Shinobi of Tempest

Bab 09 : Terbentuknya Aliansi Hutan Besar Jura.

"Sekarang, akhiri ini," ucap Naruto sambil menatap Rimuru.

Seolah paham, Rimuru dengan cepat mengubah bentuknya jadi Slime dan mulai menggunakan skill unik pemangsa miliknya yang akhirnya memakan tubuh Orc Disaster. Namun, tentu saja ada perlawanan berat antara mereka berdua. Hal itu membuat proses pencernaannya berlangsung hingga pagi dan akhirnya barulah Orc Disaster musnah menghilang dari dunia menyatu kedalam perut Rimuru dan diproses menjadi kekuatan bagi slime biru itu. Sisa Orc yang ada akhirnya tunduk dan menyerah, hal ini karena mereka sudah kehilangan pemimpin mereka.

Setelah musnahnya Bencana berjalan. Rimuru, para Hobogoblin, Tempest Wolf dan Kijin beserta Naruto mengamankan, para Orc yang tersisa sebagai tawanan perang, mereka kemudian berdiskusi hangat mengenai, apa yang harus mereka lakukan, disaat para Orc yang pasrah ditahan di kediaman Lizardman menunggu Treyni sang Dryad datang.

"Seperti yang sudah kita sepakati, aku akan membebaskan kalian setelah urusan dengan Orc Lord selesai," ucap Rimuru dalam bentuk slime yang berada dalam gendongan Shion.

Benimaru dan para Kijin menatap Rimuru, "Kalau diizinkan, maukah anda untuk tetap menerima kami sebagai pelayan anda. Saya sudah sangat banga dengan pangkat yang anda berikan di desa," ucap Benimaru.

"Jika tuan muda berkata demikian, aku juga akan tetap ingin melayani anda, Rimuru- sama," tambah Hakurou.

"Hmm. Aku juga tidak keberatan untuk terus menjadi asisten anda!" seru Shion.

"Jika memang itu yang kalian mau, maka ya sudah, sekarang Naruto. Apakah yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Rimuru.

"Rimuru, setelah ini selesai aku ingin bekelana melihat kehidupan manusia di tempat ini. Aku sangat berterima kasih karena sudah membiarkanku tinggal di desa. Aku juga akan menyerahkan Reika padamu, kau juga boleh mengubah nama yang aku berikan agar ia bisa resmi menjadi bagian dari keluargamu," ucap Naruto sambil menatap langit.

"Eh? Kenapa kau tidak mau tinggal di desa, dan memberikan Reika begitu saja?" tanya Rimuru.

"Ya! Selain itu, jika kau tidak ada,maka siapa yang akan mengajariku memasak?!" seru Shion yang khawatir kalau Naruto tidak ada, maka masakannya akan jadi kacau balau.

"Tenang saja, aku tidak akan pergi lama, selain itu ada kemungkinan ketika aku kembali, aku datang dengan resep makanan yang baru, dan bisa aku ajarkan lagi padamu," tambah Naruto.

"Ah begitu, kalau begitu aku akan menunggu kepulanganmu Naruto- dono!" seru Shion.

Hakurou hanya diam, jujur saja Hakurou berani bertaruh kalau Naruto adalah satu-satunya orang yang bisa memarahi Shion soal masakan dan mengajarinya dengan baik, tanpa harus kena amukan oleh Shion.

Setelahnya mereka semua berada di dalam Go'a Lizardman. Terlihat Naruto duduk di samping Rimuru yang berada dalam pangkuan Shion. Dihadapan mereka ada Lizardman yang masih selamat, lalu di barisan kiri ada para Orc yang sudah tunduk, dibarisan kanan ada Treyni yang memimpin rapat.

"Dengan ini diskusi nasib para Orc akan ditentukan," ucap Treyni sambil menatap para Orc, lalu setelah itu pandangannya terarah pada Rimuru dan Naruto. Ada dua alasan kenapa ia memperhatikan Naruto dan Rimuru. Untuk Rimuru, hal ini karena ia bisa merasakan sedikit aura atau perlindungan Veldora dari diri Rimuru. Lalu untuk Naruto, ia bisa merasakan kalau Naruto puny energi yang dicintai banyak tanaman. Sebagai roh hutan yang bagian dari tananaman itu sendiri, Treyni tentu punya rasa ketertarikan tersendiri pada Naruto.

