Title : Fate/Warrior Remnant
Crossover : Naruto X Fate Series
Disclaimer : Naruto, Fate Series, dll bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Genesis of Holy Grail War
Chapter 2: Master of Saber and Lancer
Naruto's Dream
Naruto berdiri di sebuah kota di Prancis pada masa Kerajaan. Dia berjalan menuju kerumunan orang. Ketika sampai di kerumunan, dia melihat seorang perempuan berambut pirang dengan baju one piece berwarna putih. Tampak tangannya diborgol kayu. Dia ditarik oleh beberapa prajurit menuju sebuah tiang kayu.
" Tolong! Kumohon! Tolong berikan aku salib. Siapa saja. Tolong. " Perempuan itu berbicara kepada orang – orang yang berada di pinggir jalan.
" Halah, buat apa kami memberimu salib, penyihir! "
" Benar! Kau itu sudah menistakan nama Tuhan! "
" Mati kau penyihir! "
" Ya! Mati kau! "
Namun, bukannya mendapatkan apa yang dia inginkan, perempuan itu mendapatkan olokan, cacian, makian, dan hinaan dari orang – orang yang ada.
" Tolong! Kumohon! Tolong berikanlah aku salib. Siapa saja. Tolong! "
Meski mendapatkan cacian dan hinaan dari masyarakat sekitar, perempuan itu tetap meminta sebuah salib. Kemudian, seorang anak perempuan berlari. Dia berjalan melewati Naruto dan masyarakat menuju perempuan itu. Anak perempuan itu memberikan sebuah salib kecil kepada perempuan itu.
" Terima kasih. Tuhan memberkatimu. "
Sambil memegangi salib kecil itu, perempuan itu berjalan hingga sampai di sebuah tiang kayu. Perempuan itu dirantai di tiang kayu itu. Setelah itu, Naruto bisa melihat para prajurit mengambil api dan mulai membakar tiang kayu itu.
Para warga bersorak kegirangan melihat perempuan itu dibakar. Naruto yang melihat itu hanya bisa meneteskan air matanya.
" Ya, Tuhan, tolong ampuni aku. "
" Terkutuklah Kau, Ya, Tuhan! "
Naruto mendengar dua suara yang berbunyi bersamaan. Naruto menyadari dua suara itu adalah suara yang sama, namun Naruto bisa merasakan perbedaan yang sangat bertolak belaka. Suara pertama adalah suara dari orang yang memohon ampun kepada Tuhan, sedangkan suara kedua adalah suara kemarahan kepada Tuhan.
" Ya, Tuhan. Ampunilah mereka yang menganiayaku. " / " Terkutuklah kalian semua. "
" Ya, Tuhan. Jangan tanggungkan dosa atas mereka. " / " Aku mengutuk kalian sampai kalian mati. "
" Ya, Tuhan. Terima kasih untuk hidupku. " / " Mengapa aku harus terlahir? "
" Ya, Tuhan... " Kedua suara itu mengucapkan satu frasa yang sama hingga... " Terima kasih / Terkutuklah Kau. "
Gym Konoha Gakuen.
Naruto terbangun dari tidurnya. Ketika dia bangun, ia sadar dirinya berada di gym sekolahnya.
" Kau sudah bangun, Dobe? " Tanya Sasuke " Apa kau masih baik – baik saja. "
" Tentu saja dia tidak baik – baik saja. Kau menghajarnya dengan keras! " Ucap Jeanne Lancer kepada Sasuke.
Naruto bangun dari tidurnya. Dia baru saja sadar bahwa dia berbaring di paha mulus Jeanne Saber.
" Master, apa kau baik – baik saja? " Tanya Jeanne Saber
" Aku... baik – baik saja... " Ucap Naruto.
" Master... kau menangis...? "
Naruto yang mendengar pertanyaan Jeanne Saber refleks mengusap matanya. Dan benar, dia menangis.
