"Kamu marah Ya?"

"Enggak."

"Marah"

"Enggak."

"Itu cemberut"

"Pengen aja."

"Ya berarti marah kan? Jelek lho"

"Enggak! Biarin."

"Yaudah senyum coba."

"Gamau."

"Tuh kan berarti maraah"

"Ih sebel!"

"Eh? Mau kemana?"

"Gatau, aku males sama kamu!"

Bantal sofa putih terlempar, namun dengan cepat tertangkap oleh si pemuda.

"Lah, aku salah apa?"

.

.

.

Boboiboy Animonsta

Story by Me.

Rate T

Genre Romance, Drama

Warning(S) ! : Typo dimana-mana, dan tidak sesuai EYD.

Enjoy!

.

.

.

"Taufan, kamu cari Yaya kan? Tuh anaknya."

Senyum terpoles, pemuda berjaket biru itu lantas berjalan mendekati Yaya yang tengah mengobrol dengan seorang temannya.

"Yaya aku car-"

Namun lagi-lagi, gadis itu pergi, melempar tatapan jengkel padanya.

"Fan, kamu bilang dia gendut ya?" Gopal yang baru saja datang-dan-menyaksikan-kejadian-tadi menepuk pundak sahabatnya itu, merasa simpati seraya mengunyah sebuah roti.

Kening Taufan berkerut, mencoba mengingat-ngingat. "Enggak lah. Kalau bilang gitu paling kena tabok, gaakan sampe marah kayak gini."

"PMS kali"

"Enggak, udah selesai minggu kemarin"

"Buset, tau amat"

Pemuda itu menghela nafas. Bagaimana bisa ia tidak tahu. Toh selama Yaya berada dalam periode datang bulan, dirinya yang selalu jadi tumbal keganasan gadis itu. "Tau lah."

Taufan mengeluarkan ponsel nya, mengirim pesan singkat pada Yaya.

Kok masih marah sih? Jangan marah terus nanti cepet tua lho

Satu menit

Dua menit

Tiga menit

Tanda ceklis telah berubah menjadi biru, tapi Taufan tak mendapatkan balasan apapun sampai bel pulang berbunyi.

.

.

.

Demi kaus kaki Halilintar yang bau, Taufan bersumpah tidak melakukan kesalahan apapun pada Yaya selama seminggu terakhir!. Gadis itu juga terlihat sangat kesal. Tidak seperti saat dirinya memakan masakan Yaya tanpa izin, ataupun menggodanya. Taufan benar-benar bingung.

Seperti saat dirumah Yaya kemarin. Padahal ia sendiri yang minta ditemani olehnya yang sedang sendirian dirumah (Apalagi karena Bibi Yah juga menitipkannya pada Taufan) tapi malah dirinya yang di usir pergi setelah mendapat lemparan bantal.

Taufan mencoba menemuinya lagi dirumah-

"Yaya-"

BRAK!

pintu dibanting

Di Taman..

"Hei!"

Dihindari

Dikelas--

"Ada Yaya?"

"Um, dia tidur.."

...

Taufan mengacak rambutnya, frustasi melihat Yaya yang seperti itu. Apa sih salahnya, Kenapa dia jadi menghindar sebegitunya?!

Dia kenapa sih??

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

.

.

.

.

.

Holaaaa readers ku tercintaah /geplak

Maafkan daku yg baru keluar dari pertapaan. Disini daku ada cerita baru hehe, semoga aja suka.

Adakah kalian yang TauYa di sini? Ayo angkat kakii!

Cerita ini ga bakal panjang-panjang kok (mungkin) aku tunggu review nya ya!

Lope uuu 3