Title : One Of Me
Pairing : FangBoy (slight Harem Boboiboy)
Warnnn : Yaoi | Typo bertebaran | Harem Boboiboy | etc |
Disclaimer : Animonsta dkk
HAB : ICHADRAY
Summary : Boboiboy merasa hangat, ingin tertawa namun memilih untuk terkekeh geli. Siapa yang tahu jika hari ulang tahunnya akan menjadi mengerikan sekaligus menegangkan? Boboiboy mulai berpikir ulang untuk kejutan di tahun yang akan datang. oneshoot.
.
One Of Me
ICHADRAY
.
.
Pagi yang cerah untuk memulai hari. Boboiboy bangun masih dalam keadaan mengantuk, berpikir untuk melanjutkan tidurnya atau tidak begitu ia tahu tubuhnya belum mendapatkan cukup istirahat. Lagipula hari ini hari libur dan misinya kemarin sudah selesai ia jalankan bersama Gopal dan Yaya, berterima kasih pada dua sahabatnya itu telah membantunya menyelamatkan power sphera di tangan orang-orang yang salah.
Memilih mengabaikan hasratnya tentang tidur lebih lama, Boboiboy merenggangkan tubuh sebelum benar-benar turun. Sudah pukul tujuh dan Laksamana Tarung cukup waras untuk tidak berteriak membangunkan saat ia tidak ada jadwal.
Boboiboy menoleh, heran jika kamar lainnya telah kosong, artinya Gopal sudah bangun terlebih dahulu dan keluar. Kamar mandi yang sunyi membuktikan bahwa pemuda gempal itu tidak sedang berada di ruangan. Boboiboy bertanya-tanya, jarang mendapati sahabatnya itu bisa bangun lebih awal dan sudah siap duluan sebelum dirinya.
Memutuskan tak peduli, ia segera membersihkan diri, keluar setelah memasang topi dengan posisi terbalik favoritnya. Boboiboy tersenyum, ia akan memeriksa beberapa power sphera yang mereka temukan kemarin dan berencana mengajak Yaya, Ying dan Gopal. Tapi sebelum itu.. ia bingung menemukan bahwa markas Tapops cukup sepi dari hari kemarin-kemarin. Ia yakin mereka tidak mempunyai misi apapun sekarang, kecuali jika memang komandan Kokoci menugaskan beberapa orang untuk misi rahasia.. meskipun bukan itu intinya. Akan ada pemberitahuan jika teman-temannya menjalankan misi yang berbeda guna mencegah pengambilan tugas yang terulang. Tapi sampai sekarang, dan sejauh Boboiboy berjalan menyusuri jalan... Tak ada siapapun yang terlihat di matanya.
Boboiboy melangkah dengan bingung, ia berbalik menyadari ada seseorang seperti mengintip, pikirannya mulai mengingat cerita Gopal yang mengatakan bahwa dahulu ada anggota Tapops yang meninggal dan hantunya bergentayangan.
"Gopal?" Boboiboy bergerak, tertawa menyanggah bahwa ia mulai sedikit ketakutan sekarang, meringankan sedikit beban jika saat itu ia hanya menanggapi ocehan Gopal sebagai lelucon.
Menghela napas, Boboiboy mendekati salah satu ruangan yang tertutup, memastikan anggapannya tentang Hantu atau Alien yang menyamar tidaklah benar. Dan saat ia membuka pintu..
"Boboiboy..!" Pemuda bertopi terbalik terkejut, mengelus dadanya pelan. Ia melihat Ying, salah satu sahabatnya itu memanggilnya begitu pintu terbuka. Wajah yang terbingkai kacamata bulat itu tampak geli.
"Kau mengagetkanku, Ying. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Boboiboy bingung, melihat ke dalam ruangan yang kosong, hanya ada beberapa peralatan laundry.
"Tidak apa-apa, oh apa kau punya misi hari ini, Boboiboy?!" Tanya Ying antusias, sedikit terkikik malu, menutup pintu lalu keluar.
Boboiboy tersenyum, melangkah mengikuti Ying, meskipun pada akhirnya ia masih bingung kenapa perempuan berkuncir dua ini tidak seperti biasanya.
"Ini hari liburku, aku berniat memeriksa power sphera yang aku, Yaya dan Gopal kumpulan kemarin. Apa kau tidak keberatan untuk ikut?"
"Tentu saja aku akan ikut," Balas Ying cepat. Mereka menuju ruang pengecasan power sphera.
