Athrun Zala x Cagalli Yula Athha Fanfiction
WE'LL BE ALRIGHT
By: JusticeRouge|Pucchii
Gundam Seed/Seed Destiny milik Sunrise, saya hanya meminjam charanya saja.
Inspired by: Radwimps – Daijoubu
Timeline: Semi-Canon, sebelum movie Freedom
Sudah menjadi rahasia umum bahwwa Cagalli Yula Athha adalah perempuan paling dikagumi di semesta ini. Usianya masih 20 tahun dan dirinya sudah menjadi seorang Head Representative, dirinya ingat pernah membaca di sosial media, banyak orang yang bersyukur tidak menjadi tetangganya dikarenakan orang tua mereka tentu akan membandingkan prestasi mereka dengan prestasi Cagalli, ia tahu bahwa itu hanyalah lelucon, jadi tidak perlu sakit hati apalagi dikasuskan. Namun, dibalik semua cemerlang itu tentu tidak mudah menjadi seorang Cagalli Yula Athha. Semua yang sudah ia capai saat ini penuh dengan keringat, darah, dan air mata. Semenjak ayahandanya wafat dan dirinya menggantikan posisi ayahnya sebagai Head Representative Orb di usianya yang baru 16 tahun, segalanya tidak lagi sama. Dirinya sudah terbiasa dengan kebebasan, melakukan apapun yang dia inginkan, sekarang baru selangkah saja dirinya melangkah, sekumpulan bodyguard ikut melangkah bersamanya, membuatnya sesak dengan kewaspadaan mereka. Sudah beberapa kali Cagalli mengusir mereka, namun mereka bersikukuh untuk menjaganya, "protokol keamanan" alasan mereka, padahal ia bisa menjaga diri.
Belum lagi tekanan dari para tetua dan sesama Representatif yang membuat Cagalli setiap hari ingin menonjok mereka setiap kali mereka berbicara hal-hal tidak masuk akal, setiap kali rapat ada saja Representative yang mengusulkan kebijakan konyol yang berpotensi menyusahkan masyarakat Orb, kadang Cagalli berpikir apakah jabatan "Representative" cocok untuk mereka, mungkin Cagalli perlu membuat aturan agar para Representative ini mencoba sendiri rancangan aturan yang mereka ingin usulkan. Ide yang bagus, pikirnya.
Sekarang sudah lebih baik dibandingkan dua tahun yang lalu, saat klan Seiran masih memiliki pengaruh Orb. Cagalli masih mengingat bagaimana tatapan merendahkan yang ia terima dari klan Seiran dan koalisinya, bagaimana klan Seiran memanipulasi dirinya sehingga dirinya hampir saja menikah dengan anak laki-laki keluarga Seiran, Yuna Roma Seiran. Huh, mengingatnya saja sudah membuat emosi Cagalli naik. Syukurlah masa-masa kelam itu sudah berlalu, dirinya sudah menjadi lebih percaya diri menjadi Pemimpin. Syukurlah masyarakat hanya melihat hijau kehidupannya, biarkan hitam itu hanya diketahui orang-orang yang sudah melalui masa itu bersamanya.
"Cagalli…" samar-samar ia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Cagalli!" Cagalli akhirnya sadar dari lamunannya, di hadapannya sudah berdiri pemuda bersurai biru dengan netra hijau emerald, ekspresi khawatir terlihat dari wajahnya.
"Kau tak apa?"
"Ah… Athrun, kau disini? Ada apa?"
"Cagalli, jawab dulu pertanyaanku. Dari tadi aku memanggilmu tapi kau tak merespon ? Kepalamu pusing?"
"Tidak, aku hanya sedikit teringat masa lalu"
Terlihat gurat rasa bersalah di wajah tampan Athrun, dia masih merasa bersalah karena dulu pernah meninggalkan Cagalli di masa-masa terendahnya.
"Cagalli… Aku…"
"Jadi ada apa, Athrun?" Cagalli segera memotong ucapan Athrun, dia tidak ingin mengungkit kembali kenangan itu.
"Ah iya, saya ingin melaporkan hasil dari investigasi Terminal beberapa bulan ini, terindikasi ada beberapa gerakan yang akan mengancam dimulainya kembali Perang, salah satunya berada di Orb." Athrun menyerahkan dokumen yang dibawanya kepada Cagalli. Isinya tentang informasi mengenai gerakan pemberontakan yang akan dilancarkan di Orb.
Cagalli segera membaca dokumen tersebut, raut wajahnya segera berubah. Wajah teduhnya berubah, Cagalli tidak ingin ada lagi perang, dia harus memadamkan gerakan tersebut.
"Terima kasih, Athrun. Besok akan aku bahas di rapat besok."
"Sama-sama, Cagalli. Saya pamit undur diri."
I know, I'm small and Useless
But now, I have a really big dream, that it's almost overflown.
I want to be yours only "alright"
I want to be your "alright"
Athrun melangkah menuju pintu keluar, tapi pikirannya masih ingin berada di ruangan ini. Melihat Cagalli yang masih berada di kantornya lewat tengah malam, bekerja sendirian, memastikan perdamaian tetap terjaga membuatnya tersiksa. Dunia ini bersandar pada kedua bahu kecilnya. Ia selalu ingin menangis melihat Cagalli. Ia ingin selalu berada disisinya, dia tidak ingin meninggalkan Cagalli lagi, kesempatan kedua yang Cagalli berikan kepadanya tidak ingin ia sia-siakan. Namun semenjak Perang Bloody Valentine kedua ini jarak antara dia dan Cagalli menjauh, tidak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha keras menjaga perdamaian yang Cagalli impikan.
No matter what will befall upon us
We'll be alright
Because from now on,
I'm yours only "Alright"
-THE END –
A/N: Hai-hai lama tak jumpa! Makasih yang sudah membaca fic gaje ini sampai the end
Fic ini aku persembahkan untuk Cagalli Yula Athha yang dapet Peringkat 1 di polling SEEDGP 2024
Yeaaaayyyyyy…. Congratulation my queen!
Maafkan kalo ada kata-kata atau kalimat yang tak sesuai, mohon kritik dan sarannya yaa
Terima kasih
-amurei-
