yo akhirnya aku bisa update lagi. semoga apa yang kutulis ini tidak membosankan dan menghibur.

happy new year!

Chapter 22

Pertarungan Besar

. . . . . . . . .

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!

Katak besar dari gunung Myoboku itu terus mengeluarkan bunyi nyaringnya. Membuat semua orang yang berada disana menggerakkan tangan dan menutup telinga rapat-rapat. Tak terkecuali para Anbu NE dan pasukan Uchiha penjaga barier. Situasi benar-benar kacau akibat dari suara besar berresonansi tinggi itu. Membuat keadaan menjadi gaduh hingga konsentrasi barier yang diciptakan terpecah. Perlahan tapi pasti barier berwarna kemerahan itu mulai memudar, digantikan dengan suara yang kemudian pecah ke seluruh penjuru hutan.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!

'aku tak memiliki pilihan lain selain dari mengamankan Menma terlebih dahulu. Mengingat ini tak akan berakhir dengan mudah.. dan mereka akan menyelesaikan pertarungan ini sebelum para ANBU mengadukan hal ini kepada Sandaime.. hingga waktu itu tiba aku akan- Tunggu-chakra ini?!'

Dari arah kejauhan tampak sekelompok pria berambut hitam legam tengah berlari kearah pertarungan. Mereka menembus barier yang mulai menghilang sambil salah satu dari mereka menggendong wanita berambut merah se punggung yang terikat tali.

. . . . . . . . . .

"sial. Ck!"Orochimaru bersungut-sungut meraih kunai-nya, wajahnya berkerut-kerut jengkel, tetapi kelihatan juga bahwa ia sangat terganggu dengan situasi tersebut. Wajahnya mengerenyit menahan sakit di bagian gendang telinganya.

'jutsu ini benar-benar menjengkelkan..'pikir Orochimaru sambil kemudian menyayatkan kunai yang tadi diambilnya dari kantung senjata ke tangan. 'bahkan Manda tidak mampu mengeluarkan suara sekencang ini..'

"KAI!"

Dari sekitar tubuh Orochimaru, muncul gumpalan asap tipis. Hal yang sama terjadi pada Danzou dan para Anbu NE, sementara para Uchiha dengan sharingannya tetap di tempat mengawasi. Kelihatannya mereka lebih waspada bahwa hal yang terjadi barusan dihadapan mereka hanyalah genjutsu skala besar yang ditembakkan oleh si katak Myoboku.

Fugaku bersedekap, sedangkan Danzou, yang dihadapannya dibawakan seorang sandera berambut merah aka Kushina Uzumaki tersenyum tipis. Wanita itu terikat dengan tangan di belakang tubuh, tetapi matanya tetap terbuka, ia memandang kearah lembah bebatuan itu, melihat kehancuran yang berada di depannya berikut nyawa-nyawa Anbu yang tergeletak di sana sini. Disana, tidak kurang ada suaminya, Yondaime Hokage, didampingi oleh Katak Myoboku Gamabunta, dan sebuah tapir besar, yang dapat dipastikan olehnya pasti adalah summonan dari salah satu Elite ninja yang berada disana. Melihat ini kushina mengerutkan dahinya.

"apa yang terjadi.. pertarungan apa ini."gumamnya aneh. Dikejauhan Minato memandangnya dengan pandangan mata mengeras, "Kushina.. apa yang kau lakukan? Aku tidak memintamu kemari."

Orochimaru tertawa, kemudian melompat mendekat kearah Kushina Uzumaki. Ia membungkukkan tubuh, menyamakan tingginya dengan wanita yang duduk berlutut itu. "kami sedang menguji Yondaime Konoha no sato mengenai kelayakannya sebagai seorang... pemimpin."nada suaranya sedikit aneh di bagian kata 'pemimpin'. Kushina yang mengenali sang sannin refleks langsung menggerakkan tubuhnya. Mencoba melepaskan diri.

"apa ini?! Katakan padaku. Jika hanya memberinya tes mengapa harus di hari kelahiran putra kami? Mengapa harus mengikatku dan menjadikanku sebagai sandera?! Apa-apaan ini. Dimana Sandaime-sama?!"ia kembali berontak, tapi tetap saja, tidak ada yang bergerak dari tempatnya untuk dengan cukup perduli membantunya melepaskan ikatan tali. Para Uchiha yang ada disana hanya berdiri dan menonton.

'Jinchuriiki.. Kushina Uzumaki adalah masalah lainnya selain dari Yondaime jika memperhitungkan kemampuannya. Belum lagi dengan bijuu yang berada dalam tubuhnya. Tidak akan ada segel lain malam ini, dan tidak akan ada jinchuriiki baru selain dirinya mengingat tak akan ada satupun orang yang mau untuk menanggung beban itu. Dia tidak boleh disentuh.'pikir Fugaku dalam diam. Ia berada disana untuk mengkomandoi pasukannya.

"KATAKAN PADAKU! DIMANA SANDAIME-SAMA?! BUKANKAH SEHARUSNYA IA TURUT HADIR DISINI?!"Kushina Uzumaki mulai berontak, sehingga secara otomatis para Anbu dibelakangnya bergerak. Melihat respon yang begitu offensiv, Orochimaru mengangkat tangannya, memberi tanda bahwa mereka harus berhenti.

"tidak. Tidak. Kau tidak boleh memperlakukannya seperti itu."gumam Orochimaru memerintah. Ia tersenyum kecil, "tak akan ada Sandaime-sama disini Kushina. Kau tahu kakek tua itu tidak akan mau repot-repot untuk mengurusi masalah seperti ini lagi. Baginya tugasnya usai. Dan tidak ada yang perlu di lakukan lagi mengenai Konoha kita yang tercinta. Dia pasti sedang tertidur saat ini."

