aku tidak pernah ingin menghilang sebelumnya, tapi ketahuilah aku update lama karena laptop ku rusak. ya, aku rasa chapter ini mungkin masih banyak kekurangannya. karena dari itu, aku harap para reader dan senior disini mau memberiku komentar review untuk motivasiku. kalian tahu kan? kurasa hanya itu yang kuminta
SEMOGA TIDAK MEMBOSANKAN!
Chapter 16
BINTANG KONOHA
.
Disuatu tempat tersembunyi
Seorang perempuan berhittae-ate bintang terlihat duduk dilantai dengan kedua tangan terikat kebelakang tubuh. Di sisi lainnya dua bola mata merah crimson milik seseorang berwajah tanpa emosi memandanginya tanpa jeda. Topeng orang itu telah dikenakan kembali ke wajahnya, sesuatu yang berbentuk serigala dengan garis pola biru sebagai coraknya. Mereka berdiam diri di tempat yang hanya berpencahayaan lilin. Kelihatan bahwa letak tempat itu berada di perbukitan desa Hoshigakure.
Tes!
Suara air menetes ke lantai gua. Tak lama kemudian suara langkah mantap seseorang mendekati keduanya dari kegelapan.
"benda itu membawa radiasi yang tinggi. Itu akan membuat jantung menjadi berdetak lebih cepat dan memompa adrenalin. Hal itu membuat seorang yang membawanya haruslah selalu bergerak setiap detik yang ia bisa. Atau jika tidak maka fatal baginya karena benda itu akan membuat organ-organ tubuh menjadi lemah dan rusak."gumam siluet lain dari dalam kegelapan.
"dan karena itu aku ingin agar tak ada lagi ninja yang mati karena radiasi bintang itu! Kalian ninja-ninja Konoha tidak akan mungkin mengerti keadaan ini. Yang kalian tahu para desa besar adalah berperang dan berperang untuk berlomba menunjukkan kekuatan ninja desa kalian. Kalian tak memahami apa yang dirasakan desa kecil!"wanita itu menyahut spontan. "kalian tak akan mengerti sedikitpun!"
"kalau begitu mengapa kalian tidak membiarkan desa lain memilikinya?"Tanya Naruto ringan.
"seperti kataku kalian tak akan mengerti.. meski hanya sedikit."wanita itu mendengus parau. "kami memiliki ini sebagai impian, sebagai sumber kekuatan bagi ninja desa kami dan sumber perlindungan. Dengan segala sejarah yang telah dibuat dengan bantuan bintang itu bagaimana mungkin kami akan memberikannya pada negara lain? Itu hanya akan dimanfaatkan kalian untuk memperbesar KEKUATAN DAN KEEGOISAN KALIAN! Hanya inikah yang dipikirkan oleh kalian? Kekuatan?!"
"bintang tersebut akan lebih baik jika hanya dimiliki sebagian untuk dikendalikan.."gumam Ookami akhirnya memecah keheningan. "apakah kalian pernah berusaha memotongnya?"
Wanita itu menegakkan wajahnya memandang dua orang didepannya. "kami tidak bodoh. Tak ada satu kekuatan manusia-pun yang akan bisa melakukan itu."
Dari balik topeng Karasu mengerenyitkan kening. Kemudian ia melirik kearah pintu gua yang tertutupi semak-semak.
"kau memiliki kelemahan diluar sana. Pencurian ini harusnya membuatmu untuk dibunuh.. kau berusaha menuduh ninja Konoha yang mencuri bintang itu."
Wanita itu menggeram melihat isyarat tubuh pria bertopeng gagak itu. "-jangan macam-macam! Aku tak akan membiarkan kalian melukainya! Tak akan pernah Konoha-nin!"
Ninja Ookami bersedekap. Ia menghembuskan napasnya perlahan, "kalau begitu kau harus membuat kesepakatan."
Hening sementara Ookami mengeluarkan tanto-nya dan menggesekkan ujungnya ke dinding gua. "bersihkan nama ninja Konoha dari tudingan pencurian dan biarkan kami membawa separuh bagian bintang itu untuk Konoha. Sebagai Gantinya kami akan melepaskanmu dan membantumu mengalahkan Hoshikage licik itu."
"kalian kelihatan sangat percaya diri bisa membelah bintang itu. Apakah kalian tahu bahwa segala upaya tak akan bisa menghancurkannya? Bahkan meski kami sudah mengerahkan semua kemampuan kami.. kalian kelihatan seperti sedang bermimpi."
Naruto tersenyum di balik topeng Ookaminya. "dan kami tahu betapa mustahilnya seorang kage yang 'tersohor' bagi Hoshigakure terbunuh. Apa itu yang kau maksud kekuatan? Seorang Kage yang terbunuh tidak kurang oleh ninja licik lemah bawahannya."
Wanita itu menatap kearah si pemilik topeng dingin. "kau tidak pantas membicarakan pemimpin kami dengan nada merendahkan."
"apa aku terlalu berterus terang dalam mengatakannya?"balas Naruto di balik topeng. Ia melirik kearah Anbu bertopeng Karasu yang berdiri tenang tanpa perduli untuk berbicara pada sandera mereka. Di sisi lain gua seseorang bergerak-gerak di atas sebuah peti yang terbuka. Orang tersebut terikat dengan benang cakra yang membelit semua tubuhnya.
"jadi?"gumamnya menggantung kearah si wanita berhittae-ate Hoshigakure. "kami akan membawa benda itu meski kau setuju atau tidak. Kau mengerti bahwa manusia cepat berubah dengan pemikirannya?"
Wanita itu terlihat berpikir sebentar. Kemudian ia melirik kearah dua ninja itu.
"selama itu tak merugikan desaku.."gumamnya mengangguk dan sebilah tanto lain sudah membebaskannya dari tali pengikat.
"kita harus bersiap kalau begitu."
. . . . . . . . .
Di tempat yang lain.
'G-Guy...'pikir Asuma sambil meraih serpihan kain berwarna Hijau milik temannya itu. "Y-yurusei Guy.. a-aku terlambat."
"a-asuma-kun.."Kurenai berkata lirih.
"ini semua salahku! Aku meninggalkannya sendirian! Aku terlalu mempercayainya hanya karena ia bisa menggunakan ninjutsu! Teman macam apa aku ini? Aku tahu lawannya adalah ninja yang pasti selevel A-rank, tapi aku membiarkannya melawannya sendirian! Bagaimana mungkin aku bisa menghadap pada orang Konoha jika seperti ini?!"
"Asuma.."
"Aku benci sikap pecundangku, ak kehilangan nyawa temanku karena itu! Aku benci itu! Aku benci diriku sendiri!"Asuma melirik kearah Kurenai lagi. "jangan katakan sedikitpun kata-kata penghiburan untukku."