"Apa kau melihat Gopal dan Yaya? Aku tidak menemukan mereka sejak tadi." Boboiboy menggaruk tengkuknya, berharap Ying menjawab pertanyaan sesuai apa yang ia inginkan.
"Ah, benar.. Yaya dan Gopal sedang ada misi terdesak sejak pagi. Komandan Kokoci yang menugaskan, apa Gopal tidak memberitahu?" Ying balik bertanya, sedikit gugup dari nada bicaranya yang biasanya cepat dan tepat.
"Itu sebabnya dia bangun lebih awal, dan tidak.. Gopal tidak mengatakan apapun." Boboiboy terkekeh, mulai memasuki ruangan. "Lalu, di mana Fang? Aku tahu dia ada misi seminggu yang lalu, tapi kupikir dia harusnya sudah pulang kemarin."
"Dia baru saja pulang, mungkin sedang memantau pemberitahuan di kapal? Kenapa? Apa kau merindukannya?" Ying menggoda sambil terkekeh, memencet tombol lampu yang menampilkan sistem keamanan melalui hologram raksasa.
Boboiboy merona, mengalihkan pandangannya pada banyaknya power sphera yang berjajar rapi. Ia mengabaikan Ying, cukup mendapat godaan dari kebenaran bahwa ia merindukan kekasihnya yang berkacamata ungu.
"Ak.. aku tidak bilang begitu tahu...!" Boboiboy menyahuti, tersipu bersamaan begitu melirik Ying terkiki menggoda.
Memang benar jika Boboiboy dan Fang menjalin sebuah hubungan, walaupun itu masih cukup awal bagi mereka yang saling menyukai. Semua anggota Tapops mengetahuinya dan Boboiboy tak bisa tidak merasa senang bahwa mereka semua mendukung. Butuh beberapa waktu sampai akhirnya ia dan sang kekasih mempublikasikannya hanya untuk ditanggapi santai oleh mereka, mengatakan pemberitahuan yang lambat untuk melihat gerak-gerik seperti pasangan yang tengah jatuh cinta.
"Wow! Power sphera apa ini?!" Ying mengomentari, mendekat pada salah satu power sphera yang sedang mengisi daya. Bentuknya sama bulat seperti power sphera lainnya, berwarna kekuningan dan mempunyai dua lengan, tapi dilihat dari tidak ada tanda-tanda hidup... sepertinya memang belum di aktifkan, jelas tampilan mati di sana.
"Oh, namanya Emotibot. Kami menemukannya di pasar gelap, di perdagangkan bersama power sphera palsu." Boboiboy mengalihkan perhatiannya dari memeriksa barang-barang, mendekat ke arah Ying dan menilai. "Coba kita periksa terlebih dahulu." Lanjutnya menarik kabel pengecasan.
Ying dan Boboiboy menunggu, ada sinar keperakan seperti hologram saat pengisian mulai meningkat, dan begitu hampir sempurna.. pintu terbuka tiba-tiba.
"Happy birthday, Boboiboy!"
...
Yaya, Gopal, Fang, Kapten Kaizo, komandan Kokoci, Laksamana Tarung, dan juga Sai bersama shielda masuk tiba-tiba lalu terperangah. Tampak mereka semua terdiam, tepat setelah terkena sinar dari power sphera yang telah di aktifkan.
Boboiboy mengerjap, sedikit terkejut diiringi kebingungan melihat teman-temannya bergeming. Ia menoleh pada Emotibot yang kini tidak berada di tempatnya, sebelum semua yang ada di sana mengalihkan perhatiannya.
"Selamat ulang tahun, Boboiboy!" Mereka berucap serempak, kecualikan Kaizo, Laksamana Tarung, Sai dan Shielda yang lebih sekedar menarik sedikit senyuman.
Boboiboy tersenyum, ia benar-benar teralihkan oleh teman-temannya, mendekati dengan kue ulang tahun yang cantik juga besar. Sekarang, pertanyaan mengapa Ying tampak gugup menutup pintu bersama gelagat aneh telah menjawabnya. Ia sungguh lupa jika tanggal 13 Maret adalah ulang tahunnya, dan Boboiboy terharu menyadari ia mempunyai teman dan rekan tim yang begitu bersahabat.
"Wah... Terima kasih! Kapan kalian punya waktu untuk ini?" Boboiboy bertanya, binar di manik almond cerahnya berkilat bahagia menatap mereka. Tak lupa meniup lilin penuh haru.
