"/-Ambang Pra-solusi 1/-Data status: Pra-Sinkronisasi)/-Hapus data?-/"
"/-Inisiasi laporan/-Eksperimen alternatif ditunda/Aliansi T̶u̸a̸n̴ ̵F̵e̵r̵i̷/-Koko panas-/"
"/-Lanjutkan?-/Penundaan sementara/Observasi masa kini-/"
"/-Inisiasi laporan/"
"/-Inisiasi lapor-"zzzttrrttt!
000
"Dey, BoBoiBoy. Apa benda yang kau jumpa kat sana tu?"
Suara Gopal membuatnya terlonjak dari lamunannya. Anak bertopi jingga dengan model dinosaurus itu mengerjapkan matanya sejenak, seakan-akan ia baru saja mengalami disorientasi. BoBoiBoy menelan ludah, berusaha menenangkan dirinya sembari menatap ulang berkas di genggamannya. Anak lelaki berumur 14 tahun itu menggigil akibat kejadian aneh yang menimpa psikisnya.
Dalam hati, dia bertanya-tanya. Suara-suara aneh apa yang didengarnya barusan?
"A- Aku okey, Gopal," tukasnya kepada teman berdarah Indianya itu sembari mengatur nafasnya. Gopal mendesah panjang sembari berjalan mendekatinya. Persahabatan mereka sudah terjalin cukup lama, membuat insting Gopal terhadap BoBoiBoy sudah cukup terbangun dan kadangkala mampu merasakan kalau temannya itu menyembunyikan sesuatu darinya.
"Kau pasti ke, BoBoiBoy? Wajah kau... ianya nampak pucat," gumamnya dengan nada khawatir. "Apa kata kalau kita rehat dahulu?"
BoBoiBoy menghela nafas panjang. Dia menatap Gopal dengan wajah cemberut ."Ini sebab kau yang volunter buat bantu Maskmana siasat Intel pasal keluarga beliau. Apahal lah kau ni? Kita ni seharusnya dah boleh balik rumah macam Yaya, Ying dan Fang. Kau ingat kita ni pegawai overtime kat TAPOPS ke?"
Gopal memberinya cengiran hebat. "Hehehe, sori, BoBoiBoy. Mana tahu lah gaji kita dinaikkan kalau kita bantu Maskmana siasat Intel pasal keluarga dia, kan? Kan?"
BoBoiBoy memutar matanya sembari menatap temannya dengan tatapan malas. "Ye lah tu," tukasnya sembari terus cemberut. Sudah satu jam lebih mereka mencari Intel di ruangan yang terbengkalai itu. Mereka tahu Maskmana memercayai mereka untuk membantunya mencari Intel bersifat enigmatik tentang keluarganya, ditambah dengan sikap Gopal yang kelewat percaya diri dalam menyanggupi permintaan dari atasan mereka di TAPOPS itu.
Setelah merasa lebih tenang, BoBoiBoy kemudian memperlihatkan berkas yang ia temukan di sela-sela rak buku itu kepada Gopal, membuatnya menatap berkas itu dengan pandangan memicing. "Gop, tengok ni. Macam mana menurut kau?"
Gopal melihat berkas yang diperlihatkan BoBoiBoy padanya dengan saksama."Kau yakin ke ini Intel yang Maskmana maksudkan?" Tanyanya dengan nada skeptis.
Anak bertopi dinosaurus di hadapannya mengangkat bahu. "Entah? Fail ni macam dah tua. Apa kata kalau kita buka?"
Temannya menelan ludah. "Ja- Jangan dulu!" Pekiknya tertahan. "Mana tahu kita buka fail ni yang terkeluar daripadanya ialah hantu? Atau lagi pelik, syaiton?"
Mendengar kalimat absurd Gopal, BoBoiBoy langsung menepuk dahinya sendiri akibat gemas dengan kelakuan temannya yang kadangkala kelewat penakut itu. "Takpe, Gopal. Kita cuba buka je perlahan, okey?"
Gopal menelan ludahnya. Ia bersembunyi di belakang bahu temannya, khawatir kalau-kalau apa yang ada di dalam berkas misterius itu dapat membuat mereka menjadi gila.