Kurenai menggigit bibir bagian bawahnya sebentar, kemudian meremas tangannya sendiri dan menatap mata Asuma.
"dalam dunia Shinobi semua hal pasti akan terjadi dalam misi, suka atau tidak, menyedihkan atau menyenangkan, itu semua adalah resiko dalam dunia ninja. Kau mengerti? Yang sekarang akan kulakukan bukanlah menghiburmu, tapi yang perlu kita lakukan adalah menuntaskan misi ini. Apapun yang terjadi aku tidak ingin kehilangan rekanku lagi, dan aku tidak akan membuat Konoha malu dengan gagalnya misi di tengah jalan."
Angin bertiup, Asuma menerbangkan sisa kain yang berada di tangannya. Kain hijau itu bergerak-gerak tertiup angin dan pergi meninggalkan keduanya menuju tempat di lembah yang jauh di bawah sana.
"menyelesaikan misi ya.. kadang-kadang aku jadi berpikir tanpa adanya mahluk penyemangat itu, tim 9 bukanlah apa-apa."kata Asuma merenung. "dan karena itulah aku memutuskan untuk melakukan impianku selanjutnya yang berbeda dengan kalian. Setelah ini tak akan ada tim 9 yang lemah lagi."
"karena kita akan berlatih lebih keras dibanding sebelumnya. Kita akan saling menjaga satu sama lain."sahut Kurenai mencoba menyemangati. Tapi Asuma bergeming, ia sibuk menatapi serpihan kain hijau yang masih melayang-layang menuju dasar jurang yang berkabut.
"..tidak. Tapi akan kupastikan bahwa tak akan ada lagi tim 9 yang menyedihkan ini.."
'Asuma..'
Asuma membalikkan tubuh melirik Kurenai. "kita akan melakukan rencana dengan Hoshigakure langsung. Kita harus bergegas, musuh kita tak akan tinggal diam dengan apa yang mereka miliki. Itu berarti satu-satunya tempat bagi kita untuk mengakhiri misi ini adalah.."
"Kediaman Hoshikage."ujar Kurenai sambil melompat ke arah perbukitan dibelakang mereka diikuti Asuma. Tapi belum jauh mereka melangkah, dua siluet lain mendatangi mereka, mencegat mereka di perjalanan. Keduanya dikenali mereka sebagai ninja bawahan Hoshikage.
"apa yang terjadi?"
"Konoha-nin.. kediaman Hoshigakure diserang oleh kelompok tak dikenal!"
.
.
.
BOOOM!
Suara ledakan itu begitu besar, sampai-sampai mampu menghancurkan separuh dinding kediaman Hoshikage. Terlihat dengan jelas 3 orang merangsek kearah kediaman, dua dari mereka bertopeng sementara yang satunya mengenakan masker wajah.
"Kujaku Myohou!"
Siluet cakra keunguan muncul dibalik ninja yang berjaga. Mula-mula kecil sampai membentuk semacam musang yang berlari kearah tiga ninja misterius dihadapannya. Tapi dengan sigap ketiganya menghindari musang itu, salah satu dari mereka melemparkan kunai yang telah ditempeli kertas peledak.
"Katsu!"
Duaar!
"jangan masuk!"seseorang dari ketiganya yang bertopeng Ookami berseru. "jangan bergerak!"
Yang bertopeng gagak langsung berhenti bergerak, sedangkan teman mereka yang bermasker tetap melaju memasuki kediaman Hoshikage yang sudah separuhnya dihancurkan.
"aku tak perduli! Aku akan masuk!"gumam orang itu sambil melompat kedepan. Dibelakang mereka, dua Anbu bertopeng itu saling lirik kemudian mengangguk seraya mengambil tanto masing-masing. Dibelakang mereka puluhan ninja Hoshikage telah berusaha untuk mengepung mereka.
"kita hadapi ini, jika rencana berubah maka kejarlah bintang itu dan kembali ke Konoha."gumam Karasu langsung. "Aku tak akan membuat ini lama."
Ookami melaju, mengayunkan Tanto-nya, menahan sabetan dari cakra ungu lainnya dan menebas kearah perut salah satu ninja.
Syaaat!
"ugh!"
"tapi jika itu berubah, selama rencana tak menuju kearah perubahan, aku tak akan meninggalkanmu melawan orang-orang ini."
Trank!
Kedua-nya langsung bersatu, membuat pertahanan dengan cara penyerangan menggunakan tanto masing-masing.
Naruto melopat kearah kerumunan ninja itu, melakukan shunshin dan menebas tubuh mereka satu per satu.
"aku tak akan membiarkanmu menang! Kujaku Myohou!"teriak salah satu ninja dan membuat seal serta kuda-kuda tetap untuk mengonsentrasikan cakra guna menyerang. Tentu saja naruto menghindari ini, ia berlari menghindar sambil memasang jarak dari orang itu. Kemudian dengan satu tangan terangkat membuat seal shunshin dan menghilang dari pandangan mata orang-orang disana.
Crash!
"Majuuuuuuuuuu!"gumam ninja-ninja Hoshigakure itu. Mereka semua sudah siap dengan senjata ditangan masing, kemudian secara bersama-sama menyerang kedepan dengan maksud untuk memojokkan dua ninja misterius yang menjadi lawan mereka.
"Kujaku Myohou!"
Duaaar!
Naruto kembali menghilang, ia menghindari tangan cakra ungu itu dan muncul di tempat lainnya. Tapi semua ninja memiliki tipikal yang hampir sama, semua orang menggunakan jutsu yang sama. Alhasil, tangan cakra lain sudah menantinya begitu ia kembali menghindari tangan-tangan cakra yang menyerangnya.
Duar!
Duar!
Duar!
"shuriken kage bunshin!"gumam naruto sambil melemparkan kunai miliknya sendiri.
Pofft!
Kunai yang awalnya hanya berjumlah satu berubah menjadi puluhan. Semuanya mengarah pada ninja-ninja Hoshikage yang tengah memasang segel tangan dan kuda-kuda tetapnya, mereka kelihatan melebarkan matanya dan berkonsentrasi untuk membuat menahan benda itu menggunakan lengan cakra, tapi itulah yang diharapkan Naruto, ia pun menghilang dalam shunshin-nya dengan Tanto terhunus.
"dia menghilang?"gumam aneh salah satu ninja. "tapi kunai itu.."
Crash!
"aku tak menghilang kemanapun. Kau mencariku bukan?"
Naruto menusukkan tanto-nya kearah dada orang itu. Darah mengucur deras, sedangkan naruto dengan wujud Anbu-nya kembali menghilang dan melukai tubuh demi tubuh ninja Hoshigakure yang lainnya.
