Di ruang persiapan di belakang panggung, Ai bersama beberapa gadis lainnya sedang bersiap-siap tampil di sebuah acara.
"Ai, apa aku mengganggu?"
Ai menengok, ia bisa melihat Naruto sudah bersandar di depan pintu. Baru ingin mengucap, para gadis di sana langsung menghampiri Naruto.
"Wah~ Tampan banget."
"Ne... Ne... Siapa namamu?"
"Apa hubunganmu dengan Ai-chan?"
Satu persatu pertanyaan langsung di ucapkan dari para gadis itu. Mereka penasaran dengan sosok Naruto yang akrab dengan leader mereka.
Naruto kelabakan di hujani pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebisa mungkin ia menjawabnya, sementara Ai hanya bisa berkedip-kedip lucu melihat Naruto di kerubungi.
"Apa yang kalian lakukan!?"
Para gadis berjengit begitu suara tegas terdengar di terlinga mereka. Seorang pria bersurai kuning dengan kacamata yang terpasang di kedua mata tertangkap di pandangan mereka.
"Kalian bersiap-siap, acara akan mau di mulai!" tegas pria itu sehingga gadis-gadis yang mengerubungi Naruto langsung keluar dari ruang tunggu, tak ingin kena kemarahan dari Produser.
Produser aka Saitou hanya memandang datar itu sebelum melihat Naruto yang bernafas lega.
"Harusnya kau tidak melakukan hal ceroboh begini, Naruto-san."
Sementara yang di nasihati hanya tertawa kaku saja. "Gomen. Lagipula aku hanya menjawab kalau aku dan Ai hanya teman masa kecil saja." jawabnya kikuk sembari menggaruk kepalanya.
"Tapi kan kita-"
"Ai, aku tahu yang ingin kau katakan. Tapi ini demi kita semua."
"Benar, Ai-san. Kuharap kau tetap merahasiakan ini."
Ai langsung bungkam dengan dua pernyataan dari kedua pria itu. Ia menunduk sedih. Apa yang mereka katakan itu benar, tapi kalau seperti ini terus...
Puk
Ai mendongak, ia bisa melihat Naruto mengelus rambutnya pelan sembari tersenyum. "Tak perlu bersedih, aku tidak keberatan kita dalam keadaan ini untuk sementara waktu. Karena itu, kau tidak boleh bersedih dan tunjukkan penampilan terbaikmu demi aku, ya?"
Mata unik Ai mulai bersinar terang sebelum mengangguk pelan. Ia mencium singkat bibir Naruto yang terkejut atas perbuatannya.
"Aku mengerti." Ai berjalan keluar, sesaat ia berhenti di depan pintu untuk melihat kedua pria tersebut. "Aku pergi dulu! Naru, Produser-san."
"Ya/Hm."
Saitou dan Naruto menjawab bersamaan. Ai melanjutkan langkahnya dan menghilang dari kedua pandangan mereka.
"Kau memang pria bajingan yang beruntung."
Naruto menaikkan alisnya ketika Saitou mengejek dirinya sembari menyeringai. Ia ikutan menyeringai mendengar hal tersebut.
"Aku tidak menyangkalnya."
.
.
.
"Apa itu tadi? Tarian kalian imut banget..."
Ai memandang berseri-seri rekaman konser sebelumnya. Tapi yang jadi topik panasnya adalah di area penonton, satu pria bersama dua bayi kembar dengan sangat kompak menari sambil memegang lightstick. Hal itu menyebabkan mereka bertiga jadi trending topik di media sosial.
Naruto hanya tertawa saja. Sebenarnya ia tidak menyangka kalau itu menjadi pembicaraan di kalangan dunia hiburan. Berkat itu, ia jadi di marahi habis-habisan sama Saitou.
"Itu adalah tari penyemangat. Iya kan, Aqua? Ruby?" ujarnya memandang kedua anaknya yang duduk di pangkuannya dan Ai, yang entah bagaimana mereka mengangguk pelan, seolah paham dengan ucapan Naruto.