Sementara itu. Naruto, yang di dalam dirinya ada Hashirama yang punya senjutsu alam dan chakra elemen kayu dan pohon. Setelah ia menyerap kekuatan Gelmud dan Geld. semua kekuatannya berevolusi ke tahap lanjut. Terutama chakra Hashirama di tubuhnya yang membuatnya bisa berkomunikasi dengan tanaman. Yah meskipun komunikasi itu bukan komunikasi sempurna seperti ketika berbicara dengan makhluk berakal. Setidaknya, Naruto bisa tahu apa yang tanaman inginkan, apa yang tanaman di sekitarnya butuhkan. Ia juga bisa memperlakukan mereka dengan baik, menyiram mereka di waktu yang tepat dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan.

"Treyni- dono, ada apa?" tanya Naruto secara tiba-tiba, karena ia bisa mengetahui seeorang sedang memperhatikannya, jika mereka mengawasinya lebih dari 5 detik.

"Ah tidak, aku hanya ingin meminta suara kalian(Rimuru dan Naruto), dalam memimpin rapat," ucap Treyni, "Selain itu, aku juga penasaran, kenapa auramu sedikit terasa mirip dengan para Dryad?" tanya Treyni sekali lagi.

Naruto yang mendengar perkataan Treyni, memejamkan matanya dan sedikit memikirkan apa yang harus ia katakan saat ini, semua makhluk di sana juga memperhatikan Naruto, hal ini karena mereka juga penasaran mengenai maksud dari Treyni. "Aku juga sebenarnya tidak tahu jawaban dari pertanyaan anda, tapi mungkin itu ada hubungannya dengan kemampuanku dalam menumbuhkan pepohonan dan juga latihan yang aku jalani untuk menjadi seorang pertapa, beberapa tahun lalu," jawab Naruto sedikit berbohong sambil memperlihatkan kemampuannya dengan menumbuhkan pohon bonsai dari telapak tangannya lalu menarik kembali pohon bonsai kecil di telapak tangannya, menjadi sebuah chakra dan kembali ke tubuhnya.

"Latihan pertapa, katamu? Itu sangat menarik," ucap Treyni sambil tersenyum lembut. "Kemampuanmu yang berhubungan dengan alam memang luar biasa, dan itulah sebabnya aku merasa ada sedikit kemiripan dengan kami para Dryad. Tapi tentu saja, kamu memiliki keunikanmu sendiri."

Rimuru mengangguk, setuju dengan penilaian Treyni. "Naruto, kemampuanmu memang sangat berguna. Tidak hanya dalam pertempuran, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan alam di sekitar kita. Aku bisa melihat bagaimana tanaman-tanaman tampak lebih hidup ketika kamu berada di dekat mereka."

Naruto hanya tersenyum tipis, merasa sedikit tersanjung tetapi juga menyembunyikan kekhawatiran. Ia sadar bahwa semakin banyak orang yang mengetahui tentang kekuatannya, semakin besar kemungkinan ia terlibat dalam situasi yang lebih rumit di dunia ini.

Treyni kemudian melanjutkan, "Baiklah, sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita tentukan nasib para Orc yang tersisa ini. Apakah ada yang ingin menyampaikan pendapat?"

"Em sejujurnya aku belum terbiasa dengan rapat yang membawa topik berat seperti ini. Jadi mungkin akan aku serahkan pada Naruto- kun, saja," ucap Rimuru sambil melirik ke arah Naruto, soalnya ia tidak mau mengurusi sesuatu yang membuat kepalanya sakit.

