Title : The Transparent One
Crossover : Naruto X High School DxD X dll
Disclaimer : Naruto dan HS DxD bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Prologue
Chapter 1 : New Life in New World
Di suatu tempat yang tidak diketahui
Seorang pemuda dengan tubuh tertusuk sebuah pisau sedang berusaha berjalan di atas sebuah jembatan. Dia berusaha berlari dari sesuatu yang mengejarnya. Kemudian sebuah mobil dengan keras menghantam tubuhnya. Pemuda itu terhempas hingga mendarat di pembatas jalan di jembatan. Tubuhnya tersangkut di sana.
Seseorang turun dari mobil yang menghantam pemuda itu. Dia berjalan ke tempat si pemuda.
" Kau... Mengapa...? " Tanya pemuda itu.
" Itu karena dia suka padamu, Namikaze Naruto! "
Setelah mengucapkan itu, si pengendara mobil menendang tubuh si pemuda hingga terjun ke dalam sungai.
Di dalam sungai, pandangan pemuda itu mulai kabur. Dirinya tidak mampu lagi melihat dengan baik.
'Jadi... ini akhirnya ya...'
Kerajaan Beltram, tahun X700
Istana Kerajaan Beltram, Istana Keluarga Namikaze, Beltram Capital District, Beltram Kingdom
" Yang Mulia Ratu, dorong terus. Kepalanya sudah keluar. "
Seorang perempuan dengan baju ala Eropa abad pertengahan membantu seorang perempuan yang tengah melahirkan. Hingga akhirnya dia berhasil melahirkan seorang putra berambut pirang.
" Yang Mulia Raja, Yang Mulia Pangeran, putra kedua sudah lahir! " Ucap si bidan sambil membalut bayi itu dengan kain.
Seseorang yang merupakan sang raja segera menggendong bayi yang baru lahir itu.
" Putra keduaku... Namamu... Naruto... Naruto Namikaze... "
.
.
Naruto's POV
Namaku Naruto Namikaze. Aku... yah... aku adalah reinkarnator dari dunia lain, lebih tepatnya dari Jepang. Aku terlahir kembali di dunia sihir yang penuh dengan kekuatan magis. Sudah jelas. Ini sama seperti anime atau manga isekai itu. Anehnya, namaku di dunia ini sama dengan dunia lamaku.
Aku lahir sebagai putra kedua dari raja dari Kerajaan Beltram ke-50, Minato Namikaze dan satu-satunya permaisurinya, Kushina Namikaze. Anehnya, nama keluargaku terdengar sangat Jepang di tengah Kerajaan seperti Eropa abad pertengahan. Benar-benar luar binasa.
Untuk keluargaku, ayahku hanya memiliki satu istri, meskipun di dunia ini poligami adalah hal yang wajar. Yah, tentu saja sebagai seseorang yang mati di usia remaja, masih banyak fantasi-fantasi otaku yang bisa kuwujudkan di sini, seperti memiliki harem dan semacamnya.
Lalu, aku memiliki 2 saudara. Yang pertama adalah Menma Namikaze, kakak laki-lakiku yang juga merupakan pewaris tahta. Dia berumur 5 tahun lebih tua dariku. Dan satu lagi adik perempuanku, Mito Namikaze. Dia berumur 5 tahun lebih muda dariku. Uniknya, aku satu-satunya yang mewarisi rambut pirang ayahku, sedangkan kedua saudaraku memiliki rambut merah.
Mungkin itu dulu perkenalanku... lagipula... tidak baik menjelaskan semuanya begitu saja sekaligus... kan?
Naruto's POV end
.
.
Istana Keluarga Kerajaan, Kerajaan Beltram, X717
Naruto berjalan dari kamarnya menuju ruang makan. Ini adalah waktunya sarapan. Sebagai keluarga Kerajaan, Naruto tentunya harus mengikuti etiket bangsawan yang merepotkan baginya. Anehnya, kakaknya dan ayahnya juga tidak terlalu menyukai etiket-etiket Kebangsawanan yang merepotkan.
