Naruto hanya milik Masashi Kishimoto-san!
XxxxXxx
"Eeeeeeeehhhhhhh??!!!!!!!"
Teriakan terkejut nyaring Naruto bergema keras.
"Berisik bocah!!"
"Ta tapi kurama!! Bagaimana aku tidak terkejut jika disuruh menjadi dewa!!"
Mungkin karena tubuh Naruto yang kembali berusia 12 tahun, dia tidak bisa mengendalikan emosi nya. Atau memang Naruto pada dasarnya sudah berisik. Apapun itu terserahlah.
"Tidak perlu bertingkah berlebihan! Tapi memang masuk akal yang dikatakannya. Naruto, kau harus menjadi dewa dunia ini jika ingin melindungi dunia ini"
"Ta tapi... Tapi"
"Maafkan aku, tenanglah nak. Bukan tanpa alasan aku menyuruh mu menjadi dewa dunia ini. Kamu harus menjadi dewa dan dengan gabungan kekuatanku juga kita bisa membuat segel untuk mencegah dewa-dewa dunia lain menginvasi dunia ini." Jelas Lynea.
"Tapi... Ini menjadi dewa yang kita bicarakan disini! Apa menurutmu aku bisa menjadi dewa!" Ucap Naruto panik.
"Apa kau pikir hanya anggota klan Ootsuki saja yang dikatakan dewa? Jika harus kukatakan, mereka ada di bagian dewa-dewa kecil. Banyak dewa di berbagai dimensi dan yang paling kuno dan setua diriku juga ada. Oleh karena itu, kau harus menjadi dewa."
Naruto tampak merenung sebentar. Kurama menoleh ke Lynea. Mata berdua tampak saling tatap.
"Yahhh. Jika memang harus seperti itu aku tidak masalah jika bocah ini harus menjadi dewa" Kurama mendesah lelah.
Kemudian keheningan menyelimuti ketiga sosok yang ada. Lynea berpikir dalam hati, Kenapa ia menyuruh Naruto untuk menjadi bukan tanpa alasan. Bukan hanya masa depan yang terjadi di dunia ini saja yang mengakibatkan ia memutarkan ulang waktu dunia ini demi anak bernama Naruto itu.
Bagi Lynea, walaupun memutar waktu, mencegah perang dunia shinobi ke 4 dan kaguya yang bangkit lagi, invasi dari klan Kaguya yang ia lihat di dalam waktu dunia ini, memang dapat menghentikan Apocalypse dunia ini. Tapi itu tidak akan bertahan lama.
Karena dewa itu banyak, banyak dewa-dewa kecil, dewa-dewa nakal, dewa-dewa kuno dan setua dirinya yang bisa saja menginvasi lagi dunia ini. Bagi Lynea sendiri, ia dapat membuat segel untuk dunia ini agar tidak di invasi.
Namun, segel itu hanya bertahan sampai 5, 000 tahun di setiap dunia yang dia selamatkan, dan sebelum segel dunia itu mencapai batas waktunya ia selalu menyempatkan untuk mengunjungi lagi dunia tersebut dan memperbaharui segel. Tapi kira-kira berapa dunia yang ia selamatkan. Itu ada sekitar ribuan! Dan jika yang mau membantu menggabungkan kekuatan dengan dirinya maka segel itu bisa bertahan sampai 10,000 atau 20,000 tahun.
Tentu saja Lynea sangat bersyukur jika didunia itu ada dewa yang mau ikut membuat segel nya. Itu alasan Lynea meminta Naruto menjadi dewa dunia nya sendiri.
Yah, menjadi dewa juga bukan sesuatu yang menyenangkan. Memang dalam ratusan tahun pertama akan bersemangat. Namun ketika sudah ribuan tahun berlalu, keabadian yang dimiliki oleh dewa selalu membuat membosankan dan menyakitkan. Makanya banyak dewa-dewa yang bermain dengan makhluk non abadi. Tanpa sadar ingatan berjuta-juta tahun yang ia alami membuatnya sakit kepala.
Yah, intinya ia berharap Naruto akan menjadi dewa dan mengurus dunia nya sendiri.
XxxxxxxXxxx
Setelah keheningan yang lama terjadi diantara ketiganya. Naruto mengangkat kepala.
"Kurama" panggil Naruto pelan.
"Ya, bocah"
"Menurutmu, apakah aku bisa menjadi dewa yang baik bagi dunia kita?" Tanya Naruto dengan ekspresi serius sambil menatap mata merah besar Kurama.
Mereka berdua saling bertatapan. Kurama melihat kedalam dua mata milik Naruto. Disana ada keseriusan, kesedihan, penderitaan, tekad, dan sedikit ketakutan. Mungkin dia takut jika dia menjadi dewa yang buruk seperti Kaguya pikir Kurama.
