CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA


"Ai hamil"

BUAH!

"Sachou!"

"Ichigo!"

Teriakan dua wanita itu tidak berhenti Saitou Ichigo memukul Naruto dengan membabi buta. Melampiaskan kemarahannya ketika mendengar berita yang seharusnya tidak terjadi lagi dari mulut Naruto.

"Apa yang kau lakukan, br*ngs*k! seharusnya kau tidak mengulangi kesalahan yang sama! aku sudah cukup toleran dengan menyebarkan berita tentang si kembar dan sekarang apa, kau membuat Ai hamil lagi! kau tidak punya malu, hah?!" Saito menarik kerah baju Naruto dan berteriak tepat di wajahnya.

Naruto tidak membalas, dia pantas menerima pukulan itu.

"Ichigo, tenanglah" Miyako mencoba menarik pria yang marah itu dari Naruto, dia sejujurnya ikut terkejut, mereka lagi-lagi mengulangi kesalahan yang sama. Ini membuatnya pusing setengah mati.

"Kau Bajingan!"

Saito memukul Naruto lagi, tidak mempedulikan teriakan dua wanita di belakangnya. Tindakan Naruto memang sangat menguji kesabarannya, anak labil macam Naruto harus dikasih paham, bahwa kehidupannya tidak hanya berputar disekitarnya.

Mereka adalah seorang figur publik dimana jangkauan kamera orang lain lebih berpusat padanya, seharusnya laki-laki itu lebih menjaga privasi tapi sayangnya Naruto menghancurkan semuanya, apalagi dia menyeret idolanya ke dalam masalahnya.

Andaikan Saito bisa memutar waktu, hal pertama yang ingin dia lakukan adalah mencegah pertemuan Ai dan Naruto.

"Sekarang kau akan membuat bangkrut, sudah puas kau hah? dan kini kau merusak putriku!"

Saito tak henti-hentinya menghajar wajah pemuda itu, amarahnya benar-benar meluap-luap. segala kemungkinan terburuk melintas di kepalanya, belum lagi sikapnya yang sedikit protektif terhadap Ai yang ia anggap sebagai putrinya.

Saito akan melayangkan pukulannya kembali ketika dia merasakan tarikan keras dibelakangnya memisahkannya dengan Naruto.

Nafas Saito terengah-engah karena amarah yang membara dan terasa seperti memompa paru-parunya begitu cepat.

Naruto hingga saat ini tak mengeluarkan sepatah katapun, bahkan ketika dia dipukuli dia memilih untuk diam.

"kurasa ini lebih dari cukup"

Saito melihat siapa yang sedang berbicara dengannya, dia cukup terkejut melihat dua orang asing yang kini sudah berada di rumahnya.

"kamu tidak apa-apa Naruel?" seorang wanita bertanya dengan cemas pada Naruto yang kini terlihat babak belur.

Saito terkejut melihat artis besar seperti Emma berada di rumah Ai. Dia paham kalau mereka ini adalah orang tua Naruto.

"aku sudah mendengarnya, Naruel benar-benar kelewatan" Gilgamesh menghela nafas melihat kelakuan anaknya yang sudah melampaui batas.

Gilgamesh menatap serius dengan Saito.

"kita akan mendiskusikan ini"


-o0o-


Naruto menghela nafas panjang. sesuatu yang rumit baru saja ia lewati, tapi itu belum sepenuhnya, tapi setidaknya dia menemukan titik terang dari sumber masalahnya, tidak lebih tepatnya dialah yang menjadi sumber masalah dari semuanya dan lebih buruk melibatkan orang lain juga.

"tenanglah, semuanya akan baik-baik saja"

Naruto mendongakkan kepalanya menatap ibunya yang tersenyum lembut, Emma yang mengelus lembut rambutnya.

"mama akan bersamamu"

Naruto membuang segalanya dan memeluk Emma. Hubungan mereka membaik dari hari ke hari.