" Kau bermimpi, ya? " Tanya retoris Sasuke
" Dari mana kau tahu? "
" Mimpimu itu adalah ingatan masa lalu dari Servant-mu. Itu adalah cara seorang Master mengetahui identitas Servant-nya. Jika ada orang yang tahu identitas kedua Servant-mu, maka para Master dan Servant musuh memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalahkanmu. Karena itu, rahasiakan identitas Servant-mu. Aku sendiri selalu memanggil Servant-ku dengan kelasnya, Rider dan Saber. " Ucap Sasuke
" Begitu, ya. "
" Hey, apa kau ingin beraliansi denganku? " Tanya Sasuke
" Mengapa kau ingin beraliansi denganku? " Tanya balik Naruto.
" Kau tidak ingin mati, kan? "
" Tidak. "
" Kalau begitu, ayo kita beraliansi. Lagi pula, kita bisa berbagi kemenangan. "
" Begitu, ya... "
" Lalu, apa keinginanmu untuk Holy Grail? " Tanya Sasuke
" Keinginanku...? "
" Holy Grail dapat mewujudkan keinginan apapun. Bahkan para Servant-mu. Dengan kata lain, jika kau menang, Holy Grail bukan hanya mengabulkan permintaanmu, namun juga kedua Servant-mu. "
Naruto melihat ke arah kedua Servant-nya.
" Aku tidak memiliki keinginan apapun. " Ucap Jeanne Saber
" Aku juga. " Ucap Jeanne Lancer
" ... "
Naruto masih berpikir tentang apa keinginan yang ingin diwujudkan oleh Holy Gail.
" Tenanglah. Kau bisa memikirkannya sampai kau memenangkannya. Itu pun jika kau memang menang. "
" ... "
" Baiklah. Kau mau mulai berlatih lagi? "
" Oke. " Ucap Naruto
.
Setelah berlatih beberapa saat, Naruto kembali beristirahat.
" Kerja bagus, Master. " Ucap Jeanne Lancer sambil memberikan sebotol air.
" Terima kasih. " Ucap Naruto sambil meminum air yang diberikan Jeanne Lancer.
" Ara, kau perhatian sekali pada Master kita. " Goda Jeanne Saber.
" HAH!? Bukankah itu wajar? Jika terjadi sesuatu pada kita, kita akan kalah! " Balas Jeanne Lancer.
" Aku baru ingat, kalian tidak bisa menghilang? Seperti Servant milik Dobe? " Tanya Naruto
" Itu karena dirimu. " Ucap Jeanne Lancer
" Aku? "
" Kau memiliki mana yang sangat melimpah. Hanya saja, sirkuit sihir milikmu sangat kecil. "
" ...? " Naruto memperlihatkan wajah bodohnya. Wajar, Naruto bukanlah orang yang paham tentang sihir.
" Anggap saja seperti ini, Master. Bayangkan sebuah wadah penyimpanan air. Sebesar apapun air yang ditampung, jika pipa untuk mengalirkannya kecil, maka air yang bisa dikeluarkan pastinya lebih kecil. " Ucap Jeanne Saber.
" Jadi, meskipun aku memiliki energi sihir yang banyak, namun karena sirkuit sihir-ku kecil, jadinya itu tidak cukup untuk membuat kalian menghilang. Aku mengerti. "
" Tapi, sebagai gantinya, kami masih bisa mengubah pakaian kami. Pakaian kami bisa berubah karena suplai sihir darimu. " Ucap Jeanne Lancer
" Itu benar. Alter sangat senang bisa memakai pakaian yang modis untukmu. " Ucap Jeanne Saber
" HAH!? APA MAKSUDMU! "
" Tenang saja, dia itu hanya tsundere. "
" HAH!? AKAN KUBUNUH KAU! "
Naruto yang melihat interaksi kedua Jeanne itu tersenyum kecil.
" NGAPAIN KAU IKUT – IKUTAN KETAWA! JANGAN TERSENYUM! " Ucap Jeanne Lancer atau Alter dengan wajahnya yang memerah.
