Neji menggendong Tenten ala bridal style ke tempat para selir dan dayang untuk dirawat disana, kemudian dia kembali ke tempat Gaara dan disambut oleh Gaara yang panik dan Shizune yang sudah siap merawat luka-lukanya. Setelah Shizune selesai merawat luka-lukanya dan pergi, Neji dan Gaara bercinta sebagai hadiah ulang tahun Gaara. Setelah selesai bercinta, Gaara membahas serangan gerombolan ninja tadi pada Neji.

"Menurutmu siapa yang ingin membunuhku dan Permaisuri, sayang? Mereka tahu aku sedang berlibur disini, pasti ada orang dalam yang ingin menggulingkan kekuasaanku." Kata Gaara pada Neji yang sedang berbaring di perutnya.

"Entahlah Tuanku, yang pasti kita harus menyelidiki semua orang yang berada di dalam istana." Jawab Neji.

"Kau benar, sayang. Tolong kau selidiki, siapa saja yang berniat makar padaku di dalam istana, lalu laporkan padaku. Kau harus melakukannya sendiri, Neji. Jangan melibatkan teman-temanmu. Aku khawatir mereka ikut dalam kelompok pengkhianat ini." Perintah Gaara.

"Baik, Tuanku. Hamba akan menyelidiki semua orang tanpa terkecuali." Jawab Neji, yang dibalas dengan kecupan oleh Gaara.

"Omong-omong, pujianmu kepada Permaisuri tadi… Itu tidak serius kan?" Tanya Gaara, Gaara cemburu pada Tenten karena mendapatkan pujian setinggi itu dari Neji. Padahal Neji tidak pernah memujinya atau orang lain dan itu pertama kalinya Gaara mendengar Neji memuji seseorang.

"Tentu tidak Tuanku, itu hanya bentuk penghargaan dari hamba untuk Permaisuri, karena kemampuan beliau memainkan senjata jauh diatas hamba yang laki-laki. Lagipula, anda tahu kan, kepada siapa hamba memberikan kasih sayang dan kesetiaan hamba?" Kata Neji menggoda seraya bangun dari tubuh Gaara dan mendekati Gaara.

Gaara tersenyum dan mencium bibir Neji, kemudian mereka berdua menghabiskan malam itu dengan bercinta lagi…

-0-

Akhirnya terkuak bahwa dalang penyerangan Gaara beserta permaisuri dan selir-selirnya adalah Perdana Menteri Gaara sendiri dibantu oleh para Menteri. Lalu Gaara membunuh mereka semua dengan cara mengadakan pesta jamuan besar khusus untuk mereka dan membuat mereka semua mabuk. Setelah itu, Neji beserta seluruh anak buahnya membantai mereka tanpa ampun di tempat hingga semua tewas. Tidak hanya itu, Gaara juga menangkap seluruh keluarga mereka dan membunuh mereka semua. Gaara memang dikenal sebagai raja yang kejam dan tak punya hati. Kemudian Gaara mengangkat Neji sebagai Perdana Menteri merangkap Jenderal, yang tentu saja diprotes oleh Neji. Neji baru mau menerima rangkap jabatan itu setelah Gaara membujuknya (lebih tepatnya mengancamnya) di tempat tidur.

Tidak terasa tujuh tahun pun berlalu sejak insiden penyerangan itu. Di bawah pimpinan Gaara dibantu Neji, kerajaan Suna mencapai puncak kejayaan dan kemakmurannya. Rakyat hidup sejahtera dan berkecukupan, semua aman dan terkendali. Hanya satu masalah yang tersisa bagi Gaara sekarang, yaitu ketiadaan pewaris tahta.