Naruto masuk ke ruang makan. Di sana dia melihat kedua orang tuanya bersama dengan dua saudaranya.
" Maaf, aku terlambat. "Ucap Naruto sambil membungkukkan badan saat masuk di ruang makan. Setelah itu, dia baru duduk di antara kedua adiknya dan memulai sarapannya.
" Jadi, mengapa kau terlambat? " Tanya sang ibu.
" Aku... bersiap-siap. " Balas Naruto
" Ibu tahu besok adalah hari pertamamu di akademi, tapi itu bukan alasan untuk bisa terlambat. "
" Maafkan aku... "
" Naruto. Besok adalah hari pertamamu, jadi ayah berpesan- "
" Tenang saja, aku akan menahan diri. " Ucap Naruto memotong perkataan ayahnya.
" Yang ingin kukatakan adalah supaya kau menjadi lebih bijaksana. Kau bisa membunuh banyak orang di sana, tapi kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Jadi, tetaplah bijaksana. "
" Aku mengerti. "
" Naruto, kau mau menjadi pewaris tahta? " Tanya Menma tiba-tiba
" Kau sudah tahu aku menolak menjadi pewaris tahta sejak 7 tahun yang lalu, kan? " Balas Naruto.
" Tapi, tidak memiliki saingan itu tidak seru. " Balas Menma sambil tersenyum kecil.
" Kalau begitu, minta ayah dan ibu untuk memiliki anak laki-laki lagi, lalu buat dia menjadi sainganmu, Nii-san. " Ucap Naruto.
Minato dan Kushina yang mendengar itu sedikit terkejut mendengar perkataan Naruto.
" Tapi, jarak usia akan terlalu jauh. Itu tidak akan menambah keseruan. "
" Tolong jangan membuat lelucon seperti itu di meja makan. " Ucap Kushina menegur kedua anaknya itu.
Setelah itu, mereka melanjutkan sarapan mereka.
" Aku sudah selesai. Aku akan berlatih... setelah itu bersiap untuk ke akademi besok. " Ucap Naruto sambil berdiri dan pergi dari sana.
Setelah mereka Naruto pergi, Mito mengeluarkan suaranya.
" Naruto-nii, sudah berubah. "
" Mito benar. Naruto berubah semenjak perang saudara satu tahun yang lalu. " Ucap Menma menambahkan.
" Apa memasukkannya ke militer adalah hal yang baik untuknya? " Gumam Minato.
" Tenang saja. Naruto baru 17 tahun. Dia masih memiliki waktu untuk mencari jati diri. " Ucap Kushina memenangkan suaminya.
" Aku harap kau benar. Lalu, bagaimana dengan calon tunanganmu, Menma? "
" Hubungan kami baik. Hubungan dengan Duke Sitri juga baik-baik saja. Kapan pun waktunya, hubungan kami bisa dipublikasikan. "
" Baguslah jika hubunganmu dan Serafall baik-baik saja. "
.
.
Beltram Darkness Forest
Naruto memasuki Beltram Darkness Forest dengan sebuah pedang di pinggangnya. Hutan ini terletak tidak terlalu jauh dari ibu kota, sehingga Naruto bisa mengunjungi hutan itu. Lagipula, hutan itu sudah sering dikunjungi oleh Naruto untuk berlatih.
Beberapa saat setelah Naruto masuk ke dalam hutan, beberapa babi hutan muncul. Naruto mengalirkan energi sihir dan menebas para babi hutan itu dengan mudah. Naruto mampu membunuh para babi hutan yang menyerangnya, hingga seekor babi hutan raksasa muncul dan mencoba menyeruduk Naruto.
Naruto mengalurkan energi sihir ke seluruh tubuhnya dan melompat. Dikarenakan tubuhnya dialiri energi sihir, Naruto mampu melompat lebih tinggi dari yang seharusnya. Ketika masih berada di udara, Naruto menembakkan tebasan sihir ke arah babi hutan raksasa itu dan berhasil melukai punggung babi hutan raksasa itu.
