Title : Fate/Warrior Remnant

Crossover : Naruto X Fate Series

Disclaimer : Naruto, Fate Series, dll bukan punya saya

Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll

Rate : M (jaga – jaga)

Arc : Genesis of Holy Grail War


Chapter 4: Mystic Eye of Phantasm Mimicry


10 tahun yang lalu

Tampak seorang perempuan berambut pirang dengan baju zirah berwarna putih dan merah. Dia memegang sebuah pedang yang memiliki warna senada dengan baju zirahnya.

" Nee-san! Morderd-neesan! " Terdengar seorang anak berumur sekitar 7 tahunan memanggil nama dari perempuan berzirah itu.

" Naruto... jangan mati, ya... " Ucap perempuan bernama Mordred itu.

" NEE-SAN! "

Kemudian, sebuah cahaya menyelimuti mereka berdua dan...


Masa kini

Sebuah tebasan sihir seperti sambaran petir berwarna merah melesat ke arah Duryodhana, Lancer, dan Master mereka. Namun, dengan cepat mereka mampu menghindari serangan itu.

" Hey... Apa – apaan itu? " Tanya Duryodhana pada Master-nya.

" Kekuatan itu... itu adalah kekuatan seorang Servant. Bagaimana bisa dia menggunakan kekuatan seorang Servant. " Ucap Lancer menambahkan

" Itu adalah Noble Phantasm dari salah satu Stray Saber di perang sebelumnya. Mordred, The Knight of Treachery: Clarent. "

" Perang sebelumnya...? " Ucap Duryodhana kebingungan.

" Kalian lihat matanya. "

Ketika dua Servant dan Master mereka melihat ke arah Naruto, mereka melihat Naruto kembali mengeluarkan energi sihir dari Clarent, namun tidak sebesar sebelumnya. Namun, mereka berhasil menemukan satu perbedaan yang mencolok dari Naruto. Kedua iris mata Naruto yang harusnya berwarna biru sapphire telah berubah menjadi biru sapphire dengan corak beberapa warna lain layaknya pelangi. Mata yang sangat indah, bahkan Duryodhana dan Lancer juga mengakui keindahan iris mata Naruto saat ini.

" Itu adalah Mystic Eye of Phantasm Mimicry. Mystic Eye khusus milik keluarga Namikaze. Berserker, Lancer, bertahanlah dari serangannya. Sebisa mungkin, jangan gunakan Noble Phantasm kalian. "

" Mengapa? " Tanya Lancer.

" Dia datang! " Belum sempat menjawab pertanyaan Lancer, Sang Master harus memperingati kedua Servant-nya bahwa Naruto sedang melesat ke arah mereka.

Dalam sekejap mata, Naruto sudah muncul di hadapan Lancer dengan Clarent di tangannya. Dia memberikan tebasan vertikal, namun mampu ditahan oleh Lancer dengan perisai bundar di tangan kirinya.

'Tch... Serangannya... menjadi lebih kuat...' Batin Lancer.

" Ayo, maju! "

Duryodhana yang tidak mau kalah menggunakan gada miliknya untuk menghantam kepala Naruto, namun Naruto dengan gerakan simpel berhasil menghindari serangan Duryodhana. Kemudian Naruto melepaskan pegangannya pada Clarent dan melompat dengan menggunakan gada Duryodhana sebagai tumpuan. Lalu, dengan gerakan memutar, Naruto menendang wajah Duryodhana dan membuatnya terdorong ke belakang dan menjatuhkan gadanya. Kemudian Naruto menangkap gada itu dan menyerang Lancer dengan gada Duryodhana.

" Hey, itu milikku! " Ucap Duryodhana.

Perlahan, gada Duryodhana mulai berubah menjadi hitam dengan retakan merah.

" Sayangnya, ini sudah menjadi milikku. " Balas Naruto.

Naruto segera melemparkan gada hitam barunya ke arah Duryodhana dan membuatnya terdorong ke belakang. Sementara Naruto berniat kembali mengaktifkan Clarent, Lancer mendorong Naruto dengan perisainya dan menendangnya, sehingga Naruto kembali ke depan Jeanne dan Jeanne Alter.

" Master... " Ucap Jeanne lemah.

" Jangan banyak gerak. " Ucap Jeanna Alter.

" Kalian berdua... tunggulah sebentar. Aku akan mengalahkan mereka. " Ucap Naruto sambil tersenyum lembut.

