Let's We Meet Again

Rate T

Naruto miliki Kishimoto. Aku hanya meminjam karakternya.

Warning! MCD!Shisui. Reincarnation. Timeline what timeline? OOC, Typo.

Aku hanya ingin membuat ShiIta bahagia because fuck Sandaime and Danzo.

Itu aja.

Happy Reading!


"Selamat tinggal, Itachi. Jika kita terlahir kembali, aku berharap kita bisa bertemu lagi." Shisui tersenyum dengan kedua mata berdarah sebelum menjatuhkan diri dari atas tebing sungai Naka. "Aku mencintaimu."

Tubuh Itachi membeku tanpa dapat melakukan apapun. Matanya panas dan memburam, tapi Itachi tahu bahwa tidak hanya air mata yang membasahi kedua matanya. Bibir digigit kuat-kuat hingga dia dapat merasakan darah di lidahnya.

"Shisui." Pemuda itu tersedak tangisannya sendiri dan jatuh berlutut. Dia tidak dapat bergerak, tidak dapat berpikir, tidak dapat mendengar apapun selain menangis dengan nama Shisui yang terbisik di mulutnya. "Shisui."

Itachi tidak tahu sudah berapa lama dia menangis dan berdiam di tempat terakhir mereka bertemu. Dia tidak tahu sudah berapa lama dia menggenggam bola mata kiri Shisui. Dia tidak tahu apakah ada yang melihatnya atau tidak.

Yang Itachi ketahui adalah, kini Shisui telah tiada.

Mangekyou Sharingan miliknya—yang baru terlahir—berputar liar. Dia mencoba mengingat semua detail tempat ini ke dalam ingatannya agar dia tidak pernah melupakan saat ini. Saat yang menjadi saat terakhir Shisui. Saat dimana Itachi harus menanggung beban dari klan Uchiha. Saat dimana Itachi harus melihat Shisui yang terpaksa bunuh diri.

"Aku juga mencintaimu, Shisui…" bisiknya dengan penuh duka.


"Apakah menurutmu kita adalah belahan jiwa di setiap alam semesta?" tanya Shisui tiba-tiba setelah sparring mereka yang biasanya.

Itachi yang baru saja selesai membersihkan wajahnya berhenti dan bertanya, "kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?"

Shisui cemberut dan menatap Itachi dengan penuh afeksi—selalu penuh dengan afeksi dan cinta dan—"jawab saja, 'tachi-chan!"

Perkataan itu membuat Itachi memikirkan pertanyaan Shisui. 'Apakah mereka belahan jiwa di setiap alam semesta?' "Belahan jiwa, ya? Aku tidak tahu, Shisui, kita bahkan bukan salah satunya disini…"

"Tapi?"

"Tapi, aku suka jika berpikir bahwa kita adalah belahan jiwa di setiap alam semesta lain." Jawab Itachi dengan senyuman kecil, membuat Shisui yang sebelumnya berbaring di atas rumput kini bangkit dan duduk dengan senyuman lebar. "Bagaimana denganmu?"

"Kalau menurutku, kita akan selalu menjadi belahan jiwa, baik di alam semesta ini maupun alam semesta lain." Shisui merentangkan tangan dan menangkup kedua pipi Itachi sebelum menciumnya singkat. "Kau salah, 'tachi-chan. Kita adalah salah satunya bahkan di alam semesta ini."

Itachi meleleh dalam telapak tangan Shisui dan membiarkan dirinya untuk mengangguk dan mempercayainya.


"…Shisui, mungkin di dunia lain, kehidupan lain, kita ditakdirkan untuk menjadi belahan jiwa dengan akhir yang bahagia. Tapi tidak di sini, tidak kali ini." Bisik Itachi dengan tanto yang penuh dengan darah klan-nya sendiri di tangannya. Air matanya sudah kering, sekalipun luka di hatinya masih basah dan terus berdarah tanpa bisa kering untuk selamanya.

Itachi menatap foto Shisui dan dirinya yang ada di tangannya. Dia mencoba mengingat semua detailnya dengan sharingan. Semua detail kecil yang menjadi rahasia mereka, semua detail kecil milik Shisui yang Itachi ingat dan jaga baik-baik di tengah hatinya selain Sasuke.

Dia mengingat senyuman Shisui, mengingat tawa Shisui, sentuhan Shisui yang bahkan sampai sekarang masih dapat dirasakannya. Dia mengingat semuanya dengan sharingan-nya sebelum membakar habis foto kenangan mereka.

