selamat tahun baru guys! aku berharap ini tidak terlalu mengecewakan! tahun baru dengan semangat baru, aku berterima kasih pada semua reader yang telah menyuport fic ini di 2016, yosh kita akan masuk babak baru di 2017 dengan semangat baru dan harapan baru. termasuk fic ini.
review jangan lupa ok? selamat tahun baru 2017 dan sehat selalu readers/authors!
have fun, SEMOGA TIDAK MEMBOSANKAN!
D.S
Chapter 20
Maut di konoha
. . . . . . . . . .
"Katon : Goukakyou No Jutsu!"
Dari kedua belas arah mata angin, muncul manusia-manusia yang menyemburkan bola-bola besar api dalam waktu yang bersamaan. Seketika saat itu juga udara terasa panas, sementara Minato yang memandang ini langsung membelalakkan matanya, ia melemparkan kunai hiraishinnya keatas, kemudian menghilang dalam detik berikutnya.
Cling!
Kunai hiraishin itu melayang di udara tanpa tahu kemana harus mendarat. Berikutnya, Minato namikaze menangkapnya, kemudian dengan sebelah tangan, melemparkan kunai tadi kesalah satu batu yang terdapat di sekitar mereka. Namun sayang, kemunculannya telah diantisipasi dengan sebuah pukulan berat khas Anbu divisi pertahanan yang tubuhnya tinggi menjulang.
BUK!
Minato melayang sebentar, tapi Ia masih berhasil menguasai tubuh dan tidak kehilangan keseimbangan. Tubuhnya di bungkukkan kedepan, sambil menggigit kunai cabang tiga hiraishinnya, ia mendaratkan sebelah tangan kedepan, terseret sedikit kebelakang karena pukulan Anbu tadi. Matanya menyipit, tak jauh dari hadapannya bola-bola api raksasa tadi saling bertubrukan.
GLEDOOOM!
. . . . . . . .
Ledakan itu begitu besar, dengan hawa panas yang hebat dan suara yang menggetarkan gendang telinga. Sisa ledakannya menimbulkan kerak besar di tanah yang langsung hangus tak berbekas.
'pengguna katon dengan jutsu ini..'Minato berpikir lambat. Ia menganalisis keadaan, 'ini pasti tidak lain dari-'
"apa ini yang disebut Kiroii senkou dari Konoha?"
Perlahan-lahan dari balik bebatuan, muncul seseorang dengan perban di sebelah matanya. Berjalan dengan diriingi beberapa orang berpakaian berleher tinggi dengan mata menyala mereka di kegelapan. Mereka beringsut mendekat kearahnya, sementara Anbu-Anbu lain sudah bersiaga disekitarnya.
"Uchiha.."gumam Minato pelan. Sebelah tangannya masih menggenggam erat kunai, sedangkan yang sebelahnya lagi memeluk Menma yang ketakutan dalam gendongannya. Bayi it uterus menjerit seolah-olah tahu akan posisinya yang berada dalam bahaya.
Danzou mendecak sinis. "bahkan anak itu kelihatan lebih mengerti akan posisinya yang tidak menguntungkan dibandingkan ayahnya sendiri."
Minato tetap dalam pose defensifnya, matanya tak lepas memandangi orang-orang yang mengelilinginya.
"kalian adalah penghianat. Membuat kekacauan di desa sendiri di tengah tahun-tahun pembangunan desa.. sebuah tindakan yang aneh, sebab kalian sendiri yang menginginkan pembangunan desa itu sendiri."gumamnya penuh penekanan. Minato menembakkan KI nya ke seantero penjuru, mencegah Anbu-Anbu yang berada disekitarnya untuk mendekat.
"sangat mencengangkan, dan ironis.."
'posisi ku benar-benar terpojok.. melindungi Menma akan sangat merepotkan apabila harus dicampur dengan melawan mereka. Aku tidak bisa berfokus kepada pertarungan dan itu membahayakan nyawa kami berdua. Apa yang harus kulakukan?'pikir Minato dalam diam.
