Title : Fate/Warrior Remnant
Crossover : Naruto X Fate Series
Disclaimer : Naruto, Fate Series, dll bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Genesis of Holy Grail War
Chapter 3: Another Master
Namikaze Residence
Naruto membuka matanya dari tidurnya. Dia tidak lagi merasakan sakit dari pertarungan melawan Berserker dan Alcides sebelumnya. Setelah melakukan peregangan, dia pergi menuju dapur untuk sarapan.
" Ohayou, Master. " Ucap Jeanne yang sudah duduk di atas tatami di ruang tengah. Sebagai catatan, ruang tengah dan dapur tidak dibatasi oleh tembok.
" Kalian sudah bangun, ya... " Ucap Naruto
" Kami tidak tidur. Servant tidak memerlukan tidur. "
" Begitu... kah!? Apa kalian juga perlu makanan? "
" Tidak sih... tapi... "
Tiba – tiba terdengar suara yang membuat siapapun yang mengeluarkan suara itu menjadi malu. Suara itu adalah suara perut keroncongan. Naruto dan Jeanne segera melihat ke sumber suara yang tidak lain adalah Jeanne Alter.
" APA! AKU TIDAK BERMAKSUD MELAKUKAN ITU! " Ucap Jeanne Alter dengan wajah memerah karena malu.
" Baiklah~ Aku tidak dengar~ " Balas Naruto sambil menggodanya.
WUNG
Jeanne Alter yang malu melemparkan remote TV yang ada di sana, namun Naruto dengan mudah menangkapnya.
" Sepertinya berlatih setelah bertarung tidaklah buruk. " Ucap Naruto melihat refleksnya menjadi lebih tajam. Naruto melambungkannya ke arah Jeanne supaya diletakkan di atas meja.
Naruto mulai memasak sarapannya. Berbeda dengan biasanya, di mana dia hanya memakan ramen instan, dikarenakan adanya dua penghuni baru di kediamannya, Naruto memutuskan membuat sarapan tradisional Jepang. Sarapan dengan tamago kake gohan, sup miso, dan makarel panggang. Naruto meletakkannya di atas meja. Naruto tidak lupa memberikan sendok dan garpu kepada Jeanne dan Jeanne Alter, mengingat mereka berdua bukan berasal dari Jepang.
" Baiklah. Ittadakimasu. " Ucap Naruto
" Ittadakimasu. " Balas Jeanne dan Jeanne Alter.
Naruto membuka sebuah sebuah bungkus natto, mengaduknya, dan menambahkannya ke dalam tamago kake gohan miliknya.
" Apa itu? " Tanya Jeanne Alter
" Ini natto. Kalian tidak akan menyukainya. Orang di luar Jepang membencinya. " Balas Naruto
" Tapi... "
" Jika kalian kuat mencium aroma bungkusnya, akan kubiarkan kalian memakannya. " Ucap Naruto sambil memberikan bungkus sisa natto yang ia pegang.
Jeanne Alter dan Jeanne segera mencium aromanya dan dengan refleks membuangnya.
" APA INI!? BUSUK SEKALI. " Ucap Jeanne Alter.
" Master, mengapa ini bau sekali? Seperti sudah busuk. " Ucap Jeanne.
" Itulah natto. Fermentasi kacang kedelai. Karena itulah aku tidak memberikannya kepada kalian. " Ucap Naruto sambil tersenyum.
Mereka melanjutkan makan mereka dengan nikmat.
.
Setelah beberapa waktu, Naruto berganti pakaian dan bersiap ke sekolah. Di jalan, Jeanne dan Jeanne Alter menemani Naruto, tentunya dengan pakaian casual mereka.
" Jadi, sesuai rencana, aku ingin kalian ada di sekitar area sekolah sekitar 200 meter. Kalian tidak bisa masuk ke dalam area sekolah. Selain itu, aku tidak merasakan adanya Servant selain milik teme. " Ucap Naruto
" Ha'i, Master. "
Konoha Gakuen
Naruto duduk di kursinya. Dia benar – benar bosan. Bukan berarti dia ingin segera pulang dan memburu para Master dan Servant-nya, tapi karena kegiatan klub dan part-time job-nya diliburkan, Naruto menjadi bosan.