Naruto yang mendarat kembali menembakkan tebasan sihir lainnya ke babi hutan raksasa itu. Dengan instingnya, babi hutan raksasa itu berlari memutar untuk bisa menyerang Naruto. Namun ketika babi hutan raksasa itu akan menyeruduk Naruto, Naruto mengalirkan energi sihir ke tangan kirinya dan meninju moncong babi hutan itu hingga tersungkur ke samping.
Babi hutan itu kembali. Dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pusing akibat tinju dari Naruto. Kemudian, babi hutan itu kembali melesat untuk menyerang Naruto. Naruto kembali mengalirkan energi sihir ke pedangnya dan menebas babi hutan itu secara vertikal dari hidung sampai ke ekor. Dengan itu, Naruto berhasil membunuh babi hutan itu.
Naruto mengayunkan pedangnya untuk membersihkan noda darah pada pedangnya dan memasukkan pedangnya ke sarungnya. Kemudian, Naruto mengeluarkan belati dari sihir penyimpanan. Naruto menguliti dan mengiris daging babi itu, serta memotongnya kecil-kecil dan memasukkannya ke dalam sihir penyimpanan. Naruto juga mengambil beberapa tulang hidung dari babi hutan yang mencuat keluar.
Ketika Naruto akan berbalik, seekor harimau yang cukup besar melompat dari semak-semak dan berniat menerkam Naruto, namun harimau itu harus menghantam sebuah dinding sihir tembus pandang. Sesaat kemudian, harimau itu jatuh seakan dinding tembus pandang itu menghilang. Naruto mengalirkan energi sihir ke belatinya dan melemparkannya ke dada harimau itu hingga menembus tubuh si harimau dan menancap di pohon yang ada di belakangnya.
Ketika harimau itu jatuh, Naruto kembali mengalirkan energi sihir ke tangan kanannya. Saat si harimau mendarat di tanah, Naruto meninju kepala si harimau hingga menghancurkan tengkoraknya dan berjalan meninggalkan mayat harimau itu dan mengambil belati yang tadi ia lempar, dan memasukkannya ke sihir penyimpanan.
" Kau bisa menyerang harimau itu, kan? " Sebuah suara bisa didengar oleh Naruto.
" Tapi, kau melakukan apa yang harus kau lakukan, kan? " Balas Naruto.
" Tentu saja. Jika kau mati, aku juga akan mati. Itulah kontrak yang kita buat. "
Sesosok perempuan berambut putih pucat dengan mata biru yang indah muncul di sebelah Naruto. Dia menggunakan pakaian dengan warna dominan hitam dan sebuah tombak hitam yang mirip dengan sebuah halberd. Perempuan itu menancapkan tombaknya ke mayat harimau itu dan memeluk Naruto dari belakang. Sebagai catatan, perempuan itu melayang dan tidak menginjak tanah, sehingga dia bisa memeluk Naruto dari belakang dan menaruh kepalanya di bahu kanan Naruto. Naruto mengelus puncak rambut perempuan itu sebelum melepaskan diri dan berjalan maju.
" Justru karena kontrak itulah, kita tidak terpisahkan. " Ucap Naruto.
" Kau benar, Danna-sama. Tapi, kau menjadi semakin dingin pada keluargamu. Harusnya kau tidak melakukan itu pada mereka. "
" Kau... benar... tapi... peristiwa itu benar-benar telah mengubahku. Bahkan... karena peristiwa itu, aku sadar... aku bukan lagi Namikaze Naruto dari Jepang, namun Naruto Namikaze dari Kerajaan Beltram. Kau yang seorang Fae mungkin tidak mengerti konsep keluarga. Selain itu, jangan panggil aku Danna-sama. Aku bukan suamimu, Morgan. " Balas Naruto
" Apa aku perlu menekankan kontrak kita? Hubungan kita diikat oleh darah. Tidak ada yang bisa memutus kontrak ini karena kontrak ini terikat pada jiwa kita. Tidak ada kutukan maupun berkat yang dapat menghapus atau menghancurkan "kontrak darah". Meskipun aku mati, kau tidak akan mati; tapi jika kau mati, maka aku juga akan mati. Meskipun kau memiliki banyak istri, akulah yang benar-benar terikat pada jiwamu. Jadi, kau adalah danna-sama-ku. " Ucap Morgan.