"Kalau begitu, biar aku beritahukan satu kemampuanku yang sangat penting dalam pertarungan ini. Aku, bisa melihat ingatan orang lain, dengan cara menyentuh tubuh mereka. Oleh karena itu... akan aku katakan, kalau aku tidak akan menumpahkan semua masalah ini pada para Orc yang tersisa. Memang benar mereka harus bertanggung jawab. Namun, aku tidak ingin membunuh ataupun memenjarakan mereka. Alasannya, karena aku sudah melihat apa penyebab dari terciptanya Orc Lord," jawab Naruto dengan nada datar

Semua ras di sana terdiam dan saling pandang, terutama para Orc dan Lizardman. Hingga akhirnya, kepala desa Lizardman mulai berbicara, "Maaf jika aku mempertanyakan ini. Memang apa yang kau lihat dari ingatan Orc Lord, sampai-sampai kau tidak ingin membunuh para Orc atau memenjarakan mereka?"

"Karena, aku menimbang-nimbang nasib para Orc sebelum dipimpin Orc Lord, sangatlah menyedihkan. Mereka kekurangan makanan. Bahkan sampai raja mereka harus memotong bagian tubuhnya untuk diberikan pada anak-anak mereka yang kelaparan. Mereka hidup di gurun yang gersang. Mereka ingin pindah ke Hutan Jura. Namun, takut tidak diterima. Sampai akhirnya ditengah keputus asaan itu. Sang pemimpin Orc, bertemu dengan Majin Gelmud dan dibeikan makan dan nama. Namun, ia harus menjadi Orc Lord dan menguasai hutan Jura, itulah bayarannya. Jadi menurutku, mereka juga merupakan Kobran dari ketidak adilan dunia. Mereka memang salah, tapi... bukan tindakan yang bijak sana, jikalau kita menambah penderitaan mereka dengan memenjarakan ataupun menghukum mati mereka. Yang aku pikirkan, adalah : Kami akan membawa para Orc yang tersisa untuk tinggal dan bekerja di desa kami, lalu membuat mereka bekerja, membangun jalan, rumah dan mengantar bahan makanan dari desa kami ke wilayah monster yang mau bekerja sama, sebagai bayarannya, para Orc akan mendapatkan rumah dan makanan yang layak. Hal ini untuk mencegah kemunculan Orc Lord baru," jawab Naruto panjang lebar.

"Aku, bisa sedikit memahami hal itu. Namun, aku juga merasa tidak enak dengan rakyatku yang mati karena mereka, jika mereka tidak dihukum dengan hukuman setimpal," ucap kepala Desa Lizardman.

"Memaafkan memang sulit. Aku memahami perasaan itu. Aku, tidak akan memaksa siapapun untuk memaafkan mereka. Namun, aku juga ingin kalian memposisikan diri sebagai mereka, dan pikirkan kembali, apakah cukup adil membunuh mereka begitu saja.

Benimaru kemudian maju dan berkata, "Didunia monster, ada hukum tidak tertulis yang bersifat mutlak, yaitu : Yang kuat akan menindas yang lemah. Memang benar tidak selamanya seperti itu, tapi tentunya dibeberapa kondisi hal semacam itu pasti akan terjadi."

"Paahal kalian sudah kehilangan desa kalian sebelumnya, apa kau tidak punya keluhan akan hal ini?" tanya Rimuru.

"Akan sangat bohong jika aku bilang tidak. Namun, dengan kesempatan kedua ini, aku tidak akan membiarkan itu kejadian lag," jawab Benimaru, lalu Kijin lain mulai mengangguk membenarkan.

"Begtuya, itu memang logis. Namun, kalau boleh tahu apa rencana kalian pada para Orc yang tersisa. Maksudku, apa kalian tidak sedang membentuk tentara rahasia?" tanya Pemimpin Lizardman yang sedikit khawatir kalau ada tujuan tersembunyi dari perkataan Naruto yang ingin menampung para Orc.