" Tidak. Selama ini, aku selalu sendiri. Karena itu... aku senang melihat interaksi kalian. " Balas Naruto.
Mendengar itu, Jeanne dan Jeanne Alter terdiam. Mereka berdua mendekat ke arah Naruto dan memeluknya. Wajah Naruto memerah ketika kedua Servant cantiknya memeluknya.
" Tenang saja. Selama perang ini... kami tidak akan meninggalkanmu. "
" Itu benar. Kami tidak akan meninggalkanmu. "
Naruto yang mendengar itu meneteskan air mata. Naruto membalas pelukan kedua Servant itu.
" Terima kasih. "
" Apa kalian sudah selesai? " Ucap Sasuke yang tentu saja mengganggu suasana indah yang ada di sana.
Sontak Naruto dan kedua Servant-nya menatap ke arah Sasuke.
" Apa? " Tanya Sasuke yang ditatap oleh mereka bertiga.
" Kau mengganggu saja. " Ucap Jeanne Alter.
" Baiklah. Waktunya kembali. Aku pergi dulu. Aku harus melakukan sesuatu. "
Setelah itu, Sasuke pergi dari sana. Naruto yang melihat Sasuke pergi segera berdiri.
" Kita juga kembali, Saber, Lancer. " Ucap Naruto
" Ha'i. "
Malam Hari, Jalanan Konoha City
Di malam hari, Naruto berdiri di atas sebuah bangunan. Dengan kemampuan parkour miliknya, hal yang mudah untuk memanjat sebuah bangunan.
" Jadi, apa yang kita lakukan malam ini? " Tanya Naruto
" Bagaimana jika kita mulai menghabisi para Servant lainnya? " Saran Jeanne
" Mungkin kita bisa mulai dengan Stray Servant dulu saja. "
" Dimengerti. "
" Lalu... sepertinya aku butuh senjata. Setidaknya untuk melindungi diri. " Ucap Naruto.
Naruto berjalan hingga dia sampai di taman Konoha City.
" Master, ada Servant di sekitar sini. " Ucap Jeanne sambil melindungi Naruto. Tampak dirinya dan Jeanne Alter sudah dalam mode tempur.
WUSH
TRANG
Sebuah anak panah melesat ke arah Naruto, namun Jeanne Alter dengan cepat menangkisnya dengan tombaknya.
" Apa itu Archer yang kemarin? " Tanya Naruto
" Tidak. Dia berbeda. Panahnya lebih cepat. Ini seperti serangan seorang prajurit berpengalaman. Berbeda dengan Archer yang kemarin. Selain itu, dia sendiri. Kemungkinan besar dia adalah Stray Servant. " Ucap Jeanne Alter
" Lancer, serang dia. Alihkan perhatiannya. Saber, lindungi aku. Aku akan mendekatinya. Aku akan menyerangnya. " Ucap Naruto sambil mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya.
" Dari mana kau dapat belati itu? " Tanya Jeanne Alter
" Ini peninggalan ayahku. Kalau begitu, ayo bergerak. "
" Ha'i. "
Jeanne Alter melesat menuju sumber serangan. Beberapa anak panah melesat ke arahnya, namun Jeanne Alter berhasil menangkis semuanya. Jeanne Alter melesat sampai dia melihat sesosok pria dengan pakaian Yunani dengan kain berwarna hitam dan emas menutupi wajahnya.
" Woy, woy, bagaimana caramu menyerang jika wajahmu tertutup kain? " Ucap Jeanne Alter.
" Itu bukan urusanmu. " Balas Servant itu.
" Kau Archer, kan? Busur panah itu memang senjata dari Archer. Itu sudah jelas. "
" Terserah. "
Archer bersiap untuk menyerang Jeanne Alter dengan busur dan panahnya. Archer menembakkan beberapa anak panah ke arah Jeanne Alter. Jeanne Alter berhasil membakar seluruh anak panah dengan api yang dihasilkan oleh tombaknya. Jeanne Alter menyerang Archer dengan tombaknya, namun Archer berhasil menahan serangan Jeanne Alter dengan busurnya.
