CHAPTER 27
Pain and grow
Skip time 4 tahun kemudian.
Konohagakure no sato, atau desa daun tersembunyi yang berada di negara api masih sama misteriusnya seperti puluhan tahun dari waktu Shodaime Hokage berkuasa. Desa itu, saat ini sudah cukup stabil dibandingkan dengan pasca kematian Yondaime Hokage yang misterius, pembunuhan clan Uchiha di lembah pelatihan, dan dibekukannya Anbu Ne.
Sekarang, tidak ada lagi Anbu resmi lain selain ANBU Hokage. Walaupun begitu sangat bodoh kalau berpikir bahwa era Ne sudah berakhir begitu saja. Memang secara resmi Ne telah dibekukan, dan Sandaime kelihatan tidak memiliki niat untuk mengangkat status itu dalam waktu dekat; hanya saja kita hidup di dunia shinobi yang penuh dengan muslihat, dan tentu saja, ninja Ne tidak benar-benar berhenti beroperasi. Buktinya bahkan dalam kurun waktu 2 tahunan ini Hiruzen Sarutobi sempat memergoki Hatake Kakashi menjadi bagian dari ROOT, walaupun kemudian ditarik paksa Kembali menjalani full-duty sebagai ANBU Hokage.
Berita lain tidak kalah mencengangkan, Hiruzen Sarutobi juga memaksa Danzou menyerahkan salah satu ninja Ne-nya yang merupakan pengguna Mokuton no Jutsu. Kali itu, pria bermarga Shimura ini kelihatan dongkol setengah mati, tetapi apa daya, Hiruzen Sarutobi memperoleh dukungan dewan coucil dan Daimyou Negara api langsung. Lagi, kehilangan bagi Ne, tetapi tetap saja, aktifitas Ne, meskipun rahasia, tetap berjalan.
Naruto masih ingat hari itu Danzou berkata dalam briefing singkatnya di markas Ne :
"kalian tahu dunia ini bukan hanya tentang cahaya, tetapi juga bayangan. Hiruzen menutup mata dari tugas kotor shinobi dimana kemunafikan harus disingkirkan dan membunuh adalah wajib. Aku menghormati cita-citanya tentang idealisme kedamaian yang tanpa kekerasan, tetapi itu hanya akan menjadi masalah desa kalau tidak tepat proporsi.."
Kali itu Naruto hadir, dalam balutan armor keabuan ANBU Hokage. Kejadian itu tepat 2 tahunan setelah insiden lembah pelatihan.
"ROOT tetaplah Konoha, walaupun tidak terlalu diakui untuk saat ini. Tidak mengapa, pahlawan tidak selalu membutuhkan izin resmi dan jadi terkenal. Apapun yang terjadi, aku berharap bahwa sebagai pilar bagi kestabilan keamanan Konoha, kalian tidak akan mangkir dari panggilan tugas ROOT kalau dibutuhkan. Saat itu tiba, demi Konoha tercinta, aku berharap kalian mengerjakan tiap misi dengan sempurna dan rahasia."
Hampir 80 persen anggota ROOT telah diambil alih oleh Hokage menjadi Anbu dibawah naungan Hokage. Tetapi seperti kata pepatah :
"sebagai shinobi kita harus bisa melihat yang terdalam dari yang terdalam, Hiruzen dengan kenaive-annya tentu tidak akan mengakui keberadaan ROOT dalam tubuh pertahanan Konoha. Tetapi demi Konoha, ROOT harus tetap ada."Danzou Shimura menyapukan pandangan kearah 6 peleton ninja dihadapannya.
"biarkan dunia percaya bahwa operasi ROOT telah berhenti. Tetapi ingat, ROOT tidak pernah benar-benar hilang dari Konoha."
Dan ya, itu sebabnya sangat sedikit orang yang paham bahwa menjadi Ninja ROOT itu hampir pasti menjadi ROOT sampai mati. Tidak ada anggota ROOT yang benar-benar berhenti menjadi ninja ROOT kecuali beberapa, seperti Hatake Kakashi yang datang belakangan, dan Kinoe si pengendali Mokuton yang diminta secara special oleh dewan ninja dan Daimyou negara api untuk menjadi Anbu dibawah Hokage.
Hal kecil yang Hiruzen Sarutobi tidak sadari adalah bahwa para ninja ROOT yang lain tidak pernah benar-benar keluar dari ROOT.
"aku akan memberikan kalian notifikasi misi kalau diperlukan. Bubar!"
Seketika rungan markas Ne itu menjadi sepi, dimana yang tersisa hanya Danzou Shimura si Komandan Ne.
. . . . . . .
'bahkan sekarang clan Uchiha benar-benar hanya memiliki sedikit ninja. Sangat wajar kalau Kagami-sensei mencoba Gerakan massive untuk merestorasi kejayaan clan.'pikir Naruto teringat dengan fakta bahwa Uchiha clan memang sangat terancam.. punah.
Sambil berlari, Naruto berpikir tentang bagaimana generasi ninja Uchiha kedepannya mengingat dari 100 persen jumlah penduduk clan yang tinggal 200 orang itu, hanya 70 orang yang merupakan ninja, sedangkan sisanya civilian. Dengan jumlah seperti itu, Kagami Uchiha sebagai ketua clan Uchiha membuat permohonan resmi kepada Sandaime Hokage dan Daimyou Negara api, agar 70 orang ninja itu proporsi yang masuk kedalam divisi keanbuan dibatasi menjadi 20 orang saja. Sisanya hanya menjadi Jounin regular, Jounin Sensei, dan Polisi Militer Konoha. Hiruzen Sarutobi menyetujui hal itu dengan catatan bahwa Kagami Uchiha menjadi Anbu Black Ops yang waktu cutinya hanya 2 kali sebulan dan hampir setiap waktu stand by.
'dan Sensei setuju.'pikir Naruto lagi. 'aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali bisa berjalan-jalan di Konoha menjadi warga Konoha yang santai.'
Seperti rantai, kejadian di lembah pelatihan memang dampaknya luar biasa bagi Konoha. Tidak bisa dilepaskan dari itu, kesepakatan antara Daimyou negara api dan Ketua clan Uchiha juga berbuntut dengan Naruto yang sedikit banyak kehilangan kehidupan masa mudanya hanya untuk misi, berlatih, dan patroli perbatasan negara api.
'belum lagi fakta bahwa beberapa anggota clan juga meninggal akibat sakit. Demi-Kami, masalah ini seperti tidak ada habisnya.'Naruto kembali teringat dengan fakta bahwa beberapa ninja seperti Mikoto Uchiha, Uchiha Naka, dan beberapa ninja lain meninggal akibat sakit yang serius pasca misi.
Konoha lagi-lagi berduka. Dan tentu saja, clan Uchiha sudah semakin sedikit saja. Tetapi ninja-ninja baru siap untuk dididik. Muncul nama-nama baru yang masuk ke Akademi Ninja dan menjadi Prodigy. Nama-nama itu diantaranya adalah Itachi Uchiha dan Shisui Uchiha.
Shisui sudah menamatkan Akademi ninja, dan saat ini menjadi seorang Polisi Militer Uchiha. Dia menamatkan Akademi ninja dalam tahun pertamanya; sementara Itachi baru masuk ke Akademi. Keduanya cukup terkenal di Konoha, dan secara umur, Shisui Uchiha seumuran dengan Naruto, walaupun secara Jutsu, dan Pengalaman, Naruto menang jauh. Selisih umur Itachi dan Naruto adalah 3 tahun; Naruto lebih tua dari Itachi tentunya.