"Jumlah mereka memang berkurang drastis. Namun, masih ada seratus lima puluh ribu Orc yang masih hidup. Jika hanya kami yang menampung mereka, kami past akan sedikit kesulitan. Oleh karena itu, aku ingin para monster hutan jura bersatu membentuk komunitas erat yang akan saling bantu jika ada masalah. Lizardman, kami bisa meminta bantuan air bersih dan ikan pada kalian dikala kami kesulitan air. Lalu desa kami akan memberian produk desa kami pada desa manapun yang mau bekerja sama memeberikan bahan baku. Untuk mempermudah jasa antar, para Orc akan membantu dalam menjadi kuli bangunan, jalan dan pembangunan serta angkat barang. Itulah yang aku pikirkan. Namun, bagaimana denganmu Rimuru? Apa ada hal yang ingin kau tambahkan atau kau bantah dari ideku?" jawab Naruto dengan panjang lebar dan diakhiri dengan pertanyaan pada Rimuru yang merupakan pemimpin mereka.

Rimuru merenung sejenak, menimbang-nimbang ide Naruto yang baru saja disampaikan. Dia kemudian mengangguk pelan, menyetujui rencana tersebut. "Naruto, aku setuju denganmu. Aku percaya, daripada menghukum mereka dengan keras, lebih baik kita memberi mereka kesempatan untuk menebus kesalahan mereka dengan bekerja keras demi komunitas baru kita. Dengan cara ini, kita tidak hanya menghukum mereka tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kembali kehidupan mereka."

Benimaru, Shion, dan yang lainnya juga setuju dengan keputusan ini. "Jika Rimuru-sama dan Naruto-dono setuju, kami juga akan mendukung rencana ini," tambah Benimaru dengan tegas.

Kepala Lizardman tampak lebih tenang setelah mendengar penjelasan Rimuru dan Naruto. "Baiklah, kalau begitu, aku juga akan mendukung keputusan ini. Kami akan bekerja sama dengan para Orc dan membantu mereka dalam integrasi ke dalam komunitas baru ini. Tentu saja, kami juga akan tetap waspada untuk memastikan bahwa tidak ada kejadian seperti ini terulang kembali."

"Ano... apa kami juga bagian dari aliansi ini?" tanya mantan Orc General yang ragu-ragu akan posisi mereka saat ini.

"Ya, menurut perkataan Naruto tadi, sepertinya kalian tidak punya tempat kembali bukan. Jadi, karena sudah diberikan tempat tinggal dan makan, maka bekerjalah dengan baik, aku tidak akan memaafkan kalian jika bermalas-malasan," ucap Rimuru.

Para Orc langsung berlutut dan bersujud, "Tentu saja! Kami akan bekerja!" seru mereka.

"Hmmm. Melihat mereka sampai seperti ini, aku rasa tak masalah jika ikut serta dalam aliansi," ucap ketua Lizardman

"Bagaimana dengan Treyni- san?" tanya Rimuru.

"Tidak masalah. Para Dryad dan Bangsa Treant yang saya lindungi akan mengikuti aliansi ini. Sepertinya kami juga bisa meredakan sedikit rasa lapar dari para Orc," ungkap Treyni.

"Ooooh..." para Orc langsung terharu dengan air mata mengalir. Mereka tidak masalah jika harus bekerja banting tulang. Yang penting mereka hidup tanpa kekurangan makanan.

"Kalau begitu, sebagai pengawas Hutan., saya, Treyni, dengan bangga mengumumkan kalau Tuan Naruto telah disetujui sebagai pemimpin besar Hutan Jura!" seru Treyni sambil berjalan aju ke tengah-tengah ras.

"Hah? Pemimpin?! Aku? Apa Anda, tidak salah tunjuk, aku, manusia bukan monster, menunjuk diriku bisa saja akan membawa rumor aneh," tolak Naruto.

"Soal itu tergantung yang lain, jika mereka tidak masalah maka menunjukmu bukan satu kesalahan," tanggap Treyni.

Rimuru langsung menepuk punggung Naruto dan berkata, "Sayang sekali yah, kau tidak bisa meninggalkan hutan karena sudah menjadi pemimpin aliansi," ucap Rimuru sambil tersenyum karena dengan begini, ia ada alasan untuk menahan Naruto untuk tidak pergi dari desanya.