Archer mengambil anak panah di tempat penyimpanannya dan melemparkannya ke arah Jeanne dengan tangan kosong. Meski anak panah itu dilempar dengan tangan kosong, anak panah itu melesat lebih cepat daripada ditembakkan dengan busur. Anak panah itu melesat dengan cepat. Jeanne Alter berhasil menghindarnya, namun anak panah itu tetap memberikan luka gores ke wajah cantiknya.
" Sialan kau! "
Dengan penuh kemarahan, Jeanne Alter semakin brutal menyerang Archer. Dengan intensitas yang tinggi, Archer hampir tidak mampu memberikan serangan balasan. Archer hanya bisa menahan dan menangkis serangan Jeanne Alter dengan busurnya, serta menghindari serangan Jeanne Alter.
" Ini... menyebalkan. "
Archer menaruh busurnya di tempat penyimpanannya dan menangkap tombak milik Jeanne Alter dengan tangan kirinya.
" Apa...!? " Jeanne Alter terkejut dengan Archer yang menangkap serangannya.
Archer menarik tombak milik Jeanne Alter sehingga Jeanne Alter tertarik ke arah Archer. Dengan tangan kanannya, Archer memberikan tinju yang membuat Jeanne Alter terhempas sangat jauh.
" Lemah. Sangat lemah. " Ucap Archer.
Dia memegang tombak Jeanne Alter yang tertinggal. Dia segera menyerang orang yang muncul di belakangnya. Namun, sesosok perempuan cantik yang berambut pirang yang menahan serangannya dengan bendera yang dipegang olehnya.
" Kau... Bukankah tadi... Tidak. Kau berbeda. "
Orang yang diserang oleh Archer adalah Jeanne Saber.
" Kau tidak terlihat seperti Archer. Kau lebih mirip Berserker. " Ucap Jeanne
" Lalu? Orang lemah seperti kalian tidak akan bisa mengalahkanku. " Balas Archer.
Kemudian Naruto muncul dari belakang Jeanne. Dia melesat dan berusaha menusuk Archer. Archer yang melihat itu menahan serangan Naruto dengan tangan kirinya. Tangan kiri Archer terluka karena memegang bilah belati yang Naruto tusukkan.
Archer melihat ke arah Naruto. Di balik kain yang menutupi wajahnya, kedua matanya melebar ketika melihat wajah Naruto.
" Jason...? "
Melihat Archer terdiam, Naruto melepaskan belatinya dan mengambil salah satu anak panah dari Archer, lalu menusukkannya ke leher Archer. Archer yang kembali sadar memegangi lehernya yang terluka oleh serangan Naruto.
Naruto mengambil kembali belatinya dan memberikan tebasan di dada Archer. Belati yang pendek membuat serangan Naruto tidak terlalu dalam. Naruto menendang tombak Jeanne Alter dan membuatnya terlempar ke udara. Naruto mengambil tombak itu, memutarnya dan menusuk Archer.
" Kau... tidak... kau hanya mirip dia... " Ucap Archer
" Mirip siapa? " Tanya Naruto
" Kaptenku. Satu – satunya manusia lemah yang aku hormati. "
" Kaptenmu...? "
" Namanya Jason. Aku yakin kau bisa menebak identitasku. "
" Jason... Kapten dari Argonauts... Mungkinkah... kau Heracles? "
Archer terdiam sebentar.
" Lebih tepatnya Alcides. "
" Alcides. Versi lebih muda dari Heracles. " Ucap Jeanne.
" Aku akan mundur. Melawanmu hanya akan membuatku terbunuh. Kau mirip dengannya. " Ucap Archer alias Alcides.
RRRRAAAWWWRRRR
Sebelum Alcides pergi, sebuah raungan terdengar mendekat.
