Summary

Setelah berhasil membantu Sasuke dan

yang lain dalam mengalahkan Ishiki

Outsutsuki, Naruto dan Kurama akhirnya

mati karena energi kehidupan mereka

terpakai untuk Bayron Mode, namun Naruto

malah mendapati jiwanya berpindah ke

dunia lain dan menempati tubuh seorang

iblis.

Naruto : Masasshi Kishimoto

Highschool Dxd : Ichiei Ishibumi

Rate: M (kata kasar dan sedikit :v )

Pair: Naruto X ???

ARC 2 Perjalanan Memenuhi Tujuan

Chapter 5 : Maaf.

Namaku Naruto Uzumaki, seorang ib uh... aku agak ragu menyebutnya tapi yah mau tidak mau, karena aku memang mahluk itu sekarang.

Aku adalah iblis buronan mekai, mungkin juga buronan seluruh mahluk supranatural karena secara tidak langsung aku telah membuat keseimbangan kekuatan di dunia ini berubah.

Ouroboros dragon Ophis sudah mati, itulah yang mereka tahu sejak pertarunganku melawan Ophis, 2 bulan telah berlalu sejak saat itu, dan mau tidak mau aku dan onee chan pindah ke eropa, tepatnya di inggris.

Itu karena mansion milik kami di Hiroshima selalu kedatangan tamu tidak diundang, mulai dari iblis, hingga dewa dari berbagai mitologi.

Aku tidak tahu apa yang mereka mau dan juga aku tidak mau membuat onee chan kena masalah, makanya aku setuju untuk pindah ke inggris.

.

"Kau dari jepang ?, aku kira kau orang eropa karena rambut pirangmu itu."

Seorang wanita penjual roti tampak terkejut saat tahu Naruto yang membeli rotinya bilang dia dari jepang, Naruto hanya tertawa canggung lalu membayar roti daging itu.

"Well, hidup di negara ini tidak terlalu buruk juga, huft... kau ingin mati ?."

"Tidak tidak, maaf sudah mengganggu liburan milikmu, tapi bisa kita bicara sebentar."

Naruto berhenti sambil memandang tidak suka pada Sirzech yang muncul di belakangnya, sontak hal itu membuat Sirzech meminta maaf karena jujur dia datang memang untuk menemui Naruto dan bukannya untuk mencari masalah.

Naruto segera menghabiskan roti daging miliknya dan berjalan menjauh tanda dia tidak tertarik, tapi dia terhenti saat mendengar perkataan Sirzech.

"Tolong biarkan aku bertemu Serafall sebentar, aku sudah tahu dia masih hidup, jad-."

"Serafall Leviathan sudah mati sejak pertarungan kita, dia sudah bukan bagian dari kalian, jadi tinggalkan kami."

"Ini soal Sona Sitri, adik Serafall."

Menatap Sirzech sejenak, Naruto hanya diam sebelum akhirnya dia mengizinkan Sirzech ikut, tapi sebelum itu terjadi beberapa ledakan dan terlihat beberapa iblis bawahan Sirzech terlempar dengan luka di tubuh mereka.

"Hanya kita berdua yang ke sana, kalau ada iblis lain atau bahkan auranya saja di negara ini, aku pastikan mekai akan mencari penggantimu."

Naruto ternyata tahu sedari tadi ada bawahan Sirzech yang mengikutinya, jadi dia mengirim beberapa bunshin yang memang berjaga di area itu untuk membereskannya.

Mengancam Sirzech dengan masuk ke mode chakra Kurama, Naruto mendapati Sirzech segera memberitahu semua anak buahnya untuk pergi kembali ke mekai.

.

Sirzech dan Naruto sampai di sebuah mansion mewah yang terletak di pinggiran kota Manchester, saat itu juga muncul sosok Serafall dari dapur yang menggunakan apron.

"S Sir tan !."

Setelahnya Naruto pergi meninggalkan Serafall dan Sirzech untuk bicara, sebab dia punya urusan lain dengan 2 mahluk yang berdiam di dalam tubuhnya.

(Alam bawah sadar)

Saat sampai di sana Naruto mendapati Ophis yang tengah bersantai di atas kepala Kurama yang tengah tidur.

"Kalian cepat akrab ternyata."

"Oh Naruto, ada apa ?."

Ophis segera bangun setelah mendengar suara Naruto, begitu pula Kurama yang tampak membuka matanya.