Kedua Servant Naruto itu hanya bisa terdiam mendengarnya. Mereka tertegun melihat iris mata Naruto yang sudah berbeda.

Naruto sendiri mengeluarkan sebuah katana hitam dengan retakan merah dari bayangannya. Banyak energi sihir yang meluap dari tubuhnya.

" Itu tadi... Noble Phantasm milik Berserker Lancelot, Knight of Owner. Dia bahkan bisa menggunakan potensi penuh dari Noble Phantasm...? Kalau tidak salah itu milik si Namikaze waktu itu... mungkinkah dia bocah yang lepas kendali waktu itu? " Gumam Master dari Berserker dan Lancer.

" Bangkitlah... Diriku yang lain... "

Perlahan muncul 99 proyeksi dari Naruto. Bagaikan seorang penyihir yang menggunakan sihir klon, Naruto memunculkan 99 proyeksi yang menjadi klon miliknya. 99 proyeksi itu menaiki kuda dan memegang berbagai senjata. Duryodhana yang melihat itu mengeluarkan keringat dingin.

" Itu... Noble Phantasm milikku. " Ucap Duryodhana.

" Apa!? " Ucap Lancer terkejut. Ketika ia melihat ke arah Sang Master, tampak Sang Master seperti sudah menduga apa yang terjadi. " Sepertinya tidak ada cara lainnya... Wahai perisai bunga! Bangunlah! "

Tampak sebuah kuncup bunga berwarna putih muncul di depan Lancer.

" JAI KAURAVA! " Dengan ayunan pedangnya, 99 proyeksi itu melesat dan menyerang Lancer.

" Rho Aias! "Kuncup bunga itu kemudian mekar menjadi bunga putih dengan 7 kelopak. Menjadi sebuah perisai yang melindungi Lancer.

Sama seperti serangan Berserker yang menghantam Noble Phantasm Jeanne, begitu pula serangan Naruto yang menghantam Noble Phantasm Lancer. Dan setelah semua proyeksi Naruto menghantam Noble Phantasm Lancer, Naruto muncul dan menyerang perisai bunga itu dengan katana hitamnya. Lalu, Naruto memanggil kembali Clarent. Naruto kembali mengaktifkan Clarent dan menyerang perisai bunga itu dengan Clarent.

" CLARENT BLOOD... ARTHUR...! "

Dengan satu serangan serangan, Naruto berhasil menghancurkan perisai bunga milik Lancer. Namun sebelum serangan Naruto mengenai Lancer, Berserker muncul dan menyerang Naruto.

" RHO AIAS. "

Sebuah perisai bunga muncul di sebelah kanan Naruto dan menahan serangan Berserker sebelum mengenai Naruto.

" Itu... "

" Noble Phantasm-ku...? Dia menirunya juga...? "

DOR

Sebuah bola sihir melesat ke kepala Naruto. Naruto yang mati langkah harus melompat ke belakang untuk menghindari serangan bola sihir itu.

" Master, bagaimana ini? " Tanya Berserker.

" ... " Sang Master hanya terdiam.

BUM

Dari sisi lain, terdengar sebuah dentuman di sekitar tempat itu. Muncul sesosok pria dengan pakaian India dengan tombak. Kemudian muncullah Saber yang menyerang pria dengan tombak itu. Naruto mengenali Saber adalah Servant dari Sasuke. Setelah itu, muncul Rider dan Sasuke yang menunggangi kudanya.

" Begitu, ya... Lancer juga kalah. " Ucap Master dari Berserker dan Lancer.

" Ternyata benar. Lancer yang selama ini kulawan adalah Stray Servant, sedangkan Servant Lancer milikmu menghadang dia. " Ucap Naruto sambil menunjuk pria bertombak dengan Clarent.

" Master, bagaimana ini... "

" Kita menyerah. Lagipula, tujuanku bertarung sudah selesai. Tapi, aku tetap tidak menyangka akan melihat seorang Namikaze lagi. Uchiha dan Namikaze, ya... Dua keluarga besar penyihir yang sudah hampir punah sekarang bertarung dalam Holy Grail War. " Gumam Sang Master.

Dia melihat dirinya dikepung di dua sisi oleh Naruto dan Sasuke. Tampak Naruto dan Sasuke tidak mendengar gumaman Sang Master.