" Servant...? "
BUM
CRASH
Sesosok pria tiba – tiba muncul dan memberikan tebasan ke arah Naruto. Naruto dengan refleks menahan serangan pria itu, namun Naruto tetap terkena serangan pria itu dan terpental jauh.
" MASTER! "
Jeanne segera berlari untuk menolong Master-nya. Pria itu mencoba menyerang Naruto lagi, namun Alcides segera menyerang pria itu.
" Jangan ganggu mereka, Berserker. "
Berserker yang melihat itu menatap Alcider dengan penuh kemarahan.
" DIAM! AKULAH YANG AKAN MENJADI RAJA! AKAN KUBUNUH KAU JIKA KAU MENGGANGGU! "
" Aku tidak akan membiarkan hal itu. "
Berserker segera menyerang Alcider. Alcides membalas dengan menyerang Berserker.
.
.
Di tempat Naruto
Naruto mendarat di atas sebuah batu monumen. Serangan Berserker membuat Naruto menghancurkan batu monumen itu. Sama seperti ketika dirinya diserang oleh Rider, tubuh Naruto beregenerasi. Belati miliknya sudah hancur karena menahan serangan Berserker.
" MASTER! "
Jeanne muncul dengan wajah cemas.
" Master! Apa kau baik – baik saja? " Tanya Jeanne
" Aku baik – baik saja. " Ucap Naruto sambil memperlihatkan tubuhnya yang sudah beregenerasi.
" Master, sebaiknya kita cari Alter dan mundur. Aku merasa Berserker berusaha untuk menyerangmu lagi. "
" Dia Stray Berserker, ya... Kau benar. Kita harus mundur. Paling tidak, kita harus menghubungi Sasuke. "
Sebelum Naruto sempat bereaksi, Berserker muncul dan berusaha menyerang Naruto. Naruto menghindari serangan Berserker. Naruto dan Jeanne melihat beberapa anak panah bersarang di tubuh Berserker.
Jeanne berusaha menyerang Berserker dengan bendera miliknya dan berusaha melindungi Master-nya. Namun serangan Jeanne tidak terlalu berpengaruh untuk menumbangkan Berserker. Beberapa anak panah muncul dan menancap di tubuh Berserker.
" Archer! " Ucap Jeanne.
" BAJINGAN! JANGAN GANGGU AKU! AKU HARUS MEMBUNUHNYA DAN MENJADI RAJA! " Raung Berserker
" Dia ini merepotkan. " Ucap Alcides
Naruto terus berlari untuk mencari Jeanne Alter. Namun...
BUM
Tubuh Jeanne terhempas melewati tubuh Naruto dan menghantam sebuah pohon hingga pohon itu tumbang.
" SABER! "
Naruto berlari menuju Jeanne.
" SABER! BANGUNLAH! "
" Master... pergilah... " Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Jeanne.
Naruto melihat ke arah Berserker. Berserker segera menatap ke arah Naruto. Berserker segera melesat untuk menyerang Naruto. Namun, sebelum Berserker berhasil menyerang Naruto, sebuah katana melesat dan menancap di tanah tepat di depan Berserker dan membuat Berserker berhenti menyerang. Naruto segera mengambil katana itu dan menyerang Berserker. Berserker yang terkena serangan Naruto melompat ke belakang.
" BAJINGAN! BERANINYA KAU MENYERANG SESEORANG YANG AKAN MENJADI RAJA! "
Sementara itu Naruto hanya terdiam. Perlahan berubah menjadi hitam dengan corak retakan berwarna merah. Kemudian retakan merah itu semakin banyak dan akhirnya pecah. Pedang itu kembali ke wujudnya yang sesungguhnya, namun dengan corak merah.
" Pedang ini... milikku. " Gumam Naruto
Berserker kembali melesat untuk menyerang Naruto. Alcides berusaha menahan Berserker dengan menembakkan panah ke kaki Berserker, namun serangan itu tidak terlalu berguna. Sebelum Berserker menyerang Naruto, sebuah tombak menusuk kaki Berserker dan membuatnya terjatuh tepat di depan kaki Naruto. Naruto yang melihat itu langsung menendang wajah Berserker.