"membangun desa? kami adalah pembaharu desa itu sendiri. Penyelamat dari kemungkinan pemimpin lembek yang tidak berpengalaman. Seseorang yang tidak bisa diharapkan ketegasannya. Seseorang yang tidak siap untuk membawa kejayaan bagi Konoha."ucap Danzou sarkas. "haruskah dipercayakan nasib semua orang ditangan orang yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri?"
"OEEE! OEEE!"
Mata Danzou menyapu berkeliling, berhenti memandang kearah Menma kecil dalam gendongan Minato.
"bayi itu akan sama saja seperti ayahnya, menjadi sampah bagi dunia ninja dan Konoha."
"dia bukan sampah dan tak akan menjadi sampah. Dia adalah tunas baru bagi Konoha itu sendiri.. seseorang yang akan jadi lebih baik dari generasi pendahulunya. Bahkan lebih baik dari para manusia yang berhianat dihadapanku ini."
Danzou menyipitkan matanya sedikit, kemudian memberi isyarat ringan kearah Anbu-nya menggunakan tangan.
"kalau begitu mari kita lihat.. apakah ia cukup kuat untuk bertahan hingga saat itu tiba."
Dari samping kanan tubuh, seorang Anbu muncul sambil menyabetkan katana-nya kearah leher, Minato dengan sigap langsung berkayang merendahkan tubuhnya untuk menghindari serangan itu sambil mendaratkan tendangan kearah bahu si Anbu. Selesai dengan Anbu yang satu, seorang Anbu lain juga muncul, kali ini menyerang dari arah depan dan arah belakang.
'ini tidak akan berakhir baik dengan pasukan sebanyak ini.'pikir Minato sambil melayang di udara. Serangan yang dilancarkan tadi hanya mengenai udara di bagian bawah dan bagian atas tubuhnya—cukup lama Minato melayang diantara keduanya baru kemudian dengan gerakan sigap langsung membuat sapuan tendangan yang mengenai kepala kedua Anbu tersebut.
BUAGH!
Tap!
Minato Namikaze aka Yondaime Hokage mendarat dengan tangkas di atas tanah. Dihadapannya Danzou beserta para kroni-nya memandanginya dengan pandangan mengancam. Meski begitu hal ini tidak menggetarkan hatinya sama sekali.
"kurasa inilah sampah dari dunia ninja itu sendiri. Penghianat yang lemah, yang bahkan melibatkan dirinya dalam kudeta dalam desa untuk kepentingan seseorang. Selayaknya robot yang tidak berhati dan berpikir, lebih buruk dari binatang yang hidup melata di diatas lumpur."gumam Minato menyimpulkan. Ia memandang Danzou dengan sengit, "kau tidak bisa mengalahkan seekor elang dengan burung pipit Danzou.. karena Burung pipit hanya sebagai mangsa dari elang itu sendiri."
"kau akan membayar untuk ini. Kerarogananmu akan membunuhmu sendiri."
Setelah berkata seperti itu, Danzou mengerahkan pasukan Anbu ROOT-nya untuk menyerang Minato. Pria itu, dengan sigap langsung menyimpan kunai-nya, lantas membuat seal dengan cermat.
"Kage Bunshin No Jutsu!"
Pooft!
Seketika muncul 20 orang miniatur dari sang kage. Orang-orang dengan wajah persis sama yang masing-masing memegang kunai hiraishin di tangan. Mereka siap menyongsong para Anbu yang langsung menyerang dari masing-masing penjuru.
"HYAAAA!"
Trank! Trank! Trank!
Bunyi benturan pedang menghiasi lembah itu. Lembah bebatuan yang menjadi saksi bisu bagi pertempuran antara elite di Konohagakure. Para Anbu yang melawan Hokage-nya sendiri, dengan klon-klon yang menggunakan hiraishin dalam pertarungan. Bunyi dentang senjata yang beradu menjadi musik dari tempat itu, tempat dimana seorang kage membela diri dari penghianatan desa-nya sendiri.
Swuuut!
"hiraishin!"
