Prisoner in Hell
Main Character: Oh Sehun, Kim Jongin.
Summary: Jongin seorang manusia biasa yang menjadi tahanan di kerajaan vampir untuk menjadi 'santapan' bagi sang Raja vampir yang sadis. Bagi para bangsawan vampir, rasa darah manusia akan menjadi sangat lezat jika sang pemilik darah terangsang.
• • •
Pada tahun 1970, bulan 4, tanggal 12.
Di kerajaan Winterian, sang Raja vampir yang ke-4 dinyatakan tiada akibat pembunuhan berencana yang dilakukan oleh sang Putra Mahkota untuk merebut takhta yang diidamkannya selama lebih dari 100 tahun lamanya. Setelah kematian sang Raja vampir, Oh Sehun—sang Putra Mahkota pun menggantikan posisi ayahnya menjadi seorang Raja vampir yang ke-5.
Para bangsawan vampir tentu saja terbagi menjadi dua golongan, ada golongan yang kontra dan golongan yang pro atas kenaikan takhta sang Putra Mahkota dengan cara yang kejam itu. Namun, semua bangsawan vampir tak berani ada yang menyatakan diri mereka menjadi golongan kontra karena Sehun menyatakan bahwa ia akan memberi hukuman penggal kepada mereka yang berani menentangnya.
Dan saat ia tahu jika ada rakyatnya yang berani menentangnya, dia tidak akan segan untuk memenggal kepala mereka satu per satu dengan tangannya sendiri.
• • •
Pada tahun 1972, bulan 2, tanggal 3.
Di kerajaan Algerian, sang Raja manusia menyatakan perang kepada kerajaan Winterian setelah beberapa rakyatnya menjadi korban keganasan para vampir dengan meminum darah mereka hingga mati karena kehabisan darah. Choi Siwon—sang Raja manusia mengumumkan kepada rakyatnya untuk ikut berperang dengan pasukan militer kerajaan untuk menyerang Winterian.
Mereka semua tidak tahu jika pilihan mereka untuk memerangi kaum vampir adalah pilihan yang sangat salah karena dibandingkan dengan kekuatan militer mereka, tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan yang dimiliki oleh tubuh vampir.
Setelah Oh Sehun menerima pernyataan perang dari Choi Siwon, mereka berdua pun setuju untuk melakukan perang penghabisan darah di malam gerhana. Dan mereka membuat perjanjian, jika salah satu diantara mereka kalah, maka mereka harus mengabulkan permintaan dari pihak yang memenangkan perang.
• • •
Pada tahun 1972, bulan 6, tanggal 7.
Seperti yang diharapkan Oh Sehun, kerajaan Winterian memenangkan perang yang berlangsung lama itu. Setelah kehilangan ratusan vampir selama perang, akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil. Maka dari itu, Sehun menemui Siwon untuk memberitahunya permintaan yang harus dikabulkan sesuai perjanjian awal mereka.
"Jadi apa yang kamu inginkan? Jika kamu menginginkan harta, aku akan memberikannya padamu peti emas milik kerajaan Algerian! Jika kamu ingin manusia, aku akan memberikanmu wanita tercantik di Algerian! Jadi cepat katakan apa maumu!!" ucap Siwon pada Raja vampir yang tengah tersenyum tipis padanya.
"Aku tidak menginginkan semua itu..." bisik Sehun di telinganya, "...yang kuinginkan adalah seorang laki-laki cantik dan tentu saja berasal dari kaummu. Setelah ratusan tahun aku hidup, aku bosan dengan wanita, jadi kali ini aku ingin bermain-main dengan laki-laki."
Mendengar jawaban dari Raja vampir tentu saja membuat Siwon syok. Dia baru tahu jika selain licik, serakah dan berdarah dingin, ternyata vampir itu juga seorang penyuka sesama jenis.
"Aku akan memberikannya padamu. Seperti apa ciri-ciri dari laki-laki yang kamu inginkan selain parasnya yang cantik?" tanya Siwon dengan mata tajamnya mengawasi Sehun yang sedang menggoreskan ujung pedangnya pada tanah di bawahnya.
"Ciri-cirinya, ya? Aku ingin dia memiliki wajah yang cantik, kulitnya berwarna karamel karena aku bosan melihat kulit berwarna putih pucat dan juga aku ingin dia masih perawan."