Tap!
Tap!
Sambil berlari, ingatan Naruto berputar pada kejadian dimana Kagami Uchiha memberinya pesan hari itu saat mereka tengah berlatih dibawah gerimis hujan.
"Naruto, aku percayakan masa depan clan Uchiha padamu. Kau dan aku Bersama-sama kita harus bisa mengembalikan kejayaan clan, melindungi kehormatan clan Uchiha sebagai salah satu clan terkuat, dan memastikan bahwa Uchiha tidak lagi hampir menjadi punah. Ini adalah generasi muda Uchiha yang aku percayakan untuk kau jaga."Kagami memandangi Naruto sangat serius. Naruto hanya memberikan anggukan kalem.
"Demi Konoha dan Uchiha."Gumam Naruto pelan. Mata Naruto masih tetap memandangi sensei Uchihanya itu. "aku berjanji Sensei."
Tap!
Syuuut!
Syuuut!
Syuuut!
Dari arah belakang Naruto, tiba-tiba muncul seseorang yang melemparinya dengan dua puluh kunai menyasar pada punggungnya sebagai target, sesuatu yang dihindari Naruto dengan berteleportasi ke tempat lain jauh didepannya. Disisi lain si pelempar mengejar ninja serigala itu, dan terjadilah mereka berdua berkejaran membelah hutan Negara Api. Jarak diantara keduanya adalah 30 meter, dan bisa saja bertambah jauh jika saja Naruto memilih untuk menghilang dengan keahlian teleportasinya.
Tap!
Tap!
Tap!
Cahaya bulan di malam itu menjadi satu-satunya sumber penerangan selain 2 pasang mata sharingan yang kelihatan begitu gagah dengan warna merah menyalanya mewarnai malam.
Syuuut!
Syuuut!
"Katon : Hosenka No Jutsu!"
Sosok pengejar melemparkan 8 buah shuriken, yang kemudian diiringi dengan 8 peluru api berdiameter masing-masing 30 cm, masing-masing peluru api yang ditembakkan itu dilapisi lagi dengan api hitam Amaterasu kebanggan clan Uchiha yang melegenda itu.
'bertahan dan menyerang.'pikir Naruto, yang kemudian seiring berputarnya sepasang sharingan miliknya lalu menghilang dan berpindah 50 meter ke belakang ninja pengejarnya. Pria itu seketika memecah dirinya menjadi 3 orang, lalu ganti mengejar si pengejar tadi.
Syuut!
Syuut!
2 clone tadi seketika melemparkan shurikkennya, masing-masing 2 pasang ke arah si pengejar tadi. Dengan gampang, 8 buah shuriken itu di tangkis oleh si pengejar menggunakan kunainya. Duel udara pun terjadi, 2 buah clone Naruto menyerang kearah si pengejar dengan mendaratkan tendangan sapuan ke arah kaki dan kepala si pengejar yang dihindarinya dengan enteng.
Syuut!
Trank!
Bunyi sabetan tanto terdengar mengisi keheningan malam. Bunshin Naruto memberikan hadiah sabetan diagonal kearah dada dan kaki lawannya. Orang itu, dengan pengalaman mumpuni, menangkis sabetan kearah dadanya menggunakan kunai, dan melompat sedikit menghindari sabetan tanto kearah kakinya.
Duakh!
Pukulan siku di arahkan kearah belakang leher salah satu bunshin Naruto, sementara Bunshin yang lain mengarahkan tantonya kearah perut kanan si ninja. Pria itu otomatis melompat ke udara dan membuat handseal dengan cepat, jaraknya dengan Naruto asli hanyalah 3 meter ke belakang, sementara dengan 2 Bunshin tadi hanya 45 cm.
"Katon :-"
"Katsu!"ucap pelan Naruto tidak memberi kesempatan lawannya untuk melepaskan jutsunya.
Duaaar!
Duaaar!
Bunshin yang tadi berada di dekat lelaki itu tiba-tiba meletup menimbulkan suara membelah malam diiringi dengan asap hitam pekat sebagai hasil ledakan Bunshin Daibakuha yang dilepaskan Naruto Uchiha. Satu demi satu Bunshin Daibakuha itu meletup, yang satu meletup dekat kaki si ninja dan yang satu lagi melompat memeluk ninja lawan Naruto itu dari belakang sebelum meledakkan dirinya.
Duaaaar!
Dengan segenap kemampuannya, pria itu menghindari ledakan-ledakan itu dengan shunshin kearah lain, menjauh dari jangkauan ledakan dan si caster Jutsu itu; Naruto Uchiha.
"itu cukup cepat, Naruto-kun."komen orang itu sambil menjaga jarak dari Naruto Uchiha.
"Tapi tidak cukup mematikan."sambungnya sambil menyeringai. "Kagami Uchiha tentu tidak akan terlalu-"
Belum sempat pria itu menuntaskan ucapannya, sederetan segel peledak kelihatan aktif; memunculkan warna putih kekuningan yang berakhir dengan ledakan-ledakan beruntun disekitar si ninja, merobohkan beberapa pohon sekaligus. Ledakan itu kelihatan berlangsung sampai beberapa waktu dalam radius 20 meter tempat lelaki itu menginjakkan kaki.
Duaaar!
Duarr!
Duarr!
Ledakan bertubi-tubi itu menghasilkan kepulan debu yang seketika memenuhi udara di areal sekitar. Walaupun begitu, sudah jelas, mata sharingan tentu tidak terdampak dari debu yang bertebaran akibat ledakan jutsu yang terjadi.
Berdiri berseberangan, seorang pria dengan topeng kuning bercorak lidah api warna hitam dengan di sisi lain seorang ninja bertopeng serigala warna putih bercorak merah. Kedua-duanya berdiri di atas puncak pohon di tengah hutan kematian itu, sama-sama saling menganalisis menggunakan sharingan masing-masing.
Syuut!
Naruto tiba-tiba melemparkan kunai yang mengarah kearah punggung kaki lawannya itu. Sesuatu yang dihindari oleh ninja itu dengan sedikit menggeserkan kakinya melebar. Pria yang lebih dewasa itu, menyeringai di balik topengnya.
"kau tahu kau tidak bisa mengenaiku dengan serangan seperti itu."
Naruto mengerucutkan bibirnya dari balik topeng. "kau benar. Tentu ninja selevelmu tidak akan mungkin dikenai dengan serangan seperti itu."
Orang tadi memiringkan kepalanya sedikit, kelihatan tidak percaya dengan omongan Naruto. Matanya sedikit menyipit, "apa yang ingin kau lakukan sekarang?"
Naruto mengangkat bahunya sedikit. "aku denganmu, berbeda dalam gaya bertarung, usia, pengalaman, dan penguasaan cakra. Sudah jelas dalam hal tersebut kau lebih unggul dariku."
Naruto merasa seolah pria dihadapannya itu mengerutkan kening; walaupun dia tidak melihatnya langsung.
"aku tidak percaya kau akan menyerah semudah ini. Kau tidak terdengar seperti seorang Uchiha. Uchiha yang aku tahu bukan clan yang suka menyerah."ucapnya menyindir. "kau terlihat semakin menjadi lemah."
Naruto mendesah. "aku seorang Anbu, tidakkah kau menyadarinya?"
Orang tadi mendengus. "menjadi Anbu di usia dini tidak berarti kau adalah ninja yang prodigy. Tetapi mungkin juga kau prodigy. Jadi bagaimana caramu akan mengalahkan musuh kalau seperti ini?"ujarnya ingin tahu. "kau tidak mungkin akan menangkap musuh dengan berteriak kalau kau adalah Anbu kan.."