Klon-klon itu bergerak dengan lincah, mewarisi keahlian asli dari tubuh asli Minato Namikaze. Serangan-serangan dengan cepat yang membabi buta terlihat dimana-mana, sedangkan Danzou mengamati pertarungan sambil diikuti oleh para Uchiha disekelilingnya. Pria itu mendecak begitu menyaksikan kekalahan para Anbu-nya.
'kiroii senkou.. kau memang ninja cerdas yang tidak bisa diremehkan..'
"bagaimana rencanamu?"gumam salah satu Uchiha disebelahnya. "kelihatannya ROOT akan ditumbangkan tidak lama dari ini."
Danzou tertawa sinis, "kau terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kita masih punya beberapa kartu truf untuk digunakan guna mencapai kemenangan."ucap Danzou sambil melirik kearah salah satu tebingan. Dari sana senyumnya makin merekah puas, "kita akan lihat sejauh mana Minato mengalahkan Anbu-Anbu pilihan ini."
. . . . . . . . .
ROOT adalah pasukan yang terkenal kejam dan tidak berperikemanusiaan. Itu bukan Cuma omong kosong belaka sebab ninja-ninja ini memang tidak berhati dan berperasaan, mereka terus menyerang dengan brutal, meskipun dengan tubuh yang sudah terluka oleh musuh.
'ini kebenaran lain dari NE Anbu, seseorang yang brutal yang tidak memiliki emosi dan petarung yang terlatih. Danzou.. kau adalah pencipta pasukan ini.. dan juga orang yang bertanggung jawab atau kematian mereka.'
Minato yang asli melompat keudara, kemudian membuat pengamatan sedikit atas pertarungan para klonnya. Sebenanya ia ingin bertarung dengan semua klonnya, tapi keberadaan Menma adalah hal lain yang menjadi perhatiannya.
'aku akan menyimpan Menma disuatu tempat yang aman.'
Setelah itu Minato melemparkan Kunai-nya kearah batu terjauh, ia sudah siap menghilang dalam kilat Kuning-nya sampai akhirnya sesuatu menahannya, menubruknya dengan suhu yang dapat mencairkan besi khusus sekalipun.
'sial. Barrier!'
Tap! Tap!
Srooooook!
Ia mendarat dengan kaki yang tepat, setelah sebelumnya membatalkan jutsunya sedangkan besi kunai Hiraishin yang tadi dilemparkannya telah melumer di atas tanah. Samar-samar warna kemerahan muncul disekitarnya, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah diperkirakannya akan ada disana.
'ini barrier ninjutsu.. tapi sejak kapan?'
Tiba-tiba dari arah depan sebuah celah terbentuk dari barrier tersebut, memunculkan sesuatu yang bahkan tak pernah ada dalam bayangannya. Sesuatu yang asing, tapi lebih berbahaya dari ninjutsu biasa.
"Mokuton : Shicuro no Jutsu!"
Brak!
Dari bawah tanah muncul kayu-kayu yang membentuk sulur keatas, bergabung dan bersatu membentuk sebuah penjara besar yang mengurung Minato dengan sangat cepat. Kayu-kayu itu merapatkan diri satu sama lain, menyisahkan celah-celah dimana Minato yang terkejut membelalakkan matanya melirik kearah luar.
"ini.."
"Katon : Goukakyou No Jutsu!"
Wuuuush!
Api besar yang ditembakkan oleh dua orang Uchiha itu mengarah langsung kearah penjara kayu tempat Minato ditahan. Dengan kapasitas yang bahkan mampu membuat sebuah rumah menjadi hancur berantakan dalam hitungan detik. Kombo dari Mokuton karya si Anbu dan Katon dari para Uchiha benar-benar sesuatu yang istimewa. Dikejauhan Danzou yang melihat ini menyeringai.
"sudah kubilang.. Anbu NE bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan."
GLEDOOOM!
Tabrakan penjara dan kedua bola api jutsu besar itu tak terhindarkan. Menciptakan sebuah semburan api keangkasa selama beberapa saat dan membuat beberapa Anbu menyingkir. Di luar Barier 8 orang Anbu beserta seorang sannin yang mengamati ini menyipitkan mata.
