Disclaimer: Naruto Punya Masashi Kishimoto
One Punch Man Punya Yusuke Murata
Genre: Fantasy, Adventure, Romance
Rate: M
Warning: Gaje, Cerita Ampas, dll.
.
.
Chapter 6: Misteri di Balik Kota Z
Setelah berhasil mengalahkan makhluk humanoid, tim Naruto memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam. Gedung tua tempat mereka berlindung ternyata menyimpan banyak rahasia. Ada tanda-tanda eksperimen yang telah lama ditinggalkan, dengan berbagai catatan dan alat canggih yang berserakan di ruangan bawah tanah.
Naruto, seperti biasa, memutuskan untuk menjelajah tanpa berpikir panjang.
.
--
Ruangan Bawah Tanah
Naruto menatap sekeliling ruangan dengan rasa penasaran yang meluap-luap. Ada tangki kaca besar di tengah ruangan, dengan cairan hijau yang tampak bersinar. Di dalamnya, ada sesuatu seperti sisa-sisa tubuh makhluk aneh.
"Hoo... ini seperti lab rahasia di film-film sci-fi!" Naruto berseru, mencoba menyentuh tangki kaca itu.
Erza, yang berdiri di belakangnya, segera menarik kerah baju Naruto sebelum dia bisa melakukan sesuatu yang bodoh. "Jangan sentuh apapun. Kita tidak tahu apakah ini berbahaya atau tidak."
Tatsumaki melayang mendekati meja dengan catatan-catatan berserakan. Dia membaca sekilas, lalu mendengus. "Ini adalah proyek eksperimen. Mereka mencoba menciptakan sesuatu... atau mungkin memodifikasi manusia."
Naruto menggaruk kepala. "Modifikasi manusia? Seperti jadi cyborg? Wah, keren juga ya. Aku pengen punya tangan robot yang bisa bikin ramen sendiri."
Erza menjitak kepala Naruto. "Fokus, Naruto. Ini serius."
Tatsumaki tidak bisa menahan senyum tipis. "Kurasa kalau kau jadi robot, otaknya tetap sama—rusak."
Naruto memandang Tatsumaki dengan cemberut. "Hei, itu kejam, kau tahu!"
Namun, suasana berubah serius ketika mereka mendengar suara langkah berat dari atas.
"Sepertinya kita tidak sendiri," kata Erza sambil bersiap dengan pedangnya.
.
--
Langkah-langkah itu semakin mendekat. Naruto, yang biasanya ceroboh, mencoba untuk mengintip melalui celah di dinding. Dia melihat tiga sosok misterius dengan pakaian hitam dan masker yang menutupi wajah mereka.
"Mereka pasti ada hubungannya dengan makhluk tadi," bisik Naruto.
Erza mengangguk. "Kita harus bersiap. Mereka pasti tidak datang untuk berdamai."
Naruto, yang merasa ini adalah waktu yang tepat untuk unjuk gigi, menyeringai. "Aku punya rencana!"
Tatsumaki memutar matanya. "Oh, ini pasti buruk."
.
--
Naruto muncul di depan ketiga penjaga itu menggunakan teleportasi. Dengan gaya penuh percaya diri, dia menunjuk mereka. "Hei, kalian! Kalau kalian ingin lab ini, kalian harus melewatiku dulu!"
Salah satu penjaga, yang tampak seperti pemimpin, hanya menatap Naruto tanpa berkata apa-apa. Lalu, dalam sekejap, dia menyerang dengan kecepatan luar biasa, hampir mengenai wajah Naruto.
"Whoa! Cepat banget!" Naruto teleportasi ke belakang mereka, tetapi penjaga lainnya langsung menyerangnya dari sisi lain.
Erza muncul tepat waktu, menangkis serangan itu dengan pedangnya. "Naruto, fokus! Jangan ceroboh!"
Sementara itu, Tatsumaki menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk mengangkat salah satu penjaga dan membantingnya ke dinding. "Sepertinya mereka bukan manusia biasa. Mereka sangat terlatih."
Naruto akhirnya mulai serius. Dengan menggunakan bayangan klonnya, dia mencoba mengalihkan perhatian musuh, menciptakan kesempatan bagi Erza untuk menyerang. Tapi para penjaga ini sangat terkoordinasi, bahkan mampu mengimbangi serangan kombinasi mereka.
Salah satu penjaga melemparkan granat kecil ke arah mereka. Granat itu meledak, mengeluarkan asap tebal yang memenuhi ruangan.
"Astaga! Aku nggak bisa melihat apa-apa!" Naruto berteriak, melambaikan tangannya mencoba mengusir asap.
"Diem, Naruto! Kau malah bikin lebih parah!" Tatsumaki berteriak, meski sebenarnya dia mulai merasa frustrasi dengan situasi ini.
Namun, Naruto, meskipun dalam kekacauan, mendapatkan ide brilian. Dengan teleportasi, dia keluar dari kepungan asap dan muncul di atas penjaga yang membawa granat lain. "Hei, sobat, ini punyamu, kan?"
Dia mengambil granat itu dan memasukkannya ke saku penjaga tersebut sebelum teleportasi menjauh. Granat itu meledak, membuat penjaga tersebut terpental ke dinding.
"HaHaHaHa! Skor satu untukku!" Naruto berseru dengan penuh semangat.
Erza dan Tatsumaki akhirnya berhasil memojokkan dua penjaga lainnya, mengalahkan mereka dengan kombinasi pedang dan telekinesis.
.
--
Naruto duduk di lantai, terengah-engah. "Whew, mereka tangguh juga ya. Tapi tetap saja, aku yang paling keren tadi, kan?"
Tatsumaki mendengus. "Keren? Kau lebih mirip badut daripada pahlawan."
Erza tersenyum kecil. "Meskipun ceroboh, kau cukup kreatif, Naruto. Itu membantu."
Naruto langsung tersipu. "Hehe, aku tahu kau mulai terkesan padaku, Erza!"
Tatsumaki, yang merasa agak terganggu dengan keberanian Naruto, memukul bahunya dengan ringan menggunakan telekinesis. "Jangan terlalu besar kepala. Kita masih harus mencari tahu apa yang terjadi di sini."
.
--
Saat memeriksa penjaga yang tak sadarkan diri, mereka menemukan sebuah perangkat kecil di dalam kantong mereka. Perangkat itu tampak seperti peta digital, dengan lokasi tertentu yang berkedip di layar.
Erza mengangkat alis. "Sepertinya ini adalah markas utama mereka. Jika kita bisa ke sana, kita mungkin bisa menemukan jawaban atas semua ini."
Naruto berdiri dengan semangat. "Baiklah! Ayo kita hancurkan markas mereka! Tapi... bisakah kita berhenti dulu untuk makan? Aku benar-benar lapar sekarang."
Tatsumaki menggelengkan kepala, sementara Erza menahan tawa.
"Ayo pergi, Naruto," kata Erza, memimpin jalan keluar. "Tapi ingat, jika kau ceroboh lagi, aku tidak akan segan-segan menghukummu."
Naruto tertawa kecil. "Kalau hukuman darimu, Erza, aku mungkin akan menikmatinya."
Tatsumaki menoleh dengan wajah dingin. "Kalau hukuman dariku, kau tidak akan bisa berdiri seminggu."
Naruto langsung terdiam, membuat kedua gadis itu tersenyum puas.
Namun, jauh di tempat lain, seorang sosok misterius sedang mengamati mereka melalui layar. "Naruto Uzumaki... semakin menarik."
To Be Continued...