"Happy birthday.. kemarin, kami membuatnya sepulang dari misi." Yaya tersenyum hangat, memegang kue ulang tahun yang telah mereka buat bersama. Boboiboy agak banyak berharap agar perempuan bersetelan merah muda itu tidak menawarinya biskuit sebagai hadiah.
Gopal memberikan cengiran, mengatakan bahwa ia yang membantu banyak atas keberhasilan kue besar penuh hiasan yang dipegang Yaya. Boboiboy berterima kasih.
Fang mendekati Boboiboy, sedikit canggung dari posisinya memeluk sang kekasih di depan semuanya. Dan ia tak cukup bodoh untuk melakukannya sampai mereka semua pergi, setidaknya sedikit.
"Selamat ulang tahun, Boboiboy.." Pemuda manis itu tertawa pelan, memaklumi sifat Fang, yang jelas-jelas menunjukkan kasih sayang. Boboiboy dengan malu menerima pelukan singkat, siap menerima ejekan menggoda dari mereka semua. Ia heran saat rekan tim lainnya hanya terdiam, tidak seperti biasanya.
Mengabaikan perasaan yang janggal, Boboiboy beralih pada Sai dan Shielda. Rekan tim yang sempat bertarung dengannya itu mengucapkan bergilir, menyalami Boboiboy cukup dingin meskipun sedikit senyum tulus itu bisa lebih dari membuktikan. Boboiboy mengucapkan terima kasih, ia masih cukup menjaga jarak agar tidak terlibat dalam rangka membuat dua orang itu bertengkar.
Selanjutnya Komandan Kokoci, Alien bertubuh kecil itu bersemangat, mengatakan Boboiboy harus bisa lebih meningkat di usianya yang bertambah. Boboiboy mengangguk senang, terkekeh pelan melihat Komandan Kokoci memukul Gopal menggunakan rotan kesaktian karena mencoba memakan kue duluan.
Tak bisa menahan senyum hangat, Boboiboy beralih pada Kapten Kaizo yang datar, Kakak dari Fang itu tidak mengatakan apa-apa, sebaliknya dia hanya mengacak surai kecoklatannya yang tertutup topi. Boboiboy bisa melihat sedikit tarikan seringai di sudut bibir sang Kapten. Membuat Boboiboy merona mengingat Fang juga mempunyai seringai yang sama, seringai tampan nan menawan sekaligus angkuh, meski pemuda berkacamata itu lebih sering menggunakannya saat ia dalam keadaan terbuka di atas tempat tidur yang nyaman.
Mengalihkan pikirannya, Boboiboy mengalihkan atensi pada Laksamana Tarung. Boboiboy hanya menggaruk tengkuknya canggung melihat Laksamana mereka yang tersenyum cerah, ia berterima kasih bahwa mereka semua tidak dalam jam kerja, atau pria bertato seperti harimau itu akan mengamuk.
Mereka mulai memotong kue, Ying dengan keterampilannya membagi rata, tak lupa mengucapkan selamat kepada Boboiboy atas bertambahnya usia yang lebih dewasa. Pemuda bertopi terbalik memandang hangat, tersenyum lebih lebar begitu Ochobot masuk membawakan minuman dan memfoto mereka semua.
Boboiboy membangun keinginan, bahwa ia bersyukur mempunyai teman-teman sekaligus rekan kerja yang berharga. Ia sedang mencicipi kue saat baru sadar bahwa ruangan tempat pengecasan power sphera telah di ubah begitu apik. Sebagaian besar layaknya pesta dengan renda ulang tahun dan banyaknya balon bersama ucapan selamat, nada musik mengiringi. Boboiboy berasumsi jika Ying telah menghentikan waktu untuk sementara agar dekorasinya lebih baik.
Meletakkan piring kecil, Boboiboy berjalan mendekati Fang, tengah duduk santai tak jauh dari mereka semua yang menikmati makanan dan hal lainnya, ia bahkan bisa melihat bahwa Ochobot telah menggantikan profesinya sebagai wasit dari game yang Laksamana Tarung berikan.
"Hei.. ada yang mengganggumu, Fang?" Boboiboy bertanya lembut, mengundang dirinya sendiri duduk tepat di samping sang kekasih, menggenggam jemari bersarung yang hangat. Ia melihat pemuda berkacamata itu tampak terlihat kosong, sedikit merenung samar sembari menghisap minuman.