'apakah sudah selesai?'pikir salah satu ninja penjaga barier.
Sementara salah satu sannin yang menjadi anggota NE bawahan Danzou aka Orochimaru bersedekap ringan. Mata kuning emasnya memandang kearah luar barier, merasakan sesuatu yang menarik perhatian bergerak dengan kecepatan tidak biasa kearah mereka.
'cakra ini..'
. . . . . . . . .
.
.
.
Konohagakure No Sato
Sekelompok ANBU yang baru pulang dari misi terlihat melompati dahan-dahan menuju kearah Konoha. Mereka bergerak dalam formasi teratur dengan seorang buntaichou yang memimpin di depan. Bulan terlihat bersembunyi dari pandangan mata. Hari itu cuaca begitu dingin sebab Konoha baru ditimpa hujan.
Tap! Tap!
Tap!
Wush!
"Taichou!"
Salah satu dari anggota ANBU itu berteriak, disaat yang sama beberapa orang langsung muncul dari dalam kegelapan, meski begitu mereka tetap terlindung dari kanopi pohon. Tak satupun dari mereka kelihatan wajahnya.
"katakan padaku siapa kalian sebenarnya!"Bear berteriak nyaring kearah lawan mereka yang tersembunyi dalam kegelapan. Sedangkan sisa tim-nya saling membelakangi, mereka membentuk formasi diamond rapat saling memunggungi masing-masing. Pasukan mereka kelihatan dikepung oleh sekelompok orang tak dikenal.
"kami hanya ninja Konoha yang sedang berpatroli! Lekas katakan siapa kalian sebenarnya!"ucap keras Bear kearah lawan-lawan mereka yang berlindung di dalam kegelapan. "atau aku sendiri yang harus mencari tahunya?"tantangnya lantang.
Suasana hening untuk sementara waktu, sampai ketika seekor elang pembawa pesan Konoha terbang melintasi hutan areal itu. Suara ciutannya mengoyak keheningan yang ada.
"hari ini tidak ada satupun yang boleh melintasi areal ini. Itu mutlak, dan pelanggar akan dihukum, mati."akhirnya salah satu dari kelompok yang bersembunyi dalam kegelapan itu bersuara. Dari gaya bicaranya sudah dapat dipastikan bahwa ia adalah pemimpin pasukan itu.
"kami membawa berita untuk Hokage sama. Hal ini tidak bisa ditunda-tunda. Tidak perduli siapapun dirimu pecundang, kami tak akan surut. Ini adalah tugas yang kami emban dan tak akan kubiarkan kau -mengacaukannya."Bear menarik katana-nya diikuti oleh pasukannya. Mereka merapatkan pertahanan dan kuda-kuda.
"pecundang? Akan kuperlihatkan siapa pecundang yang sebenarnya.."gumam suara itu tenang. Diam-diam di bawah perlindungan kegelapan dahan pepohonan mereka mulai bergerak, dengan katana yang masing-masing tergenggam di tangan.
'cakra ini..'pikir sensor didalam tim ANBU itu. "Buntaichou ini.."
6 pasang kelopak mata dengan iris merah darah muncul dari kegelapan, melompat tinggi kearah udara dengan gerakan singkron dan dada yang menggembung.
"Katon : Gouryuka No Jutsu!"
. . . . . . . . .
.
.
Di tempat lainnya.
Kagami memandang kearah hutan dihadapannya, pria itu berlari mengitari Konoha sesuai misi yang di berikan padanya dari Hokage. Tugasnya adalah menjaga batas-batas luar Konohagakure, memastikan tidak ada penyusup yang berkeliaran dan mengamankan daerah-daerah perbatasan.
'baiklah, sisi utara dari Konoha.'
Gerakannya begitu cepat khas Anbu terlatih. Tanpa suara dan dengan ketenangan yang memadai, ia terus berlari melompati pepohonan dari satu tempat ke tempat lainnya. Jubah hitam berpenutup kepala yang dikenakannya bergerak-gerak ringan saat ia berpindah tempat. Sesekali menampakkan wujud dari topeng gagak yang dikenakannya.
