Mine
Chapter 2
Disclaimer Masashi Kishimoto
Genre : humor, romance, dll
Rate : T
Pair : SasuNaru, ItaKyuu, ShikaKiba, NejiGaa
Warning : BL, gaje, abal, typo(s) dll
Don't Like Don't Read!
Enjoying
"Arghh! Gara-gara Kyuu-nii kita harus terlambat. Aku ada ujian pagi!" Pekik Kiba sambil terus berlari. Disebelahnya Naruto dan Gaara harus mengalami nasib sial karena akan mendengar omelan Kiba sepanjang jalan. Sedangkan yang dibicarakan masih sibuk tertawa nista didalam kamar apartemen.
"Berhenti bicara Kiba. Lama-lama kau ikut membuatku panas." Ucap Gaara lelah. Dari dulu dia bertanya-tanya, bagaimana dirinya bisa betah berkawan dengan dua makhluk super berisik ini.
Gerbang kampus hanya tinggal lima meter lagi, ketiga mahasiswa itu segera mempercepat laju langkahnya. Melewati gerbang super kilat, membuat beberapa mahasiswa lain melongo karena seolah mereka melihat tiga warna, coklat, merah, dan kuning melesat seperti kilat.
Mereka bertiga segera menaiki tangga bersamaan, membuat suara gaduh sepanjang lobi. Mahasiswa lain segera menyingkir dari pada menjadi salah satu korban trio best uke tersebut seperti keadaan Shino. Pemuda bernama Aburame Shino itu harus mengalami nasib sial karena tersumbatnya telinga dengan headphone. Sehingga suara gaduh tidak ia dengar, mengakibatkan dirinya harus tertubruk tiga kali sebelum berputar indah dan jatuh bebas dari tangga lobi menuju basement.
poor Shino.
Back to story.
"Aduh, Kurenai sensei sudah masuk belum ya.." Keluh Kiba
"Hosh.. Huee, aku lelah." Gaara hanya mampu menahan emosi mendengar ocehan kedua temannya itu. Yang satu merengek lelah, yang satu berkeluh kesah. Mereka pikir dirinya tidak lelah apa.
"Shit! Kenapa mereka harus menghalangi jalan sih! MINGGIR!!" Teriak Gaara saat melihat rombongan gadis sibuk menggosip didepan pintu kelas. Kiba dan Naruto terbelalak horror. Mereka terlanjur menggunakan kekuatan penuh, bagaimana cara nge-rem dadakannya??
KYAAA!!
"ARRGH! AKAN KUBUNUH KALIAN JIKA HANYA SIBUK MENJERIT!!" Raung Kiba emosi. Rombongan itu segera berlari mepet ke dinding, KibaNaruGaa bernapas lega saat berhasil lewat tanpa harus tertabrak. Hanya tinggal belokan dipojok itu kemudian mereka akan berpisah tangga.
Drap.. Drap.. Drap..
Gaara terbelalak. "SEMUANYA REM!"
Ckittt.. Brukk "ADUHH!"
Sraakk.. "Untung saja."
Grap.. Hup! Ngek.. "Kuso! Naru junior kecepit!"
Hening~
Belokan itu hening sesaat, hanya terdengar nafas memburu dari Gaara, Kiba, dan Naruto.
"SIALAN! KAU CARI MASALAH HAH!!" Murka Naruto setelah sadar. Jantungnya berdegup kencang, tangannya mengelus Naru junior prihatin. Jika bukan karena Gaara memperingati mereka bertiga, pasti mereka akan jatuh terguling-guling nanti. Trio uke itu memandang sengit pelaku pemberhentian mereka. Cih, kating ternyata.
Sasuke, Neji, Shikamaru saling melirik. Berbicara melalui isyarat mata. Tanpa repot-repot mencari, mangsa telah datang sendiri. Namun sebelum itu, mereka memindai posisi trio uke tersebut. Naruto yang tadi berhenti dengan menangkap kusen jendela dan duduk diatas jendela dengan satu kaki terjulur keluar. Yang sayangnya membuat Naru junior terjepit beberapa saat. Kiba yang rem dadakat hingga terpeleset dan jatuh dengan wajah menempel rata dengan lantai, membuat Gaara harus memalingkan wajah, pura-pura tidak lihat. Terakhir hanya Gaara yang mampu memberhentikan tubuhnya dengan tepat walau sedikit oleng tadi.