" Kau seperti sudah mati, dobe. " Ucap Sasuke. Dia duduk di kursi di depan meja Naruto.
" Aku bosan. Kebosanan ini membunuhmu. " Balas Naruto
" Jadi, bagaimana kemarin? "
" Aku hampir mati dan ternyata masih hidup. "
" Kemarin, aku hanya bertemu dengan Stray Servant. Dari kelas Lancer. "
" Lancer, ya. Class yang sama dengan Alter. Aku dan Servant-ku bertemu dengan dua Stray Servant, Archer dan Berserker. "
" Archer...? Dan Berserker, ya...? Kau tahu identitas mereka? "
" Archer adalah Alcides. Versi muda Heracles. Untuk Berserker... aku tidak tahu. "
" Begitu, ya. Aku juga tidak bisa mengetahui nama dari Lancer yang kulawan kemarin. Maaf, aku tidak memberi informasi yang terlalu berguna. "
" Lalu, apa kau memberi tahu ciri – ciri Servant Lancer itu? "
" Aku yakin dia dari Yunani. Pakaiannya seperti prajurit dari perang Troya. Dia juga membawa sebuah perisai di tangan kirinya. Perisai bundar yang tidak terlalu besar. "
" Perisai bundar... Yunani...? Aku tidak bisa menduga siapa dia? Pahlawan Yunani yang aku tahu hanyalah Heracles saja. "
" Lalu, untuk para Master, selain Master dari Rider dan Archer yang sempat hampir membunuhmu, aku belum mengidentifikasi Master lainnya. "
" Apakah ada alasan mereka belum bergerak? "
" Mungkin mereka masih melihat situasi terlebih dahulu? Tapi, jika terlalu lama, itu harusnya tidak baik untuk mereka juga. "
" Aku mengerti. Aku akan berpatroli lagi malam ini. "
" Aku juga begitu. Telepon saja aku jika kau butuh bantuan. "
" Aku mengerti. Sampai jumpa lagi, teme. "
" Kau juga, dobe. "
Keduanya melakukan tos kepalan tangan, lalu Sasuke pergi dari kelas Naruto.
.
.
Di jam istirahat, Naruto pergi ke kantin untuk makan siang. Entah mengapa, dia ingin pergi ke luar dan makan bersama dua Servant-nya, namun itu mustahil.
" Sepertinya, hari ini akan penuh dengan kebosan- "
BRUK
PYAR
Naruto tanpa sadar menabrak seorang perempuan dan menjatuhkan nampan yang ia bawa. Nampan itu berisi makan siangnya yang ditaruh di atas piring keramik, sehingga piring itu pecah ketika jatuh.
" Ah, maaf... Hinata? "
" Ah, Naruto-kun... "
Naruto dengan cepat jongkok untuk mengambil pecahan piring ke atas nampan, supaya memudahkan Hinata untuk membawa pecahan piring itu tanpa terluka. Namun...
" Akh... "
Naruto merasakan sebuah sakit saat salah satu pecahan piring melukai tangannya. Naruto sempat waswas jika kemampuan penyembuhannya akan aktif secara tiba-tiba, namun dirinya malah bingung ketika jarinya yang terluka tidak segera sembuh.
" Ah, Naruto-kun... Maafkan aku... " Ucap Hnata.
Hinata segera mengambil tisu di meja terdekat dan menutup luka Naruto serta mengelap beberapa darah yang keluar.
" Ah.. Hinata... Bukan masalah... " Ucap Naruto sambil terus merapikan pecahan piring ke atas nampan.
" Naruto-kun, lebih baik kau segera ke UKS. " Ucap Hinata sambil mengambil nampan berisi pecahan piring.
" Aku mengerti. Terima kasih untuk perhatianmu, Hinata. " Ucap Naruto sambil tersenyum. Naruto tanpa sadar menaruh tisu yang digunakan untuk mengelap tangannya yang terluka di atas nampan berisi piring pecah yang dipegang Hinata.
Perlahan Hinata memegang tisu bernoda darah, namun...
" Hinata... "
Hinata yang mendengar Naruto memanggil namanya mengurungkan niatnya itu sambil terkejut.