Setelah Treyni mengumumkan Naruto sebagai pemimpin besar Hutan Jura, suasana di dalam gua menjadi sedikit tegang. Semua mata tertuju pada Naruto, menunggu reaksinya terhadap keputusan tersebut. Rimuru, yang masih berada di pangkuan Shion, menatap Naruto dengan senyuman kecil, menikmati momen tersebut.

Naruto merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Di satu sisi, dia tidak ingin memegang tanggung jawab sebesar itu karena bisa menghalangi rencananya untuk menjelajahi dunia. Namun, di sisi lain, dia menyadari bahwa menolak posisi ini mungkin akan menyebabkan ketidakpuasan dan kebingungan di antara para monster yang telah mempercayainya.

"Treyni-dono," Naruto memulai dengan suara yang tegas namun lembut, "aku menghargai kepercayaan yang kau dan yang lainnya berikan padaku, tapi aku merasa belum layak untuk memimpin kalian semua. Aku hanyalah seorang pengembara yang kebetulan terlibat dalam pertempuran ini."

Benimaru, yang berada di dekatnya, segera menanggapi, "Naruto-dono, justru karena kau adalah pengembara dan bukan bagian dari satu suku atau ras tertentu, itulah yang membuatmu layak memimpin kami semua. Kau tidak berpihak dan selalu bertindak demi kebaikan semua orang. Kami percaya padamu."

Shion, dengan semangat yang biasa, menambahkan, "Dan jika kau pergi, siapa lagi yang akan mengajarku memasak dengan baik?"

Naruto menghela napas, menyadari bahwa semakin ia menolak, semakin banyak argumen yang akan diajukan oleh yang lain. Dia menatap Rimuru, berharap mendapat dukungan untuk keluar dari situasi ini, tetapi Rimuru hanya menatapnya dengan senyum penuh arti, menunjukkan bahwa dia juga mendukung keputusan tersebut.

"Naruto, bukankah dulu kau ingin jadi Hokage, bukankah jabatan ini punya tanggung jawab yang mirip. Jadi turuti saja, anggap saja latihan. Sampai ketika kita bisa kembali ke dunia milik kita sendiri dan jadi Hokage." tanggap Minato dari pikiran Naruto dan dibenarkan oleh kesadaran Naruto yang lain.

Akhirnya, Naruto menyerah pada desakan mereka, "Baiklah, aku akan menerima tanggung jawab ini, tapi dengan satu syarat. Aku, hanya igin memimpin alians jika aku menikah dengan pemimpin desa monster, Rimuru Tempest- sama."

Tanggapan dari Naruto ini sebenarnya hanya agar Rimuru menolak dan secara otomatis ia tidak akan bisa ditunjuk karena syaratnya tidak terpenuhi.

Setelah Naruto mengucapkan syarat tersebut, suasana di dalam gua seketika hening. Semua yang hadir menatap Rimuru, menunggu reaksi dari slime yang menjadi pemimpin mereka. Shion, Benimaru, dan bahkan Treyni terkejut dengan permintaan tak terduga itu. Namun, wajah mereka menunjukkan berbagai ekspresi—dari keterkejutan hingga keingintahuan.

Rimuru yang awalnya hanya tersenyum kecil, kini terdiam. Dalam bentuk slimenya, wajahnya tidak menunjukkan emosi, tetapi jelas bahwa dia sedang berpikir keras. Dalam hatinya, Rimuru tahu bahwa Naruto mungkin mencoba mencari cara untuk menghindari tanggung jawab besar ini. Namun, ide yang diajukan oleh Naruto sama sekali tidak terduga, dan mungkin bisa menjadi solusi yang menarik.

Treyni, sebagai Dryad yang bijaksana, mencoba menengahi situasi ini. "Naruto-dono, usulmu sangat menarik. Namun, aku merasa perlu untuk mengklarifikasi bahwa dalam masyarakat kami, pernikahan adalah ikatan yang sangat sakral. Jika ini hanya taktik untuk menghindari tanggung jawab, mungkin ada cara lain yang lebih tepat untuk membicarakan masalah ini."