" Terserah kau saja. Asalkan itu tidak membuat KDRT di rumah tanggaku. " Ucap Naruto
" Maksudmu keseruan dalam rumah tangga? " Ucap Morgan.
" Kekerasan dalam rumah tangga! " Balas Naruto.
" Fufufufufu... " Morgan tertawa mendengar ucapan tuannya.
" Ayo kita kembali, Morgan. "
" Tentu saja, Danna-sama. "
Morgan mengambil tombaknya yang sebelumnya ditancapkan pada mayat harimau, kemudian dia menghilang. Sementara itu, Naruto kembali berjalan ke ibu kota.
Beltram Academy District, Beltram Kingdom
Naruto membuka matanya saat dirinya sadar bahwa kereta kuda yang membawanya sudah memasuki Distrik Akademi Beltram.
Distrik Akademi Beltram adalah sebuah distrik khusus untuk Beltram Academy. Di distrik ini terdapat area pasar dan pertokoan yang dijalankan oleh pedagang dari kota atau distrik lain, dan hanya para siswa dari Beltram Academy yang tinggal di sana. Distrik ini berada di sebelah timur ibukota dan cukup dekat dengan Beltram Dark Forest.
Beltram Academy adalah sekolah sihir dan ksatria yang didirikan untuk mendidik para penyihir dan ksatria di Kerajaan Beltram. Sekolah ini sebenarnya menerima murid dari rakyat jelata, namun para siswa di akademi ini mayoritas adalah bangsawan, dari strata Marquess hingga Baron. Mengingat hampir semua orang bisa menggunakan sihir, semua orang bisa masuk ke dalam Beltram Academy.
" Jadi, di sini kehidupanku selama 3 tahun ke depan, ya... " Gumam Naruto.
'Kau sepertinya tidak tertarik dengan kehidupan sekolah, ya? Lagipula, sudah hampir 17 tahun kau tidak bersekolah, kan?' Ucap Morgan dengan telepati.
'Yah... sepertinya ini tidak akan lebih membosankan daripada sekolah di Jepang... seharusnya...' Balas Naruto.
" Yang Mulia Pangeran, anda sudah tiba di akademi. " Ucap si kusir kereta kuda.
Naruto yang mendengar itu mengambil tasnya dan turun dari kereta kuda.
" Kerja bagus. Ini untukmu. " Ucap Naruto sambil memberikan sekantong uang kepada kusir kereta kuda itu.
" Tapi, Yang Mulia- "
" Sudahlah. Kau membutuhkannya untuk biaya melahirkan istrimu, kan? Dan juga, setelah ini kau akan mengambil cuti untuk menemani istrimu, kan? "
" Terima kasih banyak, Yang Mulia Pangeran. Anda benar-benar baik, sama seperti Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putra Mahkota. "
" Sudahlah. Jangan terlalu memujiku... " Ucap Naruto sambil berjalan menuju akademi. " Aku tidak layak disebut baik. " Gumam Naruto pelan.
Naruto terus berjalan hingga sampai di akademi.
" Selamat datang di Beltram Academy, Naruto-sama. Ini adalah kunci kamar anda. Jangan sampai anda terlambat di hari pertama. " Ucap penjaga gerbang sekolah.
" Terima kasih banyak. "
Setelah itu, Naruto masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat terdapat kasur tingkat dengan dua meja, dua kursi, dan dua lemari.
" Begitu, ya. Asrama ini memiliki kamar untuk dua orang. "
" Dan aku sekamar denganmu. "
Sebuah suara muncul ketika Naruto masih berdiri di depan pintu. Ketika Naruto menengok ke belakang, Naruto melihat seorang pemuda seumuran dengannya dengan rambut emo berwarna hitam.