" Baiklah. Kami menyerah. Tapi, bisakah kita bicara? "

" Kau ingin bicara setelah semua ini? " Tanya balik Naruto.

Tampak 3 Servant itu bersikap waspada kepada Naruto dan Sasuke.

" Yudhisthira, Duryodhana, Aias... Bisakah kalian berhenti menunjukkan sikap waspada? " Ucap Sang Master.

" Ho... Dia sampai menyebut nama Servant-nya... itu berarti dia sudah menyerah. " Ucap Sasuke.

" Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? " Tanya Naruto.

" Bagaimana... jika besok kita bertemu di Hortensia Cafe? " Tanya Sang Master.

" Mengapa harus di kafe itu? " Tanya Naruto

" Simpel. Kopinya enak dan... kau bekerja di sana, kan? Kau juga boleh ikut, Uchiha. "

" Tidak. Kau pergi saja, dobe. Nanti kau berikan saja informasinya padaku. " Ucap Sasuke sambil menyimpan kembali pedangnya. " Saber, Rider, kita mundur. " Ucap Sasuke.

Kedua Servant Sasuke mengerti dan segera menyimpan kembali senjata mereka. Kemudian Sasuke dan kedua Servant-nya pergi kembali ke tempatnya.

" Aku yakin kau mau untuk setidaknya berbincang denganku. Aku tunggu besok. Jika kau tidak datang, aku anggap kau tidak mau berbincang padaku. Ayo kita kembali. " Ucap Master dari Lancer dan Berserker. Setelah itu, dia dan ketiga Servant-nya pergi dari sana.

Naruto berjalan kembali menuju kedua Servant-nya. Tampak mata Naruto sudah kembali berwarna biru safir.

" Master... " Ucap Jeanne lemah. Jeanne yang masih lemah berusaha berdiri dengan bantuan Jeanne Alter.

Saat Naruto semakin dekat dengan kedua Servant-nya, Naruto langsung memeluk Jeanne dengan erat. Bukan hanya Jeanne, Naruto juga memeluk Jeanne Alter. Hal ini membuat keduanya terkejut dan kebingungan.

" Tolong... jangan korbankan diri kalian lagi... " Ucap Naruto lemah. Tampak dia sangat kelelahan.

" Master...? " Tanya Jeanne.

" Kumohon... Jangan tinggalkan aku... lagi... " Ucap Naruto sebelum akhirnya Naruto tidak sadarkan diri.

" Ayo... kita kembali... " Ucap Jeanne Alter.

" Ya... sepertinya Master sudah berjuang terlalu keras. " Balas Jeanne.

Kemudian kedua Servant itu pergi untuk kembali ke kediaman Namikaze.


Namikaze Residence

Keesokan harinya, Naruto membuka matanya. Dia segera bangun dari tidurnya.

" Master. "

Naruto yang terbangun melihat ke arah Jeanne dan Jeanne Alter yang memanggilnya. Naruto memegangi kepalanya dan mata kanannya. Dia mengingat kembali peristiwa kemarin.

" Kalian... membawaku pulang, ya... " Ucap Naruto

" Master... apa kau baik – baik saja? " Tanya Jeanne

" Aku... baik – baik saja. Sudah lebih baik daripada kemarin. " Balas Naruto lalu berdiri.

" Master... apa kau akan menemui orang itu? " Tanya Jeanne Alter.

" Ya. Aku akan menemuinya. Bagaimanapun juga... dia sepertinya tahu tentang mata yang kumiliki. "

Setelah itu, Naruto berjalan dan bersiap-siap.

" Ayo kita bersiap. Tidak mungkin aku datang ke sana begitu saja tanpa bekerja. " Ucap Naruto.

" Lalu, bagaimana dengan kami? Apa kami harus berkeliling seperti kemarin? " Tanya Jeanne

" Tidak perlu. Kalian ikut denganku di dalam kafe. "

" Dimengerti. " Ucap Jeanne dan Jeanne Alter.

.

.

Hortensia Cafe

Naruto saat ini sedang bekerja di kafe. Tampak sang bos melihat kinerja Naruto dengan baik.

" Mengapa kau bekerja di hari Minggu, Naruto-kun? Selain itu, kau juga membawa dua gadis kembar... " Tanya sang bos.

