yo guys. sudah lama aku tidak update. senang bertemu kalian kembali. maaf, aku menunda updatenya fic ini, dan untuk para pembacanya maaf membuat kalian menunggu. trims untuk para reader yang dengan setia menunggu update nya fic ini. aku akan berusaha untuk menamatkan fic ini, bagaimanapun caranya nanti. sekali lagi terima kasih, atas review dan support kalian. itu sangat berharga buatku.
SEMOGA TIDAK MEMBOSANKAN
Chapter 21
Kuchiyose No Jutsu
.
"Futon : Shinku Taigyoku!"
Minato yang mendengar ini melebarkan matanya, kemudian dengan cepat menggigit ibu jarinya hingga meneteskan darah ke tanah. Kemudian dengan gerakan terlatih membuat seal jutsu dan menempelkan telapak tangannya ke atas permukaan tanah.
"Kuchiyose No Jutsu : Gammabunta!"
BOOOOOOOOOOOOM!
SRIIIIIING!
Dari tengah-tengah cahaya itu, muncul sesuatu berbentuk pedang panjang dengan bilah putih. Di pegang oleh kedua lengan katak merah yang ukurannya setinggi 30 meter. Katak itu memasang pose defensif, memandang lurus-lurus ke depan sambil melindungi pemegang kontrak kuchiyose nya Aka Minato Namikaze.
"benar-benar waktu yang menegangkan Yondaime.."Gumam Gamabunta setelah beberapa saat serangan tadi menghilang. "sebuah tragedi baru di tanah yang kulindungi."
"konoha akan mencatat sejarah baru hari ini."ucap tegas Minato sambil memandang kearah semua pasukan yang berada di hadapannya. Di lain hal Menma masih terlindungi di dalam dekapannya.
"para ANBU.. siapa yang mengorganisir mereka?"
Minato yang mendengar ini hanya mengangkat bahu nya sedikit. Kemudian dengan lembut memandang kearah Menma sebelum kembali mengeraskan ekspresinya memandang kedepan. Ia menggigit kunai hiraishin serta memasang kuda-kuda bertarung. Gamabunta bersiap di sebelahnya dengan Senjata terhunus.
"jadi siapa target kita kali ini Yondaime?"
Mata biru pemimpin ke empat di Konoha itu berbayang, tapi dengan kebulatan tekad ia memandang semua lawan-lawannya. Baru selanjutnya melirik kearah Gamabunta yang memandangnya dengan ekspresi keras yang sama.
"aku mohon bantuanmu, mari lakukan ini dan coba berikan yang terbaik."
Saat-saat begitu genting, Minato memperhitungkan kekuatan lawannya dalam hati, selanjutnya membuang napasnya dengan suara keras. Dikejauhan sesuatu yang berbentuk besar telah muncul, diikuti dengan sosok lain yang tak kalah besarnya dari yang pertama. Dua kepulan asap itu diiringi dengan aura membunuh yang pekat.
"Manda dan Baku.."
"Selamat datang di pertarungan yang sesungguhnya Yondaime."
. . . . . . . . .
Bersama Naruto
"kita harus segera bergegas ANBU-san. Aku memiliki firasat buruk mengenai hal ini."Kushina berbicara sambil memandang kearah kejauhan. Mereka masih berdiri di tepian tebing di tempat yang sama tempat mereka memandang gua pelatihan milik Minato Namikaze yang hancur lebur terbakar. Kali ini Naruto sudah menurunkan Kushina dari gendongannya. Wanita berambut merah itu kelihatan sudah lebih dari istilah segar bugar bagi seseorang yang baru saja melewati prosesi hidup dan mati. Meski begitu Kushina belum kelihatan memulih, itu keadaan yang membuat Naruto lebih mudah untuk berbicara dengannya.
"Yondaime tidak mengizinkan anda pergi menyusulnya."
Kushina menggeleng pelan, "aku tak pernah memintanya untuk mengatur-ku. Bahkan meski untuk sekali dalam hidupku, aku tak pernah mengikuti kemauannya. Jadi biarkan kali ini aku membuat keputusanku sendiri ANBU-san."