" Ah, putra kedua Marquess Uchiha. Senang bertemu denganmu lagi. " Ucap Naruto.
" Hentikan basa basi bodoh itu. Kita bukan di istana Kerajaan. " Balas si rambut emo.
" Sorry... Sorry... Lama tidak bertemu, teme. " Ucap Naruto mengepalkan tangannya di depan Sasuke.
" Ya... lama tidak bertemu, dobe. " Sasuke mengepalkan tangannya dan membalas tos dari Naruto.
" Jadi kita sekamar. "
" Begitulah. "
" Aku tidur di kasur atas. " Ucap Naruto sambil naik di kasur atas.
" Sialan. Aku ingin di kasur atas. " Gumam Sasuke yang kalah cepat.
" Jadi, siapa murid dengan nilai masuk tertinggi? " Tanya Naruto yang turun dari kasur atas untuk menyimpan barang-barangnya di lemari.
" Gabriel Tenshin, putri tunggal Marquess Tenshin. "
" Kalau tidak salah, putra tertua Marquess Tenshin adalah tangan kanan Nii-san. Apa dia sama jenius dengan kakaknya? "
" Entahlah. Tapi, setidaknya dia bukanlah penjilat. Apa kau ingin membuat fraksimu sendiri? "
" Sekalipun aku membuat fraksiku sendiri, aku tidak berniat melawan Nii-san untuk memperebutkan tahta raja. Aku tidak ingin menjadi seorang raja. "
" Ya ya ya... kau sungguh aneh. Yah... Mungkin ini alasan raja dan ratu hanya memiliki 3 anak. Perang saudara itu menyebalkan dan merepotkan. "
" Kau benar. " Balas Naruto.
" ... " Sasuke terdiam ketika mendengar respon Naruto.
" Ada apa? " Tanya Naruto melihat Sasuke terdiam.
" Maaf. Aku menyinggung tentang perang satu tahun yang lalu. "
" Tenang saja. Aku tidak marah. "
" Aku memang ikut serta dalam perang itu, tapi apa yang kau alami berbeda. Wajar kalau kau berubah. "
" ... "
" Maaf. "
" Tak masalah. "
Hari ke 4 Bulan 4 Tahun X717
Beltram Academy District, Beltram Kingdom.
Hari ini adalah hari pertama dari Beltram Academy. Naruto duduk di barisan terdepan dari para murid baru. Karena itulah, Naruto harus dengan bosan mengikuti upacara penerimaan murid baru. Setelah upacara itu selesai, Naruto segera berjalan menuju kelasnya, kelas 1-A.
" Bosan? " Tanya Sasuke.
" Mengapa kau menanyakan hal yang sudah pasti? " Balas Naruto.
" Bisa kita bicara sebentar, Yang Mulia Pangeran. " Seseorang tiba-tiba muncul di belakang Naruto dan Sasuke.
" Hatake-san, ya... " Ucap Naruto melihat orang yang berbicara padanya.
" Aku pergi dulu. " Ucap Sasuke yang hanya dibalas oleh lambaian tangan Naruto.
" Ada apa, Hatake-san? Aku tidak ingat kau punya masalah denganku. " Ucap Naruto.
" Yang Mulia Pangeran... tidak, Naruto-sama, di sini saya akan menjadi guru di kelasmu. Panggil saja aku Kakashi-sensei. "
" Lalu? "
" Meskipun anda adalah pangeran kerajaan ini, anda harus tetap tunduk pada peraturan sekolah. " Ucap Kakashi
" Tenang saja, Sensei. Aku bukan tipe orang yang suka melanggar hukum. "
" Baguslah kalau begitu. "
" Sensei. "
" Ya? " Ucap Kakashi kepada Naruto yang memanggilnya.
" Semua orang setara di hadapan hukum. " Ucap Naruto. " Apa kau pernah mendengar kalimat itu? " Tanya Naruto.