"Sampai jumpa, Shisui. Maafkan aku."


Itachi merasakan tetesan air hujan yang membasahi tubuhnya dan mulai menutup mata.

Bahkan sampai sekarang pun, dia masih bisa merasakan sentuhan hantu tangan Shisui yang menangkup kedua pipinya.

Sampai sekarang pun, Itachi masih mengingat semua detail milik Shisui. Dia bahkan masih bisa mendengar bisikan Shisui di telinganya.

"Istirahatlah, 'tachi-chan. Kau sudah melakukan yang terbaik."

Dan itulah yang dilakukan Itachi. Dia menghembuskan napas terakhirnya dengan senyuman dibawah guyuran air hujan ditengah-tengah genangan darahnya sendiri.

'Selamat tinggal, Sasuke.'


Uchiha Itachi kembali membuka kedua matanya di dalam dunia yang sangat berbeda dari yang diingatnya.

Untuk yang pertama, namanya bukan lagi Uchiha Itachi, melainkan Suzuki Itako.

Yang kedua, penglihatannya sangat buruk, tapi dia masih bisa mengenali kedua orang yang memanggil diri mereka sebagai ayah dan ibunya.

Yang ketiga, dia adalah seorang perempuan.

Yang keempat, Itachi—Itako bukan lagi seorang kakak, namun seorang adik dari Suzuki Izumi.

Itako membutuhkan waktu lama untuk mempelajari sekitarnya hingga dia mendapatkan kacamata untuk melihat dan menyadari bahwa dia entah bagaimana caranya sudah terlahir kembali sebagai adik dari orang yang dulunya adalah Uchiha Izumi.

Dia tidak tahu apa yang terjadi, terutama karena hanya dia yang mengingat kejadian di masa lalu? Alam semesta lain? Apapun itu, dia entah bagaimana masih mengingat apa yang terjadi sebelum kelahirannya.

Tapi melihat kedua ayah dan ibunya yang masih hidup dan bahagia disini, juga Izumi yang kini hidup sebagai kakak perempuannya, Itako tidak bisa tidak berharap bahwa Shisui juga ikut terlahir kembali di dunia ini.

Jadi dia belajar dan tumbuh sebaik yang dia bisa untuk pergi berkeliling dunia untuk mencari Shisui.

Dia bahkan bertemu dan entah bagaimana caranya bisa berteman baik dengan Fumi Sasori dan Akeno Deidara. (Itako ingin tertawa ketika mengingat bahwa di alam semesta lain, Deidara sangat membencinya.)

Hingga tepat saat usianya menginjak 20 tahun, Itako menemukan apa yang dia cari.

Uchiha Shisui—Takahashi Shisui muncul didepannya.

"Itako-chan, dia adalah calon tunanganmu. Kami harap kalian bisa berhubungan dengan baik."

Itako hampir tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kedua orangtuanya. Fokusnya hanya ada pada Shisui.

Shisui yang balas menatapnya dengan kerinduan yang sama—

"Itako-san, bisakah kita bicara berdua saja?" tanya Shisui sambil mengulurkan tangan pada Itako seperti seorang pria terdidik.

Itako menerimanya dengan penuh rasa terimakasih. Dia tidak tahu apakah dia bisa menahan diri lebih lama lagi di depan kedua orangtua mereka.

Shisui membawanya ke taman luas di belakang mansion yang menjadi rumahnya dan mendudukannya di bangku yang ada di tengah-tengah taman itu.

"Shisui—" ucapan Itako terhenti ketika Shisui memeluknya erat dan menangis.

"Itachi."

Nama itu membuat Itako tercekat dan balas memeluk Shisui dengan sama eratnya. "Shisui. Shisui."

"Aku menemukanmu, oh Itachi, 'tachi-chan,"

Itako tertawa basah. Air matanya masih mengalir jatuh membasahi pipinya. "Namaku sekarang Itako,"

Shisui ikut tertawa kecil dan menangkup kedua pipi Itako untuk menghapus air matanya dengan kedua jempolnya. "Apapun namamu, kau tetap Itachi-ku, belahan jiwaku."

"Shisui. Shisui-ku."

"Milikmu, cintaku." Bisik Shisui sebelum membawa bibir keduanya kedalam ciuman hangat. "Kau tidak tahu sudah berapa lama aku mencarimu, Itachi, Itako-chan."