'untuk pertama kali nya aku melihat sisi lain dari Kushina Uzumaki..'pikir Naruto dalam hati. Wajahnya masih tersembunyi di balik topeng serigala yang dikenakannya. Ia mengamati gestur tubuh wanita dihadapannya itu, sang istri dari seorang Yondaime Konoha no sato. Wanita itu kelihatan tegar, tetapi jauh dari kesan itu, jika kau mengamatinya dengan baik, pasti terlihat wajah pucat sang Uzumaki dan raut keletihan yang jelas terpahat di wajahnya.
'dia memaksakan dirinya sampai sejauh ini hanya untuk memastikan keselamatan keluarga nya..'pikir Naruto lagi. Wanita dihadapannya masih bergeming, memandang jauh kearah depan dengan pemikiran yang pasti bercabang-cabang.
"tapi dia menugaskanku. Bukankah sebagai seorang ninja yang baik aku harus mematuhi apa yang diperintahkan oleh nya?"
"dan aku adalah istri nya! Aku tidak perduli apa yang dilarang nya atau diperintahkannya pada ku atau dirimu. Tidak dalam kondisi seperti ini."Kushina menggelengkan kepalanya penuh penolakan. "kumohon ANBU-san, aku benar-benar memiliki firasat buruk mengenai hal ini."
Kushina membalikkan tubuhnya, menatap ANBU di belakangnya dengan serius.
"aku hanya akan memohon untuk kali ini saja. Tolong biarkan aku untuk memastikan keberadaan keluargaku.."
". . . . . . ."
ANBU itu bergeming. Membuat Kushina mulai kehilangan kesabaran. Wanita berambut merah itu memutuskan mengambil ancang-ancang, meski sedikit merasa nyeri ketika melakukannya.
Wush!
Ia melompat menjauh kedepan, meninggalkan ANBU yang menyusulnya tepat setelah kepergiannya.
. . . . . . . .
.
.
Pertarungan Minato Namikaze
. . . . . . . . .
Para ANBU dan Anbu NE hanya mampu memandangi ketiga raksasa besar hewan kuchiyose masing-masing pembesar konoha itu dengan pandangan takjub, semangat dan tatapan penuh keyakinan. Ini bukan satu-satu nya waktu mereka melihat Kuchiyose katak besar milik Jiraiya-sannin dan ular yang tak kalah besar milik Orochimaru-sannin. Sebab sebelum hari ini, di Perang Dunia Ninja ke-3 mereka bahkan telah melihat ketiga hewan kuchiyose para sannin muncul. Sehingga satu-satu nya yang kurang saat ini untuk mengembalikan situasi seperti waktu itu adalah Katsuyu milik Tsunade-sannin.
'dan tentu saja, musuh yang tak kalah mengerikan, Hanzo-salamander.'batin mereka kompak.
"hari ini akan menjadi sejarah baru di Konoha.."gumam Minato yang berada di puncak kepala Gamabunta. "babak baru dimana sebuah penghianatan dilakukan oleh pihak dari dalam Konoha sendiri. Api yang membakar api dan menghanguskan daun baru di Konoha. Ini benar-benar akan jadi sebuah hari yang penting."
"dan cetakan lama yang gagal tidak akan bertahan lama. Generasi Konoha tidak bisa dibiarkan terus menjadi generasi dengan orang-orang lembek dan para ninja yang gagal."imbuh Danzou sambil memejamkan matanya sejenak. "setidaknya itulah tugas seorang ayah, memusnahkan apa-apa yang menjadi kegagalan dan berupa kelemahan. Setelah ini tidak akan ada lagi generasi seperti yang saat ini berkembang."
Minato memandang bergantian kedua sosok dihadapannya.
"dan sejarah dimana seorang sannin yang mencintai desa sendiri namun memilih untuk menghianatinya."wajahnya diarahkan kearah Orochimaru yang bersedekap ringan. "seseorang yang menggelar peperangan di desa-nya sendiri. Betapa memalukannya seorang yang terhormat melakukan hal serupa setelah kemenangan yang dicapai nya demi desa di perang besar melawan Negara lain."