" Tentu saja. Itu pengetahuan umum di seluruh dunia. "
" Tapi itu tidak berlaku pada keluarga Kerajaan yang berada di atas hukum, kan? "
" ... "
Kakashi hanya terdiam mendengarnya. Dia tahu apa yang Naruto ucapkan benar. Keluarga Kerajaan, mulai dari raja, ratu, dan anak-anaknya, mereka kebal dari hukum. Bahkan cucunya juga kebal dari hukum. Satu-satunya cara supaya anak sang raja bisa lepas dari kekebalan hukum adalah dengan mengganti raja. Jika putra mahkota menjadi raja, maka kedua orang tuanya dan semua saudaranya akan kehilangan kekebalan hukum yang mereka miliki. Dalam hal ini, jika seseorang ingin membawa Naruto ke jalur hukum, maka mereka harus menunggu Menma menjadi raja.
" Tapi, ada dua hal yang bisa menghancurkan keluarga Kerajaan yang ada di atas hukum. "
" Apa itu? " Tanya Kakashi.
" Rakyat dan kudeta. Hanya rakyat yang bisa menghilangkan kekuasaan keluarga melalui kudeta. Meskipun biasanya mereka akan disetir oleh para bangsawan oposisi yang ingin menjadi raja. Semua itu bisa terjadi hanya dengan satu kondisi: Keluarga Kerajaan dituduh melakukan tindakan kriminal, meskipun dia sebenarnya tidak melakukannya. Jika tuduhan terjadi, ketidakpercayaan kepada raja akan timbul. Itulah yang akan memulai sebuah kudeta. Karena itulah kekuasaan ada di tangan rakyat, karena rakyat adalah pion yang sempurna untuk melakukan sebuah kudeta. "
" ... " Kakashi masih terdiam mendengarnya.
Kakashi mengelus puncak kepala Naruto.
" Kau... sudah melalui banyak hal, ya... Naruto-sama... "
" Ya... begitulah... "
" Sampai jumpa di kelas. Jika kau butuh bantuan, aku akan membantumu. "
" Akan kupikirkan... "
Naruto berjalan menuju tempat duduk yang ia inginkan. Ruangan kelas menggunakan posisi bertingkat pada barisan bangku dengan satu meja panjang dan kursi panjang di setiap tingkatan. Meja dan kursi di belakang akan diposisikan lebih tinggi daripada yang di depan, sehingga murid yang duduk di belakang akan lebih tinggi daripada yang di depan. Naruto sendiri duduk di di barisan paling belakang di posisi paling kiri.
Kembali ke Naruto, setelah Naruto duduk, dia menggunakan lengannya untuk bersandar di meja dan menutup mata sambil menunggu kelas dimulai.
" Permisi, Yang Mulia Pangeran. " Sebuah suara memanggil Naruto dari sebelah kanannya sehingga ia membuka matanya. " Apakah saya boleh duduk di sebelah anda? "
Naruto yang melihat ke sumber suara bisa melihat perempuan berambut pirang sedang tersenyum kepada Naruto. Naruto sendiri mengenali perempuan itu sebagai Gabriel Tenshin.
" Silahkan. "
Gabriel yang mendengar itu segera duduk di sebelah Naruto.
" Yang Mulia, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya- "
" Gabriel Tenshin. Putri satu-satunya Marquess Tenshin dan adik dari Michael-san, serta murid dengan nilai masuk tertinggi di angkat kita. Aku tahu namamu. " Ucap Naruto memotong perkenalan Gabriel
" ... " Gabriel terdiam saat Naruto menyebutkan identitasnya. " Sungguh terhormat bisa dikenal oleh anda, Yang Mulia Pa- "
" Hentikan sopan santun membosankanmu itu. Di sini aku adalah murid sepertimu. Panggil saja aku Naruto. "
" Tapi- "
Sebelum Gabriel bisa menyelesaikan ucapannya, Naruto menatapnya dengan dingin.
" Aku mengerti, Naruto-sam- " Gabriel masih ditatap dengan dingin oleh Naruto. " Naruto-san... "
Naruto yang mendengar itu tersenyum kecil. " Itu lebih baik. " Ucapnya.