"Seharusnya Uzumaki-san. Aku yang bicara seperti itu, kalian bertiga kenapa membuat rusuh dilobi? Hingga kau terjatuh dan membuat wajahmu rata dengan lantai seperti itu Inuzuka-chan. Aku cemburu kau tau, aku belum menciummu dan kau sudah berciuman dengan lantai. Akan kuganti lantai itu besok." Gaara, Naru, dan Kiba melongo. Neji berguman payah dan Sasuke mengerenyit jijik. Mereka tidak menyangka Shikamaru akan berkata seperti itu.
Shikamaru melangkah maju menuju pujaan hatinya, mengusap wajah Kiba secara hati-hati kemudian mencium lembut keningnya. Kiba, yang wajahnya sudah memerah campuran malu dan marah segera menjedukkan kepalanya kearah Shikamaru. Ini penghinaan!
Duaak
"Aku laki-laki brengsek!"
Bughh! Shikamaru mendapat tinju di perut.
"Dan kau telah membuatku terlambat sialan!" Sedetik kemudian Kiba segera bangun dan menyeret tangan Naruto dan Gaara pergi. Meninggalkan ketiga seme dengan cepat.
"Aku tidak tau kau bisa selebay itu Shika." Ucap Neji prihatin. Shikamaru sendiri sudah pundung dipojokan. Sasuke mendengus sebal, mangsa mereka kabur karena ini. Tidak bisa dimaafkan.
Kantin Konoha University
"Haaah~" Kiba dan Naruto menghela napas bersamaan, Gaara menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua.
"Bagaimana ujianmu Kiba?"
"Ugh, jangan tanya soal itu Gaara. Aku harus mengikuti susulan minggu depan karena terlambat." Sungut Kiba, mengingat apa yang membuatnya terlambat dirinya semakin sebal. "Semua ini karen rubah buluk itu dan si rambut nanas!"
"Dan kau, kenapa ikut menghela napas Naruto?" Kali ini gantian Naruto yang mengerucutkan bibirnya.
"Karena Kyuu-nii, aku lupa bawa uang. Gaara.~" Ukh, Gaara dan Kiba cepat-cepat menolehkan kepalanya. Pura-pura tidak lihat. Lagipula Kyuubi akan datang sebentar lagi, jangan sampai terpengaruh wajah memelas Naruto.
Merasa umpannya tidak berhasil, Naruto kembali menghela napas. Lihat saja, rubah buluk itu akan ia begal karena membuat dirinya kelaparan.
"Hoi! Mau apa kalian!" Teriakan cempreng itu membuat Narutodkk menolehkan kepala. Terlihat Shikamaru, Neji, dan Sasuke berdiri tak jauh dari meja mereka bertiga. Dibelakangnya Kyuubi mendengus sinis melihat usaha ketiga makhluk angkuh itu dalam mendekati adik-adiknya. Cih, langkahi dulu raungan Kyuubi.
Crap! ShikaSasuNeji berkeringat dingin. Dimana kerja Itachi saat ini? Seharusnya ia menahan rubah jelek itu didepan gerbang.
"Kyuu-nii~" Rengekan Naruto membuyarkan suasana tegang yang terjadi, beberapa mahasiswa segera memalingkan wajah saat mendapati pelototan kejam dari induk rubah tersebut. Mereka bukan tontonan tau!
"Apa?!" Tanya Kyuubi galak. Naruto yang digalaki hanya cemberut kemudian memasang muka memelas.
"Lapar~"
Crott.. "Ukh"
"SASUKE!"
Kiba dan Gaara hanya bisa sweatdrop. Pewaris bungsu Uchiha itu tumbang hanya karena mendengar nada manja imut, dan memelas ala bayi rubah milik Naruto. Sedangkan Kyuubi mengerenyit jijik. Dasar pedopil! (Erm, maksudmu kyuu?)
Neji dan Shikamaru segera membopong Sasuke pergi ditemani wajah-wajah melongo dan tidak percaya para mahasiswa yang berada dikantin tersebut. Uchiha Sasuke tumbang? Waw, berita hot.
Uks UKBrak!!
