Omake :
Sinar matahari menampakkan dirinya melalui jendela kamar hotel yang ditempati Naruto, membuat si pemilik mata biru itu mau tak mau terbangun karena silau.
Mata biru langitnya mengerjap beberapa kali sebelum menemukan sosok wanita pirang yang tertidur tanpa pakaian di sampingnya, sebuah senyuman mesum muncul di wajahnya.
"Bangun, Yugito sayang." Panggil Naruto seraya mengelus tubuh telanjang wanita itu dari balik selimut, Yugito mengerang malas.
"Kau mengangguku, Naruto. Aku masih ingin tidur sebentar lagi." Balas Yugito sembari bergerak membelakangi Naruto, Naruto pun tak tinggal diam, ia terus menjahili Yugito.
"Kau tahu, sebentar lagi kita akan check out dari sini. Lebih baik kita bersiap, Yugito-chan." Ujar Naruto seraya mengguncang-guncang tubuh mungil Yugito, membuat wanita itu akhirnya membuka matanya.
"Baiklah, baiklah. Kau cerewet dan menyebalkan sekali, aku heran kenapa aku bisa jatuh cinta padamu." Keluh Yugito sebal, Naruto hanya terkekeh pelan. "Walau aku cerewet dan menyebalkan, aku bisa membuatmu jatuh cinta dan tergila-gila padaku, bukan?"
Memang sedikit mengejutkan ketika mengetahui keduanya telah menjalin hubungan bahkan kurang dari seminggu setelah bertemu, Yugito juga tak mengerti mengapa ia dan Naruto bisa berpacaran, karena semua terjadi begitu cepat baginya.
"Cih, hentikan omong kosongmu." Ucap Yugito sembari berlagak tak peduli, padahal sebenarnya ia berusaha menutupi rasa malunya.
Naruto kemudian berbicara lagi, "Aku menyesal telah membuang waktuku untuk Sakura, karena setelah melihat wanita secantik dan semesum ini dihadapanku, wanita lain takkan menarik perhatianku."
Lihatlah, kita baru bertemu beberapa hari, dan seperti ini sifat aslinya. Cara bicaranya, ya ampun! Dia benar-benar terlihat seperti Casanova. Pikir Yugito tak karuan.
Mendengar Naruto berkata seperti itu membuat pipi Yugito semakin memerah, "Hentikan bualanmu, kau seperti buaya darat."
"Aku memang buaya darat, namun hanya untukmu. Ini salahmu membuatku tergila-gila padamu." Ucap Naruto, Yugito menatap dengan pandangan tak terima. "Apa maksudmu? Jadi ini salahku, membuatmu bernafsu dengan tubuhku?"
Naruto mengangguk dengan mata sayu, dan ketika melihat mata Naruto yang seperti itu, Yugito sudah tahu akan berakhir dimana dirinya.
"Kurasa ini akan menjadi pergumulan yang panjang di kamar mandi, bukan?" Tanya Yugito, dan dibalas anggukan oleh Naruto.
Yugito tak bisa menahan dirinya untuk tak tersenyum mesum, "Dasar bocah nakal, bawa aku kesana, dan setubuhi aku!"
Naruto pun dengan sigap menggendong Yugito ke dalam kamar mandi, dan keduanya memulai pergumulan pagi hari mereka di kamar mandi hotel yang mereka tempati.
••
•
Seminggu telah berlalu dengan cepat, tak terasa bagi mereka harus kembali ke desa masing-masing. Yugito terlihat sedih karena harus berpisah dengan Naruto.
"Aku harus pergi sekarang, Yugito-chan. Nenek Tsunade pasti sangat mengkhawatirkanku karena aku kembali terlalu lama dari jadwal seharusnya." Ucap Naruto sembari merapihkan pakaian dan memeriksa barang bawaannya.
"Tapi aku ingin pergi bersamamu, Naruto." Ujar Yugito dengan nada memelas, membuat Naruto tak tega melihatnya. Naruto pun mengelus pipi Yugito dan mengecup dahinya.
"Kau tahu itu mustahil untuk sekarang. Tapi tak apa, kita masih bisa saling bertemu. Terlebih Konohagakure dan Kumogakure akan menjadi sekutu, kita pasti akan lebih sering bersama." Balas Naruto untuk menenangkan Yugito, namun wanita pirang itu tampak tak menggubris apa yang dikatakan Naruto.
"Bagaimana jika kau melupakanku? Kau nanti akan terpikat oleh teman perempuanmu yang ada di Konoha, dan kau akan meninggalkanku." Ujar Yugito takut, Naruto pun menatap Yugito lekat dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Bukankah sudah kubilang padamu, wanita lain sudah tak terlihat menarik di mataku. Aku punya dirimu, yang menerimaku apa adanya. Aku takkan meninggalkanmu, Yugito-chan." Ujar Naruto lembut seraya mengelus surai pirang Yugito, membuat wanita itu tersenyum lebar.
Yugito pun melepaskan pelukannya, ia mengecup bibir Naruto. "Kau berjanji padaku, kan? Aku akan menunggumu, Naruto."
Naruto mengangguk, dengan pose jempol yang biasa dilakukan oleh Guy dan Rock Lee. Yugito terkekeh pelan melihat tingkah kekanakan Naruto.
"Kurasa ini sudah waktunya aku pergi, jaga dirimu sampai kita bertemu lagi, Yugito-chan." Ucap Naruto seraya mencium bibir Yugito sebagai tanda perpisahan sebelum akhirnya ia berjalan menjauh.
Yugito menatap punggung Naruto yang menghilang perlahan di balik pepohonan, ia merasa sangat bersyukur menemukan Naruto disaat ia berada di titik terendah dalam hidupnya.
Yugito yakin Naruto-nya yang polos, lugu, dan kekanakan itu akan selalu bersamanya. Ia akan menunggu pertemuannya yang akan datang dengan pemuda pirang kecintaannya itu.
"Aku akan menunggumu, Naruto. Cepatlah kembali padaku."
••
•
End!
•
••
