Summary
Setelah berhasil membantu Sasuke dan yang lain dalam mengalahkan Ishiki Outsutsuki, Naruto dan Kurama akhirnya mati karena energi kehidupan mereka terpakai untuk Bayron Mode, namun Naruto malah mendapati jiwanya berpindah ke dunia lain dan menempati tubuh seorang iblis.
Naruto : Masasshi Kishimoto
Highschool Dxd : Ichiei Ishibumi
Rate : M
Pair : Naruto X ???
ARC 1 Prologe
Chapter 2 : Hidup Bebas.
Beberapa hari setelah penyerangan di mekai, terlihat sang mantan ninja orange itu tengah berada di sebuah jalanan antara 2 bangunan terbengkalai sambil diikuti Serafall.
"Bukannya aku sudah bilang kau tidak bisa ikut ?!, pergilah sebelum aku berubah pikiran."
Sudah lebih dari 2 hari Naruto selalu diikuti Serafall, alasannya sih karena Naruto masih tidak bisa mengakses chakra miliknya secara penuh, jadinya dia cuman bisa berjalan di antara bangunan untuk menghindari iblis yang mencarinya.
Sebenarnya Naruto merasa Serafall cukup berguna karena dengan informasi dari Serafall, Naruto akhirnya tahu tentang 3 fraksi serta fakta bahwa ayah Akeno adalah seorang jendral malaikat jatuh.
"Akeno ?, sial ! Henge no jutsu."
Boooofth...
Naruto segera melakukan henge saat melihat Akeno berjalan tepat kearahnya bersama ke 2 orang tuanya, namun Serafall yang melihat itu malah terdiam dengan mata tidak percaya, karena di depannya sekarang adalah wujud Naruto saat masih berumur 16 tahun.
"Sini kau !."
"Apa yang kau lakukan !?."
Serafall tersadar dari lamunan nya saat Naruto dengan kuat membawanya keatas gedung dengan cara lari di tembok yang miring.
'Kekuatan apa ini ?, dia seperti ninja asli dari buku komik, dan... apa apaan ini, kenapa aku terpesona olehnya ?."
Saat sampai di atas atap terlihat Naruto segera memastikan kondisi sekitar, tanpa tahu kalau pipinya malah hampir mengenai bibir Serafall.
"Kyaaaah."
Plaaaaak...
"Aaaaaackh... hei, apa maksutnya itu !?."
Boooofth...
Naruto kembali ke bentuk aslinya dan terlihat dia memegang bagian pipinya yang di lapisi cap telapak tangan berwarna merah, Serafall sendiri tampak memandang Naruto dengan wajah memerah.
"W wajah mu terlalu dekat tahu."
Dengan wajah yang mengatakan 'apa kau serius' tampak Naruto mengingat semua ingatan Naruto Sitri dan bagian di mana Serafall berperilaku feminim tidak ada di sana.
"Sejak kapan kau bisa feminim seperti itu, apa kau benar benar Serafall ?."
"Aku ini perempuan tahu !, dan apa apaan wajah mu itu ?!."
Keduanya terdiam sebentar, untuk Naruto sendiri dia ternyata tengah menghubungi Kurama untuk masalah Serafall.
'Bagaimana ini, wanita itu masih tidak mau pergi.'
'Kenapa kau tidak buat dia pingsan lagi, lalu tinggalkan dia di sini.'
'Aku memang ingin, tapi tubuh ini yang tidak mau itu.'
'Kalau begitu itu masalahnya kau pikirkan sendiri, aku mau tidur.'
'Sialan kau !.'
Selagi Naruto dan Kurama berdebat tampak Serafall mengeluarkan sebuah botol kecil dari saku bajunya, menatap Naruto dengan pandangan sulit diartikan, Serafall mengambil nafas panjang dan akhirnya bicara.
(Pakaian Serafall sama saat pertemuan 3 fraksi)
"Naru tan, boleh aku panggil begitu ?."