"Kau tidak tahu bagaimana rasanya hidup bertahun-tahun tanpamu, Shisui." Balas Itako. Bibirnya berbisik tepat di depan bibir Shisui dan kedua tangannya kini mengalungi leher Shisui dengan erat. "Aku mencintaimu."

Shisui lagi-lagi tertawa kecil dan kembali mencium bibir Itako. "Aku juga mencintaimu, Itako, di setiap alam semesta."

Itako tersenyum, "terima kasih sudah menemukanku, Shisui. Aku juga mencintaimu di setiap alam semesta."

"Selalu, cintaku, belahan jiwaku."

Dan mereka hidup bahagia selamanya.


END.


Omake.


Uchiha Itachi kembali membuka matanya di dunia yang familiar, tapi sebelum dia dapat panik, sebuah suara lain yang mengontrolnya di balik kepalanya membuat seluruh insting ninjanya berdering.

Orang—monster yang mengontrolnya menuruhnya untuk pergi bersama Nagato dan Itachi tidak dapat melakukan apapun untuk melawannya.

Setidaknya hingga dia berhadapan dengan Uzumaki Naruto dan memanggil kembali burung gagaknya dengan mata Shisui yang disembunyikannya di dalam Uzumaki Naruto.

Itachi tidak tahu apa yang terjadi setelah kematiannya di dunia ini, tapi dia tahu dengan pasti bahwa dia belum mati sebagai Suzuki—kini Takahashi Itako. Jadi entah bagaimana caranya, dia harus menghentikan jurus ini dan kembali kepada Shisui.

Melihat Sasuke kembali dan bertarung dengan adik kecilnya itu membuat Itachi tersenyum. Setidaknya, adiknya tidak lagi membencinya dan dia bisa menghabiskan saat-saat terakhirnya yang kedua kali bersama dengan Sasuke.

Dia tidak mengatakan apapun pada Sasuke tentang kehidupannya bersama Shisui di dunia lain—kini mereka telah menikah dan memiliki dua anak kembar—tapi dia mengatakan bahwa dia bahagia sebelum jiwanya ditarik pergi dari tubuh buatannya.

Sesaat, Itachi khawatir bahwa dia akan kembali membuka mata di tempat asing, tapi kekhawatirannya itu dengan cepat menghilang ketika dia merasakan usapan lembut di puncak kepalanya dan ciuman-ciuman kecil di kedua pipinya.

"Mmh. Selamat pagi, Shisui."

"Selamat pagi, belahan jiwaku. Apa yang kau mimpikan hingga dahimu berkerut seperti itu?" tanya Shisui setelah mencuri kecupan di bibir Itako.

"Bukan hal yang besar," Itako menenangkan. "Aku hanya bermimpi bertemu kembali dengan Sasuke… dan dia memaafkanku,"

Shisui bergerak membawa Itako kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepalanya dengan penuh cinta. "Ceritakan padaku tentang itu."

Dan Itako bercerita hingga pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka dan menampilkan kedua anak mereka.

"Ibuu! Akihiko dan Hikari dan Hana akan datang dalam satu jam dan kami belum siap!"

"Kemarin ayah berjanji untuk membantu kami memancing ikan, tapi ayah juga belum siap! Kami bisa terlambattt!"

Shisui mengerang main-main, sedangkan Itako terkikik geli.

"Biaklah-baiklah, apa yang kalian butuhkan?" tanya Itako dengan senyuman.

Di kehidupan kali ini, mereka menjadi belahan jiwa dengan akhir yang bahagia.


END.

A/n:

Suzuki memiliki arti "pohon lonceng kecil" (鈴木)

Takahashi memiliki arti "jembatan tinggi" (高橋)

Aku mengetik ini karena menginginkan fanfiksi ShiIta dari trope "Maybe in another world, another life, we were meant for a happy ending. but not here, not this time." dan pertanyaan "Do you think we're soulmates in every universe?"

Mmn, sedap sekali ahahahaha.

Terimakasih sudah membaca!

Ziandra Amaela, 18 Oktober 2024.

Ps:

I do not accept PMs promoting art collaborations or anything like that. You just pretend to have read my work and offer your art because you "like" my work in exchange for money. No. I do not accept PMs like that. If you still send them, I will not respond nicely and will respond rudely. You have been warned.