Disclaimer: Naruto Punya Masashi Kishimoto
One Punch Man Punya Yusuke Murata
Genre: Fantasy, Adventure, Romance
Rate: M
Warning: Gaje, Cerita Ampas, dll.
.
.
Chapter 9: Pertarungan dengan Naga Energi
Cahaya merah yang berasal dari naga energi menerangi seluruh ruangan. Kristal di altar semakin retak, menciptakan suara gemeretak yang menggema seperti dentang lonceng kematian. Sosok berjubah berdiri tak tergoyahkan, matanya bersinar di balik topengnya, memperhatikan tim yang kini bersiap menghadapi ancaman terbesar mereka sejauh ini.
Naruto, dengan senyum lebarnya yang khas, memutar pergelangan tangannya. "Oke, teman-teman, ini saatnya kita tunjukkan siapa yang lebih kuat! Kita adalah tim yang—"
Sebelum Naruto selesai berbicara, Tatsumaki langsung memotong. "Hentikan monologmu dan mulai serang! Ruangan ini tidak akan bertahan lama jika naga itu terus mengaum seperti itu."
Naruto mendengus, "Ayolah, Tatsumaki, sedikit dramatisasi tidak akan membunuh siapa pun—"
Saat itu juga, naga energi meluncurkan semburan cahaya merah dari mulutnya, menghancurkan sebagian lantai dan hampir mengenai Naruto.
Naruto teleportasi dengan cepat ke sisi Erza, wajahnya pucat. "Oke, mungkin akan membunuhku. Aku mengerti poinmu."
Erza, yang sudah siap dengan Adamantine Armor, berdiri tegap. "Naruto, kita butuh rencana. Kau dan aku akan menyerang bagian depan. Tatsumaki, kau tahan naga itu dengan telekinesismu sebaik mungkin."
Tatsumaki melirik tajam. "Oh, tentu. Aku hanya perlu menghentikan naga yang terbuat dari energi murni sendirian, kan? Mudah sekali."
Naruto tersenyum. "Itulah sebabnya kami punya kau, Tatsumaki. Kau yang terbaik!"
Tatsumaki menepuk dahinya. "Aku tidak tahu apakah itu pujian atau hinaan terselubung."
.
--
Naruto dan Erza meluncur ke depan, menghadapi naga yang kini mengepakkan sayap energinya, menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan pilar-pilar di sekitar mereka.
"Naruto, jangan ceroboh kali ini!" seru Erza, mengayunkan pedang besar dari armor-nya, mencoba menyerang kaki depan naga itu.
Naruto teleportasi di udara, muncul tepat di atas kepala naga. Dengan cepat, dia menciptakan Rasengan Ganda, mencoba menekan serangan itu ke kepala makhluk tersebut.
Namun, naga itu tampaknya memiliki pelindung energi. Serangan Naruto hanya memantul, dan dia terpental mundur dengan keras.
"Aduh! Itu keras banget!" Naruto mengeluh, jatuh di dekat Tatsumaki.
Tatsumaki melayangkan batu besar ke arah naga, mencoba menahan gerakannya. "Naruto, kalau kau gagal, setidaknya jangan mendarat di tempatku bekerja!"
"Maaf, maaf!" jawab Naruto dengan cepat, menghindari tatapan tajam Tatsumaki.
.
--
Erza kembali mundur ke tempat Naruto dan Tatsumaki berada. "Serangan langsung tidak akan berhasil. Kita harus mencari kelemahannya."
Tatsumaki mengangguk sambil menatap altar. "Kristal di altar. Naga ini berasal dari sana. Kalau kita menghancurkan sumber energinya, kita bisa menghentikannya."
Naruto menatap kristal itu. "Oke, jadi rencananya adalah menghancurkan kristal itu tanpa mati dibakar naga, kan? Gampang."
Erza menarik napas panjang. "Naruto, kau akan menjadi umpan. Kau harus membuat naga itu fokus padamu sementara kami menuju kristal."
Naruto melongo. "Tunggu, tunggu. Umpan? Maksudmu aku harus berlari-lari sambil naga itu mengejarku?"
Tatsumaki tersenyum kecil. "Akhirnya, pekerjaan yang cocok untukmu."
Naruto mencoba protes, tetapi Erza sudah mengarahkan pedangnya ke naga. "Kita tidak punya waktu untuk berdebat. Naruto, kau bisa melakukannya."
Melihat senyum percaya diri Erza, Naruto akhirnya menyerah. "Baiklah! Kalau aku mati, ingatlah aku sebagai pahlawan."
Tatsumaki menambahkan, "Kami akan mengingatmu sebagai badut yang suka membuat masalah."
.
--
Naruto melompat dan menciptakan puluhan klon bayangan, membuat naga bingung. Dengan teleportasi yang cepat, dia muncul di berbagai sisi, mencoba menarik perhatian makhluk itu.
Sementara itu, Tatsumaki dan Erza berlari menuju altar. Tatsumaki menggunakan telekinesisnya untuk menciptakan penghalang pelindung, sementara Erza memotong penjaga-penjaga kecil yang mencoba menghentikan mereka.
Di udara, Naruto nyaris tertangkap oleh cakar naga. "Hei, kau lambat banget! Aku bahkan belum serius!" katanya sambil teleportasi ke atas kepala naga lagi.
Namun, kali ini naga itu memutar tubuhnya dengan cepat, memukul Naruto dengan ekornya. Naruto terlempar jauh, menabrak dinding.
"Oke, itu sakit," gumamnya sambil berdiri perlahan.
--
Tatsumaki berhasil menahan naga dengan telekinesisnya cukup lama, memungkinkan Erza untuk menyerang kristal dengan pedang terkuatnya.
Namun, sebelum Erza bisa menghancurkannya, sosok berjubah muncul di hadapan mereka, menghentikan serangannya dengan mudah menggunakan semacam perisai energi.
"Kristal ini adalah inti dari semuanya," katanya dengan suara dingin. "Kalian tidak akan menghancurkannya."
Naruto, yang baru saja kembali ke medan perang, melihat situasi itu dan segera mendapatkan ide gila.
"Hei, Erza! Tatsumaki! Aku punya rencana besar lagi!" teriaknya.
Erza dan Tatsumaki menatapnya dengan skeptis.
"Tolong katakan ini bukan ide bodoh lainnya," kata Tatsumaki dengan nada lelah.
Naruto menyeringai. "Oh, ini sangat bodoh. Tapi percayalah, ini akan berhasil!"
.
--
To Be Continued...