BoBoiBoy menghela nafas panjang dan membaca basmalah begitu ia membuka berkas tua yang ada di genggamannya itu. Dia tertegun begitu melihat dan membaca isi berkas itu sejenak. Tata bahasa yang digunakan dalam berkas itu aneh dan amburadul, membuatnya tubuhnya nyaris mual.
Melihat wajah pucat BoBoiBoy, Gopal semakin mengidik. Dia mencengkeram bahu temannya erat-erat dari belakang sembari berbisik, "Apa... Apa yang kau tengok kat dalam fail tu, BoBoiBoy?"
BoBoiBoy mengatur nafasnya perlahan. Dia menelan ludah dan menggumam pada temannya yang berdarah India itu. "Isi fail ni... Aku macam tak faham. Ianya macam fail report suatu eksperimen. Hanya sahaja gaya bahasa yang digunakan dalam fail ni pelik betul, lagi parah ketimbang bahasa Alien mop-mop. Tapi cuba kau tengok fail ni. Yang buat dia menarik ialah pas foto budak ni."
Jarinya menekan foto kecoklatan gaya vintage yang terdapat di ujung kanan atas laporan eksperimen enigmatis yang baru saja dia perhatikan dengan saksama. Foto seorang anak laki-laki, mungkin berumur sekitar tujuh atau delapan tahun, berambut gelap, bertubuh pendek dan gempal. Sebuah dasi bermodel ketupat menghiasi bagian bawah kemejanya. Matanya tampak hancur, seakan-akan dia telah mengalami sebuah trauma yang cukup mengguncang jiwanya. BoBoiBoy dan Gopal lalu memfokuskan pandangan mereka pada foto anak itu. Wajah anak itu seakan mengingatkan BoBoiBoy dan Gopal pada seseorang, membuat mereka terhenyak.
Wajah anak di foto itu sedikit mirip dengan wajah Maskmana.
Maskmana mereka di TAPOPS dan teman Ayah dari BoBoiBoy: Pian.
"Alamak," Gopal menelan ludah sembari menggigil. "Kenapa muka Maskmana boleh ada dalam fail tu? A- Apa benda yang sebenarnya dah berlaku?"
BoBoiBoy memijit pelipisnya, berusaha mencari benang merah dari penemuan mereka yang cukup enigmatis tersebut. "Pelik," gumamnya setelah beberapa saat. "Muka budak kat dalam foto ni sebijik macam Pakcik Pian. Tapi rambut dia gelap lah, sementara rambut Maskmana kita tu agak-agaknya pirang gelap kemerahan. Ke jangan-jangan..."
Dia berhenti dari menyelesaikan kalimatnya. Sebuah fakta pahit menyusup ke dalam firasatnya. Dia akhirnya ingat siapa sosok yang dia cari di dalam sel-sel kelabunya yang seringkali rawan itu.
"Budak kat dalam foto fail eksperimen ni... Tak mungkin..."
BoBoiBoy menggenggam berkas itu erat-erat di tangannya. Firasat buruknya terbukti.
"Dia Ayah daripada Pakcik Pian."
000
"/-Inisiasi ulang/-Alter ingatan?-/"
"/-Rencana ulang/-Koko Pandan-/Kegiatan pembuktian-/-Observasi lanjutan?/"
"/-Semua gelap-/Berkas terdeteksi/Anak-anak dari TAPOPS-Peninjauan kembali/-Kasasi-/"
"/-Laporan ke Inti utama/-Supervisor dikabari-/-Inisiasi ulang rencana delta-/"
"/-PEMBERITAHUAN KEPADA JAJARAN D̵̠͍͖͋͠I̴̛̘͍͕͊R̵̹̊̊E̵̢͎̽̇̃K̷̻̟͋̈́̅T̴̨̟͍̈́͛͠U̷̩̜̲̕Ṙ̴̠̋̅ DAN S̵̛̙̲̫͌́U̵̮̙̟̓P̸̺̙̏́E̵͉͒͛R̶͙̚V̵͕͒̈͛Ỉ̷̯̦͕S̴͈̒O̴̢̳͑Ȑ̸̪͙̋͂/-SEGERA-/"
Bersambung.