Naruto yang awalnya serius, kini merasa sedikit tidak nyaman. Dia sadar bahwa Treyni telah melihat melalui taktiknya, tetapi dia juga tidak ingin menyerah begitu saja. "Aku hanya berpikir bahwa jika aku harus memimpin aliansi, lebih baik aku melakukannya dengan dukungan penuh dari Rimuru-sama, baik sebagai teman maupun sebagai... partner dalam arti yang lebih dalam."

Shion, yang sebelumnya diam karena keterkejutannya, kini tertawa terbahak-bahak. "Naruto-dono, aku tak menyangka kau bisa berpikir sejauh itu! Tapi, aku setuju, Rimuru-sama memang pemimpin yang hebat dan layak dijadikan partner!"

Benimaru, dengan senyuman di wajahnya, menambahkan, "Naruto-dono, aku rasa kita semua tahu bahwa pernikahan semacam itu akan memperkuat aliansi kita, tetapi apakah kau serius dengan ide ini?"

Rimuru yang mendengar semua ini, akhirnya berbicara. "Naruto, aku mengerti maksudmu, tetapi kita tak perlu sejauh itu. Aliansi ini bisa berdiri kuat tanpa harus ada ikatan pernikahan. Kita semua di sini bersatu karena saling percaya dan tujuan yang sama, bukan karena ikatan pribadi. Lagipula, aku hanyalah slime, dan aku rasa pernikahan bukanlah hal yang tepat bagiku."

Naruto yang masih belum ingin bertanggung jawab akan kelangsungan hidup para monster karena merepotkan, langsung berpikir keras. Ia memang ingin jadi Hokage. Namun, yang dipimpin Hokage hanyalah manusia. Monster adalah sesuatu yang lain, karena tiap monster punya karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

"Hem... Rimuru, aku yakin kau paham betul kenapa aku mengajukan hal tadi, tolong jangan mempersulitku dan jadilah pemimpin mereka," ucap Naruto yang secara tidak langsung menyatakan keinginan untuk melarikan diri dari tanggung jawab berat tanpa dapat apa-apa.

"Hmmm.. apa yang kau bicarakan? Yang aku tahu kamulah yang ditunjuk ahahahahahaha," ucap Rimuru sambil tertawa karena dia juga tidak mau menerima tanggung jawab itu sendirian.

"Yang aku tahu, kamu juga sudah janji untuk membiarkanku berpetualang. Jika kau ingin membuatku menetap di desa dan memimpin wilayah, maka secara logika bukankah aku harus menikah denganmu," tambah Naruto yang mengambil ide yang disampaikan Orochimaru dari pikirannya.

"Orang aneh mana yang mau menikah dengan makhluk bersel satu dan tak punya kelamin?" tanya Rimuru.

"Kau bisa menganggap ini sebagai pernikahan politik yang tak membutuhkan perasaan. Kta hanya perlu tinggal bersama dan menjalankan tanggung jawab yang sama, tidak sulit bukan, tak ada tuntutan untuk romantis. Selain itu, jika aku menikah denganmu aku juga dapat keuntungan, yaitu aku bisa mengklaim semua kemenangan dan prestasimu, lalu kau juga bisa menyembunyikan kekuatanmu dari orang luar dengan membuat rumor kalau ada orang aneh yang menikah dengan slime dan melindungi semua bawahan slime dan wilayahnya," tambah Naruto lagi yah meskipun sebenarnya dia tidak pernah ingin menikah dengan Rimuru. Perkataan ini hanya agar Rimuru prustasi dan mau mengambil alih kepemimpinan hutan Jura sendirian.

Rimuru pun akhirnya meminta pendapat Daikenja, "Daikenja, bagaimana ini?" tanya Rimuru melalui pikirannya.

"Menjawab, sebaiknya terima saja, karena memang tidak ada ruginya. Namun, berikan beberapa syarat tambahan, seperti membuat Naruto tidak bisa pergi dari desa dan mengurus masalah-masalah rumit bersamamu. Lalu menjadi pemimpin pengganti ketika kau sedang jalan-jalan keluar desa." jawab Daikenja.