Dikejauhan Minato menggeram, "TIDAK! JANGAN DENGARKAN MEREKA KUSHINA. SANDAIME-SAMA BUKANLAH PECUNDANG YANG AKAN MENGHIANATI DESANYA SEPERTI ITU!"

Danzou membuang napasnya keras. "ini memakan waktu terlalu lama."ia memandang Orochimaru kesal. "aku tidak suka dengan metode yang kau gunakan Orochimaru, terlalu lama dan lembek."

Orochimaru yang mendengar ini tertawa kecil. Tapi berbeda dengan Kushina yang saat ini memandang ke arah keduanya tidak mengerti. "apa yang terjadi.. dan kau, apa yang kau perbuat disini Danzou?"tanyanya bingung sekaligus curiga. Semua orang tau bahwa Danzou adalah Yami no Shinobi.. dan tak dipungkiri, semua yang dilakukan kegelapan bukanlah hal yang bagus.

Danzou memandang kushina remeh, mengingat ia berdiri dan kushina berada di posisi lebih rendah darinya. "kau masih sama seperti apa yang diucapkan oleh orang-orang. Kekuatanmu mungkin besar, tetapi kau tak pernah memakai otakmu. Tenaga yang sia-sia, dipadukan dengan pria muda ceroboh yang tidak tegas dalam mengambil sebuah keputusan. Keluarga yang benar-benar serasi."cibirnya sengit.

"KAU TIDAK TAHU APA-APA TENTANGKU DAN KELUARGAKU! JADI JANGAN MENGATAI MEREKA SEPERTI ITU DANZOU! KAU BAHKAN LEBIH BURUK DARI KELUARGAKU DAN AKU!"teriak Kushina tidak terima. Ia berusaha membebaskan dirinya untuk menyerbu Danzou, tetapi keburu dihalangi oleh sepeleton pasukan Anbu Ne disekelilingnya.

Danzou menyeringai. "apa yang tidak kutahu tentangmu? Dari yang terkecil hingga yang terbesar, apa menurutmu aku tidak mengetahui itu? Itu benar-benar statemen yang bodoh."

Minato dikejauhan mengepalkan tangannya erat. Matanya memicing, 'Danzou sudah menyusupkan Anbu Ne ke dalam kesatuan ANBU... sial! Siapa orang itu?!'dipelukan Minato, Menma kembali menangis, bayi itu menjerit seperti sedang protes karena ia membutuhkan waktu tidurnya. Minato yang melihat ini tidak mampu melakukan apapun selain berusaha menenangkannya. 'Menma.. kenapa harus sesulit ini? Aku yakin kau pasti tahu akan terjadi hal-hal buruk pada keluarga kita. Walau aku akan berusaha.. aku akan mengusahakan agar tak ada yang membahayakan kau dan ibumu.'

"Menma!"Kushina yang mendengar bayinya menangis langsung otomatis mengarahkan pandangannya kearah Menma dan Minato dikejauhan. "DANZOU! DAN KALIAN SEMUA! APA-APAAN INI?! KALAU HANYA INGIN MEMBUAT SEBUAH TES MENGAPA HARUS MELIBATKAN SEORANG BAYI?! DEMI KAMMI, APA-APAAN INI?! BAYI ITU TIDAK MENGERTI APA-APA DAN TIDAK SEHARUSNYA DISANA!"

Minato terus berpikir dalam diamnya. Mata birunya mengamati keadaan dengan teliti, rasanya ada yang kurang disini, tapi apa? Ia terus berpikir sambil memandangi geng Anbu Ne yang mengerumuni istrinya. Sampai dalam waktu yang tak terlalu lama, ia menemukan sesuatu. Keningnya otomatis berkerut dengan penemuan otak Namikaze-nya ini. 'Aku menitipkan Kushina pada ANBU Uchiha itu.. tapi sekarang Kushina berada disini sendirian, kemana ANBU itu? Jika memperkirakan presisi dan efektifitas, Uchiha memiliki segalanya, dengan otak yang cerdas dan Sharingan yang mumpuni karena ia berada di kesatuan ANBU, tapi bagaimana Kushina bisa ditawan kecuali ia telah dikalahkan?'pikirnya bingung.

"Justru itulah yang ingin kami lihat. Apakah Minato sanggup untuk melepaskan anaknya dan bertarung dengan sungguh-sungguh? Apakah ia sanggup mengorbankan apa yang paling berarti dalam hidupnya demi desa? Ketika aku mengatakan bahwa Minato adalah sosok yang lemah, ia memang benar-benar adalah sosok yang lemah. Namun tak ada yang menyadari kelemahannya itu, jadi itulah sebabnya tes ini diadakan. Untuk melihat loyalitas dan tekad dari seorang Yondaime."gumamnya sarkastik.

Kushina melebarkan matanya mendengar ini. Mereka baru saja mengatakan bahwa mereka ingin mengorbankan putranya?! Putranya?! "Aku tidak perduli dengan omong kosong ini Danzou. Aku ingin putraku, dan kau bisa bertarung dengan kekuatan penuh Minato untuk mengetesnya. Aku hanya akan berdiri disini dan-"

Danzou menyeringai, "untuk orang yang bahkan tidak mampu menjaga ketenangannya ketika misi, kau berharap akan mampu tenang melihat suamimu terluka? Lucu Sekali."

Kushina memandang kearah Menma yang menangis dikejauhan. Bayi berambut blonde itu bergerak gelisah dalam pelukan ayahnya, terlihat rapuh dengan hanya selembar kain yang menutupi tubuhnya. Kushina sangat tahu, Menma putra mereka hanya memerlukan kehangatan saat ini, kasih sayang dari kedua orang tuanya dan lagu pengantar tidur. Seharusnya hari ini menjadi hari besar bagi mereka.. hari besar bagi Konoha No Sato..