Crash!
Crash!
Crash!
Cr-
Wuuuuuuut! trank!
Dengan refleknya naruto menangkis kunai tersebut. Ia kemudian melompat kearah belakang dan melirik kearah bukit dekat hutan dengan mata menyipit.
"Fūton: Senpūken!"
Dengan tanpa diketahui naruto, seseorang dari arah samping tubuhnya menembakkan pukulan jutsu futon yang cukup kuat. Ia terpelanting ke arah lainnya, kemudian tanpa disadarinya telah berdiri seorang ninja lainnya dengan mata merahnya yang menawan telah bersiap menggunakan jutsu.
"Magen Jubaku Satsu!"
.
Naruto merasakan kedua kakinya terikat, tubuhnya terikat dan seluruh tubuhnya tak dapat digerakkan. Dunianya serasa diputar, sebab terakhir kali ia berada dalam kondisi btersungkur dan bukannya berdiri, tapi kali ini ia berdiri, ia merasakannya dan sesuatu seolah melekatkannya pada benda keras yang menempel di punggungnya.
Sulur-sulur mulai beregerak, naruto merasakan bahwa kakinya kembali terikat dengan semakin kuat dan kuat. Tiba-tiba sesuatu keluar dari atas kepalanya, dari batang pohon yang mengikatnya lebih tepatnya.
"Hello.."
"apa kau menyukai dunia yang kubuat untukmu?"
Hening sejenak, Kurenai mulai turun dari pohonnya dan mengeluarkan sebuah kunai, ia mendekatkannya ke tubuh orang dihadapannya. "apa kau tidak bisa berbicara?"
"aku tahu apa yang terjadi dan kau lakukan."gumam simpel Naruto. Saat ini ia menatap mata wanita dihadapannya langsung, "mengapa aku harus merasa perlu menjawab pertanyaan bodoh ini?"
Crash!
Kurenai menusukkan kunai-nya ke tubuh orang dihadapannya. Senyum dinginnya tetap terpahat di wajah seperti biasa.
"apa kau merasakannya? Sekarang katakan padaku apa kau menyukai tempat ini?"
Tubuh naruto berdarah, Kurenai kelihatan menyukai korbannya yang tidak berbicara. Lagi-lagi ia mendekati orang didepannya, kemudian menyorongkan kunainya kearah leher orang tersebut.
"aku benar-benar akan membunuhmu jika kau terus berlaku seperti ini. Apakah ada kata-kata terakhir?"
Lagi-lagi orang tersebut tidak menjawab, hal ini membuat kurenai merasa kesal dan mendekatinya, hendak meraih topengnya untuk melihat wajah asli pembuat onar di negara tempatnya melakukan misi tersebut.
"ingin membuka topeng-ku?"gumam Naruto yang langsung ditanggapi dengan seringai aneh dari Kurenai. Ia semakin mendekat dan ingin meraih topengnya, namun kemudian sesuatu menyadarkannya saat tiba-tiba sinar merah lain membalas menatap kedalam mata rubby-nya.
"Genjustu Sharingan!"
.
"Kurenai!"asuma berteriak nyaring saat melihat rekan satu timnya itu terduduk di tempat secara tiba-tiba, sebagai gantinya ia melihat orang misterius bertopeng itu berdiri, dan dengan kecepatan yang tak dapat dibayangkannya menghilang dari pandangan mata.
Syuuut!
Trank!
"mencariku?"
"KAU TAK AKAN PERNAH KUBIARKAN MENANG SETELAH MENYAKITI TEMANKU!"seru Asuma sambil merogoh kantung ninja-nya. Kali ini ia tidak mengeluarkan benda yang sama, tetapi sebuah pisau berbilah hitam dengan lubang untuk meletakkan jemari tangan.
"ini.."
"KITA AKAN MENYELESAIKAN INI SECEPATNYA!"gumam Asuma sambil mengeluarkan sepasang pisau-nya. Ia memasang kuda-kuda, kemudian mengalirkan cakra kebiruan kearah benda itu, sesuatu yang menimbulkan pendar cakra khas angin yang dimiliki oleh-nya.
"akan kuberitahu padamu bagaimana cara seorang Shinobi Konoha bertarung!"
"Hien!"
Setelah mengucapkan jurusnya, pisau tadi dialiri cakra yang memanjang membentuk bilah katana cakra. Asuma memastikan katana-nya cukup panjang terlebih dahulu sebelum mengacungkan-nya ke depan. Menantang kearah orang misterius yang menghancurkan timnya dan mempermalukan Konoha.
"mulai!"
Asuma langsung berlari kedepan menerjang kearah ninja misterius itu. Di lain hal sisa ninja Hoshigakure yang belum dikalahkan disibukkan dengan lawan mereka si ninja bertopeng gagak yang bergerak kesana kemari menghunuskan tanto-nya kearah mereka.
"kau tak akan menang melawan pasukan sebanyak itu! Belum lagi jika Hoshikage telah bergabung bersama kami melawanmu, Kau tak akan memiliki kesempatan yang sama saat kau mencuri benda itu."Asuma langsung menebaskan katana cakra-nya secara horizontal untuk membelah ninja dihadapannya. Tapi, dalam waktu yang bersamaan ninja tadi berkelit, ia kembali meloloskan diri dan berbalik menyabetkan tanto-nya. Asuma melompat ke udara saat benda tajam itu hampir saja menusuk tubuhnya.
"Fūton: Suiran Reppū!"
Setelah terlebih dahulu melemparkan kedua pisau anginnya, asuma langsung membentuk seal lain. Cakra biru kembali mengelilingi bilah pisau tersebut, yang nyata-nyata-nya kemudian melemparkan diri kearah Naruto dengan gerakan menebas memutar seperti bumerang.
Wuttt!
Naruto yang mengetahui bahwa sia-sia baginya untuk menangkis benda itu membuat inisiatif dengan melakukan shunshin ke belakang Asuma. Dengan gerakan terlatih ia menodongkan tanto-nya dari belakang pria itu.
"menyerahlah. Kau tak akan bisa menandingiku."
Swush! DUAKH!
Naruto langsung memasang kedua tangannya membuat pertahanan, belum cukup sampai disana Asuma kembali menyerang dengan kecepatan penuhnya. Naruto meliukkan tubuhnya menyerong saat Asuma kembali membuat gerakan memukul kearah tubuhnya, ia mencekal pergelangan Asuma dan memutarnya ke belakang, tubuhnya beradu dengan Asuma sedangkan kakinya dengan sigap menginjak sebelah kaki Asuma. Dan sikunya mengarah kepada dagu chunnin satu itu.
