ONII-CHAN,I FVCK YOU!
Naruko Uzumaki (Femdom) x Naruto Uzumaki (Malesub/Uke)
Genre
Femdom, BDSM, incest, analsex, pegging!
Naruto saat ini sedang memasak untuk menyiapkan makan malam di dapur. Ia tidak mengenakan baju maupun celana sehingga ia telanjang dibalik celemek warna pink di tubuh kekarnya. Kedua kakinya selalu mengenakan kaoskaki putih setiap saat, membuat dirinya selalu horny setiap mengenakan kaoskaki. Lagi pula Naruto lebih suka tidak mengenakan apapun di apartemennya karena terasa bebas dan sejuk
"Onii-chan~"
Tiba - tiba sebuah lengan memeluk pinggangnya dari belakang. Naruto terkejut ada sesuatu yang keras namun lentur dibelahan pantatnya. Naruto menoleh, melihat adik kembarnya perempuannya tersenyum padanya sambil tangan - tangannya yang berkuku lentik berkutek pink mulai meraba dada dan perutnya di balik celemek nya. Hingga tangan nakalnya menyentuh penisnya yang udah tegang dengan precum menetes diujung kontolnya yang berurat keras.
"Nggh ah Naru...koo..." Naruto mendesah. Wajahnya memerah sambil tangannya membekap mulutnya untuk menahan suara desahannya. Namun hal itu disadari Naruko dengan menggesekkan kontol silincon atau strapon penis dildo dipinggangnya.
Naruko mematikan kompornya saat airnya sudah mendidih, setelah itu Naruko meraih kedua tangan Naruto kebelakang dan tidak butuh lama kini kedua tangan berotot Naruto terikat oleh tali. Kedua pergelangan dan siku lengan terikat menyatu oleh lilitan ikatan tali itu.
Mustahil bagi kakaknya melepaskan iketannya semacam ini.
"Naruto! Lepaskan kakak! Aku lagi membuatkan makanan makan malam." Naruto berusaha meronta memberanikan diri dari rangkulan nakal adiknya. Namun sayang, ia ga mampu saat tahu tangan - tangan Naruko terus bergerak menjajah tubuhnya yang sangat sensitif.
"Onii-chan... Aku cinta kamu... Cup" Naruko terus menjamah kakaknya yang kini tidak berdaya. Mengecup bahu lebar serta punggung Naruto yang sangat menggoda. Meninggalkan beberapa kissmark di tubuh Naruto yang hanya mendesah dan meronta tanpa arti. Hal itu membuat gadis berambut pirang twintail ini terangsang oleh kelakuan sang kakaknya.
Naruto terkejut ketika sesuatu benda bergeliat dan basah berada dilubang pantatnya. Masuk ke lubang anusnya lebih dalam membuat Naruto mendesah keras.
Naruko jongkok dengan mulut ditempelkan ke lubang pantat sintal Naruto untuk lidahnya berkuasa bisa menjilat liang anal menggoda itu. Kedua tangannya lalu menarik pantat mengemaskan itu beda arah agar lebih terlihat lebar, terlihatlah lubang pantat pink Naruto yang kini berkedut basah itu. Lidahnya mulai menjilat permukaan luar lalu masuk ke dalam liang pantat Naruto, mengecup dan mencumbu lubang itu tanpa rasa jijik sekalipun karena Naruko sangat suka pada pantat kakaknya ini.
"Ahhh Naruko hentikan!" Naruto menjerit saat lidah Naruko masuk lebih dalam di dalam pantatnya. Lidah itu terus bergerak didalamnya membuat Naruto hanya bisa terkulai lemas di meja masak sambil mendesah.
Naruko lantas meludah telapak tangannya lalu mengusap kontol dildonya di selangkangannya dan mengocoknya sambil terus mencumbu liang anus Naruto yang kini tubuhnya bergetar nikmat.
