dia juga merasa kebahagiaan dalam dirinya. Dia berjanji untuk tidak meninggalkan keluarganya dan Serafall, mulai sekarang. Dia akan menjaga mereka dengan nyawanya. Naruto tersenyum saat Serafall mulai menceritakan kehidupannya saat tidak ada Naruto. Naruto tertawa pelan saat Serafall mulai mengatakan kalau dia sudah menangis selama seminggu karena kepergian Naruto. Dan mereka menghabiskan waktu bersama hari itu, dengan kebahagiaan karena sekian lama tidak bertemu.

End.


Naruto Phenex Power

-Keabadian

-Memanipulasi Api hitam(Amaterasu di dunia Naruto)

-Katana(pemberian Susanoo)

-Master dalam Bertarung jarak dekat

-True form(di masa depan)

Naruto di sini lebih kuat dari Sirzech dan Azazel, dan dia juga lebih dewasa dibandingkan dengan Animenya. Jadi Naruto akan jadi Overpower dan Godlike!!! Karena aku suka overpower.

Siegrainn Out.