Aqua dan Ruby, mereka adalah anak kembar dari Naruto dan Ai. Bocah-bocah itu memiliki warna rambut yang sama yaitu pirang dari turunan Naruto. Perbedaanya, Aqua yang di pangkuan Ai mempunyai warna mata biru langit sama seperti Naruto plus iris khas bintang dari Ai di mata bagian kanan, sementara Ruby di pangkuan Ayahnya memiliki warna mata merah ruby serta bintang di mata kiri.
Satu hal yang mengejutkan, kalau Naruto dan Ai telah menikah dan mempunyai anak di usia mereka yang baru 17 tahun. Itu atas keputusan mereka sendiri setelah lulus dari sekolah mengingat mereka berdua tidak mempunyai keluarga atau kerabat di dunia ini.
Keadaan inilah yang membuat Saitou harus memaksa mereka untuk merahasiakannya sebaik mungkin, demi karir Idol Ai yang telah berjalan dari masa sekolah.
"Begitu ya... Syukurlah aku memiliki kalian." Ai menyenderkan kepalanya di bahu lebar Naruto. Ia bisa merasakan kalau Naruto sedang mengelus kepalanya yang membuat ia sangat nyaman.
"Aku juga, Ai." balas Naruto tersenyum.
Keluarga tersebut melanjutkan menonton bersama, sehingga suasana romantis pun tercipta di sana. Sampai beberapa saat di mana Naruto menyadari kalau Ai telah tertidur di bahunya.
'Ai kelihatan lelah.' batinnya.
Ia lantas menurunkan Aqua dan Ruby yang belum ngantuk di pangkuan mereka. Lalu Naruto menggendong Ai dengan posisi Bridal Style dan membawanya ke kamar. Setelah itu, ia kembali ke ruang tamu untuk menemani anak-anak kembarnya.
"Ne, Papa. Mama terlihat sangat kelelahan."
"Begitulah..."
"Dunia hiburan terlihat menyeramkan."
"Aku setuju perkataanmu, Aqua."
Naruto mengerti perasaan anak-anaknya yang khawatir dengan Ai karena ia juga merasakannya. Ia pun membantu Ai dengan menjadi penulis novel dengan penname Naruel. Karya-karyanya laris manis di pasaran sehingga penghasilannya cukup memenuhi kebutuhan keluarganya.
Ngomong-ngomong, Naruto tidak terkejut kalau Aqua dan Ruby sudah bisa berbicara, padahal umur mereka belum ada satu tahun. Awalnya bocah kembar itu terdiam ketika mereka yang sedang mengobrol telah terciduk oleh Naruto. Bukannya shock, malah Naruto berseri-seri memandang mereka sembari berkata 'Wow, anakku jenius banget' membuat Aqua Ruby swewatdrop.
Setelahnya, mereka meminta Ayahnya untuk merahasiakan ini dari semua orang termasuk ibunya, Ai sendiri sampai waktunya tiba, dan itu di setujui oleh Naruto
Kejadian itu membuat Naruto tidak kelabakan mengurusi mereka berdua, karena Aqua Ruby bukan bayi seperti pada umumnya.
"Tapi para penggemar itu, mereka bodoh semua ya, Tou-san?"
"Mereka tidak tahu apa yang di belakang, bukan begitu, Papa?"
Aqua dan Ruby membuat wajah menyeringai kejam, jauh dari kesan bayi yang biasanya imut. Naruto terdiam sesaat sebelum ikut-ikutan menyeringai, paham dengan maksud anak-anaknya. Mereka pun dengan kompak mengucapkan...
.
.
.
""Di saat mereka membuat Ai menjadi idola, ada Naruto di belakang yang selalu mengisi rahimnya."
Fin
Naruto x Ai sudah berakhir.
Next bikin pair apa lagi? Anime yang baru-baru saja biar anti mainstream.
