Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

As you wish © Elevtron

Rating : M

Genre : Adventure, Tragedy

Warning : Unsur kekerasan, Update tidak menentu, Typo, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

Summary : Naruto seorang siswa biasa terjebak bersama teman-temannya di dalam sebuah permainan yang dimulai oleh makhluk yang tidak diketahui asal-usulnya. Mampukah Naruto dan teman-temannya bertahan? Atau permainan ini adalah akhir dunia?

.

.

.

Chapter 32 : The Judgement Day

.

Angin berhembus pelan di savana yang luas itu, begitu menenangkan dan menyejukkan. Sayangnya hal itu tidak berlaku di kondisi yang tengah terjadi, sesaat setelah Zetsu mengisyaratkan untuk memulai permainan makhluk hitam itu berubah menjadi serpihan kecil dan kemudian menghilang. Menangkap ekspresi bingung di wajah para bocah yang menganggu rencananya, Kaguya kembali berniat baik untuk mengungkapkan sedikit rahasia lagi. Lagipula tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghalangi kebangkitannya

"Energi kehidupan yang tertanam di dalam Zetsu akan memulai hari penghakiman dengan skala yang lebih kecil dan juga metode yang berbeda" Ujar Kaguya

"Jadi permainan yang kau jelaskan panjang lebar sebelumnya adalah modifikasi dari hari penghakiman?" Tanya Shino yang dibalas anggukan oleh Kaguya

Berdirilah membentuk lingkaran

Sebuah suara bergema di langit, tidak ada yang tahu pasti suara apa itu. Namun, aura yang dipancarkannya begitu murni dan mencekam di saat yang bersamaan. Tidak mau mengambil resiko mereka semua mengikuti intruksi suara tersebut. Beberapa saat kemudian, langit berubah menjadi gelap bagaikan malam hari dan rumput yang mereka pijak sedikit bersinar serta bergerak secara acak dan akhirnya berhenti di orang pertama

"Eh?" Kaget Matsuri

Mengakulah

"A-aku emmm..." Ekspresi bingung terpancar di wajah Matsuri, dirinya tidak menyangka akan menjadi orang pertama yang terpilih dalam permainan

3

2

"Aku sudah tidak perawan" Lirih Matsuri

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Matsuri kira dirinya akan lega setelah mengakui kejahatannya, tapi rasa malu lebih mendominasi relung hati. Tatapan berbeda dibanding sebelumnya diberikan oleh para anggota OSIS, khususnya Gaara. Pria berambut merah itu terlihat sangat kecewa.

Kemudian tanpa memberi jeda waktu, cahaya tersebut kembali bergerak secara acak dan berhenti di kaki Sasuke

Mengakulah

"Aku membunuh Shisui, saudara satu klan dan teman kakakku sendiri" Ujar Sasuke lugas

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Tidak ada perubahan berarti dari pria berekspresi es tersebut. Seakan hal yang dikatakannya adalah sesuatu yang biasa. Sungguh mental yang kuat, itulah yang ada di pikiran Kaguya. Wanita berambut putih itu terlalu asik melamun hingga cahaya berhenti di telapak kakinya

Mengakulah

"Giliranku?" Ucap Kaguya ke arah dirinya sendiri

Reaksi tidak siap dari Kaguya membuat harapan bertiup di sisi anggota OSIS. Jika Kaguya tidak bisa menjawab otomatis mereka akan menang dan bebas

"Aku mengambil energi kehidupan dari orang-orang tak bersalah sehingga mereka musnah dari dunia ini"

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Sebuah fakta yang sudah mereka ketahui dan sama sekali tidak ada efek kejut membuat reaksi yang terlihat di wajah anggota OSIS hanyalah ekspresi kecewa. Beberapa saat kemudian, cahaya berhenti di kaki Shino

Mengakulah

"Shino giliranmu" Ucap Lee

"Benarkah?" Shino justru bertanya seakan tak percaya

3

2

"Ehmm, aku pernah mencuri" Ucap Shino

Hening beberapa saat dan tidak ada reaksi dari semua orang

CRASHHH

"KYAAA!" Teriak Sakura Histeris

Sesuatu yang tidak kasat mata menebas kepala Shino hingga putus dan terpisah dari badannya. Jaket berwarna merah akibat darah yang telah mengering kini kembali harus dinodai oleh darah pemiliknya sendiri. Tubuh Shino yang sudah tidak bernyawa kini terbaring di genangan darah.