"Ada apa Naruto ?."

"Tidak... hanya saja aku teringat perkataan kakek Rikudou, jadinya aku akan sering sering ke sini."

Naruto kemudian pergi meninggalkan Kurama yang tampak kembali menutup matanya, sedangkan Ophis dia tahu apa yang di maksut oleh Naruto tapi dia juga tidak bisa apa apa.

"Kau tidak apa apa ?."

"Hmm."

(Alam nyata)

Naruto berjalan kearah ruang tamu dan mendapati Sirzech yang masih bicara dengan Serafall.

"Jadi apa yang dia bicarakan ?."

"Besok pengangkatan iblis muda menjadi high class devil, dan Sona salah satunya, dia ingin aku di sana saat perayaan itu."

Mendengar itu Naruto teringat akan sosok Sona yang sudah sangat lama saat pertama kali dia temui, merasa kalau fraksi iblis kali ini tidak akan berani macam macam, Naruto setuju kalau Serafall kembali ke mekai.

"Baiklah, onee chan boleh ke sana, tapi... kalau kalian macam macam, aku akan ke sana dengan kekuatan penuh."

(Keesokan harinya)

"Sudah lama aku tidak ke sini, maaf kalau aku baru bisa ke sini sekarang, Jii san."

Naruto ternyata pergi ke kota Kuoh untuk mengunjungi sebuah makam yang dia buat tepat di bawah kolong jembatan, itu adalah tempat Naruto menguburkan sisa abu Jira.

Naruto melakukan henge no jutsu untuk membali ke bentuk dia pertama kali ditemukan oleh Jira, sambil duduk di sana Naruto mendapati seseorang datang.

"Naru ?, kau Naruto kun bukan ?."

Ternyata yang datang ke tempat itu adalah Akeno, terlihat gadis kecil itu kaget karena sudah beberapa bulan dia tidak bertemu Naruto sejak terakhir kali mereka bermain bersama.

"Akeno chan ?!, s sudah lama kita tidak bertemu, apa kabarmu ?."

Naruto dengan canggung menyapa balik Akeno, tapi dia malah mendapati wajah sedih dari teman pertamanya itu.

"Ada apa, kenapa kau sedih ?."

Saat Naruto mendekat dia malah mendapati Akeno menangis sambil memeluk dirinya dengan erat, tampak tubuh Akeno bergetar karena menangis, dan Naruto yang tidak tahu kenapa mencoba menenangkan nya.

"H hei, ada apa, katakan saja."

Setelah beberapa menit akhirnya Akeno berhenti menangis, tampak dia duduk di samping Naruto sambil menceritakan apa yang terjadi.

"Kaa san, Tou san... mereka di bunuh."

"Apa !?, bagaimana bisa ?."

Akeno yang hanya gadis kecil cuman bisa menceritakan kalau dia dan keluarganya di benci oleh anggota klan Himejima lain entah karena apa, dan penyerangan itu terjadi sangat cepat hingga merenggut nyawa ibu dan ayahnya.

"Sekarang aku tidak tahu harus ke mana, aku lalu mencarimu sejak sebulan yang lalu."

Keduanya terdiam saat itu juga, namun tampak Naruto memasang raut wajah marah tapi saat akan bicara, dia malah mendengar suara perut keroncongan dari Akeno.

"Sebelum itu sebaiknya kita cari makan, ayo, aku yang akam traktir."

Akeno hanya bisa mengangguk tanpa bersuara serta wajah yang memerah karena malu, membiarkan dirinya di tarik Naruto ke area perkotaan.

Mereka akhirnya sampai ke sebuah kedai ramen terdekat dan di sana terlihat baik Naruto dan Akeno makan dengan lahap.

"Makanlah sampai kau kenyang."

"Iya, um terima kasih Naruto kun."

Saat mereka sedang asik makan mereka tidak sadar kalau tengah di awasi oleh 3 malaikat jatuh.

"Dia anak Baraqiel, kita harus membunuhnya sesuai perintah Kokabiel sama."

"Bagaimana dengan anak yang satunya ?."

"Peduli apa kita dengannya, bunuh dia juga."

Tepat saat Naruto dan Akeno berjalan keluar dari kedai ramen, mereka segera dihadang oleh 3 da tenshi tadi, melihat itu Akeno tampak ingin lari tapi tangannya di pegang oleh Naruto.

"Naruto kun lepaskan aku ! aku tidak mau mati !."