Berserker yang wajahnya ditendang oleh Naruto semakin marah. Dia melompat dan berusaha menebas Naruto dengan pedangnya. Naruto yang melihat itu menahan serangan Berserker dengan pedang barunya.
" Serang, Lancer. "
Mendengar komando itu, Jeanne Alter muncul dari langit. Dia menusukkan tombaknya ke leher Berserker. Kemudian, Naruto mendorong Berserker dan memberikan tebasan berbentuk X di dada Berserker.
Berserker yang terkena serangan terus menerus meraung dengan keras. Dia melompat dan melarikan diri. Tombak Jeanne Alter masih menancap di lehernya, namun Berserker tetap pergi melarikan diri.
" Kerja bagus, Lancer. "
Jeanne Alter tidak membalas ucapan Naruto. Dia melihat ke arah Alcides dan menodongkan tombak ke arahnya.
" Tenanglah. Dia bukan musuh kita. Dia bukanlah rekan kita, tapi dia juga tidak memusuhi kita. "
Jeanne Alter menurunkan tombaknya, namun masih menatap ke arah Alcides. Jeanne Alter berusaha untuk mengintimidasi Alcides supaya Alcides tidak menyerang Naruto lagi.
Naruto kembali ke arah Jeanne. Sebuah ingatan terbesit di kepala Naruto.
'Naruto, jika ada yang terluka, gunakan saja magecraft penyembuhan.'
" Ingatan ini...? Kaa-san...? Tapi, mengapa ingatan ini tiba – tiba muncul. " Gumam Naruto
Naruto perlahan berlutut di hadapan Jeanne. Naruto mengarahkan tangannya ke atas dada Jeanne yang terluka. Perlahan sebuah cahaya berwarna biru terang keluar dari tangan Naruto. Perlahan luka Jeanne mulai tertutup dan sembuh. Setelah Jeanne pulih, Naruto cahaya biru itu menghilang.
" Master... kau bisa Magecraft...!? " Tanya Jeanne.
" Itu... ARGH! "
Naruto tiba – tiba merasakan rasa sakit yang teramat sangat di tangan kanannya.
" ARGH... SAKIT! "
Perlahan rasa sakit Naruto mulai menghilang.
" Apa kau baik – baik saja, Master? " Tanya Jeanne Alter
" Sudah baik – baik saja. Sepertinya, sirkuit sihirku sedang beradaptasi dengan magecraft. "
" Master, dari mana kau bisa menggunakan Magecraft? " Tanya Jeanne
" Aku tidak tahu. Sepertinya ibuku pernah mengajariku. Tapi, ingatan itu baru saja muncul. Ingatanku terlalu kabur. "
" Baiklah. Sekarang bagaimana dengannya? " Tanya Jeanne Alter sambil melihat ke arah Alcides.
" Aku akan pergi. Aku tidak akan menyakitimu. " Ucap Alcides
" Terima kasih. "
" Tidak masalah. "
Setelah itu Archer melompat dan pergi dari sana.
" Kita kembali. Tubuhku lelah. " Ucap Naruto
" Ha'i. "
.
.
Di atas sebuah bangunan.
Tampak seorang perempuan berambut pirang berdiri sambil memakan sebuah puding. Shirou tiba – tiba muncul di belakang perempuan itu.
" Jika aku tidak salah ingat, aku memerintahkanmu untuk mencari Master Ketujuh. "
" Aku mencarinya... Aku bosan... " Balas perempuan itu.
" Hah... kau melihat pertarungannya, Archer? " Tanya Shirou pada Servant-nya.