"Terserah, ada apa ?."
Serafall dengan lembut memegang tangan kanan Naruto dan menyerahkan botol kecil yang dia ambil tadi.
"Air mata Phoenix, air penyembuh instan milik kami para iblis, gunakan ini untuk kembali pulih."
Menerima benda tersebut tanpa curiga sama sekali, Naruto menatap Serafall sebentar karena dia masih tidak yakin kalau Serafall masih peduli padanya, setelah tahu kalau dia telah mengambil alih tubuh adiknya.
"Kau yakin menyerahkan ini ?, bahkan setelah tahu aku bukan adik mu ?."
"Tidak, bagiku Naru tan tetaplah Naru tan, keinginanmu untuk hidup bebas sama dengan mimpinya, aku hanya berharap keinginanmu menjadi kenyataan."
Tersenyum masam karena bingung akan perilaku iblis wanita ini, Naruto kemudian meminum caira tersebut, namun bukannya merasa sembuh tiba tiba Naruto merasakan sesuatu di tubuhnya yang ingin keluar.
"uuuugh... perasaan ini."
Tiba tiba Naruto di selimuti chakra merah yang perlahan mengelupas kulitnya, serta terlihat 6 ekor semerah darah muncul di tubuh Naruto.
"Naru tan ! Ada apa ?."
Boooofth...
Serafall terkejut bukan main karena sekarang terlihat Naruto berubah menjadi monster musang tanpa kulit dan hany di tutupi sesuatu layaknya daging kehitaman, serta sebuah armor tulang yang membalut tubuhnya.
Booooofth...
Ledakan asap putih kembali tercipta saat itu juga dan saat angin menghilangkan asap tersebut, tampak Naruto yang berdiri membelakangi matahari dalam kondisi kembali ke bentuknya setelah PDS 4 selesai.
(Penampilannya mirip saat Naruto mengembalikan ikat kepala Sasuke sebelum pergi dari Konoha)
"Serafall... tunggu sebentar di sini."
Naruto terlebih dahulu menciptakan sebuah bunshin lalu langsung pergi dengan shunsin, meninggalkan Serafall yang terdiam karena masih memproses apa yang terjadi.
.
Alam bawah sadar.
.
"Air itu cukup ampuh juga ternyata, tapi aku rasa itu juga karena chakra Ashura yang tersisa membantu prosesnya untuk lebih cepat."
"Jadi kau memaksanya tumbuh besar secara paksa yah, seharusnya itu sangat sakit, tapi untung air itu mengahalangi rasa sakit untuk muncul."
Tampak Kurama dan Yami tengah membicarakan alasan kenapa Naruto kembali ke bentuknya saat berumur 16 tahun.
Singkatnya seluruh tubuh Naruto di hancurkan dari dalam oleh Kurama lewat aliran chakra, dan dari sana Kurama menggunakan chakranya serta chakra Ashura untuk membentuk ulang dan mempercepat penuaan tubuh Naruto hingga kembali ke umur 16 tahun.
Berkat air mata phoenix dan daya tahan iblis membuat rasa sakit yang Naruto rasakan hanya terasa seperti sesuatu yang mau keluar dari tubuhnya.
.
Mekai.
.
"Kalian masih belum menemukannya ?!, sial bagaimana bisa dia tidak dapat kita temukan."
"10 divisi pasukan sudah kita bagi dan kerahkan untuk menyisir wilayah Jepang, hingga memasuki wilayah Shinto dan Yokai, tapi tetap mereka tidak dapat kita temukan."
Saat Sirzech dan Ajuka tengah memeriksa hasil pencarian, tiba tiba pintu ruangan maou terbuka saat seorang prajurit iblia masuk.
"Lapor, kami mendapati ledakan energi tidak di kenal di ujung selatan kota Kuoh, menurut kapten Okita itu mirip dengan energi milik Naruto Sitri."