Menghela nafas Kurama berbicara.
"Menurutku, jika kau memang harus menjadi dewa. Aku tidak keberatan. Tidak, serius! Jika memang harus ada yang layak untuk menjadi dewa, itu adalah dirimu bocah. Pikirkan saja, sejak kecil kau sudah dibenci, disiksa oleh desa mu sendiri tapi kau tidak membenci mereka" Ada rasa jijik dalam nada Kurama. "Kau bahkan menyelamatkan mereka, melindungi mereka. Bahkan dalam kondisi sekaratmu sebelumnya sebelum kembali ke masa lalu, kau bahkan tetap memikirkan ingin menyelamatkan dunia ini. Hanya kau yang bisa menjadi dewa, Naruto. Tenang saja, aku yakin kau akan menjadi dewa yang keren"
Naruto tetap menatap mata Kurama sampai selesai. Naruto mencari sekecil apapun kebohongan yang mungkin tersembunyi dalam kedalaman mata Kurama. Tapi tidak ada, itu juga penuh keseriusan, dan apa itu, apa itu kasih sayang.
Ah, benar. Bagimana pun Kurama dan dia adalah patner lama. Dia tidak pernah sekalipun meragukan Kurama, begitu pula Kurama tidak pernah sekalipun meragukan Naruto. Bukannya itu mengapa Kurama lebih memilih mati daripada harus dia yang mati. Tanpa sadar air mata mengalir dari mata birunya.
Sambil mengusap matanya kasar dengan lengan bajunya, Naruto berseru.
"Benar, terima kasih sobat. Bagaimana pun Uzumaki Naruto tidak akan pernah menyerah" Ucap Naruto lantang sambil tersenyum lebar. Kurama yang melihatnya jga ikut tersenyum.
"Jadi, apakah kau akan melakukannya?" Tanya Lynea yang sejak tadi hanya diam melihat interaksi mereka.
"Tentu saja! Aku akan melakukannya, menjadi Pahlawan! Dewa! Atau apapun itu -dattebayo!!!"
Lynea yang mendengar itu tersenyum senang. "Terima kasih, lagipula aku tidak akan meninggalkan mu sendirian dengan tugas untuk menjadi dewa tersebut."
"Ehh? Apa maksudmu Lynea-san?"
"Hmm gimana ya? Yah, sebaiknya kau tidur sekarang bocah, besok aku lihat adalah hari tim mu dibentuk, kau tidak ingin terlambatkan. Sampai besok pagi~" goda Lynea sambil menghilang.
"Huhh? Aaaaaaahhhh?! Yang benar saja? Kenapa harus diawali hari itu!" Panik Naruto. "Kalau begitu. Kurama selamat malam!" Ucap Naruto sambil menghilang dari mind scape dan langsung tidur.
Kurama yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan mulai membenamkan kepala di kaki depannya yang terlipat malas dan mulai beristirahat juga. Yah ini mungkin akan menjadi kehidupan kedua mereka yang melelahkan.
XxxxxxXxxxxxx
'Bocah! Bangun! Apa kau ingin terlambat!' Suara Kurama menggelegar dari dalam pikiran Naruto membuatnya tersentak bangun.
"Huh?!!! Jam berapa sekarang!" Teriak terbangun Naruto. Matanya langsung melihat jam dinding yang menunjukkan jam 7 pagi. Itu masih ada satu setengah jam lagi.
'Terima kasih, Kurama' ucap Naruto dalam pikirannya dan hanya mendapatkan balasan dengusan dari rubah besar itu. Naruto terkekeh pelan.
Kemudian dia terdiam, menidurkan lagi tubuhnya di tempat tidur. Dia menelaah apa yang terjadi padanya baru-baru ini.
Sekarat, mati, bertemu sesosok yang bukan dewa dan mengembalikkannya ke masa lalu, dan menyuruhnya menjadi dewa. Banyak sekali yang harus dipikirkan membuat kepala Naruto menjadi berasap.
'Tidak perlu terlalu keras dipikirkan bocah. Jalani saja perlahan, satu persatu. Untuk saat ini yang menjadi awal adalah tentang bocah Uchiha itu.'
Ahh, benar. Sasuke. Pada usia ini anak laki-laki itu masih Sasuke yang dipenuhi dendam untuk membunuh saudaranya. Dan seperti kata Kurama. Sebaiknya dia memikirkan satu-satu.
Bangkit dari tempat tidur, dia pun mulai mempersiapkan dirinya untuk hari ini. Mengambil jaket orange nya. Naruto menatap nya, sialan! Di usia ini juga dia masih memakai jaket kill me Orange nya!