DUAKH!
"apa kau pikir.. aku tidak bisa menahan rasa sakit akibat seranganmu itu?"gumam Asuma disela-sela pergulatan mereka. "aku bisa! Akan kuperlihatkan padamu seperti apa itu penyesalan!"
Asuma mendorong tubuh Naruto ke samping, berusaha menjatuhkannya. Naruto yang mengetahui ini tentu saja langsung membungkukkan tubuh, membuat dorongan Asuma melewati tubuhnya sehingga pria itu jatuh tergulung di tanah dekat mereka. Saat itu terjadi, Naruto langsung memberikan tendangannya kearah kepala Asuma, pria itu tergusur ke belakang sekali lagi.
SROOOK!
Kemudian Naruto hendak melakukan tendangan lagi, tapi kali ini Asuma telah bersiap dengan kedua tangan membentengi kepalanya.
DUAKH!
"apa hanya ini kemampuanmu.."
Naruto menendang Asuma lagi. Kali ini gagal di blok dan tendangan itu mengenai wajah Asuma, pria itu terpelanting kembali. Naruto kembali maju, tantonya masih berada di dalam sarungnya. Ia mendekati pria itu, berusaha meyakinkan diri untuk memastikan keadaan lawannya.
"kau.. kami tak pernah membuat masalah dengan ninja lain, mengapa kau benar-benar ingin membunuh teman-temanku dan aku? Paling tidak sebelum pertarungan ini berakhir, izinkan aku mengetahui satu hal.."Asuma mendongak, darah menetes dari hidungnya yang berdarah. "katakan padaku alasannya.."
Naruto tidak menjawab, sebaliknya ia malah makin mendekati Asuma, kemudian tangannya menggenggam Tanto dengan lebih erat. Telunjuknya sudah mendorong pegangan benda tajam itu sedikit keluar, menampakkan bilah putih keramatnya di depan ninja Konoha dihadapannya.
"dalam dunia shinobi paling tidak kau harus mengatakan siapa dirimu sebelum menghabisi lawanmu, apa aku salah?"gumam Naruto dibalik topeng serigalanya tenang. Ia kembali maju, mendekati Asuma yang memandanginya dengan pandangan tanpa takut.
"tapi dalam dunia shinobi juga dikenal adanya bayangan, pada dasarnya bayangan selalu tidak terlihat, apa aku salah?"ucapnya lagi. Kali ini Naruto memperlambat tangannya, ia sudah menggenggam pegangan tanto itu, kemudian menariknya terpisah dari sarungnya.
"bayangan tak membunuh untuk terlihat, kau harus paham itu."
Naruto sudah hendak menusukkan tanto-nya ketubuh Asuma saat tiba-tiba siluet hitam muncul dan seorang pria bertopeng gagak lain menyentuh bahunya. Menahannya dengan tekanan mengingatkan, mereka beradu pandangan mata sebentar sebelum si pria misterius kembali menghilang. Entah bagaimana naruto langsung menyimpan kembali tantonya ke dalam sarung, kemudian ia mulai berjalan menjauhi Asuma.
"pergilah."ujarnya sebelum hendak menjauh, tapi tidak seperti dugaannya, Asuma yang sebelumnya terlihat tidak berdaya malah berdiri dengan gagah dan membuat sebuah gerakan dengan tangannya.
"Fuuton : Suiran Reppu!"
Secara tiba-tiba senjata Asuma di dekat Naruto langsung menyerang kearahnya, sementara Naruto yang terlambat menyadari hanya bisa terpaku sedangkan senjata itu menusuk kearah bahunya.
CRASH!
"k-kau.."
"aku sudah berjanji akan melindungi temanku, aku akan..-"
BGGRTTRTRTRRRTT
Tiba-tiba semuanya bergetar, kemudian di kejauhan sesuatu yang terlihat seperti berwarna keunguan melambung ke angkasa. Semua ninja tampak kagum, getaran gempa itu masih terasa hingga semua orang beradu pandang.
"a-apa itu.."
BRUAAAKh!
Sebuah naga cakra keluar dan menghantam tepat kearah sisa mansion Hoshikage sebelum kemudian menghilang dalam wujud manusia bersayap ungu. Cakra kedua muncul, kali ini diketahui bahwa itu adalah cakra sang Hoshikage sendiri, semua ninja yang melihat ini hanya beradu pandang. Naruto menekan luka ditangannya sambil membuat shunshin dan menghilang.
"sial"gerutu Asuma sambil bangkit dan meraih pisau cakranya kembali. Ia kemudian mendekati Kurenai dan bersama-sama ninja yang lain mengamati rekan mereka yang menjadi korban.
"k-kemana Hoshikage-sama pergi?!"
. . . . . . . .
Naruto masih memegangi lengannya saat ia muncul di tepian jurang dekat perbatasan desa dengan tanah Hi No Kunni. Darah mengucur dengan deras dari bekas luka tersebut, di kejauhan sana seseorang bertopeng gagak telah berdiri di dekat sosok ninja bermakser, di sisi berlawanan, sang Hoshikage dengan dua pesuruh nya berdiri dekat seorang bocah berhittae ate bintang yang kelihatan sedang marah dan memandang garang kearah ANBU karasu dan sekutunya itu.
"Aku tak akan memaafkan kalian! Kalian telah menghina desaku!"teriak sumaru lantang. "meski aku harus melawan kalian berdua dan mati, demi desa ini aku harus mendapatkan bintang itu! Sekarang serahkan padaku!"
Tap! Tap!
Syuuuut!
Trank!
Kunai-kunai itu ditangkis naruto yang melompat kearah kedua sekutunya. Sekarang kedua kubu itu saling berhadap-hadapan tanpa ada satu orang pun yang mengucapkan perkataan.
.
"SUMARU! Dia adalah pencuri bintang desa! Kau harus menangkapnya!"Hoshikage memberikan seruan perintah kepada ninja genin berhittae ate bintang dihadapannya. "dia harus membayar atas apa yang telah diperbuatnya pada desa!"
Sumaru menganggu kepada Hoshikage itu. Ia melirik kearah tiga orang lawannya yang berdiri di depan sana. "Kujaku Myohou!"
Ledakan cakra berbentuk merak kembali mengelilinginya. Pendar keunguan itu mengembang dari belakang punggungnya, dan berkibar-kibar ingin dikendalikan.
.
Melihat suasana gaduh dihadapannya, naruto melirik kearah Anbu disebelahnya. Dari sorot matanya ia seolah berkata mengenai apa yang harus dilakukannya setelah ini. Namun setelah beberapa saat tidak ada sedikitpun kode yang diberikan oleh Anbu Gagak itu. Ia memilih mengambil kesimpulan sendiri, tangannya meraih gagang tanto dibelakangnya.
