Disclaimer: Naruto Punya Masashi Kishimoto

One Punch Man Punya Yusuke Murata

Genre: Fantasy, Adventure, Romance

Rate: M

Warning: Gaje, Cerita Ampas, dll.

.

.

Chapter 7: Jejak ke Sarang Musuh

Naruto, Erza, dan Tatsumaki melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi yang tertera pada perangkat misterius yang mereka temukan. Kota Z tampak semakin suram saat mereka bergerak lebih jauh, dengan gedung-gedung runtuh dan jalan-jalan penuh reruntuhan. Naruto, seperti biasa, tidak bisa berhenti bicara.

.

--

Naruto berjalan sambil melompat-lompat di antara puing-puing, wajahnya berseri-seri meskipun situasi di sekitarnya jauh dari menyenangkan. "Jadi, kalau ini markas utama mereka, menurut kalian, ada bos besar nggak? Seperti... monster raksasa atau robot super canggih? Aku harap bukan alien lagi. Yang terakhir itu bikin aku trauma."

Tatsumaki mendengus, melayang santai di sebelah mereka. "Kau bahkan tidak tahu apa yang kita hadapi, tapi sudah berpikir jauh. Cobalah gunakan otakmu untuk sekali ini saja."

Naruto mengangkat bahu. "Aku kan kreatif, itu bagian dari pesonaku. Benar, Erza?"

Erza, yang sedang membaca peta, hanya melirik Naruto sambil tersenyum kecil. "Kreatif atau ceroboh, aku belum bisa memutuskan."

Tatsumaki terkikik pelan, sementara Naruto mengeluh. "Kalian ini... aku ini pahlawan, tahu! Aku penyelamat dunia!"

"Dan juga tukang bikin masalah," balas Tatsumaki dengan nada datar.

Naruto mencoba membalas, tetapi sebelum dia bisa, mereka mendengar suara gemuruh di kejauhan.

--

Di ujung jalan, seekor makhluk besar muncul, jauh lebih besar dari makhluk yang mereka hadapi sebelumnya. Kulitnya berwarna hitam mengilap seperti baja, dengan tanduk besar yang melengkung dari kepalanya. Dia mengeluarkan raungan yang mengguncang tanah di sekitar mereka.

Naruto menatap makhluk itu dengan mata berbinar. "Whoa! Monster besar! Oke, ini giliran aku!"

Sebelum Erza atau Tatsumaki bisa menghentikannya, Naruto sudah teleportasi ke arah makhluk itu, muncul tepat di depannya.

"Hei, kau besar sekali. Apa kau makan terlalu banyak daging sapi?" Naruto bercanda sambil bersiap dengan Rasengan.

Makhluk itu mengayunkan cakar raksasanya, tetapi Naruto berhasil menghindar dengan teleportasinya, muncul di belakang makhluk itu. "Hah, kau lambat!"

Namun, tanpa peringatan, ekor makhluk itu memukul Naruto dengan keras, mengirimnya terbang ke sebuah tembok.

Erza menghela napas panjang. "Ceroboh seperti biasa."

Tatsumaki melayang maju, mengangkat tangan kanannya. "Aku akan menangani ini."

Menggunakan kekuatan telekinesisnya, Tatsumaki mencoba mengangkat makhluk itu dari tanah. Namun, makhluk itu berontak dengan kekuatan luar biasa, menghancurkan penghalang gravitasi Tatsumaki.

"Tidak mudah," gumam Tatsumaki sambil meningkatkan tekanannya.

Sementara itu, Erza maju dengan kecepatan tinggi, mengganti armor-nya menjadi Heaven's Wheel Armor. Dengan serangan pedang berputar yang indah, dia menyerang makhluk itu dari segala arah, menciptakan percikan api di mana-mana.

Makhluk itu mengeluarkan raungan marah dan mencoba menyerang Erza, tetapi Naruto muncul kembali, kali ini lebih siap.

"Rasengan, yang ini lebih besar!" serunya sambil melompat ke udara, menyerang langsung ke kepala makhluk itu.

