Seorang pemuda surai hitam kebiruan melangkah pelan di sebuah jalanan. Dari pakaian yang dipakai, tampaknya pria itu habis bekerja sebagai seorang kasir supermarket.

"Persediaan rumah sudah teratasi." ucapnya mengecek belanjaan miliknya yang ia bawa.

Tiba-tiba tercipta kabut tebal mengelilingi di sekitar pemuda tersebut. Umumnya orang akan merasa panik saat mengalami hal tersebut. Namun pemuda itu malah merasa jengkel dengan keadaannya.

"Ck, kenapa aku harus terkena gerbang "Mato"!?" ujarnya kesal menatap keadaan sekitarnya yang telah berubah setelah kabut menghilang dimana ia berada di ujung jurang yang curam, tanah-tanah yang berwarna ungu gelap serta langit merah penuh dengan fenomena Aurora.

Tempat yang ia pijak sekarang adalah kota iblis atau "Mato". Sebuah dimensi dimana banyaknya monster berbahaya yang di sebut "Shuuki" mengancam keberadaan manusia.

"Aku hanya perlu-"

Grek

Grek

GROARRRR

Iris emasnya melirik kebelakang. Saat tanah-tanah mencuat, keluar beberapa monster hitam dengan wajah seperti tengkorak. Monster-monster mengaum keras seperti mereka telah menemukan mangsanya.

Pemuda itu tersenyum tipis. Saat ia sedikit membuka mulutnya, tiba-tiba-

Duagh

Sosok monster berwarna putih menendang para Shuuki membuat monster-monster itu terpental. Tak hanya itu, seorang gadis surai putih panjang muncul menebas-nebas Shuuki sehingga lenyap meninggalkan api biru.

Pemuda itu memicingkan matanya melihat seragam yang di kenakan gadis itu. Bukannya seragam itu...

"Apa kau baik-baik saja?"

Dia mengalihkan fokusnya saat gadis itu bertanya kepadanya. Seorang gadis cantik dengan iris mata merah membuatnya terlihat anggun.

"Ya." Sang pemuda menjawabnya dengan singkat.

"Kyouka-san, semuanya sudah- WOAH! NARUTO-SAN!"

Naruto, nama pemuda yang menaikkan alisnya heran ketika monster putih itu terkejut saat berjalan kemari. Meski suaranya khas monster, ia mengenali suara ini.

"Yuuki? Tak kusangka kau bergabung dengan Korps Defense Iblis mengingat kau jarang bertemu denganku."

Monster putih itu bercahaya, lalu menyusut perlahan. Ketika cahaya itu menghilang, berganti menjadi seorang pemuda yang seumuran dengan Naruto.

Senyum kikuk tercipta di wajah Yuuki. "Maaf, Naruto-san. Aku lupa memberitahumu."

Sementara gadis tadi memandang tertarik interaksi antara kedua pemuda itu.

"Yuuki, kau mengenalnya?"

"Ha'i! Dia Uzumi Naruto-san. Tetanggaku yang selalu membantuku sejak dulu saat di rumah." Yuuki dengan semangat mengenalkan Naruto membuat Kyouka tersenyum.

"Souka."

Brum

"KUMICHOU! Ini gawat!"

Sebuah mobil Jeep datang dengan cepat dan berhenti tepat di depan mereka. Ada 3 orang gadis yang berada di dalam mobil tersebut.

Naruto tiba-tiba sedikit tersentak melihat salah satu gadis di sana... dan entah kenapa ia mengulas senyum lembut.

"Ada apa?" Kyouka bertanya dengan cepat ketika melihat raut wajah pucat dari gadis kecil berambut pink.

"Shuuki... telah mengepung kita!" ucap gadis itu bergetar ketakutan membuat Kyouka melebarkan matanya.

"Apa!?"

Duar

Duar

GROARRRRR

Benar saja, ratusan Shuuki muncul di sekitar membuat mereka terjebak. Orang-orang itu memasang posisi siaga, walau tidak di pungkiri di dahi mereka bercucuran keringat serta nafas yang terengah-engah.

Kyouka menggertakkan giginya. "Sial!"

Sebelumnya mereka sudah bertarung cukup lama sehingga stamina masing-masing sudah sangat terkuras, apalagi kemampuan miliknya kepada Yuuki juga sudah habis waktunya. Belum lagi di tambah mereka harus melindungi satu orang warga sipil.

Jelas ini merupakan keadaan yang sangat buruk.

'Bagaimana ini?' batin Kyouka memandang tajam Shuuki di sekeliling mereka.

Srek

Tap

Tap

"Naruto-san! Apa yang kau lakukan!?"

Kyouka serta gadis-gadis di dalam mobil terkejut saat Yuuki berteriak ketika warga yang mereka lindungi malah berjalan kedepan.