Naruto menatap Rimuru yang tampak memikirkan sesuatu dengan serius. Sepertinya situasi ini akan lebih sulit daripada yang dia bayangkan. Rimuru, yang biasanya santai, kini harus membuat keputusan yang cukup besar. Setelah merenung sejenak, Rimuru akhirnya menghela napas dan memutuskan untuk mengikuti saran Daikenja.

"Baiklah, Naruto," ucap Rimuru dengan nada tegas, "aku akan menerima syaratmu, tapi ada beberapa hal yang harus kita sepakati. Pertama, jika kau menikah denganku—dalam artian politik tentunya—maka kau tidak akan bisa meninggalkan desa seenaknya. Kau harus berkomitmen untuk memimpin bersama dan mengurus semua masalah di desa ini bersama-sama. Kedua, kau akan menjadi pemimpin pengganti ketika aku sedang tidak berada di desa. Kau juga harus membantu dalam segala keputusan besar yang akan diambil oleh aliansi kita."

Naruto yang mendengar persetujuan dari Rimuru, langsung memasang wajah kaget, "A-ano, b-bukankah kau harusnya menolak?"

"Heh! Tak akan aku biarkan kau lari dari tanggung jawab, apapun yang terjadi, lagipula aku tidak kehilangan apapun dan tidak memiliki kerugian apapun saat menerima syaratmu, sebaliknya kau akan bertanggung jawab atas segala hal, hehehe," tanggap Rimuru.

Naruto akhirnya hanya bisa duduk pasrah menerima takdirnya karena ternyata Rimuru bisa menghilangkan sedikit egonya agar ia bisa tetap di desa dan menjadi pemimpin aliansi seluruh monster di hutan Jura.

"Karena sudah sepakat, maka dibawah Namar Rimuru Tempest dan Tuan Uzumaki Naruto. Maka, Aliansi Besar Hutan Jura, telah resmi terbentuk," ucap Treyni sambil berlutut ke arah Naruto dan Rimuru.

Lalu diikut para monster lain. Naruto hanya bisa diam sambil menggendong tubuh gumpalan slime Rimuru itu, dalam hatinya Naruto berpikir, 'Sial aku ternyata masih bodoh dan mudah terjebak.' Sementara itu para Shinobi Legendaris di dalam alam bawah sadar Naruto hanya bisa menggelengkan kepala mereka, karena Naruto terjebak oleh ide kreatifnya sendiri, sedangkan Geld sang Orc Lord Yang, yang disegel oleh Naruto ke dalam dirinya tertawa kencang karena kekonyolan Naruto.

"Ahahahahaha, sejarah akan mencatat ada manusia yang menikah dengan seonggok slime, itu pasti lucu. Ahahahahahaha!!!" tawa Orc Lord yang ada di alam bawah sadar Naruto sambil berguling-guling bersama bebeerapa kesadaran Naruto yang lain.

'Baiklah, karena sudah terlanjur seperti ini. Maka mohon kerja samanya, kita akan menyelesaikan masalah bersama-sama," ucap Naruto yang tak bisa lari lagi.

"Baik!" seru semua makhluk di sana.

Setelah diskusi selesai mereka semua keluar dari markas Lizardman dan saat itu, pemimpin Orc yang baru datang menghampiri Benimaru sang pemimpin Kijin.

"Ada urusan apa?" tanya Benimaru sambil menatap ke arah Orc yang menghampirinya.

"Meskipun memang ada aturan, kalau yang kuat akan menguasai yang lemah. Namun, kebencian bukanlah sesuatu yang mudah dihilangkan," ucap sang Orc.

Benimaru, Shion, Hakurou dan Souei hanya diam menunggu dan memperhatikan setiap detail perkataan Orc itu.

"Kami sudah menghancurkan desa Ogre..." Orc itu kemudian berlutut di hadapan Benimaru dan yang lain, "Permintaan maaf ini memang takkan cukup. Aku tahu, permintaanku mungkin sedikit egois. Jadi kalau bisa, cukup ambil kepalaku saja dan maafkan yang lain!" seru Orc itu pada Benimaru.