Naruto hanya bisa merem melek dengan sudut matanya sudah berlinang air mata sambil mendesah. Lidah Naruko terus masuk lebih dalam untuk menekan titik kenikmatannya didalam pantatnya. Ia mulai merasakan kontol miliknya ingin segera mengeluarkan peju putih kentalnya, namun hal itu disadari oleh Naruko.
Naruko lantas berdiri dan mengarahkan kontol straponnya ke lubang anus Naruto yang sangat becek itu. Langsung saja pinggulnya mulai menusuk straponnya membuat Naruto menjerit keras seketika saat kontol dildo besar Naruko masuk hingga seluruhannya.
"Hei kalian berdua! Kalian sungguh berisik!"
Naruto menoleh dengan wajah yang lemas dan tatapan mata berlinang sayu, "Mama... Tolong ahhh..."
"Mama jangan ganggu! Kami sibuk!" Naruko mulai menggagahi sang kakak yang menangis keras dengan iringan desahannya karena sodomi Naruko pada anusnya cukup keras dan kasar.
"Setidaknya kau sumpah dulu mulutnya kakakmu. Kalian bisa bikin tetangga lain bisa mendengar aktifitas kalian tau!" Hardik Kushina kesal. Lalu ia menatap Naruto yang menatapnya memohon. Kushina menghela napas. Lalu ia yang sudah membawa sebuah alat bola penyumpal mulut itu ia pasangkan di mulut Naruto.
"Nah. Gini kan aman." kata Kushina puas setelah selesai mengikat mulut Naruto dengan ballgag. Ia tersenyum senang melihat kini Naruto tidak bisa bersuara keras maupun berkata dengan jelas.
"Ngemmpp! mmmngh!"
Tiba - tiba Naruko kembali menyodok kembali straponnya. Namun Naruto hanya bisa mengerang tidak jelas dengan mulutnya yang kini tersumpal. Ibunya duduk di kursi bar dihadapannya sambil hanya melihat dirinya yang disodomi oleh Naruko.
Kelihatannya ibunya baru saja pulang dari kerjanya.
Dengan baju tanktop dibalut jaket hitam dan celana jins panjang yang dibalut bagian betisnya dengan sepatu leather kneel heel boots yang sexy.
Kushina melirik penis Naruto yang tegang dibalik kain celemek pink, "Naruko, arahkan kontol kakakmu ke arah kakiku. Buat ia muncrat di sepatuku."
"Baik oka-san!"
Naruto digiring ke hadapan ibunya yang menatapnya dengan ekspresi datar. Dengan duduk angkuh, Kaki kanan Kushina yang bertumpu dengan kaki satunya dijulurkan ke penis Naruto, mengusap perlahan dengan telapak bootsnya.
"Nghhhh mmmhhhhp..." Naruto sudah tidak tahu. Ia pasrah. Menikmati sentuhan kedua perempuan yang mempermainkan dirinya ini. Diperkosa oleh Naruko seperti ini hal baru baginya. Naruto tidak memikirkan hal seperti ini. Naruto emang gay sebagai uke, makanya ia hanya mencari seorang lelaki yang bisa memuaskan hasratnya yang ingin disodomi oleh penis pada pantatnya ini. Tapi sekarang dirinya disodomi oleh sang adiknya dengan bantuan alat sex. Dengan alat sex seperti sabuk pinggang yang ditengah terdapat dildo besar yang seolah wanita mempunyai penis diselangkangannya, juga memungkinkan wanita kini bisa jadi seme buat lelaki uke seperti dirinya.
Naruto pun akhirnya juga menggerakkan pinggulnya untuk menggesekkan kelaminnya di sepatu boot Kushina. Hal itu membuat Kushina dan Naruko tertawa menertawakannya. "Sepertinya kau cocok jadi anjing peliharaan mulai sekarang Naruto."
Dikatai seperti itu seketika Naruto menggonggong layaknya seekor anjing. Membuat Kushina dan Naruko tertawa lebar mengejek.