Gaara sudah berkali-kali ditanyai oleh mertuanya, Hashirama Senju dan Mito Senju, kapan mereka akan memiliki cucu, mengingat Gaara dan Tenten sudah menikah lebih dari 10 tahun (Tenten berusia 17 tahun dan Gaara berusia 32 tahun ketika mereka menikah). Gaara bingung karena dia sendiri sama sekali tidak tertarik pada Tenten, sementara tuntutan untuk memiliki pewaris tahta semakin menekan dari mertuanya. Sebenarnya kata-kata mertuanya benar, untuk mempertahankan kerajaannya, dia harus memiliki anak. Apalagi anaknya nanti akan mewarisi tahta dua kerajaan besar di daratan China, yaitu Konoha dan Suna. Gaara bingung bagaimana caranya agar Tenten bisa punya anak tanpa Gaara harus menyentuhnya.

Lalu mendadak ide gila muncul di kepalanya...

"Neji sayang, kau sudah berjanji padaku untuk melakukan segala perintahku dan mengabulkan apapun keinginanku kan?" tanya Gaara pada suatu malam, setelah mereka bercinta.

"Tentu tuanku, apapun yang kau inginkan dan kau perintahkan, akan hamba wujudkan." Kata Neji seraya bersandar pada bahu Gaara.

"Mertuaku yang cerewet itu selalu bertanya kapan dia bisa menimang cucu. Yah kau paham sayang, aku tidak tertarik pada Permaisuri dan pernikahan kami dulu hanyalah perjodohan. Tapi benar apa kata Hashirama, cucunya kelak akan mewarisi 2 kerajaan besar, yaitu Konoha dan Suna. Tapi sayangnya aku tidak berhasrat pada Permaisuri. Aku berpikir untuk menyuruh seorang pria meniduri Permaisuri supaya Permaisuri bisa memiliki anak tanpa aku harus menyentuhnya." Curhat Gaara.

"Anda ingin hamba mencarikan pria yang beruntung itu, Tuanku?" Tanya Neji sambil mengelus dada Gaara.

"Tidak perlu, pria beruntung itu adalah kau, Neji." Jawab Gaara tegas.

Neji terkejut setengah mati mendengar kata-kata Gaara.

"Hamba tidak bisa melakukannya, Tuan!" Balas Neji tiba-tiba sambil duduk secara mendadak.

"Kumohon sayang, hanya kau satu-satunya orang yang kupercaya di dunia ini. Aku yakin kau pasti bisa memberinya anak. Apalagi, dia seumuran dengan adikmu, dia lebih muda 5 tahun darimu. Aku yakin kalian cocok." Bujuk Gaara.

"Hamba tidak bisa meniduri Permaisuri, Tuanku! Apa kata orang jika mereka tahu hamba tidur dengan anda dan juga Permaisuri? Apalagi Permaisuri sangat membenci hamba! Beliau tidak akan sudi hamba sentuh!" Seru Neji dengan mata berkaca-kaca.

"Aku akan memenggal siapapun yang berkata buruk tentangmu dan Permaisuri, besok aku akan menemui Permaisuri untuk membicarakan masalah ini." Kata Gaara dingin.

"Tapi..."

"Tidak ada kata 'tapi', Neji! Jika kau menolak perintahku, akan kupastikan Hinata dan Hanabi besok pagi hanya akan tinggal nama! Apa kau ingin kedua adikmu yang benar-benar kau sayangi itu menjadi makanan anjing istana?" ancam Gaara dengan nada yang berbahaya. Ya, Hinata dan Hanabi adalah kelemahan terbesar Neji.

"Baik Tuanku, hamba... hamba akan menggauli Permaisuri." Jawab Neji lirih sambil menunduk dan berusaha mati-matian agar airmatanya tidak tumpah.

"Baguslah. Kau tahu Neji? Sebenarnya aku juga tak ingin kau tidur dengan Permaisuri. Tetapi hanya kau satu-satunya orang yang kupercaya di dunia ini dan mengingat kebencian Permaisuri yang begitu besar padamu, aku yakin kalian tidak akan saling jatuh cinta setelah melakukan ritual." Kata Gaara mengakhiri percakapan itu.

-0-

Keesokan harinya, Tenten sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut Gaara yang akan datang ke istananya. Ini pertama kalinya Gaara datang ke istananya tanpa agenda apapun, karena biasanya Gaara mengunjungi Tenten hanya pada saat kedua orang tua Tenten datang atau ketika ada raja dari kerajaan lain berkunjung. Selain itu, Gaara tidak pernah sekalipun berkunjung ke istananya, walaupun hanya untuk menjenguk Tenten yang sakit.