"apa yang sebenarnya kau inginkan Danzou?"tanyanya lemah. Matanya tak lepas memandangi Menma yang menangis dikejauhan. "kalau kau memang menginginkan pengorbanan seseorang hari ini, tidak bisakah kau melepaskan Menma dan Minato? Aku akan menggantikan mereka.. bukankah itu yang selalu kau inginkan? Aku menjadi bagian dari kesatuanmu?"tambah Kushina tegas.

"KUSHINA?! APA YANG KAU LAKUKAN?!"dikejauhan Minato berteriak kesal. "jangan lakukan itu.. jangan pernah."pria itu menggelengkan kepalanya lemah. Mata violet Kushina hanya mampu memandangi ini dengan pandangan sedih. Ia kembali mengarahkan atensinya kearah Danzou, sedangkan para Anbu Ne yang lain berada di sekitarnya, mengerubunginya dengan waspada.

'ini benar-benar terasa seperti perang.. perang didalam wilayah Konoha itu sendiri. Kammi sama, apa sebenarnya yang terjadi..'pikirnya frustasi. "aku akan menjadi bagian kesatuanmu. Dan sebagai gantinya lepaskan mereka Danzou.. bahkan Menma, bayiku tidak tahu apa-apa mengenai hal ini. Kumohon jangan libatkan dia."

Semua orang tau kemampuan yang dimiliki Akai Chisio No Habanero, dan tak dipungkiri, bahwa memilikinya sebagai anggota di kesatuan adalah sangat berguna. Kongo Fusa.. dan Chakra Uzumaki yang special, serta kemungkinan menjadi penguasa atas Jinchuriiki dari Bijuu terkuat Kyuubi No Kitsune adalah kesempatan yang benar-benar langka.. tapi bukan Danzou namanya kalau dapat dibujuk dengan mudah.

"aku memiliki pemilik kekkai genkai Mokuton yang legendaris, aku juga memiliki pengguna sharingan terbaik di pihakku. Kenapa aku masih harus merepotkan diri hanya dengan kemampuan kongo fusa yang kau miliki?"ucapnya merendahkan. Pria bermata diperban sebelah itu mengalihkan pandangannya kedepan, menatap Minato dengan tatapan penuh kemenangannya.

'aku yakin Minato akan memperhitungkan peluangnya untuk melawan para Anbu Ne, mengingat besarnya chakra dan stamina yang dimiliki oleh seorang Uzumaki ia pasti akan berpikir, menyelamatkan diri bersama Jinchuriiki ini akan menjadi hal yang mungkin'pikir Danzou Analistis. Ia menyeringai kearah sang kage blonde sambil kemudian merogoh sakunya sendiri, kemudian mengeluarkan sebuah gulungan sepanjang 1 jengkal. Dari gulungan itu ia mensummon gulungan lain yang panjangnya sekitar 20 cm. Ia melirik kearah Kushina Uzumaki.

"sebuah keluarga luar biasa dari Konoha no Sato.. dengan dua orang keturunan terakhir bagi masing-masing clan. Semua orang akan sangat mencintai kombinasi dari kedua orang ini. Sang Kiroi Senkou.. dan Akai Chisio No Habanero. Tapi dari balik semua kekaguman orang orang Konoha pada kedua pasangan ini, terdapat satu hal yang mereka tak pernah memperhatikannya. Yaitu kenyataan bahwa semuanya.. telah direncanakan dalam misi yang diembankan Sandaime kepada si pria aka Mi-"

"Lanjutkan dan aku benar-benar akan membantai pasukanmu Danzou."gumam Minato aka Yondaime tegas. Ia mengeratkan kepalan tangannya. Kage blonde itu menembakkan KI nya yang begitu pekat memenuhi area pertarungan. "bukan urusanmu untuk mengungkap mengenai hal itu."lanjutnya dingin.

'KI ini.. terasa begitu pekat..'pikir para Anbu yang merasakan tekanan chakra yang ditembakkan Yondaime. 'aku.. ini terasa begitu tidak mengenakkan'pikir lanjut mereka sambil berusaha mempertahankan diri untuk tidak bergetar saat merasakan aura membunuh yang amat kental di area itu. Andai saja mereka bukan Anbu, sudah pasti semua dari mereka sudah akan terjatuh di tempatnya saat ini.

'Yondaime.. aku akui kau memang adalah ninja yang kuat, tapi hanya tekanan membunuh seperti ini tidak akan bisa membunuh pasukanku.'

Sementara di sisi lainnya, Kushina Uzumaki mengerenyitkan dahinya, "apa maksudmu Danzou.. apa yang telah direncanakan Sandaime.."

Danzou memejamkan matanya sebentar, kemudian ia membukanya kembali sambil mengangkat scroll sepanjang 20 cm tadi kedepan dadanya. "harus kuakui selain dari kekuatan yang kau miliki kau juga memiliki bakat akting yang benar-benar sempurna Minato.. lebih sempurna daripada semua Anbu yang pernah kukenal."ia tersenyum sinis.

"walau harus kuakui, dari atas segalanya, setidaknya aku tak pernah meminta para Anbu-ku untuk melakukan penipuan sekeji yang telah kau lakukan atas Jinchuriiki muda ini. Menipu dan memanipulasinya hingga kau mendapatkan apa yang kau inginkan. Gurumu kelihatannya benar-benar sukses dalam mendidikmu."lanjut Danzou tetap dengan nada mencemooh. "siapa yang bisa menyangka dari balik kelemahlembutannya sang Yondaime memiliki sisi busuk yang lebih busuk dari yang terbusuk?"

BRAKH!