'aku tidak tahu mengapa Yondaime tidak memintaku dan Uchiha untuk membantu mengawal persalinan.. apakah ini karena ia benar-benar telah tidak mempercayai kami?'
Saat ini ia ditempatkan sangat jauh dari Konohagakure, seolah-olah ia sengaja disingkirkan dari Konoha tempat persalinan sang Jinchuriiki. Ini membuatnya merasa aneh,
"Yondaime.. semoga Konoha dan semua rencanamu baik-baik saja."
.
.
Di konoha
Masyarakat seperti biasa beraktifitas di tempatnya masing-masing, pasar-pasar dan stan di Konoha masih terbuka bahkan pelanggan tetap membanjir di tempat-tempat penjualan makanan atau toko-toko penjual peralatan. Orang-orang tetap bergembira seperti biasa, sebab pada malam hari lampu-lampu di Konoha menyala dengan tenang dan amat indah dipandang mata. Banyak pasangan-pasangan muda yang berkeliaran sebab udara begitu hangat setelah hujan yang tadi telah mengguyur Konoha.
Tapi tidak dengan Rokie 10 Konoha. Mereka tidak menikmati malam ini sebagaimana orang-orang menikmatinya, hal ini karena insiden tim 9 yang menghantui semua pikiran chunnin yang ada. Terutama Asuma dan Kurenai. Keduanya terlihat paling berduka diantara semua Chunnin angkatan itu.
"aku tidak tahu kalau rasanya akan seperti ini. Begitu.. sakit."gumam Asuma dengan mata kosong menatap teman-temannya. Mereka berkumpul di restoran yakiniku bersama para chunnin yang lain. Suasana kedukaan benar-benar terasa disana.
"bahkan aku tak melihat jasad-nya meski untuk yang terakhir kalinya.. aku benar-benar teman dan ketua yang buruk."
Kakashi, Anko, Kurenai, Genma, Hayate, Aoba, Kotetsu, Izumo, dan Iruka hanya mampu memandangnya dengan pandangan penuh pengertian. Sebab ini bukanlah kejadian pertama dan yang terparah, lagu pula ini sudah sebagai jalan hidup seorang ninja. Mati di medan pertarungan demi membela desa dan menyelesaikan misi. Tidak ada yang menyalahkan dan patut mempermasalahkan hal ini.
"pada saat itu aku terlalu mempercayakan pertarungan padanya.. kalian tahu, untuk pertama kalinya aku melihat Guy mampu menggunakan cakra untuk Ninjutsu. Meski hanya ninjutsu sederhana.. aku tetap senang untuknya dan membiarkan dirinya untuk melawan pencuri itu sendirian."imbuh Asuma masih menunduk disertai dengan air mata yang menetes. Ia mengusapnya perlahan, kemudian memandang kembali teman-temannya dengan pandangan nanar.
"ini tak akan terjadi jika aku tidak terlalu pengecut waktu itu."gumamnya dengan rahang mengeras. Memang dari semua chunnin yang ada, yang paling terlihat menderita adalah Asuma, sebab ia terus menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Guy. Meski ia tidak mengumbarkannya kepada orang-orang, tapi dari caranya memandang teman-temannya sudah jelas bahwa ia yang paling merasa kehilangan disana.
Kurenai yang melihat ini juga hanya bisa bersedih, ia sendiri tidak lebih berguna dibandingkan dengan Asuma.
Kakashi memejamkan matanya sejenak, ia duduk tepat di sudut ruangan, mendengarkan keluh kesah dua orang angkatannya itu. Ini bukan kehilangan yang pertama yang dirasakannya, sehingga ia tahu dengan jelas bagaimana perasaan kedua orang anggota tim 9 yang sekarang tengah berduka ini.
"Guy juga adalah temanku. Aku turut sedih mendengar kepergiannya, meski begitu hidup tidak boleh terus dirundung pada penyesalan. Ia telah melakukan yang terbaik dan menjadi pahlawan bagi konoha dan tim 9. Meski ia tidak kembali kepada kita, dia akan terus hidup di dalam diri kita."