Iris mata orochimaru tidak berkedip saat memandangi wajah Yondaime. "ini adalah tanahku. Dan orang yang membuangku adalah pemimpinnya.. aku tidak suka itu dan ingin kembali atau tidak itu adalah pilihanku."Orochimaru menarik sudut bibir nya sedikit. "disinilah tempat ku dilahirkan dan berkembang, dan disini lah tempat ku akan membawa kemajuan. Sedang orang yang tidak menginginkan keberadaanku.."
"berarti tidak juga menginginkan kemajuan bagi tanah ini. Bagi Konohagakure."tuntas Danzou singkat.
"Souka."wajah Minato melunak, ia menunduk sebentar, memandangi bayi di gendongannya yang kelihatan masih merah dan sangat rapuh. Gamabunta yang melihat ini menyipitkan matanya. Kemudian kembali melemparkan death glare kearah ular berwarna keunguan yang berada tak jauh dari nya.
'mengapa semua nya harus jadi sebegitu rumit selepas kelahiranmu Menma? Aku benar-benar tak mengerti. Bukankah seharusnya kelahiranmu akan membawa cahaya baru bagi konoha?'pikir Minato sedih. Ia tidak menyangka bahwa kelahiran bayi nya akan menjadi titik balik dimana desa yang dicintainya, memilih untuk menghianatinya dan keluarga-nya.
"kau benar-benar pembuat masalah Manda.. benar-benar berada dalam pihak yang salah."gumam Gamabunta sambil menajamkan matanya memandang ular besar dihadapannya.
Ular itu menjulurkan lidah nya, membuat Orochimaru menyeringai.
"ini adalah salah satu reuni. Apa kau ketakutan hingga berkata seperti itu?"balas Manda tak kalah sengit.
Katak Myouboku itu mengepulkan asap dari cerutunya. "kau sama seperti tuan bodoh mu itu. Penghianat payah yang menghianati Konoha."
"dan kau tetap sama seperti para pemegang Kuchiyose-mu. Bodoh dan lembek."
"khu khu khu perdebatan ini tidak akan habis jika kita hanya bercengkrama dalam reuni bodoh ini. Manda!"
Wush!
Manda langsung menyerbu kearah Minato dengan kecepatan tinggi. Ular besar itu menyusur tanah dengan gerakan menikung yang mematikan dan langsung menubruk kearah posisi Gamabunta yang diatasnya terdapat Minato.
Trank!
Angin menderu dengan kencang, Gamabunta terseret ke belakang sambil menahan serangan yang dilancarkan Manda. Dengan pedang-nya, katak itu menahan kepala si ular yang siap menerkam sang hokage ke empat di atas kepalanya.
SROOOOK!
"Yondaime!"teriak Gamabunta sambil melompat keudara. "sekarang!"
Minato membuat handseal dengan cepat dan segera menggembungkan dada-nya. Disaat yang bersamaan gamabunta menyemburkan cairan minyak kecoklatan dari dalam mulutnya. "Katon Gamaryuu Endan!"
Lautan api tercipta dari perpaduan dua jutsu keduanya. Menyembur kearah Manda yang langsung membelokkan wajah menghindari serbuan api besar itu. Ular keunguan itu memilih menggempur tanah di bawahnya sehingga tidak terkena dampak jutsu, sementara sang sannin melompat kearah bebatuan yang ada dan mendarat dengan pandangan mata menyipit kearah Minato Namikaze.
'api yang sama yang sering dikeluarkan Jiraiya..'pikirnya dalam hati. 'setidaknya Minato bukanlah sage yang akan membuat api-nya menjadi lebih menyakitkan.' Orochimaru mengambil kuda-kuda, kemudian menoleh kearah selatan sambil menghitung. Tepat pada hitungan ke 7 ia melompat lagi keudara, semua orang yang melihat ini memandang sang sannin ingin tahu apa yang akan dilakukan pria itu berikutnya. Sebab tak ada manusia yang mampu menahan gravitasi dalam jangka waktu lama.
