Disclaimer: Naruto Punya Masashi Kishimoto

One Punch Man Punya Yusuke Murata

Genre: Fantasy, Adventure, Romance

Rate: M

Warning: Gaje, Cerita Ampas, dll.

.

.

Chapter 1: Awal yang Kacau

Naruto Uzumaki terjaga dari kekacauan yang ia alami. Sadar bahwa tubuhnya masih berada di tempat yang tidak dikenalnya, ia merasakan tanah yang keras di bawahnya dan udara yang dingin menyelimuti tubuhnya. Tubuhnya terasa lelah, dan saat ia membuka mata, dunia di sekitarnya terasa asing—sebuah kota yang tampaknya telah dilanda kehancuran.

Di depan matanya, bangunan-bangunan yang hancur dan kendaraan yang terbalik menjadi pemandangan yang suram. Langit yang gelap seolah menciptakan suasana yang penuh dengan misteri dan ketegangan. Suara ledakan dan teriakan terdengar jauh di kejauhan. Semua ini terasa sangat berbeda dari desa yang ia kenal.

"Di mana ini?" gumam Naruto, mengangkat tubuhnya dengan susah payah. Saat ia berdiri, kakinya hampir terhuyung, tetapi ia berhasil menahannya. Ketegangan di udara begitu tebal, membuat Naruto merasakan ada sesuatu yang besar sedang terjadi di sekitar sini.

Ia merasa bingung dan cemas. Tak ada yang familiar. Tak ada Konoha. Tak ada teman-teman ninja yang biasa bertarung bersamanya. Semua yang ia lihat hanya reruntuhan dan kehancuran.

Namun, sebelum Naruto bisa berpikir lebih lanjut, suara langkah kaki terdengar mendekat. Naruto segera berbalik, siap menghadapi apapun yang datang. Dari bayang-bayang gelap muncul seorang wanita dengan rambut hijau neon, tampak sedikit lebih pendek dari Naruto, dengan tatapan tajam yang penuh peringatan.

"Siapa kamu?" tanya wanita itu dengan suara yang penuh kekuatan. Naruto sedikit terkejut, merasa ada sesuatu yang aneh tentang wanita ini.

"A-Aku... Naruto Uzumaki," jawab Naruto, masih bingung. "Aku... datang dari tempat yang jauh."

Wanita itu tidak menunjukkan ekspresi ramah. "Kau bukan berasal dari sini, kan? Kamu... bisa jadi masalah." Dia melayang sedikit di udara, tatapannya penuh kewaspadaan.

Naruto hampir ingin menjelaskan lebih lanjut, namun tiba-tiba terdengar suara keras dari kejauhan—suara yang membuat tanah bergetar dan langit tampak berkilau.

Dari ujung jalan yang gelap, muncul sebuah sosok besar—monster yang mengerikan dengan tubuh besar, berbentuk menyeramkan, dan mata yang memancarkan cahaya merah menyala. Monster itu memekik keras, "Aku akan menghancurkan kota ini!"

Naruto melihatnya dengan mata terbelalak. "Apa... itu?!"

Wanita yang berdiri di depannya, yang ternyata adalah seorang pahlawan dengan kekuatan psionik, tidak terkejut sedikit pun. "Tidak ada waktu untuk berdiri di sini, bocah. Pergi!" katanya dengan tajam, langsung terbang ke arah monster tersebut.

Naruto tertegun beberapa detik, lalu tersadar. "Aku nggak bisa tinggal diam!" Ia menggerakkan tangannya dan, tanpa sadar, mengaktifkan kekuatan teleportasinya. Seketika, tubuhnya menghilang, berpindah ke tempat yang lebih dekat dengan monster itu. Namun, tentu saja, karena sifat cerobohnya, Naruto salah menghitung.

BAM!

Naruto tiba-tiba muncul di atas monster tersebut, jatuh langsung ke kepalanya. Monster itu terhuyung, tak tahu apa yang baru saja terjadi. Naruto terjatuh dari punggung monster dan terlempar ke tanah.

"Aduh, sakit!" teriak Naruto sambil menggosok kepalanya. Namun, ia segera bangkit dengan semangat tak terkalahkan. "Hei, aku baik-baik saja kok! Ayo, bawa lagi!"

Namun, wanita yang sebelumnya berada di sana, yang ternyata adalah Tatsumaki—seorang pahlawan tingkat S—telah jauh lebih dulu mengangkat monster itu dengan kekuatan psioniknya, menghentikan gerakannya dengan mudah. Dalam sekejap, monster itu terjengkang ke tanah, tak berdaya.

Naruto berdiri dan menyisir rambutnya. "Wah, kamu hebat sekali!" katanya, masih merasa kagum.

Tatsumaki menatapnya dengan tajam. "Kau ini ceroboh. Jauh lebih ceroboh daripada yang aku kira."

Naruto tersenyum kikuk. "Hehe, maaf. Tapi... aku memang suka membantu! Aku akan belajar lebih banyak, kok!"

Tatsumaki menghela napas, tampaknya sudah terbiasa dengan sifat ceroboh orang seperti Naruto. "Kau lebih baik hati-hati. Ini bukan tempat untuk bermain-main."

Namun, ada hal yang mengganggu Tatsumaki. Meski dia tak ingin mengakuinya, ada sesuatu yang aneh tentang Naruto—sesuatu yang membuatnya merasa ia datang dari dunia yang jauh lebih misterius daripada yang ia kira.

"Darimana kamu berasal?" tanya Tatsumaki, sedikit lebih lembut kali ini. "Tidak ada yang seperti kamu di dunia ini. Tidak ada yang bisa teleportasi dengan cara yang seperti itu."

Naruto menatap Tatsumaki dengan serius. "Aku tidak tahu. Aku hanya... tiba-tiba saja terlempar ke sini. Tidak ada penjelasan."

Tatsumaki menilai dengan cermat. Dia merasa ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. Sesuatu yang mungkin bahkan lebih besar dari ancaman monster yang sudah mereka hadapi. Kekuatan yang Naruto miliki bukanlah hal yang biasa, dan dia merasa bahwa Naruto mungkin bukan hanya sekadar bocah dari dunia lain—dia bisa menjadi bagian dari teka-teki besar yang lebih gelap.

"Begitu, ya? Jadi kamu tidak tahu kenapa kamu bisa berada di sini," kata Tatsumaki, tetap waspada. "Tapi, kamu harus berhati-hati. Dunia ini tidak mudah."

Naruto mengangguk. "Aku tahu. Tapi aku nggak akan mundur. Aku nggak akan menyerah!"

Tatsumaki melihat kegigihan di mata Naruto. Mungkin, justru itu yang membuatnya berbeda—sesuatu yang bisa ia pahami, meskipun Naruto sangat ceroboh. Dia mungkin bisa menjadi ally yang berguna.

"Baiklah, kamu ingin berkelahi dengan monster?" Tatsumaki bertanya sambil melayang tinggi di udara. "Ikutlah denganku. Tapi aku peringatkan, kamu harus belajar mengendalikan dirimu lebih baik."

Naruto mengangguk penuh semangat. "Ayo! Aku siap!"

Namun, di dalam hati Tatsumaki, rasa curiga semakin besar. Ada sesuatu yang lebih dalam tentang Naruto—sesuatu yang ia belum mengerti sepenuhnya. Sesuatu yang mungkin akan membawanya ke dalam pertempuran yang lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan.

To be continued...