Emma juga sudah bertemu dengan si kembar, dan yah keduanya mendapatkan hatinya begitu mudah karena tingkah mereka yang menggemaskan, belum lagi keduanya sangat mirip dengan Naruto.

Emma menerima takdirnya menjadi seorang nenek di usia yang masih menduduki kepala empat.

Rupanya menjadi nenek di usia yang belum mencapai setengah abad tidak buruk juga. Emma bahkan sudah akrab dengan Ruby dan Aqua.

"tapi kamu harus menerima konsekuensi dari perbuatanmu"

Naruto hanya mengangguk dalam pelukannya.

"terima kasih, maaf sudah membuatmu kerepotan"

Emma tersenyum lembut, dia mengurai dengan lembut rambut putranya. Apapun keadaannya, dia akan selalu menjadi anaknya dan dia menyayangi.

"kamu tidak perlu meminta maaf, ini semua salah mama. seorang ibu takkan membiarkan anak mereka kesulitan sendirian, ingatlah bahwa aku ibumu akan selalu bersamamu"

Naruto hanya memeluk Emma lebih erat. Memang benar, bahwa sampai kapanpun dia akan membutuhkan ibunya.

Bagi Emma, meski putranya sudah tumbuh menjadi seorang ayah, tapi di matanya putranya masih kecil di matanya.

"konferensi pers akan dimulai sebentar lagi, bersiaplah"

"iya"


-o0o-


Aqua dan Ruby curiga, kelakuan orang dewasa di sekitar mereka tampak lebih sibuk dari biasanya.

"kira-kira apa yang terjadi?" Ruby bertanya pada Aqua yang menaikkan kedua bahunya tak tau.

Aqua juga bingung, sepertinya dia harus menyelidiki hal ini.

"Aqua-chan, Ruby-chan, jemputan kalian sudah tiba" guru paud memanggil mereka.

"ah itu supir grandma, ayo Aqua" Ruby berlari senang ke arah mobil sedan yang terparkir di depan sekolah.

"selamat siang nona Ruby, sekolah anda menyenangkan?" supir yang dipekerjakan Emma untuk menjemput si kembar membuka pintunya penumpang dan menyambut mereka dengan senyuman.

"iya!" Ruby berteriak antusias sebelum masuk ke dalam mobil di ikuti Aqua yang menghela nafas sebelum tersenyum tipis.

"kita mau ke mana?" tanya Ruby ketika mobil mereka sudah di perjalanan menuju pulang.

"nyonya besar meminta saya untuk mengantarkan kalian ke rumah beliau, sepertinya orang tua Anda sedang sibuk"

Aqua dan Ruby saling memandang, apa yang terjadi?

"memangnya papa dan mama ke mana?"

"kalau mengenai hal itu saya juga tidak tau"

Aqua dan Ruby menyerah, sepertinya mereka akan mencari tau sendiri.


Beberapa hari berlalu...

[ Ai B-Komachi memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia Idol hari ini, membuat para fansnya terkejut akan pengumumannya yang tiba-tiba ]

[ Icon utama dari B-Komachi mengundurkan diri dari grup ]

[ Pengunduran Ai dari grup B-Komachi menuai kontroversi ]

[ Penyebab kemunduruan Ai dari dunia Idol dan grup B-Komachi ]

Berita yang terasa begitu tiba-tiba itu membuat Aqua dan Ruby tak pelak terdiam dengan ratu wajah penuh keterkejutan.

Bagaimana mungkin idol yang sedang naik daun itu tanpa peringatan tiba-tiba mengundurkan diri dari dunia industri musik Jepang.

Bukankah B-Komachi sedang berada ditingkat teratas popularitas, kenapa Ai tiba-tiba mengundurkan diri dan lagi bukankah sebentar lagi dia akan tampil di Dome tapi kenapa?

"ini tidak mungkin, kenapa mama tiba-tiba mengundurkan diri?" Ruby berteriak tak terima.