Naruto menggendikkan bahunya tidak peduli.
"memang tidak.. Tobi."tangannya seketika membuat segel tangan sebelah, Ram. "Fuin!"
Seketika dari arah telapak sepatu ninja tadi muncul cahaya kekuningan menyilaukan yang kemudian menelan sepatu, diikuti kaki, terus sampai kearah paha Tobi Uchiha. Prosesnya begitu cepat sampai dalam kurun waktu 1 seperkian detik, pria itu sudah tinggal sepinggang dengan dikelilingi sinar putih kemilau yang seperti haus untuk menelan tubuh si ninja bulat-bulat.
"apa yang terjadi? Fuinjutsu?"tanya Tobi ingin tahu. Sinar itu tidak hilang, masih mengelilinginya dan masih haus untuk menelan apapun yang mendarat diatasnya. Uchiha dewasa itu memandangi Naruto serius. "ini segel penyimpanan kan?"
Naruto mengiyakan itu dengan gestur tidak peduli.
"ya."
Sebelah tangan Naruto masih membentuk segel Ram. Matanya tidak lepas memandangi Tobi Uchiha. "cara kerjanya sama.. Persis seperti dugaanmu."gumamnya pada si Uchiha dewasa. Pria lawan bicaranya itu seketika mengangguk. "itu sebabnya kau menahan segelnya. Itu supaya segel fuinjutsu ini tidak tertutup dan malah berakibat memotong tubuhku."
Naruto mengangguk. "aku tahu kau akan berusaha melepaskan diri dengan genjutsu."
Pria tadi menyeringai. "benar.. tapi tidak akan kulakukan. Itu hanya akan membuang-buang waktu saling bertukar genjutsu. Aku tidak terlalu sabar menunggu genjutsu-loop berakhir, walaupun aku bisa mengakhirnya dengan cepat kalau aku mau."
"kau tahu Tobi.. aku tahu hanya ada beberapa tehnik yang bisa mengalahkan sharingan dalam melakukan genjutsu, tentu akan sangat menarik melihat bagaimana caramu lepas dari fuinjutsu itu."komen Naruto sambil membatalkan jutsunya. Perlahan-lahan kaki Tobi Uchiha yang tadi sudah tenggelam dalam segel muncul Kembali. Pria itu Kembali berdiri dalam posisinya sebelumnya; di atas puncak pohon.
Pria Bernama Tobi itu bersedekap. Rambut hitamnya bergerak pelan tertiup angin; posenya sangat cool. Matanya tidak lepas memandang kearah Naruto Uchiha, si Anbu bertopeng serigala yang berdiri beberapa meter di hadapannya.
"Senseimu eh-"ujarnya datar. Matanya menerawang jauh kedepan. "sampai jumpa lagi. Ookami no Shinobi. Lain waktu kita bermain lagi."pria itu kemudian menghilang seperti terbakar api hitam di telan malam, menyisakan hanya Naruto Uchiha dan sisa pertarungan mereka.
'aku penasaran apakah Tobi Uchiha memiliki Mangekyou Sharingan..'pikir Naruto serius. 'atau dia memang memilikinya.'
Ternyata, baik Naruto maupun Tobi, menyadari bahwa dalam radius 700 Meter seseorang mendekat kearah mereka; dan dengan Latihan 4 tahunnya Bersama Kagami Uchiha, Naruto telah berkembang menjadi seorang Anbu yang well-armed, dimana dia bisa mendeteksi keberadaan pergerakan ninja/orang lain dalam radius yang cukup jauh; sebut saja itu seperti kemampuan untuk peka terhadap keberadaan seseorang atau sesuatu. Tidak murni sebuah kemampuan sensorik, tetapi cukup mumpuni untuk disandingkan dengan seorang yang terlahir sebagai sensorik.
'apa memang semua Uchiha memiliki kepekaan seperti itu?'pikir Naruto sarkastik.
Ingatan Naruto samar-samar terbawa ke beberapa tahun yang lalu dimana dia menanyakan hal yang sama pada Kagami Uchiha. Kali itu, ketua clan Uchiha itu hanya tersenyum tipis, mengingat mereka sudah menjalin hubungan sensei-murid atau partner misi selama beberapa tahun; mereka sudah melewatkan banyak hal dan baik Kagami Uchiha maupun Naruto sudah saling membangun kepercayaan satu sama lain dengan landasan yang lebih solid dari sekedar status 'rekan Anbu'.
"apa semua Uchiha memiliki kepekaan chakra, Sensei?"
Kagami menggeleng.
"tidak, tapi kebanyakan Uchiha mungkin akan dapat melakukannya dengan Latihan memadai."
Naruto yang usianya kurang lebih masih 9 tahun-menjelang 10 tahun waktu itu, tetapi memakai henge lelaki umur 19 tahun dengan postur tubuh 174 cm menganggukkan kepalanya menimpali ucapan Kagami Uchiha.
"kurasa itu berlaku untuk kebanyakan ninja kalau begitu. Tetapi mengharuskan pelatihan lebih intensif untuk menajamkan kemampuannya."gumam Naruto teoritis. "apa aku bisa melakukannya secara lebih efisien dibandingkan dengan seorang sensorik?"
Sejenak Kagami mengerutkan keningnya berpikir.
"dalam beberapa hal kau memang lebih sensitive dibandingkan dengan non-sensorik lain; kata lainnya kau memang memiliki kepekaan terhadap chakra sebagai bagian dari dirimu, itu bakat lahir. Aku bukanlah seorang sensorik, tetapi kupikir, kemampuan ini lebih mengedepankan rasa dan insting dibandingkan dengan sensorik yang sangat akurat dalam spotting terhadap target."
"aku bisa merasakan keberadaan seorang ninja dari bau chakranya yang terbawa angin, Sensei."
Ucapan menggantung itu ditanggapi Kagami Uchiha dengan senyum kecil. Dia masih dalam mode tepekurnya.
"souka.. bagaimana menurutmu kalau begitu?"
Naruto dengan tatapan polosnya memandangi Senseinya itu beberapa saat.
"itu bukan angin yang membuatku merasa.. tapi hawa airnya.. Sensei. Aku tidak memiliki elemen angin, tetapi air. Hawa air selalu terkandung dalam udara, meskipun udara itu begitu kering."
Kagami memberinya tatapan puas. "kurasa kau benar, Naruto-kun."
Baik Naruto dan Tobi masing-masing memiliki insting dan kepekaan sedikit lebih baik terhadap arah angin, metode pelacakan ninja, aura cakra dan bau-bebauan; mereka menyebut ini sebagai kemampuan merasakan aliran cakra. Kepekaan terhadap chakra. Kagami tidak melakukannya sebaik Naruto maupun Tobi Uchiha, tetapi pria itu cukup baik dalam menentukan kearah mana ia harus bergerak menggunakan insting bertarungnya.
'tidak sensorik. Tetapi cukup berguna untuk bertarung dan penyusupan.'pikir Naruto simple.
"Katon : Goukka Mekyaku!"
Ucapan samar-samar pelan itu seketika menyadarkan Naruto dari mode berpikirnya. Dengan insting terlatihnya seketika dia menghilang saat gelombang api sebesar 25 meter dengan tinggi mencapai 7 meter itu melanda areal puncak pohon di pedalaman hutan Negara api tempat ia berdiri. Suara burung beterbangan terdengar memenuhi udara. Jutsu itu berlalu dalam beberapa waktu, mungkin sekitar 3 menitan sampai di titik si caster Jutsu menghentikan jutsunya. Pria itu melompat ke udara tatkala sinar keputihan muncul dari arah bawah telapak kakinya.