"Hehahaha... aku tidak tahu maksutmu tapi terima masih, kau akan kami biarkan hidup bocah pirang."

Da tenshi itu tampak senang karena mengira Naruto mempermudah misi mereka, tapi mereka serta Akeno malah dibuat keheranan saat Naruto tertawa mengejek.

"Hahahaha... kalian menyedihkan."

.

.

.

Akeno tampak terduduk lemah dengan pandangan tidak percaya, sebab di depannya terlihat Naruto yang masih dalam henge no jutsu membantai habis ke 3 da tenshi tadi bermodal tangan kosong serta tehnik bernama rasengan.

"N Naruto kun..."

"Tidak apa apa, hei... bukannya aku bilang akan melindungimu, jadi jangan takut."

"B baiklah."

Saat Naruto menenangkan Akeno, tidak lama muncul satu sosok da tenshi lain yang memiliki 6 pasang sayap, tampaknya dialah pemimpin da tenshi yang ingin membunuh Akeno.

"Dasar sampah tidak becus, aku jadi harus menyelesaikannya sendiri."

Melihat Naruto yang menjadi penghalangnya, Kokabiel segera menciptakan sebuah tombak cahaya, tapi dia terhenti saat melihat ledakan asap tercipta saat Naruto melepaskan henge no jutsu miliknya.

"Hmm... Kalau tidak salah kau berada di markas chaos brigade saat aku ke sana."

"K kau !."

Naruto yang kembali ke wujud aslinya menatap marah pada Kokabiel, sedangkan Akeno dilanda kebingungan sebab dia tidak tahu apapun apalagi soal Naruto yang menyamar.

"Ada apa ?, mau menyerang ?, lakukan saja kalau kau berani."

Seketika nyali Kokabiel dibuat ciut saat melihat Naruto masuk ke mode chakra Kurama, segera dia pergi dari sana, meninggalkan Naruto dan Akeno.

(Taman bermain)

Setelah kepergian Kokabiel, Naruto mengajak Akeno untuk ke taman tempat biasa mereka bermain dahulu, di sana Naruto sedikit mengarang cerita agar Akeno tidak terlalu bingung dan hasilnya dia mendapati Akeno tampak marah.

"Jadi selama ini kau bohong padaku !?."

"Y yah... mau bagaimana lagi, kalau aku bilang dari awal kau pasti tidak mau berteman denganku, jadi terpaksa aku bohong."

"Tidak apa apa, terima kasih sudah mau jujur."

Keduanya terdiam di bangku taman, hingga pada akhirnya Akeno memecah keheningan dengan sebuah pertanyaan.

"Naruto kun, bisa aku ikut denganmu ?."

Mendengarnya sontak membuat Naruto terkejut, dia sebenarnya bisa saja membawa Akeno, tapi dia teringat akan perkataan kakek Rikudou dan itu membuatnya mau tidak mau menolak permintaan Akeno.

"Akeno chan, maaf aku tidak bisa membawamu, aku takut tidak bisa melindungimu, hidupku penuh akan bahaya yang mengintai setiap saat."

Naruto mengatakan alasannya tidak bisa membawa Akeno, namun segera dia berlutut di hadapan gadis kecil itu karena dia tidak mau membuatnya kecewa.

"Tapi aku berjanji setelah ini, kau akan aman, memang bukan denganku tapi dengan temanku."

Naruto membuat 2 bunshin yang di mana 1 bunshin dan dirinya yang asli segera pergi ke mekai, bukan untuk menjemput Serafall tapi menjemput iblis lain, sedangkan 1 bunshin lagi menemani Akeno.

(Mekai, kastil Gremory)

"Kau !, apa maumu kemari ?."

Istri Sirzech sekaligus kepala maid keluarga Gremory, Grayfia, tampak terkejut saat mendapati Naruto datang ke kastil mereka, melihat sapaan yang kurang ramah itu Naruto cuman tersenyum lalu mengatakan alasannya ke sini.

"Hei, bisa kau tenang ?, aku cuman mau menemui seseorang."

"Siapa itu ?."

"hm... Rias Gremory, aku ada janji dengannya."

(Tempat para maou)

Di saat yang sama namun di tempat yang berbeda yakni di tempat para maou, terlihat serafall yang duduk di kursi lama miliknya, tampaknya dia berbagi cerita dengan para maou lain.