Dari sekeliling tubuh Yondaime muncul aura cakra berwarna biru muda, ledakan cakra besar itu diikuti dengan retakan tanah disekitar tempatnya berdiri. Jubah Yondaime-nya berkibar di belakang, menambah kesan garang pada pria blonde itu. Mata birunya memandang kearah Danzou sengit, "kukatakan sekali lagi.. SEKALI LAGI KAU MENGUNGKIT MASALAH ITU, AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU DAN SEMUA ORANG YANG TURUT SERTA DALAM KUDETA MALAM INI!"

Kushina tersentak mendengarnya, "k-kkudeta? APA-APAAN INI?! TIDAK ADAKAH SESEORANG DISINI YANG AKAN MENJELASKANNYA PADAKU?!"Kushina menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.. dan.. pusing. Memang benar, dengan tubuh special dan darah Uzumakinya ia mampu berlari bahkan bertarung pasca melahirkan, sesuatu yang tidak akan mampu dilakukan oleh orang biasa. Tapi secara psikis, ia masih benar-benar lelah, sebab menerima tekanan disana-sini, belum lagi dengan keluarganya yang terpisah dan terancam. Tentang Danzou dan misi Minato yang akan dijelaskannya.. tentang malam aneh dihari kelahiran putranya dan orang menyebutnya Kudeta?

"tidak.. tidak ini tidak boleh terjadi.."gumam Kushina sambil menundukkan kepalanya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya lagi dan lagi, seolah mengusir kebingungan yang melandanya. "tidak.. tidak kumohon tidak.."ujarnya dengan cara mulai meninggi. Anbu Ne yang berdiri di belakangnya mulai mengambil langkah mendekat, mereka mencengkeram kedua pundak dari Kushina Uzumaki yang sekarang tengah terduduk dengan lututnya.

'Jinchuuriiki ini sudah mulai tidak stabil.'pikir Danzou mengamati Kushina. Ya, sumbu permasalahan telah dinyalakan. Sekarang para Anbu Ne dan Danzou hanya harus memainkan permainannya dengan baik atau mereka akan ikut terbakar. Pria itu memandang scroll yang digenggamnya, kemudian beringsut mendekati Kushina.

"aku yang akan menjelaskan padamu satu per satu Kushina Uzumaki. Jadi dengarlah, karena ini adalah fakta sebenarnya dari hubunganmu dengan Minato Namikaze."ia berlutut menyamakan tinggi mereka. "2 tahun yang lalu, Sandaime memanggil Minato untuk sebuah misi. Misi yang sangat amat berbahaya dan tidak semua orang bisa melakukannya. Misi untuk menjinakkan Jinchuuriiki Kyuubi milik Konoha."mata Kushina melebar mendengar ini. "m-mmenjinakkanku? Apa maksudmu?!"ia berteriak kearah wajah Danzou yang tetap tanpa emosi.

"Jinchuriiki Kyuubi yang kedua, atau bisa dikatakan sebagai dirimu adalah dinilai liar dan tidak stabil. Sehingga Sandaime berpikir akan kurang baik nantinya dengan emosimu yang meledak-ledak untuk membawa bijuu ditubuhmu tanpa seseorang yang mampu mengatasi kemarahan dari chakra bijuu yang mungkin kau keluarkan saat kau marah. Dan untuk alasan yang sederhana adalah agar lebih mudah untuk mengontrol dirimu sesuai kehendak Hokage."

Dikejauhan Minato menggeram "Omong Kosong! JANGAN DENGARKAN DIA KUSHINA! DIA HANYA MAU MEMPROVOKASIMU! SANDAIME TIDAK SEBURUK ITU!"pria blonde itu hendak bergerak kearah Danzou dan pasukannya, tetapi ditahan oleh geraman Baku dan Orochimaru yang saat ini mengawasinya dengan mata ularnya. "Khu khu khu, jangan terburu-buru Yondaime.. kau mulai menjadi terlalu sentimental. Mana ketenangan khas ANBU-mu itu heh?"gumamnya mencibir.

'baru kali ini aku melihat Minato kehilangan kesabaran dan ketenangannya.'pikir Orochimaru analistis. Ia sama sekali tidak menurunkan tingkat kewaspadaannya, 'ia bisa menyerang kapan saja sekarang.'

Kembali bersama Danzou, pria itu menghela napasnya dihadapan Kushina, baru kemudian melanjutkan ucapannya yang dipotong Minato. "Minato mendapat misi yang paling amat rendah dan amat menjijikkan untuk diingat. Ia harus selalu berada didekatmu, memastikan bahwa kau menyukainya dan menjadikanmu sebagai miliknya. Bahkan pernikahan kalian sudah merupakan bagian dari perencanaan Sandaime. Dan semua itu hanya untuk kepura-puraan, anak kecil dipelukannya itu adalah bukti kepura-puraan cintanya padamu Kushina Uzumaki. Jadi kau harus tahu itu."lanjutnya tegas.

"Minato.. tidak mungkin! Tidak mungkin Minato.. kau tidak mungkin melakukannya padaku."kerutan semakin dalam di dahi Kushina, tubuhnya mulai bergetar, keringat mulai muncul didahinya. "Minato.. T-ttidak mungkinkan.. tidak mungkin k-kau seperti i-itu kan?"

Brukh!

Wanita itu tergeletak kearah samping tetap dengan tubuh yang terikat kebelakang, ia menggigil, seolah kedinginan, keringat ditubuhnya tidak berhenti mengalir, ia memejamkan matanya berkali-kali sambil menekukkan lututnya kearah dada, persis seperti bentuk janin di dalam kandungan. "Minato.. M-minato, aku benar-benar tidak mengerti.."ninja-ninja di sekelilingnya semakin waspada. Sedangkan Danzou melanjutkan kalimatnya lagi, tetap dengan nada monoton yang sama.