"Setelah pertarungan selesai, kami berkata kalau kami akan tetap melayani Tuan RImuru. Beliau memberikan jabatan pada kami semua," ucap Benimaru dengan lembut.

"Aku adalah Samurai, seorang pengawal, sekaligus Asisten!" ucap Shion penuh rasa bangga.

"Hakurou menjadi pelatih. Souei pengawasi. Lalu di desa masih ada Reika dan Kurobe. Terakhir aku diberikan pangkat sebagai Samurai Daishou. Aku, dimita untuk menangani masalah militer. Karena mendapatkan tugas itu, aku tidak bisa menghabisi rekan berhargaku begiu saja, kan?" ucap Benimaru sambil berbalik, "Jika kau berani berkhianat aku tidak akan berbelas kasih," ucap Benimaru lagi memberikan peringatan, "Selain itu, kita juga sudah membentuk aliansi. dan menganggapya atasan. Jadi selama kau masih menghormati Rimuru- sama dan Naruto- dono, kalian bukanlah musuh."

"Ah.. Kami tidak mungkin menentang mereka, karea Mereka berdua sudah menyelamatkan kami. Aku, akan mengikuti mereka berdua tanpa pembantahan sama sekali!" seru Orc itu.

"Kalau begitu, kita sudah melayani tuan yang sama. Bekerja keraslah untuk Rimuru- sama dan Naruto- dono," balas Benimaru sambil tersenyum, "Dan dengan begitu aku akan menerima permintaan maafmu," ucap Benimaru lagi.

"Atas nama Raja Geld, aku bersumpah untuk tetap mengabdi pada Rimuru- sama!" seru Orc tersebut

Tanpa siapapun sadari, ternyata Rimuru dan Naruto menguping pembicaraan mereka, terlihat Naruto dan Rimuru tersenyum bersama, keduanya senang dikarenakan para monstersudah mau melupakan masalah dan dendam mereka. Narto tersenyum, hal ini karena ia bisa melihat kalau mimpinya untuk membuang kutukan kebencian mulai menunjukkan jalan, meskipun bukan dia pemicunya.

"Ne Naruto, menurutmu siapa yang harus memberikan nama, aku atau kau?" tanya Rimuru.

Naruto tersenyum dan berkata, "Karena kau sudah memberikan nama pada pemimpin Lizardman, ak rasa aku akan memberikan nama pada para Orc, aku ingin mewujudkan keinginan Geld untuk menghilangkan keputusasaan rakyatnya, dengan jalan yang benar tentunya," ucap Naruto.

"Ah iya, karena kau tidak jadi pergi, apakah kau masih ingin menyerahkan Reika padaku?" tanya Rimuru.

"Ya, karena aku tidak ingin gadis sebaik Reika terikat pada pecundang sepertiku," ucap Naruto yang berdiri pergi menyusul kawanan monster.

"Naruto, sebenarnya aku tidak mengerti alasan kenapa kau merasa kalau kau adalah pecundang, mengingat kemampuanmu yang sangat kuat, harusnya kau bisa bangga pada dirimu sendiri," ucap Rimuru.

"Aku akan meceritakan masa laluku nantinya. Namun, saat ini kamu hanya perlu mengurusi hal lain, ketika ada banyak monster yang harus dberinama, maka kita akan membagi dua mereka, setengahnya diberikan nama olehmu dan setengahnya olehku, dengan begitu kau tidak akan pingsan karena memberinama terlalu banyak, dan karena setelah pulang nanti kita akan menikah, maka ada kemungkinan orang-orang yang kurberikan nama dan orang-orang yang Rimuru- sama, berikan nama tetap bisa terhubung dan sama-sama bisa mendapatkan akses evolusi ketika kau ataupun aku berevolusi," ucap Naruto dengan nada datar.

"Eh? Benarkah?" tanya Rimuru.

"Menjawab, itu tidak mungkin dan rada mustahil!" jawab Daikenja.

Bersambung