Setelah memakai pakaian yang cukup seksi dan menawan serta berdandan dan menggunakan parfum, Tenten menyambut Gaara di istana Permaisuri, di paviliun yang disediakan khusus untuk Kaisar dan Permaisuri. Istana Permaisuri memiliki 3 paviliun, satu sebagai tempat tinggal Permaisuri dan para pelayannya sehari-hari, satu khusus untuk Kaisar dan Permaisuri jika Kaisar mengunjungi Permaisuri, dan satunya khusus untuk tamu. Tenten menjamu Gaara dengan makanan kesukaan Gaara, daging panggang dan menghias istananya dengan kaktus, tanaman kesukaan Gaara.

"Makanan buatanmu enak, Permaisuri." Puji Gaara.

"Terima kasih atas pujian anda, Yang Mulia." Kata Tenten lembut. Dia benar-benar berharap bahwa kunjungan Gaara ini adalah tanda jika Gaara mulai menjadi lelaki normal dan menganggapnya sebagai seorang istri, bukan hanya pelengkap dan pesuruhnya.

Setelah selesai makan siang, Tenten menyuruh para dayang keluar dan dia berusaha menggoda Gaara dengan membuka pakaian bagian atasnya dan duduk di pangkuan Gaara. Namun sebelum sempat melepas seluruh pakaian atasnya, Gaara menangkap tangan Tenten.

"Tidak usah repot-repot melakukan ini, Permaisuri. Kau tahu bahwa aku tidak akan pernah tergoda padamu." Kata Gaara dingin. Mendengar itu, hati Tenten terasa seperti ditusuk pisau. Dengan terpaksa, Tenten memakai kembali bajunya dan berdiri dari pangkuan Gaara.

"Ada keperluan apa, Yang Mulia? Tidak biasanya anda kesini tanpa ada alasan khusus." Tanya Tenten dengan suara tercekat.

"Ayahmu sudah beberapa kali menanyakan kapan kita akan punya anak, Permaisuri. Namun kita tahu pasti, bahwa aku tidak bisa memiliki anak, baik denganmu atau wanita lain. Namun, aku juga butuh anak darimu sebagai pewaris tahta Suna dan Konoha selanjutnya. Aku ingin kau berhubungan suami istri dengan Neji, supaya kita bisa memiliki penerus tahta." Jawab Gaara tanpa basa-basi.

Tenten tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.

"Anda gila, Yang Mulia! Anda menyuruh hamba, istri anda sendiri, untuk tidur bersama dengan selingkuhan anda? Tidak Yang Mulia, hamba tidak bisa melakukannya!" jerit Tenten dengan sangat keras, yang dapat didengar oleh orang di sekitar paviliun.

"Pelankan suaramu, Permaisuri! Ini semua demi keberlangsungan tahta kerajaan Suna dan Konoha! Apa kau tidak ingin memiliki anak? Berkorbanlah sedikit untuk Suna dan Konoha!" Kata Gaara dengan suara yang meninggi.

"Berkorban? Anda tahu apa tentang berkorban? Apa anda tidak sadar selama ini hamba hanya diam ketika anda setiap malam tidur dengan pria itu, sementara hamba disini sendirian? Apa anda tidak sadar selama ini hamba selalu setia pada pernikahan ini selama sepuluh tahun tanpa mengeluh meskipun anda tidak mencintai hamba, hanya untuk melindungi martabat dan kehormatan anda sebagai kaisar dan juga kerajaan ini? Semua itu hamba lakukan untuk anda dan kerajaan ini, Tuanku! Dan sekarang anda membalasnya dengan menyuruh hamba tidur dengan pria rendahan i..." Amuk Tenten sambil berurai air mata, namun terpotong karena Gaara menamparnya hingga Tenten terjatuh ke lantai, lalu Gaara berlutut dan mencengkram kedua pipi Tenten dengan tangan kanannya.