Fang tersenyum, meremas jemari halus yang menimpa tangannya. Ia menatap pemuda manis itu penuh kasih sayang. Tatapan khawatir namun manis disaat bersamaan itu benar-benar menggemaskan.
"Boboiboy, aku ingin sekali menciu mu saat ini." Fang berucap tanpa beban, manik keunguannya memancar pada keinginan betapa ia serius dengan ucapannya.
Boboiboy tersipu, harap cemas melihat sekitar. Ia hanya melirik Ying agak jauh di sebelahnya tersedak sebelum pura-pura memanggil Yaya. Itu lebih membuatnya malu, ia mendelik pada Fang. Sangat tiba-tiba dan pemuda berambut keunguan ini dengan tenang mengatakannya seolah menanyakan cuaca.
Boboiboy sedikit bingung, tapi juga merasa wajar. Ia mengingat Fang dan dirinya sudah seminggu tidak bertemu karena misi, wajar bagi mereka untuk saling merindukan. Tapi Boboiboy bingung, tak biasanya Fang bisa mengatakannya secara terang-terangan saat mereka tahu ada banyak orang lain di sekitar.
"A.. apa? Fang, kau sadar apa yang kau katakan?!" Boboiboy bertanya pelan, semburat merah muda di pipinya memberitahu bahwa ia malu.
"Kenapa? Apa kau tidak merindukanku? Apa kau tidak menyukaiku lagi?" Fang beralih memelas, tertunduk lesu tak ingin melihat wajah kekasihnya yang panik.
"Eh? Tidak, bukan.. maksudku, ya.. tentu saja aku rindu." Boboiboy menaikan alisnya, merasa ada yang salah, bertanya pada dirinya sendiri apakah waktu seminggu ini bisa merubah Fang menjadi sangat melankolis. Mereka berdua tahu jika mereka jatuh cinta satu sama lain, untuk apa Fang bertanya seperti itu? Ini pertama kalinya Fang bersikap seperti sekarang, dan Boboiboy benar-benar merasa heran.
"Boboiboy, aku mencintaimu! Peluk aku jika kau merasakan hal yang sama." Fang membalas tanpa intonasi yang berarti. Merentangkan tangan ingin di peluk pujaan hati. Kacamata modifikasi yang terpasang menawan itu dilemparkan sembarangan.
"F -Fang... Apa yang terjadi padamu?!" Boboiboy merona, malu dan bingung di saat bersamaan. Ia terbiasa dengan sikap dingin Fang saat mereka dalam keramaian, menemukan pemuda itu menjadi dramatis merinding.
Melihat Fang tidak ada perubahan dari sekedar menatapnya seperti anak anjing yang terbuang, Boboiboy beralih pada Yaya di depannya yang mendekat, ingin menanyakan apa yang membuat Fang layaknya bayi putus asa. "Yaya! Apa yang ter..-"
"Boboiboy! Aku menyukaimu sejak dulu, bagaimana jika kita berkencan?! Aku juga membuat biskuit untukmu!" Yaya memotong pembicaraannya, bersemangat mendekat sembari menyodorkan keranjang biskuit yang entah dia dapatkan dari mana. Boboiboy mengerjap, terkejut dengan pendengarnya. Dan saat ia akan membuka mulut, Ying sudah mendahuluinya.
"Boboiboy! Bagaimana denganku?! Kita bisa berkencan setelah pesta! Aku akan menunjukkan lokasi yang bagus dari misi yang aku kerjakan kemarin..!" Ying mendahului cepat, tanpa jeda melangkah membelakangi Yaya. Boboiboy mundur, untuk sekali lagi terlonjak kaget.
"Minggir, aku yang pertama mengajak Boboiboy berkencan!" Yaya menggeram dan mengepalkan tangannya.
"Apa? Kau tidak pantas untuk Boboiboy! Biskuit buatanmu juga tidak enak!" Ying berbalik menumpahkan amarah, mengejek.
"Apa kau bilang?!" Yaya mengeluarkan hawa kekesalannya.
"Biskuit milikmu adalah racun!" Balas Ying membuat mereka berdua bertengkar dengan hawa persaingan yang kuat.
Boboiboy menjauh, bergedik melihat Ying dan Yaya yang mulai mengaktifkan kekuatan mereka. Ia menabrak Gopal saat akan berbalik.
"Gopal?!" Boboiboy terdiam, meringis ngeri dan ingin tertawa. Ia menahan diri untuk tidak memukul sahabat gempalnya sekarang juga. Bagaimana tidak, Gopal tengah memasang wig berwarna ungu dengan model seperti rambut Fang, memakai kacamata yang sama dan berpose layaknya super hiro.