Semua atensi mengarah kearah kakashi, terlihat bingung dan sedikit memaklumi. Bingung karena ini kalimat kakashi yang terpanjang, dan memaklumi sebab insiden yang lebih buruk pernah dilalui oleh si copy nin itu.
"dia adalah orang paling semangat yang pernah kukenal."kenang Genma setelah beberapa saat hening. "aku tak akan pernah melupakan semangat muda nya yang membara."
Aoba menyentuh tangkai kacamata nya sejenak. "Guy-san adalah salah satu ninja konoha yang ditakuti, meski itu tanpa kemampuan ninjutsu sebagai umumnya seorang ninja."
Anko mengangguk, "meski penampilannya cenderung mencolok dan nyentrik, aku menyukainya. Ia adalah seorang teman yang baik."
Hayate membalik daging yang mereka pesan sejenak, "aku berduka lebih dari apa yang bisa kuungkapkan."ujarnya sambil membolak-balik daging. "tapi itulah ninja, itulah kita sebagai shinobi, lebih baik mati di medan pertempuran demi misi dan nama baik desa dibanding hidup sebagai pecundang. Ia memiliki respek ku."ia mulai membagi-bagi daging yang ada ke mangkuk semua orang.
"kau mau juga kakashi?"
Kakashi kelihatan berpikir sebentar, tapi gelengan kepala menjawab tawaran Hayate itu. "arigatou, tapi tidak sekarang."
Dari semua orang yang hadir di sana, hanya Kakashi lah yang seorang ANBU. Memang, dari semua ninja angkatan Kakashi, orang yang paling cepat mendapat promosi jabatan hanyalah sang keturunan terakhir dari Sakumo Hatake itu. Ia adalah prodigy di Konoha dan salah satu ninja muda paling di perhitungkan. Kecepatan, kecerdasan, dan sharingan warisan Obito Uchiha yang dimilikinya membuatnya semakin dikenal baik itu oleh ninja Konoha sendiri maupun ninja dari desa lainnya.
'Guy..'pikir Kakashi sambil menutup buku bacaannya. Ia juga turut merasa kehilangan sebab Guy adalah ninja yang diperhitungkan oleh ayahnya; Shiroi Kiba. Bukan masalah kekuatan yang membuat pria beralis tebal itu mendapatkan perhatian dari Sakumo Hatake, melainkan sikap penuh semangat dan kerja kerasnya lah yang membuat Sakumo sampai menyatakan pada Kakashi bahwa Guy adalah rival terbaik yang akan dimiliki Kakashi nantinya.
'apa benar orang sepertimu sudah mati Guy? Aku benar-benar tidak mau mempercayai itu.'
"yosh! Makanan ini enak sekali. Apa kau tidak mau mencobanya kakashi?"gumam Izumo semangat. Disebelahnya Kotetsu mengangguk-angguk dengan mulut penuh makanan. Semua suasana duka kelihatan lenyap ketika makanan mengalihkan semua fokus perasaan kehilangan.
"rasanya benar-benar membuatku ketagihan. Meski tidak seenak dango."ucap Anko tak kalah seru. Ia bersaing dengan ninja yang lain untuk meraih daging yang dipanggang. Sempat berseteru dengan hayate dan melakukan perang sumpit untuk meraih daging panggang.
Kakashi yang melihat ini tersenyum mata, kemudian mengantongi buku bacaannya. "kurasa aku akan pergi sebentar untuk mencari angin. Sampai jumpa minna."ujarnya ringan sambil berlalu dari sana. Aoba yang melihat ini hanya membenarkan kacamata nya sekali lagi.
"ja Kakakashi."gumam Kurenai disela-sela prosesi makannya.
Iruka memandang Kakashi yang lewat dengan mata melebar, "yo Kakashi! Bilang pada ayah/ibuku aku sedang bersama yang lain ya! Maksudku kalau ketemu."
