Disclaimer: Naruto Punya Masashi Kishimoto
One Punch Man Punya Yusuke Murata
Genre: Fantasy, Adventure, Romance
Rate: M
Warning: Gaje, Cerita Ampas, dll.
.
.
Chapter 5: Bayangan Kota Z
Setelah pertarungan sengit melawan makhluk aneh di Kota Z, tim Naruto mengambil waktu sejenak untuk beristirahat di sebuah gedung tua yang tampaknya selamat dari kehancuran. Namun, suasana tetap mencekam. Sisa-sisa suara makhluk yang melarikan diri masih terngiang di kejauhan, membuat Naruto merasa seperti sedang berada di film horor murah.
.
--
Di dalam Gedung
Naruto menjatuhkan dirinya ke sofa reyot di ruangan itu dan menghela napas panjang. "Hah, pertarungan tadi benar-benar bikin lapar. Ada yang bawa makanan nggak? Ramen, mungkin?"
Erza, yang sedang memeriksa peta, memandangnya dengan alis terangkat. "Naruto, kita baru saja hampir mati, dan hal pertama yang kau pikirkan adalah makanan?"
Naruto tersenyum cengengesan. "Hei, perutku juga butuh perhatian, tahu. Lagipula, otak butuh energi buat mikir strategi!"
Tatsumaki, yang melayang di dekat jendela, mendengus pelan. "Strategi? Sejauh ini, aku cuma melihatmu lari-lari seperti ayam tanpa kepala."
"Hei! Aku berhasil mengalahkan pemimpin mereka tadi, kan?" Naruto membalas dengan nada sedikit kesal, lalu menambahkan, "Lagipula, aku nggak lari-lari. Itu namanya... taktik."
Erza menahan senyumnya, tetapi Tatsumaki hanya menggelengkan kepala. "Taktik? Kau bahkan tak tahu apa yang kau lakukan separuh waktu."
Naruto ingin membalas, tetapi sebelum dia sempat bicara, mereka mendengar suara keras dari lantai bawah. Sebuah benda berat sepertinya telah dilemparkan ke dinding.
Semua langsung bersiaga.
--
"Siapa di sana?" Erza bertanya dengan nada tegas, tangan sudah siap menarik pedangnya.
Naruto mengintip ke arah tangga, mencoba melihat apa yang menyebabkan suara tersebut. "Mungkin hanya kucing besar? Atau—"
Sebelum Naruto bisa menyelesaikan kalimatnya, sesosok bayangan besar melompat ke arah mereka dengan kecepatan luar biasa. Erza dengan cepat menahan serangan itu menggunakan pedangnya, sementara Tatsumaki melindungi mereka semua dengan dinding telekinetik.
Makhluk itu tidak seperti yang mereka hadapi sebelumnya. Kali ini, tubuhnya humanoid, dengan otot-otot besar dan armor seperti besi yang menutupi sebagian tubuhnya. Mata merahnya menyala dengan kebencian yang jelas, dan dia mengeluarkan suara parau yang hampir seperti tawa.
"Jadi ini pahlawan-pahlawan yang berani masuk ke wilayah kami? Lucu sekali."
Naruto, yang selalu tidak bisa menahan komentarnya, menyela. "Lucu? Aku tahu aku ini tampan, tapi aku nggak tahu kalau musuh juga penggemarku."
Makhluk itu menatap Naruto dengan tatapan bingung. Bahkan Erza hampir menjatuhkan pedangnya karena tidak percaya Naruto masih bisa bercanda di situasi seperti ini.
Makhluk itu menggeram, "Kau akan menjadi yang pertama jatuh."
.
--
Makhluk itu menyerang dengan pukulan besar, tetapi Naruto dengan sigap menggunakan teleportasinya untuk menghindar. "Whoa, pelan-pelan, Sobat Besar! Kau mau menghancurkan gedung ini juga, ya?"
Erza melompat maju, menyerang makhluk itu dengan kombinasi serangan pedangnya. Namun, setiap kali pedangnya mengenai armor makhluk itu, hanya percikan kecil yang muncul. "Tatsumaki, aku butuh bantuan!"
Tatsumaki mengangkat kedua tangannya, menciptakan tekanan gravitasi yang besar di sekitar makhluk itu. Namun, dia melawan dengan mudah, membalikkan kekuatan Tatsumaki dengan ledakan energi dari tubuhnya. Tatsumaki terhuyung mundur, wajahnya terlihat sedikit kesal.
"Dia lebih kuat dari yang kukira," gumamnya.
Naruto, yang muncul kembali di belakang makhluk itu, mencoba menyerang dengan Rasengan. Namun, sebelum Rasengan-nya mengenai, makhluk itu memutar tubuhnya dan memukul Naruto dengan keras ke dinding.
"Ugh! Itu sakit banget!" Naruto mengeluh sambil mencoba bangkit.
Erza berteriak, "Naruto, jangan gegabah!"
Namun, bukannya takut, Naruto malah tersenyum. "Baiklah, kalau begitu aku serius sekarang."
Naruto membuat bayangan klon untuk mengalihkan perhatian makhluk itu. Dengan klon-klon tersebut menyerang dari berbagai arah, makhluk itu mulai kewalahan. Saat itulah Naruto menggunakan teleportasi untuk muncul tepat di depan wajahnya.
"Dapat kau!" Naruto meninju wajah makhluk itu dengan Rasengan yang lebih besar, menciptakan ledakan besar yang membuat ruangan bergetar.
Makhluk itu terpental ke dinding, tetapi masih berdiri, meskipun armor-nya mulai retak. "Kalian... pahlawan menyebalkan!"
Erza, yang akhirnya menemukan celah, menyerang dengan kekuatan penuh, memotong armor makhluk itu dengan ayunan pedangnya yang dahsyat. "Naruto, Tatsumaki, sekarang!"
Tatsumaki mengangkat seluruh tubuh makhluk itu ke udara dengan telekinesisnya, lalu membantingnya dengan keras ke lantai. Ledakan besar mengguncang gedung, membuat debu dan pecahan puing beterbangan.
Saat debu mereda, makhluk itu tergeletak tak bergerak.
Naruto, yang duduk kelelahan di lantai, tertawa kecil. "Whew... kurasa kita menang. Eh, Tatsumaki, kau tidak marah, kan, karena aku sedikit lebih keren tadi?"
Tatsumaki memandangnya dengan tatapan dingin. "Keren? Kau hampir menghancurkan bangunan ini dengan cara bertarungmu yang tidak terencana."
Naruto menyeringai. "Hehe, aku tahu kau kagum."
Erza hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil. "Kalian berdua benar-benar seperti anak kecil."
.
--
Saat mereka memulihkan diri, Naruto duduk bersandar di dinding, menatap ke langit-langit. Di dalam hatinya, dia tahu ini baru permulaan. Makhluk yang mereka lawan hanyalah pion kecil, dan ancaman yang lebih besar masih menunggu.
Namun, Naruto, dengan senyum khasnya, berkata pada dirinya sendiri, "Yah, apapun itu, selama aku punya teman seperti mereka, aku pasti bisa menghadapi semuanya."
Erza, yang mendengar itu, melirik Naruto dengan sedikit rasa hormat. "Kau punya semangat, Naruto. Jangan sampai itu padam."
Tatsumaki, yang duduk tak jauh darinya, hanya menggumam, "Hmph. Bocah ceroboh."
Namun, ada sedikit senyum di wajah Tatsumaki yang menunjukkan bahwa, meskipun dia tidak akan mengakuinya, dia mulai menghormati Naruto.
To be continued...
