Kalian pernah dengar tidak kalimat yang mengatakan"setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya", menurutku kalimat tersebut terlalu mengada-ngada, dan praktis aku tidak mempercayainya. Tapi nyatanya, hal tersebut berlangsung di hidupku.
Hai, aku Hyuuga Hinata. Inilah kisahku bersama seseorang yang mungkin akan menarik perhatian kalian.
Kisah ini terjadi saat aku masih duduk di bangku Senior High School, dan terjadi di tahun terakhirku di sekolah. Aku mengenalnya dengan ketidaksengajaan. Berawal dari meminjam sebuah buku karena memiliki kesamaan, berubah menjadi teman yang menyenangkan, dan berlabuh pada perasaan yang seharusnya tidak dimiliki jika berujung dengan duka dan pilu.
Tidak, tidak jangan berpikiran buruk. Dia sangat baik, sangat pintar dan sangat menghormati perempuan. Dia tidak jahat, hanya kami harus saling merelakan untuk menjalankan kehidupan masing-masing.
Naasnya, hanya aku yang menyukainya. Dia hanya menganggapku sebagai teman sekaligus sahabat yang dimilikinya.
Namanya Uchiha Sasuke. Pemuda tampan dan berasal dari keluarga terpandang. Memiliki pendidikan yang baik dan pastinya populer. Pemuda yang sangat menyukai buku, berolahraga dan selalu menempati posisi pertama dalam segala hal tersebut sayangnya tidak menyukai satu hal
Yaitu Aku
Dia tidak menyukaiku, sore hari pada saat musim gugur 2019. Aku memberanikan diri menyatakan perasaan sebelum menyesalinya. Ya aku menyesal, menyesal karena mengapa aku menyatakannya jika akhirnya hubungan kami menjadi canggung dan asing. Aku menyesal telah mengikuti saran dari sosial media yang mengatakan "Katakan sekarang perasaanmu jika kamu tidak ingin menyesal" yang berujung zonk alias gagal total dan sesat.
"Aku menyukaimu, Sasuke"
Aku ingat wajahnya, terkejut tetapi bisa dinetralisir kembali. Dari mimik wajahnya dia bingung ingin mengatakan kalimat apa kepadaku.
"Aku hanya menyatakannya saja, aku tidak mengharapkan kamu membalas perasaanku" lanjutku agar Sasuke tidak merasa bersalah
What the hell
Aku menyesal telah mengeluarkan kalimat itu. Jelas-jelas aku ingin dibalas perasaannya, tetapi malah menyatakan sebaliknya.
Girl's if you like the man please tell the truth dont be lie with your feelings
Sosial media sialan
Sasuke memegang kedua bahuku dan tersenyum tipis, "Hinata, kita berdua memiliki banyak kesamaan. Kita menyukai buku dan suka berlama-lama di perpustakaan. Kita tidak terlalu menyukai makanan yang terlalu manis. Kita aktif di organisasi yang sama. Kita menyukai warna yang sama. Banyak kesamaan dan hal-hal yang kita sukai. Aku berterima kasih atas perasaan yang kamu miliki, tapi maaf. Aku tidak bisa membalasnya. Aku menyukaimu sebagai teman dan tidak lebih"
Aku ingat wajah bodohku ketika Sasuke mengatakan kalimat itu. Tersenyum canggung, dan melepas kedua tangan Sasuke dari pundaku
"Hinata, setelah ini kita tetap seperti biasa dan jangan menjauh oke?" Sasuke memastikan hal tersebut kepadaku, karena dari gelagatku terlihat aku ingin segera kabur dari hadapannya.
Aku tersenyum dengan bodohnya, "Well, aku tidak akan merubah apapun Sas. Sudah kukatakan aku tidak meminta kamu menjadi pacarku. Aku hanya menyatakannya saja huh"
Hinata bodoh, sangat bodoh
Sasuke tersenyum dan mengusap rambutku dengan lembut, "Terima kasih Nat. Aku berjanji tidak akan menjauhimu"
Nyatanya Sasuke menjauhiku dan tidak pernah berada di tempat yang sama denganku.
Pembohong yang ulung ya Sasuke
Tidak terasa hal tersebut sudah terjadi 3 tahun yang lalu. Sekarang aku sudah menjalani kehidupan mahasiswaku sebagaimana mestinya. Bisa dibilang berkat kehadiran Sasuke tahun terakhirku di Senior High Scool menjadi lebih menyenangkan.
Aku sekarang menjadi mahasiswa kedokteran di Tokyo University. Tahun terberat untukku tetapi aku menikmatinya.
Sasuke? Aku tidak tahu kabar tentangnya setelah 3 tahun berlalu. Semenjak hari perpisahan sekolah aku tidak pernah melihatnya lagi. Kabar yang kudengar, dia telah pindah ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya di Negeri Paman Sam.
Aku tidak sempat mengatakan apapun lagi. Entah dia masih mengingatku atau tidak. Tetapi aku menyukainya dan dia memiliki tempat tersendiri dihatiku.
Bodoh?
Tentu aku mengakuinya. Tapi justru yang tidak pernah dimiliki, selalu menjadi yang paling membekas kan girls?
Inilah kisah dari seorang Hyuuga Hinata. Pesannya, jangan terlalu percaya dengan sosial media. Kadang sosial media hanya bikin overthinking tanpa memberikan solusi.
Semoga di suatu masa yang entah kapan terjadi. Aku bisa bertemu kembali dengan Sasuke. Ya, walaupun tidak pasti. Karena seingin apapun aku ingin berjumpa dengan ketidaksengajaan dan kemungkinan-kemungkinan yang sudah otakku pikirkan. Aku tidak pernah bertemu dengannya.
Memang benar kalimat "setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya"
End
halo semuanya, senang sekali bisa kembali menulis setelah kesibukan selama ini. Mau mengucapkan selamat berpuasa bagi teman-teman yang menjalankan. Rencananya cerita ini mau aku bikin jadi 3 chapter kalo tiba tiba gak males ya hehe
see you~
kunjungi aku di wattpad juga ya @sasupyon11