" Mereka hanyalah temanku, Caren-san. " Balas Naruto. " Selain iu... mengapa kau ada di sini, Pastor Kotomine? Bukankah hari Minggu adalah waktunya pendeta bekerja? " Tanya Naruto pada Shirou yang ada di sana.

" Gereja di tempat ini ada untuk menjadi perwakilan Holy Church dalam Perang Cawan Suci. Jadi, gereja ini bekerja di dunia ilmu magis, buka keagamaan. " Balas Shirou. " Selain itu, Caren adalah adikku. Bagaimanapun juga, aku sah-sah saja untuk datang ke sini. "

" Kalian bersaudara? " Tanya Naruto.

" Dia adalah kakak angkatku. Ayahku mengangkatnya menjadi anaknya. "

" Lalu, mengapa marga kalian berbeda? "

" Aku menggunakan nama keluarga ibuku. "

" Begitu, ya... "

KLING

Bunyi lonceng terdengar dari pintu sebagai tanda datangnya seorang pelanggan. Dia adalah Master dari Lancer dan Berserker bersama dengan Duryodhana dan Yudhistira.

" Ah, Pastor. Ternyata kau ada di sini. " Ucap Sang Master melihat Shirou ada di sana.

" Tsuchimikado-san, ya... Sepertinya urusanmu adalah dengan Master muda di sana. Aku akan pergi supaya kalian tidak merasa sedang terganggu. Aku pergi dulu. Caren, uangnya kutaruh di sini. " Ucap Shirou sambil menaruh uang di bawah cangkir kopi dan pergi ke sana.

" Silahkan duduk, tuan. Naruto-kun, tolong jaga toko, ya. Aku akan membeli beberapa barang dulu. " Ucap Caren sambil menaruh uang, membalik tanda buka, dan pergi dari kafe.

Naruto sendiri mengangguk dan menyeduh kopi untuk Tsuchimikado. Di sisi lain, Tsuchimikado duduk di kursi di dekat counter, sedangkan Duryodhana dan Yudhistira duduk di sisi lain kafe. Lalu Naruto memberikan secangkir kopi kepada Tsuchimikado.

" Silahkan. Ini gratis. Kalian berdua tidak perlu makan, kan? Lagi pula kalian sudah bukan manusia. "

" Kau berbicara seakan-akan kami bukan manusia. " Balas Duryodhana.

" Secara teknis, dia tidak salah. " Ucap Yudhisthira.

" Biarkan saja mereka. " Ucap Tsuchimikado

" Baiklah. Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? " Tanya Naruto.

" Pertama-tama, biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku adalah Tsuchimikado Yasuhiro. Aku adalah salah satu onmyouji dari keluarga Tsuchimikado dan keturunan langsung dari Abe no Seimei. "

" Abe no Seimei? Onmyouji yang terkenal itu? "

" Itu benar. Kau tahu, banyak sekali hal yang tersembunyi di dunia sihir. Salah satunya adalah kau. Pertanyaan dariku. Apa kau tahu sejarah tentang keluargamu dan matamu? "

" Aku tidak terlalu tahu. Sejauh yang kuingat, aku memang pernah diajari sihir oleh ibuku, tapi aku tidak pernah ingat apapun tentang ayahku. "

" Sihir pengubah ingatan bukanlah sihir yang umum. Ini hanya hipotesis. Kemungkinan besar ayahmu yang menggunakan sihir itu. "

" Mengapa kau berpikir seperti itu? "

" Keluarga Namikaze sebenarnya keluarga yang cukup terkenal di dunia sihir. Keluarga Namikaze selalu menghasilkan para Master yang luar biasa di setiap Holy Grail War, bahkan sejak perang masih berlangsung di Fuyuki. "

" Lalu, apa hubungannya dengan ayahku? "

" Ayahmu dan aku, serta pastur tadi... kami bertiga adalah peserta Double Holy Grail sebelumnya. "

Sebuah pernyataan dari Tsuchimikado yang membuat Naruto terdiam.

" Apa kau tidak percaya? " Tanya Tsuchimikado.