" Ya, Naruto-kun? "
" Pertemuan klub hari ini libur, kan? " Tanya Naruto
" Iya. Hari ini klub kita libur. " Jawab Hinata.
" Oke. Hanya untuk konfirmasi. Sampai jumpa lagi, Hinata. "
" Ha'i, Naruto-kun. "
.
Naruto berjalan menuju ruang UKS dengan penuh kebingungan. Semenjak tadi, tangannya tidak segera beregenerasi. Dia bahkan tidak mampu menggunakan sihir penyembuhan yang pernah ia lakukan kepada Jeanne sebelumnya.
" Ini tidak wajar. Apa mungkin... ada sesuatu di sekolah ini. Aku harus berbicara dengan si teme. "
Akhirnya Naruto sampai di UKS. Naruto mengetuk pintu UKS.
" Masuklah. " Suara seorang perempuan terdengar dari dalam ruangan.
Naruto masuk ke dalam ruang UKS. Dia melihat dua orang perempuan dewasa di sana. Salah satu dari mereka memiliki rambut berwarna putih yang hampir mirip milik Jeanne Alter, sedangkan satunya adalah perempuan berambut hitam.
" Morgana-sensei, tolong rawat dia. Aku akan merapikan obat-obatan. " Ucap si rambut hitam.
" Ha'i, sensei. Silahkan duduk. Ada keperluan apa? " Tanya Morgana-sensei.
" Hanya jari yang terluka saja. " Ucap Naruto sambil memperlihatkan jarinya yang terluka.
" Oh... Silahkan duduk. " Ucap Morgana.
Naruto segera duduk di kursi yang ada di hadapan Morgana. Morgana mengambil beberapa obat luka luar dan sebuah perban. Dengan cepat Morgana mengobati luka yang ada di tangan Naruto. Naruto sendiri sedang berusaha mengalihkan pandangannya dari Morgana.
'Sial. Badannya bagus, sialan. Tenanglah diriku. Jangan sampai 'berdiri'.' Batin Naruto yang sedang menahan nafsunya. 'Sialan. Apa aku selama ini punya ketertarikan kepada perempuan yang lebih tua? Jeanne dan Alter memang mantap, tapi entah mengapa- Tidak. Tenangkan dirimu, Naruto.'
" Nah, sudah selesai. " Ucap Morgana.
Tampak bagian tangan Naruto yang terluka sudah tertutup oleh perban medis berwarna cokelat.
" Terima kasih banyak, Sensei. "
" Tidak masalah. Kami guru baru di sini dan kau murid pertama yang kami layani di UKS. "
" Begitukah, Sensei... "
" Ya, begitulah. "
" Baiklah. Aku pergi dulu. Terima kasih banyak, Sensei. " Ucap Naruto sambil berjalan keluar dari UKS
" Tunggu sebentar. Boleh aku bertanya sesuatu? " Tanya Morgana.
" Apa itu, Sensei? " Tanya Naruto yang berhenti.
" Jika kau sudah meninggal dan entah bagaimana dipanggil ke masa depan, apa yang akan kau lakukan? " Tanya Morgana.
" Mungkin, melakukan hal yang tidak bisa kulakukan sewaktu aku masih hidup, atau mungkin melakukan hal yang berlawanan dengan yang kulakukan di masa lalu yang berujung pada penyesalan. "
" Begitu, ya... Terima kasih banyak, Namikaze-kun. "
" Sa... Dari mana kau tahu namaku? " Tanya Naruto tiba-tiba.
" Kami guru UKS. Sudah pasti kami membaca data diri kalian. "
" Begitu, ya... Sekali lagi, terima kasih banyak, sensei. "
" Sama-sama. "
.
.
Gym Konoha Gakuen
Di jam sepulang sekolah, Naruto bertemu dengan Sasuke. Dua Servant Sasuke, Rider dan Saber juga ada di sana. Jeanne dan Jeanne Alter juga berhasil menyusup ke sana.