Masih menatap lekat-lekat bajunya yang tidak mungkin tiba-tiba bisa berubah dengan sendirinya. Dia menghela napas pasrah. Yahh, sebaiknya dia mulai mengganti pakaiannya. Sesaat sebelum dia mengenakan pakaiannya. Terdengar suara jentikan jari. Dan suasana itu berubah seakan waktu dunia berhenti. Tidak, memang berhenti.
"Ohayou~ " Sapa Lynea yang tiba-tiba muncul di samping nya.
"Woooaaahhhh!!"
"Ara~ gomen"
"Tolong jangan muncul tiba-tiba seperti itu!!" Teriak Naruto.
"Fufufu~ maaf, aku tidak sengaja. Atau sengaja ehe~" goda Lynea, menyenangkan melihat wajah Naruto yang penuh ekspresi. "Ma~ setidaknya kecilkan suaramu. Kau tidak mau tetanggamu marah-marah bukan. Yah, tapi untung saja aku menghentikan sebentar waktunya. Aku juga tidak ingin terdeteksi olwh Anbu konoha"
"Ahh! Benar. Hebat! Kau bisa menghentikan waktu seperti ini!" Ucap Naruto bersemangat dengan mata bersinar. Lynea yang melihat itu tertawa kecil.
"Ah, ngomong-ngomong. Apa kau akan memakai pakaian itu?" Tanya Lynea melihat jaket Orange cerah yang dipegang Naruto.
"Yah, mau bagaimana lagi. Di usia ini aku hanya punya ini."
"Begitu" tiba-tiba Lynea menepukkan tangannya. "Aku membawa pakaian untukmu. Mirip seperti yang kau kenakan saat setelah pelatihan mu dan kembali ke konoha" ucap Lynea bersemangat karena telah melihat semua waktu masa lalu dan masa depan dunia ini.
Ruang di sebelah Lynea terbuka, terlihat seperti retakan dimensi. Ia mengulurkan tangannya kedalam dan mengambil set pakaian untuk Naruto, ruang dimensi itu langsung tertutup.
Naruto mengambil pakaian yang diberikan Lynea. Merentangkannya untuk melihat desainnya. Itu memang mirip tapi sedikit berbeda, lebih banyak warna hitam. Yah, yang paling penting warna orange tetap ada. Ada juga kaos jaring hitam, celana nya juga hitam, kantong kunai yang dililitkan dipaha. Kantong shuriken yang diletakkan di pinggang belakang. Sebuah lilitan perban di lengan kirinya juga.
"Ahhh benar, kenakan ini di telingamu."
"Ini? Anting?" Sebuah anting tali yang terlilit rumit diberikan ke tangannya.
"Itu adalah media yang memungkinkanku untuk mewujudkan diriku. Tenang saja hanya yang kuberikan izin yang dapat melihatku. Ini seperti roh, atau hantu." Lynea tertawa melihat ekspresi horor yang diperlihatkan Naruto ketika ia menyebut kata 'hantu'.
"Yah intinya begitu. Karena agar aku juga tidak perlu selalu menghentikan waktu untuk dapat mewujudkan diri. Dan itu juga memiliki beberapa kekuatan untuk pertahanan diri. Itu tidak akan rusak jika bukan seorang dewa yang menyerangmu dengan kekuatannya. Tapi yang lebih penting adalah, karena aku dapat selalu melihatmu dan membantumu jika dibutuhkan. Bagaimana? Kamu jadi memiliki satu orang teman lagi yang dapat diajak berbicara jika rubah besar itu sedang malas" Jelas Lynea bersemangat.
"Keren! Terima kasih." Balas Naruto syukur. Lynea tersenyum penuh kasih pada Naruto. Karena usia nya saat ini 12 tahun jadi dia sedikit pendek daei Lynea yang memang berbadan kecil walaupun dengan wujud gadis berusia 15 tahun.
Tangan Lynea mengusap kepala Naruto sayang sambil tersenyum. "Yahh, anak baik. Semoga tujuanmu tercapai"
"To tolong jangan lakukan itu" Ucap Naruto sambil mengerucutkan bibirnya dan wajah nya memerah malu.
Hahahaha
Lynea tertawa. Dan wajah Naruto semakin merengut lucu.
Sesaat kemudian ketika suasana mereda. Naruto memasangkan anting yang diberikan Lynea di kuping kanannya. Anting itu hanya satu, bukan sepasang. Warna nya merah gelap melilit rumit. Itu cukup bagus.
"Siap untuk hari ini?"
"Ooooouuuu!!!" Ucap Naruto bersemangat sambil mengepalkan tangan kanannya kedepan.
(Gambar dapat dilihat di Wattpad Author sendiri : himekaheartfilia)
(*Note: Pose by google, warna baju dan anting by Author sendiri. Dan Naruto hanya milik Masashi Kishimoto-san)
"Ayo pergi!!!"
XxxxxxxXxxxxxx
Bersambung!!!
