Be Somebody

A fanfiction by mochiijen

All characters belong to Fujimaki Tadatoshi, I only own the story plot

Dedicated for Akashi x Furihata fans out there (WE STAY STRONG TnT)

Warn: ini bxb, you know what to expect; AU dan OOC tentu saja; terdapat selipan drama; maybe some typo got mixed in (sorry in advance); etc

.

.

.

.

.

Waktu saat ini menunjukkan pukul 8 pagi, cuaca di hari Sabtu pagi ini terlihat cerah. Gymnasium basket SMA Seirin telah cukup ramai dengan kerumunan pemuda pemudi dengan berbagai macam atribut jersey sekolah masing-masing. Lima warna rambut yang mencolok dapat terlihat dari gerombolan yang memakai jersey tersebut.

Kiseki no Sedai, Generation of Miracles, merupakan panggilan yang kerap digunakan untuk memanggil sekelompok muda mudi dengan rambut berwarna-warni tersebut,

"Oh! Kalian semua sudah datang!" sambut seorang wanita berambut coklat pendek dengan atribut sekolah tradisional SMA Seirin, coach klub basket pria Seirin, Aida Riko. Geraknya gesit dan di belakangnya, masuk lah rombongan anggota basket Seirin, minus pemain bernomor punggung 7, Kiyoshi Teppei, yang saat ini Tengah menjalani proses operasi dan akan rehab selama beberapa waktu ke depan di luar negeri.

"Oi, yang benar saja, tuan rumah, kalian datang belakangan?" sahut si rambut dark blue, Aomine Daiki dengan posisi duduk bersila dan kedua tangan yang terlipat di belakang kepala. Merasa sedikit superior karena saat ini dia adalah tamu.

Sang coach hanya bisa tertawa renyah namun menyimpan umpatan di dalam hatinya, memang kelalaian ini datang dari dirinya, yang susah payah harus meminta izin ayahnya untuk menghadiri kegiatan latih tanding ini yang didominasi oleh pria, "Mohon maaf sebelumnya membuat kalian semua menunggu. Terdapat sedikit – err, kelalaian pribadi," cakapnya yang diikuti oleh bungkukkan tubuh, "Namun, terima kasih kepada semua pihak yang bersedia untuk menghadiri kegiatan latih tanding ini. Mohon kerjasamanya!"

Para pemain basket di belakangnya pun ikut membungkuk "Mohon kerjasamanya!"

Masing-masing coach dari tiap sekolah pun ikut membungkuk, sebagian merasa bahwa ini adalah etiket ketika terdapat seseorang membungkuk, maka baiknya membalasnya dengan bungkukkan Kembali, namun salah satu ikut membungkuk karena merasa salah satu anggotanya sudah kelewatan ketika berbicara— Touou—.

"Kepada para coach, boleh saya minta waktunya sebentar? Saya ingin mendiskusikan Kembali terkait giliran dan waktu yang dapat digunakan dari masing-masing tim," sahut Aida lantang.

Seluruh coach mulai mengerumuni Aida. Mulai dari Kaijo, Touou, Shuutoku, Yosen, dan terakhir, Rakuzan.

Tunggu

"Eh, Akashi-kun? Apakah coach Rakuzan tidak hadir?" Aida tampak kebingungan karena bukanlah coach dari tim Rakuzan, melainkan kapten tim Rakuzan yang datang.

"Ah, iya, Seirin coach, mohon maaf sebelumnya. Kebetulan coach kami ada urusan mendadak sehingga beliau berhalangan hadir saat ini. Tapi saya telah ditugaskan sebagai coach pengganti untuk latih tanding kali ini. Jangan khawatir, saya cukup kompeten untuk membimbing tim Rakuzan untuk hari ini," balas seorang dengan rambut merah menyala, Akashi Seijuurou, dengan penuh wibawa.

Aida cukup terpana, ' wow, begini ya pesona pria matang', batinnya –yang tentu saja ia keep dalam kepalanya—.

Sembari para coach berdiskusi terkait alur permainan latih tanding kali ini. Para pemain basket dari masing-masing tim terlihat sibuk sendiri-sendiri. Sebagian besar telah memulai pemanasan, baik individual maupun tim, dan sebagian lainnya ada yang masih bercakap-cakap dengan kenalannya dari tim sekolah lain yang mereka temui dari pertandingan sebelumnya.

"Hei, Furihata-kun," sapa si rambut biru muda kepada si rambut coklat.

"I—IYA!??" balasnya sedikit terkaget, "O—oh, Kuroko, kah? Kukira siapa," ucapnya sembari menghela napas pelan, "kenapa Kuroko?"

Kuroko yang terbiasa memperhatikan gerak gerik dan raut muka manusia, tidak bisa mengabaikan keadaan Furihata yang cukup, uh, mencemaskan? Dari mata orang yang tidak terbiasa saja, terlihat bahwa Furihata ini sangat mudah cemas saat ini.

"Tidak, hanya saja, kau terlihat terlalu kaku, Furihata-kun. Apakah ada masalah dengan kegiatan latih tanding ini?" Kuroko mulai angkat suara karena dirinya cukup khawatir dengan keadaan salah satu rekan timnya ini, bagaimana jika Furihata-kun tiba-tiba terpleset dan jatuh lalu mimisan di tengah permainan? Sangat tidak baik.