" Aku sudah meminta izin kepada Sakura-senpai untuk menggunakan gym ini. Aku juga sudah mengunci gym ini supaya aman. " Ucap Sasuke. " Jadi, apa ada yang ingin kau bicarakan? "
" Kau bisa menggunakan sihirmu di sini? " Tanya Naruto
" Magecraft? Bisa. Untuk apa? " Tanya balik Sasuke
" Lakukan saja. "
Sasuke memperlihatkan tangan kanannya. Perlahan sebuah kilatan petir muncul dan kemudian membesar menjadi menyerupai sebuah bilah pisau seukuran lebih besar dari telapak tangannya.
" Ternyata kau bisa, ya... "
" Tidak. Meskipun aku bisa menggunakannya, waktu untuk merapalnya lebih lama dari biasanya. Sepertinya memang ada gangguan sihir di sekitar sini. "
" Gangguan, ya? Tapi, tadi siang, aku tidak bisa menggunakan kemampuanku sama sekali. "
" Begitu, ya. Mungkin saja... karena sudah jam pulang sekolah, si pelaku mungkin sudah pulang. "
" Apakah dia adalah seorang Master? "
" Mungkin saja. Apa kau ingin aku menyelidikinya? " Tanya Sasuke
" Silahkan. Tapi, jangan sampai terjadi sesuatu padamu. " Ucap Naruto
" Tenang saja. Lalu, apa ada lagi? "
" Tidak ada. Nanti malam, aku akan kembali berkeliling. Jika memang darurat, aku akan mengirimkan lokasiku dan kode padamu. "
" Dimengerti. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika ada hal darurat. "
" Oke. "
Keduanya melakukan tos dan kemudian pergi dari sana.
.
Di perjalanan menuju Namikaze Residence, Naruto sempat berhenti sebentar di depan penjualan crepe. Jeanne dan Jeanne Alter membeli crepes di sana.
" Sudah? "
" Sudah. " Ucap Jeanne.
" Mengapa kau menyuruhku untuk beli juga? " Tanya Jeanne Alter.
" Sudahlah. Sebenarnya kau juga ingin, kan? " Tanya balik Jeanne.
" Siapa yang bilang aku mau! " Ucap Jeanne Alter dengan kesal.
" Sudahlah. Ayo pulang. Kau juga ingin, kan? " Ucap Naruto.
" Sudah kubilang kalau aku tidak bilang mau. " Ucap Jeanne Alter dengan suara pelan, namun masih bisa didengar.
" Ah, kau imut sekali, Alter. " Goda Jeanne.
" Diam kau! "
" Sudahlah kalian berdua. " Ucap Naruto sambil bersandar di pagar rumahnya. Tanpa terasa mereka sudah sampai di kediaman Namikaze.
Mendengar ucapan dari Master mereka, kedua Jeanne itu berhenti bertengkar.
" Jeanne, Alter, apakah kalian merasakan keanehan ketika aku di sekolah? " Tanya Naruto kepada kedua Servant-nya.
" Tidak. Tidak terlalu. Tapi, rasanya ada yang mengganggu ikatan Master-Servant yang kurasakan. " Ucap Jeanne
" Itu benar. Rasanya... seperti aku sudah tidak memiliki Master lagi. Jujur saja... itu cukup membuatku takut. " Ucap Jeanne Alter.
" Begitu, ya... Jadi ada dampak juga untuk Servant. Ayo kita bersiap. " Ucap Naruto lalu masuk ke dalam rumahnya dan diikuti oleh kedua Servant-nya.
" Ara, bukankah itu tadi cukup manis? " Ucap Jeanne. Tampak Naruto tidak mendengar pembicaraan kedua Servant-nya itu.
" Apa maksudmu? " Tanya balik Jeanne Alter
" Kau takut kehilangan Master kita. Itu manis sekali. "
" DIAM KAU! KAU JUGA SAMA SAJA, KAN! " Ucap Jeanne Alter dengan tsundere dan memerah pipinya.
Jeanne hanya terkekeh mendengar ucapan Alter, namun dia terdiam sesaat kemudian.
" Tapi... kau benar, Alter. Rasanya... agak menyakitkan saat memikirkan Master akan pergi meninggalkan kita... "
Jeanne Alter masih terdiam mendengarnya.