Sebuah ingatan dari masa lalu muncul di kepala Naruto. " Naru! Aku mencintaimu! Aku selalu mencintaimu! " Naruto menutup matanya sejenak dan membukanya.
'Dia benar-benar mirip dengannya...' Batin Naruto.
" Mohon kerja samanya, Gabriel. " Ucap Naruto dengan ramah dan tersenyum.
" Mohon kerja samanya juga, Naruto-san. " Ucap Gabriel sambil tersenyum manis. Sebuah senyuman yang langsung menusuk ke hati Naruto.
'Danna-sama, sepertinya kau jatuh cinta padanya.' Ucap Morgan lewat telepati.
'Diamlah, Morgan... ' Balas Naruto dengan telepati. 'Tapi... dia mengingatku padanya.'
'Tenang saja, jika memang kalian ditakdirkan untuk bersama, hanya takdir itu sendiri yang bisa memisahkan kalian.'
'Aku selalu bingung mengapa Fae sepertimu bisa mengerti konsep tentang cinta.'
'Fufufufu...'
.
Inilah kehidupan baru Naruto Namikaze, Sang Pangeran Kedua Kerajaan Beltram. Akan ada banyak batu yang menghadang jalannya. Ada yang kecil, ada yang besar. Namun, di balik semua itu, ada tanggung jawab besar yang sedang menantinya.
Mungkin...
Tidak...
Takdir yang besar sedang menunggu Naruto Namikaze
.
.
.
TBC
Status
Name : Naruto Namikaze of Beltram
Title : The Second Prince of Beltram
Race : Human
Affiliation : Himself
Occupation : First Year Student of Beltram Academy
.
Relationship
Family :
Minato Namikaze of Royal Beltram L (Father)
Kushina Namikaze (Mother)
Menma Namikaze of Beltram (Elder Brother)
Mito Namikaze of Beltram (Younger Sister)
.
Ally :
Morgan (Fae Guardian, Contracted Fae)
Sasuke Uchiha (Friend)
Gabriel Tenshin (Classmate)
.
Abilities :
Magic: ?
Master Swordsmanship
Name : Morgan
Title : ?
Race : Fae
Affiliation : Naruto Namikaze
Occupation : Contracted Fae of Naruto Namikaze
.
Abilities :
Telepathy: Sebagai Contracted Fae, Morgan mampu menggunakan telepati kepada tuannya, Naruto; serta membuat Naruto mempu menggunakan telepati kepadanya.
Fae Magic: Sihir dari ras Fae. Ada dalam berbagai bentuk.
Yo
Halo semuanya
ketemu lagi dengan saya
.
Ya, setelah saya berkutat dengan kuliah, saya membuat FF baru.
Di sini saya kembali membuat isekai, tapi di sini isekai tidak akan terlalu ditekankan kecuali beberapa plot poin di ke depannya.
Nah, di sini Naruto lahir sebagai anak kedua raja yang tidak ingin menjadi raja. Sebuah plot yang cukup mainstream. Tapi, cerita ini akan berfokus tentang bagaimana Naruto menghadapi banyak hal nantinya.
Mengingat di sini akan ada hubungannya dengan kerajaan, akan ada tema politik di FF ini. Salah satu plot politik di FF ini adalah "Bagaimana seorang di atas hukum melihat ketidakadilan hukum".
Untuk kekuatan Naruto, di sini sudah ditampilkan sedikit. Namun, untuk kemampuan lainnya akan ditampilkan di chapter depan.
Lalu, Naruto akan ditemani oleh Morgan, seorang dari ras Fae yang menjalin kontrak dengan Naruto. Untuk penampilan Morgan, bisa melihat penampilan Morgan dari FGO. Kontrak yang dilakukan Naruto dengan Morgan adalah kontrak darah yang mengikat jiwa mereka, sehingga mereka tidak terpisahkan dan kontrak mereka tidak bisa dihancurkan dengan cara apapun.
.
Mungkin itu dulu chapter 1
sampai jumpa di chapter depan
terima kasih
bye bye