"Ajuka, aku mohon dengan sangat padamu, berhenti membujuk Serafall untuk menjadi maou lagi, aku tidak mau berurusan dengan Naruto."

Sirzech tampak menjelaskan kenapa dia tidak bisa membuat Serafall kembali menjadi maou, sambil memberi penekanan pada kata berurusan dengan Naruto.

Serafall sendiri tampak tertawa canggung saat melihat interaksi keduanya, tapi tidak lama Serafall menatap kearah atas sebab dia merasakan aura Naruto.

"Naru tan ?."

"Yo."

Ke 3 maou langsung menatap ke atas dan mereka mendapati Naruto atau lebih tepatnya bunshin Naruto, tengah berdiri di langit langit sambil menatap mereka semua.

Melompat turun tepat di atas meja mereka, Naruto kemudian tanpa aba aba langsung membawa Sirzech menggunakan Shunshin.

"Kau ikut denganku, dan onee chan, tolong jangan ikut campur."

Booofth...

Seketika Ajuka dan Falbium panik akan perbuatan Naruto, tapi tidak dengan Serafall yang hanya menghela nafas pelan, sebab kelakuan Naruto yang sering bertindak sendiri tanpa memberitahu orang lain.

"Kalian tenang, aku percaya Naru tan tidak akan menyakiti Sirzech, mungkin ada yang ingin dia sampaikan secara rahasia."

(Dunia manusia)

Booofth...

"Ohok ohok, kenapa harus banyak asap sih ?, memang nya sihir teleportasi milikmu begini ?."

Asap hasil shunsin milik Naruto terlihat muncul di dekat tempat Akeno dan bunshin Naruto berada, terlihat seorang gadis iblis seumuran Akeno keluar dari sana.

"Mereka sudah datang, oke Akeno chan, aku pergi dulu yah."

Setelah mengatakan itu bunshin Naruto yang disuruh menjaga Akeno menghilang, meninggalkan Akeo yang tampak bingung karena Naruto membawa gadis seumurannya ke sini.

"Nah Akeno chan, ini Rias chan, kalian kenalan saja dulu, nanti susul aku ke cafe dekat taman nanti."

Naruto pun meninggalkan mereka berdua untuk berkenalan, awalnya keduanya terlihat diam karena masih ragu, tapi segera Rias mengenalkan dirinya yang di susul oleh Akeno.

Sedangkan di cafe, terlihat Naruto asli datang dan mendapati Sirzech tengah duduk di salah satu kursi, segera dia menghampiri maou tersebut untuk membicarakan alasan dia membawanya ke sini.

"Aku hanya ingin membicarakan sesuatu secara 4 mata denganmu."

Segera Sirzech menghela nafas lega karena mengira Naruto akan menanggapi percakapan mereka dengan serius, kemudian dia mendapati Naruto memegang sebuah bidak catur queen di tangan kanannya.

"Kalian mengubah mahluk lain menjadi budak iblis menggunakan bidak ini ?."

Ternyata yang Naruto bicarakan saat ini adalah tentang evil pieces, tampaknya Naruto mempermasalahkan soal sistem evil pieces buatan Ajuka.

"Naruto, tidak semua iblis di mekai menggunakan benda itu untuk mencari budak, tujuan asli kami untuk memulihkan populasi iblis, jumlah kami sudah sangat berkurang akibat great war dan perang saudara."

Mendegarkan penjelasan Sirzech tentang alasan diciptakannya evil pieces, Naruto tampak melempar lempar evil pieces yang dia pegang.

"Oh begitu, well... aku kira kalian agak kelewatan tap- oh, kalian sudah sampai, ayo sini."

"Eh, nii sama ?."

"Naruto kun ?."

Dalam sekejab mulut Sirzech menganga tidak percaya saat melihat adiknya, Rias Gremory, masuk kedalam cafe bersama seseorang yang tidak lain adalah Akeno.

"R Rias ! kenapa kau ada di sin... kau yang membawa mereka ?."

Seketika Sirzech tahu kalau yang membawa Rias ke dunia manusia adalah Naruto, sedangkan si pelaku tampak tidak ambil pusing, bahkan saking cueknya, Naruto tampak memanggil pelayan untuk memesan.

"Ah ya, kopi hitam sedikit gula, dan kalian mau apa ?."

"Soft cake stroberi !."

"Aku juga."

"dan 2 soft cake stroberi, itu saja, kalau kepala merah yang lebih tua itu biar saja, dia punya uang sendiri."