" Kau sudah melihat ingatannya lewat mimpi kita, kan? " Tanya Jeanne
" Ya. Seharusnya hanya Master yang bisa melihat ingatan kita lewat mimpi, tapi entah mengapa kita juga bisa mengetahui ingatannya. " Balas Jeanne Alter
" Dia... benar-benar malang. Sebisa mungkin... Alter, jangan sampai gugur."
" Kau benar. Begitu pula denganmu. Jangan sampai kau gugur. Jangan sampai kita meninggalkan Master. "
" Oke. "
Malam harinya
Naruto saat ini sedang duduk di pinggiran rooftop dari sebuah gedung pencakar langit. DI belakangnya, Jeanne dan Jeanne Alter sudah siap dengan pakaian bertarung mereka.
" Malam ini... terasa lebih dingin dari biasanya, ya... " Gumam Naruto. Tampak nafasnya mengeluarkan uap, menunjukkan udara dingin di sekitar mereka.
" Master... " Ucap Jeanne memanggil Masternya.
" Ya? Ada apa? " Tanya Naruto
" Aku ingin membahas sesuatu sebelum kita pergi. "
" Apa itu? "
" Tentang Noble Phantasm. "
" Noble... Phantasm...? "
" Bisa dibilang itu adalah teknik atau senjata terkuat seorang Servant. "
" Lalu...? "
" Noble Phantasm bisa dibilang jurus terkuat para Servant, namun dengan mengucapkan nama Noble Phantasm berarti membuka identitas kami. "
" Begitu, ya. Itu berarti jurus terkuat kalian adalah informasi, jadi kita harus berhati-hati untuk menggunakannya. Aku mengerti. "
Naruto menghela nafas. Dia memperlihatkan sebuah wristband berwarna putih dengan kanji Nami dan Kaze berwarna hitam di atasnya. Naruto menyentuh tulisan Namikaze itu dan memunculkan sebuah pedang.
" Pedang? "
" Aku menggunakan salah satu sihir keluargaku. Dengan ini, aku bisa memanggil senjata apapun di gudang rumah. Hanya dengan wristband ini, aku bisa mengakses semua isi gudang penyimpanan senjataku. "
" Oh... Oke. " Ucap kedua Servant itu dengan kagum.
" Ayo berangkat. "
Dengan segera, Naruto melompat dari gedung itu dan dengan bantuan dari kedua Servant-nya, Naruto mendarat di tanah dengan aman. Mereka bertiga segera melesat mengelilingi Konoha untuk memburu para Servant lain.
.
Di suatu tempat
Seorang pria berdiri dari kursinya. Dia mengambil baju pantai motif bunga dan berjalan.
" Ayo kita berangkat, Lancer, Berserker. Panggil dia. "
" Ha'i. Master. "
.
Naruto tiba di sebuah lapangan di dekat sungai. Di dekat lapangan itu, terdapat sebuah jembatan rel kereta api.
" Master. "
BUM
TRANG
Sesaat setelah Jeanne memperingatkan Master-nya, sebuah tombak berniat menusuk Naruto, namun Naruto segera menangkisnya. Kemudian seorang pria dengan gada muncul dan menyerang Naruto, namun serangan pria itu berhasil ditahan oleh Jeanne Alter.
" Wow... Waifu... " Ucap pria dengan gada.
" Hey, fokus. " Balas pria dengan tombak.
Jeanne yang melihat celah menyerang kedua pria itu dengan bendera miliknya dan membuat kedua pria itu melompat mundur.
" Halo, Master lain. Senang bertemu denganmu. " Ucap seorang pria berambut pirang dengan baju pantai motif bunga.
" Bajumu cukup aneh untuk seorang yang mengikuti perang. " Balas Naruto
" Kau pernah main catur? Kau tidak pernah melihat seorang pemain catur bertarung melawan bidak catur lainnya. "
" Aku punya caraku sendiri. "
" Begitu pula denganku. "
Naruto merogoh kantong celana untuk mengambil smartphone miliknya. Dia berniat untuk menghubungi Sasuke untuk bersiap-siap menolongnya.
" Jika kau ingin memanggil temanmu, Servant-ku yang lain sudah menghadang mereka. " Ucap pria itu.