"licin seperti biasa Naruto-kun."gumam pria itu sambil menghindari fuinjutsu penyimpanan yang dikendalikan Naruto dengan chakranya; apa mau dikata, kanji-kanji itu bisa dikendalikan Naruto seperti organ tubuhnya saja.
Naruto yang berdiri 5 meter dari arah belakang pria itu melemparkan kunainya. Seketika, kunai yang tadinya hanya 4 berubah menjadi puluhan mengarah pada target yang sama.
Syuuut!
Syuuut!
Trank!
Bunyi tanto terdengar saat Naruto berpindah dari posisinya menggantikan salah satu kunai yang dia lemparkan sebelumnya. Disisi lain, sosok yang menjadi lawannya menangkis serangan itu, selagi tubuhnya mengambang di udara. Pria itu mengubah pola sharingannya menjadi Mangekyou, dan mengeluarkan tangan mekanik Susanoo untuk memukul Naruto.
"Susano'o!"bisiknya sangat pelan.
Brakh!
Dua buah pohon patah dahannya akibat pukulan Susano'o itu, sedangkan Naruto selamat dengan jutsu 'hantu' miliknya.
Kagami Uchiha menyeringai, sambil mengembalikan mode Mangekyou sharingannya pada mode 3 tomoe. Dia melompat 10 meter menjauhi areal itu, disisi lain Naruto Uchiha berdiri 5 meter dari posisinya sebelumnya, mereka berhadap-hadapan terpisah jarak 15an meter satu sama lain dengan mata sharingan yang berkibar.
"kau tahu sensei.. Gouka-Mekyaku agak terlalu berlebihan sebagai serangan pembuka. Ini bukan perang dan kau tahu lawanmu hanya aku."ujar Naruto sengit.
Kagami tertawa.
"aku hanya ingin agar kau terbiasa dengan serangan frontal lawan. Benar, itu tidak efisien melawan seseorang dengan kemampuan teleportasi sepertimu. Memakan cukup banyak chakra kalau kau tidak biasa melakukannya."
Naruto mengangkat bahunya tidak peduli. "itu jutsu yang mengagumkan, tetapi tidak terlalu cocok untuk silent-killer sepertiku. Walaupun begitu terima kasih sudah mengajarkanku jutsu itu, kukira 5 atau 7 jutsu skala besar adalah hal yang wajib untuk dimiliki sebagai kartu As. Bukankah begitu.. sensei?"
"yare.. Naruto-kun, kau berkembang menjadi ninja hantu dari clan Uchiha yang paling licin sejauh ini, setidaknya yang kukenal."Komen Kagami Uchiha simple.
"dan ya kau benar, kadang untuk meruntuhkan pertahanan lawan lebih dibutuhkan seorang eksekutor efektif dibandingkan petarung frontal."tambahnya setuju dengan pandangan Naruto. Terlihat bahwa keduanya kemudian menonaktifkan sharingan di mata masing-masing.
"malam ini damai."kata Naruto menggantung, sambil melirik kearah bulan di atas langit yang sinarnya begitu memesona. Disisi lain Kagami Uchiha hanya tertawa kecil.
"kau tahu.. setiap kali kau berkata begitu, kita selalu berangkat untuk sebuah misi di luar Kawasan negara api. Itu sudah jadi seperti kata kutukan, jadi kecuali kau suka bepergian jauh, seharusnya kau tidak berkata begitu."
Memang benar, Naruto Uchiha memiliki preferensi misinya sendiri; normal, dan semua ninja memilikinya. Walaupun begitu, Ketika datang perintah, tentu tidak seorangpun ninja boleh memilih-milih misi yang ia mau atau ia tidak mau.
Sepanjang yang Kagami Uchiha tau, semenjak Naruto Uchiha tinggal Bersama dengan Kushina Uzumaki, dia lebih menyukai misi A-Rank jarak dekat, atau apapun itu bahkan S-Rank kalau itu artinya berada dalam jarak yang cukup dekat supaya dia tidak perlu menghabiskan waktu untuk tidur di tempat lain, dia akan menerima dan menjalankan misi itu dengan sangat-sangat…. Termotivasi.
Sialnya, semenjak dia menjalani pelatihan intensif dari Kagami Uchiha, semuanya berubah. Tidur dirumah bukan lagi kebiasaan Ookami sebagai Anbu mengingat betapa banyak pekerjaan mereka baik itu sebagai Back-up plan Kepolisian Militer Uchiha, Patroli Compound, Patroli perbatasan, atau ya, misi langsung dari Hokage sendiri.
'dalam titik tertentu aku bersyukur Danzou yang memberimu didikan dasar pertama sebagai ninja. Dengan cara ini kau akan menjadi ninja yang tidak egois dan sangat menjaga kehormatan desa dan clan.'pikir Kagami agak setuju dengan pola didikan ROOT yang mengutamakan ketidakegoisan seorang individu demi desa dan warganya.
'sebab tanpa orang-orang loyal ini, Konoha entah sudah tinggal nama.'lanjut Kagami membatin. Sebagai ninja tentu dia tidak boleh munafik terhadap realita kerasnya dunia ninja. Membunuh atau dibunuh. Berhasil atau gagal. Memang sangat ekstrim seperti itu.
"ck."
Naruto mendecih pelan. "aku tidak yakin kalau hanya aku yang merasakan bahwa tattoo Anbu ini berdenyut makin menyeramkan sejak 5 menit yang lalu.. Sensei."gumam Naruto sambil mengelus tattoo spiral air di lengan kirinya. Ukiran itu kelihatan membara dengan warna api, tanda bahwa Sandaime Hokage sedang mensummon Naruto Uchiha atau Ookami No Shinobi.
Kagami mendesah. "itu masih lebih baik daripada kalau Sandaime Hokage mensummonmu dengan kontrak Kuchiyose. Kalau sudah seperti itu kau tidak lagi memiliki privacy tentunya."
Di zaman Shodaime dan Nidaime Hokage memang tata cara summoning Anbu adalah menggunakan kontrak Kuchiyose, yaitu Summoning otomatis. Ini benar-benar akan menjadi masalah kalau seorang Anbu tidak stand by setiap waktu. Bisa jadi kau sedang tidur, ke rumah bordil, makan, apapun itu, itu tidak terlalu baik untuk privacy dan dengan dasar pemikiran itu, di generasi selanjutnya yaitu era Sandaime-Yondaime-Sandaime, summoning Anbu diubah menjadi segel ikatan darah.
Setiap Anbu akan diberikan tattoo Keanbuan dan di tattoo tersebut, disegelkan chakra dan darah dari sang Hokage, yang mana kapanpun sang kage ingin agar Anbu itu menghadap, dia hanya perlu mengalirkan Chakra dengan handseal tertentu untuk mengaktifkan segel pada tattoo tadi. Bagaimanapun, Sandaime 'the purrofasa' berhasil mempersingkat penggunaan handseal agar menjadi persis seperti kalau ia melakukan summoning Kuchiyose, tetapi lebih sederhana lagi : hanya menggunakan segel ram ditambah chakranya, atau dalam keadaan tertentu dia hanya perlu mengalirkan chakra pada tattoo yang juga ia miliki mengingat segel mereka semua terhubung.
Bedanya tattoo pada Sandaime Hokage, tidak tampak, dan hanya muncul sewaktu pria itu mengalirkan chakra ke tattoo itu.
'dan Tattoonya tentu tidak sakit seperti ini.'batin Naruto suram.