"Bagus, Sirzech, aku dengar kau ada pertemuan dengan para tetua, jadi aku akan ke sana."
Saat Ajuka pergi meninggalkan tempat itu, tampak Sirzech yang berniat pergi menyempatkan dirinya melihat keluar jendela, tampak dia mendapati seseorang yang berjalan di antara reruntuhan kota Lilith dengan memakai jubah hitam.
"Siapa dia ?, aku tidak tahu ada anggota klan Sitri yang berpakaian seperti itu."
Bergumam sebentar Sirzech langsung pergi dari sana untuk pergi ke pertemuan yang digelar di kastil klan Sitri.
.
Naruto Side.
.
"Sihir yah, itu cukup berguna juga tapi untuk sekarang aku harus menyelesaikan urusanku."
Berjalan menuju gerbang kastil Sitri, tampak Naruto mendapati ratusan prajurit tengah berjaga di sana, melakukan henge menjadi salah satu dari mereka, dengan cepat Naruto masuk kedalam tapi langkahnya terhenti saat mendapati seorang iblis berwujud gadis kecil berumur 7 tahun tengah bermain bersama gadis iblis seumurannya.
"Halo oujo chan, kalian sedang apa ?."
"Oji san buta yah ?, tidak lihat kami sedang bermain."
Seketika perempatan muncul di dahi Naruto saat sapaan miliknya di balas sarkas oleh gadis iblis berambut merah.
'Dasar bocah setan.'
'Kau juga setan tahu !.'
'Diam lu Kurma !'
Setelah menahan emosi agar tidak menculik gadis itu, Naruto tampak melihat ke 2 nya lalu terlintas ide menarik dari kepala kuningnya itu.
"Kalian mau permen ?."
.
.
.
Di ruang pertemuan terlihat sejumlah pemimpin klan iblis beserta 2 maou yakni Sirzech dan Falbium tengah mendiskusikan apakah yang melakukan penyerangan memang hanya Naruto Sitri, dan tidak melibatkan pihak yokai.
"Sudah jelas itu Kyuubi, jadi kemungkinan besar yokai menggunakan bocah itu sebagai senjata mereka."
"Dan mengetesnya di mekai, aku setuju dengan pendapat itu."
Lord Astharot dan Lord Phoenix tampak mengutarakan pendapat mereka, sedangkan beberapa pemimpin klan tampak menatap lord Sitri yang menjadi alasan kenapa Naruto menyerang Mekai saat itu.
"Lord Sitri, kami tahu betapa kau menjunjung tinggi kekuatan dan pengetahuan sebagai identitas klan mu, tapi aku rasa kau sudah berlebihan pada anakmu itu."
"Cih dia bukan anakku, anakku hanya Serafall dan Sona, dan aib itu cuman jadi pencemar keluarga ini."
Lord Sitri dan lord Gremory tampak saling beradu argumen tentang Naruto, sedangkan Sirzech yang melihat itu langsung buka suara.
"Menurut aku selaku salah satu maou, mencari keberadaan Serafall adalah hal yang harus kita dahulukan, karena kalau fraksi lain tahu salah satu maou menghilang mereka akan menganggap kekuatan fraksi iblis tidak lengkap."
"Serta kami yakin, jika Serafall ditemukan itu juga membawa kita pada bocah itu, pasukan pencari kami baru saja menemukan titik keberadaan mereka di dunia manusia."
Falbium dan Sirzech mengutarakan pendapat mereka untuk menyelesaikan masalah ini, tampak semua pemimpin klan iblis saling memandang lalu mengangguk karena dengan cara Sirzech masalah menghilangnya Serafall juga akan teratasi.
"Di mana kalian menemukan titik keberadaan mereka ?."
"Salah satu kota kekuasaan Gremory dan Sitri, Kuoh, aku rasa mereka sedang bertarung karena besarnya tekanan kekuatan asing yang terasa di sana."