Alis Sirzech berkedut saat di cuekin Naruto, sedangkan 2 gadis kecil yang Naruto ajak tampak duduk bersama mereka.

"Huft... Rias chan, apa Naruto san yang membawamu ke sini ?."

Saat ditanya kakaknya, Rias malah terlihat ngambek sambil memandang kearah lain.

"Nii sama selalu menolak saat aku minta ke dunia manusia, ya, Naruto onii chan yang membawaku !."

Seolah tersambar petir karena panggilan onii chan dari Rias pada Naruto, terlihat Sirzech pundung di tempat karena secara tidak langsung Rias lebih suka dengan Naruto bahkan menganggapnya kakak.

"n nii sam minta maaf."

Tidak lama pesanan Naruto, Rias, dan Juga Akeno datang dan selagi menikmati kopinya, Naruto mulai masuk ke topik pembicaraan yang sebenarnya.

"Alasan aku membawa Rias dan juga kau ke sini untuk membuat kesepakatan."

"kesepakatan ?, kesepakatan seperti apa yang kau maksut ?."

Dengan wajah serius Naruto meletakkan evil pieces yang ternyata milik Rias ke meja, lalu menunjuk kearah Akeno yang tampak asik memakan kue miliknya.

"Aku percayakan keselamatan dan keamanan Akeno chan pada klan Gremory, dan sebagai gantinya aku akan memberikan informasi soal rencana rahasia Rizevim."

"Rencana rahasia ?."

Seketika saat mendengar itu Sirzech menjadi sangat serius, dia tahu kalau pihak maou lama pimpinan Rizevim pasti akan melakukan balas dendam untuk merebut kembali kekuasaan mekai, dan setelah memikirkan perjanjian ini akhirnya Sirzech setuju.

"Baiklah aku setuju, jadi kau ingin kami melindungi gadis ini kan."

"Tidak, yang aku maksud adalah Akeno chan akan menjadi bagian bagian evil piece Rias chan, dengan begitu para da tenshi tidak akan berani melukai nya karena posisinya sekarang adalah bagian dari fraksi kalian."

Akeno yang tengah makan kue miliknya terhenti, karena mendapati Naruto yang tengah mengelus kepalanya.

"Serta dengan ini aku akan percaya kalau kalian tidak bermaksud mencari budak."

Perlahan tapi pasti Sirzech mulai yakin kalau sifat asli Naruto bukanlah jahat, melainkan hanya ingin memastikan orang yang penting baginya aman dengan caranya sendiri, segera Sirzech menyetujui kesepakatan dengan Naruto.

(Sore hari)

Setelah menjelaskan kalau Akeno sekarang akan bersama keluarga Gremory, tampak Naruto dan Akeno tengah menikmati waktu mereka untuk terakhir kalinya, karena juga ini akan jadi terakhir kalinya Naruto berada di negara ini.

"Apa kau janji akan kembali ?."

Akeno bertanya sambil duduk di ayunan taman, Naruto yang berada di sebelah nya terlihat diam sambil memandang langit sore.

"Aku akan kembali, tapi tidak dalam waktu yang dekat..."

Naruto menjeda perkataannya lalu berdiri untuk bersiap pergi, tampak Akeno ikut berdiri lalu mendekat kearah Naruto dan segera memeluknya erat, dengan lembut Naruto melepaskan pelukan Akeno lalu menatap gadis kecil itu dengan senyum di wajahnya

"Akeno chan, sekarang, ini adalah lembaran hidupmu yang baru, isilah lembaran itu dengan sesuatu yang berharga, aku percaya kau bisa melakukannya."

Naruto berjalan menjauh dari Akeno, dan bersamaan dengan itu, terlihat Rias serta Sirzech datang untuk membawa Akeno bersama mereka ke mekai.

(Mansion)

"Tadaima."

Naruto yang baru sampai ke mansion barunya bersama Serafall langsung masuk kedalam, dan di sana dia disambut oleh Serafall yang menunggunya.

"Okaeri, Naru tan ?, apa kau menangis ?."

Mengelap kasar matanya, Naruto hanya menggeleng kecil lalu berjalan ke kamarnya, tapi belum sempat melewati Serafall tangannya di tahan lalu dia langsung di paksa duduk ke sofa.

