Bab 01 : Pertemuan
Disuatu hari yang kelam, sesosok wanita berambut pirang dengan mata yang berwarna kuning keemasan, ia juga memiliki ukuran burst yang besar, mengenakan topi baret hitam dengan jaket hitam aksen kekuningan. Namanya adalah Anis, ia adalah Nikke. Senjata dengan perwujudan gadis manusia yang diproduksi di pabrik dengan manufakture unik.
Bisa dibilang Anis adalah robot dengan kecerdasan buatan yang setara dengan manusia sesungguhnya bahkan sampai mereka bisa memiliki perasaan sendiri.
Anis dikenal sebagai Nikke yang ceria dan juga blak-blakan, mereka diciptakan untuk dikomando oleh manusia untuk mengalahkan sekumpulan robot alien yang menginvasi bumi.
Akan tetapi sebuah kejadian yang tak terduga terjadi pada Anis. Dimana Anis iba-tiba menghilang karena sebuah ledakan, bahkan alat pelacak yang tertanam di tubuh Anis tidak bisa mendeteksi keberadaan dari Anis. Hal ini dikarenakan sebelu Anis menghilang sebuah portal muncul di belakang Anis dan menariknya ke dalam.
10 jam setelah masuk ke dalam portal
Anis terbangun di sebuah kota yang tidak ia kenal.
"Ini dimana?" gumam pelan Anis kaget melihat pemandangan kota yang sangat suram dan diluar pemahamannya. Dimana terdapat banyak akar pohon aneh mengikat banyak bangunan dan mayat manusia yang sudah tidak berbentuk.
Anis yang melihat pemandangan mengerikan itu, hanya bisa diam sambil membawa granat Launcher miliknya di punggungnya dan berjalan menelusuri kota yang suram.
"Komandan dan, apa kau bisa mendengarku? Sistem mapku tidak bisa mengenali lokasi, aku saat ini aku sedang mencari lokasiku dengan GPS.
Namun jaringan internet dan satelit tempat ini agaknya sangat buruk," gumam pelan Anis sambil melirik ke sana kemari untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya dan dimana lokasinya saat ini.
Anis hanya diam karena tidak mendapatkan respone dari komandannya, "Rapi apakah kau ada di sana? Siapapun jika kalian mendengar transmisi suara ini katakan sesuatu dan berikan lokasi kalian!" seru Anis memancarkan gelombang radio ke sekitarnya untuk menyebarkan suaranya ke peralatan elektronik apa saja yang bisa menangkap sinyal Radio yang ia pancarkan.
Anis nampaknya masih menunggu jawaban dari siapapun yang mendengar suaranya. Selain itu ia juga menjelajahi kota yang tengah berada dalam kondisi Appocalyph sambil memetakan jalan yang ia lalui secara manual dan menyimpan datanya, meskipun itu akan membebani internal Memorynya karena ia tidak bisa mencadangkan datanya ke dalam memory Cloud karena jaringan internet yang lemah di lokasi baru, ia harus melakukannya, karena jika ia tidak melakukannya ia akan kehilangan aara.
Anis yang asik berjalan menelusuri kota tua tu, secara tiba-tiba dikagetkan dengan serangan mendadak oleh seekor mantis raksasa dengan tubuh yang mempunyai daging dan darah. Anis bergelinding menghindari cengkraman belalang sembah berukuran sebesar manusia itu.
Kreeek
Anis langsung bangkit mengambil senjatanya dan berlutut di tanah lalu menatap tajam sosok serangga raksasa yang punya daging yang seperti daging manusia, "Ugh," ringis Anis yang kulitnya sedikit tergores.
"Huaaa mekhluk menjijkan apa ini?" gumam pelan Anis sambil membidik dengan senjatanya, meskipun tadi sebenarnya ia sempat menerima luka goresan di tubuhnya. Namun, sepertinya dia tidak terlalu mmemikirkannya Anis saat ini lebih berfokus untuk memusnahkan musuh di hadapannya.
"Kuaaaarrrrg!" monster itu langsung berlari dan melompat ke arah Anis. Namun Anis dengan cepat memberikan serangan cepat berupa tembakan Granat Launcher yang langsung meledakkan kepala makhluk itu.
Jduaaarrrr
Anis terdiam melihat Belalang sembah yang berukuran seperti tubuh manusia dewasa itu mengeluarkan darah berwarna merah seperti halnya manusia.