"apa aku yang harus menghadapi ini?"gumamnya bertanya. Disisi lain, ketika ia hendak melangkah ke depan, tangan ninja hoshigakure sekutunya memalang di depan menghalanginya melangkah. Orang itu kemudian membentuk segelnya sendiri.
"biarkan aku yang menangani ini."
"KUJAKU MYOHOU!"
Naruto langsung menyingkir dari area itu saat melihat ledakan cakra yang serupa dengan warna sama di sekitar wanita ninja Hoshigakure itu. Tanto nya kembali di masukkan ke dalam sarungnya. Disebelahnya Anbu Karasu juga ikut menyingkir dari area pertarungan dua orang shinobi yang berasal dari desa sama ini.
"Ryuu Chakurato!"
Cakra dibelakang sumaru membentuk naga dengan ukuran tidak kurang dari 3 meter dengan diameter setengah meter. Naga itu meraung dengan ganas di sisi pemiliknya.
GROOAR!
"apa hanya ini yang diajarkan Hoshikage mu padamu?"ejek ninja Hoshigakure yang merupakan sekutu Naruto. "Ryuu Chakurato!"
GROOAR!
kali ini naga yang muncul tidak lagi hanya setinggi 3 meter, tetapi sudah mencapai lebih dari 20 meter dengan diameternya yang mencapai 1 meter lebih. Naga itu mengaum dengan dahsyat membelah malam, kelihatan menguasai langit gelap sambil memandang remeh kearah naga kecil lawannya yang berada di seberang.
"aku tidak takut! Kujaku Myohou!"
Sraph! Sraph!
Naga sumaru menerjang kearah naga besar dihadapannya tanpa kenal takut dengan naga yang lebih besar disbanding naga cakra miliknya itu. Disaat yang bersamaan naga yang lebih besar milik musuhnya juga menyerang dengan kekuatan yang nyaris lima kali lipat dari kekuatan naganya saat ini.
BOOOOM!
Sumaru melompat menghindar begitu naga cakranya menghilang. Ia langsung melepaskan segel tangannya dan melayang diudara tepat ketika naga besar itu menghantam tanah disekitarnya. Hoshikage dan kedua ninjanya melompat kebelakang untuk menghindar disaat yang bersamaan.
Tap! Tap! Tap!
"apa kau mau menyerah?!"gumam si pemilik naga besar kearah sumaru. "hanya sebatas ini didikan yang kau dapatkan?"
Syuuut! Syuuut! Syuuut!
Kunai-kunai yang dilempar sumaru berhasil dihindari oleh lawannya dengan memanfaatkan naga cakra super besar yang dimilikinya. Orang itu masih memburu sumaru, lagi-lagi dengan menyerang kearah remaja itu tanpa memberikan kesempatan sedikitpun baginya untuk menghindar.
SRAPH!
BOOOOOM!
Sumaru melompat kesana kemari diikuti dengan bunyi sapuan cakra ungu yang mengejarnya dan rekahan-rekahan di tanah yang menandakan betapa fatalnya jutsu ciptaan lawannya itu.
'sial.. dia tidak memberiku sedikitpun ruang. Bagaimanapun, aku harus bisa mendekatinya.'pikir sumaru sambil berlari menghindar. Di sisi lawannya, sumaru yakin orang dengan topeng yang menyerangnya berikut dua ninja asing yang berada disisinya itu memadanginya dengan pandangan remeh. Hal itu membuatnya kesal dan emosi karena merasa tidak berguna hanya dengan berlari terus-terusan seperti ini.
"kau akan mati!"
SRAPH!
"AKU TIDAK-"
BRAKH!
Lengan cakra itu membentur Sumaru dan mengakibatkannya terpelanting kearah tepian jurang. Debu beterbangan memenuhi area itu. Membuat kabur penglihatan selama sesaat.
"apa ini semua sudah berakhir? Hanya semudah ini?"Tanya si ninja lawan Sumaru sambil melihat kearah tepian jurang. Ia mengerenyit dari balik maskernya, bertanya-tanya apa memang anak yang tadi di lawannya semudah ini dikalahkan atau hanya asumsinya saja?
"HOSHIKAGE! SEKARANG GILIRANM-"
Buakh!
Dari belakang ninja ini tiba-tiba sumaru muncul sambil memukulkan tinjunya kearah perut lawannya. Selanjutnya secara beruntun juga mengirimkan tendangan sapuan ke arah dua kaki ninja itu, dan mengakhirinya dengan pukulan di dadanya.
Srooooook!
"apa kau benar-benar berpikir aku selemah itu?"Tanya Sumaru lantang. Ia mendesak maju kearah ninja tadi kemudian mengeluarkan kunai yang telah digantungi kertas peledak dan melemparkannya kearah si lawan.
DUUUUAR!
Asap memenuhi bukit tepi jurang itu. Sementara ke lima orang lainnya hanya mampu memandangi ini dengan pandangan campur aduk.
.
Anbu Ookami dan Anbu Karasu saling berpandangan kemudian menganggukkan kepala. Mereka memiliki satu pendapat mengenai ini, 'tipuan henge clone yang berhasil kan?'
Sedangkan dua pengawal Hoshikage dan Hoshikage sendiri yang melihat ini kelihatan tidak percaya. Kemudian secara perlahan, senyum mulai menghiasi wajah Akahosi menggantikan wajah penuh kekhawatirannya. 'kelihatannya rencanaku akan berjalan dengan lebih sempurna.'
Akahosi dengan segera melangkah kedepan ia merentangkan kedua tangannya di depan dada untuk membuat segel tangan jurusnya. "KUJAKU MYOHOU!"
Dari dalam kepulan asap, seseorang ditarik secara paksa menggunakan lengan cakra sang Hoshikage. Benda panjang itu menarik keluar sang ninja misterius yang menjadi lawan tarung Sumaru yang tadi bersembunyi diatas bebatuan jurang. Semua orang memandang kearah sana dengan pandangan yang berbeda-beda.
"DENGAN INI AKU MINTA KAU MENYERAHKAN BINTANG ITU!"seru Hoshikage secara lantang. Ia melirik kearah Sumaru yang terpaku ditempatnya. "AMBIL BINTANGNYA!"
Bocah itu langsung bergerak begitu mendapat perintah dari sang Hoshikage. Tapi tanpa disadarinya, seseorang telah berdiri lebih dulu dari arah lain menghadangnya, dengan kedua tangan yang telah berhasil membentuk segel tangan dan dada nya yang menggembung kelihatan bahwa sesuatu akan keluar dari dalam tubuhnya.