"Jangan berani menghinanya lagi, Permaisuri, atau aku akan memberimu hukuman cambuk 100 kali! Ya aku berterima kasih padamu atas semua yang kau lakukan untukku dan Suna, tapi aku minta satu pengorbanan lagi darimu, Permaisuri. Buatlah anak dengan Neji! Setelah itu, jika kau ingin mencari pria simpanan atau apapun itu, silahkan. Aku akan tutup mata dan tidak mempermasalahkan apapun yang kau lakukan." Kata Gaara dengan nada mengintimidasi, lalu melepas cengkraman di pipi Tenten.

"Tapi kenapa harus pria itu, Yang Mulia? Kenapa bukan orang lain? Anda tahu hamba benar-benar membenci pria itu." Isak Tenten di lantai.

"Hanya dia satu-satunya orang yang kupercaya di dunia ini, Permaisuri. Kau tahu itu. Aku juga ingin anak yang kau kandung nanti mewarisi ketampanan dan kehebatan Neji. Aku tidak ingin mendengar protes atau komplain lagi. Neji sudah setuju untuk menidurimu dan minggu depan kalian akan memulai ritual itu selama seminggu. Dan jika bulan ini gagal, kita akan mengulanginya lagi bulan depan dengan durasi yang sama hingga kau hamil. Persiapkan dirimu baik-baik, Permaisuri." Kata Gaara dengan nada final, sementara Tenten masih terisak di lantai. Gaara yang tidak sabar akhirnya memaksa Tenten untuk duduk di kursi dan mengelus pipi Tenten yang dia tampar tadi.

"Maafkan aku karena telah menamparmu dan memintamu melakukan ini, Permaisuri. Ini semua demi kerajaan Suna dan Konoha, mengertilah. Aku tak ingin bertengkar lagi denganmu. Aku akan mempersiapkan semuanya untukmu dan Neji. Kalian hanya perlu melakukan tugas kalian." Kata Gaara dingin, lalu pergi meninggalkan Tenten yang masih terisak.

-0-

Keesokan harinya, gosip bahwa Kaisar menyuruh Perdana Menteri untuk menghamili Permaisuri tersebar luas ke seluruh istana dan menjadi gosip yang cukup panas di semua kalangan, baik itu selir, pelayan, kusir, prajurit, dan bahkan pejabat. Para wanita istana terang-terangan mencibir Neji dan memandang Neji dengan tatapan jijik dan menghina, padahal Neji adalah pria paling tampan di kerajaan Suna. Sementara para pria menjadikannya bahan lelucon.

"Hai Perdana Menteri tampan! Apa kau mau melihat bunga-bungaku? Lumayan bagus lho untuk menghiasi dua kamar!" Sapa Ino menyindir Neji saat Neji tak sengaja bertemu dengannya di taman istana.

Sakura lebih parah lagi. Dia benar-benar berang ketika melihat Neji (dia dan Sasuke mendapatkan tugas dari Gaara untuk mengajari Neji cara bercinta dengan wanita) sampai dia terang-terangan mendamprat Neji di depan Sasuke yang adalah Menteri Urusan Kelautan, bawahannya Neji.

"Jika bukan karena perintah kaisar, aku tak akan sudi mengajarimu ini dan membuatkanmu obat kuat, Perdana Menteri! Kau jahat sekali, bisa-bisanya kau meniduri Permaisuri, setelah kau menyakitinya selama 10 tahun!" semprot Sakura geram sampai-sampai Sasuke harus membujuknya supaya kemarahan Sakura reda dan kursus kilat emsex education/em itu segera selesai.

Tapi reaksi paling parah diberikan oleh Hinata. Dia langsung menampar Neji dan mengusirnya dari paviliunnya ketika Neji mengunjunginya di istana selir.

"Aku malu memiliki kakak sepertimu, kak Neji! Pergilah, aku tak ingin bertemu denganmu lagi!" bentak Hinata, lalu dia membanting pintu ďi depan Neji yang hatinya remuk redam karena ditampar oleh adiknya sendiri di depan semua orang.