"Tidak perlu malu, aku sudah tahu semuanya dari Sirzech, sekarang kau makan, aku baru saja buat ramen, ya memang aku baru belajar sih."

Serafall tampak membuka sebuah penutup dari semangkuk ramen yang dia buat, melihatnya seketika Naruto tersenyum lebar dan langsung memakan ramen buatan Serafall.

"Ittadikamasu !."

(Flashback)

"Jadi kakek Rikudou, apa kau mau menjemput aku ?."

Hagoromo yang mendengar pertanyaan dari Naruto tampak menggeleng, lalu dia langsung mengarahkan tongkat miliknya ke perut Naruto, dari sana perlahan chakra merah keluar dan dengan sekali tarikan, terlihat sosok Kurama muncul tepat di belakang Hagoromo.

"Tidak, hanya Kurama yang akan kembali ke dunia shinobi, karena tanpa Kurama, keseimbangan kekuatan yang menjaga dunia shinobi akan goyah."

"T tunggu !, kakek Rikudou, kenapa hanya Kurama yang pergi ?."

Hagoromo menutup matanya sebentar dan sesaat terlihat dia kembali membuka matanya, bersamaan dengan itu terlihat lantai yang mereka pijak menunjukkan pemakaman Naruto.

"Kau sudah mati secara sempurna, atau dengan kata lain, ikatan dirimu dengan dunia shinobi sudah terputus, bahkan kau tidak bisa di bangktikan baik menggunakan edo tensei ataupun bahkan rinne tensei."

Hagoromo menghentakkan tongkatnya dan terlihat Hinata yang ternyata memohon kepada Orochimaru untuk meng edo tensei Naruto, tapi tidak berhasil.

Hal itu terjadi karena jiwa Naruto sudah tidak punya ikatan lagi dengan shinobi, serta juga dia sudah hidup lagi di dunia yang baru ini.

"Hinata..."

Dengan wajah sendu Naruto menatap Hinata yang tengah menangis, dan sesaat setelahnya lantai tempat itu kembali normal.

"Itulah kenapa aku tidak bisa membawamu kembali, lain hal dengan Kurama, dia memiliki ikatan dengan biju lain yang masih di dunia shinobi."

Awalnya Naruto tidak mau percaya akan kenyataan ini, namun dia sadar, dia tidak bisa berbuat apa pun, dia sadar dunia shinobi lebih membutuhkan Kurama ketimbang dirinya, dia sadar, pasti akan ada ancaman yang datang ke dunia shinobi, dan setidaknya Kurama dapat membantu Sasuke dan yang lain untuk mengatasinya.

"Rikudou no jiji, apa aku harus pergi sekarang ?."

Kurama sendiri merasakan hal yang sama, dia tidak mau berpisah dengan Naruto, karena satu satunya manusia yang berhasil membantunya keluar dari lubang kebencian.

"Tidak, aku akan memberikan kalian kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama, setidaknya sampai Naruto siap, dan kau."

Ophis yang sedari tadi cuman mendengarkan percakapan tampak menatap aneh Hagoromo, bukan karena asing, tapi lebih seperti pernah merasakan hal seprti itu di masa lalu.

"Ada apa ?."

"Aku sudah tahu maksut baik Naruto bertarung denganmu, dan untuk itu aku akan membantu."

Hagoromo membentuk segel tangan yang cukup panjang, dan setelahnya terlihat tangan kanan Hagoromo bercahaya, entah fuin jutsu yang dia gunakan, tapi Ophis sudah menghilang dari sana, dan terlihat kalau di perut Naruto terdapat segel baru yang berbentuk lambang naga yang memakan ekornya sendiri.

"Dengan ini keberadaan nya tidak akan terdeteksi oleh mahluk manapun."

"Terima kasih kakek, dan untuk perkataanmu tadi, aku pasti akan memberitahumu kalau aku dan Kurama sudah siap."

Hagoromo tersenyum atas sikap Naruto yang sudah sangat dewasa karena lebih mementingkan keselamatan orang di belakangnya, ketimbang keperluannya sendiri.

"Kalau begitu, aku akan menunggu."

"Tunggu kakek, kalau boleh tahu apa kau mengetahui kenapa hubungan ku dengan dunia shinobi bisa putus ?."

Hagoromo terdiam karena pertanyaan Naruto, sesaat dia memandang Naruto secara jeli karena jujur saja, Hagoromo juga tidak yakin akan jawaban yang dia berikan.