"Ini sunguh tidak normal," gumam pelan Anis menganalisa hal-hal yang terjadi pada sekitarnya. Tak lama setelahnya sebuah mobil bertipe House Car bertuliskan Devil May Cry..
Mobil mewah itu berhenti di hadapan Anis dan terlihat seorang gads berambut keriting dan pria berambut putih pendek dengan tangan prostetik besi di lengan kanannya datang menghampiri Anis.
"Yo aku tidak tahu kalau masih ada orang yang berani jalan-jalan di saat dunia sekacau ini," ucap gadis berambut keriting.
"Well sebaiknya kau pulang sebelum Iblis memakanmu," tegur pria berambut putih dengan tangan prostetik dan pedang.
"Hah? Memangnya kalian ayah dan ibuku, lagipula kalau sudah seperti ini dimanapun itu tidak aman. Pergilah warga sipil aku akan menyelesaikan ini sebagai Nikke," balas Anis agak kesal.
"Aku memang bukan ayahmu, tapi aku cukup peduli akan keselamatan orang di sekitarku," balas pemuda berambut putih itu.
"Peduli? Kau bukan komandanku atau apapun, pikirkan keselamatanmu sendiri ketimbang diriku, lagi pula aku diciptakan untuk ini," balas Anis yang menegaskan perannya sebagai seorang Nikke adalah untuk mempertahankan dunia yang dalam masa kritis.
Dan baru saja Anis berkata demikian sekumpulan Pray Mantis raksasa berkumpul bahkan ada yang terbang juga.
"Nero," ucap gadis berambut keriting yang melihat sekumpulan belalang sembah yang berkumpul.
"Aku tahu Nico, sembunyilah aku akan menyerang," ucap pelan pemuda berambut putih yang ternyata bernama Nero sambill mengambil pedangnya dengan tangan kirinya.
Sementara Anis ia dengan cepat mengambil Granat Launchernya dan bersiap untuk menyerang.
"Apa kau yakin bisa bertahan melawan Demon?" tanya Nero.
"Demons? Maksudmu para Serangga mutan itu adalah Demon?" tanya Anis.
"Ya, nama spesiesnya Empusa," ucap pelan Nero yang menancapkan pedangnya ke aspal dan memutar-mutar gagangnya hingga megeluarkan suara sepedamotor yang keras dan membuat pedang itu menyala dengan hawa panas.
"Pedang yang unik," ucap pelan Anis.
"Heh ini masih belum seberapa," ungkap Nero sambil bersiap menyerang
Benar saja, belum juga sepuluh detik Nero bicara, Monster belalang sembah yang disebut Nero sebagai Demon langsung melompat dan menyerang dengan tangannya seperti pengait bergerigi.
Anis yang melihat itu langsung berlutut dan menembakkan senjatanya yang merupakan peluncur granat berkecepatan tinggi.
Boooom
Dada dari Demon itu pecah karena ledakan peluru granat high explosive.
"Ohoho Yeah! Thats rock Baby! Now My Turn..." ucap Nero dengan penuh semangat dan melesat, ia dengan cepat menebas dan membelah tubuh para Demon dengan pedangnya yang berbunyi seperti mesin sepeda motor itu.
Anis yang kaget terdiam, ia tidak menyangka ada manusia yang bisa bergerak dengan kecepatan yang setara dengan para Nikke dan Robot Alien ganas di dunianya.
"Mustahil, apa dia itu benar-benar manusia?" tanya Anis pada dirinya sendiri ketika melihat Nero dengan mudahnya menebas dan menyerang di udara, dengan menebas dan memberikan kombo berkali-kali pada musuh di udara dengan pedangnya yang dilanjutkan dengan serangan Graple Gun yang menarik musuh yang berada jauh dari jangkauannya Nero.
Selain itu, dengan pedangnya yang panas, para Demon nampak mengalami luka bakar yang serius ketika terkena serangan Nero.
"Yeahh hahaha!!" seru Nero yang langsug menembakkan beberapa peluru dari pistol Magnum tipe revolver dan meledakkan beberapa kepala iblis dengan mudahnya. Tak lupa ia juga menggunakan tangan prostetik atau tangan kanannya unuk memberikan serangan berupa kejutan listrik.
Tak mau kalah. Anis akhirnya mengkokang senjatanya dan mulai membidik, lalu Boom, satu 3 musuh tumbang karena Granat Launcher dari Aniss
Bersambung
image1.png