Mereka langsung sepakat untuk melakukan rencana Sirzech, namun tidak lama pintu ruangan terbuka sambil menunjukkan sosok berjubah hitam yang tengah bertepuk tangan.
"Wah wah wah... aku tak menyangka kalian cukup pintar untuk rapat, aku kira iblis cuman langsung bertindak, aku rasa aku salah untuk itu."
Naruto membuka tudung jubah hitamnya dan seketika dia mendapati mereka semua keheranan, sebab tidak ada yang mengenalnya, itu karena Naruto Sitri tidak punya kuming musang serta kulit tan.
"Siapa kau ?."
"Oh ayolah, bukannya kita pernah bertarung, ini aku Naruto."
Seketika seluruh pemimpin klan dan juga ke 2 maou terkejut lalu bersiap bertarung, melihat itu Naruto hanya tersenyum mengejek karena dia rasa mereka terlalu berlebihan.
"Bagaimana kau bisa masuk kemari ?, harusnya ada 500 prajurit di luar dan di dalam istana."
"Oh mereka yah, well sudah mati, kecuali 2 bocah kecil itu."
"Kau..."
Duuuuugh...
Naruto dengan mudah menahan tinju Sirzech karena 2 bocah yang Naruto maksut tidak lain adalah Sona, dan adiknya Sirzech Rias.
"Di mana mereka Naruto !."
"Kau siscon ternyata, coba kalah kan aku dulu !."
Booooom...
Naruto dipaksa melompat mundur saat ratusan laser demonic power di tembakkan oleh Falbium, tidak hanya itu tampak semua pemimpin klan mengarahkan serangan mereka pada Naruto.
"itu seperti jutsu saja."
Naruto kembali melompat tapi kali ini terlihat dia berdiri di dinding sambil menatap semua yang ada di sana.
"Oke oke, tenanglah, aku cuman mau bicara."
"Setelah kau menghancurkan kota Lilith, kau masih ingin kami mendengarkan mu ?."
"Kalau kalian tidak mau tahu apa yang terjadi pada wanita itu, baiklah, aku akan pergi."
"Tunggu, baiklah kami akan mendengarkan."
Naruto tersenyum senang saat mengetahui kalau yang lebih berkepala dingin di sini adalah Fallbium, melihat kondisi sudah cukup tenang, Naruto turun dari dinding.
"Aku hanya ingin memutus ikatan dengan fraksi iblis dan hidup bebas ke manapun aku mau."
"Jadi benar kau bekerja sana dengan fraksi yokai."
"Woi pak tua bau tanah !, kau jangan fitnah fraksi lain cuman karena ini, tidak ada fraksi lain yang membantuku."
Setelah mengatakan itu Naruto mempersilahkan mereka semua untuk bertanya, lalu terlihat Lord Sitri maju sambil menatap tajam Naruto.
"Dimana Serafall dan Sona sekarang ?, kau apakan ke 2 putriku."
Seketika suasana menegang saat chakra Naruto tampak keluar sebentar, menenangkan dirinya sendiri karena dia masih membenci lord Sitri, Naruto tampak melakukan handseal tunggal.
Booofth...
Asap kecil tercipta dan tampak Naruto tengah memegang sebuah vas bunga.
"Untuk Sona chan dia berada di kastil Gremory bersama temannya, kalau Serafall silahkan liat saja."
seeeeesh...
Seketika semua yang ada di sana membulatkan mata mereka saat melihat Naruto menumpahkan abu yang ada di dalam vas itu.
"Aku sudah menyerap energi kehidupan dari tubuhnya, karena itu juga aku dapat tumbuh besar lebih cepat, dan sebagai penghormatan aku menaburkan abunya di sini."
Naruto tertawa keras sambil menginjak injak abu yang dia tumpahkan ke lantai, melihat itu lord Sitri langsung menyerangnya, namun Naruto menghindar sambil menciptakan sebuah rasenshuriken.