"baginya, kau tak lebih seperti iblis liar yang harus dijinakkan, yang tidak boleh mengamuk dan menghancurkan Konoha dengan semua KELIARAAN yang kau miliki. Ia tak pernah menganggapmu sebagai manusia, melainkan hanya iblis berbentuk wanita yang digunakan untuk memuaskan hasrat BINATANGNYA padamu. Itu adalah suami yang kau cintai, pria busuk yang-"

"CUKUP DANZOU! CUKUP! KUSHINA AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAPMU SEPERTI ITU! KAU BUKANLAH IBLIS DIMATAKU! KUSHINA JANGAN DENGARKAN HASUTANNYA! IA SEDANG BERUSAHA UNTUK MEMPROVOKASIMU!"teriak Minato dari kejauhan. "SEMUA OMONGANNYA ADALAH SAMPAH DAN KAU TAK LAYAK MENDENGARKANNYA!"imbuhnya lagi berharap Kushina mendengarkannya dari kejauhan. Tapi sebaliknya. Wanita itu semakin tertunduk dengan tubuh yang bergetar hebat.

"kau mengatakan bahwa aku berbohong Yondaime? Aku memiliki perkamen misi yang diberikan khusus untukmu 2 tahun yang lalu sebagai buktinya. Kau tidak perlu mangkir Minato. Kebusukan tetaplah kebusukan dan hanya orang munafik yang akan membantahnya."balas Danzou sengit. Ia mengulurkan perkamennya kearah Kushina Uzumaki yang bergetar. "kau bisa membukanya kalau kau mau. Didalamnya terdapat detail misi yang kuceritakan padamu tentang Minato.. dan keluarga palsu yang selama ini kau milik-"

"TIDAAAAAAAAAAAK!"Kushina menjerit sambil meringkuk semakin dalam. "TIDAAAAAAAAAAAAK MINATO TIDAAAAAAAAAAAAAK!"

BRAKH!

Tanah mulai bergetar disekitar mereka, membuat ninja yang tadi berdiri dekat sekali dengan Kushina berikut Danzou harus melompat mundur. Retakan demi retakan, diikuti dengan tembakan chakra berwarna keorenan keudara. Kushina Uzumaki bangkit dari posisi berbaringnya. Rambutnya melambai dengan ganas, diikuti dengan chakra keorenan yang menyelimuti tubuhnya. Tekanan disekitar area yang tadi diberi Barrier itu semakin besar dan besar.

'dua ekor... 3 ekor... 4 ekor.. sial! Ini terlalu berlebihan.'

GROOOOAR!

Kyuubi Kushina melambai-lambaikan ekornya. Menyabet siapa saja yang berada disekitarnya secara membabi buta. Semua ninja terpaksa menyingkir dari tempat itu, berusaha untuk menghindari amukan sang Jinchuuriiki yang tengah bertransformasi. Tapi sayang, bukan hanya ekor chakra sang Kyuubi yang muncul dari transformasi Kushina, tetapi juga rantai chakra yang menyabet membabi buta.

GROOOOOOAR!

.

.

Di desa Konoha No Sato

...

Bunyi goresan kuas yang dilakukan oleh Sandaime Hokage terdengar mengisi ruangan. Dini hari, pria itu belum juga tenggelam di dalam tidurnya seperti kebanyakan orang yang berada di Konohagakure. Entah kenapa, Sandaime merasa ada sesuatu yang mencegahnya untuk tidur. Itu sebabnya pria tua itu masih asik berkutat dengan gulungan-gulungan ninjutsu di ruangannya. Sibuk membuat catatan mengenai tata cara penggunaan ninjutsu elemental yang dikuasainya. Mungkin ia berharap bahwa suatu saat nanti anak cucunya akan menggunakan itu.. atau setidaknya para ninja Konoha yang nantinya memerlukan itu.

'tiga..'pikirnya puas. Disana, diujung meja terlihat 2 buah gulungan lain hasil karyanya hari ini. Semenjak pensiun ia banyak menyibukkan diri dengan kegiatan dokumentasi untuk generasi muda setelahnya. Dan hari ini, ia telah berhasil menyelesaikan gulungan ninjutsu futon dan katonnya yang ketiga; 1 untuk futon dan 2 gulungan untuk katon.

"perasaan ini.."gumamnya sambil menghisap cerutunya. "Aku tidak tahu ini perasaan apa tapi.."

Ia melirik kearah jendela, kemudian melirik kearah jam dinding yang ada di ruang kerjanya.

'tepat pukul 1 malam. Biwako.. kuharap persalinannya berjalan dengan baik.'

Sandaime membuka jendela-nya yang menghadap kearah bagian selatan desa. Mata tuanya yang tajam dan berpengalaman terpaku kearah sana. Entah apa yang menariknya dari arah itu selain kegelapan dan kerimbunan hutan Konoha No Sato yang tersohor sejauh mata memandang.

'kurasa hanya perasaanku.. tapi apa sebenarnya yang terjadi di tempat persalinan Kushina saat ini?'pikirnya serius.

Sandaime melanjutkan pekerjaannya tanpa bisa memejamkan mata. Selain karena menunggu kabar berita dari persalinan Hokage ke-4, juga menunggu istrinya, Biwako Sarutobi kembali ke kediaman mereka dengan selamat.

.

Bersama Tim Fugaku Uchiha

GROOOOOOOAR!

"Jinchuriiki telah bertransformasi Taichou, apa yang harus kita lakukan sekarang?"gumam salah satu ninja Uchiha clan yang berdiri di belakang Fugaku Uchiha. Saat ini mereka terpisah-pisah dengan Uchiha yang lainnya, bahkan dengan rombongan Anbu Ne dan Danzou. Sebuah hal yang telah cukup diantisipasi oleh mereka mengingat hebatnya kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh amukan sang jinchuriiki. Fugaku Uchiha, seperti biasa menganalisis dengan tenang.

'Kagami Uchiha kemungkinan besar akan berpihak pada Yondaime.'pikirnya serius. "dimana tim pengintai?"