"Itu tidak sulit. Aku akan membawakannya padamu dalam seminggu, Oh Sehun."
•••
Pada tahun 1972, bulan 6, tanggal 14.
Seperti yang dijanjikan oleh Raja manusia kepadanya, Siwon sungguh mendatangkannya seorang laki-laki dari kaumnya ke kerajaan Winterian. Laki-laki itu berdiri di depan kursi singgasananya dengan wajah tertunduk ke bawah dan seluruh badan yang gemetar.
Sehun mengamati penampilan laki-laki itu. Pakaian yang dikenakannya sama seperti pakaian yang biasanya dikenakan oleh para selir laki-laki di kerajaan Algerian. Pakaian yang lebih mirip seperti kain selendang yang di lilitkan pada tubuh, cocok untuk pakaian seorang penari. Kulitnya yang tak tertutup oleh kain pakaiannya menampilkan warna karamel eksotis, berbanding terbalik dengan rambutnya yang berwarna pirang cerah. Laki-laki itu memang sama persis seperti ciri-ciri yang Sehun berikan pada Siwon.
Awalnya melihat penampilan laki-laki itu tidak membuat Sehun tertarik, namun saat laki-laki itu akhirnya berani untuk mengangkat wajahnya dan menatap ke arahnya, Sehun tertegun melihat wajah yang dimiliki oleh laki-laki itu.
Hanya satu kata, cantik.
Walaupun bangsa vampir dikenal memiliki wajah yang rupawan karena mereka terlahir untuk memangsa dengan memperdaya mangsa mereka menggunakan wajah mereka, namun pada kenyataannya, Sehun belum pernah melihat wajah dari kaumnya yang bisa mengalahkan kecantikan dari wajah manusia yang ada di hadapannya ini.
"Siapa namamu?" tanya Sehun dengan suaranya yang sedikit dingin. Laki-laki itu memainkan jemari tangannya dengan gugup, menggigit bibir bawahnya pelan. "Nama saya Kim Jongin," cicitnya takut.
Sehun menopang dagunya dengan telapak tangannya, bibirnya membentuk sebuah seeringaian miring. "Berapa usiamu? Jika dilihat dari penampilanmu, sepertinya kamu masih remaja."
Pipi Jongin memerah mendengar pernyataan sang Raja vampir mengenai penampilannya yang seperti seorang remaja, dia bukan remaja. "Sa-Saya bukan seorang remaja. Usia saya 24 tahun, Y-Yang Mulia."
"Oh, benarkah? Menarik. Kupikir kamu seorang remaja yang bahkan belum tumbuh bulu di tubuhmu."
"Ti-Tidak, Yang Mulia." Seluruh wajah Jongin memerah karena malu. Dia belum pernah merasa semalu ini di dalam hidupnya, terlebih lagi pelaku yang membuatnya merasa malu adalah seorang Raja. Ya, Raja vampir!
Sehun bangkit dari kursi singgasananya dan berjalan menuju pengawal pribadinya yang berdiri di samping kanan kursi singgasana.
"Antarkan dia ke kamar tidur yang sudah disiapkan. Dan saat matahari terbenam, dandani dia semenarik mungkin sebelum membawanya ke kamar tidurku," ucap Sehun kepada pengawal pribadinya itu.
"Baiklah, Yang Mulia."
•••
Tepat setelah matahari terbenam, Jongin yang sedang duduk di sisi ranjang barunya dengan perasaan gelisah itu pun terkejut saat sejumlah dayang memasuki kamar tidurnya dengan membawa banyak sekali barang di tangan mereka.
"Kami akan mendandani Anda semenarik mungkin seperti yang diinginkan oleh Yang Mulia!" ucap para dayang itu padanya.
"Y-Ya... Mohon bantuannya," sahut Jongin ragu.
Jongin diberikan sebuah pakaian yang menurutnya cukup vulgar untuk dikenakan di sekitar kerajaan, yaitu sebuah gaun malam berwarna hitam yang jika terkena cahaya maka gaun itu akan menerawangkan lekuk tubuhnya. Lagi pula Jongin juga seorang laki-laki, tapi dia malah disuruh memakai gaun yang harusnya dipakai oleh wanita.