"Rasenshuriken !."
Sriiiiink...
Zhuuuus...
Ledakan angin langsung tercipta saat Sirzech menahan serangan tersebut dengan barier sihir, tapi terlihat barier miliknya terkikis oleh ribuan jarum kecil yang adalah salah satu efek dari rasenshuriken.
Booooom...
"Huh, kau masih bisa menahannya yah, tidak heran mereka memanggil mu maou."
Naruto memuji barier milik Sirzech masih kokoh berdiri walaupun hampir hancur, dengan cepat dia langsung membuat handseal 1 tangan.
"Kai."
.
Dunia manusia.
.
"Aku heran apa yang dia lakukan sejak tadi, tapi energi tidak salah lagi senjutsu."
Di dalam sebuah gedung terbengkalai terlihat Serafall yang baik baik saja tengah memperhatikan bunshin Naruto yang tengah duduk bersila.
Booooofth...
"Eh, kemana dia ?."
.
Mekai.
.
Boooofth...
"Dia ada 2 ?."
Bunshin Naruto muncul di samping Naruto yang asli, kemudian bunshin itu menghilang dan seketika mereka dapat merasakan energi senjutsu yang besar berasal dari Naruto.
"Dia yokai atau iblis ?, apa apaan senjutsu yang sangat murni ini."
Lord Gremory yang merasakan senjutsu dari Naruto tampak takjub karena biasanya senjutsu milik para yokai selalu bercampur sihir, tapi senjutsu Naruto sangat murni seolah di serap dari alam secara langsung.
"Tou sama, kau dan para tetua lain pergilah aku dan Falbium akan menghadapinya."
Sirzech dan Naruto langsung beradu tinju sedangkan para tetua pergi ke tempat yang lebih aman, mata Naruto telah berubah menjadi mata katak, tidak berselang lama Sirzech tampak terkena sebuah pukulan yang sangat cepat hingga tidak bisa dia lihat.
"Hah Kawazu kumite !, aku masih cukup bagus ternyata."
Ujar Naruto yang memasang kuda kuda layaknya sang guru, Sirzech sendiri terlihat mengusap kasar darah yang keluar di bibirnya.
Syuuuuut...
Naruto melompat keatas dan berdiri di dinding saat Falbium menembakkan sejumlah demonic power, Naruto sendiri langsung membuat 3 bunshin yag di mana 2 menghadapi Falbium sedangkan dia dan 1 bunshin menghadapi Sirzech.
Tak tak tak...
Pertarungan jarak dekat dari Naruto dapat di imbangi oleh Sirzech yang telah lebih berhati hati, melihat itu Naruto menciptakan rasengan di tangan kanannya.
"Rasengan !."
Bruuuuuk...
Slaaaash...
Sebuah pedang hampir mengenai Naruto yang segera menjauh dan menghilangkan rasengannya, ternyata Ajuka dan sejumlah pasukan elit iblis telah datang dari sebuah lingkaran sihir.
"Kau datang juga."
"Maaf lama, terima kasih sudah memberitahuku soal Serafall."
Melihat musuh yang sudah sangat siap melawannya membuat Naruto menghela nafas kecil, bersamaan dengan itu senjutsunya menghilang.
"Ada Naruto, kau sudah lelah ?."
"Tentu saja bodoh, kau kira aku ini mayat hidup yang tidak bisa lelah."
Membalas ledekan Sirzech, terlihat Naruto kembali di sibukkan oleh sejumlah prajurit iblis yang menyerangnya.
"Taju kagebunshin no jutsu !
Boooooofth...
Ledakan asap yang sangat banyak menyeliputi tempat itu, dan terlihat kalau sekarang Naruto telah membuat 500 bunshin yang telah siap bertarung.
"Nah, ini baru seru ! Maju !."