"ini bekerja dengan cara yang mirip dengan Hyuuga Soke No Juinjutsu kan."gumam Naruto mengelus-elus lengannya. Rasanya seperti memiliki api menyala di atas guratan tattoo Anbu itu. Di sisi lain, Kagami Uchiha menunjukkan lengannya yang dalam hal ini segelnya tidak aktif.
Alis mata Naruto naik sebelah. "apa yang Hokage tugaskan untukmu kalau hanya aku yang dipanggil?"
"kali ini kau akan diterjunkan sendirian. Aku akan menjaga benteng. Kau tentu tidak lupa kan kalau semua orang berpikir kau sudah hampir seumuran dengan Yondaime. Mereka berharap bahwa kau memiliki kapasitas yang mirip, dari versi Uchiha dengan Doujutsu."jelas Kagami simpel. "Jadi lakukan dengan baik tugas yang Hokage berikan untukmu."
"hai, aku tidak masalah dengan itu. Ini bukan misi solo pertamaku."ucap Naruto pendek. "firasatku mengatakan bahwa misi ini memang benar-benar berada di luar negara api."
Kagami menyeringai dibalik topengnya. "apa kau mau bilang bahwa kau ketakutan berjalan sendirian dalam gelap, Naruto?"
Naruto mendecih lagi. "kau benar-benar menyebalkan sensei."
Memang, hanya Kagami Uchiha dan Danzou Shimura, serta beberapa Anbu Ne terdahulu saja yang tahu bahwa sebenarnya Naruto Uchiha adalah anak-anak dengan henge dewasa. Mau bagaimana lagi, sedewasa apapun Naruto bisa menjadi, dia sebenarnya tetap anak-anak.
Dan anak-anak umumnya takut gelap. Kegelapan. Semua orang juga tahu itu.
Pluk!
Naruto merasakan seseorang menyentuh kepalanya. Ya. Kagami Uchiha yang tingginya sedikit lebih pendek dari Naruto beberapa sentimeter meletakkan telapak tangan kanannya di atas kepala pria itu. Sejenak dia memiringkan topeng Anbunya. Senyum ramahnya mengembang.
"kau sudah lebih dari memadai untuk melakukan misi ini sendirian Naruto-kun, dan kita sudah melewati tahap untuk saling berpura-pura.. bahkan kalau kau masih takut pada kegelapan, aku masih bisa menerima itu, selama kau tidak menjadi pengecut, dan aku tahu pasti kau tidak akan menjadi pengecut."ujarnya penuh pengertian.
Kagami mengelus kepala Naruto, kemudian mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya, kearah dahi pemuda itu. Mengetuknya lembut, seperti seorang ayah yang menasihati anaknya yang nakal.
Poke!
"selama kau menggunakan kepalamu, mata sharingan itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi penerangan dalam kegelapan untukmu. Pergilah. Demi Konoha dan demi Uchiha, aku mengandalkanmu."
Mata Naruto sedikit melebar mendengar itu, tidak menyangka kalau Senseinya akan berkata demikian. Sejauh ini pria itu kelihatan tenang dan jarang menunjukkan perasaannya, walaupun tidak kaku dan dingin. Itu sedikit banyak membuatnya déjà vu dengan pengalaman masa lalunya.
'ibu..'pikirnya sedih. Matanya masih memandang kearah ninja Karasu dihadapannya, sesuatu yang dibalas dengan senyum kecil Kagami Uchiha. Angin meniup pelan rambut keduanya, Naruto mengamati dengan seksama wajah Uchiha yang lebih matang darinya itu.
'ini rasanya memiliki Tousan.. sungguh..'pikirnya dalam diam. Naruto memejamkan matanya sejenak, berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak menunjukkan ekspresi yang tidak-tidak. Danzou akan memukulnya kalau sampai ia yang dididik langsung pria Shimura itu gagal mengendalikan diri.
"Arigatou.. Sensei."gumamnya yang kemudian hilang dihanyutkan angin malam menyisahkan Anbu Karasu yang memandangi bulan di langit. Pria itu menghela napasnya Panjang.
'aku mengandalkanmu, Naruto Uchiha.'pikirnya sambil melanjutkan patroli yang ditinggalkan Naruto.
. . . . . . .
Konoha Hokage Tower
Dini Hari
Pooft!
Naruto muncul dalam ruangan Hokage dalam posisi berlutut. Pria itu seperti biasa mengaktifkan mata sharingan 3 tomoe-nya. Dihadapannya, Sandaime sedang duduk, dengan dahi berkerut dan beberapa lembar dokumen misi.
"Aku menghadap, Sandaime-sama."gumamnya pendek. Pria Sarutobi dihadapannya mengalihkan pandangan dari kertas misi yang sedang dibaca olehnya, memandangi ninja muda dihadapannya dengan pandangan serius.
"Ookami No Shinobi."mulai Sandaime datar. "Kami mendapati pergerakan Hiruko, seorang Ninja Miss-Nin Konohagakure era Dansetsu Sannin bergerilya mencuri pengguna Kekkei-Genkai dari ke-lima negara elemental Nation. Semua dugaan terkait gerakan penculikan tersebut mengarah pada Konohagakure, karena dengan sangat terang-terangan Hiruko menyebutkan bahwa ia mempelajari tehnik terlarang dari Konoha dan merupakan seorang ninja Konoha sebelum menghilang."mata cokelat Sandaime Hokage tidak lepas dari memandangi Naruto.
Kali ini, saking seriusnya keadaan sampai-sampai Hokage ketiga tidak menghisap cerutunya. Itu tidak lepas dari pengamatan mata Naruto.
"Hal ini menimbulkan persangkaan bahwa Konoha sedang melakukan upaya licik untuk menghimpun kekuatan, sesuatu yang akan memprovokasi negara lain untuk menyiapkan perang dan menghancurkan Konoha beserta negara Api."
Sejenak Sandaime Hokage menarik napas dalam-dalam, dia memandangi ninja dihadapannya dengan pandangan menilai, mengingat Naruto tidak memberikan reaksi apa-apa.
"beberapa waktu sebelum aku memanggilmu, Daimyou negara Api menemuiku, menegaskan kalau Konohagakure harus mampu membuktikan pada Negara se-elemental nation bahwa dia tidak bersalah, jika tidak dapat melakukannya dalam waktu dekat, Konoha akan dihancurkan oleh Negara Api sendiri untuk membersihkan nama negara Api dari dugaan kudeta kekuasaan atas tanah Daimyou negara lain."ucap Pelan Sandaime. "atau malah Negara lain dengan kekuatan militer desa ninja-nya melakukan invasi ke Konoha dan Negara Api, ini akan menghapuskan Konoha selamanya."
Suasana malam itu sebenarnya begitu indah, sesuatu yang sama sekali tidak tercermin di dalam ruangan bundar Hokage tower itu. Rupanya Konohagakure, entah yang keberapa kalinya Kembali mengalami kemungkinan perang. Kali ini tidak lain dari kemungkinan perang dunia ke-empat, karena kesalahpahaman akibat ulah seorang ninja Bernama Hiruko.
"sebelum memanggilmu, aku telah mengirim 3 orang Anbu Black Ops, ketiganya pulang dalam keadaan terluka parah dengan membawa informasi dalam gulungan ini."Sandaime mengambil sebuah gulungan misi dari lacinya, kemudian mengeluarkannya dan meletakkannya di atas meja.
"semua detail misi-mu ada disini,"Sandaime mengangkat gulungan tadi sebentar, kemudian meletakkan ke atas meja lagi."pria itu menghela napasnya panjang. "misi ini membutuhkan kecermatan, keahlian, kecepatan dan efektifitas penyergapan. Bagaimana pendapatmu Ookami?"