" Tentu saja. Aku penasaran dengan bocah itu. Ayahnya adalah orang yang aku hormati, jadi aku ingin tahu tentang anaknya. "
" Lalu, bagaimana? "
" Lumayan. Hanya saja, dia tidak terlalu hebat. "
" Itu wajar. Dia baru saja masuk ke dunia sihir kemarin. "
" Ya, setelah mendengar ucapanmu, kupikir dia lumayan juga untuk anjing amatir. "
" Kau dan kesombonganmu. Jadi, mengapa kau menolongnya? "
" Menolong? Aku tidak menolong. Bukankah wajar untuk memberikan uang kepada pengemis. Memberikan sekeping uang tidak akan membuatmu miskin. "
" Aku tidak pernah paham dengan logikamu. "
" Ya, hanya saja. Dia mengambil pedangku. Si anjing amatir itu... dia sama seperti anjing gila waktu itu. "
" Berserker Lancelot, ya? Ya, dia memang musuh alamimu. "
" Tapi, ini semakin seru. Melihat anjing saling bertarung sama lain itu menyenangkan. "
" Baiklah. Ingat tugasmu. Aku sudah tidak memiliki Command Seal untuk memerintahkanmu. "
" Tenang saja. Aku tetap ingat tugasku, kok. Jadi, saat aku kembali, belikan aku puding. "
" Hah... aku tidak menyangka raja para pahlawan akan menyukai puding. "
" Di zamanku tidak ada yang seperti itu. "
" Baiklah. Aku akan membelikanmu puding, jadi ingat tugasmu, Gilgamesh. "
.
.
Di suatu tempat.
Seorang pria melihat ke arah sebuah cermin. Di dalam cermin itu, tampak Naruto yang berjalan pergi bersama Jeanne dan Jeanne Alter. Di belakangnya, tampak dua orang sedang bermain catur.
" SIAL! MENGAPA KITA TIDAK BERMAIN DADU SAJA! " Ucap salah satu dari mereka.
" Kau yang menantangku untuk bermain permainan ini. "
" Kukira akan sama seperti waktu itu. "
" Diamlah, Berserker. "
" Maaf, ya, Master. " Ucap Berserker
" Jadi, bagaimana Master? " Tanya pria kedua.
" Dia Master dari Saber dan Lancer. Aku terkejut dia bukanlah keturunan orang terkenal. Dia lebih mirip seorang samurai dan ronin ketimbang penyihir. "
" Jadi, apa kita akan bergerak, Master? "
" Tugasku hanyalah sebagai pengamat. Itulah tujuanku mengikuti perang ini. Untuk mempersiapkan perang besar di akhir nanti. "
" Dimengerti. " Ucap Berserker
Pria itu menutup cerminnya dan berdiri.
" Lancer, Berserker. Kita akan bergerak. "
" Ha'i, Master / Oke, Master. "
.
.
.
TBC
Update Participants
Naruto Namikaze: Servant – Saber Jeanne d'Arc + Lancer Jeanne d'Arc Alter
Sasuke Uchiha: Servant – Rider ? + Saber ?
?: Servant – Archer ? + Rider ?
?: Servant – Lancer ? + Berserker ?
?: Servant – XXX ? + XXX ?
?: Servant – XXX ? + XXX ?
?: Servant – XXX ? + XXX ?
.
Stray Servant
Stray Archer : Alcides
Stray Berserker : ?
Status
Nama : Jeanne d'Arc
Class : Saber
Sex : Female
Master : Namikaze Naruto
Height/Weight : 159 cm / 44 kg
Aligments : Lawful Good
.
Seorang Saint dari Orleans, seorang pahlawan Prancis yang memimpin pasukan Prancis dalam Perang Seratus Tahun melawan Kerajaan Inggris. Jeanne seharusnya tidak termanifestasi sebagai Saber. Dirinya bukanlah ahli pedang, bahkan jarang menggunakan pedangnya. Dia lebih sering menggunakan bendera/panji/banner sebagai senjata.
.
Class Skill
Magic Resistance (EX Rank) – Sebagai seorang Saint, Jeanne mendapatkan perlindungan 'lebih' dari Tuhan untuk melindunginya dari berbagai sihir yang akan melawannya.
