Hello, its been a while...

DISCLAIMER: I don't own the series. Everything belongs to Bandai Namco and Sunrise.


03. Disguise (1)

Athrun Zala hanya bisa menghela napas, dia tidak tahu apa yang menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Mereka mengantri untuk sebuah minuman yang sedang viral atau terkenal di salah satu Food Truck yang ada di taman di ORB Union. Di tengah pertemuannya dengan Cagalli untuk membicarakan urusan pekerjaan secara tidak terduga Cagalli meminta bertemu di area yang sangat ramai. Sehingga Cagalli pun mau tidak mau harus menggunakan penyamaran.

Boba Tea, itu yang Cagalli bilang. Dia ingin mencoba minuman yang sedang viral di masyarakat dan dibicarakan para staf muda ditengah jam istirahatnya. Bahkan Miriallia dan Ssigh turut mengambil peran dalam mempengaruhi Cagalli. Athrun memperhatikan cara penyajian dan wujud minuman itu dengan seksama. Variasi rasa minuman yang kemudian pembelinya bisa memilih tingkat rasa manis dan jumlah es, serta taburan atau isi yang ingin diberikan. Melihat wujud minuman dan variasi tingkat manis minuman itu membuat Athrun bertanya-tanya dan tanpa sadar mengkalkulasikan jumlah konsumsi gula yang sudah diambil, ditambah….gulanya belum tentu 100% dari gula tebu asli.

"Ini pesananmu, satu boba milk tea dengan tingkat kemanisan sedang dan earl grey ice tea tanpa gula dan topping," ujar salah satu penjualnya memberikan minuman tersebut kepada Athrun dan tidak lupa kedipan sambil tersenyum manis. Athrun hanya membalas dengan tersenyum kecil tanpa mengatakan apapun dan segera menuju tempat Cagalli menunggu.

Dia tahu apa yang dia lakukan sangat beresiko. Dia meninggalkan Cagalli seorang diri. Namun dia juga tidak mau mengambil resiko membiarkan Cagalli memesan minuman itu seorang diri dan kemungkinan dia ketahuan cukup besar ditambah antrian yang cukup panjang. Untungnya Cagalli menunggu di salah satu meja dan kursi yang disediakan food truck tersebut, dibelakang truk tersebut agak tersembunyi tertutup oleh semak-semak yang tidak terlalu tinggi.

"Haaah….~" Athrun menghela napas, dia harus menegur Cagalli untuk situasi seperti ini. Dan untuk hari ini juga, Cagalli meminta Athrun menyamar. Tidak sepenuhnya menyamar untuk Athrun karena dia hanya mengganti pakaian yang biasa dia kenakan untuk kerja ke pakaian yang lebih….casual? Turtle neck berwarna hijau army beserta trench coat abu-abu hingga lututnya serta celana bahan berwarna hitam keabu-abuan. Sungguh hanya pakaian yang biasa dia kenakan di waktu kosongnya. Dia lalu melihat Cagalli yang sedang asyik menikmati pemandangan yang ada tidak jauh dari food truck tersebut sambil tersenyum lembut begitu pula tatapannya dibalik kacamata yang tidak terlalu gelap yang dikenakannya.

Athrun melihat ke arah tatapan mata amber tersebut. Sebuah lapangan hijau di taman yang sangat luas dan banyak keluarga yang sedang piknik dan anak-anak yang sedang bermain. Bermain dengan orang tuanya ataupun dengan anak-anak lainnya. Tidak lupa suara dan teriakan yang terdengar. Athrun tahu alasan Cagalli ingin kemari. Tidak hanya mencoba minuman, tapi dia juga ingin lihat bagaimana kondisi masyarakat ORB Union. Setidaknya, dia dapat melihat senyum Cagalli. Cagalli menyamar dengan mengenakan newsboy hat berwarna coklat, dengan kemeja bermotif garis kotak-kotak, one piece dress tanpa lengan sebagai outer sepanjang 7/8 berwarna senada dengan topinya dan stocking hitam dan chelsea boots bewarna hitam, serta kacamata hitam dengan frame cukup tebal namun shade hitamnya yang tidak terlalu gelap. Athrun tidak suka dengan ide Cagalli menyamar apalagi dengan rambutnya yang pirang yang tentunya akan diketahui orang-orang dengan mudah. Namun, entah mengapa Athrun melihat penyamaran Cagalli saat ini, sangat natural dan…imut. Dia terlihat cantik dimata Athrun. Bahkan terlihat seperti gadis remaja berusia 15 atau 16 tahun. Bahkan sempat ada beberapa orang yang lewat memperhatikan Cagalli dan terutama untuk kaum Adam, Athrun segera memberikan tatapan peringatan yang tentunya langsung disadari mereka kalau gadis itu tidak sendirian.