Saat Neji diolok-olok dan dicaci maki oleh semua orang, hal yang sebaliknya justru terjadi pada Tenten. Baik kusir, selir, pelayan, prajurit, bahkan para pejabat dan Menteri, semua memandangnya dengan penuh rasa iba. Pasalnya, semua orang tahu bahwa Tenten telah menjaga kesetiaan dan kesuciannya selama 10 tahun untuk Gaara dan kerajaannya. Namun sekarang Gaara malah menyuruh kekasihnya sendiri, Neji, untuk menghamili Tenten yang telah begitu setia pada Gaara selama 10 tahun, padahal Tenten sendiri adalah putri Kaisar Hashirama dari Kerajaan Konoha yang lebih besar dan kuat dari kerajaan Suna. Semua orang merasa kasihan dan bersimpati pada Nasib Tenten, namun mereka tidak bisa membantu Tenten meskipun ingin. Apalagi Tenten adalah orang yang paling disukai di istana dan tak ada satu pun orang yang tak menyukainya, kecuali suaminya sendiri.

Sementara Tenten yang masih shock atas keputusan Gaara, berusaha menerima nasibnya. Tenten merasa, mungkin jika pria yang menidurinya bukan Neji, Tenten masih bisa menerima. Namun jika dia disuruh bercinta dengan Neji, orang yang paling dia benci seumur hidupnya, dia merasa tak akan sanggup. Membayangkan wajahnya saja sudah membuat Tenten muak...

Akhirnya minggu untuk melakukan ritual pun tiba. Istana permaisuri sudah dihias dengan bunga-bunga yang dirangkai oleh Ino, yang pandai merangkai bunga. Selain itu, Tenten juga mengenakan pakaian yang cukup merangsang birahi pria, hasil jahitan dari Hinata yang pandai menjahit dan merajut. Sedangkan Sakura? Sebagai mantan murid terbaik Shizune, tabib istana, dia membuatkan ramuan penambah tenaga untuk Tenten dan obat kuat untuk Neji.

Gaara mengantar Neji menuju istana Permaisuri, karena Neji belum pernah memasuki istana ini dan Gaara ingin memastikan Tenten sudah siap untuk melakukan ritual dengan Neji. Begitu mereka tiba di paviliun khusus Kaisar dan Permaisuri, Neji mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur di ruang ganti pakaian sementara Gaara menengok Tenten di kamar tidur utama.

Kamar tidur utama sudah dihias dengan kain warna merah, dengan Tenten yang telah didandani oleh para dayang terduduk di ranjang warna merah. Wajah Tenten terlihat begitu sedih dan pilu, kemudian Gaara berlutut di depan Tenten dan membujuknya.

"Aku percaya kau bisa melakukan ini, Permaisuri. Kau wanita yang paling tegar dan tangguh yang pernah kutemui. Tenanglah, semua akan baik-baik saja." Ucap Gaara. Tenten hanya mengangguk pelan dan matanya tak sanggup menatap Gaara. Gaara lalu mengecup kening Tenten dan menidurkannya di ranjang. Lalu Gaara keluar dari kamar itu.

Ternyata Neji sudah selesai berganti baju dan menunggu Gaara selesai membujuk Tenten di luar kamar. Di luar kamar, Gaara menepuk pundak Neji dan berkata," Aku sudah meminta pelayan untuk mengeluarkan semua barang di kamar ini dan hanya menyisakan ranjang untuk kalian. Jadi Permaisuri tidak akan bisa menyerangmu. Aku juga sudah meminta para pelayan dan pengawal untuk menjauhi paviliun ini, jadi kalian bisa melakukan ritual dengan tenang dan tak perlu khawatir akan ada yang mengintip atau menguping."

"Lalu anda dimana, Yang Mulia?" tanya Neji.

"Aku akan kembali ke istanaku. Jujur, aku tak sanggup jika harus melihat atau mendengar kau bercinta dengan Permaisuri, Neji." Kata Gaara pilu, Lalu Gaara mencium pipi Neji.

"Sampai jumpa minggu depan, sayang." Ucap Gaara lirih. Neji tak percaya mendengarnya.