Aqua diam, pasti ada sesuatu terjadi di antara orang dewasa itu, pantas saja mereka tampak lebih sibuk dan lagi mereka akhir-akhir ini tidak dibiarkan untuk menonton televisi.

Aqua dan Ruby bergerak cepat untuk meninjau dan mencari tau apa yang terjadi.

[ Konferensi pers Naruel Davis tentang kasus anak kembarnya ]

[ Naruel Davis dan Ai mengumumkan hubungan mereka di konperensi pers ]

[ Hubungan diam-diam aktor Naruel Davis dan Ai dari grup idol B-Komachi ]

[ Mengungkap Fakta Hubungan Naruel dan Ai ]

Lagi-lagi berita mengejutkan dari mereka berdua, Naruto dan Ai memutuskan untuk membuka suara soal hubungan mereka tapi ada yang aneh. Aqua dan Ruby reflek bergerak cepat membuka salah satu aplikasi sosial media tempat berita panas itu sedang berlangsung.

Tenyata ada banyak komentar dan mereka berdua menjadi topik panas di sana.

( ' ini tidak mungkin, Ai-ku T_T ' )

( ' Apa ini, aku tidak menyangka mereka ternyata memiliki hubungan ' )

( ' kurasa mereka benar-benar cocok satu sama lain ' )

( ' wow mereka memutuskan untuk go public ' )

( ' Ai seharusnya menolak Naruel, dia laki-laki tidak benar karena memiliki anak di bawah umur, bukankah itu bajingan dan mengencani gadis polos seperti Ai ' )

"MEMANGNYA KENAPA KALAU PAPA DAN MAMA BERSAMA" Ruby tidak tahan untuk meneriaki komentar terakhir.

"tenanglah" Aqua menenangkan saudaranya.

Masalah mereka rupanya masih tertutup dengan rapat, itu karena Naruto tidak mengakui bahwa kandung mereka bukanlah Ai, menurut pernyataan Naruto, hubungannya dengan ibu kandung si kembar sudah lama berakhir dan katanya lagi ibu si kembar menyerahkan urusan si kembar pada sang ayah sepenuhnya.

Naruto bahkan membuat sebuah cerita di mana dia jatuh cinta dengan Ai ketika dia bertemu dengan gadis itu ketika berlibur di Jepang dan menerima undangan event acara selebritis di Jepang.

Dan faktor pendukungnya banyaknya paparazi yang mendapatkan foto mereka ketika event itu dan keduanya seperti benar-benar baru bertemu. Belum lagi dia mengatakan bahwa Ai menerima dirinya apa adanya meski sudah memiliki anak.

Betapa hebatnya kebohongan yang Naruto ciptakan untuk melindungi Ai dan kedua anaknya, menjadikan dirinya tameng untuk keluarga kecilnya. Bualan Naruto ini didukung oleh direktur Stawberry Production, Saito Ichigo dan istrinya, serta kedua orang tua Naruto. karena hal ini, Naruto menjadi pusat cerita ini.

Mereka bergerak ke sosial media Naruto dan kolom komentarnya penuh dengan berbagai macam reaksi dari para netter. Ada yang membenci dan menghujatnya terutama dari kalangan fans Ai yang tidak terima dengan hubungan keduanya, ada yang mendukungnya, bahkan ada yang patah hati dengan berita ini karena mereka masih menyukai Naruel.

Selain itu, Naruto juga sudah membuat pernyataan terbuka kepada para fansnya dan meminta maaf atas perbuatannya. Beruntung kolom komentarnya hanya dipenuhi oleh dukungan dan ucapan selamat, tak lupa masih ada yang belum move on dari Naruto karena sudah memiliki pasangan. Hujatan tetap ada tapi tidak sebanyak para pendukungnya.

Berita ini menjadi topic panas hingga hampir seminggu, dikarenakan kepopularitas Naruel di berbagai manca negara dan belum lagi Ai yang memiliki basis penggemar yang cukup banyak.