"Ini," ucap Athrun menaruh minumann pesanan Cagalli di hadapan Cagalli. Tentunya langsung disambut senyum bahagia oleh Cagalli. "Maaf membuatmu menunggu lama," tambahnya.

"Terima kasih Ath!" seru Cagalli lalu dia melihat Athrun yang duduk dihadapannya dan meminum minumannya yang hanya berupa…..air teh? "Kau hanya memesan air teh?" tanyanya.

"Earl grey," koreksi Athrun yang cukup puas dengan rasanya.

"Kau tahu kalau minuman mereka yang populer itu, ini kan?" ucap Cagalli sambil menunjuk minuman miliknya.

"Err…ya..?"

"Haah, aku kira aku akan dapat menikmatinya bersama denganmu, tapi kamu malah memesan yang lain," ucap Cagalli kecewa. "Padahal ini hanya milk tea. Susu dan teh, kau tahu itu bukan?"

"Mungkin kau bisa ceritakan kepadaku seperti apa rasanya," ucap Athrun tersenyum kecil melihat sikap kekanak-kanakan Cagalli yang sebetulnya tidak membuatnya bosan untuk..bercanda dengannya.

"Baiklah. Lagipula aku tahu benar seleramu itu apa, Tuan Muda," ucap Cagalli dan mulai meminum minumannya.

Athrun bisa melihat dengan jelas dibalik kacamata yang dikenakannya, mata Cagalli membulat sempurna dan terlihat terkejut dan kemudian Athrun bisa melihat alis Cagalli yang saling bertauatan seakan-akan ada rasa yang aneh. Ekspresi Cagalli seperti anak kecil yang baru mencoba makanan baru. Dia lalu mengunyah beberapa boba, bola jeli dari tapioka dan tersenyum.

'Imut', pikir Athrun. Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau orang-orang tahu pemimpin negara mereka ada di tengah kota menikmati minuman yang katanya populer ini. Athrun juga tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau para anggota parlemen lainnya mengetahuinya. Setidaknya dia bersyukur kalau dia dan Cagalli sekarang sedang menyamar. "Jadi bagaimana rasanya?" tanya Athrun.

Cagalli melihat minumannya dan ia lalu tersenyum. "Ini," dia memberikan minumannya kepada Athrun. "Kita bertukar, sekarang kamu mencobanya," ucap Cagalli.

"Hah?"

"Oh ayolah Ath!"

"Tapi, kau.." Athrun agak panik karena kalau dia meminum bagian Cagalli dari sedotan yang sama maka akan memalukan karena indirect kiss dari sedotan tersebut apalagi Athrun dapat lihat sedikit warna lipstick Cagalli yang tertinggal di sedotan tersebut. Namun, kelihatannya dia tidak bisa beradu argumen dengan Cagalli untuk saat ini. "Haah…baiklah..," Athrun memberikan minumannya kepada Cagalli.

Ketika Athrun mulai meminumnya dan menyedotnya dia langsung terkejut. Tidak hanya karena rasa boba yang sudah bercampur dengan rasa manis. Namun, rasa manis yang mengenai tenggorokannya yang bisa dibilang terlalu manis. Sungguh, jumlah gula yang diberikan tentunya melebihi jumlah asupan gula harian yang direkomendasikan. Athrun langsung terbatuk-batuk. Cagalli hanya tertawa kecil dan tersenyum sambil meminum earl grey tea milik Athrun.

"Bagaimana?" tanya Cagalli.

Athrun lalu melihat Cagalli yang meminum minuman miliknya dan dia tahu benar apa yang ada di pikiran Cagalli. "Uhuk, terlalu manis. Bagaimana bisa kau tahan dengan rasanya?" tanya Athrun.

"Hmm, kurasa aku perlu membawa topik makanan populer ini ke kabinet terutama dampaknya ke kesahatan," ucap Cagalli.

Dia lalu teringat dengan pertanyaan Athrun ketika melihat Athrun memberikan tanda untuk memberikan minumannya disela dirinya yang terbatuk-batuk dan mencoba menghilangkan rasa manis di tenggorokannya. "Oh, karena aku tahu ada yang menetralkan rasanya," ucap Cagalli sambil mengangkat sedikit minuman Athrun yang Cagalli tahu, Athrun tidak meminta gula untuk minumannya. "Kutarik ucapanmu sebelumnya. Ternyata kau memilih pesanan yang tepat," dengan senyuman bangga.


Inspiration: Cagalli and Athrun's Fanart in X and Ayato Genshin Impact (he shared the same VAs with Athrun and he likes Boba)

please leave a review if you want to. It might lighten up my mind and feelings.

F.A