" Tidak. Ucapanmu masuk akal. Pantas saja aku memiliki ingatan dengan Nee-san, mengingat dia adalah Servant. "

" Aku bisa memberikan buktinya. Keluarga Tsuchimikado selalu memosisikan diri sebagai 'recorder' yang mencatat jalannya seluruh Double Holy Grail War dan itu termasuk Holy Grail War di Fuyuki. "

" Aku mengerti... Anggap saja aku percaya. "

" Begitu, ya. Aku akan menganggapnya seperti itu. Lalu, ada yang ingin kau tanyakan lagi? "

" Tentang mataku. Apa kau tahu sesuatu? "

" Apa kau tahu tentang Mystic Eye? "

" Tidak. Aku tidak tahu. "

" Simpelnya, itu adalah mata yang membuat seseorang dapat memiliki kekuatan khusus. Contohnya, aku pernah bertemu pria yang bisa melihat 'garis kematian' dan jika dia menghancurkan garis itu, dia akan langsung membunuhnya. Biasanya, Mystic Eyes bisa didapatkan secara alami, baik itu muncul secara tiba-tiba atau warisan dari keluarga; atau kau bisa mencangkokkannya dari mata orang lain kepada dirimu. Mata milikmu adalah Mystic Eye of Phantasm Mimicry. Mystic Eye yang membuatmu dapat meniru Noble Phantasm dari para Servant. "

" Mystic Eye... of... Phantasm... Mimicry...!? Tunggu! Bukankah mataku ini terlalu kuat? "

" Ya. Kau benar. Mata yang khusus untuk peserta Holy Grail War. Kau adalah musuh terburuk bagi para musuh. Matamu itu pasif. Artinya matamu dapat aktif secara otomatis jika syarat memenuhi. Dan syarat untuk menggunakan mata itu adalah melihat Noble Phantasm dari para Servant. "

" ... " Naruto terdiam mendengarnya.

" Lalu, secara genetik, Mystic Eye of Phantasm Mimicry cukup unik. Mystic Eye ini hanya akan diwariskan kepada anak laki-laki tertua di Keluarga Namikaze yang secara otomatis akan membuat menjadi kepala keluarga. Dan entah bagaimana, berbagai usaha untuk membunuh pemilik Mystic Eye of Phatasm Mimicry selalu gagal sebelum dia memiliki pewaris. "

Kemudian Tsuchimikado mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya.

" Gulungan ini adalah silsilah keluarga Namikaze. Kau bisa melihat bahwa anak pertama dari keluarga Namikaze adalah selalu laki-laki. Dan mereka selalu berhasil bertahan hidup sampai mereka memiliki seorang anak. "

Naruto membaca semua hal itu dan mengambilnya.

" Ambil saja. Aku sudah memiliki salinannya. "

" Dari mana kau tahu hal ini? "

" Aku sudah bilang bahwa aku selalu selalu menjadi pencatat sejarah dalam Holy Grail War. Ini juga berlaku selama selang waktu 10 tahun. Aku mencari informasi tentang keluarga sihir, seperti Namikaze dan Uchiha. Simpelnya, aku juga menjadi seorang data broker. "

" Jadi... apa rencanamu? " Tanya Naruto

" Namikaze-kun, apa kau percaya kalau akan ada kekacauan di perang kali ini? "

" Apa maksudmu kekacauan? "

" Anggap saja ada pihak lain di luar 7 Master yang berniat ikut campur dalam perang untuk mendapatkan Holy Grail? "

" Dari mana dasar hipotesis itu? "

" Perang terakhir berakhir setelah dua pemenang saat itu berhasil mengalahkan peserta lain yang menggunakan sihir hitam. Aku yakin pengguna sihir hitam itu akan kembali saat ini. "

" Lalu? "

" Tujuanku adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin rekan untuk menghadapinya. "

" Jadi, kau ingin merekrutku? "

" Itu benar. Tapi, aku hanya ingin merekrutmu dalam perang besar itu. Jadi, selama pengguna sihir hitam itu belum muncul, kita tetap musuh. Dan setelah mengalahkannya, kita akan kembali menjadi musuh. "

" Intinya, kita hanya akan bekerja sama melawannya. Begitu? "

" Benar. "

" Biarkan aku menjawabnya nanti. "

" Tenang saja. Aku juga tidak sebodoh itu. " Ucap Tsuchimikado sambil meminum kopi. " Baiklah. Waktunya pergi. Ayo pergi, Berserker, Lancer. "

Setelah itu, Tsucimikado bersama dengan kedua Servant-nya pergi dari sana. Naruto terduduk di kursi.

" Master! " Ucap Jeanne dan Jeanne Alter yang segera menghampiri Master mereka.

" Ini... benar-benar titik balik... " Gumam Naruto. " Jadi... perang ini... semakin banyak yang harus aku ketahui... "

.