Kali ini, salah satu dari elite di kepolisian Konoha, Uchiha Yashiro yang menyahut. "tim pengintai mengawasi ke 12 arah mata angin. Sekaligus bersiap untuk menginformasikan jika ada pergerakan bantuan dari desa untuk Yondaime."

Fugaku mengawasi area dihadapannya. Kemudian melirik kembali kearah Uchiha yang lainnya. "pasang kembali barrier yang tadi telah rusak karena radiasi suara Kuchiyose milik Yondaime. Laksanakan!"

Empat orang ninja yang berada disana langsung mengangguk mengerti. Mereka langsung bergegas mengambil posisinya masing-masing dan dengan cekatan membuat segel tangan. Perlahan tapi pasti sinar kemerahan muncul dari keempat orang tadi, kemudian secara pasti melebar dan menyatu membentuk kubus merah yang mengelilingi area pertarungan.

'kuharap paling tidak ini dapat menunda para ANBU yang berpatroli dari merasakan chakra Kyuubi, atau setidaknya Sandaime untuk menjadi bantuan bagi Minato.'

.

Kembali ke pertarungan

GROOOOOAR!

Sraph! Sraph!

Lagi dan lagi, Kyuubi ekor 4 dengan rantai Chakra itu mengamuk membabi buta. Kali ini salah satu rantainya menyabet kearah salah satu Anbu Ne yang menyerang kearahnya. Membuat orang itu terpelanting dan menabrak barrier merah yang dengan otomatis membakar apapun yang menyentuhnya.

"AHK! Tolong! GRRRRH! SAKIT SEKALI!"

"KUSHINA!"teriak Minato panik. "JANGAN SAKITI MEREKA! INI SEMUA HANYA-"

SRAPH!

Kali ini salah satu ekor Kyuubi Kushina menyabet kearah Yondaime yang berdiri hanya 10 meter dari tempatnya berdiri. Otomatis, Yondaime menghindari itu sambil melompat kearah lainnya. Tapi apa mau dikata, Kongo Fusa yang dimiliki Kushina mengambil alih saat ini, membuat Kyuubi Kushina menjadi 2 kali lebih berbahaya daripada transformasi jinchuriiki lainnya yang tak memiliki kemampuan Kongo Fusa. Dari bawah tanah secara bergiliram muncul rantai rantai besar Chakra yang siap menangkap kaki Minato kapan saja.

GROOOOOAR!

Wush!

Kyuubi Kushina menghilang dalam kedipan mata. Kemudian muncul kembali didepan wajah Minato, ia mendaratkan pukulannya dengan keras kearah wajah pria itu yang disambut dengan tangkisan sebelah tangan Minato. Pria itu melompat mundur untuk menghindari kontak langsung dengan Kyuubi Kushina, tetapi disitulah letak perbedaannya. Kecepatan seorang jinchuriiki dalam transformasinya benar-benar tidak bisa diremehkan.

. . . . . . . . . .

'c-cepat'pikir Anbu Ne pengawal Danzou ditempatnya. 'hampir merivali hiraishin tetapi lebih efisien dari penggunaan hiraishin itu sendiri. Inikah kekuatan Kyuubi No Kitsune?'

'transformasi Jincuriiki memang benar-benar mengagumkan. Kau tahu Hiruzen, kalau saja kau membiarkanku menjadikannya dibawah ROOT, aku sudah pastikan bahwa ia benar-benar akan menjadi senjata desa yang tak terkalahkan.'pikir Danzou serius. Mereka tengah berdiri memandangi pertarungan dari 2 orang shinobi kuat Konoha itu. Shinobi yang seharusnya menjadi keluarga bahagia di hari kelahiran putra mereka.

'sayangnya kau begitu menentangku Minato. Jadi rasakanlah akibatnya.'lanjut Danzou dalam hati.

. . . . . . . . . . .

'Kushina.. kecepatannya benar-benar luar biasa.'pikir Minato sambil menghindar dari serbuan rantai chakra yang menyerangnya. Hampir 10 menit ia hanya bertarung dengan cara menghindar, dan hal tersebut benar-benar pilihan yang buruk. Ia terus didesak dan sekarang sudah mulai kelelahan. Di dalam pelukannya, bayi Menma masih menangis, membuatnya tidak bisa 100% berfokus pada pertarungan.

'satu-satunya cara adalah menyadarkan Kushina. Apapun caranya.'pikir Minato mantap. Tapi belum sempat ia bergerak, Kushina langsung berlari kearahnya dan mendaratkan pukulan mautnya.

DUAKH!

Minato yang tidak siap langsung terdorong kebelakang, ia terseret oleh pukulan berlapis chakra Orange kemerahan itu.

GROOOAR!

"KUSHINA! DENGARKAN AKU! INI SEMUA HANYALAH TIPUAN. INI SEMUA HANYALAH UPAYA DANZOU UNTUK MEMECAH BELAH-"

Wush!

DUAKH!

Kyuubi Kushina kembali menghilang dalam kejapan mata dan kembali mendaratkan pukulan kearah perut Yondaime. Membuat laki-laki itu terdorong beberapa meter sebelum kembali mendaratkan tendangan kearah wajah Minato. Minato yang melihat serangan itu langsung merendahkan tubuhnya, tetapi sayangnya Kyuubi Kushina sudah mengantisipasi hal tersebut sehingga ia mengarahkan cengkeramannya kearah leher Yondaime lalu melemparkannya tepat kearah tepi barrier yang menyala-nyala.

. . . . . . . . . . .

'w-wow, aku tidak pernah melihat Yondaime sampai terkena pukulan setelak itu.'pikir salah satu Anbu kagum sekaligus ngeri. 'ini berarti akan sangat berbahaya untuk melakukan kontak langsung dengannya.'

Sroooook!