'jutsu apa ini?'pikir semua ANBU yang hadir. 'jika dilihat-lihat, mana mungkin ia mampu bertahan beberapa lama di udara begitu saja. Pertanyaannya adalah-'
Belum sempat mereka menyelesaikan pemikiran mereka, tanah di bagian bawah Orochimaru menjadi retak dan tercipta-lah lubang yang memunculkan kepala besar ular kuchiyose milik sang sannin. Hewan melata ini menyambut diri sang majikan untuk berdiri di kepala-nya, kemudian Manda menyongsong kedepan. Moncongnya diarahkan kearah tubuh Gamabunta yang berkelit dengan melompat keudara dan menghentikan jutsu-nya.
SRAAAPH!
Ular besar itu menyabetkan tubuhnya kearah udara dan melilitkan ekor-nya yang kuat dan berotot pada salah satu kaki Gamabunta. Menyebabkan katak itu tidak jadi melompat sementara sang empu-nya menyeringai sambil merapal segel tangan.
"Mandara No Jin!"
Dari mulut Orochimaru muncul ribuan ular yang masing-masing dibagian ujungnya memiliki pedang. Semua ular itu secara langsung menuju kearah Yondaime hokage yang berdiri diatas Gamabunta siap untuk menusuk dan mencabik-cabik tubuh pria bermarga Namikaze itu.
CTRANK!
Dengan sebelah tangan Minato menebas kepala salah satu ular yang mengarahkan moncong berpedang-nya kearah wajahnya. Lalu dengan satu gerakan menunduk ia menghindari serangan ular lain yang siap menyabitnya dengn gerakan diagonal kearah kanan atas. Sebelah tangannya segera memutar gagang kunai hiraishin kearah ular itu, menyabet sehingga kepala-nya terputus dari tubuhnya. Ular lain tidak kalah lincah, mereka bergerak kearah dada dan perut Yondaime yang dapat dihindari dengan sebuah lompatan ringan dan tembakan 3 buah kunai yang masing-masing mengenai kepala ular-ular itu.
Trap!
"OEEEEEE!"
Jerit bayi Menma kembali mengisi kesunyian malam, seolah-olah mengisyaratkan adanya firasat buruk akan terjadi di malam kelahirannya. Sedangkan Minato memeluknya sambil menangkisi pedang di tubuh ular yang datang.
Trank!
Trank!
"Tenanglah Menma. Kita bisa melewati ini."gumamnya di sela sela pertarungan sambil mengeratkan pelukannya pada bayi mungil itu. Ia menghindari serangan yang datang dengan cara melompat kearah katana gamabuta, kemudian melompat lagi keatas bebatuan yang menjulang tinggi disekitarnya. Sementara Orochimaru telah mendarat ke atas tanah, Manda mengeratkan lilitannya di kaki katak Myoboku itu.
Ckrash!
"Gamabunta!"
Minato menajamkan matanya saat melihat ular milik Orochimaru menggigit lengan Gamabunta. Moncong ular itu mengunci pergerakan si katak dengan baik, sedangkan lilitannya semakin kuat kearah tubuh gamabunta. Katak itu terlihat tidak lagi berdaya untuk beberapa saat hingga bahkan yang bisa dilakukannya adalah menghisap cerutunya.
"grrrr. Ular licik. Kau dan tuanmu benar-benar-"Gamabunta mengereng. Ia tidak bisa melakukan apa-apa karena lilitan di tubuhnya yang semakin lama semakin kuat. "sial!"
Ckrash!
"aku benar-benar telah menunggu saat seperti ini."ucap manda dengan ujung lidah keluar. Gigitannya sama sekali tidak mengendur, "kemenangan lainku atas dirimu. Kau dan semua pemegang kontrak payahmu."
"sial!"rutuk Gamabunta mencoba kabur. Tapi apa daya lilitan manda begitu kuat dan tepat sasaran, sehingga membuat gamabunta tidak bisa bergerak sedikitpun. 'Yondaime..'pikirnya sambil memandangi pria yang sekarang berdiri di atas puncak bebatuan itu. Dilain hal, Danzou dengan Kuchiyosenya Baku, terlihat begitu tenang dalam diam. Tak kurang dari 15 Anbu root berdiri di dekatnya.
"lihatlah Yondaime! Inilah mengapa aku tidak menyukai kepemimpinanmu. Sebagai seorang pemimpin kau adalah bentuk dari sebuah kelemahan. Dan konoha sama sekali tidak membutuhkan itu."