"Katon : Hosenka No Jutsu!" tiga bola api berukuran kecil menyerang kearah Sumaru, membuatnya terlempar ke belakang beberapa meter dari sandera sang Hoshikage sekaligus membelalakkan mata sang kage Negara bintang itu. Disisi lain sekelebat tanto melayang kearahnya, menebas secara vertical dari atas ke bawah dan membuat segel tangannya terhadap jurus terlepas. Tali besar cakra yang tadi mengikat ninja sanderaannya pun terlepas seiring dengan menyingkirnya sang Hoshikage dari sabetan maut sang pemilik topeng gagak.
BRAK!
Tanto yang tadi dialiri cakra membelah kearah tanah. Memperlihatkan betapa tajam dan mautnya senjata bergagang dengan ukiran spiral terbalik itu. Sebuah symbol keanbuan dari si pemiliknya.
"apakah pantas seorang ninja menjadi Kage dengan kualitas seperti ini?"gumam si Anbu bertopeng gagak yang langsung menghilang kearah dua rekannya.
Bersama Naruto.
Buagh!
Anbu serigala itu langsung melompat menghindari serangan yang dialamatkan padanya dari sandera yang dibebaskannya. Matanya seketika menyipit diiringi dengan sikap kewaspadaannya yang meningkat. Kagami langsung muncul disebelahnya, pria itu turut mendaratkan pandangan kearah wanita dihadapannya itu.
"aku tak memintamu untuk menyakitinya!"geram si wanita dari balik maskernya. "kelihatannya kesepakatan ini tak akan kulanjutkan."
"aku tak mengajakmu bermain-main, Kau boleh mengeksekusi Kage Hoshigakure tapi aku tak akan kubiarkan ia memiliki bintangnya."ujar Naruto dengan nada dinginnya.
"uhuk… uhuk!"
Suara itu menarik atensi ketiganya. Di ujung lain arena pertarungan, tampak keadaan Sumaru yang terluka bakar. Ninja itu tengah berusaha berdiri, tetapi berkali-kali jatuh karena luka parah yang dideritanya. Tanpa pikir panjang wanita yang sekarang masih bermasker itu langsung melangkah kearahnya. Ia menopang kepala Sumaru dan meletakkannya keatas pangkuannya sendiri.
"aku akan menyembuhkanmu."gumamnya sambil mengeluarkan cakra medic. Sumaru menyetujuinya tanpa banyak mengatakan apapun. Semua orang teralihkan atensinya kesana, sampai-sampai tak menyadari bahwa pasukan ninja Konoha dan ninja-ninja Hoshigakure yang lainnya telah muncul dari balik pepohonan. Dengan hati-hati Akahosi memberikan instruksi kepada mereka.
"mengapa kau melakukan ini untuk menolongku? Bukankah kita ini sebagai.. musuh?"Tanya sumaru penasaran. "maksudku kenapa?"
Angin bertiup lambat-lambat, sementara luka ditubuh ninja itu mulai menutup, ninja tadi melirik kearah langit sesaat. "apa impianmu Sumaru? Aku tak memiliki musuh, dan aku mencintai kedamaian. Aku mempercayaimu dengan sepenuh hidupku bahwa kau dan impianmu akan terwujud. Sudah tugasku untuk melindungimu."
Sumaru masih terdiam. Orang itu melanjutkan lagi ceritanya. "aku melindungimu, merindukanmu. Kau tahu kenapa? Karena-"
WUSH!
"KUJAKU MYOHOU!"
SRAPH! SRAPH! SRAPH!
Dari ketiga arah muncul lengan-lengan cakra keunguan langsung mengepung. Begitu tiba-tiba langsung mengikat paksa kedua tangan si ninja. Kejadiannya begitu cepat sampai-sampai sekarang yang terlihat diujung jurang itu hanyalah wanita itu yang terperangkap oleh ninja-ninja Hoshigakure yang sudah bersiap dengan masing-masing segel tangannya.
"SUMARU LEKAS AMBIL BINTANGNYA!"
Dengan tersentak bocah lelaki itu langsung berdiri dan menarik kantung berisi bintang cakra itu kemudian secepatnya berbalik kearah Hoshigakure. Tapi sebelum ia sempat melangkah perintah lainnya keluar dari bibir sang kage kebanggannya itu.
"BUNUH DIA SUMARU!"
Wanita yang tadi terikat sekarang meronta-ronta ingin melepaskan diri. Semua ninja yang telah hadir mulai memasang wajah waspada, siap bergerak jika mendapat perintah. "BUNUH DIA!"
"BUNUH DIA KARENA TELAH MENCURI BINTANG KITA!"gumam salah satu ninja yang hadir.
"BUNUH DIA!"ujar yang lain menimpali. "AKU TAK PERDULI APA YANG TERJADI! BUNUH SAJA DIA!"
"BUNUH! BUNUH! BUNUH!"
. . . . . . . . .
Naruto yang terkepung bersama Kagami masih sempat melirik kearah wanita yang menjadi partner sementara mereka itu. Seseorang yang sekarang terdesak sementara ninja lain mengerumuninya hendak membunuhnya. Matanya melirik kearah wanita itu, dan beberapa kali kearah anak lelaki yang tadi diobatinya setelah terkena jutsu katon yang dikirimkannya sendiri.
'apa dia akan membunuh wanita itu?'pikir naruto bingung. Disebelahnya kagami menganggukkan kepalanya, mereka telah siap menghadapi lawan dihadapan mereka yang mulai mendesak.
'kurasa.. ini akan jadi akhirnya.'pikir Naruto dan Kagami yang mulai menarik tanto keluar dari sarungnya masing-masing.
. . . . . . . . .
"maafkan aku!"setelah bergumam seperti itu Sumaru langsung berbalik dan mengeluarkan kunainya. Ia dengan sepenuh tenaga langsung menikamkan benda itu kearah jantung wanita yang saat ini tengah terikat tubuhnya itu. Seseorang yang juga telah menolongnya ketika jutsu musuhnya tadi menyerangnya. Yang juga merupaka orang yang mencuri bintang sumber kekuatan di desanya, dan merupakan penghianat desa, yang menjadi musuh.. bagi desanya.
TJRASH!
Darah berciprat dari area dada yang ditusuknya. Sumaru menekan kannya semakin kedalam, memastikan bahwa musuhnya harus mati dengan tikamannya itu.