"Sensei!"
"Aiya Neji-kun, Shikamaru-kun, kalian tidak sampai harus mendobrak pintunya kan?" Seru Sakura selaku wakil penjaga uks marah.
"Sensei sedang pergi, jadi aku yang gantikan. Ada apa? Loh? Sasuke-kun?" Tanya Sakura bingung. Neji menjelaskan secara garis besar pada gadis dihadapannya. Sakura tertawa terbahak hingga harus bertopang pada meja.
"Ya ampun. Sepertinya benar apa yang di isukan." Ucap Sakura setelah tawanya mereda. Gadis itu menyuruh Neji dan Shikamaru untuk membaringkan Sasuke ke tempat tidur yang kosong.
"Isu?" Tanya Shikamaru. Isu apa?
"Yap. Isu bahwa keempat pangeran UK telah menjadi OOC akibat empat murid pindahan yang salong menempel. Mereka dijuluki Quartet top uke. Menurut kabar, mereka memang incaran hampir seluruh mahasiswa UK. Hanya saja belum ada yang berani bicara karena Kurama-san selalu menjadi tameng untuk mereka berempat. Dia terkenal sadis lho." Kekeh Sakura. Kalau benar empat pangeran itu tertarik pada keempat sahabatnya, Sakura tentu harus melihat kesungguhan mereka. Dan tugas pertama adalah, menakut-nakuti. Khehehehehe.
"Oh iya. Ngomong-ngomong, Itachi-nii berada dibalik tirai ini." Lanjut gadis itu santai.
Srakk! Tirai terbuka. Menampilkan wajah bonyok Itachi yang tersenyum pedih.
"Apa yang terjadi padamu, aniki?" Tanya Sasuke setelah sadar dari pingsan. Ia sadar saat Sakura menjelaskan tentang isu.
"Ck, jangan dibahas. Aduh.." Jawab Itachi sambil memegang bibirnya yang robek. Hiks, dia tidak akan bisa makan makanan favorite nya kalau begini.
"Hahahaha. Saat ia bertemu Kurama-san di gerbang. Entah apa yang dilakukan Itachi-nii, Kurama-san tanpa ampun langsung menghajarnya. Alhasil, beginilah jadinya." Kata Sakura (lagi). Sasuke dkk menatap Itachi dengan pandangan miris. Sungguh mengerikan incaranmu, mas. Poor Itachi.
End of Chapter 2
Oke, gatau saya nulis apa ini. Kelamaan di fendem China and Spanyol membuat saya agak kagol saat menulis fendem jejepangan kek gini... ( TДT) /nangis sambil garuk tembok
Gomen lama.. Proyek bener-bener lagi banyakk /teparOke, selanjutnya balas repiuw.. /plak! /repiuw taun kapan, dibalas taun kapan /bow
Four SN : Maaciihhhh /kecup manja
Chintya Xigumiyue : Pasti deh /balas kedip manja
Veira Syndicate : Wkwkwkwk, maso kayaknya bang Itachi mah
Arum Jumme : Ini udah lanjut, gomen lama (_)
Blue eyes and Black eyes : Iyesss, itu dulu jaman bogol. Sekarang udah dipanjangin
Aiko Vallery : Iyupp.. Ini udah lanjut
Cloudyeye : Ngobrol kok ngobrol hehe
Fysjelf 06 : Iyess, udah lanjuttt
Guest : Iya, ini udah lanjut
MocaMacaroon : Iyapp.. Ini greget kok /ketawa sadis
Haibob : Iyes, ntar dibanyakin oke
Joy AKNS : Wkwkkwkwk okeee
Guest : Iya, gomen :( Baru bisa lanjut sekarang (﹏)
Emamurasaki : Iyesss, udah lanjut
Ajeng : Kalo ga galak, ga greget /Ketawa nista
Guest : Amiiinnnnn.. Iyess, maacihhhh
Guest : Ini baru chap 2, gomen lama (ㄒoㄒ)
Anis96 : Iyess, udah lanjut
Maacih yang udah repiuw.. /bow
Ada yang punya line atau watty? Bisa add saya buat bom chat, nagih buat lanjut juga oke. Asal jangan diteror aja wkwkwk...
Line : blacklucifer
Watty : @magnaeevil
RnR plissss