Dosamu adalah menyiksa hewan-hewan selain serangga karena kau menganggap mereka tidak pantas diciptakan

"Aku sudah bilang untuk memikirkan dosa terbesar kalian kan" Ujar Kaguya dengan nada mengejek

Mereka semua bahkan tidak sempat untuk menangis dan menghampiri jasad Shino. Hal ini dikarenakan cahaya tersebut kembali bergerak secara acak dan kini berhenti di bawah kaki Sai

Mengakulah

"Hah sial" Umpat Sai

Setelah melihat hal yang terjadi kepada Shino sudah pasti Sai harus berhati-hati mengatakan dosa terbesarnya. Terlebih dibawah tekanan dan rasa panik, segala hal yang ada di kepala pria dengan senyum palsu tersebut menjadi tidak bisa berpikir.

3

2

1

"A-aku-"

Perkataan Sai terpotong sebagai akibat dari lehernya yang sudah dipatahkan oleh sesuatu yang misterius. Kini tubuh Sai telah menjadi jasad dan terbaring dengan mata terbuka.

Dosamu adalah tidak bisa menjaga mulut dan berucap semaumu tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bahkan banyak orang bunuh diri akibat ucapan sinismu

"Sai, Arghhh sial!" Umpat Lee emosi karena tidak bisa berbuat apapun untuk membantu Sai

BRUKKK

Mata Lee membola saat pukulannya tidak bisa mengenai Kaguya, seperti hologram pukulan Lee hanya menembus tubuh wanita berambut putih tersebut. Sebagai hasilnya, tubuh Lee terjatuh ke tanah dengan suara yang cukup keras

"Percuma Lee, di sini kita hanya bisa saling melihat dan mendengar suara satu sama lain. Fisik kita saling terpisah saat ini" Shion mencoba menenangkan emosi Lee, pria beralis tebal itu sangat pantas untuk marah. Namun ini adalah saat untuk tenang

Cahaya aneh yang bersinar di kaki mereka kembali bergerak secara acak

Mengakulah

Kini cahaya tersebut berhenti di kaki Sara

"A-aku..." Ucap Sara terbata-bata

3

2

"Aku membunuh Karin"

"A-apa?" Pengakuan Sara membuat Hinata kaget

"Ma-maafkan aku, saat itu monster dengan sepuluh ekor mengamuk dan Karin berlari terlalu lambat. Gadis itu terus menarik tanganku sehingga aku mendorongnya dan tiba-tiba sebuah bangunan roboh la-lalu..." Sara tidak bisa melanjutkan penjelasan

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Isak tangis terdengar di sekitar mereka, tangis itu berasal dari Sara yang merasa begitu malu dan bersalah

Kaguya hanya tersenyum miring, sesuai dugaannya mental para siswa SMA memang masih lemah. Jika keadaan terus begini kemenangan adalah sesuatu yang bisa Kaguya pastikan

"Semuanya!" Teriak Shion

"Jangan menyerah, satu langkah lagi kita akan berhasil bebas dari permainan ini. Jika kita menyerah dan hancur saat ini maka nyawa teman-teman kita akan sia-sia. Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan dan memiliki dosa namun tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan itu dan menjadi lebih baik"

Suntikan semangat dari Shion membuat Kaguya tersenyum kecut. Terlebih beberapa anggota OSIS mulai memasang ekspresi fokus meskipun masih didominasi oleh rasa shock dan sedih. Mungkin Kaguya harus menunggu sedikit lebih lama untuk hidup kembali

Cahaya tersebut akhirnya berhenti di kaki Shikamaru

Mengakulah

"Hah, tampaknya waktuku hanya sampai disini" Ucap Shikamaru

"Hei, Shikamaru. Apa yang kau bicarakan? Pikirkan saja dosa terbesarmu" Desak Gaara

3

2

"Maafkan aku Gaara" Ujar Shikamaru dengan senyum miring

1

Shikamaru jatuh terduduk dengan sebilah pisau muncul dari posisi dimana jantungnya berada. Tidak berhenti sampai disitu, puluhan pisau seakan menembus dari dalam tubuh Shikamaru sehingga membuat pemuda bermodel rambut nanas itu kehilangan nyawa.