Mata minato melirik Danzou. Ia mengeraskan rahanya. "sama seperti Konoha tidak membutuhkan seorang penghianat."
Orochimaru tertawa. "khu-khu-khu aku tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian tapi hanya sekedar mengingatkan. Kita belum selesai dengan pertarungannya Yondaime."
Tepat setelah berbicara seperti itu Orochimaru menyerang Yondaime secara frontal. Pria itu menyapukan tendangannya kearah kaki Yondaime, membuat kage muda itu melompat menghindar, Orochimaru yang melihat ini tidak tinggal diam, ia kembali menyerang dengan gerakan menyabetkan kunai, tepat kearah leher Yondaime, lagi lagi pria itu menunduk menghindar, tapi kali ini ia sempat memberikan serangan berupa gerakan menyayat yang diarahkan kearah perut sang sannin.
Wush!
"kau ceroboh."gumam Orochimaru menyeringai, ia memberikan pukulan siku keatas kepala Yondaime, tetapi sebelum pukulan itu sampai, Yondaime sudah menghilang ke batuan lainnya. Kurang lebih 20 meter dari tempatnya tadi berdiri.
'beradu taijutsu fisik akan menjadi merepotkan dengan keberadaan Menma.. ia sengaja mencari titik kelemahanku. Sesuatu yang tidak mungkin kulakukan adalah meletakkan Menma, dan ia memanfaatkan itu dengan baik.'pikirnya menganalisis.
"kau terlalu banyak berpikir Yondaime!"
Dari bawah batu tempat Yondaime berpijak, Orochimaru memunculkan kepalanya, langsung membuat gerakan menusuk kearah kaki Minato. Minato yang menyadari ini langsung melompat, mengumpulkan cakra di tangannya dan terjun kembali untuk menyerbu Orochimaru.
"Rasengan!"
Ggggrrrrg! BRRRRK!
Bebatuan itu runtuh, terkikis kearah dalam sementara Yondaime mendorong jutsunya maju untuk menggempur Orochimaru yang tadi muncul dari sana.
. . . . . . . . .
Gamabunta yang kesulitan semakin terpojok dengan keberadaan Manda yang seolah-olah siap untuk meremukkan tulangnya. Katak itu meringis kesakitan.
"Yondaime.. A-aku.."ujarnya terbata. "kau Ular maniak.. kau benar-benar bodoh Manda. Menjadi kaki tangan penghianat seperti Orochimaru.."Di sebelahnya Manda masih asik dengan lengan yang digigitnya. Ular itu kelihatan tidak akan melepaskan lengan itu, apapun yang terjadi.
"aku tahu. Setidaknya aku bukanlah kaki tangan orang bodoh. Dan semua orang tahu itu."lidahnya menjulur-julur. "bahkan Yondaime sekalipun. Kalau bukan bodoh tentu saja pemegang kontrakmu adalah orang yang lemah.. atau ceroboh."
Pandangan mata keduanya beralih kepada pertarungan Yondaime dan Orochimaru. Dua orang shinobi hebat Konoha yang tersohor itu tengah saling menggempur masing-masing.
'Yondaime.. aku tahu kau bisa melakukan ini.. maafkan aku tidak banyak membantu.'
'kau harus memberiku makanan setelah ini Orochimaru.'
Keduanya terlarut dalam pikiran masing-masing sementara pertarungan terus berlanjut.
. . . . . . . . .
Jutsu Yondaime itu menggempur bebatuan dengan ganas. Bahkan sampai mampu menciptakan lubang berbentuk spiral di atas permukaannya. Sementara setelah semua kerusakan yang terjadi Yondaime telah berdiri di sebelah batu yang setengahnya telah dihancurkannya. Matanya menajam waspada dengan situasi disekitarnya.
'dia hanya mengirimiku Bunshin tanah. Dimana ia sebenarnya?'
"Jagei Jubaku!"
Dari kedua lengan tubuh Orochimaru uncul berpuluh ular yang menyerang kearah Yondaime dengan ganas. Yondaime yang melihat adanya serangan ini berinisiatif menghindar kembali, ia melompat dua kali di atas bebatuan runcing yang ada disekitarnya, menjadikan itu sebagai penghalang sementara ia mengamankan diri.