"Ya aku tahu, sekarang aku memakai tubuh orang lain, tapi apa hanya itu alasannya ?."

Naruto menjadi agak gugup saat ditatap intens oleh Hagoromo, tapi Naruto malah mendapati Hagoromo tersenyum kecil dan bersamaan dengan itu tubuh Hagoromo mulai memudar.

"Anggap saja ini hadiah untukmu dari seseorang yang kau kenal, aku tidak tahu siapa orangnya, tapi sepertinya... kau pernah bertemu dengannya."

"Eh ?."

(Flashback off)

Kembali ke saat sekarang, terlihat di kamarnya, Naruto tengah menghabiskan waktu dengan memandang langit langit, dia bingung tentang siapa yang sudah memindahkan jiwanya ke dunia ini.

"Seseorang yang aku kenal ya, siapa memang nya ?."

Saat masih memikirkan hal tersebut, fokus Naruto teralihkan oleh pintunya yang terbuka, dari sana terlihat Serafall yang masuk ke dalam dengan pakaian tidur.

"Ada apa onee eh !."

Tanpa aba aba, Serafall malah berbaring di samping Naruto dan masuk kedalam selimut, terlihat wajah sang maou tampak tersenyum saat mendapati wajah Naruto agak memerah.

"K kenapa kau malah tidur di kamar ku ?."

"Ayolah, onee chan hanya mau tidur bersamamu, karena dari sore tadi kau selalu terlihat murung, jadi aku temani saja kau tidur."

Dengan panik Naruto tampak berusaha lari, tapi entah kenapa badannya kalah kuat saat Serafall dengan cepat menariknya kedalam selimut.

'Kurama Tolong aku ! Onee chan berperilaku aneh sekarang.'

"Mungkin sekarang musim kawin iblis, kau nikmati saja dan beri aku tontonan menarik untuk terakhir kali."

'Sialan kau !, mana ada iblis punya musim kawin !, dan apa maksutmu dengan tontonan itu !, dia kakaku tahu.'

'Kakakmu atau kakak Naruto Sitri ?.' (Ophis)

'Kau jangan ikut campur cebol !.'

Selagi Naruto yang tengah marah marah dengan Kurama, Ophis malah ikut untuk memperburuk suasana.

Menghela nafas kecil untuk menenangkan diri, Naruto dengan perlahan berusaha menarik tangan kanannya hanya untuk mendapati pelukan Serafall semakin erat.

"Astaga, kau kenapa sih ?, tapi yah... dia imut juga saat tidur."

Mengelus kepala Serafall untuk merapikan rambut iblis wanita itu, Naruto mau tidak mau ikut tidur, tapi sekali lagi suara Kurama dan Ophis mengganggunya.

'Oya ?, kau sudah move on dari Hinata ?.'

'Hinata ?, oh itu kan istri Naruto, jadi sekarang mencari yang baru ?.' (Ophis)

.

Alam bawah sadar.

.

Booooom...

Seketika sebuah penahan yang pernah Naruto gunakan pada Kurama di masa lalu turun dan langsung membelenggu leher Kurama, tidak hanya 1 tapi terlihat puluhan penahan yang sama ikut turun dan Ophis yang duduk di kepala Kurama ternyata ikut jadi sasaran.

"Oi oi ! Aku cuman bercanda !."

"A apa apaan ini Naruto ?!."

Saat Ophis masih berusaha melepaskan belenggu dari badannya,dia malah mendapati sosok mirip Naruto atau lebih tepatnya Yami tengah tertawa terbahak bahak melihat keadaan keduanya.

Lol

(Alam nyata)

'Rasakan itu.'

(Ke esokan harinya)

"Uh... apa yang terjadi ?."

Naruto terbangun dari tidurnya dan malah mendapati dia tidak di kamar, melainkan di sopa ruang tamu, mencoba mengingat apa yang terjadi terakhir kali, Naruto malah tidak mengingat apa apa.

"Naru tan, kau sudah bangun ternyata."

"Onee chan, apa yang terjadi ?, kenapa aku bangun di sini ?."

Saat di tanya masalah itu, Serafall malah terlihat agak panik kemudian segera mengalihkan topik pembicaraan dengan ajakan sarapan pagi.

(Ruang makan.)

"Jadi onee chan, kita akan kemana setelah ini ?."