" Servant lain... kau menjadikan salah satu Stray Servant ke dalam pihakmu, ya.. "
" Tidak ada aturan yang melarangnya. "
" Memang... "
Naruto yang ingin melanjutkan ucapannya harus terhenti ketika dia salah fokus dengan Servant pengguna tombak yang menyerangnya.
'Pria bertombak dengan perisai bundar... serta pakaian Yunani. Dia sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan teme. Itu berarti... si pengguna tombak itu adalah Stray Servant dari kelas Lancer.'
" Baiklah. Mari kita mulai. Lancer, Berserker, Serang! "
Kedua servant itu segera melesat untuk menyerang Naruto dan kedua Servant-nya.
" Saber, Lancer, tahan mereka. Aku akan bersiap. "
" Ha'i. "
Dengan cepat Jeanne dan Jeanne Alter menahan serangan Lancer dan Berserker. Jeanne menahan serangan Lancer, sedangkan Jeanne Alter menahan serangan Berserker.
" Hai, cantik. Mau kencan sama aku, nggak? " Tanya Berserker dengan wajah genitnya.
" Diam kau, dasar bajingan menjijikkan. " Balas Jeanne Alter.
" Hey, jangan bikin aku marah, dong. "
" DIAM, BANGSAT! "
" Maafkan dia, ya. " Ucap Lancer kepada Jeanne.
" Tak apa. Tapi, kami sudah punya Master yang kami layani. " Dan pertarungan dua Servant itu mulai terjadi.
.
Di sisi Naruto, dia mengalirkan energi sihirnya ke seluruh tubuhnya. Tampak sirkuit sihir mulai timbul di sekujur tubuh Naruto sebelum sirkuit sihir itu menghilang. Naruto bisa merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan lebih kuat.
" Bagus. Semakin hari, ingatanku banyak yang pulih. Magecraft yang diajarkan Kaa-san sudah banyak yang kuingat. Tapi... aku masih tidak bisa mengingat apapun yang diajarkan Tou-san. Atau memang dia tidak pernah mengajarkan apapun mengenai sihir...? Sudahlah. Itu bisa jadi urusan lain nanti. "
.
Ketika Jeanne dan Jeanne Alter masih bertarung melawan Lancer dan Berserker, Naruto melemparkan pedang yang ia pegang ke arah Lancer dengan kecepatan tinggi. Serangan Naruto masih mampu dihindari oleh Lancer. Kemudian muncul goresan di pipi kiri Lancer yang mengeluarkan setetes darah.
" Kau... lumayan... " Ucap Lancer. " Berserker, tahan mereka. Aku akan- "
BUM
TRANG
Belum selesai Lancer berbicara, Naruto sudah muncul tepat di hadapannya dan meninjunya. Lancer yang terkejut masih bisa menahan tinju Naruto dengan perisai bundar di tangan kirinya, namun akibat tinju Naruto, Lancer harus terdorong beberapa senti ke belakang. Tidak sampai di situ, Naruto melompat ke arah Berserker dan meninju wajahnya dan membuat Berserker tersungkur.
Kemudian Naruto mengambil pedang lain dan menebas sebuah bola sihir yang menuju ke wajahnya.
" Wow, lumayan. " Ucap Master dari Lancer dan Berserker yang merupakan pelaku penembakkan bola sihir ke arah Naruto.
Pertarungan terus berlanjut. Lancer memutuskan untuk berduel dengan Naruto, sementara Berserker menghadapi Jeanne dan Jeanne Alter. Naruto menebas Lancer, namun Lancer berhasil menahan serangan Naruto. Beberapa kali serangan Lancer berhasil melukai Naruto, namun tubuh Naruto beregenerasi dengan cepat.
Lalu, Naruto memberikan tebasan horizontal dengan pedangnya, namun Lancer berhasil menahan serangan Naruto dengan perisainya. Lancer mendorong Naruto ke belakang dan membuatnya mundur beberapa langkah. Namun, sebuah gada terlempar dan segera menghantam kepala Naruto. Naruto terhempas beberapa meter ke tepi sungai.
" MASTER! " Jeanne dan Jeanne Alter segera melesat menuju Master mereka. Tampak wajah kepala Naruto mengucurkan darah. Meski tubuhnya yang terluka telah beregenerasi, Naruto mengeluarkan cukup banyak darah.