.

.

.

-o0o-

.

.

.


Hari yang tenang, semuanya menjadi sedikit reda. Tapi ada masalah internal yang masih berjalan, contohnya problem grup B-Komachi yang gagal tampil di dome karena Ai yang memutuskan untuk mengundurkan diri.

Membuat Strawberry Production harus bekerja keras lagi untuk menaikkan rating B-Komachi yang tiba-tiba menurun dratis. Namun rumah produksi tersebut sedang memperluas jaringan ke dunia industri hiburan. Namun, kali ini dia di bantu oleh beberapa orang dan nama produksinya menjadi cukup terkenal berkat relasi dari keluarga Naruto.

Kemudian mari kita beralih ke keluarga kecil Naruto dan Ai, saat ini mereka sedang bersiap untuk pindah ke rumah yang sudah dipersiapan oleh Naruto untuk keluarga kecilnya. mereka akan memulai hidup baru sebagai keluarga.

"jadi kita akan pindah?' Ruby berujar semangat

Naruto tertawa pelan, dia mengangkat Ruby dipelukannya.

"tentu saja, mulai besok dan seterusnya, kami akan tinggal bersama kalian dan kita akan tinggal sebagai keluarga" Naruto berujat tak kalah semangatnya.

"yeay!"

"bukankah kalian harus bergegas, truknya akan segera tiba!" Ai masih menata beberapa kotak yang akan dibawa.

"Ai, jangan mengangkat benda berat, biar aku saja" Naruto menurunkan Ruby dan bergegas cepat menolong Ai.

"Aqua kamu dengar, kita akan hidup sebegai keluarga!" Ruby memeluk dan mengguncang saudara kembarnya yang menghela nafas pelan.

"aku dengar"

"oh satu lagi" Ai meninggalkan aktivitasnya mendekati anak kembarnya diikuti Naruto setelahnya, "kami ada kejutan buat kalian" gadis itu tersenyum senang.

"eh apa itu? apa itu?" Ruby bertanya dengan antusias. Aqua hanya mengamati dan dia juga penasaran.

"ups, rahasia, kami akan memberitahu ketika kita pindah" Naruto menyeringai mengejek kepada si kembar yang cemberut lucu.

"papa curang" Ruby melompati Naruto dan menarik wajahnya. "cepat beritahu aku"

"tidak boleh, kalau diberitahu sekarang bukan kejutan namanya!" Naruto dan Ai tertawa karena berhasil menggoda mereka.

"Papa..."

"tidak sayang"

"Please!"

"tetep tidak!"

"Papa!"

Keluarga kecil itu terlarut dalam gelak tawa.

[SUARA BELL]

"ups, sepertinya truknya telah tiba" Naruto menatap ketiganya, dia memisahkan diri dari ketiganya.

"Ruby, Aqua periksa barang-barang kalian, jangan lupa bantu ibumu, aku akan mengecek ke depan"

"siap!"

Naruto tersenyum melihat tingkah mereka sebelum berjalan ke depan untuk menyambut seseorang yang memencet bel.

"maaf membuat Anda menunggu-"

TUSK!

Rasa sakit terasa begitu menyengat ketika Naruto merasakan tusukan benda tajam di perutnya. Tatapannya menjadi tajam ketika orang aneh berdiri di depan apartemennya sambil memegang pisau.

Naruto memegangi perutnya yang terasa sakit, dia merasakan tangannya basah karen darah, dia menggeram sakit.

"kenapa? sakit? seharusnya aku yang lebih sakit karena kau merebut Ai dariku!" laki-laki asing itu berteriak padanya.

Naruto berusaha berdiri tegak setelah mendapat serangan itu, rasanya sungguh sakit sekali. Pria itu menodongkan pisaunya pada Naruto.

"seharusnya itu aku, bukan kau br*ngs*sek!"