Kakashi mengangguk ringan dan keluar dari stan itu. Suasana berganti menjadi begitu damai, sementara bulan mulai tampak di cakrawala sana. Sinarnya membuat mata kakashi takjub, ia meninggalkan tempat itu sambil menyarungkan sebelah tangan.
'apa yang sedang sensei lakukan sekarang.. Kuharap persalinan kushina-san berlangsung dengan baik.'
"ya kuharap."gumam Kakashi tidak pada siapapun sambil berlalu menikmati keindahan Konoha malam hari.
.
.
Kembali ke pertarungan
. . . . . . . . .
GLEDOOM!
Tenzou membuka penjara kayu nya tepat pada waktunya sehingga Minato tepat berada dihadapan peluru besar api yang siap memanggangnya menjadi abu. Suasana sudah begitu kritis dengan bayi Menma yang siap dilalap api, pria itu masih sempat membuat seal dengan cekatan, memindahkan diri kearah lainnya.
'kuharap ini berhasil..'
"AKH!"
DOOOM!
Dua orang ayah dan anak itu mendarat dekat salah satu kunai di areal pertarungan itu. Tampak sekali dari penampilannya baju Yondaime robek di bagian bahu dan sedikit kearah punggung. Kulitnya kelihatan sedikit terpanggang dan terdapat luka bakar ringan disana.
"AKH.. Menma! Kau tidak apa-apa?"gumamnya panik sambil melindungi bayi nya. Kelihatan beberapa clone meledak. Meninggalkan para Anbu yang bergelimpangan di tanah dengan kondisi meregang nyawa.
"OEEEE OEEE!"
'aku bahkan tidak mampu menembus barrier ninjutsu yang mereka ciptakan.'pikir Yondaime sambil melirik baju di lengannya. Bagian itu terlihat terbakar dan kainnya rusak parah. 'itu seolah akan membakarku hidup-hidup meski aku telah menggunakan hiraishin.'
"pertarungan belum berakhir Yondaime."suara Danzou menggelegar mengagetkan benak Minato Namikaze. Pria itu muncul dari balik tubuhnya, dengan tanto terhunus, menyerangnya dengan gerakan menyabet secara diagonal. Minato yang tidak siap akan serangan tiba-tiba langsung melompat mundur kebelakang untuk menghindari serangan, tapi itulah yang direncanakan Danzou sebenarnya.
"Futon : Shinku Taigyoku!"
BUSH!
Sebuah peluru angin melayang ditembakkan dengan cepat kearah Minato. Dengan kecepatan yang luar biasa cepat kekuatan yang luar biasa hingga mampu membuat jalur di atas tanah. Beberapa Anbu yang melihat ini langsung menyingkir, sementara yang sudah tidak berdaya hanya mampu pasrah terlindas oleh jutsu sekala besar itu. Peluru angina berdiameter 15 meter ini langsung mengarah kepada Yondaime bahkan tanpa membiarkan pria itu beristirahat dari perpindahannya.
Mata Danzou menyipit, ia menyaksikan jutsu-nya siap menyerbu sang Yondaime.
'kita lihat ini..'
Pada saat-saat terkritis Nampak sesuatu seolah-olah melindungi sang Yondaime. Sesuatu itu menahan jutsu ini sehingga menimbulkan tumburan jutsu yang membentuk cahaya berwarna biru ke putihan yang menyilaukan. Benda itu begitu kuat, kelihatannya mampu menolah jutsu rank-A yang diberikan seseorang sekelas kage seperti Danzou. Semua orang memandanginya dengan mengerenyit, sedangkan di luar barrier orochimaru menggerakkan kakinya seperti menghitung sesuatu, ia bersedekap sambil mengamati isi barrier.
"Orochimaru-sama.."
'ini pasti dia… aku yakin sekali..'
SRIIIIING!
Jutsu itu menghilang dengan dramatis, membuat semua orang yang melihatnya melebarkan matanya. Semua Anbu juga melakukan hal yang sama, bahkan Danzou mendecih tidak suka.
"Sial."decak Danzou sambil menyimpan tanto ditangannya.
. . . . . . .
TBC