Ledakan besar mengguncang area tersebut, dan makhluk itu akhirnya terjatuh, tidak bergerak.

Naruto berdiri dengan napas terengah-engah, lalu menoleh ke arah Tatsumaki dan Erza dengan senyum lebar. "Bagaimana? Keren, kan?"

Tatsumaki menatapnya dingin. "Keren? Kau hampir mati lagi."

Erza menepuk pundak Naruto. "Tapi kau berhasil. Meski caramu melakukannya agak... unik."

Naruto menggaruk kepala sambil tertawa. "Unik itu nama tengahku!"

--

Setelah memastikan tidak ada ancaman lagi, mereka memeriksa area di sekitar tempat pertarungan. Erza menemukan sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di bawah reruntuhan.

"Sepertinya ini pintu masuk ke tempat mereka," katanya sambil mendorong pintu itu terbuka.

Di balik pintu, ada tangga spiral yang mengarah ke bawah tanah. Udara dingin menyambut mereka, dan suasana menjadi semakin mencekam.

Naruto, meskipun sedikit gugup, mencoba mencairkan suasana. "Wah, ini seperti masuk ke dungeon di game RPG. Aku harap kita menemukan harta karun di bawah sana."

Tatsumaki menghela napas. "Kalau harta karunnya adalah musuh lain, kau duluan yang aku jadikan umpan."

Mereka berjalan menuruni tangga dengan hati-hati. Dindingnya dipenuhi simbol-simbol aneh yang bersinar samar, memberi kesan mistis pada tempat itu.

"Ini lebih mirip tempat ritual daripada markas," kata Erza sambil mengamati simbol-simbol tersebut.

Naruto melirik ke kanan dan kiri, mencoba memahami apa yang dia lihat. "Ritual? Jangan bilang ada hantu di sini. Aku nggak suka yang begituan!"

Tatsumaki tersenyum sinis. "Lucu, udah besar masih takut hantu."

"Hei, aku ini manusia juga, tahu!" Naruto membalas dengan nada kesal.

--

Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di sebuah ruangan besar yang diterangi oleh cahaya merah. Di tengah ruangan, ada sebuah altar dengan kristal besar yang tampak bersinar. Di sekelilingnya, ada beberapa makhluk humanoid yang tampak seperti penjaga.

Erza berbisik. "Ini pasti pusat kendali mereka. Kristal itu mungkin sumber kekuatan mereka."

Naruto tersenyum lebar. "Baiklah, kalau begitu, kita hancurkan saja kristalnya!"

Tatsumaki memegang bahu Naruto. "Tunggu. Kita harus punya rencana. Kalau kau langsung menyerang, kita bisa terjebak."

Naruto mengangkat tangan. "Oke, oke. Kali ini, aku akan mendengarkan kalian."

Namun, sebelum mereka bisa menyusun strategi, salah satu penjaga melihat mereka dan mulai berteriak.

"Yah, rencana gagal," kata Naruto sambil melompat maju. "Ayo hajar mereka!"

--

Pertarungan kali ini jauh lebih sengit. Para penjaga jauh lebih kuat, dan serangan mereka terkoordinasi dengan baik. Tatsumaki melayang di udara, menciptakan gelombang gravitasi untuk melindungi Erza dan Naruto, sementara Erza melancarkan serangan pedangnya yang presisi.

Naruto, seperti biasa, menggunakan klon bayangannya untuk mengalihkan perhatian musuh. Namun, kali ini dia juga menggunakan teleportasinya dengan lebih cerdas, muncul di tempat-tempat tak terduga untuk menyerang dengan Rasengan.

Erza akhirnya berhasil mendekati altar, tetapi sebelum dia bisa menghancurkan kristal, salah satu penjaga terbesar muncul dan menghadangnya.

"Aku butuh bantuan di sini!" serunya.

Naruto muncul tepat waktu, teleportasi ke sebelahnya. "Aku di sini, Erza. Mari kita tunjukkan kepada mereka apa arti tim yang hebat!"

Tatsumaki, dari udara, menambahkan, "Dan aku yang akan memastikan kalian tidak menghancurkan seluruh ruangan ini."

--

To Be Continued...