Semua bunshin Naruto langsung merangsek maju kearah pasukan iblis dengan rasengan di tangan mereka, tanpa ada yang tahu terlihat Naruto kembali melakukan henge untuk ke suatu tempat.
Di sebuah ruangan yang menjadi tempat para tetua klan iblis berkumpul, terlihat lord Sitri tengah membela dirinya karena beberapa tetua menyalahkan dirinya atas penyerangan Naruto.
"Kalian harusnya sudah tahu, Naruto itu sudah bukan anakku jadi berhenti menyalahkan aku untuk semua ini."
Dengan wajah masa bodonya lord Sitri membalas semua tuduhan itu dengan alasannya sendiri.
Craaaaash...
"K kau coooough."
"Bagaimana bisa dia ke sini !?."
Syuuuut...
Tiba tiba tanpa peringatan Naruto muncul dan langsung menusuk lord Sitri hingga sekarat dengan sebilah pedang, namun sebelum Naruto berhasil membunuhnya, lord Gremory lebih dulu menembakkan sihir kearahnya.
"Ah sial aku gagal, tapi tidak apa apa, anggap saja itu peringatan."
Duuuugh...
Sreeeet...
Naruto terdorong saat seorang iblis meninjunya dengan tangan kosong, melihat kalau mereka tidak mau mendengarkan segera ledakan chakra merah membuat mereka semua terdiam dan tidak berani menyerangnya lagi.
"Dengarkan aku kalian dasar para pak tua !, mulai sekarang aku bukan bagian dari fraksi iblis, jika kalian sekali saja mengganggu aku, maka bersiaplah, kita akan berperang sampai klan kalian habis di tanganku."
Naruto tidak hanya menggertak tapi sekarang terlihat dia telah menggunakan mode chakra Kurama, dengan sebuah tongkat hitam di tangannya dia menunjuk kearah lord Sitri yang menatapnya lemah.
"Kematian Serafall adalah peringatan dariku, tidak, dari Naruto Sitri, anak yang tenggelam saat itu, dan aku Naruto Uzumaki akan hidup demi memenuhi mimpinya untuk hidup bebas di dunia luar."
Naruto kembali ke bentuk normal dan sesaat dia melihat mereka semua sebelum akhirnya melakukan shunsin untuk kembali ke dunia manusia.
"Kita akan bertemu lagi."
Booofth...
.
1 hari kemudian Dunia manusia.
.
"Jadi akan ke mana kita ?."
Berjalan tenang di jalanan kota yang tidak di ketahui, terlihat Naruto yang berpakaian layaknya anak muda jaman sekarang bertanya pada Serafall, terlihat sang mantan maou itu tengah memakai pakaian ala musim panas lengkap dengan topi lebar serta kacamata hitam.
"Bagaimana kalau kita mulai dari Hokkaido, fraksi iblis tidak terlalu punya akses penuh ke sana."
Serafall memberikan sarannya pada Naruto sambil menatap mata pemuda tersebut, memikirkan rencana Serafall tampak Naruto setuju.
"Aku rasa mengelilingi negara ini lebih dulu bukan ide buruk, baiklah onee chan, ayo pergi !."
"Tunggu Naru tan !."
Naruto langsung mengajak Serafall untuk pergi tanpa tahu di sebuah gedung terlihat sosok misterius tengah menatapnya.
"Jadi dia pemilik kekuatan misterius itu, aku harus cepat sebelum ke duluan yang lain."
.
.
.
TBC.
Yah cerita ini agak beda dengan Im Stupid versi wattpad, di sini Naruto nya lebih tidak peduli akan kegiatan supranatural, karena dia cuman mau hidup bebas, tapi akan ada saatnya Naruto bertindak entah menjadi lawan bagi mahluk supranatural atau sebaliknya.
dengan ini arc 1 prologe berakhir.
arc 2 akan datang di chapter 3.