"aku sudah lama, lama sekali mengenal Ai tapi kau datang dan menghancurkan segalanya, sialan! laki-laki sepertimu lebih baik mati!" laki-laki itu akan kembali menusuk Naruto, namun di sisa tenaganya dia segera mendorong laki-laki itu dengan kuat hingga hampir terjatuh.

"dari mana kau tau alamat ini, hah?" Naruto berusaha untuk berbicara, sementara dia terengah-engah, rasa sakit diperutnya semakin lama semakin menyiksanya.

"Naruto, kenapa lama- Naruto!" Ai mendekati dua laki-laki yang berkonfrotasi. Naruto dengan cepat menghalangi Ai dengan tangannya agar tidak mendekati laki-laki yang sedang mengamuk itu.

"kamu berdarah!" Ai berusaha memegangi Naruto yang hampir tidak bisa berdiri.

"kau!" laki-laki itu menunjuk Ai dengan pisaunya, "kau mengkhianati penggemarmu, mengkhianatiku, sebenarnya kau memandang kami dengan rendah, kan! kau diam-diam memandangi kami seperti orang idiot!" laki-laki itu berteriak bak orang gila, Ai menatapnya dengan ketakutan dan kecemasan.

Raut wajahnya yang dipenuhi dendam dan rasa marah oleh laki-laki itu.

"kau pembohong! kau selalu mengatakan mencintai kami tapi buktinya kau meninggalkan kami demi laki-laki br*ngs*k seperti bajingan ini!"

"Itu semua hanya kebohongan! daripada tidak memilikimu, laki-laki manapun tidak boleh memilikimu!?" laki-laki itu akan menusuk Ai juga tapi Naruto berusaha untuk memeluk perut laki-laki itu agar tidak mendekati Ai.

"Ai, masuk kunci dan pintunya! selamatkan anak-anak! panggil polisi!" Naruto berteriak, laki-laki itu memberontok hingga beberapa kali menendang luka Naruto.

"lepaskan aku, sialan!" Laki-laki itu berusaha menarik Naruto menjauh darinya.

"tidak!" Ai tidak mungkin meninggalkan Naruto, dia berusaha menolongnya. tapi karena tenaganya kalah oleh laki-laki itu membuatnya terdorong hingga terjatuh membentur lantai cukup keras.

Dampaknya dia merasakan amat sakit pada perutnya, jika dia lupa, dia sedang mengandung. tangannya menyentuh perutnya yang terasa sakit dan Ai merasakan ada sesuatu yang keluar dari sela pahanya.

"Ai!"

"Mama!"

Karena mendengar keributan si kembar keluar dan melihat banyak darah di dekat pintu.

Melihat situasi semakin buruk, Naruto melawan laki-laki itu untuk menyelamatkan anak-anaknya.

"Br*ngs*ek!"

Dengan kekuatan tersisa, Naruto melawan laki-laki itu dan menahan rasa sakit ketika luka diperutnya semakin menganga.

Melihat kondisinya yang tidak memungkinkan untuk menang, laki-laki itu membuang pisaunya dan meninggalkan kediaman Ai.

"AI!" Aqua memeriksa ibunya dan terkejut ketika darah mengalir di kedua pahanya, dia mengalami pendarahan yang artinya dia sedang mengandung, astaga kenapa dia tidak tau.

"Papa!" Ruby menghampiri ayahnya dengan air mata. kedua orang tuanya sudah terbaring tidak berdaya dilantai, keduanya sedang kesakitan.

"Ruby, hey jangan menangis sayang, semuanya akan baik-baik saja" keringat mengalir deras di pelipis Naruto menandakan dia menahan rasa sakit yang amat sangat. dia merangkak pelan mendekati Ai dan Aqua yang sibuk menelepon ambulans.

"Ai..."

Ai merasa perutnya dicengkram kuat oleh sesuatu dari dalam, rasanya sangat sakit.