Tanpa menjawab, Naruto terus berjalan mendekati para Shuuki sehingga Shuuki yang terdekat langsung menerjang dari atas.

"Berhenti!"

"Awas!"

Semua orang ingin menyelamatkan Naruto. Tapi...

Naruto berhenti melangkah, lalu mengucapkan satu kata dari mulutnya sembari berbisik.

[Freeze]

Dalam sepersekian detik, seluruh area di sekitar langsung membeku ketika Naruto mengucap kalimat sederhana itu. Adapun semua Shuuki di sana juga ikut membeku.

Satu-satunya disini yang tidak membeku adalah Yuuki, Kyouka dan rekan-rekannya yang saat ini malah shock berat melihat apa yang terjadi barusan.

"Apa!?..."

"Semua Shuukinya..."

"Membeku?"

"Kekuatan apa ini?"

"Mustahil!"

Naruto mendongakkan kepalanya melihat monster-monster itu telah membeku. Ia mengangkat tangan kanannya, memposisikan jari jempol dan telunjuk saling bertemu.

Ctik

Pyar

Dalam satu jentikkan, seluruh area es terpecah-pecah mengurai di udara termasuk Shuuki yang membeku juga ikut musnah.

.

Seumur hidup Kyouka, baru kali ini ia melihat kekuatan untuk memusnahkan ratusan Shuuki hanya dalam beberapa detik, terlebih lagi seseorang yang menggunakannya adalah seorang laki-laki.

Bahkan Yuuki harus melalui perantara dirinya untuk memperoleh kekuatan.

"Kekuatan itu... apakah dari buah persik?"

Pertanyaan terlontar begitu saja dari Kyouka sebab tak bisa menahan rasa penasaran sekaligus terkejut setelah melihat kemampuan dari temannya Yuuki.

Kalau memang itu dari buah persik, bagaimana mungkin seorang laki-laki bisa menggunakannya sedangkan selama ini hanya perempuan yang bisa dapat kekuatan supranatural dari buah tersebut.

"Soal pertanyaanmu itu... anggap saja aku adalah anomali yang berbeda dari yang kalian ketahui." jawab Naruto asal-asalan setelah berbalik menghadap mereka.

Ia berjalan ke arah Yuuki yang berjengit, tak perduli dengan raut wajah tak puas yang terlihat jelas di wajah Kyouka.

Pletak

"Aduh!"

"Itu hukumanmu karena kau jarang mampir ke tempatku." ucap Naruto sesudah memukul kepala Yuuki yang sekarang mengelus-elusnya.

"Gomenasai, Naruto-san."

Naruto tersenyum simpul. Ia berlanjut ke arah mobil yang di pakai para gadis-gadis cantik. Atau lebih tepatnya menghadap ke seorang gadis surai biru hijau gelap dengan mata emas sepertinya.

"Kau... dari klan Azuma bukan? Siapa namamu?"

Sang gadis awalnya sempat terkejut ketika Naruto mengetahui klannya. Namun sebisa mungkin ia menjawabnya dengan sopan seolah menghindari permusuhan dengan pemuda itu.

"Ha'i! Namaku Azuma Himari, desu."

"Souka. Kalau begitu..." Sebuah lubang kecil ruang distorsi muncul dia atas telapak tangan Naruto, lalu dari lubang itu menjatuhkan sebuah surat. Kemudian Naruto menyerahkan surat itu kepada Himari.

"Berikan surat itu kepada Tobera-chan."

Himari menerima surat itu. Banyak pertanyaan muncul di kepalanya mengenai latar belakang dia.

"Ano... Sebenarnya anda siapa?"

Senyuman simpul tercipta di wajah Naruto. Ia mengambil kembali barang belanjaannya yang sempat ia letakkan.

"Aku akan sedikit memberitahukan tentangku pada kalian semua." Naruto membuka lubang distorsi yang cukup besar di belakang punggungnya membuat Kyouka sangat terkejut karena ia mengenali kemampuan tersebut.

"Ame no Mitori milik Tenka!?"

"Oh~ kau mengetahuinya juga ya..." Sempat melirik ke Kyouka, ia memandang mereka satu persatu terutama kepada Himari.

"Namaku sebenarnya adalah Azuma Naruto, seorang kasir di salah satu supermarket yang kebetulan satu klan dengan gadis yang bersama kalian." Ia mengenalkan dirinya dengan absurd tentang pekerjaannya sekarang. "Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentangku, kalian bisa tanya kepada Tobera-chan. Atau..."

Ia sesaat melirik Kyouka dan Yuuki yang ada di sebelahnya.

"Bertanya kepada komandan Korps Defense Iblis kalian saat ini... Yamashiro Ren-chan."

Naruto melambaikan tangannya sebelum menghilang di ruang distorsi.

"Jaa na, Yuuki."

Hari itu, anggota squad 7 sangat di pusingkan dengan kemunculan teman dari Yuuki.