"Oh, Boboiboy. Bagaimana penampilanku? Apa sudah seperti Fang?! Kau menyukai landak ungu itu, bukan? Lihat.. aku sudah seperti dia." Ucap Gopal menaikan kacamata yang Boboiboy pastikan milik sang kekasih yang dilempar.
Boboiboy speechless, melangkah perlahan dan menjauh, berharap jika para pria dewasa di sini menghentikan kekacauan. Boboiboy melangkah menuju Komandan Kokoci, belum sampai di pertengahan jalan hanya untuk menemukan Shielda yang menarik pakaiannya. Menunduk sedikit tampak menahan amarah. Ia menghembuskan napas lega jika Shielda tidak seperti yang lain. "Shielda? Bagus, kau tidak..-"
"Boboiboy, aku menyukaimu.." pemuda bertopi terbalik terhuyung di tarik perempuan berbaju zirah, ia mendengar bisikan malu-malu Shielda sebentar sebelum melihat wajah itu merona menunduk mengalihkan pandangan. Boboiboy terperangah, spontan mencari keberadaan Sai.
Pemuda manis bertopi terbalik menepuk jidatnya, merasa jika kepalanya berputar menemukan bahwa Sai juga sama seperti yang lainnya. Namun, kali ini pemuda bersetelan senada dengan Shielda itu memilih menurunkan tudung zirahnya lalu memberikan bunga tanpa mengatakan apapun.
Boboiboy menggaruk tengkuknya lagi, berlari panik menuju Kapten Kaizo, komandan Kokoci, dan Laksamana Tarung yang cukup jauh dari mereka karena memainkan game bersama Ochobot. Satu-satunya keselamatan mental yang ia inginkan terlepas dari semua ini, di tengah-tengah Fang yang merenung terluka, Ying dan Yaya yang bertengkar, Gopal yang memanggil sambil berpose narsis, Shielda yang mencegatnya dalam ungkapan cinta, dan tambahan Sai yang terus-menerus menyodorkan bunga.
"Ochobot..! Semua orang menjadi gila..! Kau harus memeriksa merek..-"
"Oi, Boboiboy.. selamat ulang tahun! Mulai dari sekarang, komandan ini akan meringankan misimu!" Komandan Kokoci tersenyum lebar, mengedipkan sebelah matanya ditambah sapuan daun-daun yang berguguran di sekitar.
Manik almond Boboiboy melotot, bahkan ada lebih banyak orang gila di sini. Ia berharap Kapten Kaizo dan Laksamana Tarung tidak menimpali, atau ia akan sama menjadi gilanya.
Boboiboy menoleh ke arah Ochobot yang sedang memeriksa Laksamana Tarung. Ia mendekat guna mendapatkan informasi yang valid atas kekacauan yang terjadi. Boboiboy juga bersembunyi di belakang Ochobot untuk menghindari tatapan Kapten Kaizo yang menatapnya seolah telah menemukan seorang lawan yang dia anggap menarik.
"Ada apa Ochobot? Apa yang sedang terjadi?!" Boboiboy harap cemas, meminta bantuan sang power sphera terakhir. Itu mengerikan, faktanya adalah semua yang ada di ruangan ini tampak menyukainya dan berusaha berada dalam jangkauannya.
"Boboiboy, mereka terkena pengaruh power sphera Emotibot. Bagaimana bisa terjadi?"
Seketika Boboiboy tersadar.
"Astaga, Ochobot..! Aku lupa, kami mengaktifkan Emotibot awalnya!" Ia merutuki diri sendiri mengapa bisa lupa akan hal ini. Tentu saja, alasan Boboiboy ada di sini adalah karena ia dan Ying sedang memeriksa power sphera. Ia benar-benar teralihkan dan salahkan otaknya yang mudah melupakan sesuatu. Emotibot pastilah dalang dari kekacauan. Boboiboy menelusuri sekitar, mencari keberadaan power sphera kuning itu yang sempat menghilang.
Ia mengabaikan Fang, pemuda ungu itu masih hiperbola karena ia tidak menuruti sang kekasih yang menginginkan ciuman dan pelukan rindu.
Mengabaikan Ying dan Yaya saat mereka bertanya dengan amarah siapa yang lebih baik diantaranya.