"aku berasumsi bahwa Konoha belum kehilangan salah satu pengguna kekkei-genkai itu, benar?"tanya langsung Naruto.
Sandaime mengangguk. "dari keempat elemental nation, negara Api atau Konoha menjadi satu-satunya yang belum kehilangan seorang pengguna kekkei-genkai. Dan sepanjang pengetahuanku, tehnik Chimera akan membutuhkan ke-5 nya untuk melakukan ritual,"Sandaime bangun dari kursinya dan bergerak kearah salah satu dinding ruangan yang ditempeli kalender. Tangan pria itu mengangkat 3 lembar dari tanggal hari ini, yaitu tanggal 10 September.
"3 hari dari sekarang, sebuah gerhana akan terjadi, ritual itu akan dilakukan dibawah gerhana matahari."sang Profesor Konoha menjelaskan. "itu artinya, dia akan memperoleh pengguna kekkei-genkai terakhirnya setidaknya dalam waktu 2 hari ini. Jika itu terjadi, ancaman terburuk berupa Hiruko yang tidak terhentikan dan Perang Besar ninja ke-4 tidak terhindarkan. Jadi keberhasilan misi ini sangat vital demi kedamaian Konoha dan Negara Api."
"tidak ada opsi retreat tentunya."sahut ninja serigala itu kalem. Hiruzen mengangguk kecil, kemudian bergerak mendekati jendela kantornya itu, memandangi Konohagakure yang damai, dimana semua penduduknya bisa dipastikan telah tertidur di peraduan. Begitu damai dan tenang.
"misi ini akan tergolong sebagai misi kelas-S, Aku akan mengirimmu Bersama 3 orang Anbu lain untuk mendukung keberhasilan misi ini."secara simple, dengan Sharingannya Naruto dapat merasakan bahwa Sandaime mengaktifkan segel summoning Anbu di tangannya; pemuda itu menunggu dengan sabar dan ingin tahu.
Pooft!
Poooft!
Poooft!
Dari ketiadaan, muncul 3 letupan asap putih diiringi dengan kehadiran 3 sosok lain dalam ruangan itu, ketiganya berjongkok berjejer dengan Naruto. Satu bertopeng rusa aka Shika, satu bertopeng beruang aka Kuma, dan satu lagi bertopeng burung merpati aka Hato. Naruto mengenali 2 dari mereka sebagai bagian dari divisi 7, sementara Hato merupakan anggota divisi 11.
'jadi ahli strategi, seorang Akimichi dan seorang Aburame.'pikir Naruto analisis. Di lain hal, Sandaime melanjutkan briefingnya yang tertunda akibat kehadiran 3 orang tadi.
"aku menamakan team ini sebagai team Shika, dipimpin oleh Anbu Shika. Seperti biasa aku mengedepankan team work di atas segala hal."mata cokelat Sandaime kali ini menyorot kearah ninja Serigala dihadapannya. "-dan khusus kali ini, aku tidak menyetujui adanya opsi retreat."komennya pelan, tapi tegas.
Semua orang dalam divisi Anbu sudah mengenal reputasi Naruto aka Ookami sebagai ninja robot; bukan reputasi yang buruk, tetapi tidak terlalu baik juga kalau kau berpikir untuk mengandalkannya guna menyelamatkanmu dalam misi. Bagi Sebagian orang itu wajar, karena ninja dididik untuk menjadikan misi sebagai prioritas diatas segalanya.
Lainnya mencibir. Lainnya pathetic. Beberapa mendukung visi itu, sisanya merasa was-was.
Semua kapten divisi biasanya akan mengingatkan Ookami no Shinobi tentang teamwork dan betapa penting itu untuk diingat setiap kali misi akan dilakukan. Tentu, untuk berjaga-jaga kalau-kalau robot dalam diri pria itu kambuh.
'tentunya.. Sandaime akan mengingatkan pria dingin ini tentang teamwork.'pikir salah satu Anbu disana aka Anbu Shika. 'merepotkan.. tapi mau bagaimana lagi,'pikirnya malas. Dia tahu Ookami bukan individu pengecut dan tidak memiliki track record itu. Dia hanya sedikit.. lifeless. Di lain hal Anbu yang bertubuh besar aka Kuma malah sama sekali tidak memikirkan bagaimana misi ini, atau apa tugas dalam misi ini. Pikirnya berkelana memikirkan persediaan logistic.
'apa persediaan makananku cukup? Aku ingat aku memiliki 3 scroll penyimpanan penuh makanan.. cukupkah?'batinnya memperkirakan stock logistic yang ia miliki dengan background suara Sandaime Hokage yang memberi briefing misi. Benar-benar luar biasa…
"…-dalam misi ini tugas kalian adalah memastikan bahwa musuh tidak berhasil mendapatkan pengguna kekkei-genkai terakhir dan membunuhnya ditempat. Mengenai teknis misi aku menyerahkannya pada Anbu Shika selaku Kapten dalam team ini."ucap Sandaime sambil menyerahkan gulungan detail misi tadi pada Anbu bertopeng Rusa. "Kalian boleh bubar untuk melakukan persiapan misi dan berangkat dalam 40 menit kedepan. Laksanakan!"
"ha'i!"ucap ke-empatnya bersamaan sebelum membubarkan diri meninggalkan Hokage Tower dan Sandaime di dalamnya.
. . . . . . . . .
Meanwhile
20 menit kemudian di puncak Hokage tower.
4 orang sosok manusia berdiri, salah seorang diantara mereka sedang membaca isi gulungan misi sedangkan tiga diantara mereka menunggu perintah teknis dari sang kapten. Anbu yang bertubuh besar sudah siap dengan 4 gulungan cadangan logistic untuk dirinya sendiri lengkap dengan pil magic khas clannya. Dia berdiri dengan gestur lebih serius sekarang. Sedangkan Anbu lainnya hanya memasang gestur waspada.
"Sandaime berasumsi bahwa kekkei-genkai terakhir adalah sharingan,"mulai Anbu Shika. Mata pria itu tidak lepas dari gulungan misi yang ia tengah baca. Sangat berhati-hati dengan detail info yang ditulis disana.
"jadi orang yang akan menjadi umpan dalam misi pastilah seorang pengguna sharingan."imbuhnya lagi.
Ucapan ini menarik perhatian satu-satunya ninja dengan sepasang mata sharingan aktif yang ada disitu. Pria itu, setinggi 180 cm adalah yang tertinggi diantara ketiganya.
"aku berasumsi bahwa setidak-tidaknya targetnya hanya satu orang demi efisiensi dan menghindari perhatian para ninja penjaga."kali ini Hato yang berkomentar.
"ya.. kupikir juga pasti begitu. Hiruko pasti membuat ini terlihat sangat natural dan tidak mencolok."sambung Kuma setuju. "tidak peduli betapa kuatnya pun ia, dia tidak akan mengambil resiko gagal."
'merepotkan.. itu sudah jelas kurasa.'pikir Shika paham tentang alur berpikir Hato dan Kuma, tetapi dia tidak akan mengintervensi anggota teamnya dalam menyampaikan pendapat. Kali ini ia menaikkan sebelah alisnya dibalik topeng. "bagaimana menurutmu Ookami?"
Semua arah mata terarah pada Anbu Uchiha itu, sedangkan yang menjadi pusat perhatian tidak langsung menjawab, melainkan menarik napasnya dulu, agak Panjang.