Dosamu adalah menyimpan kebenaran bahwa Matsuri diperkosa oleh gurumu sendiri yakni Asuma. Kebenaran itu kau simpan karena tidak ingin nama guru dan temanmu tercemar. Itulah dosa terbesarmu

"Walau bagaimanapun menyembunyikan sebuah kejahatan bukanlah sesuatu yang baik" Kaguya bermonolog sendiri

"Shikamaru..." Hinata memandang lirih jasad temannya, sangat jelas terlihat bahwa Shikamaru memang sengaja tidak mengakui dosanya dan akhirnya mati

Cahaya misterius itu kembali bergerak secara acak. Beberapa orang yang belum terpilih terlihat menahan nafas akibat tekanan dan ancaman yang menanti jika cahaya itu berhenti di kaki mereka

"Sial!" Umpat Sakura saat dirinya yang terpilih oleh cahaya tersebut

Mengakulah

"Hah, aku membully banyak adik kelas hingga salah satunya depresi dan pindah sekolah" Sakura berkata dengan ekspresi lesu

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Hening beberapa saat dan tidak ada reaksi berlebihan akan pengakuan Sakura. Kebanyakan dari mereka memang sudah tahu bahwa Sakura adalah senior yang suka menindas orang lain. Daripada memikirkan dosa Sakura kini perhatian mereka terarah kepada cahaya yang terus bergerak dan berhenti di satu titik

Titik itu adalah tempat Hinata berpijak

Mengakulah

Hinata terlihat tidak siap, sepertinya ia belum mendapatkan jawaban akan dosa besar yang pernah ia lakukan

3

2

"Aku hamil!" Ucap Hinata panik

"Bukankah tadi kau bilang kalau aku hamil dan karena itu pertunangan Shion dibatalkan? Berarti itu adalah dosa terbesarku" Hinata mengarahkan atensinya ke arah Kaguya

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

"Ck, gadis pintar" Kaguya tersenyum tipis kepada Hinata

Sementara di sisi lain, Hinata meneguk ludah kasar. Selain karena dirinya lolos dari lubang maut, penyebab lainnya ialah perkataan Kaguya tentang masa lalu Shion berarti benar-benar terbukti.

"Kurasa kalian akhirnya mulai percaya akan perkataanku" Kaguya berucap dengan nada penuh percaya diri

"Jadi kehidupan SMA yang kalian ingat semuanya hanyalah ilusi. Jika kalian berhasil lolos dari sini, hal yang menanti kalian adalah realita yang sebenarnya. Realita dimana pertunangan dan hidupmu hancur berantakan Shion" Jelas Kaguya

"Begitukah? Kurasa itu tidak seburuk yang kau katakan Kaguya. Lagipula tidak ada alasan kenyataan itu tidak bisa jadi lebih baik kan?" Balas Shion dengan nada menantang

"Apa maksudmu?"

Dahi Kaguya mengernyit bingung mengharapkan jawab dari Shion. Namun, hal itu urung di dapat saat cahaya tersebut berhenti di kaki Shion

Mengakulah

"Aku menjebak semua orang ke dalam Izanagi" Shion berbicara lugas tanpa keraguan sedikitpun

Itu salah satu dosa terbesarmu, terima kasih telah mengakuinya

Kaguya mengepalkan kedua tangannya sebagai ekspresi kemarahan. Dua kali beruntun akibat kecerobohannya dua nyawa berhasil selamat dari kematian. Untungnya, keberuntungan masih berpihak kepada Kaguya saat cahaya tersebut berhenti di kaki 3 orang tersisa.