Selagi makan sarapan buatan Serafall, tampak Naruto bertanya kemana mereka, karena jujur saja dia masih ingin mengelilingi dunia ini, mendengar itu Serafall mulai berpikir kemana mereka akan pergi.

"Menurutku bagaimana kalau wilayah Skandinavia, selain ada mitologi nordik di sana, di sana kita sedikit lebih aman karena aku kenal beberapa dewa di sana."

"Apa mereka kuat ?."

Seketika Serafall memasang wajah aneh, karena Naruto yang menanyakan hal tersebut.

"Kau ini mau mengelilingi seluruh dunia, atau cari musuh di seluruh dunia ?."

"Y yah... aku harus siap siap, kalau nanti bisa saja kita di serang aku tidak mau kau sampai terluka."

Menghela nafas pendek, Serafall tampak membereskan piring makannya lalu juga piring milik Naruto.

"Kau tidak perlu khawatir, selama aku di dekat kau, aku akan selalu aman."

Serafall segera membersihkan piring kotor di wastafel, sedangkan Naruto perlahan mendapat ingatan tentang malam tadi, dan dia malah terlihat tersenyum lebar.

Naruto berdiri dan bejalan kearah Serafall, saat di tanya Naruto malah diam tapi secara mengejutkan, dia mengalungkan tangannya di perut wanita iblis itu.

"N Naru tan !, apa yang kau lakulan !."

Serafall tentu saja terkejut bukan main karena aksi Naruto, saat mau melepaskan tangan pemuda itu, dia malah mendapati telinganya di tiup hingga membuat tubuhnya menegang.

"Sssh... mulai sekarang panggil saja aku Naruto, oke, Se ra fall chan."

(Alam bawah sadar)

"WHAT THE HECK !, dari buku mana Naruto belajar itu !?."

.

.

.

TBC. (HEHEHE)

Author ucapkan terima kasih yang amat sangat karena sudah mau baca fanfic ini, dan karena author tidak tahu cara bales komen di fanfiction jadi mau gak mau Author diemin, tapi author tetao baca komen kalian semua.

Mungkin beberapa komen bisa author balas di sini.

Dari nick name tamu yang komen begini.

Tanya : Cerita sama dengan yang ada di wattpad.

Jawab : Kalau judul Im stupid oke sama di bagian itu, kalau isi tentunya bakal beda, karena yang ada di sini Naruto yang tidak di reinkarnasi ulang, beda di versi wattpad yang di reinkarnasi hingga punya ingatan baru.

Tanya : Kenapa yang di wattpad gak dilanjutkan.

Jawab : ya jujur sebenarnya semua cerita di wattpad itu niatnya buat di tulis ke fanfiction 2019 lalu, tapi karena kendala login ke akun fanfic author yang lama, mau gak mau di 2020 author mutusin buat upload ke wattpad.

Tanya : Bentar, jadi Naruto masih 8/10 tahun ?.

Jawab : Bisa dibilang begitu, tapi tubuh Naruto sudah (dibentuk ulang) oleh Kurama dengan bantuan air mata phoenix, dan juga chakra Ashura, ada di chapter 2, proses pembentukan ulang tubuh Naruto terjadi tepat saat seluruh tubuh Naruto berubah jadi wujud ekor 6. Sekarang Naruto bisa dibilang berumur 10 tahun, tapi tubuhnya sama besar dan kuatnya saat setelah pds4, atau bahkan fisiknya lebih kuat karena juga dia sekarang iblis yang punya daya tahan melebihi manusia biasa.

Tanya : Kejadiannya begitu cepat.

Jawab : Itu juga ada hubungannya dengan pembentukan ulang tubuh Naruto, serta sifat Naruto di sini ingin melindungi dengan caranya sendiri. Naruto bisa mengakses kekuatannya secara penuh karena pembentukan ulang tubuhnya, lalu sifatnya yang tadi membuatnya mau mengambil resiko untuk menghadapi mahluk kuat.

Tanya : Triexha lebih kuat ketimbang Moryuu.

Jawab : Ya Author setuju 100 persen, tapi nanti akan terjawab di chapter Naruto menemui Triexha di ujung dunia, untuk tahu kenapa Triexha, atau Naruto yang kenal bernama Moryuu, bisa terdampar ke dunia shinobi.

Ya mungkin hanya 5 koment itu yang bisa author jawab. Sekali lagi, terima kasih sudah mampir, dan semoga kita sehat selalu.

Author pamit

chapter 6 : Pak tua mesum.