.

Malam harinya

Namikaze Residence

" Itu informasi yang kudapatkan. Semuanya hanya tentang Keluarga Namikaze saja. " Ucap Naruto yang menelepon Sasuke.

" Begitu, ya. Padahal kau tidak harus memberi tahu hal ini jika ini tidak ada hubungannya denganku. " Balas Sasuke

" Ya... Mungkin saja kau akan meminta informasi dari Tsuchimikado. Selain itu... "

" Apa? "

" Apa kau tahu sesuatu tentang Keluarga Namikaze? "

" ... " Sasuke terdiam sejenak. " Aku tidak terlalu tahu. Yang kuketahui adalah Keluarga Namikaze bukanlah keluarga penyihir yang harus terlalu diwaspadai di luar Holy Grail War, tetapi kalian akan merepotkan di Holy Grail War. "

" Begitu, ya... Apa kau berteman denganku karena hal itu? "

" ... " Sasuke kembali terdiam ketika mendengar ucapan itu. " Maaf, ada musuh. Aku tutup dulu. "

" Oke. "

Setelah itu, Sasuke menutup teleponnya.

" Master, apa kita akan berpatroli malam ini? " Tanya Jeanne

" Ya. Malam ini, kita akan berkeliling. Kali ini... aku sudah lebih siap daripada kemarin. " Ucapnya.

.

.

Konoha Wharf

Sasuke tiba-tiba muncul setelah terpental akibat menerima serangan dari seseorang.

" COUGH! " Sasuke yang terluka mengeluarkan batuk darah.

" Master! "

Rider muncul dengan kudanya. Dia segera mengangkat Sasuke untuk naik ke atas kudanya.

SRING

SRING

TRANG

Di sisi lain, Saber sedang bertarung melawan sesosok pria degan pedang besar. Kemudian muncul seorang perempuan dengan empat sayap berwarna merah kecokelatan. Perempuan itu mengeluarkan berbagai sihir berbentuk hati kepada Saber. Saber dengan mudah menangkis serangan perempuan itu, namun dia kembali dihantam oleh serangan pria dengan pedang besar.

BUM

Saber terpental hingga tiba di dekat Rider. Sasuke sendiri sudah hampir tidak sadarkan diri ketika Saber terpental.

" Saber... Rider... Mundur... " Ucap Sasuke lemah sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.

Rider segera melesat dengan kecepatan tinggi dengan kudanya. Saber sendiri membuka sarung tangan yang ada di tangan kirinya. Ketika pria itu menyerang Saber dengan pedang besarnya, Saber menangkis serangan pria itu dan segera mencengkram wajah pria itu. Tiba-tiba pria itu merasakan sakit yang teramat sangat di mukanya. Bahkan setelah Saber melepaskan cengkramannya, pria itu masih merasakan sakit. Saber menendang wajah pria itu sebelum dia pergi dari sana untuk menyusul Rider dan Sasuke.

" ARG! " Si pria masih merasakan sakit di wajahnya.

" Tenanglah. " Ucap si perempuan sambil merapalkan sihir untuk menyembuhkan wajah si pria.

" Terima kasih, sayangku. " Ucap si pria.

" Apa itu tadi kutukan? "

" Tidak. Rasanya lebih seperti racun atau penyakit. Tapi itu juga bisa disebut kutukan. "

" Jadi, apa kita akan mengejarnya? Aku merasakan adanya kehadiran Master lain. "

" Aku kita lawan dia. "

" Tunggu. Dia adalah orang yang dilarang oleh Master. "

" Begitu, ya. Kita kembali saja. "

" Baiklah. Ayo kita kembali. "

Setelah kedua Servant itu pergi, Naruto dan kedua Servant-nya tiba.

" Master, sepertinya ini adalah bekas pertempuran. " Ucap Jeanne Alter.

" Ayo kita pergi. Mungkin saja mereka belum jauh dari sini. "

Kemudian mereka bertiga kembali pergi berpatroli.

.

.

.

To be continue


Update Participants

Naruto Namikaze: Servant – Saber Jeanne d'Arc + Lancer Jeanne d'Arc Alter

Sasuke Uchiha: Servant – Rider ? + Saber ?

?: Servant – Archer ? + Rider ?

Tsuchimikado Yasuhiro: Servant – Lancer Yudhistira + Berserker Duryodhana

?: Servant – XXX ? + XXX ?