Setelah memakai gaun itu dengan terpaksa, Jongin duduk di sebuah kursi yang menghadap meja rias. Para dayang menata rambut pirang Jongin dan merias matanya. Begitu mereka selesai mendandani Jongin, mereka semua tersenyum kagum dengan hasil mahakarya mereka. Jongin sangat cantik meskipun dia seorang laki-laki.
"Yang Mulia pasti akan menyukainya," ujar salah satu dayang sembari menatap wajah Jongin dengan rasa terpukau.
Tak lama kemudian, pengawal pribadi Raja vampir datang memasuki kamar tidur Jongin dan para dayang langsung menghapus senyum di bibir mereka.
"Yang Mulia Raja telah menunggu Anda untuk datang ke kamar tidurnya. Saya harap, Anda dapat memuaskan Yang Mulia."
Jongin bangkit dari kursinya dan tergagap, "Me-Memuaskan dengan cara apa?"
Pengawal pribadi Raja vampir pun menjawab dengan suara sedingin esnya, "Tentu saja dengan tubuhmu dan juga darahmu, manusia."
Jongin terlalu polos untuk dijadikan mainan oleh seorang Raja vampir yang terkena gila seks itu, Oh Sehun dikenal sebagai hewan buas saat berada di ranjang. Dan tak ada satupun dari mereka yang pernah menghabiskan malam bersama dengannya menganggap seks mereka menyenangkan.
"Sa-Saya..." Jongin berjalan menghampiri pengawal pribadi Raja vampir dengan mata almondnya yang berkaca-kaca. "Saya masih perawan. Saya tidak punya pengalaman di ranjang dengan siapapun, jadi bagaimana caranya saya bisa memuaskan Raja dengan tu-tubuh saya jika saya tidak punya pengalaman?"
Park Chanyeol, si pengawal pribadi Raja vampir mengamati penampilan manusia di hadapannya tanpa ekspresi. Dilihat dari penampilan Jongin yang begitu menarik seperti ini tentu saja Rajanya akan sangat suka.
"Cukup pasang wajah kesakitan, maka Yang Mulia akan menikmatinya," kata vampir bertubuh tinggi itu diakhiri seringaian meledek.
Jongin menggigil, meremas ujung gaun malamnya dengan tangan gemetar. "Sa-Saya takut Tuan..."
"Aroma darahmu sekarang wangi," Chanyeol melangkahkan kakinya selangkah lebih dekat dengan Jongin, "Dan aroma darahmu akan semakin wangi lagi nanti saat Yang Mulia menyentuhmu."
Jongin terkesiap, "A-Apa maksud Anda?"
"Biarkan Yang Mulia menelan setiap tetes darah Anda dengan aroma dan rasa yang sangat lezat agar Yang Mulia menikmatinya."
"Bagaimana caranya?"
"Caranya mudah. Ketika tubuh Anda sangat terangsang maka adrenalin di tubuh Anda meningkat pesat dan membuat darah Anda jauh lebih lezat dari sebelumnya."
"Itu tidak mungkin," sangkal Jongin.
Chanyeol terkekeh, menaruh ibu jarinya di bawah dagu Jongin dan mengangkat dagu Jongin ke atas agar pemuda itu mendongak. Chanyeol mengeluarkan sebuah botol kaca berwarna bening yang berisi cairan berwarna merah muda dan membuka tutup botolnya dengan satu tangan, lalu mengarahkan botol yang telah terbuka pada mulut Jongin.
"Minum ini untuk membantu Anda merasa terangsang," ujar Chanyeol seperti sebuah bisikan yang mematikan. Jongin meneguk ludahnya yang tertahan di pangkal tenggorokkannya. Meski ragu, Jongin membuka bibirnya agar cairan dari botol kaca itu dapat masuk ke dalam mulutnya.
Rasa dari cairan aneh itu pahit. Jongin meringis setelah menegak semua cairan yang ada di dalam botol kaca berukuran jari kelingking itu. Chanyeol tersenyum puas, menjatuhkan botol kaca yang dipegangnya ke lantai.
Napas Jongin terengah-engah saat ibu jari Chanyeol terlepas dari dagunya. Jongin memandang ke lantai bersamaan dengan rasa panas yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya. Seperti ada ribuan kupu-kupu bersarang di perutnya.
"Rupanya sudah bekerja ya?" Chanyeol mendengus melihat laki-laki berambut pirang itu kini menatapnya dengan mata sayunya yang dikabuti oleh nafsu.
•
•
•
TO BE CONTINUE