"jumlah ninja clan Uchiha terlalu sedikit, dan Dekrit khusus antara kepala clan Uchiha dan Daimyou Negara Api menyebabkan hampir tidak mungkin ada ninja Uchiha yang keluar desa kecuali hanya 20 orang saja."jelasnya simple. "dari 20 orang ini, semuanya all-fit, mereka siap bertarung dengan kemampuan penuh, jadi opsi bagi Hiruko hanyalah mendapatkan ninja yang lemah sebagai pengguna sharingan. Yang kumaksud lemah disini adalah seorang ninja dengan sharingan paling tidak dalam kondisi prima."komen Naruto datar.
Karena tidak mungkin ada manusia yang cukup bodoh menumbalkan diri demi kekuatan orang lain kan? Terlebih seorang Uchiha yang dikenal power hungry.. mereka tidak se-murah-hati itu.
'aku tidak tahu tentang hal itu..'
Baik Hato dan Kuma tidak mengetahui adanya dekrit Daimyou negara Api terkait clan Uchiha. Ini adalah informasi baru bagi keduanya.
'aku juga tidak tahu kalau Uchiha clan sudah se..krisis ini.'pikir Kuma bersimpati. Mau bagaimana pun, meskipun bukan clannya, tetapi Kuma tahu betul bahwa kehadiran Uchiha sedikit banyak, atau malah sangat banyak memiliki andil dalam tiap pertarungan yang dimenangkan oleh Konoha baik dalam perang maupun pertarungan satu lawan satu. Negara lain akan berpikir 2 kali kapanpun mereka berhadapan dengan seorang pengguna sharingan.
Belum terhitung, prodigy Uchiha dengan sharingan sempurna. Jadi Uchiha adalah asset yang harus dijaga Konoha.
Sementara Shika yang telah mengetahui itu memilih untuk melanjutkan pembahasan mereka.
"Ookami benar. Faktanya kita semua tahu pengguna sharingan dengan sharingannya bahkan bisa mengontrol seekor Bijuu atau high-level ninja, jadi Hiruko pasti akan memilih calon yang terlemah. Ini juga akan mempermudah kita dalam melakukan tracking nantinya."ucap Anbu Hato menambahkan.
Ya.. tentu akan memudahkan pekerjaan mereka kalau tidak perlu menebak-nebak ninja mana yang paling mungkin untuk menjadi target dan akan membawa mereka pada Hiruko. Sangat jelas kalau mereka salah menentukan lokasi, resikonya pasti mati karena Sandaime tidak memberikan opsi retreat.
"Ookami… bisakah kau memberitahuku apakah ada seorang ninja dari clan Uchiha yang menurutmu masuk akal sekali untuk menjadi target Hiruko?"ucap Shika akhirnya. "kuharap kau tidak keberatan meskipun ini menyangkut privasi clanmu. Ini akan sangat menolong misi kita."
Naruto menggeleng kecil. "aku tidak terlalu mengenal penduduk clan Uchiha, tetapi cukup bisa mengatakan kalau para pengguna sharingan dari clan Uchiha hampir tidak memiliki minus dalam matanya. Jadi yang menjadi asumsiku adalah Hatake Kakashi."
Anbu Kuma melebarkan matanya, "dia ninja prodigy, kenapa kau berpikir dia yang menjadi targetnya? Bukankah dia cukup kuat dan akan merepotkan untuk mengambil sesuatu dari orang yang kuat?"
Kali ini Shika yang menanggapi, mendahului Kuma sebelum Anbu itu membuat spekulasi lebih jauh.
"kupikir kau benar."kata Shika agak mengambang tetapi setuju dengan pernyataan Ookami, dia buru-buru melanjutkan ucapannya sebelum Anbu Kuma memotong. "masalah yang dialami Kakashi Hatake adalah Chakranya yang cepat habis, dan Sharingannya tidak all-fit-in. Itu hasil transplantasi dan tidak lengkap sepasang."
"souka.. tapi.. bagaimana mungkin Kakashi mendatangi Hiruko untuk mengantarkan nyawanya?"tentu tidak masuk akal, bukan hanya bagi Kuma tetapi bagi semua orang untuk menyerahkan nyawanya begitu saja demi kekuatan orang lain. Ninja berbadan besar itu masih berpikir tentang bagaimana cara Hiruko untuk membuat Kakashi Hatake mendatanginya?
"tentang Kakashi, ini masih sekedar analisisku."komen Naruto datar. "kukira semua dari kita bisa memperkirakan kemampuannya dalam kasus memang dia targetnya dan dia melawan. Ada banyak sekali kemungkinan tentunya,"
Shika mengangguk, setuju dengan pendapat Naruto itu. "Sandaime memberi info bahwa Hiruko dibantu dengan 3 orang ninja class-A, kemampuan utamanya adalah Summoning no Jutsu, sisanya ditambah dengan Hiruko yang bisa menyerap ninjutsu dan mengembalikannya ke caster Jutsu. Hokage memerintahkan untuk menghindari penggunaan ninjutsu dalam misi ini."
"kurasa itu bisa dilakukan."kali ini si Aburame yang menyahuti. "basisku adalah serangga, bukan ninjutsu. Sementara Kuma memiliki kemampuan yang mengarah pada taijutsu atau pemanfaatan fisik. Shika menggunakan bayangan, ninjutsu, tetapi tidak frontal dan tidak bisa diserap karena itu kekkei-genkai. Ookami disini, bisa memanfaatkan sharingan untuk melakukan genjutsu, tidak bisa diserap juga. Ini team yang komplit."jelasnya Panjang lebar.
Dalam hati ke-empat orang itu tentu sedikit banyak kagum dengan kemampuan Sandaime membuat campuran kombinasi team yang sempurna untuk tiap misi.
"ha'i. Jadi setiap dari kita akan menghadapi satu musuh."ucap cerdas Shika.
Ditengah diskusi mereka, Hato tiba-tiba mengangkat tangannya, menjadikan telapak tangannya sebagai sasaran mendarat seekor serangga kecil.
"Seranggaku mengatakan kalau cuaca cukup kering untuk melanjutkan perjalanan. Suhu bulan ini cukup bagus dan tidak ada tanda-tanda hujan."jelasnya informatif. "apa menurut kalian kita perlu melakukan intervensi terhadap siapapun itu yang nanti menjadi target Hiruko?"
"untuk mencegah Hiruko mendapatkan yang dia inginkan maksudmu?"kata Shika analistis. Hato mengangguk. "itu akan mencegah yang terburuk terjadi."
Mata Shika melirik kearah Ookami, tahu bahwa pria itu kelihatan bergeming saja.
'apa yang dia pikirkan?'batin Shika penasaran. "bagaimana menurutmu Ookami?"tanyanya kemudian. Ini kali kedua dia bertanya pada ninja serigala itu. Hal ini karena mereka tidak punya banyak waktu untuk menunggu Ookami mengeluarkan isi kepalanya secara inisiatif, padahal ia sangat tahu bahwa Ookami adalah seorang ninja cerdas. Walaupun, pria itu kelihatan seperti hampir tidak bereaksi pada hal-hal.
"tidak. Itu akan terlalu fragile kalau kita mengintervensi. Hiruko kemungkinan besar dengan apapun itu yang ia lakukan bisa kabur dan misi eliminasi ini gagal."Naruto kelihatan menerawang kedepan, sementara 3 pasang mata lainnya memandang kearahnya penasaran. "menurutku biarkan Hiruko merasa kalau rencananya berhasil, target akan mengarahkan kita pada Hiruko, lakukan eliminasi dan perang tidak akan terjadi."