"Astaga! Aku tidak menyangka, ternyata kau beneran jadi gini Naruto. Jika kau suka, aku bersedia memperlakukanmu seperti peliharaan. Kau mau?"
Naruto anggukkan kepalanya. Kembali Kushina tertawa. Ia lantas mengambil sesuatu di tas mewahnya untuk memperlihatkan barang yang membuat Naruto terkejut.
Kushina menjambak rambut Naruto dan menariknya kasar agar menunduk mendekat padanya untuk memasangkan kalung yang dihiasi aksesoris penjepit itu. Kushina menjepitkan nipple clam itu pada kedua puting dada Naruto yang bisa meringis kesakitan sambil berusaha menahan perih dengan menggigit penyumpal ballgag di mulut itu.
Kini Naruko terus menyodok anal Naruto tanpa henti sambil memegang pinggang Naruto. Sedangkan Kushina terus mengusap-usap kaki yang mengenakan sepatu bootsnya pada kontol Naruto yang bercucuran pre-cumnya dan menarik rantai nipple clam di kedua puting dada Naruto.
Hingga akhirnya Naruto muncratkan peju spermanya di permukaan ujung sepatu boots Ibunya itu.
Naruko mengeluarkan penis siliconnya setelah sudah membuat Naruto muncrat. Lalu ia beralih dihadapan Naruto yang kini berlutut lemah dilantai, menjambak rambutnya agar wajah Naruto mendongak menatapnya. "Entar malam main lagi ya oni-chan."
Naruko melepas ballgag di mulut Naruto yang sudah basah oleh liurnya. Kemudian menyumpal mulut Naruto dengan strapon dildo dipinggangnya. Naruto berusaha menjauh namun Naruko menahan kepalanya dan menggerakkan agar mengulum straponnya.
Setelah mengulum strapon itu, Naruto digiring kekamarnya. Kedua kakinya diikat Kushina. Kushina melepas kedua sepatu bootsnya lalu meletakan di hadapan wajah Naruto yang berbaring tidak berdaya di lantai. "Jilat cairan milikmu itu sampai bersih. Jika tidak, aku tidak akan melepaskan kamu, Naruto."
Kushina meninggalkan kamar Naruto bersama Naruko yang tadi hanya diam bersandar di pintu sambil bersedekap dada menatapnya.
Kini Naruto menatap sepasang sepatu boots sexy Ibunya diwajahnya itu, yang salah satunya ada cairan putih miliknya yang masih basah.
Naruto mulai menjulurkan lidahnya, menjilat spermanya sendiri disepatu boots itu. Ia menyesal telah memuncratnya terlalu banyak. Jadi mau tidak mau ia harus menjilat sampai bersih spermanya.
Naruto tidak mau Sasuke khawatir padanya jika Naruto tidak hadir ke sekolah gara - gara ini.
.
.
.
.
.
Sementara itu Kushina dan Naruko sedang nyemil di ruang tamu. Kushina sedang memeriksa ponsel milik Naruto. Melihat isi galeri yang penuh poto 2D hentai yaoi, BDSM dan video bokep gay yang bertema BDSM. Ia hanya menggeleng kepala dan tersenyum melihatnya. Tidak percaya anak lelakinya kesayangnya ternyata gay. Dan ia pun sudah mengetahui juga hubungan Naruto dengan seseorang lelaki yang jadi muridnya itu sebagai dominannya. Jadi Kushina masih tidak menyangka jika Naruto, anak lelakinya sudah tidak waras dengan kelakuan sexsualnya yang cukup aneh itu.
Tapi meski begitu, Kushina dan Naruko pun tidak memungkiri jika mereka mulai menyukai sexsual menyimpang Naruto saat mencoba memperkosa Naruto secara langsung dan Naruto pun menerima perilaku mereka padanya sebagai budak sex mulai sekarang.
Sekarang Naruto kini jadi peliharaan rumah keluarganya sendiri.