"Naru... sakit..." ucapannya begitu lirih seakan ingin menyampaikan rasa sakit diperutnya.

"tidak apa-apa, ambulans akan segera tiba!" Naruto berkata dengan nafas terengah-engah.

Ruby tidak berhenti menangis, dia benar-benar ketakutan terjadi hal buruk pada orang tuanya, dia menempel begitu erat dengan Naruto.

"Aqua..." panggilan itu membuat Aqua menolehkan kepalanya pada ayahnya yang tersenyum ketulusannya, "menjaga ibu dan adik-adikmu, itu tugasmu sebagai seorang kakak dan laki-laki, kamu, mengerti?"

Aqua tidak mengatakan apapun selain menganggukkan kepalanya tanpa sadar, sama seperti saudara kembarnya, Aqua dipenuhi ketakutan direlung hatinya, tidak, bukan ini yang dia inginkan.

Beruntung ambulan dan polisi tiba dengan cepat. tidak hanya itu, Saito, Miyako juga datang lebih cepat, tentu saja mereka sangat panik melihat kondisi rumah yang kacau,

"Selamatkan Ai" Naruto meminta para medis untuk menyelamatkan Ai terlebih dahulu, "dia sedang mengandung, anakku"

Ai sudah tidak sadarkan diri.

"kau masih bisa berjalan?" Saito membantu Naruto berdiri, wajahnya sudah pucat, medis sudah memberikan bantuan pertama agar pendarahan diperutnya berhenti, sementara si kembar sudah amankan oleh Miyako.

"iya" kekuatan adrenalin dan niatnya untuk menyelamatkan anaknya lah yang membuatnya bertahan.

"di mana Aqua dan Ruby?"

"Miyako sudah merawat mereka, tenanglah, kau harus segera di periksa"

Naruto menjadi tenang.

"Ayah!"

"Ayah!"

Ruby dan Aqua memeluk Naruto.

"tidak apa-apa sayang, tidak apa-apa" Naruto memeluk mereka, Ruby tidak berhenti menangis. "kalian terluka?"

"tidak, kami baik-baik saja" Aqua mewakili adiknya. Naruto mengangguk, dia mendekati Aqua dan membisikkan sesuatu, sebelum terjatuh dan pingsan.

"Ayah!"

"dokter!"

"dia mengalami trauma benda tumpul, dia butuh medis secepatnya!"

"tuan, kamu mendengarku!" Medis berusaha menyelamatkan Naruto.

Ruby terus menangis di pelukan Miyako, sementara Aqua terdiam, dia kaget. pandangan dan pikiran terasa kosong. seharusnya mereka sudah pindah.

Dan semuanya tidak berakhir seperti yang dia pikirkan.

Semuanya menjadi kacau.

Pada akhirnya, mereka tidak akan sama lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*TAMAT*


-o0o-

OMAKE

12 tahun berlalu...

"Ruby, masih perlu berapa lama kamu bersiap" Aqua berteriak dari ruang tamu.

"Pada dasarnya, tunggu aku sebentar onii-chan, meski pakaian ini imut tapi cukup sulit untuk dipakai" Ruby menggerutu pelan, kemudian dia segera berlari keluar menemui Aqua.

"tapi seragam ini benar-benar imut" Ruby berlari keluar dengan nada riang.

"jangan terlambat di hari pertama sekolah" Aqua memperhatikan seragam adiknya, "oi, bukankah rokmu terlalu pendek?"

"onii-chan sejak dulu terlalu kuno"

Aqua memutar matanya malas.

"tunggu saja sampai kamu ditegur"

Aqua berjalan keluar diikuti Ruby.

"ah, lupa" Ruby berbalik, "nenek, kami pergi dulu"

Emma tersenyum, "hati-hati dijalan"

Ruby dan Aqua tersenyum

"iya, jaa"


season dua akan berpusat pada Ruby dam Aqua, berminat? aku akan mempublisnya di wattpad