?: Servant – XXX ? + XXX ?

?: Servant – XXX ? + XXX ?

.

Stray Servant

Stray Archer : Alcides

Stray Berserker : ?

Stray Lancer : Aias the Great (contracted with Tsuchimikado Yasuhiro)


Status

Nama : Aias the Great

Class : Stray Lancer

Sex : Male

Master : Tsuchimikado Yasuhiro (Contracted)

Height/Weight : 180 cm / 82 kg

Aligments : Lawful Neutral

Source : Trojan War

Region : Greece

.

Seorang prajurit yang berpartisipasi dalam Perang Troya. Dia berada di pihak yang sama degan Achilles dan bertarung melawan Hector yang memihak Troya. Meskipun memiliki perisai sebagai senjata utamanya, keahliannya dalam menggunakan tombak membuatnya menjadi seorang Lancer yang handal.

.

Class Skill

Magic Resistance (B- Rank): Skill bawaan Servant kelas Lancer

.

Personal Skill

?

.

Noble Phantasm

Rho Aias – TheSeven Rings that Cover the Burning Heaven (B+ Rank): Noble Phantasm dari Lancer Aias. Sebuah proyeksi dari perisai berbentuk bunga dengan tujuh kelopak. Proyeksi ini didasarkan pada perisai perunggu miliknya yang bahkan dapat menahan lemparan tombak dari Pahlawan Hektor, Durindana.


Nama : Yudhisthira

Class : Lancer

Sex : Male

Master : Tsuchimikado Yasuhiro

Height/Weight : 180 cm / 80 kg

Aligments : Lawful Good

Source : Mahabharata

Region : India

.

Putra tertua Raja Pandu dan Ratu Kunti. Lahir setelah sang Ibu, Kunti, mengirimkan mantra kepada Dewa Yama. Merupakan saudara tertua dari 5 Pandawa dan sepupu dari Duryodhana. Kekuatan Yudhistira berpusat pada sifat bijaknya sebagai pengikut jalan Dharma, namun sebagai ksatria, dia merupakan seorang prajurit yang ahli dalam menggunakan tombak, sehingga dia menjadi Servant kelas Lancer.

.

Class Skill

Magic Resistance (A Rank): Skill bawaan Servant kelas Lancer

.

The Art of Spear (B Rank): Di bawah didikan Drona, Yudhisthira menjadi seorang prajurit yang ahli dalam penggunaan tombak

.

Noble Phantasm

?


Yo

Akhirnya ketemu lagi

.

Ya, saat ini saya sedang libur dan banyak waktu luang. Tapi, semuanya terpakai untuk main Genshin + HSR dan juga mulai menyelami lore dari Blue Archive.

Ya, di sini kita bisa melihat kekuatan dari Naruto. Yaitu Mystic Eye bernama Mystic Eye of Phantasm Mimicry. Sebuah Mystic Eye milik keluarga Namikaze yang membuat penggunanya mampu meniru Noble Phantasm dari para Servant dengan syarat melihatnya secara langsung. NP yang sejauh ini sudah pernah ditiru adalah Clarent milik Mordred, Knight of Owner milik Lancelot, Rho Aias milik Aias, dan Jai Kaurava milik Duryodhana

Di sini kita juga diungkap dengan Master baru, yaitu Tsuchimikado Yasuhiro yang merupakan master dari Lancer Yudhisthira, Berserker Duryodhana, dan Lancer Aias. Dia juga merupakan peserta dari perang 10 tahun yang lalu. Tsuchimikado Yasuhiro adalah karakter dari seri Fate lain, yakni Fate Samurai Remnant; namun di sini Tsuchimikado memiliki penampila yang berbeda. Penampilannya didasaran pada Tsuchimikado Motoharu dari toaru Series.

Lalu kita melihat sedikit tentang keluarga Namikaze di masa lalu. Di sini Tsuchimikado juga mengajak Naruto untuk bergabung ketika kekacauan timbul saat perang.

Lalu di sini kita melihat pemilik dari kafe Hortensia, yakni Karen Hortensia. Mengingat dia adalah anak dari Kirei, ini membuat Shirou menjadi kakak angkatnya.

.

Baiklah

sekian dulu chapter 4

Untuk chapter depan akan masuk ke arc baru.

Sampai jumpa chapter depan

bye bye