' huft, itu masa laluku, cukup aku dan bukan orang lain yang menghadapinya!' batin Kuroko.

Furihata menatap Kuroko dengan wajah yang seolah mengatakan— ARE YOU FOR REAL, KUROKO TETSUYA? ARE YOU REALLY ASKING ME THAT?

Kuroko sedikit menciut oleh tatapan itu, walaupun tidak terlihat dari raut wajahnya, "Furihata-kun, apa kau grogi karena melihat pemain-pemain dari tim sekolah lain yang berkumpul disini? Atau karena seseorang yang di pertandingan Winter Cup kemarin membuatmu hilang seluruh tenagamu?"

Ouch. Kuroko membuka luka lama.

Furihata hanya terkekeh pelan, rasanya keduanya merupakan penyebab yang sangat memungkinkan. Stres yang terkumpul dapat membuat dirinya yang mudah cemas semakin cemas. Dia cukup kecewa dengan dirinya sendiri yang mdah sekali tertekaan oleh tekanan seperti ini. Lihat, bahkan kawan-kawannya Fukuda dan Kawahara dapat bersikap seperti biasa—

"O-oii... Ku—Kuroko... Tolong gelitiki pinggangku untuk merilekskan tubuhku ini secara paksa," ucap Fukuda yang terlihat bercucuran keringat dingin, "aku dua!" sahut Kawahara yang ingin mengikuti salah satu metode—yang menurutnya cemerlang—ala Fukuda tersebut.

Sepertinya Furihata menarik kesimpulan terlalu cepat. Well, dengan lineup sekuat ini pastinya ada saja yang merasa tertekan, terutama Seirin yang merupakan sekolah publik co-ed tanpa histori tim basket yang 'wow'.

Ya, sebelum beberapa bulan sebelumnya dimana mereka memenangkan tropi Winter Cup tentunya.

"Hahaha, rupanya aku tidak sendiri yang merasa gugup, eh?" ujar Furihata sambil berkacak pinggang.

PLAK!

Terdengar bunyi tamparan yaang cukup kencang. Furihata lah pelakunya, dia menampar kedua pipinya dengan tangannya sendiri untuk mengembalikan fokusnya ke latih tanding yang akan segera diselenggarakan, "OKE! Waktunya untuk melakukan yang terbaik, FOKUS! Tak peduli memuaskan atau tidak!" sahutnya kepada dirinya sendiri secara pelan. Ia akan merasa cukup malu jika mengucapkan hal semacam itu kencang-kencang tentunya.

Sepasang mata dwiwarna yang memperhatikan gerak gerik Furihata mau tak mau menengok ketika mendengar suara tamparan yang cukup kencang tersebut. Mengetahui pelaku yang melakukan hal tersebut adalah Furihata, dia hanya menampilkan senyuman tipis, ' ada ada saja kelakuanmu' ucapnya dalam hati.

Aida yang menangkap senyuman tipis tersebut segera mengikuti arah tatapan orang tersebut.

' Ehh? Furihata-kun? Kenapa gelagatmu agak mencurigakan, Akashi-kun,' pikirnya dalam hati yang menyadari adanya percikan-percikan sesuatu dari Akashi.

Furihata yang ditatap—cukup lama—oleh kedua orang tersebut justru tidak peka, ia melanjutkan kegiatannya, pemanasan dan mental training untuk mempersiapkan dan menguatkan dirinya untuk menghadapi semua sekolah dengan masing-masing anggota Generation of Miracles ini. Walaupun sebagian besar dia akan menjadi bench warmer, tapi sorakannya untuk teman-temannya tidak boleh kalah.

.

.

.

.

.

.

P.S.

OH MY GOD HAHAHAHHA it's been... almost 6 years with this fic...

Tiba-tiba dapet inspirasi kalo aku bisa ngelanjutin fic ini UEUEUUEE

Iya karena aku sedih karya AkaFuri keknya sedikit banget, apalagi yang berbahasa lokal :"3 jadi aku pikir, "Oh iya! Akun ffn ku masi ada fic yang masih gantung hehe"

Up until now, I have like 3 chapters ready. Chapter 2 ini aku gak masukin unsur fantasynya, karena kayaknya perkenalan ini cukup membuatku pemanasan dulu. Chapter selanjutnya bakal ada fantasynya kembali! Yipee!

Aku bakal tambahin dan— semoga—bisa diselesaikan sebaiknya bersamaan dengan diriku yang sedang menulis paper untuk graduation ;w; semacam apa ya...ya intinya kalau aku bisa lulus, ya tentunya aku bisa nyelesaiin fic ini dong? Betul!!!

And yeah aku usahain untuk upload chapter tiap 1 atau 2 minggu sekali (kalau lupa gomen hehe, mungkin aku stres dengan paperku).

SO YEAH it's the ressurection of this account, and hopefully i can drop even more prompt onwards. SEE YOU ALL NEXT TIMEEE!!! Terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah membaca dan jika berkenan silahkan share pendapat kalian ya!!

Regards,

Mochiijen