"Anda benar-benar meninggalkan hamba disini selama seminggu, Yang Mulia?" tanya Neji.

"Iya Neji. Kau harus fokus untuk menghamili Permaisuri, aku tak mau mengganggu. Karena itulah aku meminta pelayan untuk membawa beberapa pakaianmu kesini. Pekerjaanmu juga akan dibawa kesini besok setelah kau berhasil meniduri Permaisuri. Semoga sukses, Neji." Kata Gaara, lalu Gaara pergi dari paviliun itu dan terdengar suara paviliun dikunci dari luar.

Sekarang di paviliun itu hanya ada Neji dan Tenten. Bagi Neji, situasi ini adalah situasi paling berat seumur hidupnya. Jauh lebih berat ketimbang perang atau berdebat alot dengan perwakilan negara lain. Neji menghirup nafas dalam-dalam dan akhirnya masuk ke kamar tidur utama.

Di kamar tidur utama, terlihat Tenten dengan rambut tergerai yang berbaring di ranjang dengan pakaian yang cukup menarik minat Neji. Neji menutup pintu kamar dan menguncinya. Lalu Neji berjalan menuju tempat tidur dan duduk di tempat tidur sambil melepas pakaian tidurnya hingga tubuh bagian atasnya terbuka. Kemudian dia berbalik dan bersiap untuk meniduri Tenten, yang urung dia lakukan.

Karena Tenten menangis dan terisak di sampingnya.

Jujur Neji benar-benar serba salah. Di satu sisi, hasrat lelakinya mulai bangkit karena pakaian tidur yang digunakan Tenten cukup sensual dan membuat Neji ingin melepas pakaian itu secara perlahan. Namun dia tidak tega meniduri Tenten dalam kondisi Tenten yang menangis dan belum siap untuk melakukan ritual. Akhirnya Neji kembali memakai piyamanya dan memutuskan untuk tidur di lantai.

Malam pertama pun gagal...

-0-

Keesokan paginya, Gaara datang ke istana Permaisuri dalam keadaan marah sekali. Sebab, Neji dan Tenten gagal melakukan ritual mereka di hari pertama.

"Kau ini bagaimana, Permaisuri? Kau sudah kuberi waktu selama seminggu untuk mempersiapkan diri, kenapa kau semalam menolak Neji? Apa dia kurang tampan bagimu?" Bentak Gaara.

"Ini bukan masalah tampan atau tidak, Yang Mulia. Untuk melakukan itu, kita harus merasa nyaman dan cinta dengan orang yang melakukannya bersama kita! Anda sendiri juga tidak akan mau bercinta dengan orang yang anda benci kan?" Balas Tenten.

Gaara tidak sanggup menjawab pertanyaan Tenten. Alih-alih mengiyakan, Gaara justru bertanya lagi pada Tenten.

"Apa kau tidak ingin memiliki seorang anak, Permaisuri?"

"Tentu saja hamba ingin memiliki anak, Yang Mulia! Ingin sekali! Tapi hamba hanya ingin memiliki anak dengan suami hamba yaitu anda, bukan orang lain! Apalagi pria itu!" Jerit Tenten.

"Jika kau ingin memiliki anak, maka bercintalah dengan Neji!" Bentak Gaara frustasi. Tenten hanya menangis mendengarnya.

"Dengar, aku tak ingin mendengar alasan apapun lagi! Besok pagi, aku ingin mendengar kabar jika kau sudah melakukan ritual dengan Neji! Jika tidak, aku akan mengembalikanmu pada orang tuamu! Sekarang terserah padamu Permaisuri, kau memilih untuk tidur dengan Neji atau pulang ke Konoha dengan status janda!" Ancam Gaara. Kemudian dia pergi dari tempat itu.

Tenten menangis sambil memandang lukisan orang tuanya.

"Aku harus bagaimana, Ayah, Ibu?" Isak Tenten.

-0-


Untuk chapter berikutnya, itu benar-benar full adegan dewasa ya, jadi kalau teman-teman yang ga suka baca adegan dewasa, bisa diskip aja chapter selanjutnya. Stay tune!