Mengabaikan Gopal yang sekarang berjoget memainkan gitar sembari membawa lagu yang pernah Fang nyanyikan saat mereka masih melawan Boboibot ciptaan Adu Du.
Mengabaikan Shielda yang mengikuti malu-malu dan juga Sai yang tidak bosan memberinya bunga.
Mengabaikan Komandan Kokoci yang menyusun rencana misi sederhana dan meminta pendapatnya apakah ia akan setuju.
Mengabaikan Kapten Kaizo yang sekarang berubah memancingnya bertarung.
Mengabaikan Laksamana Tarung yang menarik napas dalam-dalam dan berkonsentrasi.
Boboiboy mencari Emotibot dalam kekacauan, tak bisa tidak mengucap syukur begitu menemukan power sphera kuning itu di sudut ruangan, bersembunyi disebalik balon yang berwarna. Ia segera berlari ngeri, tapi sepertinya power sphera itu sama ketakutannya di saat bersamaan.
"Ochobot, bantu aku..." Boboiboy berteriak, Emotibot itu terbang menuju Ochobot yang sigap menangkapnya. Sebelum pengecasan itu tercabut dan power sphera itu di nonaktifkan.
Bernapas lega, Boboiboy membawa Emotibot ke tempat pengecasan yang satai. Ia memeluk, tersenyum hangat saat Emotibot kembali membuka mata dan emoticon sedih menghiasi tampilannya.
"Ap.. apa? Bagaimana.. apa aku akan di jual?" Emotibot bertanya ketakutan, kini berubah menjadi emoji panik.
"Hei... Tidak apa-apa, ini stasiun Tapops penjaga power sphera, kau aman di sini." Ucap Boboiboy lembut, meletakkan sang power sphera perlahan.
"Tapi bisakah kau mengembalikan mereka semua terlebih dahulu?" Emotibot perlahan tenang, sedikit ragu namun memilih menurut. Ia mengembalikan keadaan para teman-teman Boboiboy, mengeluarkan emoji tersenyum melihat pemuda manis itu tidak menyalahkannya malah berterima kasih.
Fang dan yang lainnya tersadar, menanyakan apa yang terjadi. Mereka mengatakan tak bisa mengontrol diri dari menyukai Boboiboy dalam artian berbeda. Ochobot telah menjelaskan pada semuanya dan Boboiboy mendelik pada Fang yang ingin mengambil Emotibot di pelukannya. "Fang! Dia ketakutan.. jangan"
"Boboiboy, kau mengaktifkan ulang?!" Fang berjaga-jaga, jemarinya mengambil kacamata yang dipakai Gopal.
"Tidak apa-apa, Emotibot sedikit trauma. Lagipula semuanya baik-baik saja." Boboiboy membela, merengut pada Fang tak mengerti apa-apa.
"Emotibot? Kerja bagus, Boboiboy." Komandan Kokoci tersenyum.
"Haha.. Kerja bagus membuat semuanya normal kembali." Laksamana Tarung menimpali, tertawa senang sembari menyesap kopi yang ia dapatkan entah dari mana.
"Mengendalikan emosi? Menarik.." Kapten Kaizo menatap tertarik.
"Hanya... Jangan sampai dia mengubah kita lagi, mengerikan saat sadar aku menjadi seorang landak ungu." Gopal menutupi diri di belakang Yaya.
"Katakan lagi atau aku akan melemparmu ke angkasa." Fang mengancam dingin, mengeluarkan hawa bayangnya yang membuat Gopal cengengesan.
"Sudahlah, kasihan Emotibot... Pasti para Alien di pasar gelap itu menyakitinya." Yaya mendekat bersama Ying, tersenyum dan mengusap bagian atas Emotibot. Emoji sedih kembali tampil.
Boboiboy tersenyum, merasa tak bisa lebih lega dari ini. Ia merona menerima genggaman tangan Fang yang hangat, senang keadaan mereka semua baik-baik saja.
Ochobot terbang ke satu sisi, kembali membawa minuman, diam-diam memotret mereka semua. Boboiboy merasa hangat, ingin tertawa namun memilih untuk terkekeh geli. Siapa yang tahu jika hari ulang tahunnya akan menjadi mengerikan sekaligus menegangkan? Boboiboy mulai berpikir ulang untuk kejutan di tahun yang akan datang.
..
...
Happy birthday Boboiboy!
.
.
Sebenernya mau Ica publik saat tanggal 13 Maret kemarin, tapi apalah daya sibuk di RL.
Silahkan jejaknya jika berkenan..