" Ini membosankan. Ternyata kau tidak sekuat yang kukira. " Ucap Master dari Lancer dan Berserker. " Berserker, gunakan Noble Phantasm milikmu. "
" Oke, Master! "
Perlahan energi sihir meluap dari tubuh Berserker. Di sisi lain, Jeanne bersiap di depan Naruto dengan benderanya.
" Master. Serahkan padaku.
" Sa... ber... " Ucap Naruto lemah
" Akulah Duryodhana! Putra tertua dari Raja Dhritarashtra dan pangeran dari Kuru! Bangkitlah, adik-adikku! "
Perlahan 99 proyeksi laki-laki yang serupa dengan Berserker muncul. Mereka menaiki kuda dan beberapa menaiki kereta perang, meski beberapa berdiri tegak.
Di sisi lain, energi sihir juga keluar dari tubuh Jeanne.
" Mari kita berdoa... Oh benderaku... Lindungilah rekanku... " Ucap Jeanne.
Kedua Servant itu bersiap dengan Noble Phantasm mereka masing-masing.
" MAJULAH! JAI KAURAVA! " Dengan satu gerakan, Berserker maju bersama-sama dengan 99 proyeksi itu.
" Luminosite Etternelle!" Jeane mengibarkan benderanya dan sebuah cahaya muncul untuk melindungi dirinya dengan Naruto dan Jeanne Alter di belakangnya.
Naruto yang melihat cahaya dari Noble Phantasm Jeanne hanya bisa terdiam. Perlahan, sebuah ingatan muncul di kepalanya.
" Naruto... Jangan mati, ya... " Naruto yang mengingat itu perlahan mengeluarkan air mata.
Kembali ke Jeanne dan Berserker, semua proyeksi pangeran yang diciptakan oleh Berserker menghantam ke arah Jeanne, namun proyeksi-proyeksi itu hancur ketika akan menghantam Jeanne. Seperti ada sebuah perisai tak terlihat yang melindungi mereka. Setelah semua proyeksi itu hancur, Berserker melompat dan menyerang Jeanne. Namun sama seperti sebelumnya, sebuah perisai tak terlihat melindungi Jeanne. Meski begitu, Jeanne sudah kepayahan menahan serangan Berserker.
Kemudian, sebuah retakan muncul sebagai tanda perisai tak terlihat milik Jeanne sudah tidak sanggup menahan serangan Berserker.
PRAK
PYAR
Akhirnya, Jeanne tidak mampu lagi menahan serangan Berserker dan membuatnya terlempar ke belakang. Namun, bersamaan dengan itu, sebuah shockwave muncul dan menghemparkan Berserker ke belakang. Naruto sendiri menangkap tubuh Jeanne yang kelelahan dan menyerahkannya kepada Jeanne Alter.
Di hadapan Naruto, muncul sebuah pedang perak dengan beberapa bagian berwarna merah yang melayang. Ketika Naruto memegang gagang pedang itu, sebuah energi sihir yang meluap-luap keluar dari pedang itu.
" Nee-san... Mordred... Nee-san... Begitu, ya... Selama ini... Perang ini... Aku sudah pernah terlibat di dalamnya... Aku hanya lupa ternyata... "
Master dari Lancer dan Saber hanya bisa berkeringat dingin melihat Naruto yang mengeluarkan pedang layaknya seorang Servant dengan Noble Phantasm.
" Master! Apa – apaan ini? Bukakah dia itu manusia? " Tanya Berserker pada Masternya.
Naruto mengalirkan energi sihir ke pedang yang ia pegang dan bersiap untuk menyerang Berserker, Lancer, dan Master mereka.
" Clarient... Blood...
.
.
.
... Arthur... "
.
.
.
TBC
Update Participants
Naruto Namikaze: Servant – Saber Jeanne d'Arc + Lancer Jeanne d'Arc Alter
Sasuke Uchiha: Servant – Rider ? + Saber ?
?: Servant – Archer ? + Rider ?
?: Servant – Lancer ? + Berserker Duryodhana
?: Servant – XXX ? + XXX ?
?: Servant – XXX ? + XXX ?
?: Servant – XXX ? + XXX ?
.