"Eh, a-apa ini?" Tanya Lee saat cahaya tersebut berhenti di posisi Gaara, Naruto dan juga dirinya

"Sepertinya itu seperti seleksi bagi kalian bertiga" Kata Kaguya

"Seleksi?" Rasa ingin tahu mendorong Matsuri untuk bertanya

"Hanya yang dosanya paling besar saja yang dapat selamat"

"A-apa?!" Protes Naruto setelah mendengar jawaban Kaguya

Mengakulah

"Aku pernah sengaja mencederai guru Gai saat latihan bela diri agar bisa libur berlatih. Namun, hal itu membuat guru Gai cacat" Lee membuat pengakuan pertama

"Awal yang bagus" Ucap Kaguya bermonolog

3

"Akibat kelahiranku, ibuku meninggal" Ucap Gaara singkat

2

Semua orang mengira bahwa Naruto akan mengikuti jejak Shion dan Hinata untuk memanfaatkan kecerobohan Kaguya yang membocorkan masa lalu mereka

"Aku tidak percaya Tuhan" Namun hal yang dikatakan Naruto sungguh membuat semua orang terkejut

"Semua kejadian ini membuatku tidak percaya sama sekali akan adanya Tuhan" Lanjut Naruto

Bersamaan dengan itu, sebuah lubang tercipta di bawah kaki Gaara dan Lee sehingga membuat mereka berdua jatuh ke dalam jurang tak berujung. Naruto yang melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri jatuh berlutut dengan ekspresi shock. Matsuri dan Hinata sudah tidak bisa menahan tangis yang hendak keluar sedari tadi. Sementara sisanya hanya jatuh terduduk dengan wajah penuh rasa penyesalan

Dosamu yang paling besar, terima kasih telah mengakuinya

"Tebakanku benar ternyata" Ujar Kaguya dengan nada riang

Mendengar hal itu, Naruto memukul tanah dengan keras sebagai bentuk pelampiasan. Dengan muka memerah padam, Naruto menatap nyalang wanita dihadapannya

"KAU" Bentak Naruto

"Darimana kau tahu permainan terkutuk ini?" Tanya Naruto mencoba menahan emosi

"Hahahaha"

"Brengsek!, Jangan tertawa" Naruto semakin tersulut emosinya melihat respon yang diberikan oleh Kaguya

"Prasasti Uchiha" Kaguya akhirnya memberikan jawaban setelah tawanya selesai

"Hah?" Sasuke ikut bersuara saat mendengar nama klan nya disebutkan

"Prasasti Uchiha yang asli mencantumkan hal yang akan terjadi setelah kematian. Dari sanalah aku mendapatkan rincian akan permainan ini, sementara yang dilihat oleh Madara dan Shion adalah hasil perbuatan Zetsu yang sedikit memodifikasi tulisannya" Jelas Kaguya

"Aku benar-benar akan membunuhmu" Geram Naruto

"Hahahaha, coba saja kalian semua"

Kaguya memberikan ekspresi meremehkan ke arah anggota OSIS yang seperti ingin mengincar kepalanya. Kaguya sendiri merasa tertantang dan ingin mempermainkan emosi lawannya tersebut. Jujur Kaguya sedikit terkejut dengan kekuatan mental dari para lawannya. Jika sudah begini maka...

"Apa kalian sudah siap dengan tahap terakhir dari 'hari pengakiman'?" Kaguya memberikan senyum miring penuh kesombongan

.

TBC

.

.

.

Author's Note : Halo Elevtron is back, jujur lupa kapan terakhir online di website ini. Btw Elevtron gak mau panjang-panjang sih di author's note yang kali ini. Cuma mau menindaklanjuti beberapa requets yang minta kalau horror story yang Elevtron kutip di media sosial yang lain dibuat versi text nya karena kayaknya ingin menikmati cerita itu dari bentuk yang lain. Sempat bingung antara mau upload disini atau wattpad cuma karena Elevtron suka bingung buat ngasih nama karakter jadi Elevtron upload disini aja sembari meminjam nama karakter dari Kishimoto-sensei hehehe..., buat kalian yang penasaran bisa baca cerita Konoha Horror Story di akun ini juga

Anyway segitu aja, kalian bisa folllow social media Elevtron yang lain

Youtube : /Elevtron

Tiktok : /Elevtron

Wattpad : Elevtron

Buat kalian yang mau support atau request ke Elevtron juga bisa donate di link berikut : /Elevtron

Mohon juga kritik dan sarannya agar fanfic ini lebih baik di kemudian hari

Hope You Enjoy It

Well see u in the next chapter

x

x

x