.
Personal Skill
?
.
Noble Phantasm
?
Status
Nama : Jeanne d'Arc Alter
Class : Lancer
Sex : Female
Master : Namikaze Naruto
Height/Weight : 159 cm / 44 kg
Aligments : Lawful Evil
.
Versi Alter dari Jeanne d'Arc. Terlahir dari kebencian dan kemarahan Jeanne terhadap Tuhan dan orang – orang yang mengeksekusinya. Keberadaan Jeanne Alter seharusnya tidak pernah ada, namun karena suatu hal, dia tercipta. Terpanggilnya dia dalam Holy Grail War bersama dengan Jeanne d'Arc yang asli seharusnya mustahil dan belum diketahui penyebab Naruto bisa memanggil kedua Jeanne itu. Meskipun merupakan Alter yang merupakan versi 'jahat', Jeanne Alter memiliki sifat yang lebih bersahabat kepada Masternya dengan sifat tsundere yang dia miliki.
.
Class Skill
Magic Resistance (E Rank) – Meskipun dirinya adalah versi jahat, dia tetaplah Jeanne d'Arc. Dia masih memiliki sisa – sisa dari perlindungan yang dimiliki oleh versi jahatnya.
.
Personal Skill
Self-Replenishment (Magic) (A+ Rank) – Jeanne d'Arc seharusnya tidak bisa menggunakan sihir. Namun kemarahannya dapat membuat dirinya mewujudkan api yang berasal dari api eksekusinya untuk menyerang musuhnya.
.
Noble Phantasm
?
Status
Nama : Alcides
Class : Stray Archer
Sex : Male
Master : None
Height/Weight : 203 cm / 141 kg
Aligments : Chaotic Neutral
.
Versi muda dari Heracles, pahlawan terkenal dari Mitologi Yunani. Alcides adalah Heracles ketika dirinya masih berpetualang bersama dengan Jason dan Argonauts. Meskipun seorang Archer, Alcides mampu bertarung dengan tangan kosong. Bahkan anak panah yang dia lemparkan dengan tangan kosong lebih cepat dan kuat daripada ditembakkan dengan busur panah.
.
Class Skill
Independent Action (C Rank) – Sebagai seorang Stray Servant, Alcides mampu bertahan tanpa Master.
.
Personal Skill
?
.
Noble Phantasm
?
Yo
Ketemu lagi dengan saya
.
Ya, di sini kita melihat aksi Naruto bertarung melawan Alcides + Berserker. Di sini Naruto bisa menggunakan kenjutsu, bahkan Naruto adalah cukup hebat. Di sini kita juga melihat Naruto bisa menggunakan Magecraft yang diajarkan oleh ibunya. Namun Naruto baru bisa mengingatnya.
Untuk Jeanne dan Jalter, mereka berdua hanya bisa mengganti pakaian mereka menjadi pakaian kasual, berbeda dengan Servant lain yang bisa berubah menjadi wujud roh. Itu disebabkan sirkuit sihir Naruto yang 'kecil' sehingga tidak mampu menyuplai mana yang cukup untuk membuat Jeanne dan Jalter berubah menjadi wujud roh.
Untuk Stray Servant, di sini kita bertemu 2 Stray Servant, yaitu Archer dan Berserker. Identitas Stray Archer adalah Alcides, versi muda dari Heracles. Dia adalah True Archer dari Fate/Strange Fake. Di sini dia tidak jadi menyerang Naruto karena Naruto mirip dengan Jason, kaptennya saat masih di Argonauts.
Untuk Berserker, identitasnya masih dirahasiakan. Tapi dia sangat berambisi menjadi seorang raja.
Lalu, kita melihat Master dari Lancer dan Berserker. Tujuannya adalah untuk mencari rekan untuk perang besar nanti.
.
Baiklah
sekian chapter 2
sampai jumpa chapter depan
bye bye
