Hello, its been a while...

DISCLAIMER: I don't own the series. Everything belong to Bandai Namco and Sunrise.


Plauderei: 1. Weather

Cagalli hanya tersenyum-senyum melihat sosok pria yang ditampilkan di layar komputernya. Athrun Zala, seorang pria yang sudah dia kenal baik selama kurang lebih empat tahun dan sekarang akhirnya memutuskan untuk berada disisinya, tampak berbeda dengan penampilan barunya. Cagalli menugaskan Athrun secara khusus ke Terminal. Sebagai agen dan investigator yang tidak diduga olehnya sesuai dengan kemampuan dan karakter Athrun. Dia penasaran mengapa sejak awal Athrun tidak bergabung ke divisi intelijen. Mereka akan diuntungkan dengan adanya agen serba bisa seperti Athrun.

"Kenapa tersenyum?" tanya Athrun. "Apa ada yang aneh?"

Cagalli menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya saja kelihatannya kau berbeda?"

"Berbeda?" Athrun mengangkat salah satu alisnya.

Cagalli tertawa kecil, "Ingin rasanya aku memperlihatkan situasimu sekarang ke Kira dan Lacus. Namun, aku yakin itu akan membuatmu kesal."

Athrun menghentikan aktivitasnya, "Cagalli, kau tidak tahu betapa panasnya cuaca disini bahkan sistem sirkulasi udara di Cavalier tidak membantu! Aku harus mengevaluasinya dengan Chief Engineering Simmons sekembali ke ORB!" seru Athrun.

Tawa Cagalli semakin kencang. "Athrun Zala memakai kipas dengan dua buah kipas angin kecil disisi kanan kirimu itu sungguh pemandangan yang sangat tidak mungkin terjadi Ath! Untung kita sedang menggunakan saluran komunikasi pribadi. Entah kalau kita sedang rapat dengan yang lainnya."

Athrun merengut. Cagalli memberikan misi kepadanya untuk memantau area kecil di Eurasia, dan Malta menjadi salah satu area yang harus dia periksa. Namun, ternyata cuaca di Malta sangat panas. Walau Negara tersebut memiliki kota yang tidak kalah Indahnya dengan Italia dan Yunani. Namun, Athrun tidak tahan dengan suhunya.

"Kau belum terbiasa dengan suhu di Bumi?" tanya Cagalli.

"Bukan begitu, hanya saja aku tidak menyangka daerah ini memiliki suhu yang hampir sama dengan beberapa Negara di Asia dan Polynesia. Padahal Negara ini bukan negara Tropis," ucap Athrun yang melonggarkan dasinya. Cagalli hanya tertawa. "Oh ayolah Cags! Kau tahu betapa rasanya aku ingin segera menyelesaikan misi ini dan kembali ke ORB?"

"Baru dua hari dan kau sudah komplain? Kurasa aku harus mengevaluasi kinerjamu kalau begitu Ath," ucap Cagalli dengan nada iseng. "Dan kau ingin pulang hanya karena cuaca?"

Athrun memukul pelan dahinya. Dia terdengar seperti anak kecil yang protes karena dibawa ke tempat yang tidak disukainya. Sekarang dia malah mengatakan kalimat yang tidak pantas dia ucapkan ke atasannya sekaligus kekasihnya. "Aku tidak bermaksud begitu Cags, kau tahu kalau aku-" Athrun mencoba memikirkan kalimat yang pantas dan dia merasa kalau cuaca panas di Malta benar-benar mempengaruhi kondisinya terutama suasana hatinya.

Cagalli hanya tersenyum. "Iya, aku tahu. Hanya saja, selesaikan pekerjaanmu dengan baik dan kau juga tahu aku selalu menunggu kepulanganmu disini," ucap Cagalli. Cagalli tahu, Athrun selalu berusaha untuknya, untuk mimpi mereka. Walau awalnya buat Cagalli itu aneh dan enggan untuk menerima apa yang Athrun utarakan, namun Cagalli mencoba memahaminya. Dia mencoba berada di posisi Athrun dan walau dia tahu itu berat dia mencoba untuk menjalaninya. "Lebih baik kau sekarang beristirahat dan minum air yang banyak serta memakan sedikit garam untuk cegah dehidrasi. Jangan lupa mandi dan ganti pakaianmu itu kalau tidak mau sakit!"

"Siap, Representative," ucap Athrun yang sudah tidak tahu harus merespon apa dan tanpa diminta segera mematikan koneksinya. Cagalli hanya tertawa kelihatannya Athrun memang tidak tahan dengan cuaca panas.


I wonder why I end up writing fanfic in the middle of my RL tasks.

But, please leave a review if you want to. It might be lighten up my mind and feeling.

F.A