'ia sengaja memancingku untuk menggunakan ninjutsu untuk melawannya. Itu adalah tipuan lainnya.'pikir Minato sambil bergerak. Matanya menyipit memandang Gamabunta yang terpojok di kejauhan sana. Sementara sebelah matanya memainkan kunai Hiraishin special-nya.
'satu batu untuk dua burung. Baiklah..'
Sriiiing!
Minato menghilang, ia menteleportkan dirinya ke atas Gamabunta, tidak langsung mendaratkan diri atas kepala si katak melainkan malah melompat tepat keatas kepala Manda ular milik Orochimaru yang masih menancapkan giginya ke lengan Gamabunta.
. . . . . . . . .
Para Anbu terkagum dalam diamnya memandangi pemimpin keempat mereka. Tak jauh dari hadapan mereka tampaklah dua ekor kuchiyose milik kedua shinobi hebat yang dua duanya sama-sama berasal dari Konoha no sato. Sebuah pertarungan besar yang epik, dan pasti akan sangat berpengaruh pada sejarah konohagakure.
'Yondaime telah terdesak, tapi apa yang akan dilakukannya?'pikir salah satu dari mereka. Kemudian mereka melihat Yondaime mendarat di atas kepala Manda, ular besar yang mungkin siap untuk melupat pria berambut pirang itu.
'apa yang akan dilakukan Yondaime? Ular itu akan membunuhnya dalam sekali kesempatan.'pikir bingung mereka. Sementara Danzou yang melihat ini mengerutkan keningnya.
'apa rencanamu Yondaime?'pikirnya tak turut bingung.
. . . . . . . . .
Kembali ke pertarungan.
Orochimaru yang melihat Yondaime menempelkan tangannya ke kepala Manda melebarkan mata. Giginya menggeretak "sial!"
"Keiyaku Fuin!"
Semua orang melebarkan matanya, banyak Anbu yang ternganga dari balik topeng mereka, sementara Danzou yang kurang mengetahui mengenia Fuinjutsu hanya mampu mengamati dengan mata menyipit dan waspada dari atas Baku. Dikejauhan Orochimaru terlihat mencoba mendekat kearah Manda, seolah-olah panik akan dampak dari jutsu Minato atas kuchiyosenya.
"Fuin!"
Tepat setelah berteriak seperti itu, datri sekitar tangan Minato muncul kanji-kanji Fuinjutsu yang langsung menyebar kearah sekujur tubuh Manda. Sekejab kemudian yang muncul di langit hanyalah asap besar setinggi 30 meter. Melingkupi bebatuan dalam barier yang dibuat para ninja Uchiha clan yang ada.
'Yondaime..'gerutu Orochimaru dalam hati. Ia berada di tengah perjalanan ke arah Gamabunta dan Yondaime, saat sebuah suara dengan mantap, yang bersumber dari katak itu muncul mengaung dari dalam kabut tebal hasil menghilangnya kuchiyose miliknya.
"Senpo : Kawazu Naki!"
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!
Dan terdengarlah suara menguik dari hewan besar itu membelah malam, memecah keheningan dan seolah menyiarkan bahwa ada pertarungan bersejarah di Konoha malam itu.
.
.
.
Kushina yang tengah berlari menghentikan langkahnya. Telinga-nya terangkat waspada, tak jauh darinya ANBU Ookami itu mendarat pelan di atas pepohonan. Pria itu tak kalah waspadanya dengan dirinya.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!
"suara itu."ucap Kushina sambil menundukkan kepalanya sedikit. Ia kelihatan berpikir, 'aku pernah mendengarnya.. tapi dimana?'pikirnya bingung. Sementara itu dari bawah tubuhnya muncul darah yang menetes-netes. Pandangannya sedikit mengabur, sedangkan kepalanya terasa berputar. 'sedikit lagi.. aku perlu memastikan Menma aman bersamaku.'pikirnya mencoba menguatkan diri.