"aku tak perduli apa yang telah kau lakukan, meskipun aku mengucapkan terima kasih karena telah menolongku. Tapi kau adalah penghianat, kau adalah musuh bagiku dan desaku, dan aku harus menerima perintah dari Hoshikage tanpa perlu merasa bersalah. Semua orang ingin kau mati dan aku hanya melakukan perintah."bisiknya pelan saat tubuhnya merapat pada tubuh musuhnya. Kelihatan sekali gerakan memberontak dari wanita itu sudah mulai menghilang. Darah mengalir dengan deras ke tangan sumaru. Juga menciprat ke wajah dan bajunya.
Ketiga ninja yang tadi mengepung mulai melepaskan jutsunya. Tangan cakra yang mengikat sudah menghilang dan tinggalah wanita tadi yang terduduk lemas dengan kunai yang menancap di tubuhnya. Sumaru berdiri, sehingga saat ini wanita ini benar-benar jatuh, wajahnya membentur tanah, membuat keberadaan topengnya sedikit bergeser.
"sumaru.."
Langkah ninja itu berhenti sebentar. Dibelakangnya wanita tadi telah terjatuh menyusur di tanah.
"aku bangga padamu nak.. ayahmu dan aku.. akan selalu bangga padamu."
"-a-aapa? I-ibu?"
Sumaru hendak kembali berjalan kebelakang, tetapi seseorang menyentuh bahunya dan memutarnya dengan kasar. "terima kasih atas kerja kerasmu! Sekarang benda ini akan menjadi milikku!"gumamnya seraya mengeluarkan benda cakra itu dari kantungnya yang masih tergenggam ditangan Sumaru. "SEKARANG TUNDUKLAH PADAKU!"ujarnya lalu menekankan batu bintang itu ke tubuhnya sendiri.
"TUNDUKLAH PADAKU KALIAN SEMUAAAAAAAA!"
DUAAAAAAAAAAAAAAAR!
Ledakan cakra begitu besar mengelilingi Hoshikage itu. Meledak dengan cahaya pekatnya sampai menembus kearah langit malam. Membuat semua orang yang hadir terpaku, melihat kenyataan bahwa bintang yang mereka banggakan telah tertanam kedalam tubuh sang Hoshikage dan mengakibatkan cakra dengan kapasitas sangat besar meleda ditengah-tengah tempat itu. Semua genin dan ninja berpangkat Chunnin terpelanting kearah belakang, sisanya terduduk dan yang lain memejamkan mata. Disisi lainnya dua orang ninja berpakaian pekat telah menyimpan kedua tantonya, mata merah crimson telah menghiasi masing-masing pupil mata keduanya.
"sharingan!"
.
.
.
Suasana riuh redah, banyak ninja yang ketakutan melihat ledakan cakra berikut tekanan kekuatan yang begitu besar. Beberapa dari mereka memutuskan menjauh dari area pertarungan, dan beberapa lainnya mempertahankan diri agar tidak tersingkir akibat tekanan cakra yang berlebihan. Di hadapan mereka, tepat ditengah-tengah ledakan cakra sang Hoshikage berdiri. Entah apa yang terjadi tapi yang diketahui oleh ninja-ninja ini bahwa Hoshikage telah berusaha menyerap kekuatan bintang kedalam dirinya.
"ini tidak bagus!"gumam salah satu ninja Jounin. "kita harus menghentikan ini!"
"tapi bagaimana dengan ledakannya?! Aku tak bisa melihat kemungkinan itu akan berhasil!"
Yang lain sambil mempertahankan dirinya agar tidak terdorong menjauh akibat pengaruh tekanan cakra besar itu langsung mengangguk. "kita coba! Demi desa! Ayo!"
Mereka melompat maju, kemudian masing-masing mengeluarkan kunai bersisi kertas peledak kedalam pusaran cakra.
"Katsu!"
DUAAR! DUAAR! DUAAR!
Tiba-tiba dari pusaran cakra itu muncul seekor naga. Kemudian naga cakra tersebut meraung dan menyerang ketiga Jounin tersebut. Dan berhentilah perputaran cakra. Sekarang yang terlihat dihadapan mereka bukanlah sang Hoshikage, melainkan seseorang dengan perawakan tubuh berotot dan berambut lebih panjang dan spikey.
"apa ada yang mau melawanku?"tanyanya dengan arogan kearah ninja-ninja dihadapannya.
"adakah? Atau-"
Syuuut! Syuuuuut!
Dua buah kunai melesat kearah sang Hoshikage. membuat orang itu langsung melirik kearah sumber lemparannya. Seseorang dengan topeng serigala berdiri sambil menggenggam tanto nya, mata orang tersebut dipejamkan sementara angina menerbangkan pakaian yang dikenakannya.
"kau ingin menantangku? Heh?"Tanya Hoshikage meremehkan. "apa aku salah dengar?"
"mengapa tidak langsung dicoba?"Tanya Naruto sambil membuka matanya lamat-lamat. Dua tomoe di matanya berputar pelan memberi intimidasi dan mengagetkan semua orang. "U-uchiha?!"
"kalau begitu mulai saja. Uchiha.."
.
Naruto berlari mengelilingi Hoshikage, tangannya meraba beberapa kunai dan melemparkannya langsung kearah Hoshikage.
Syuuut!
Prank!
Kunai itu ditangkis begitu saja oleh Hoshikage menggunakan cakra keunguan yang dimilikinya. Kali ini pria itu melibaskan kekuatannya kearah naruto, membuat bocah itu melompat tinggi menghindari sapuan yang ditujukan kearahnya.
BRAKH!
Tanah disekitarnya terangkat dengan ganas, Hoshikage kembali memberikan serangan melalui tehnik khas pengendalian cakra khas Hoshigakure itu.
"KUJAKU MYOHOU : RYUU CHAKURATO!"
GROAAAR!
Kali ini naga super besar muncul dan mengaum kearah udara, membuat suasana menjadi semakin dramatis dengan debu pertarungan dan beberapa ninja Hoshigakure yang ada. Semua ninja yang hadir membelalak, menyaksikan sebuah naga cakra besar yang belum pernah terlihat sebelumnya. Mata Hoshikage melebar, pupilnya berubah menjadi ungu sewarna dengan cakra yang dikenakannya. Tawanya pecah.
"KAU AKAN KALAH!"gumamnya arogan. "bersiaplah untuk mati!"
GROOOAR!
Naga tadi mengaum keangkasa sebentar, kemudian menukik tajam kearah Naruto dengan kecepatan menggila. Sharingan bekerja dengan baik saat ini, memastikan penggunanya menyelamatkan diri sebelum serangan berlangsung. Naruto pun melompat kesana kemari untuk menghindari serangan naga brutal itu.
Srakh! BRAKH! BRAKH! BRAKH!
"AWAS!"gumam salah satu ninja Hoshigakure kepada rekannya. Mereka semua buru-buru menyingkir ke samping, tapi beberapa yang tidak terlalu cepat langsung menjadi sasaran amukan si jutsu. Naga it uterus mengejar Naruto tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat.