Minato yang terlempar karena serangan Kyuubi Kushina mampu mendaratkan diri dengan baik, tapi sayang, gerakannya tidak lagi begitu halus sehingga membuat Menma yang berada di pelukannya berteriak menangis.

"OEEEEEE! OEEEEEEEEEEEEEE!"

"KUSHINA!"geram Minato sambil memandang kearah bayinya. Bayi blonde itu begitu rapuh, seolah-olah hanya butuh 1 cengkeraman saja akan mampu membunuhnya. Sekarang Minato tidak memiliki pilihan lainnya, ia melihat ke arah Menma beberapa kali sambil tangannya berusaha mengusap debu yang mendarat diwajah putranya akibat pertarungan. Mata biru Minato memandang sendu kearah bayi itu, kemudian kembali melirik kearah Kushina yang saat ini tengah berlari kearahnya untuk menyerang.

'kushina.. maafkan aku.'Minato melirik lagi kearah Menma, kemudian meneteskan air matanya.

GROOOOOOOAR!

Kyuubi Kushina akan mendaratkan pukulan berlapis chakranya, saat tiba-tiba Minato melemparkan Kunai kearah samping tubuh transformasi Kyuubi berekor 4 itu.

. . . . . . . . .

'apa yang dipikirkan Yondaime? Kunainya bahkan tidak mengenai sasaran.'pikir salah satu Anbu bingung.

'ia akan mati dalam beberapa saat dengan pukulan chakra seperti itu.. Yondaime, kau benar-benar bodoh.'pikir yang lainnya.

Sedangkan Fugaku, bersama pasukannya memandangi itu dengan tenang. 'Minato.. maafkan aku. Tapi desa ini sudah terlalu lama menyudutkan Uchiha.'

Di kejauhan Orochimaru yang berdiri di samping Danzou bersedekap, dan di sebelahnya Danzou sendiri sudah beberapa kali melirik kearah bungkusan hitam berisi bubuk yang entah apa itu dan meremasnya beberapa kali. Mereka berdua kelihatan gelisah.

'kau akhirnya melakukannya Yondaime.. mari kita lihat apa yang akan kau lakukan.'

. . . . . . . . . . .

'maafkan aku Kushina...'pikir Minato sedih. "RASENGAN!"

BRAAAAAKH!

Bola pijar berwarna biru itu menghantam punggung Kyuubi Kushina, mendorongnya sampai ke tanah bahkan sampai menggempur tanah dan bebatuan disekitarnya hingga menciptakan lubang. Sinar dari bola chakra itu sendiri menyinar keseluruh penjuru hutan yang di pasangi barrier itu. Membutakan mata orang-orang yang melihatnya bahkan tidak perduli mereka ninja selevel kage, jonin, atau Anbu sekalipun, mereka perlu mengakui bahwa jutsu yang dikeluarkan Yondaime kali ini berbeda dari rasengan biasanya.

"RASENGAAAAAAAAAAAN!"

Dan saat itulah, saat sinar chakra itu meledak, tak ada yang menyadari bahwa Minato Namikaze sang Yondaime Hokage menangis terisak ditengah jutsunya.

. . . . . . . . . .

GROAAAAAAAAAAAAAAAR!

Kyuubi Kushina berteriak kencang saat Yondaime menghantamkan jutsunya. Tepat setelah itu semuanya menjadi hening. Wanita berambut merah itu menjadi tidak sadarkan diri, sedangkan Minato Namikaze masih tertunduk di area lingkaran tempatnya tadi menghantamkan jutsunya kearah Kyuubi Kushina. Pria itu tertunduk, ekspresinya tak terbaca karena terhalangi oleh bang rambutnya. Semua Anbu yang berada disana bersiap siaga, mengingat aura buruk yang tengah mengelilingi tempat itu; aura membunuh Yondaime yang pekat.

Clap! Clap!

Danzou memecah keheningan dengan bertepuk tangan, masih dengan wajah tanpa ekspresinya. "kau melakukannya. Pada akhirnya, seperti apapun bukankah kau tetap akan kembali menjadi dirimu yang sebenarnya? Bagian darimu yang tak pernah kau ekspos kepada siapapun tapi kuketahui."pria itu menyeringai mencibir. "kau tetaplah pembunuh. Kau adalah monster, tidakkah kau menyadarinya?"

Suasana begitu hening, bahkan kalau seseorang bernapas pun rasanya bisa terdengar.

"itulah kenapa aku ingin merekrutmu dari dulu. Untuk memastikan bahwa kau dapat melampiaskan sisi ini, sisi lain dari dirimu sendiri.. tapi dengan bodohnya kau menolaknya. Dengan semua tetek bengek omong kosong kasih sayangmu itu."tuntas Danzou tegas. Barrier masih terpasang disekeliling mereka, Minato yang menyadari ini tetap tenang dalam posisinya. Tapi tidak seperti sebelumnya, Yondaime hokage seperti telah sedikit berubah, diamnya begitu.. mengerikan.

Bayi Menma masih berteriak-teriak dalam gendongannya, terlihat gelisah dengan keadaan. Minato memeluk bayinya itu dengan pelukan lembut yang protektif, perlahan-lahan ia mengangkat wajahnya, tersenyum dingin dan memandang Danzou dan pasukannya dengan pandangan paling mengerikan yang bisa dialami orang yang masih hidup.

"kau menginginkan sisi monsterku bukankah begitu? Aku akan menunjukkannya padamu. Sisi terliar dari seorang Yondaime Hokage.."gumam Minato dengan suara horor, wajahnya tidak lagi tampan seperti sebelumnya, melainkan sebelah matanya berubah menjadi hitam kelam dengan pupil kuning menyala. Sebelah bagian dari wajahnya seperti ditumbuhi topeng dengan corak hitam garis yang menutupi pipinya. Gigi pria blonde itu memanjang, meruncing seperti gigi hewan buas hutan kematian itu sendiri.