'salah satu bentuk jutsu... aku yakin sekali.'pikir Naruto dalam diam. Ia memandang wanita uzumaki dihadapannya dengan pandangan ingin tahu. Sebab bau darah begitu tercium di udara. Ia sangat yakin Kushina adalah seorang yang kuat, tetapi pertanyaannya adalah, mengapa wanita itu berhenti di tengah perjalanan.
'mengapa dia berhenti?'pikir Naruto bingung. 'dan jutsu siapa tadi? Suara itu tidak berhenti sama sekali..'
Bruk!
Di tengah pose berpikirnya Naruto dikejutkan dengan suara terjatuh. Ia melirik ke arah sumber suara, dan mendapati Kushina Uzumaki tengah menekuk lutut, wanita itu duduk bertumpu pada lututnya, sementara badannya condong ke arah depan dengan keringat disekitar wajahnya.
"Kushina sama!"
Naruto menghampirinya. Ia berjongkok, kemudian memandang wajah Kushina yang memucat. Tetapi wanita itu masih terlihat tegar di matanya, walaupun sudah jelas, kalau tadi ia mendengar sendiri Kushina terjatuh dari atas dahan pohon yang berarti wanita itu kehilangan keseimbangan.
"apakah anda baik-baik saja?"gumam Naruto memastikan. Kushina yang mendengar ini, masih dengan napas tersenggal perlahan menghadapkan wajah kearahnya. "aku tidak apa-apa ANBU-san.. aku yakin suara barusan adalah sebuah jutsu. Apakah kau tahu siapa yang mungkin menggunakannya?"
Naruto mengangkat alisnya sedikit. 'aku tahu ia akan berbicara begini.' "aku tidak tahu. Tapi itu pastilah jutsu level kage."
'Minato..'pikir Kushina sambil berusaha bangkit. Tapi ia gagal dan kembali terjatuh. ANBU serigala yang menjadi pengawalnya hanya mampu memandanginya dengan pandangan yang tak bisa diartikan.
"aku harus pergi kesana ANBU-san. Anakku dan suamiku membutuhkanku. Aku yakin itu."gumam Kushina lirih. Ia tengah menyentuh pohon didekatnya untuk bangun, secara perlahan meski sulit ia menjadikan pohon itu sebagai tumpuannya.
"tapi kondisi anda? Apakah memungkinkan?"
Suara itu mengulang lagi, menguik tinggi memenuhi malam. Kushina yang mendengar ini memejamkan matanya.
"aku harus kesana ANBU-san. Apapun resikonya."ucapnya mantap. "kita harus-"
Brukh!
Kushina kembali jatuh, membuat naruto yang melihat ini semakin terlihat berpikir. "anda tidak bisa kesana. Kondisi anda tidak memungkinkan."
"aku sama sekali tidak meminta pendapatmu ANBU-san. Aku bisa melewati ini. Hanya perlu sedikit dorongan saja."gumam Kushina lagi. Ia bersikukuh untuk berdiri tetapi lagi-lagi gagal. Akhirnya Naruto berjalan mendekat kearahnya, kemudian berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka.
"anda harus bertahan disini. Anda perlu beristirahat."
"tapi-"
Naruto mengeluarkan sebuah scroll dari balik kantung ninjanya. Kemudian menggelarnya di udara, hingga munculah sebotol air. Ia memberikannya kepada Kushina yang memandanginya dengan pandangan protes.
"minumlah dan beristirahatlah sebentar. Aku akan berjaga."ucapnya kemudian melompat ke dahan tertinggi pepohonan meninggalkan Kushina dan botol minumnya.
'aku yakin itu jutsu Yondaime.. atau setidaknya Danzou jika memang itu mungkin.'pikirnya sambil melihat kearah sumber pertarungan yang jauhnya kira-kira 1 km lagi dari tempatnya berdiri sekarang. 'paling tidak Kushina Uzumaki tidak akan merepotkan orang-orang untuk saat ini.'
Cahaya bulan yang muncul mengintip dari sela-sela awan menyorot kearahnya. Naruto mengangkat tangannya sendiri, memandanginya dengan pandangan berpikir. 'bentuk tubuh ini.. apa tujuan semua ini bagi Konoha.. dan.. Ibu?'
To be Continue
review ok?