'cakra yang besar.. aku ragu kalau bisa menghentikannya dengan cara taijutsu.. atau kenjutsu.. tapi bintang itu selalu mengisi ulang cakra nya, aku harus berpikir bagaimana memisahkan bintang itu darinya..'pikir dalam hati naruto. Sekarang ia melompat kesalah satu tebing, kemudian memutar tubuhnya di udara untuk menghadap kearah naga yang menyerbunya. Kedua tangannya menyelinap ke belakang pinggang, meraih masing-masing 5 shuriken di kedua tangan.
WUSH! SYUUUUT!
"Katon : Hosenka No Jutsu!"
Kesemua shuriken tadi dilapisi api. Berputar di udara dengan cepat menuju kearah sang Hoshikage.
Twing! Twing! Twing!
Dengan segel tangan Hoshikage, pria itu mengubah kepala naga-nya secara otomatis menjadi tali yang mengikat tubuh naruto dengan kuat. Sementara, shurikken yang dilemparkan bocah itu dibiarkannya lolos saja karena tak mengancam keberadaannya sama sekali.
"Uchiha.. ternyata hanya ini kemampuanmu.."decak Hoshikage mengejek. "ckckck, kukira aku akan menemukan sebuah lawan yang sepadan. Tapi bahkan setetes keringatpun kau tidak bisa memberikannya bagiku.."
Hoshikage tertawa, dibelakang mereka, banyak ninja yang menyusul telah sampai. Kurenai telah berdiri di papah Asuma, sementara ninja-ninja lainnya telah berkumpul mengelilingi jurang. Disisi lain jurang terdapat kabut super tebal yang berisikan racun dan memisahkan antara tanah Hi No Kunni dan Hoshigakure No Sato. Teman-teman Sumaru juga ikut hadir, dan beberapa kelihatan kaget melihat perubahan tubuh pada Hoshigakure mereka.
"H-Hoshikkage?"Tanya bingung mereka. Sedangkan sang Hoshigakure langsung menghadap kearah rakyatnya dengan pandangan bangga nya.
"lihatlah rakyatku.. aku telah berhasil mendapatkan kembali bintang cakra kita yang hilang! Aku telah mengalahkan musuh-musuh kita.. dari desa Negara api.. bahkan aku telah mampu menguasai cakra bintang ini dengan sempurna."gumamnya sambil merentangkan tangannya kearah rakyatnya.
"aku telah menaklukan musuh desa! Musuh utama kita.. dan bintang cakra tak akan hilang kembali.."
Shinobi Hoshigakure langsung beradu pandang dalam kelegaan. Mengingat hal itu adalah sentral bagi desa mereka. Namun karena masih ada hal yang tidak mereka mengerti, salah satu dari mereka menunjuk kearah Hoshikage; tangannya terarah lurus kearah bintang yang tertanam di tubuh pria itu.
"H-hhosikage.. a-apa itu b-bbintang yang anda maksudkan?"
Akahosi tersenyum puas. "ya! Dan dengan ini aku akan memerintah kalian! Dan dengan ini pula aku mendapatkan kekuatan besar melampaui pendahulu kita! Dengan ini aku bisa memberikan kalian sebuah hadiah."ia melirik kearah naruto yang masih terikat di tempatnya.
"seorang Uchiha dan sharingannya! Ya aku mengalahkannya dengan kekuatan ini!"
Semua orang tersentak shock.
"U-uchiha?!"
. . . . . . . . .
Asuma yang mendengar ini langsung memicingkan matanya. Disebelahnya Kurenai mengangguk halus, "kau tahu Asuma-kun? Siapa yang mampu mengalahkanku dan membuat mentalku hancur seperti ini?"
Kontak mata mereka tetap bertahan, Asuma menatap Kurenai dengan pandangan bertanya. "ya?"
"kau tahu clan Yuhi adalah specialis genjutsu konoha. Kami adalah master bagi bidang genjutsu, terbiasa dengan penggunaan cakra yang efisien dan efektif. Namun semua itu ternyata agak terlalu membesar-besarkan Asuma-kun, kau tahu kenapa? Karena aku yang merupakan clan Yuhii pun bisa dihancurkan dengan genjutsu-ku sendiri."
"a-apa maksudmu?"Asuma bertanya bingung, matanya menyipit.
"kau tahu siapa yang menghancurkanku?"
Mata asuma tidak berkedip. Tubuhnya menegang saat ia mendengar ucapan Kurenai berikutnya.
"Uchiha.."
Deg!
.
Diujung tebing
Hoshikage menatap lurus kearah mata merah menyala yang tersaji dihadapannya. Ia kembali tertawa arogan.
"apa ini yang dibicarakan orang lain tentang Uchiha? Kelihatannya semua hanya omong kosong belaka."
Naruto, dalam keadaan terikatnya hanya membenarkan dengan anggukan ringan. "kurasa itulah yang kau maksudkan. Kami tak sehebat seperti yang orang lain bicarakan."
"hahaha, benar sekali! Mata berpola tomoe mu itu.. ya kurasa ada sedikit kebenaran dari apa yang diucapkan orang-orang, bahwa mata itu bisa membaca pergerakan lawan."
Naruto mengangguk kembali, "3 detik sebelum lawan menyerang."
Pria berambut panjang jabrik itu melangkah maju, ia menodongkan kunainya kedepan dengan senyum simpul. "kalau begitu aku butuh mata itu! Akan kuambil darimu!"ucapnya tanpa aba-aba sambil menusuk naruto menggunakan kunai-nya. Darah menciprat kemana-mana, mengenai wajahnya dan juga pakaiannya, sementara sosok bertopeng dihadapannya hanya terpaku.
"K-kau?!"
Prosesinya begitu lambat. Topeng itu diangkat dari wajah si bocah, kemudian dengan keberaniannya, Hoshikage langsung mengulurkan tangannya kedepan, dan mencabut sebelah bola mata sang Anbu Konoha.
"AAAAAAAAAAAAkh!"
"HAHAHAH! Satu lagi Konoha-nin.."gumamnya sambil mengulurkan tangan yang lain. Dengan kesabaran ia langsung mencabut bola mata kedua, kemudian menariknya tanpa belas kasih.
"AAAAAAAAAAAKHHHHH!"
Menyusul teriakan kedua, Hoshikage langsung mendorong rubuh Naruto. Ia tertawa penuh kemenangan sambil menatap kedua bola mata di telapak tangannya.
"AKHIRNYA AKU AKAN MENJADI NINJA DENGAN MATA SHARINGAN!"
TBC.