Stray Servant
Stray Archer : Alcides
Stray Berserker : ?
Stray Lancer : ?
Status
Nama : Jeanne d'Arc
Class : Saber
Sex : Female
Master : Namikaze Naruto
Height/Weight : 159 cm / 44 kg
Aligments : Lawful Good
Source : Historical Facts
Region : France
.
Seorang Saint dari Orleans, seorang pahlawan Prancis yang memimpin pasukan Prancis dalam Perang Seratus Tahun melawan Kerajaan Inggris. Jeanne seharusnya tidak termanifestasi sebagai Saber. Dirinya bukanlah ahli pedang, bahkan jarang menggunakan pedangnya. Dia lebih sering menggunakan bendera/panji/banner sebagai senjata.
.
Class Skill
Magic Resistance (EX Rank) – Sebagai seorang Saint, Jeanne mendapatkan perlindungan 'lebih' dari Tuhan untuk melindunginya dari berbagai sihir yang akan melawannya.
.
Personal Skill
?
.
Noble Phantasm
Luminosite Etternelle – God is Here with Me (B Rank) – Noble Phantasm dari Saber Jeanne d'Arc. Sebuah pembuktian dari pelindungan Tuhan kepada Saint-Nya. Memungkinkan Jeanne mengeluarkan perlindungan yang akan melindungi rekan-rekannya. Versi ini lebih lemah daripada versi Ruler di FGO maupun Fate/Apocrypha sebagai akibat terpanggil sebagai Saber.
Status
Nama : Duryodhana
Class : Berserker
Sex : Male
Master : ?
Height/Weight : 190 cm / 90 kg
Aligments : Lawful Evil
Source : Mahabharata
Region : India
.
Putra tertua dari Dhritarashtra dan saudara tertua dari 100 Kurawa/Kaurava. Tokoh yang menjadi antagonis dari lima Pandawa, terutama Sang Pandawa Kedua, Bhima. Dengan kekuatannya yang besar dan gada kebanggaannya, bukan hal yang aneh jika dia menjadi seorang Berserker.
.
Class Skill
Mad Enchanchment (E- Rank): Skill bawaan Servant kelas Berserker. Namun, dia tidak cukup gila untuk sampai kehilangan kewarasannya.
.
Personal Skill
The Art of Maces (A Rank): Di bawah didikan Drona, Duryodhana menjadi seorang petarung yang ahli dalam penggunaan gada.
.
Noble Phantasm
Jai Kaurava – Hundred Prices Born of One (A Rank): Noble Phantasm dari Berserker Duryodhana. Pada dasarnya, Duryodhana lahir dari satu tubuh yang akhirnya dibagi menjadi 100 manusia. Secara spiritual, Duryodhana terhubung dengan 99 adiknya dan membuatnya mampu memanggil proyeksi dari mereka.
Yo
Akhirnya ketemu lagi
.
Ya, di sini kita melihat bagaimana kehidupan Naruto di siang di sekolah. Di sini diketahui adanya medan area yang menangganggu sihir. Bahkan kemampuan regenerasi dan penyembuhan Naruto juga tidak bisa digunakan ketika di sekolah. Sasuke sendiri berniat untuk menyelidiki identitas dari orang yang mampu mengganggu sihir itu.
Di sini kita juga melihat Naruto dan 2 Servant-nya menghadapi Lancer dan Berserker. Berserker sendiri adalah Duryodhana yang sudah muncul di FGO. Kalian bisa cari tentang di di google.
Di sini, kita melihat NP dari Jeanne. Dan di bawah dituliskan bahwa NP Jeanne lebih lemah dari versi Ruler-nya sebagai akibat dia terpanggil sebagai Saber. Nah, untuk pertanyaan apakah Jeanne Saber sama seperti versi Ruler, kemampuannya akan mirip/sama dengan versi Rulernya, namun ada beberapa penyesuaian karena perubahan kelasnya.
Dan terakhir, di sini Naruto ternyata mengenal Mordred. Mordred sendiri adalah salah satu Saber di Fate Apocrypha. Dan Naruto mampu menggunakan Noble Phantasm dari Mordred.
.
Baiklah
sekian dulu chapter 3
sampai jumpa chapter depan
bye bye