"mencegah terjadinya kucing-kucingan ya.."imbuh Shika setuju. "kalau begitu kita hanya perlu sampai di Iwa No Kunni dan mengekor target."Kuma dan Hato beradu pandang, kemudian mengangguk setuju.
"kupikir Ookami ada benarnya."Sahut Kuma setelah sebelumnya berpikir sejenak.
'aku sungguh tidak tahu kalau Ookami bisa memiliki deduksi yang serival dengan Shika.'pikir Kuma serius. 'orang-orang harusnya mengenal ia sebagai salah satu prodigy, aku bersyukur kalau Konoha memiliki banyak ninja kuat sepertinya.'
'Ookami.. cerdas. Aku tidak terlalu mengenalinya tetapi ini artinya bagus.'batin Hato merenung, matanya hanya memandang kearah Konoha yang jauh, tetapi pikirannya adalah tentang Anbu Serigala dihadapannya yang ternyata jauh lebih cerdas dari yang ia kira.
'merepotkan.. tetapi apa lagi yang bisa diharapkan dari salah satu ninja Uchiha yang dididik langsung oleh prodigy Uchiha?'pikir Shika semangat. 'ini akan selesai dengan cepat kalau begitu.'Yang diharapkan olehnya saat ini tidak kurang dari bersantai, tidur, dan bermain shogi. Hiruko menyebabkan hal itu jadi hanya angan-angan sekarang.
"kurasa kita sudah sepakat, jadi tidak akan dilakukan intervensi."Shika menyapukan pandangan ke 3 anggota teamnya.
"Adapun mengenai lokasinya, kali ini kita akan bergerak menuju desa Kusagakure (Desa Rumput), laporan terakhir mengatakan bahwa markas Hiruko berada dalam pesisir Negara tanah (Iwa No Kunni). Tempatnya ber-angin dan berpasir, aku harap kalian menggunakan mantel selama misi berlangsung."lanjut Anbu Shika, diikuti dengan anggukan dari 2 orang lainnya, sementara Ookami tidak memberi reaksi apa-apa.
"Taichou, bagaimana dengan formasi pergerakan?"tanya Anbu besar berambut spikey merah Panjang sepinggang, aka Anbu Kuma, penasaran.
Anbu bertopeng Rusa itu mengarahkan pandangannya pada Anbu Serigala aka Naruto yang memandanginya serius. "satu-satunya diantara kita yang pernah melakukan misi ke pesisir Iwa No Kunni adalah Ookami, dan satu-satunya diantara kita yang memiliki doujutsu juga Ookami. Kita akan bergerak dengan bentuk formasi Diamond segi 4, Ookami akan mengambil posisi depan, aku akan mengambil sisi kanan, dan kau Kuma, sisi kiri. Sebagai sensorik, Hato akan berada dalam posisi paling belakang."
Shika membentangkan sebuah scroll peta negara-negara di dunia. Kemudian menunjukkan lokasi yang mereka tuju dan estimasi mereka akan sampai ke lokasi itu.
"dengan jarak dari sini, menuju sini."gumamnya sambil menunjuk posisi Konoha dan posisi Iwagakure yang setidak-tidaknya berjarak 4000mil mengingat betapa luasanya negara Api. "aku menargetkan bahwa kita akan dapat menempuhnya kurang dari 2 hari. Ini berarti kita hanya memiliki waktu sekitar 3 jam untuk beristirahat dengan catatan bergerak dengan kecepatan penuh selama 45 jam."
Semua Anbu memang terlatih secara fisik untuk melakukan perjalanan jauh, jadi tidak satupun dari team itu mengeluhkan jarak yang luar biasa jauh itu, dan bukan berarti mereka ditoleransi untuk mengeluh.
"kalau begitu, kita bisa mulai sekarang. Ayo!"gumam Shika diikuti dengan menghilangnya keempatnya dalam bayangan-bayangan hitam yang bergerak sangat cepat.
. . . . . . . .
Konohagakure keesokan harinya
Di atap Hokage tower, Sandaime berdiri diapit dengan 3 pengawalnya. Di hadapannya 10 peleton ninja setara Chunin dan Jounin dikumpulkan. Mereka semua berbaris dengan rapi dalam posisi berlutut siap menerima briefing dari sang Hokage.
"mulai hari ini aku umumkan bahwa Status Konoha dan Hi No Kunni berubah menjadi siaga tingkat 1. Perubahan ini sangat terkait dengan pergerakan sejumlah sangat besar pasukan dari 3 desa besar lainnya menuju ke Negara Api (Hi No Kunni) dan Konoha secara spesifik. Kita berada di ambang peperangan yang nyata, sehingga dari itu aku, Sandaime Hokage memerintahkan para Chunnin dan Jounin untuk selalu berada dalam kondisi siaga dan mempersiapkan jalur evakuasi bagi warga."
Sandaime Hokage menjeda sejenak pidatonya. Mata cokelatnya memandang ke arah semua peleton yang hadir pada saat itu.
"ini bukan masanya bagi kita untuk mundur dan merasa takut. Selalu ingat, bahwa banyak sekali jasa para pahlawan terdahulu demi kedamaian yang kita rasakan saat ini, dan akan dirasakan juga oleh generasi yang akan datang. Ini saat bagi kita mempertahankan tanah air kita, Konoha No Sato dari ancaman manapun yang akan menyebabkan keluarga, teman, dan anak-anak kita menjalani kehidupan yang penuh dengan penderitaan."ujarnya tegas.
"sebagai Hokage, aku, akan bertarung menyertai kalian para ninja pahlawan Konoha.. kita akan Bersama-sama mempersiapkan penghadangan terhadap musuh di perbatasan dan evakuasi bagi warga Konoha yang berada dalam desa. Aku, Hiruzen Sarutobi, menginginkan kalian para ninja Konoha bertarung bersamaku, Bersama-sama kita mempersiapkan diri untuk keadaan terburuk yang mungkin terjadi. Kita akan selalu berjuang demi generasi yang akan datang dengan tekad api yang kita miliki."deklarasi Hiruzen aka Sandaime Hokage mantap.
Pria itu mengangkat sebelah tangannya, membentuk sebuah segel ram.
Poooft!
Hilang sudah pemandangan Sandaime dengan topi dan jubah Kage-nya berganti dengan sandaime hokage yang mengenakan armor perang warna hitam lengkap dengan pelindung tangan dan bahunya. Melihat hal itu semua ninja kelihatan melebarkan matanya, tahu kalau keadaan memang tidak menginginkan mereka untuk lari dan kabur menghindari peperangan demi membela desa mereka tercinta.
"DEMI KONOHA, KELUARGA, REKAN, DAN ANAK-ANAK KITA, KONOHA HARUS KITA PERTAHANKAN DARI SERANGAN APAPUN JUGA!"seru Hiruzen sambil mengangkat sebelah tangannya dan meninju udara. Di hadapannya, para ninjanya menggemakan seruannya itu.
"YA! DEMI KONOHA!"
Dan berangkatlah 10 peleton itu dengan semua peralatan militer Konoha menuju titik perbatasan yang sangat dekat dengan Konoha dan diketahui telah melakukan pergerakan pasukan.
'Sunagakure.. aku berharap tidak perlu terjadi perang bodoh dengan kalian.'pikir Sandaime sambil memimpin pasukannya bergerak menuju perbatasan Hi no Kunni (Negara Api) dengan Kaze No Kunni (Negara Angin).
Mau bagaimanapun, demi tekad api Konoha!
TBC
RnR yo.
"Katon : Goukakyou No Jutsu!"