"HAHAHA! Kau akan merasakan apa itu yang namanya sakit.."gumamnya dengan mata liar memandang kearah pasukan Danzou.

. . . . . . . . . . . .

"bunuh dia!"gumam Danzou serius. Tapi Minato membalasnya dengan tawa terbahak-bahak, walaupun pasukan Root-nya sudah berlari kearah pria itu, tetap saja pria itu tidak panik.

"Katon : Goukakyou No Jutsu!"bisik ke lima orang Anbu sambil menyemburkan bola api sebesar 3 meter dari masing-masing orang. Serangan itu seperti siap untuk membakar apa saja yang dilewatinya, atau paling tidak memanggang apapun yang terkena oleh jutsu itu.

'pasti kena. Tidak ada satu orangpun yang lolos dari jutsu itu.'pikir para Anbu yakin.

Wush!

Semua mata terbelalak, memandang Minato yang melompat keudara, melakukan handseal sebelah tangan dengan cepat, bersiap untuk menyemburkan api. Ia sekarang mengambang, masih diudara, tepat diatas para Anbu yang menyerangnya tadi. Seolah-olah mereka tengah mencoba untuk mengalahkan pihak yang sama.

"Katon Goukakyou No Jutsu!"bisik Minato serupa, masih dengan style liarnya. Bola apinya yang terbesar diantara semuanya. Mungkin 3 kali lebih besar daripada bola api para Anbu itu.

'ini...'pikir para Anbu shock.

"MINGGIR!"gumam salah satu Anbu mengingatkan.

GLEDOOOOOOOOM!

. . . . . . . . . . .

Orochimaru saat ini berdiri dengan pose lebih santainya. Selepas pertarungan sengitnya tadi, setidaknya ini bisa dihitung sebagai waktu rehat sebentar. Mata ularnya memandang kearah barrier, ya. Saat ini Orochimaru berada diluar barrier, dekat dengan para ninja Uchiha yang membuat kekkai.

'getaran ini... sial.'

"MINGGIR!"

Setelah berteriak mengingatkan dua ninja Uchiha yang menjaga barrier didekatnya, mereka melompat menjauh, menyebabkan barrier pecah dan jutsu api berukuran sangat besar mencuat keluar dari sisi barrier yang pecah. Jutsu itu menghantam pepohonan disekitar mereka, menghancurkan bebatuan besar yang ada disana dan menciptakan jalur diatanh ketika melewatinya.

GLEDOOOOOOOOOOOOM!

. . . . . . . . . . .

Kabut mengisi wilayah itu sementara waktu, diikuti dengan bau terbakar yang memenuhi udara. Semua pasukan yang ada malam itu terpecah belah, mereka tersebar dimana-mana dan terlihat tidak lagi terorganisir dalam melakukan penyelamatan diri. Intinya, mereka bisa menyelamatkan diri kemanapun, asalkan mereka selamat. Perlahan-lahan sisi barrier yang lain mulai menghilang, menyisahkan area bebatuan tengah hutan yang kosong tanpa kubus merah pelindung area.

'dimana dia..'pikir Danzou serius. Ia menyebarkan chakranya berusaha menyensor, tetapi tidak menemukan apapun. "Terai!"

Salah seorang Anbu yang berdiri didekatnya memfokuskan diri. Pria itu membuat seal ram sejenak kemudian memejamkan matanya.

'dimana dia.. keberadaan Minato tidak boleh sampai diketahui oleh desa.'pikirnya sambil ikut menyensor, dan masih tidak menghasilkan apapun.

"disana!"ucapan salah satu Anbunya menyadarkan Danzou. Mereka menunggu sampai debu-debu berjatuhan, kemudian menyipitkan mata. Benar-benar tidak terduga, sebab keberadaan Minato hanya sekitar 20 meter dari tempat mereka berdiri. Pria itu tengah berdiri, bersedekap dan tidak lagi menggendong bayinya. Tak jauh dari pria itu, seorang pria lain berdiri, rambutnya dikibarkan oleh angin, menampakkan topeng yang dikenakannya, di dalam pelukannya, bayi Menma bergerak-gerak gelisah.

'anak itu.'batin Danzou serius. 'bagaimana aku tidak bisa merasakan keberadaannya padahal dia masihlah seorang bocah?'

Seperti mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Danzou Minato kembali tertawa, tawa horor yang sama yang mampu membuat orang merinding.

"KARENA DIA BERSAMAKU DANZOU! DAN AKAN KUPASTIKAN HARI INI PARA PENGHIANAT AKAN MATI DITANGANKU!"teriaknya diikuti dengan ledakan chakra hitam. Minato yang saat ini berdiri di dekat bebatuan itu bukanlah lagi Minato yang dikenal orang-orang. Kedua matanya sudah sepenuhnya hitam, dengan iris berwarna kuning menyala yang terlihat kelaparan.

"Shurikken Kage Bunshin No Jutsu!"teriak Minato sambil melempar kunai Hiraishinnya.

. . . . . . . . . .

Disisi para Uchiha dan Orochimaru

"Taichou.. aku merasakan chakranya sama seperti chakra kita."Uchiha Yashiro melapor kepada Fugaku yang berdiri tepat disebelahnya. "apa ia salah satu pembelot?"

Fugaku hanya memandang kedepan, lebih memfokuskan diri kepada Minato yang tengah menjadi liar. "fokuskan diri kedepan!"

'chakra ini..'pikirnya tenang.

Sedangkan Orochimaru menyipitkan matanya saat merasakan chakra dari seseorang yang dikenalnya. Ia tertawa kecil, tawa seperti maniak yang lucunya hanya dia sendiri yang mampu tertawa dalam kondisi seperti saat itu.

'Uchiha Naruto.. akhirnya kau datang juga.'

Tbc

Review ok?